p-Index From 2021 - 2026
11.672
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan E-Journal Of Cultural Studies Bumi Lestari Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Wahana Matematika dan Sains Candra Sangkala Media Komunikasi FPIPS Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Komunikasi Hukum Record and Library Journal Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MUDRA Jurnal Seni Budaya Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi WIDYA LAKSANA Acarya Pustaka Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Sosial dan Sains Journal of Social Science Journal of Commerce Management and Tourism Studies Jurnal Global Futuristik : Kajian Ilmu Sosial Multidisipliner Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of The Potential Values of Character Education in The Independent Curriculum on Traditional Arts Typical of The Sasak Tribe of Lombok "Peresean" Fajri, Siti Rabiatul; Hajiriah, Titi Laily; Fitriani, Herdiyana; Sriartha, I Putu; Mudana, I Wayan
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 10 No. 1 (2024): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v10i1.9796

Abstract

This study aims to explore in more depth the potential values of character education contained in the traditional art of "Peresean" of the Sasak tribe in Lombok, with a focus on the implementation of the Merdeka Curriculum. The research approach used is qualitative research with ethnography methods. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The subjects in this study are traditional leaders, community leaders and religious leaders in 6 traditional villages on Lombok Island. Data analysis using an interactive analysis model which consists of three activity flows that occur simultaneously, namely through data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions/verification. The results showed that the values of character education obtained from the competition were; 1) independence, 2) Faithful, fearful of God Almighty, and noble character, 3) Critical reasoning, 4) Mutual assistance, 5) Global diversity, and 6) Creativity. While the values of character education formed in awiq-awiq peresean are: 1) Independent, 2) Faith, fear of God Almighty, and noble morals, and 3) Critical reasoning.
PENDEKATAN PLURALISME AGAMA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA: TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI Walad, Muzakkir; Dewi, Ni Wayan Risna; Windayani, Ni Luh Ika; Mudana, I Wayan; Lasmawan, I Wayan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 3 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i3.3749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti bagaimana pendekatan pluralisme agama dalam pendidikan akan memberikan gambaran komprehensif, mengkaji tantangan dan hambatan dalam menerapkan pendekatan pluralisme agama dalam pendidikan di Indonesia, serta menawarkan arah untuk tindakan selanjutnya dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama dan membangun masyarakat yang lebih inklusif, toleran, harmonis dan berbudaya. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi untuk mengumpulkan data yang mendalam mengenai pluralisme agama dalam pendidikan. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik yaitu suatu metode penelitian yang menggabungkan elemen deskriptif dan analitis dalam menganalisis suatu fenomena atau masalah. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa Indonesia, dengan keragaman agama yang kaya, menghadapi dinamika kompleks dalam interaksi antaragama. Meskipun ada tantangan, potensi untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan toleran tetap besar melalui pendekatan pluralisme agama yang inklusif. Berbagai metode dan strategi dalam pendidikan, seperti pengembangan kurikulum yang inklusif, penggunaan literatur yang mewakili berbagai agama, dan pendekatan dialogis, terbukti efektif dalam mempromosikan pluralisme agama. Beberapa rekomendasi yang mendukung pendekatan pluralisme agama dalam pendidikan mencakup integrasi kurikulum yang inklusif, pelatihan bagi guru dalam pendekatan dialogis dan pedagogis inklusif, penggunaan literatur yang mendukung keragaman agama, penguatan program ekstrakurikuler, kegiatan komunitas, perbaruan kebijakan pendidikan, dan kampanye publik.
Preserving local culture as a strategy for sustainable tourism in Bali Mudana, I Wayan; Sinaga , Firman; Suarja , I Ketut; Surata, I Ketut
Journal of Commerce, Management, and Tourism Studies Vol. 4 No. 3 (2025): Dec 2025
Publisher : YAYASAN MITRA PERSADA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58881/jcmts.v4i3.393

Abstract

Bali, as one of Indonesia’s most iconic tourist destinations, is globally celebrated for its rich cultural heritage, traditional arts, and spiritual practices. However, the rapid growth of mass tourism poses significant challenges to the preservation of local culture, potentially leading to cultural commodification and the erosion of community values. This article explores the role of cultural preservation as a strategic pillar for achieving sustainable tourism in Bali. Drawing on qualitative data from stakeholder interviews, local government policy reviews, and ethnographic observations in select Balinese villages, the study examines how traditional customs, rituals, and local wisdom can be integrated into tourism development frameworks. The findings reveal that preserving local culture not only enhances the uniqueness of Bali as a destination but also strengthens community identity, supports local economies, and fosters environmentally responsible tourism practices. Moreover, the involvement of local communities in tourism planning and cultural interpretation is identified as a critical factor in ensuring long-term sustainability. The paper proposes a model of culturally sustainable tourism that emphasizes collaboration between government institutions, private tourism operators, and indigenous communities. By aligning cultural preservation efforts with sustainable development goals (SDGs), Bali can mitigate the adverse impacts of overtourism while enhancing its global competitiveness. This research contributes to the broader discourse on sustainable tourism by demonstrating that safeguarding intangible cultural heritage is not merely a matter of cultural pride, but a pragmatic and necessary strategy for resilient tourism development. The insights offered may serve as a reference for policymakers, tourism stakeholders, and cultural practitioners seeking to balance economic growth with the protection of cultural authenticity in other heritage-rich destinations.
Analisis SWOT Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Sosiologi di SMAS Karya Wisata Singaraja Maulana, Muhammad Ainul Yakin; Mudana, I Wayan; Syahrin, Alif Alfi
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11826

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran sosiologi merupakan upaya dalam menciptkan pembelajaran yang bermakna dan efisien Terdapat berbagai macam dinamika dalam penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran sosiologi Seperti yang dilaksanakan di SMAS Karya Wisata Singaraja yang merupakan sekolah menengah atas berbasis pariwisata telah menerapkan pembelajaran sosiologi kelas X sebagaimana halnya kurikulum merdeka masih merupakan hal yang baru diterapkan di SMAS Karya Wisata Tujuan dari penelitin ini mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran sosiologi serta mengetahui berbagai unsur pembelajaran sosiologi dengan menggunakan berbagai komponen dalam analisis SWOT Strengths Weaknesses Opportunities Threats< em> Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan studi dokumentasi serta teknik analisis digunakan yaitu kondensasi data penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran sosiologi telah dilaksanakan di SMAS Karya Wisata Berbagai macam bentuk seperti guru diberikan kemudahan dalam menyesuaikan pembelajaran berdasarkan kebutuhan peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih bervariasi Begitu juga hasil dari analisis SWOT bahwa terdapat kekuatan seperti dukungan dari sekolah hingga memberikan kemudahan bagi guru dalam proses pembelajaran serta terdapat beberapa kendala dalam proses penerapan dalam pembelajaran sosiologi diantaranya kurangnya fasilitas pendukung penerapan kurikulum merdeka menggunakan teknologi dan kurangnya sosialisasi pada guru Implikasi dari penelitian ini memberikan temuan bagi sekolah guru maupun pemerintah dalam mengembangkan sebuah kebijkan agar lebih efisien dan menjawab kekurangan yang ada < p>
Eksistensi Tradisi Nyegara Gunung sebagai Landasan Pendidikan dalam Membangun Solidaritas Sosial Masyarakat Multikultural Nyame Sasak dan Nyame Bali di Desa Bukit, Karangasem Sari, Yuyun Diah Kemuning; Mudana, I wayan; Nur, Irwan
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.2140

Abstract

Dalam arus modernisasi yang semakin kuat, munculnya sifat individualisme dalam masyarakat menjadi tidak terbendung lagi, bahkan menyebabkan terjadinya khasus intoleran di dalam masyarakat heterogen. Namun, desa Bukit yang dikenal sebagai desa multikultur masih tetap mampu menjaga persatuan dan kesatuan masyarakatnya meskipun dihadapkan dengan perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis. Hal tersebut dikarenakan oleh tradisi Nyegara Gunung yang dilakukan setiap 1 tahun sekali dengan melibatkan seluruh masyarakat Hindu dan Islam yang berada di desa Bukit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadan tradisi Nyegara Gunung di desa Bukit, Karangsem, mengkaji bentuk-bentuk solidaritas sosial yang muncul dari pelaksanaan tradisi tersebut, serta potensinya sebagai bahan ajar pendidikan multikuktur di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui tahapan observasi, wawancara, dan studi dukumen. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan triangulasi data baik dari tehnik ataupun sumber yang didapatkan. Dalam menentukan informan, peneliti juga menggunakan tehnik Purpose Sampling yakni menentukan narasumber berdasarkan keilmuan atau keahliannya, serta menggunakan metode Snowball Sampling dalam menentukan informan selanjutnya berdasarkan rekomendasi dari informan sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan dari tradisi Nyegara Gunung merupakan tradisi yang dilakukan oleh umat Hindu (Nyame Bali) dan Islam (Nyame Sasak), yang mempunyai makna Ngaturang Sari Taun sebagai ungkapan rasa syukur atas anugrah Sang Pencipta terhadap segala hasil bumi di desa Bukit. Bentuk-bentuk solidaritas yang terbangun dari tradisi ini meliputi gotong royong, kerjasama lintas kelompok, rasa toleransi, bahkan rasa kebersamaan yang dipadukan dengan identitas kolektif. Hal ini menegaskan bahwa desa Bukit menjadi desa multikultur yang mampu membangun nilai harmonisasi dan solidaritas ditengah keberagaman, sehingga sangat relevan nilai-nilainya dijadikan sebagai bahan ajar dalam pendidikan multikultur di sekolah.
Latar Belakang Subak Lanyahan Babakan Melestarikan Kearifan Lokal Tradisi Ngeloang Capah di Desa Tamblang Ni Kadek Suri Mariani; Ketut Sedana Arta; I Wayan Mudana
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2025): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v5i1.2486

Abstract

Subak merupakan suatu organisasi lokal dari Bali yang bertugas dalam menangani segala urusan pertanian dengan tata kerja yang berlandasakan Tri Hita Karana. Salah satu subak yang ada di Bali adalah subak Lanyahan Babakan yang berlokasi di Desa Tamblang. Subak tersebut diketahui memiliki peran lain diluar urusan pertanian yaitu melaksanakan dan melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh leluhur mereka. Kearifan lokal tersebut berbentuk dalam satu tradisi yang dinamakan Ngeloang Capah. Tradisi Ngeloang Capah ini dilaksanakan pada saat dilakukannya Upacara Ngusaba Desa oleh Desa Adat Tamblang yang rutin terlaksana setiap satu tahun sekali pada saat purnama sasih kedasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang yang menjadi alasan subak Lanyahan Babakan melestarikan tradisi Ngeloang Capah yang mana hal ini bukan bagian dari sistem pertanian. Penelitian ini menggunakan konsep sistem religi sebagai acuan dalam menjawab pertanyaan penelitian. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan objek tradisi Ngeloang Capah yang ada di Desa Tamblang. Adapun dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan studi dokumen. Sedangkan jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Melalui penelitian ini dapat diketahui apa yang menjadi alasan dari subak Lanyahan Babakan di Desa Tamblang melestarikan tradisi Ngeloang Capah yang tidak termasuk dalam bagian keperluan dari pertanian di Desa Tamblang, Dimana hal tersebut dikarenakan adanya suatu sistem religi yang terkadung dalam tradisi Ngeloang Capah berupa emosi keagamaan, umat beragama, sistem keyakinan, dan sistem ritus dan upacara. Tradisi Ngeloang Capah selain merupakan warisan dari leluhur mereka yang tergolong sebagai ritual adat, juga tergolong sebagai ritual keagamaan yang sesuai dengan ajaran agama Hindu. Oleh karena itulah tradisi ini dilestarikan oleh subak Lanyahan Babakan di Desa Tamblang
Pengendalian Sosial dalam Pelaksanaan Tradisi Siat Sambuk di Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kabupaten Tabanan, Bali Ni Kadek Wulan Dari; I Wayan Mudana; Ketut Sedana Arta
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): June
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i1.3922

Abstract

Tradisi Siat Sambuk merupakan salah satu tradisi perang simbolik yang dilaksanakan oleh masyarakat Banjar Pohgending, Desa Pitra, Kabupaten Tabanan, Bali. Tradisi dilaksanakan setiap satu tahun sekali pada Hari Pengerupukan menjelang Hari Raya Nyepi. Tradisi ini berpotensi menimbulkan konflik karena melibatkan adu fisik dan emosi antar peserta, tetapi dalam praktiknya tetap berlangsung secara tertib dan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang pelaksanaan tradisi Siat Sambuk serta bentuk-bentuk pengendalian sosial yang diterapkan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Informan ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi Siat Sambuk dilatarbelakangi oleh faktor kepercayaan mengenai Bhuana Alit dinetralisirkan melalui tradisi, faktor tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, serta keyakinan sebagai sarana penolak bala terhadap hal-hal negatif. Selain itu, ditemukan adanya mekanisme pengendalian sosial yang kuat berdasarkan teori kontrol sosial Travis Hirschi, yang meliputi unsur attachment, commitment, involvement, dan believe. Simpulan dari penelitian ini, bahwa tradisi dapat bertahan hingga saat ini dikarenakan terdapat faktor yang melatarbelakanginya. Selain itu dalam mempertahankan tradisi, terdapat berbagai upaya dengan membentuk mekansime pengendalian sosial sehingga tradisi tetap dapat diwariskan.
Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial dalam Tradisi Tamblang Waluh di Desa Adat Bungaya, Karangasem Kadek Mahima Candra Cahyani; I Wayan Mudana; Lola Utama Sitompul
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pengendalian sosial yang telah diterapkan dalam pelaksanaan tradisi Tamblang Waluh. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif jenis deskriptif untuk mengeksplorasi dan mengkaji lebih mendalam mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial dalam tradisi Tamblang Waluh. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumen. Tradisi Tamblang Waluh merupakan pertandingan tendang-menendang yang dilakukan oleh anak laki-laki maupun pemuda Desa Adat Bungaya, Karangasem. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Travis Hirschi terkait kontrol sosial. Hasil menunjukkan bahwa tradisi Tamblang Waluh dilaksanakan secara turun-temurun hingga saat ini karena merupakan warisan budaya leluhur yang memuat mekanisme pengendalian sosial. Dengan menggunakan teori kontrol sosial, dapat diketahui bahwa empat elemen dari teori tersebut yaitu attachment atau kasih sayang, commitment atau tanggung jawab, involvement atau keterlibatan, dan belief atau kepercayaan termuat dalam pelaksanaan tradisi Tamblang Waluh untuk mengendalikan tingkah laku anggota masyarakat agar senantiasa taat terhadap aturan, nilai, dan norma yang berlaku. Berdasarkan sifatnya terdapat bentuk pengendalian sosial preventif dan represif, pengendalian sosial preventif dalam tradisi tersebut berupa pemberian nasihat oleh orang tua, penyampaian aturan oleh tokoh adat, dan keterlibatan wasit atau pelerai. Sedangkan pengendalian sosial represif berupa teguran secara persuasif dan tanpa dikenakan sanksi karena pelanggaran bersifat ringan.
Mengeksplorasi Relief dan Rerajahan dalam Penciptaan Seni Rupa Sedana, I Gusti Ngurah Agung Putra Wahyu; Wirakesuma, I Nengah; Mudana, I Wayan
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 6 No 1 (2026): "Majukan Seni Lewat Ekspresi dan Literasi"
Publisher : Program Studi Seni Murni ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/ctkr.v6i1.6007

Abstract

The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) program is a policy of the Ministry of Education and Culture aimed at encouraging students to master various fields of knowledge as preparation for entering the professional world. At ISI Denpasar, the MBKM program this year is implemented in collaboration with industry partners in the fields of art, design, creative industries, and culture. This research originates from the idea of creating visual artworks inspired by reliefs and rerajahan. Reliefs, as two- and three-dimensional carvings found in Balinese temples, hold strong historical, religious, and artistic values, although some have been diminished due to renovations that neglect the original ornamentation. Meanwhile, rerajahan represents magical and spiritual symbols in Balinese Hindu traditions, enriched with sacred modre characters believed to possess divine energy. The creative process was carried out through literature review, observation of temple reliefs, and visual exploration of modern scripts in rerajahan. The outcomes consist of two-dimensional artworks (paintings) and three-dimensional ornamentations that integrate the form of reliefs with the symbolic strength of rerajahan, using expressionist and impressionist approaches to reinterpret traditional forms. The implication of this work shows that combining reliefs and rerajahan can create contemporary artistic expressions rooted in tradition while also contributing to the preservation of Balinese cultural, historical, spiritual, and aesthetic values.
Strategy for Developing Traditional Concrete Sculptures in Yan Dede's Studio Setia pradnyana, Putu Heri; Mudana, I Wayan; Bendi Yudha, I Made
CITA KARA : JURNAL PENCIPTAAN DAN PENGKAJIAN SENI MURNI Vol 6 No 1 (2026): "Majukan Seni Lewat Ekspresi dan Literasi"
Publisher : Program Studi Seni Murni ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/ctkr.v6i1.6014

Abstract

This study aims to analyze the process of creating symbolic concrete sculptures at Yan Dede Studio through an artistic practice approach. The research focuses on the development of conceptual ideas, material exploration, and technical realization in producing sculptures with socio-cultural meaning. The method used in this research follows four stages of artistic creation: exploration, experimentation, realization, and evaluation. Data were collected through observation of the sculpting process, documentation of artistic development, and reflective analysis of the final artwork. The results show that the sculpture represents a symbolic critique of human moral conflict through the hybrid figure of a human body combined with a pig’s head holding a rooster. The work reflects the duality of human nature between rationality and instinct. This study confirms that artistic creation in concrete sculpture can function as a medium for social reflection and cultural expression in contemporary art practice.
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., I Km Ega Mahendra ., I Made Ardi Sanjaya ., Kadek Ariasa ., Meri Yuliani ., NI MADE ERMAWATI ., Syamsia Dwi Wulandari A.A Istri Dewi Adhi Utami ABDUL GOFAR . Abdullah . Adnyana, I Kadek Agus Aflachatun Nia Agus Herry Sumardika . Agus Herry Sumardika ., Agus Herry Sumardika Alif Alfi Syahrin Anak Agung Ketut Agung Widiantari Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andela Safitri Andi Noprizal Sahar Antara, I Kadek Budi Arnawa, I Komang Krisna Aryandika, Made Ayu, Ni Nyoman Dharma Azura, Vina Bawazir, Ema Maulidya Bayutha, Ida Bagus Rekha Berliana Dhea Shalsa Billa Bestari Ida Ayu Purnama BUDIAPRILLIANA, LUH Cahyani, Kadek Gita Cokorda Istri Puspawati Nindhia Dedi . Delfin Reza Pahlefi Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewa Ayu Made Satriawati . Dewi, Ni Wayan Risna Didin Samsul Maarif Dinata P, Yori Cigra Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Dwi Kartika, I Gusti Kade Dwi Kerta Utama, I Made Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Faradisa, Nuril Fathur Rozaq fengi, anastasia alwinda Firman Sinaga Fitriani, Herdiyana Fransisco, Leo G. Vann, Michael Ghofur, Moh. Abd. Gulendra, I Wayan Hajiriah, Titi Laily Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Haryadi, Fani I Dewa Gede Yoga I Gede Astra Wesnawa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Mustika I Ketut Surata I Km Ega Mahendra . I Komang Wisujana Putra . I Made Ardi Sanjaya . I Made Ari Widiasa I Made Bawadi Adistanaya I Made Bayu Pramana I Made Bendi Yudha, I Made Bendi I Made Budiana . I Made Pageh I Made Ruta I Made Saryana I Made Sudana I Nengah Suandi I Nengah Suastika I Nengah Wirakesuma, I Nengah I Nyoman Dhana I Nyoman Sila I Putu Budiana . I Putu Sriartha I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Kertih I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai Rai, I Wayan Rai I Wayan Setem I Wayan Sujana I Wayan Widiana Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Ida Bagus Made Astawa Iin Melya Parlina Indah Kumala Sari Irwan Nur Jayadwiana, I Made Jodog , I Made Kadek Ari Errawan Kadek Ariasa . Kadek Gita Cahyani Kadek Mahima Candra Cahyani Kadek Riadi Panji Sagitha . Kadek Wirahyuni Kariana, I Nengah Karo, Hemi Sari Br Kasiani, Kasiani Ketut Sedana Arta Kondra, I Wayan Kurniawan, Made Ferry Lola Utama Sitompul Luh Ayu Martasari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maarif, Didin Samsul Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Made Ferry Kurniawan Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maulana, Muhammad Ainul Yakin Meri Yuliani . Mochammad Iqbal Moh. Abd. Ghofur Muhammad Idris Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Suandi Ni Kadek Dian Lestari . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Kadek Suri Mariani Ni Kadek Wulan Dari Ni Luh Kadek Rustiawati Ni Luh Wiwin Virdayanti . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih NI Putu Swandewi Ni Wayan Yuliasih . Nia, Aflachatun Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari Novaelia Br Ginting Nur, Irwan Pahlefi, Delfin Reza Pande Ketut Ribek Pande Nyoman Suastawan . Parlina, Iin Melya Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putra Yudistira, Cokorda Gede Putra, Anak Agung Ramanda Putra, I Gusti Putu Ngurah Cahyana Ady Putra, I Putu Deva Maha Putu Admi Suryani . Putu Ery Kristiani Putu Nado Swastika R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Raharjo, Anis Rizkahulmiftah Rizkahulmiftah Rozaq, Fathur Safitri, Andela Santana Sembiring Sappirudin Saputra, Kadek Dwi Martha Sari, Indah Kumala Sari, Yuyun Diah Kemuning Sedana, I Gusti Ngurah Agung Putra Wahyu Sekar Wiranti Sembiring, Santana Setia pradnyana, Putu Heri Sianto, Yeni Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Silasana, I Putu Arya siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitompul, Lola Utama Suarja , I Ketut Sucipta, Wayan Gede Adi Sukrawan, Kadek Edi Sulistio, Aprillia Devi Swandewi, Ni Putu Syamsia Dwi Wulandari . Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Tjokropramono, Gede Yosef Vania Ratna Wedha . Vina Azura Walad, Muzakkir Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Karja Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Windayani, Ni Luh Ika Wiranti, Sekar Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani Yanti, Dewi Kusuma Yoga, I Dewa Gede Yoga, I Wayan Swantara Yudana, Komang Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah