p-Index From 2021 - 2026
9.801
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan E-Journal Of Cultural Studies Bumi Lestari Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Candra Sangkala Media Komunikasi FPIPS Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Komunikasi Hukum Record and Library Journal IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MUDRA Jurnal Seni Budaya Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi WIDYA LAKSANA Acarya Pustaka Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Sosial dan Sains IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia Journal of Social Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Commerce Management and Tourism Studies Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMERTAHANAN TRADISI NGUSABA DESA SARIN TAHUN DI DESA PADANG BULIA, SUKASADA, BULELENG, BALI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA. ., Kadek Ariasa; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd., M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.11408

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutuk (1) mengetahui latar belakang tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia, (2) mengetahui sistem pelaksanaan ritual Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) mengetahui aspek- aspek dari tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun yang dapat di implementasikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap- tahap ; (1) Teknik penetuan lokasi penelitian, (2) Teknik penentuan informan, (3) Teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) Teknik validitas data (triangulasi data, triangulasi metode) dan, (5) Teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni (1) Latar belakang sejarah tradisi Ngusaba Desa Sari Tahun di desa Padang Bulia, (2) Sistem pelaksanaan upacara Ngusaba Desa Sarin Tahun di desa Padang Bulia (3) Aspek-aspek tradisi Ngusabha Desa Sarin Tahun yang bisa di implementasikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai dengan kurikulum 2013.Kata Kunci : Tradisi Ngusaba Desa Sarin Tahun, potensi, sumber belajar, Sejarah, di SMA. This research is aimed to (1) to know the background of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia village, (2) to know the ritual system of Ngusaba Desa Sarin Tahun, (3) to know aspects of Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be implemented As a source of History learning in high school. In this study, it can be collected using qualitative methods with stages; (3) data collection techniques (observations, interviews, document studies), (4) data validity techniques (data triangulation, triangulation methods) and, (5) analysis techniques Data,. This research yields findings, namely (1) Background of the tradition of Ngusaba Desa Sarin Tahun in Padang Bulia Village, (2) The Implementation System of Ngusaba Desa Sarin Tahun in the Village of Padang Bulia (3) Aspects of tradition Ngusaba Desa Sarin Tahun that can be Implement as a source of historical learning in accordance with the 2013 curriculum.keyword : The Ngusaba Desa Sarin Tahun, potential, learning resource, History, in high school.
Pemanfaatan kebudayaan cina pada masa pemerintahan sri haji jayapangus di pura dalem balingkang, di desa pinggan, kintamani, bangli dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal di sma ., I Putu Budiana; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang pendirian Pura Dalem Balingkang. (2) Mengetahui pengaruh kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli dan (3) Mengetahui budaya Cina di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan langkah-langkahnya yaitu: (1) Rancangan Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan Data, (4) Metode Analisis Data. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Pura Dalem Balingkang merupakan bekas keraton raja Bali Kuno yang bergelar Sri Haji Jayapangus. Kata Dalem diambil dari tempat yang disebut Kuta Dalem Jong Les, kata Bali diambil dari kata “Bali”, dan kata “Kang” diambil dari nama istri beliau yaitu “Kang Cing We”. Latar belakang pendirian Pura Dalem Balingkang adalah sebagai bentuk penghormatan kepada raja Balingkang yang sudah Siddha-Dewata (telah menjadi Dewa) yaitu Raja Jayapangus. (2) Pengaruh kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura Dalem Balingkang meliputi: (a) Bidang ekonomi, (b) Bidang bahasa dan, (c) Bidang kesenian dan. (3) Budaya Cina di Pura Dalem Balingkang yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA antara lain: (a) Bidang ekonomi dan, (b) Bidang kesenian dan, (c) Bidang bangunan.Kata Kunci : Pura Dalem Balingkang, Kebudayaan Cina, Sumber Belajar This research aims to: (1) know the background of erection of Dalem Balingkang Temple. (2) Understand the influence of Chinese culture in Sri Haji Jayapangus’s time (periode) at Dalem Balingkang Temple, Pinggan village, Kintamani, Bangli. (3) Know the Chinese culture at Dalem Balingkang Temple, Pinggan village, Kintamani, Bangli in the framework of the development of learning local history at senior high school. The methode which is used in this research is historical research methode with qualitative approach by the steps: (1) research plan, (2) technique of determining informant, (3) data collecting technique, (4) data analysis technique. This research delivers the finding among others: (1) Dalem Balingkang temple is the palace trace of ancient Balinese king titled Sri Haji Jayapangus. The word “Dalem” derived from the place named Kuta Dalem Jongles. The word “Bali” derived from the word Bali, and the word “Kang” derived from the name of his wife “Kang Ching Wie”. The background of erection of Dalem Balingkang Temple is as a symbol of a respecting to the King Balingkang who has become god (Siddha Dewata) that is king Jayapangus. (2) The influence of Chinese culture in Sri Haji Jayapangus’s periode at Dalem Balingkang temple comprised/included: (a) economic sector, (b) language field, (c) art scope. (3) The Chinese culture at Dalem Balingkang temple that can be developed in learning local history at senior high school among others: (a) economic sector, (b) art scope, (c) structure field.keyword : Dalem Balingkang Temple, Chinese Culture, Learning Source.
PURA DALEM SEGARA MADHU DI DESA JAGARAGA, SAWAN, BULELENG (LATAR BELAKANG BERDIRI DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL DI SMA ., Ni Wayan Yuliasih; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i2.3830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang berdirinya Pura Dalem Segara Madhu, Sawan, Buleleng; (2) Aspek-aspek yang dimiliki oleh Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal; dan (3) Faktor yang menyebabkan SMA Wira Bhakti belum memanfaatkan Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini dilakukan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) analisis data. Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa (1) Pura Dalem Segara Madhu sebelumnya bernama “Jaya Pura” yang berfungsi sebagai Pasraman. Pada masa Perang Jagaraga tahun 1849, pura ini dijadikan sebagai pusat pertahanan benteng dalam menghalau serangan Belanda. Namun, akibat kekalahan perang pada masa itu, pura ini sempat dihancurkan oleh Belanda dan dibangun kembali oleh masyarakat Buleleng pada tahun 1865 dengan nama “Segara Madhu”, (2) Aspek-aspek yang dimiliki oleh Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal yaitu aspek historis, dan aspek arsitektur bangunan, (3) Faktor yang menyebabkan guru sejarah di SMA Wira Bhakti kurang memanfaatkan Pura Dalem Segara Madhu sebagai sumber belajar sejarah lokal, yaitu karena faktor jarak, kesibukan, dan belum adanya kerjasama dengan Dinas Pendidikan. Kata Kunci : Pura Dalem Segara Madhu, Sumber Belajar, Sejarah Lokal Pura Dalem Segara Madhu the aim of this study is to determine (1) Backround of the founding of Segara Madhu Temple, Sawan, Buleleng; (2) Aspect which are owned by Segara Madhu temple as a source of learning local history; (3) Faktor which made the SMA Wira Bhakti not exploit yet the Segara Madhu Temple as a source of leraning local history the research is done in Jagaraga Village. This study uses qualitative methods namely: (1) Determination techniques informant; (2) Techniquest of data collection (observation, interviews, study document); (3) Based on data analysis. Finding in the field showed that (1) A previous Dalem Segara Madhu Temple named “Jaya Pura” which functioning as pasraman. During the war 1849, this temple was made as fortress in the center of defense to block attacks by dutch. But the loosed of the war at that time, the temple was destroyed by the Dutch and rebuilt by the the people of Buleleng on 1865 with names “Segara Madhu”, (2) Aspects which are owned by the Segara Madhu Temple as a source of learning local history namely historical aspects, and aspects of building arsitektur, (3) The factor that cause SMA Wira Bhakti history teacher in an underutilization of the temple as a source of learning local history, namely because the distance factor, busyness, and the lack of cooperation with the department of education. keyword : Dalem Segara Madhu Temple, Resource, Local History
STRATEGI SURVIVAL MASYARAKAT NELAYAN DUSUN YEHIBIYU, DESA PATAS, BALI (SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA) Haryadi, Fani; Haryadi, Fani; Mudana, I Wayan; Sendratari, Luh Putu
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 1, No 3 (2019): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v1i3.28995

Abstract

Kemiskinan masyarakat nelayan merupakan suatu permasalahan sosial yang harus mendapatkan perhatian, termasuk juga yang terjadi pada masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. Strategi survival dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pada musim paceklik datang melanda. Salah satu yang membuat nelayan melakukan hal tersebut karena nelayan berada pada kondisi kemiskinan yaitu dari segi perekonomian yang menyebabkan sangat susahnya untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada kondisi tersebut masyarakat nelayan akan melakukan strategi survival untuk mendapatkan pemasukan yang cukup bagi kehidupan keluarganya.Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi kemiskinan masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 2) Mengetahui strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas. 3) Mengetahui aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi, di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan pendekatan jenis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu tiga orang masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas, Kadus, satu pelajar dan satu guru pengajar sosiologi sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas berada pada kondisi kemiskinan disaat hasil penangkapan ikan sangat berkurang karena adanya musim paceklik. 2) Masyarakat nelayan di Dusun Yehbiyu, Desa Patas melakukan strategi survival untuk dapat bertahan hidup bersama keluarganya. Strategi yang dilakukan antara lain strategi aktif, strategi pasif/mengurangi, dan strategi jaringan. 3) Aspek-aspek strategi survival masyarakat nelayan yang bisa di jadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkaitan dengan strategi survival itu sendiri.Kata kunci: Kemiskinan, strategi survival, sumber belajar
FENOMENA KELUARGA TUNGGAL AKIBAT PERCERAIAN DI KOTA SINGARAJA (STUDI TENTANG LATAR BELAKANG DAN POLA PENGASUHAN ANAK SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA) Parlina, Iin Melya; Parlina, Iin Melya; Mudana, I Wayan; Margi, I Ketut
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v2i3.28958

Abstract

Pada hakekatnya pertumbuhan anak tidak bisa dipisahkan dari peran orangtuanya. Keluarga adalah tempat sosialisasi pertama yang diberikan pada anak sejak lahir kedunia. Didalam keluarga anak akan mulai diajarkan untuk mengenal kehidupannya serta nantinya akan mengenalkan pada lingkungannya. Tetapi dalam kenyataanya dalam keluarga yang tidak utuh masih bisa menjalankan peran keluarga secara optimal walaupun tidak terdiri dari struktur keluarga yang utuh (Maryam dalam Singgih, 2004:151). Tujuan utama penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan latar belakang fenomena keluarga tunggal muncul di kota Singaraja, (2) Mendeskripsikan sistem pola pengasuhan anak yuang di terapkan keluarga tunggal di kota Singaraja, (3) mendeskripsikan pemanfaatan isu keluarga tunggal di dalam pembelajaran sosiologi di SMA. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dnegan tahap-tahap (1) purposive sampling, (2) observasi non-pasrtisipan, (3) studi dokumen. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) lata belakang perceraian di kota Singaraja terjadi dikarenakan latar belakang perselingkuhan, pengaruh dari pihak lain, perilaku buruk dari salah satu pasangan, masalah ekonomi dan finansial. (2) terdapat tiga pola pengasuhan anak yang diterapkan dalam keluarga tungga yaitu, pola pengasuhan otoriter, permisif, dan demokratis. (3) fenomena keluarga tunggal dapoat digunakan sebagai sumber belajar sosiologi di SMA dalam materi konflik sosial.Kata kunci: keluarga tunggal akibat perceraian, pola pengasuhan anak, sumber belajar
KAMPUNG TOGE DI DESA PATAS, GEROKGAK, BULELENG, BALI : SEJARAH DAN NILAI-NILAINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., ABDUL GOFAR; ., Dr. Drs. I Made Pageh, M.Hum.; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v8i3.21492

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui sejarah keberadaan kampung toge (2) Untuk mengetahui wujud Toleransi yang ada di Kampung Toge (3) sejarah dan nilai-nilainya yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu: (1) penentuan Jenis Penelitian (2) Lokasi penelitian (3) Teknik penentuan informan (4) Teknik pengumpulan data, meliputi (observasi, wawancara, studi dokumen, dan pengelolaan data. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan Kampung toge karena adanya perpindahan penduduk dari kerang asem akibat adanya bencana alam yang berupan letusan gunung agung, kemudian yang disusul oleh orang-orang Madura, dan jawa, kemudian kampung toge ini menjadi kampung yang multicultural dengan penuh kedamaian, kedamaian ini sendiri tidak bisa dilepaskan dari refleksi tokoh-tokoh masyarakat Kampung Toge, yaitu adanya musolla yang berada ditengah-tengah Masyarakat Kampung Toge. Hal itu berdampak positif karena adanya musollah menunjukkan atas merima dengan adanya perbedaan. Selain itu dengan adanya interaksi yang intens antara masyarakat yang beragama Hindu dan Islam karena adanya kepentingan yang sama baik ekonomi dan sosial, masyarakat selalu dalalam kondisi yang terintegrasi. Faktor- faktor keberadaan kampung toge yang dijadikan sebagai sumber pembelajaran ada tiga yaitu (1) faktor sosial (2) faktor ekonomi, dan (3) faktor budaya (4) integrasi. Kata Kunci : Sejarah, Toleransi, Sumber Belajar. This study aims to (1) To find out the history of the existence of Toge village (2) To find out the form of Tolerance in Kampung Toge (3) history and its values ​​that can be used as a source of historical learning in high school. This study uses a qualitative descriptive approach, namely: (1) determination of the type of research (2) location of research (3) technique of determining informants (4) data collection techniques, including (observation, interviews, document studies, and data management). Toge village because of the displacement of residents from tamarind shells due to natural disasters which have a massive volcanic eruption, then followed by Madurese people, and Java, then the Toge village became a multicultural village with peace, peace itself cannot be separated from reflection of community leaders from Kampung Toge, namely the existence of musolla in the midst of the Kampung Toge Community, which had a positive impact because the existence of musollah showed the merima with differences. In addition, with intense interaction between Hindus and Muslims because of the same interests both economically and socially, the community interrupted You're in an integrated condition. The factors of the existence of toge village which are used as sources of learning are three, namely (1) social factors (2) economic factors, and (3) cultural factors (4) integration.keyword : History, Tolerance, Learning Resources
PURA CEDOK WARU DI DESA ADAT KUTA KABUPATEN BADUNG BALI (SEJARAH, STRUKTUR, FUNGSI, DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari; Atmadja, Nengah Bawa; Mudana, I Wayan
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v9i2.32525

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hal berikut (1) Sejarah Keberadaan Pura Cedok Waru di Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung Bali (2) Struktur dan fungsi Pura Cedok Waru di Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung Bali (3) Aspek-aspek apa saja dari Pura Cedok Waru di Desa Adat Kuta, Kabupaten Badung Bali yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran di SMA. Dalam penelitian ini, dapat dikumpulkan dengan menggunakan metode penelitian sebagai berikut; (1) Penentuan Lokasi Penelitian (2) Penentuan Informan  (3) Pengumpulan Data (4) Tahap Validasi Data menggunakan Teknik Triangulasi Data. Adapun Hasil penelitian menunjukan pada bahwa, (1) Sejarah kebradaan Pura Cedok Waru tidak bisa dilepaskan dari adanya Pohon Waru yang kemudian lebih dikenal dengan Pohon Cedok Waru yang merupakan tempat untuk memperingati penyerahan kekuasaan oleh Mahapatih Gajah Mada kepada Sri Kresna Kepakisan atas suksesnya pendaratan pasukan Mahapatih Gajah Madha menginvansi Bali pada tahun 1265 Caka atau tahun 1343 Masehi. (2) Struktur pada bangunan Pura Cedok Waru dianggap masih menggunakan konsep Dwi Mandala yaitu hanya memiliki Jaba sisi dan Jeroan dan terdapat beberapa fungsi ( fungsi religius, fungsi sosial, fungsi budaya, dan fungsi peendidikan (3) terdapat beberapa aspek pada Pura Cedok Waru (aspek historis, aspek spiritual, aspek pengetahuan, aspek sosial dan aspek peninggalan).
Pengaruh Pembelajaran Daring Dengan Perpaduan Asinkronous Dan Sinkronous Terhadap Minat Dan Prestasi Belajar Ekonomi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung; Wesnawa, I Gede Astra; Mudana, I Wayan
Media Komunikasi FPIPS Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v20i2.37799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran daring dengan perpaduan asinkronous dan sinkronous terhadap minat dan prestasi belajar siswa IPS (Ekonomi) di masa pendemi Covid 19. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 72, sedangkan sampel berjumlah 48 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran daring dengan Perpaduan Asinkronous dan Sinkronous, sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat belajar dan prestasi belajar siswa. Data minat belajar siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner, sedangkan data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan metode tes. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah Manova. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran daring dengan perpaduan Asinkronus dan Sinkronus terhadap minat dan prestasi belajar siswa kelas X IPS baik secara terpisah maupun bersama-sama.
PEMASARAN MODAL TUBUH DAN MODAL SIMBOLIK MELALUI IKLAN JODOH PADA MEDIA MASSA CETAK DI BALI (Sebuah Studi Berbasis Gender pada Masyarakat Multikultur) Mudana, I Wayan
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish-undiksha.v1i2.4500

Abstract

Penelitian ini bertujuan  mengungkapkan tentang karakteristik sosiokultural perempuan yang memanfaatkan iklan jodoh, bentuk-bentuk modal tubuh yang dipasarkandalam iklan jodoh, bentuk-bentuk modal simbolik yang dipasarkan dalam iklan jodoh,kecendrungan karakteristik laki-laki yang menjadi pilihan perempuan dalam iklan jodoh,makna apa yang ada di balik  kecendrungan-kecendrungan  yang ditampilkan dalam teksiklan jodoh dalam kaitannya dengan masyarakat multikultur, dan  persepsi anggotamasyarkat Bali yang multikultur terhadap iklan jodoh.Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini terutama menggunakanmetoda studi dokumen, analisis wacana kritis.  Di samping itu untuk menggali informasiyang terkait dengan persepsi masyarakat Bali terhadap iklan jodoh, informan penelitian iniditunjuk secara purposive snow-ball. Analisis data dilakukan dengan triangulasi data.Penyajian data dilakukan secara deskreptif kualitatif. Berdasarkan atas hal itu terungkapbahwa karakteristik pengguna iklan jodoh dapat dinyatakan sebagian besar perempuan.Perempuan yang memanfaatkan iklan jodoh dilihat dari usia sebagian besar berusia di atas30 tahun. Pengguna iklan jodoh sebagaian besar beagama Islam, berasal dari Jawa,umumnya  menetap di kota-kota besar. Bentuk-bentuk modal tubuh yang dipasarkan dalamiklan jodoh, meliputi tinggi dan berat badan, warna kulit, kesehatan diri. Modal-modalsimbolik yang dipasarkan meliputi, tingkat pendidikan, agama, pakaian, etnis, sikap/perilaku,status perkawinan, dan pekerjaan.Kecendrungan karakteristik laki-laki yang menjadi pilihanperempuan melalui iklan jodoh adalah laki-laki yang seiman, berpendidikan, memilikipekerjaan tetap, sehat jasmani dan rohani, serta siap nikah. Makna di balik kecendrunganadanya perkawinan dengan calon pasangan yang seiman, dan berasal dari berbagai etnisakan berkontribusi bagi dinamika masyarakat multikultur, dengan agama sebagai perekathubungan dalam kehidupan keluarga. Persepsi masyarakat Bali terhadap iklan jodohsebagai suatu ruang publik untuk menemukan jodoh. Terbatasnya masyarakat Balimenggunakan iklan jodoh terkait dengan masih luasnya ruang publik yang dapat digunakanuntuk mendapatkan joodoh. Di samping itu juga disebabkan karena dalam prosesperkawinan keluarga, kerabat, masyarakat memiliki peranan penting, dan adanya gengsidari individu dan keluarga.
Watu Lawang sebagai Peninggalan Megalithikum di Desa Banyuputih-Wringin-Bondowoso: Kajian tentang Sejarah, Bentuk dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA ., Syamsia Dwi Wulandari; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dr. Tuty Maryati,M.Pd
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i2.12441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) asal usul keberadaan watu lawang di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) bentuk watu lawang yang terdapat di Desa Banyuputih, Wringin, Bondowoso, dan (3) potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahap-tahap: (1) lokasi penelitian di Desa Banyuputih-Wringin, Bondowoso, (2) penentuan informan menggunakan “purposive sampling”, (3) pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi dokumen, (4) teknik validasi data melalui trianggulasi sumber, trianggulasi metode, dan (5) analisis data. Hasil penilitan, yaitu (1) asal usul keberadaan watu lawang merupakan peninggalan zaman pra aksara pada zaman megalithikum yang digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. (2) bentuk watu lawang di Desa Banyuputih berupa menhir yang berdiri tegak (monolith) yang tersusun dari 3 batu besar yang menyerupai pintu, oleh masyarakat digunakan sebagai tempat yang sakral yaitu sebagai tempat pemujaan terhadap roh leluhur. (3) watu lawang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA di kelas X berdasarkan kurikulum 2013, terutama terkait dengan zaman pra aksara. Adapun aspek-aspek yang dapat digunakan, yaitu: aspek historis, aspek bentuk watu lawang, aspek fungsi watu lawang, aspek religius (religi) dan aspek gotong royong.Kata Kunci : watu lawang, bentuk, sumber belajar This research aims to determine, (1) the origin of the existence of watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, (2) the form watu lawang in Banyuputih, Wringin, Bondowoso, and (3) its potential as a source of history learning school. This research using qualitative approach with stages: (1) research location in Banyuputih village, Wringin, Bondowoso, (2) informant determination use “purposive sampling”, (3) data collection technique through observation, interview, document study), (4) data validation technique through source triangulation and method triangulation, (5) data analysis. The results of the research are: (1) The origin of the existence of watu lawang is a relic of pre-literacy in the time of megalithicum used as a place worship of the spirit of the ancestors. (2) watu lawang in Banyuputih village builded in form of menhir that stands upright (monolith) is composed of 3 large rocks that resemble the door, by the community used as a sacred place as a place of worship of ancestral spirits. (3) watu lawang has the potential as a source of learning history in high school in class X based on the curiculum 2013, especially related to the pre-literacy era. As for the aspects that can be used ie: historical aspect, form watu lawang aspect, watu lawang function aspect, religious aspect (religious) and aspects mutual cooperation.keyword : watu lawang, form, learning resources
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., I Km Ega Mahendra ., I Made Ardi Sanjaya ., Kadek Ariasa ., Meri Yuliani ., NI MADE ERMAWATI ., Syamsia Dwi Wulandari A.A Istri Dewi Adhi Utami ABDUL GOFAR . Abdullah . Adnyana, I Kadek Agus Aflachatun Nia Agus Herry Sumardika . Agus Herry Sumardika ., Agus Herry Sumardika Alif Alfi Syahrin Anak Agung Ketut Agung Widiantari Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andela Safitri Andi Noprizal Sahar Antara, I Kadek Budi Arnawa, I Komang Krisna Aryandika, Made Ayu, Ni Nyoman Dharma Azura, Vina Bawazir, Ema Maulidya BAYU PRAMANA, I MADE Bayutha, Ida Bagus Rekha Bendi Yudha, I Made Berliana Dhea Shalsa Billa BUDIAPRILLIANA, LUH Cahyani, Kadek Gita Dedi . Delfin Reza Pahlefi Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewa Ayu Made Satriawati . Dewi, Ni Wayan Risna Didin Samsul Maarif Dinata P, Yori Cigra Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Dwi Kartika, I Gusti Kade Dwi Kerta Utama, I Made Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Faradisa, Nuril Fathur Rozaq fengi, anastasia alwinda Fitriani, Herdiyana Fransisco, Leo G. Vann, Michael Gede Putra Yudistira, Cokorda Ghofur, Moh. Abd. Gulendra, I Wayan Hajiriah, Titi Laily Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Haryadi, Fani I Dewa Gede Yoga I Gede Astra Wesnawa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Surata I Km Ega Mahendra . I Komang Wisujana Putra . I Made Ardi Sanjaya . I Made Budiana . I Made Pageh I Made Saryana I Made Sudana I Nengah Suandi I Nengah Suastika I Nengah Wirakesuma, I Nengah I Nyoman Dhana I Nyoman Sila I Putu Budiana . I Putu Sriartha I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Kun Adnyana, I Wayan Kun I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai Rai, I Wayan Rai I Wayan Setem, I Wayan I Wayan Sujana I Wayan Widiana Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Ida Bagus Made Astawa Iin Melya Parlina Indah Kumala Sari Irwan Nur Jayadwiana, I Made Jodog, I Made Kadek Ariasa . Kadek Gita Cahyani Kadek Riadi Panji Sagitha . Kadek Wirahyuni Kariana, I Nengah Karo, Hemi Sari Br Kasiani, Kasiani Ketut Sedana Arta Komang Nelly Sundari Kondra, I Wayan Kristiani, Putu Ery Kurniawan, Made Ferry Lola Utama Sitompul Luh Ayu Martasari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maarif, Didin Samsul Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Made Ferry Kurniawan Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maulana, Muhammad Ainul Yakin Meri Yuliani . Mochammad Iqbal Moh. Abd. Ghofur Muhammad Idris Mustika, I Ketut Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Suandi Ni Kadek Dian Lestari . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Wiwin Virdayanti . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih NI Putu Swandewi Ni Wayan Yuliasih . Nia, Aflachatun Nindhia, Cokorda Istri Puspawati Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari Nur, Irwan Pahlefi, Delfin Reza Pande Ketut Ribek Pande Nyoman Suastawan . Parlina, Iin Melya Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putra, Anak Agung Ramanda Putra, I Gusti Putu Ngurah Cahyana Ady Putra, I Putu Deva Maha Putu Admi Suryani . R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Raharjo, Anis Rozaq, Fathur Ruta, I Made Safitri, Andela Santana Sembiring Saputra, Kadek Dwi Martha Sari, Indah Kumala Sekar Wiranti Sembiring, Santana Sianto, Yeni Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Silasana, I Putu Arya Sinaga , Firman siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitompul, Lola Utama Suarja , I Ketut Sucipta, I Wayan Adi Sukrawan, Kadek Edi Sulistio, Aprillia Devi Swandewi, Ni Putu Syamsia Dwi Wulandari . Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Vania Ratna Wedha . Vina Azura Wahyuniyati, Ni Made Walad, Muzakkir Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Karja Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Windayani, Ni Luh Ika Wiranti, Sekar Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani Yanti, Dewi Kusuma Yoga, I Dewa Gede Yoga, I Wayan Swantara Yosef Tjokropramono, Gd. Yudana, Komang Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah