p-Index From 2021 - 2026
10.256
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan E-Journal Of Cultural Studies Bumi Lestari Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Candra Sangkala Media Komunikasi FPIPS Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Komunikasi Hukum Record and Library Journal IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MUDRA Jurnal Seni Budaya Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi WIDYA LAKSANA Acarya Pustaka Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Jurnal Sosial dan Teknologi Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Sosial dan Sains IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia Journal of Social Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Commerce Management and Tourism Studies Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

Nature Trofis and Young Artist's Light Painting at Penestanan Ubud Bali Mudana, I Wayan; Wirakesuma, I Nengah; Adi Sucipta, I Wayan; Mustika, I Ketut; Kondra, I Wayan
Journal of Social Science Vol. 5 No. 6 (2024): Journal of Social Science
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose and purpose of this research is to find out that tropical nature rich in light effects can be explored as an idea to create paintings. When he lived in Penestanan Ubud Bali in the 1957s, he taught light painting techniques that drove the birth of Young Artist-style painting. The people of Penestanan initially did not respect the painting activities offered by Arie Smit, but driven by the concern of seeing firsthand the condition of the residents of Penestanan village, who were very poor and underdeveloped, then he felt called to liberate the younger generation of the Penestanan community from poverty economically but very culturally rich. To analyze the nature of trophies and paintings of young artists in Penestanan carefully and accurately, a qualitative method is used, imperially using a participatory approach, namely analyzing the works of painters educated by Arie Smit, such as: Soki, Cakra, and Dewa Kaka using a motivational, behavioral, and interaction approach. To depict identity, aesthetic experience, creative process, until it is realized into a painting of young artists is analyzed participatory. The results and discussions in an impermatic manner describe about; (1) Tropical and Campuhan nature as inspiration for light painting, (2) Light Painters, and (3) painting forms produced by the Penestanan people of Ubud. Conclusion; The realm of trophism and light can be explored into paintings by young artists. The young artist's painting style reflects the play of colors, light, lines, and decorative. Meanwhile, perspective is used to obtain gradations and display the impression of far and near. Findings; Light painting in the West and in the East (Bali) has a very distinctive difference. The identity of Western light painting emphasizes the impression, the painter must face a direct object that gives birth to an impressionist style of painting. Meanwhile, in Young Artist's paintings, light capture displays color, decoration, and bold lines. It is arranged with a gradation game so that from perspective to get a far and close impression
PALELINTANGAN DALAM SENI RUPA POP Sudana, I Made; Setem, I Wayan; Mudana, I Wayan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.49166

Abstract

Balinese traditional painting, especially Wayang Kamasan painting, has a long and rich history. However, in the era of globalization and modernization, traditional arts often experience difficulties in surviving. This phenomenon is not unique to Bali, but is happening in traditional art communities around the world. With the advent of digital media, fast-paced urban lifestyles, and changing cultural values, traditional artists often feel pressure to adapt their work to changing market tastes. Some Balinese traditional artists are trying to incorporate modern elements into their work to appeal to the younger generation and the international market, as well as to preserve the culture. Nevertheless, this challenge cannot be ignored and maintain the sustainability of this traditional painting art in the face of increasing modernization trends. This creation discusses the creation of pop art by displaying the form of palelintangan which is poured into several mass cultural products in order to form creative and innovative works. In its creation process, this work follows the principles outlined by Hawkins in his book "Creating Through Dance," which states that creating good painting and dance art involves three main stages: exploration, improvisation, and forming or composition. Palelintangan is a series of paintings that depict astronomical information and provide interpretations of individuals' character and destiny based on their date of birth. By studying palelintangan, one can understand predictions about their personality and fortune. The purpose of creating this is to preserve palelintangan art to remain relevant in the future. The ultimate outcome of this creation process is the production of works inspired by various forms of palelintangan with a touch of modern popular culture embedded within them.Keywords: Birth, Palelintangan, Pop ArtAbstrakSeni lukis tradisional Bali khususnya seni lukis wayang Kamasan mempunyai sejarah yang panjang dan kaya akan makna filosofis seperti cerita Mahabarata, Ramayana, Sutasoma, Tantri, Men Brayut, dan Palelintangan. Namun di era globalisasi dan modernisasi, kesenian tradisional seringkali mengalami kesulitan dalam bertahan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Bali saja, namun dinamika ini terjadi di berbagai komunitas seni tradisional di seluruh dunia. Dengan munculnya media digital, gaya hidup perkotaan yang serba cepat, dan perubahan nilai-nilai budaya, seniman tradisional seringkali merasakan tekanan untuk menyesuaikan karyanya dengan perubahan selera pasar. Beberapa seniman tradisional Bali berusaha memasukkan unsur-unsur modern ke dalam karyanya untuk menarik perhatian generasi muda dan pasar internasional, sekaligus untuk melestarikan budaya. Meski demikian, tantangan ini tidak bisa diabaikan dan menjaga keberlangsungan seni lukis tradisional ini dalam menghadapi tren modernisasi yang semakin meningkat. Penciptaan ini membahas penciptaan seni rupa pop dengan menampilkan bentuk palelintangan yang dituangkan dalam beberapa produk budaya masa agar terbentuk karya yang kreatif dan inovatif. Dalam proses penciptaannya, karya ini mengikuti prinsip-prinsip yang dijelaskan oleh Hawkins dalam bukunya "Creating Through Dance", yang menyatakan bahwa penciptaan seni lukis dan tari yang baik melibatkan tiga tahap utama: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan atau komposisi. Palelintangan adalah sebuah seri lukisan yang menggambarkan informasi ilmu astronomi serta memberikan interpretasi tentang karakter dan nasib seseorang berdasarkan hari kelahiran mereka. Dengan mempelajari palelintangan, seseorang dapat memahami ramalan tentang kepribadian dan nasib mereka. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk melestarikan seni palelintangan agar tetap relevan di masa depan. Hasil akhir dari proses penciptaan ini adalah terciptanya karya-karya yang terinspirasi dari bentuk-bentuk palelintangan dengan sentuhan budaya pop modern di dalamnya.Kata Kunci: Kelahiran, Palelintangan, Seni Rupa PopAuthors:I Made Sudana : ISI DenpasarI Wayan Setem : ISI DenpasarI Wayan Mudana : ISI Denpasar ReferencesGunada, I. Wayan Agus. "Ajaran Agama Hindu Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Tradisional Bali." Gorga: Jurnal Seni Rupa 9.1 (2020): 158-165.Helai Buku, 2020.Watak Kelahiran Anak yang Dipengaruhi Oleh Wuku, Lintang, Pranamangsa, dan Zodiak,  DAFTAR RUJUKANGunada, I. Wayan Agus. "Ajaran Agama Hindu Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Tradisional Bali." Gorga: Jurnal Seni Rupa 9.1 (2020): 158-165.Helai Buku, 2020.Watak Kelahiran Anak yang Dipengaruhi Oleh Wuku, Lintang, Pranamangsa, dan Zodiak, https://helaibuku.blogspot.com/2020/10/watak-kelahiran-anak- yang-dipengaruhi.html?m=1 , diakses pada 02 November 2021.I Made Sukanta. 22 November 2021. Rumah Wayang Kamasan, Br. Pande, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Bali.I Wayan Pande Sumantra. 22 November 2021. Rumah Wayang Kamasann. Br. Pande, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Bali.Made Hendra Sasmita dan Salamun Kaulam. (2016). Proses Dan Visualisasi Seni Lukis I Nyoman Mandra. Jurnal Seni Rupa, 4(02), 177“183.Ni Made Sinarwati. 22 November 2021. Rumah Wayang Kamasan, Br. Pande, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Bali.Ni Wayan Sri Wedari. 20 November 2021. Sanggar Wasundari. Br. Sangging, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, BaliRajudin, R., M. Miswar, and Y. Muler. "Metode Penciptaan Bentuk Representasional, Simbolik, Dan Abstrak (Studi Penciptaan Karya Seni Murni Di Sumatera Barat, Indonesia). Gorga." Jurnal Seni Rupa 9.2 (2020): 261.Saragih, Lisa Andriani. Analisis Kerajinan Souvenir Diorama Berbahan Limbah Pada Pengrajin Dikraf Berdasarkan Prinsip-Prinsip Desain. Diss. UNIMED, 2018.Setem, Wayan. (2021). KOSARUPA BALI. Denpasar: Prasasti.Soedarsono, R. M. AUTOBIOGRAFI RM SOEDARSONO: Perintis dan Pengembang Pendidikan Seni Pertunjukan di Indonesia Dari Yogyakarta Mendunia untuk Indonesia. UGM PRESS, 2021.Tabrani, Primadi. "Bahasa Rupa Dan Kemungkinan Munculnya Senirupa Indonesia Kontemporer Yang Baru." Jurnal Komunikasi Visual WIMBA 8.1 (2017): 1-12.
Validity test of digital learning content in social science education for junior high schools in Singaraja city Utami, Anak Agung Istri Dewi Adhi; Suastika, I Nengah; Mudana, I Wayan; Sriartha, I Putu; Sujana, I Putu Windu Mertha; Budiarta, I Wayan; Sidaryanti, Ni Nyoman Asri; G. Vann, Michael
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v22i2.88117

Abstract

This research aims to analyse the needs for developing digital learning media in Social Sciences learning in junior high schools in Singaraja City. This study used qualitative research methods. The process of developing learning media must be carried out by testing construct validity and empirical validity. Material experts, media experts and language experts will carry out validity testing. The results of the analysis of social science education material experts assessed the validity score of the material to be 93, or the criteria "Very Valid". Likewise, the graphic design value is 90 or the "Very Valid" criteria. Meanwhile, the level of grammatical validity is 88 or the criteria "Very Valid". Based on the results obtained through expert testing in the media, material and language aspects, it can be concluded that the developed digital learning media is declared very valid, so it is suitable for use in the social science education learning process. The practicality test of digital learning media was assessed by two social science education groups and 24 students participating in social science education learning. The average score given by social science education teachers was 87.69, or Very Good criteria. Meanwhile, the practicality test assessment is based on assessing students taking social science education subjects with a score of = 79.48 or good criteria. These results show that the digital such as media developed can be used sustainably. This is because teachers and students assess that this digital learning media aligns with the needs of teachers and students.
Development of tri hita karana based e-modules in strengthening pancasila student profiles Faradisa, Nuril; Mudana, I Wayan; Wesnawa, I Gede Astra
Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppkn.v6i2.97810

Abstract

This study aims to practicality, and effectiveness of tri hita karana based e-modules in strengthening the profile of Pancasila students at SMP Negeri 2 Singaraja. The type of research used is research and development (R&D) with a mixed method approach. The research was conducted at SMP Negeri 2 Singaraja. The sample was determined using a random sampling technique with class VII-1 as the research sample. The data collection technique uses observation, interview, questionnaire, and documentation techniques. The data were analyzed using qualitative descriptive techniques. The practicality of the e-module teaching materials in the category is very practical through the practicality test of teachers and students with very good results The e-module teaching materials are effective in improving the profile of Pancasila students at SMP Negeri 2 Singaraja
UPAYA PELESTARIAN BAHASA DAN BUDAYA BALI MELALUI PENGEMBANGAN KAMUS SENI TARI BALI Suandi, I Nengah; Mudana, I Wayan
Jurnal Komunikasi Hukum Vol 6 No 1 (2020): Februari, Jurnal Komunikasi Hukum
Publisher : Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jkh.v6i1.24659

Abstract

Dalam upaya pelestarian bahasa  dan budaya Bali, kehadiran kamus seni tari Bali yang inovatif sangat penting dan mendesak untuk dilakukan. Berdasarkan latar dasar pikiran  di atas, permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah (1) Bagaimanakah pengembangan kamus seni tari Bali dalam upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali? dan (2) Mengapa pengembangan kamus seni tari Bali  dapat dijadikan sebagai salah satu upaya pelestarian bahasa dan budaya Bali? Berdasarkan analisis terhadap sejumlah data pustaka dan data di lapanan, dapat ditarik dua buah simpulan. Pertamapengembangan kamus seni tari Bali  dapat dilakukan melalui penerapan model penelitian pengembangan yang diadaptasi dari pengembangan perangkat pembelajaran model 4-D, yang meliputi Define, Design, Develop, danDisseminate.Kegiatan pada tahap define terdiri atas (1) melakukan analisis kebutuhan dengan mengadakan survai terhadap aneka kamus bahasa Bali, khususnya kamus seni tari; (2) mengumpulkan data mentah berupa kata-kata atau istilah-istilah seni dari berbagai sumber (lisan dan tertulis) dan ditulis ke dalam daftar kata; (3) melakukan klasifikasi data secara alfabetis kemudian menggabungkannya menjadi satu satuan daftar kata. Kegiatan pada tahap design(perancangan)  terdiri atas 1) menyusun draf kamus dengan langkah-langkah (1) menyusun lema  (kata/istilah) yang tergolong istilah seni tari Bali sesuai urutan abjad berdasarkan data yang sudah dihasilkandan (2)melakukan rekaman gerak tari; (3) mendeskripsikan makna istilah tari Bali ke dalam bahasa Indonesia da bahasa Inggris;i; 2) Melakukan FGD untuk penyempurnaan draf kamus dengan mengundang (1) perwakilan dinas kebudayan provinsi dan kodya/kabupaten se-Bali, (2) pakar perkamusan dari unsur perguruan tinggi, (3) pakar media, (4) pakar budaya,  (5) pakar seni tari dan (6) pakar bahasa (bahasa Bali, bahasa Indonesia; 4) melakukan vaildasi ahli dengan mengundang pakar perkamusan, pakar bahasa Bali, pakar bahasa Indonesia, dan pakar bahasa Inggris; dan 5) menyusun draf  Kamus Seni Tari Bali Berbasis Teknologi Android(Bali—Indonesia—Inggris) hasil validasi ahli. Kegiatan pada tahap developdilakukan dengan langkah-langkah  (mengembangkan kamus baik dari segi kuantitas maupun secara kualitas; (2) melakukan FGD untuk mendapatkan masukan terkait dengan pengembangan di atas; (3) melakukan uji efektivitas kamus  Kegiatas pada tahap disseminate meliputi distribusi kamus baik yang cetak maupun yang android. Kedua  penyusunan kamus seni tari Bali dapat dijadikan sebagai salah satu upaya peletarian bahasa dan budaya Bali karena (1)kamus ini memiliki beberapa kelebihan yaitu menggunakan media gambar; berbasis teknologi android; dan menggunakan tiga bahasa (Bali, Indonesia, dan Inggris). Dengan menggunakan media gambar, makna suatu istilah tari akan menjadi semakin jelas.  Dengan dua keunggulan ini, seseorang akan lebih mudah belajar tari Bali. Kedua keunggulan ini juga mampu memotivasi  pembelajar tari di Bali,  khususnya, untuk membaca kamus seni tari dan belajar tari Bali; dan secara tidak langsung dapat menumbuhkembangkan rasa cinta terhadap bahasa Bali. Rasa cinta terhadap bahasa Bali sebagai salah satu cerminan sikap positif terhadap bahasa Bali merupakan modal utama untuk melestarikan bahasa Bali sekaligus budaya Bali. Hal ini bisa dipahami karena bahasa Bali merupakan salah satu unsur  budaya Bali sekaligus pembentuk  budaya Bali dan (2) Keberadaankamus seni tari semacam itu tidak hanya dalam rangka memperluas wawasan terhadap berbagai ungkapan simbolik seni budaya Bali, tetapi juga dalam rangka penguatan benteng budaya, pelestarian budaya, dan strategi budaya Bali. Hal ini terkait dengan keberadaan seni sebagai fenomena budaya yang dapat menginspirasi bagi pengembangan seni budaya dan pembentuk kepribadian masyarakat Bali.
FLOWER METAPHOR INSPIRATION IN FINE ARTS Putra, Anak Agung Ramanda; Mudana, I Wayan; Bendi Yudha, I Made
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 5 No 2 (2025): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : Program Studi Seni Murni ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/ctkr.v5i2.4494

Abstract

This report is written to explain the creation of a work of art with the theme "Flower Metaphor Inspiration in Fine Arts". This topic is inspired by the author's experience when he listened to stories from his friends and books that talk about the meaning of flowers. Metaphor is a figure of speech that uses words or groups of words with figurative meanings, not their real meanings, to describe something by comparing it to something else. The flower metaphor is argued here as a small part that is almost the same as a colorful life journey. This work identifies how the flower metaphor is a meaning that produces the expression of a woman's feelings through creativity and imagination in artwork. There is one work that will be produced in the form of a painting. Each work will use various techniques and media, based on the essence and principles of fine art. More specifically, this report covers how artists use artwork to express the flower metaphor that represents a woman's feelings. Thus it can be seen that every visual artwork of the flower metaphor can appear in a smile, disappointed, disappointed, broken, love. Therefore, the other side of this artwork can help to do an in-depth and interpretive analysis on this painting, and strictly speaking, this will allow to gain an understanding of the complexity of the flower metaphor that is the inspiration in this work.
PENYUSUNAN ENSIKLOPEDIA BIDANG SENI LUKIS KLASIK, SENI UKIR, DAN TEKSTIL DI BALI Setem, Wayan; Mudana, I Wayan
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 13 No. 2 (2021): Brikolase Desember
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v13i2.3763

Abstract

Artikel ini merupakan hasil riset bertujuan untuk mendeskripsikan leksikon yang rangkuman informasi beragam  terkait istilah-istilah seni rupa bidang seni lukis klasik wayang Kamasan, seni ukir, dan tekstil di Bali. Adapun sebagai sub-sistem, seni lukis klasik wayang Kamasan, seni ukir, dan tekstil mengandung berbagai unsur saling berkait yakni   konsep keindahan yang menjadi arahan, teknik yang dicari, disebarkan dan dikembangkan untuk memberi bentuk kepada konsep-konsep keindahan, ada seniman/pengerajian  yang mengelola pembuatan karya, penularan keahlian, teknik, fungsi, makna, dan peristiwa kesejarahan.  Teori yang digunakan adalah linguistik struktural, leksikologi dan leksikografi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kajian pustaka, wawancara, dan lawatan sejarah yang dilanjutkan dengan  teknik pencatatan. Dalam metode analisis data pemilihan elemen penentu dengan teknik korelasional dilanjutkan teknik analisis induktif dan deduktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya leksikon khas yang digunakan oleh seniman/pengerajin seni lukis klasik wayang Kamasan, seni ukir, dan tekstil di Bali.  Leksikon tersebut terdiri dari tiga katagori, yakni alat dan bahan, proses pembuatan, dan estetika. Leksikon ketiga bidang seni rupa tersebut juga memiliki dua katagori fungsi yakni sebagai pemberian nama dan sebagai proses pembuatan. Begitu juga pada ragam penggambaran/motif memiliki nilai budaya berdemensi vertikal (religi dan kepercayaan) serta nilai budaya berdemensi horisontal meliputi nilai tradisi, nilai perasaan dan kedamaian, berorientasi alam, nilai kesejahteraan, dan nilai sosial.  
Preserving I Gede Modara’s “Rotating the Mountain of Mandara Giri” Painting Mudana, I Wayan; Wirakesuma, I Nengah; Kondra, I Wayan; Sujana, I Wayan; Mustika, I Ketut
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 12 (2023): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v2i12.649

Abstract

I Gede Modara (1770), nicknamed I Gede Mersadi, was a pioneer of the Kamasan wayang painting, which is now called classical balinese painting. Kamasan wayang paintings are very bound by standards and provisions that are binding and standard, used for offerings and enlightenment to the people. One of the works left by Modara enlightenment painting, entitled "Pemuteran Gunung Mandara Giri" is made in the form of parba on wood, using balinese colors, now in very poor condition, not taken care of properly, and has not received attention from the government so that it gives the impression of being very neglectful of the heritage history. In fact, this work is a work that has a high reputation as an art historical heritage which is very important when future generations want to trace the civilization and development of balinese classical painting. Departing from this phenomenon, it is interesting to be used as research "Preservation of I Gede Modara's Painting with the title Screening of Mount Mandara Giri". The analytical approach used the concept of theory and method of preservation. Preservation relates to preservation, development and empowerment to create new or renewable products. In the discussion, discussing: 1) conservation measures, 2) development of creative industries, 3) community empowerment and expanding employment opportunities.
Makna Sosial Kehidupan Manusia Di Desa Adat Galiukir Dalam Penciptaan Seni Lukis Dwi Kerta Utama, I Made; Mudana, I Wayan; Yosef Tjokropramono, Gd.
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 1 No 2 (2021): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : Program Studi Seni Murni ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/citakara.v1i2.1531

Abstract

Era globalisasi ditandai dengan kebudayaan manusia serba cepat, mudah dan instan. Persaingan kehidupan semakin ketat, semakin tertekan dan makna hidup semakin memudar. Makna hidup merupakan suatu hal berharga bagi setiap orang, apabila sudah ditemukan tentu menimbulkan perasaan bahagia, tentram dan damai. Makna hidup bisa ditemukan dari berbagai kejadian dalam perjalanan hidup, salah satunya melalui aktivitas sosial. Ide penciptaan karya seni lukis ini terinspirasi dari makna sosial kehidupan manusia yang terjadi di desa adat Galiukir, Kebon Padangan, Pupuan, Tabanan, Bali. Menampilkan bentuk visual makna sosial kehidupan manusia dalam bentuk lukisan. Sebagai acuan mewujudkan karya Tugas Akhir penulis menggunakan aliran Klasisisme periode Renaisans dan Barok. Dengan pendekatan teori estetika, bentuk bermakna dan semiotika. Untuk merepresentasikan ide tersebut, digunakan metode penciptaan Wayan Setem, menjelaskan tentang langkah-langkah penciptaan karya seni secara garis besar melewati proses: tahap observasi atau kegiatan mengamati; tahap percobaan; tahap persiapan alat dan bahan; tahap pembentukan; tahap evaluasi. Pembahasan makna sosial kehidupan diwujudkan dengan enam buah karya seni lukis dengan tema; (1) Kelahiran melukiskan awal mula dari kehidupan yang memberikan banyak makna kehidupan; (2) Bercanda gurau melukiskan tentang kehidupan yang memerlukan hiburan; (3) Persahabatan melukiskan kehidupan yang memerlukan sahabat; (4) Menolong melukiskan derajat yang terangkat ketika menolong sesama; (5) Saling memberi melukiskan kehidupan yang saling mengisi antar sesama; (6) Mengenang melukiskan penghormatan yang dilakukan kepada seseorang yang telah berpisah. Dalam menciptakan karya Tugas Akhir penulis menggunakan teknik opaque dan teknik chiaroscuro diimbangi dengan skill dan bahan yang memadai.
Eksplorasi Cerita Rajapala Sebagai Inspirasi Dalam Penciptaan Seni Lukis Komik Digital Aryandika, Made; Gulendra, I Wayan; Mudana, I Wayan
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 2 No 1 (2022): Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni
Publisher : Program Studi Seni Murni ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/citakara.v2i1.1539

Abstract

Rajapala's story is a symbol of the love and escaptic marriage between man and angel. The message that can be gleaned from this story or literary work is "do not seek pleasure by means of bulus wit or akompli nature like I King pala against the angel Ken Sulasih". Therefore the author became inspired to do the writing and embodiment entitled "Exploration Rajapala Story As Inspiration In The Creation Of Digital Comic Painting". Afterwards by examining the message and meaning of Rajapala's story, the author was inspired to create a storyline with the embodiment style of the author that they re-authored rajapala story based on the theoretical approach of the book "Making Comics", Scott McCloud. Not to forget also the author uses elements of digital comic painting so that in the creation effort can run well. Therefore, the creation of digital comics writers use the method of creation of digital comic painting works, namely exploration, experimentation, and formation so that digital comic art can be created. The creation of rajapala digital comics is an attempt to explore of Rajapala's story.
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., I Km Ega Mahendra ., I Made Ardi Sanjaya ., Kadek Ariasa ., Meri Yuliani ., NI MADE ERMAWATI ., Syamsia Dwi Wulandari A.A Istri Dewi Adhi Utami ABDUL GOFAR . Abdullah . Adnyana, I Kadek Agus Aflachatun Nia Agus Herry Sumardika . Agus Herry Sumardika ., Agus Herry Sumardika Alif Alfi Syahrin Anak Agung Ketut Agung Widiantari Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andela Safitri Andi Noprizal Sahar Antara, I Kadek Budi Arnawa, I Komang Krisna Aryandika, Made Ayu, Ni Nyoman Dharma Azura, Vina Bawazir, Ema Maulidya BAYU PRAMANA, I MADE Bayutha, Ida Bagus Rekha Bendi Yudha, I Made Berliana Dhea Shalsa Billa BUDIAPRILLIANA, LUH Cahyani, Kadek Gita Dedi . Delfin Reza Pahlefi Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewa Ayu Made Satriawati . Dewi, Ni Wayan Risna Didin Samsul Maarif Dinata P, Yori Cigra Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Dwi Kartika, I Gusti Kade Dwi Kerta Utama, I Made Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Faradisa, Nuril Fathur Rozaq fengi, anastasia alwinda Fitriani, Herdiyana Fransisco, Leo G. Vann, Michael Ghofur, Moh. Abd. Gulendra, I Wayan Hajiriah, Titi Laily Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Haryadi, Fani I Dewa Gede Yoga I Gede Astra Wesnawa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Surata I Km Ega Mahendra . I Komang Wisujana Putra . I Made Ardi Sanjaya . I Made Budiana . I Made Pageh I Made Saryana I Made Sudana I Nengah Suandi I Nengah Suastika I Nengah Wirakesuma, I Nengah I Nyoman Dhana I Nyoman Sila I Putu Budiana . I Putu Sriartha I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Kun Adnyana, I Wayan Kun I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai Rai, I Wayan Rai I Wayan Setem, I Wayan I Wayan Sujana I Wayan Widiana Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Ida Bagus Made Astawa Iin Melya Parlina Indah Kumala Sari Irwan Nur Jayadwiana, I Made Jodog, I Made Kadek Ariasa . Kadek Gita Cahyani Kadek Riadi Panji Sagitha . Kadek Wirahyuni Kariana, I Nengah Karo, Hemi Sari Br Kasiani, Kasiani Ketut Sedana Arta Komang Nelly Sundari Kondra, I Wayan Kristiani, Putu Ery Kurniawan, Made Ferry Lola Utama Sitompul Luh Ayu Martasari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maarif, Didin Samsul Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Made Ferry Kurniawan Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maulana, Muhammad Ainul Yakin Meri Yuliani . Mochammad Iqbal Moh. Abd. Ghofur Muhammad Idris Mustika, I Ketut Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Suandi Ni Kadek Dian Lestari . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Wiwin Virdayanti . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih NI Putu Swandewi Ni Wayan Yuliasih . Nia, Aflachatun Nindhia, Cokorda Istri Puspawati Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari Nur, Irwan Pahlefi, Delfin Reza Pande Ketut Ribek Pande Nyoman Suastawan . Parlina, Iin Melya Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putra Yudistira, Cokorda Gede Putra, Anak Agung Ramanda Putra, I Gusti Putu Ngurah Cahyana Ady Putra, I Putu Deva Maha Putu Admi Suryani . R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Raharjo, Anis Rozaq, Fathur Ruta, I Made Safitri, Andela Santana Sembiring Saputra, Kadek Dwi Martha Sari, Indah Kumala Sari, Yuyun Diah Kemuning Sekar Wiranti Sembiring, Santana Sianto, Yeni Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Silasana, I Putu Arya Sinaga , Firman siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitompul, Lola Utama Suarja , I Ketut Sucipta, I Wayan Adi Sukrawan, Kadek Edi Sulistio, Aprillia Devi Swandewi, Ni Putu Syamsia Dwi Wulandari . Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Vania Ratna Wedha . Vina Azura Wahyuniyati, Ni Made Walad, Muzakkir Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Karja Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Windayani, Ni Luh Ika Wiranti, Sekar Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani Yanti, Dewi Kusuma Yoga, I Dewa Gede Yoga, I Wayan Swantara Yosef Tjokropramono, Gd. Yudana, Komang Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah