p-Index From 2021 - 2026
9.801
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan E-Journal Of Cultural Studies Bumi Lestari Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Candra Sangkala Media Komunikasi FPIPS Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Komunikasi Hukum Record and Library Journal IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MUDRA Jurnal Seni Budaya Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi WIDYA LAKSANA Acarya Pustaka Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Sosial dan Sains IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia Journal of Social Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Commerce Management and Tourism Studies Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SEJARAH PADA SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 SAWAN SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Made Dian Hermi; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.6289

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), (3) mengetahui respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada pelajaran Sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata motivasi siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 25,45% dengan kategori tinggi, meningkat menjadi 26,33% pada siklus II dengan kategori tinggi; (2) rata-rata hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan pada siklus I adalah 74,58 dengan kategori sedang, meningkat menjadi 83,54 pada siklus II dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) mencapai kategori positif. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Sejarah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Sawan semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 serta memperoleh respon yang positif.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD), Motivasi, Hasil Belajar, Sejarah. This study aimed at 1) knowing the motivation improvement of the 12th of Social Science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in odd semester in academic year of 2015/2016 through the application of cooperative learning model especially Student Team Achivement Divison(STAD) type on history lesson. This study was a classroom action research. The steps done in this action research involved ; 1) determining the research subjects 2) making the design of the action 3) doing the action 4) observing 5) reflecting ang evaluating. The result of the research showed that : 1) The motivation average percentage of the 12th social science 2 grade of SMA Negeri 1 Sawan in cycle I were 25,45% with high category, and they improved became 26,44% in cycle II with high category as well. The average of the study result of the students were 74,58 in cycle I with sufficient category, increased became 83,54 in cycle II in high category. 3) the students' responses toward the application of cooperative learning in STAD type achieved positive category. Based on the result of the research, it can be concluded that the application of cooperative learning model in STAD type can improve the motivation and the history study's result of the 12th social science 2 grade students of SMA Negeri 1 Sawan in academic year of 2015/2016 get positive responses as well.keyword : Cooperative learning model Student Achievement division team (STAD), motivation , learning outcomes, history
Tradisi Mengarak Ogoh-Ogoh Telor Pada Masyarakat Islam di Desa Tembok, Tejakula, Buleleng, Bali (Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan di SMA Negeri 1 Tejakula) ., Desak Putu Wirastini; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2392

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pakraman Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang masyarakat Islam di Desa Tembok melaksanakan Tradisi Mengarak Ogoh-Ogoh Telor, (2) Bentuk dari Ogoh-Ogoh Telor yang dibuat masyarakat Islam Desa Tembok, (3) Aspek-aspek dari Tradisi Mengarak ogoh-ogoh telorsebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA Negeri 1 Tejakula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu, (1) Teknik penentuan informan, (2) Teknik pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumen), (3) Teknik validitas data, (4) Teknik analisis data, (5) Teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang masyarakat Islam di Desa Tembok melaksanakan tradisi ini, karena adanya faktor historis, faktor kepercayaan, faktor budaya serta meningkatkan solidaritas sosial, (2) Bentuk yang dipakai dalam pembuatan ogoh-ogoh telor adalah bentuk perahu dan ikan karena tidak terlepas dari mata pencaharian masyarakat Islam yang sebagian besar adalah nelayan serta sebagai salah satu cara untuk menguatkan identitas keislaman di Desa Tembok, (3) Aspek-aspek tradisi Mengarak Ogoh-Ogoh Telor sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA Negeri 1 Tejakula dapat di lihat dari aspek sistem komunikasi dan interaksi budaya sesuai dengan Kompetensi Dasar Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam di Indonesia. Selanjutnya dapat dilihat dari aspek pendidikan yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi siswa dalam pembelajaran sejarah kebudayaan.Kata Kunci : Mengarak, Ogoh-Ogoh Telor, Sumber Belajar Sejarah This research was conducted in Pakraman Wall , District Tejakula , Buleleng , Bali . This study aimed to determine ( 1 ) Background of Islamic societies in the village of Wall implement Ogoh - Ogoh paraded Tradition egg , ( 2 ) Form of Ogoh - Ogoh made egg Islamic community village wall , ( 3 ) aspects of the tradition paraded ogoh - ogoh telor learning resources in the cultural history of SMA Negeri 1 Tejakula . The method used in this research is descriptive qualitative method steps , namely , ( 1 ) the determination technique informant , ( 2 ) the data collection techniques ( observation, interview techniques , study techniques document ) , ( 3 ) Technical data validity , ( 4 ) Data analysis techniques , ( 5 ) Technical writing research results . The results showed that ( 1 ) Background of Islamic societies in the village of Wall implement this tradition , due to historical factors , factors of trust , cultural factors and increasing social solidarity , ( 2 ) The form used in the making of ogoh-ogoh is the egg shape and fishing boats because it is inseparable from the Islamic community livelihoods , mostly fishermen as well as a way to strengthen the Islamic identity in the village of Wall , ( 3 ) aspects of Ogoh - Ogoh paraded tradition of egg as a source of learning history in high school culture can be seen from the aspect cultural communication and interaction system in accordance with the Basic Competence Analyze the process of interaction between the local tradition , the Hindu - Buddhist and Islam in Indonesia . Furthermore, it can be seen from the aspect of education that is as a venue for cultural recognition to the students , so that the culture can enrich the students in learning the history of material culture .keyword : paraded ogoh-ogoh egg, Source of learning history
IDENTIFIKASI TARI PERWALEN PADA PIODALAN SUGIAN DI PURA PASEK GELGEL, DUSUN BELUHU KANGIN, DESA TULAMBEN, KUBU, KARANGASEM SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP N 1 KUBU ., Ni Luh Wiwin Virdayanti; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Latar Belakang Tari Perwalen sebagai tarian sakral, 2) Aspek-aspek dalam Tari Perwalen sebagai sumber belajar IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) metode pengumpulan data (wawancara, observasi, studi dokumen,); (3) validitas data; (4) teknik analisis data; dan (5) metode penulisan hasil. Melalui hal itu dapat dikemukakan bahwa yang melatar belakangi Tari Perwalen yaitu adanya suatu fenomena dalam kehidupan masyarakat untuk meyakini dan mensakralkan Tari Perwalen yang merupakan suatu Pawisik dari Ida Sesunan, cermin dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dipentaskan setiap persembahyangan. Ada tiga faktor yang melatar belakangi Tari Perwalen, yakni faktor historis dan faktor kepercayaan. (2) Aspek-aspek yang terkandung pada Tari Perwalen yaitu: (1) Aspek historis yaitu Tari Perwalen tersebut merupakan warisan leluhur/nenek moyang yang dijalankan sampai saat ini oleh masyarakat Desa Tulamben, (2) Aspek sistem komunikasi yaitu Tari Perwalen merupakan wadah sebagai sistem komunikasi yang saling berinteraksi antara kelian Tari Perwalen, para penari, pemangku, serta warga masyarakat setempat, (3) Aspek sistem organisasi sosial Tari Perwalen merupakan salah satu perkumpulan/organisasi yang ada di Desa Tulamben yang menghasilkan suatu keterampilan dibidang kesenian, dan (4) Aspek sistem kepercayaan dimana Tari Perwalen dipercayan atau diyakini oleh masyarakat Desa Tulamben bahwa Tari Perwalen tersebut merupakan tari yang sakral dan dipercaya sebagai persembahyangan agar terhindar dari segala wabah penyakitKata Kunci : Sejarah, aspek-aspek dalam Tari Perwalen This research aims to know the, 1) Background as sacred dance Perwalen Dance, 2) aspects in the Perwalen Dance as a source of learning research using IPS. This study used a qualitative approach is: 1) determination of the informant; 2) Techniquest of data collection (observation, interviews, study document); 3) data analysis, 4) the validity of data, 5) writing techniques. Through it can be argued that the Dance background Perwalen namely the existence of a phenomenon in life and the public to believe that the mensakralkan Dance Perwalen a Sesunan pawisik of Ida, Ida Sang Hyang mirror of the Wasa Widhi staged every prayers. There are three background factors Dance Perwalen, historical factors and the trust factor. (2) Aspects – aspects Dance Perwalen contained in: (1) the historical aspect, namely Dance Perwalen such a heritage / ancestors run to date Tari This Tulamben village community, (2) communication systems that aspect Dance Perwalen a container as a communication system interacting Perwalen Dance, dancers, stakeholders, and citizens local, (3) Aspects of Dance Perwalen system of social organization is one the association / organization in the village of Tulamben that produces a skill in the field of art, and (4) Aspects of the belief system where Perwalen Dance dipercayan or believed by the village of Tulamben hat dance is a dance Perwalen sacred and is believed to bekeyword : History, Aspects of the Dance Perwalen
TRADISI TER-TERAN (PERANG API) DI DESA PAKRAMAN JASRI, KECAMATAN KARANGASEM DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA ., Dewa Ayu Made Satriawati; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3612

Abstract

Tradisi lokal kemasyarakatan merupakan bentuk kebudayaan yang berlangsung secara turun temurun. Tanpa tradisi tidak mungkin suatu kebudayaan akan hidup dan langgeng.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) latar belakang adanya tradisi Ter-teran (Perang Api) di Desa Pakraman Jasri, (2) prosesi pelaksanaan tradisi Ter-teran (Perang Api) di Desa Pakraman Jasri dan (3) aspek-aspek dari Tradisi Ter-teran (Perang Api) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Data dalam penyusunan penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis deskriftif kualititatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar belakang dilaksanakannya Tradisi Ter-teran oleh masyarakat Desa Pakraman Jasri yaitu mengikuti dari adanya lontar tattwa yang mengharuskan melaksanakan upacara ngusabha dalem dan ngeterin, kekhawatiran akan marabahaya dan takut akan hal-hal yang gaib, mempertebal keyakinan tentang Agama Hindu, dan meningkatkan solidaritas sosial. (2) Proses pelaksanaan Tradisi Ter-teran dimulai dari melaksanakan upacara ngusaba dalem yaitu ngatag nyerit menghaturkan banten caru menuju tepi laut kemudian melaksanakan tradisi ngeterin dan Ter-teran. (3) Aspek-aspek dari prosesi Tradisi Ter-teran yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah yaitu aspek historis yang berkaitan dengan proses sejarah adanya tradisi terteran yang wajib diketahui oleh siswa, aspek pendidikan yang berkaitan dengan materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu karakteristik masyarakat dan kebudayaan Tradisi Ter-teran dan aspek sosial berkaitan dengan pengetahuan siswa dalam melestarikan budaya lokal dan mengetahui arti penting hidup bermasyarakat. Kata Kunci : Tradisi Ter-teran, sumber belajar, sejarah. Local tradition is a form of civic culture that lasted for generations. Without a cultural tradition may not beliving and lasting. The purpose of this research was to determine the presence of (1) background of tradition Ter-teran in Pakraman Jasri Village (2) implementation procession tradition Ter-teran (Fire War) in Pakraman Jasri and (3) to know aspects of the tradition Ter-teran (Fire War) were used as a source of learning history. The design used in this study is a descriptive design. The data in the preparation of this study consisted of primary data and secondary data were collected through interviews, observation, documentation and literature. Furthermore, the data were analyzed using qualitative descriptive analysis method. The results of this study are (1) Background implementation terteran tradition by villagers Pakraman Jasri that follow from the existence of lontar tattwa which requires implementing ngusabha dalem ceremonies and ngeterin, fears of distress and fear of things that are unseen, reinforcing the belief of the Hindu religion, and enhancing social solidarity. (2) Terteran tradition begin the implementation process of carrying out ceremonial ngusaba dalem offerings that deliver to ngatag nyerit,caru towards the water front and then carry out the tradition ofter-teran. (3) Aspects of the procession tradition Ter-teran (Fire War) isutilized as a source of learning the history of the historical aspectsrelating to the history, the tradition of terteran that must be known by the students, the educational aspects related to the learning materials according to the curriculum in 2013 that is characteristic society and culture terteran traditions and social aspects related to the knowledge of students in preserving local culture and know the importance of community life.keyword : Ter-Teran Tradition, learning resources, history
PEMERTAHANAN TRADISI BUDAYA PETIK LAUT OLEH NELAYAN HINDU DAN ISLAM DI DESA PEKUTATAN, JEMBRANA -BALI ., Ida Ayu Komang Sintia Dewi; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) latar belakang masyarakat Desa Pekutatan tetap mempertahankan tradisi Petik Laut; (2) Proses pelaksanaan tradisi Petik Laut di Desa Pekutatan, (3) Aspek-aspek dari tradisi Petik Laut yang dapat di pakai untuk pengembangan suplemen Sejarah Bahari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi analisis/content atau dokumentasi); (3) teknik analisis data; (4) teknik penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pemertahanan tradisi Petik Laut di Desa Pekutatan berkaitan erat dengan fungsi dari tradisi yaitu; (1) pemenuhan kebutuhan fisik yaitu: (1) fungsi individu yang berkaitan erat dengan kekuatan rasa aman dan suatu kepuasan diri secara emosional; (2) fungsi sosial berkaitan erat dengan peningkatan solidaritas sosial antara sesama sehingga menumbuhkan rasa integrasi sosial antar masyarakat sehingga dapat bekerja sama dengan baik; (2) pemenuhan kebutuhan psikologis yaitu: (1) keyakinan atau kepercayaan, hal ini berkaitan erat untuk memohon keselamatan dalam melaut, menghindari diri dari mara bahaya dalam melaut serta rasa takut oleh hal yang bersifat gaib, yang ada di luar kemampuan dan nalar manusia atau alam niskala. Proses pelaksanaan tradisi Petik Laut meliputi : (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan; (3) tahap penutup. Aspek-aspek dari tradisi Petik Laut yang dapat di pakai untuk pengembangan suplemen Sejarah Bahari diantaranya: (1) aspek materi ajar; (2) aspek media pembelajaran. Kata Kunci : Latar belakang, pemertahanan tradisi, Petik Laut sebagai suplemen Sejarah Bahari This study aims to determine, (1) the background Pekutatan villagers still maintain the tradition of Petik Laut; (2) The process of implementation of Petik Laut tradition in the village Pekutatan, (3) Aspects of Marine Pick tradition that can be used to supplement the development of Maritime History. This study used a qualitative approach, namely: (1) a technique of determining the informant; (2) data collection techniques (observation, interview, study analysis / content or documentation); (3) data analysis techniques; (4) the techniques of writing. The results showed that the background retention Pick tradition in the Pekutatan Village Sea closely related to the function of tradition; (1) physical needs, namely: (1) the individual functions are strongly associated with strength and a sense of emotional self-satisfaction; (2) social function is closely related to an increase in social solidarity among fellow that foster a sense of social integration among the people so that they can work well together; (2) the fulfillment of psychological needs, namely: (1) belief or trust, it relates closely to invoke the safety at sea, prevent themselves from danger in the sea as well as by the fear of the supernatural, that is beyond the capability and human reasoning or abstract nature. Petik Laut tradition implementation process include: (1) preparation, (2) the implementation phase; (3) closing stages. Aspects of Marine Pick tradition that can be used for the development of Maritime History supplements include: (1) aspects of teaching materials; (2) aspects of learning media. keyword : Background, retention tradition, Petik Laut Maritime History as a supplement
Sejarah Madrasah Syamsul Huda Di Desa Tegallinggah, Buleleng-Bali Tahun 2006-2016 (Studi Tentang Sejarah Pendidikan Dan Kontribusinya Bagi Pembelajaran Sejarah Di MA) ., ABDULLAH; ., Dr. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v7i1.15255

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliayah Syamsul Huda Tegallinggah bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah Madrasah Syamsul Huda Di Desa Tegallinggah, Buleleng-Bali; (2) Perkembangan Madrasah Syamsul Huda Dari Tahun 2006-2016; (3) Aspek-aspek yang apa yang disumbangkan bagi pembelajaran sejarah di MA. Penelitian merupakan penelitian sejarah, sehingga langkah-langkah yang digunakan adalah (1) Heuristik dengan cara mengumpulkan jejak sejarah lewat pengamatan terhadap lokasi penelitian, wawancara dan telaah dokumen yang relevan, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan kritik intern) yaitu menentukan keabsahan sumber yang didapat terkait derkait dengan permaslahan yang di kaji, (3) Interpretasi, yaitu menganasis dan mensintesis data-data yang telah didapatkan yang dikaitnak dengan permasalahan yang dikaji, (4) Historiografi (menulis sejarah pendidikan). Informan dalam penelitian ini adalah pengasuh Madrasah, Kepala sekolah, dan guru-guru. Berdasarkan hasil temuan di lapangan latar belakang berdirinya MA Syamsul Huda adalah untuk mempermudah masyarakat muslim Desa Tegallinggah melanjutkan pendidikan yang berbasis keagamaan khusunya masyarakat muslim karena kebanyakan setelah lulus Mts tidak melanjutkan sekolah karena biaya yang kurang mendukung dan tempat yang jauh dari sekolah SMA/MA, selain mempermudah masyarakat muslim Tegallinggah, di Desa Tegallinggah juga belum ada MA hal ini yang mendorong Bapak Ustadz Jamhuri beserta istrinya dan dibantu guru-guru lainnya untuk mengelola dan mendirikan MA di Desa Tegallinggah. Didalam perkembangannya MA Syamsul Huda mengalami perkembanga yang sangat signifikan, baik dari fisik dan non-fisiknya. Dari segi fisiknya terdapat perubahan fasilitas atau sarana dan prasarana sedangkan dari non-fisiknya mengalami perubahan kurikulum yang disesuaikan dengan kurikulum nasional namun dalam penerapannya disesuaikan dengan kemampuan siswanya. Kata Kunci : Kata Kunci: perkembangan, pendidikan, MA Syamsul Huda Tegallinggah. This research was conducted in Madrasah Aliayah Syamsul Huda Tegallinggah aims to know (1) the history of Madrasah Syamsul Huda In Tegallinggah Village, Buleleng-Bali; (2) Development of Madrasah Syamsul Huda From 2006-2016; (3) What aspects are contributed to the study of history in MA. Research is a historical study, so the steps used are (1) Heuristics by collecting traces of history through observation of the location of research, interviews and review of relevant documents, (2) Source Criticism (external criticism and internal criticism) that determines the validity of the source (3) Interpretation, which is to analyze and synthesize the data that have been obtained that dikaitnak with the problems studied, (4) Historiography (writing history of education). The informants in this study were the caregivers of Madrasahs, principals, and teachers. Based on the findings in the field of the background of the establishment of the MA Syamsul Huda is to facilitate the Muslim community of Tegallinggah Village to continue the religious-based education especially the Muslim community because most after graduated Mts did not continue the school because the cost is less supportive and a place far from high school / MA, facilitate the Muslim community Tegallinggah, in the village of Tegallinggah also there is no MA this matter that encourage Mr. Ustadz Jamhuri and his wife and assisted other teachers to manage and establish MA in the village of Tegallinggah. In its development, MA Syamsul Huda experienced a very significant development, both from physical and non-physical. In terms of physical there is a change of facilities or facilities and infrastructure while the non-physically experienced curriculum changes tailored to the national curriculum but in its application tailored to the ability of students. keyword : Keywords: development, education, MA Syamsul Huda Tegallinggah.
POTENSI MUSEUM THE SUKARNO CENTER TAMPAKSIRING, GIANYAR, SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA ., Made Wisnu Dwipayani; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Ketut Sedana Arta, S.Pd.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5499

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan didesa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Kabupanten Gianyar. bertujuan untuk mengetahui (1) Latar Belakang berdirinya Museum The Sukarno Center Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) Struktur dan fungsi Museum The Sukarno Center Desa Sanding, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali. (3) nilai-nilai dari Museum The Sukarno Center yang dapat di Kembangkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif ialah (1) penentuan lokasi penelitian (2) Penentuan Informan (3) Pengumpulan data (Observasi, wawancara dan studi dokumentasi) (4) Validasi data yang terdiri dari triagulasi data dan triangulasi metode (5) analisis data, hasil penelitian Menunjukkan: (1) Museum The Sukarno Center di bangun oleh Dr, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, ide pembangunan ini di dukung oleh yayasan Bung Karno yang di ketuai oleh putri Sukarno yaitu ibu Sukmawati Sukarno Putri ada tiga faktor yang melatar belakangi pembangunan museum The Sukarno center yakni faktor politik, faktor sosial dan budaya, faktor sejarah (2) struktur dan fungsi bangunan Museum The Sukarno Center berbentuk persegi panjang yang terbagi menjadi tiga bagian ruang depan, ruang tengah dan ruang utama. Museum The Sukarno Center mengambil arsitektur Bali dan di setiap bangunan memiliki fungsi masing-masing bangunan. (3) nilai-nila yang dimiliki oleh museum The Sukarno Center sebagai sumber belajar sejarah untuk mempelajari cikal bakal kemerdekaan Indonsia yang di perjuangkan oleh Persiden pertama Indonesia yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumbr belajar sejarah di SMA.Kata Kunci : Musum The Sukarno Center,Struktur, Fungsi dan Sumber Belajar This study was conducted in villages Sanding, District Tampaksiring, Gianyar. Which aims to determine (1) Background The establishment Museum Sukarno Center Tampaksiring, Gianyar, Bali. (2) The structure and function of the Sukarno Center Village Museum Sanding, District Tampaksiring, Gianyar, Bali. (3) value of the Museum The Sukarno Center, which can Develop as a source of studying history in high school. This research is a qualitative descriptive study was (1) determining the location of the study (2) The Informant (3) Data collection (observation, interviews and documentation) (4) Validation of data consisting of triagulasi data and triangulation method (5) data analysis , the research shows: (1) The Sukarno Center Museum was built by Dr, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, idea development is supported by the foundation at the Bung Karno headed by Sukarno's daughter's mother Sukarno Putri Sukmawati there are four factors behind the development The Sukarno museum center that historical factors, social and cultural factors, political factors and economic factors (2) the structure and function of the building Museum The Sukarno Center rectangular space is divided into three sections front, middle room and the main room. The museum Sukarno Center take Balinese architecture and in every building has the function of each building (3) value of the museum The Sukarno Center as a learning resource for studying the history of the forerunner of independence Indonsia which at first fought by the President of Indonesia, which has enormous potential as sumbr studying history in high school.keyword : Musum The Sukarno Center, Structure, Function and Learning Resource
NYEPI LUH DAN NYEPI MUANI di DESA PEKRAMAN ABABI, ABANG, KARANGASEM, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SMA ., I Kadek Dharma Tanaya; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Mengapa masyarakat Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangsaem Melakukan Nyepi Luh dan Nyepi Muani.; (2) Bagaimana proses pelaksanaan upacara Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangasem; (3) Nilai-nilai pendidikan sejarah yang terdapat pada pelaksanaan Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangasem, yang bisa di jadikan sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1)lokasi dan subjek penelitian.(2) Teknik Penentuan Informan menggunakan Purposive Sampling, (3) Teknik Pengumpulan Data (observasi, wawancara, pencatatan dokumen,reduksi data,penyajian data,penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani sangat erat kaitanya dengan kehidupan pertanian masyarakat Desa Pakraman Ababi. Tradisi ini dilaksanakan atas dasar rasa syukur para petani kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas panen yang berlimpah di desa ini. Disamping beberapa hal yang diuraikan di atas ada beberapa latar belakang lain yang mendorong dilaksanakannya Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pakraman Ababi antara lain : Kekhawatiran Akan Marabahaya atau Takut Terhadap Hal-hal Yang Gaib, Media Memohon Kesuburan, Memohon Kemakmuran dan Kesejahteraan, Mempertebal Keyakinan Ajaran Agama Hindu, Media Mempererat Hubungunan Sosial Keluarga dan Masyarakat. (2) Pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani dilakukan dalam dua tahap yaitu nyelampar dan nyirenin,.upacara Nyepi Luh dan Nyepi masing-masing terdiri dari tiga rangkaian, yaitu :Ngejaga, Nyepi,dan Ngembak Geni.waktu pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani ini dilaksanakan pada hari Sasih kapitu dan kaulu., yang dimana peserta dalam tradisi ini dilakukan oleh krama lanang dan istri baik muda maupun dewasa. (3) Pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani juga mengandung nilai-nilai pendidikan sebagai sumber belajar sejarah bagi generasi muda. Nilai-nilai pendidikan sejarah yang terdapat dalam pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani tersebut yaitu: (1) Religius, (2) Sosial, (3) Budaya, (4) Etika (5) Estetika.Kata Kunci : Latar Belakang Sejarah, Pelaksanaan, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to ( 1 ) Why villagers Pekraman Ababi , brother , Karangsaem Doing Luh and Nyepi Nyepi Muani . ; ( 2 ) How does the process of implementation Luh and Nyepi Nyepi ceremony Muani Ababi Pekraman Village , Abang , Karangasem , (3 ) Value - educational value of history contained in the implementation of Nyepi Luh and Nyepi Muani Ababi Pekraman Village , Abang , Karangasem , which can be made a source of learning history . This study used a qualitative approach , namely : ( 1 ) the location and subject of study . ( 2 ) Determination Techniques informants using purposive sampling , ( 3 ) Data Collection Techniques ( observation , interviews , document recording , data reduction , data presentation , drawing conclusions and verification of data . Results showed that ( 1 ) tradition Luh and Nyepi Nyepi Muani very close relation to the agricultural community life Pakraman Ababi . tradition is being carried out on the basis of the farmers' gratitude to Ida Sang Hyang Wasa Widhi over abundant harvest in the village . Besides some case described above there are some other background that drives the implementation tradition Luh and Nyepi Nyepi Muani in Pakraman Ababi among others : Concerns Will Marabahaya or Fear Of things That invisibility , Media Fertility Invoke , Invoke Prosperity and Welfare , strengthening of the Doctrine of Faith Hinduism , Media Strengthening Family and Community Social Hubungunan . ( 2 ) The tradition of Nyepi Luh and Nyepi Muani carried out in two stages, nyelampar and nyirenin , . Luh and Nyepi Nyepi ceremony , each consisting of three series , namely : Ngejaga , Nyepi , tradition and Ngembak Geni.waktu implementation Luh and Nyepi Nyepi this Muani held on Sasih kapitu and kaulu . , in which the participants in this tradition performed by lanang manners and wife both young and adult . ( 3) The tradition of Nyepi Luh and Nyepi Muani also contains the values of education as a learning resource for the history of the younger generation . educational values contained in the execution history of tradition and Nyepi Nyepi Luh Muani are: ( 1 ) Religious , ( 2 ) Social , ( 3 ) Culture , ( 4 ) Ethics ( 5 ) Aesthetics .keyword : Historical Background, Implementation, Learning Resources History
Pengintegrasian Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah Melalui Penerapan Model STAD Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Nasionalisme Pada Siswa Kelas XI IPB 1 SMA Karya Wisata Singaraja Tahun Ajaran 2013/2014. ., I Made Budiana; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3616

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas ini; (1) Untuk mengetahui apakah pengintegrasian pendidikan karakter melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD) dapat meningkatkan kesadaran nasionalisme pada siswa kelas XI IPB 1 SMA Karya Wisata Singaraja tahun ajaran 2013/2014. (2) mengetahui bagaiman tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD). Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja yang berjumlah 38 orang yaitu 6 laki-laki dan 32 perempuan. Objek penelitian adalah kesadaran nasionalisme siswa dan tanggapan siswa. Metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan tes. Dari hasil penelitian tindakan kelas dan analisis dapat diperoleh hasil sebagai berikut dengan pelaksanaan penelitian sebanyak 2 siklus: (1) Nilai kesadaran nasionalisme siswa, skor rata-rata 74,00% pada siklus I dan 95,00% pada siklus 2, dari siklus I ke siklus II meningkat 21,00%. (2) Aktivitas yang menunjukan sikap kesadaran nasionalisme siswa berdasarkan hasil observasi dan analisis data diperoleh hasil aktivitas siswa pada siklus I 11% termasuk katagori cukup sadar nasionalisme, pada siklus II 12,34% termasuk kedalam kategori sadar nasionalisme. Dari siklus I ke siklus II meningkat 1,34%. (3) Hasil respon siswa dilakukan dengan perbandingan antar siklus, yaitu pada siklus 1 dan siklus 2 respon siswa mengalami peningkatan 10,09%. Kata Kunci : Kata Kunci: Pengintegrasian Pendidikan Karakter, Pembelajaran Kooperatif STAD, Kesadaran Nasionalisme, dan Tanggapan Siswa. ABSTRACT The purpose of research measure this class; (1) To know is that the integration of education character by learning model application cooperative type of student team achievement division (STAD) can increase the consciousness of nationality for the students class XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja in 2013/2014. (2) To know how the student reations to learning model application cooperative type student team achievement division (STAD). In this research, who is the subject is the student class XI IPB I SMA Karya Wisata Singaraja who were the number are 38 students they are 6 boys and 32 girls. The research object is the consciousness of nasionality student and the student reaction. The method of data collection are observation, interview, and test. For the result of measure the class and the analysis that found the result as follow with the research implementation for 2 cycle! (1) the value of consciousness nationality the student, the eve rage score 74, 00%, in 1 cycle an 95, 00% in 2 cycle From 1 cycle to 2 cycle rise in 21, 00%. (2) The Activity that indicate attitude of consciousness student nationality according the observation result and data analysis find out the result student activity in 1 cycle is 11% include the enough aware category in nationality, in 2 cycle is 12, 34% include in the enough aware category in nationality. From 1 cycle to 2 cycle rise in 1, 34%. The result of student reaction did with the ratio inter cycle, is for 1 cycle and 2 cycle of student have a raising 10, 09%. keyword : Key words: The Integration Charater of Education, Cooperative Learning of STAD, The consciousness of nationality and The reaction of student.
Identifikasi Potensi Taman Soekasada Ujung, di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal di SMA ., Wayan Devi Damayanti; ., Drs. I Wayan Mudana,M.Si.; ., Drs. I Ketut Margi, M.Si
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v6i1.4277

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali yang bertujuan mengetahui: (1) Yang melatarbelakangi dibangunnya Taman Soekasada Ujung, di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali, (2) Struktur dan fungsi bangunan Taman Soekasada Ujung, di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali,(3)Aspek-aspek dari Taman Soekasada Ujung yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ialah (1) Penentuan Lokasi Penelitian,(2) Penentuan Informan, (3) Pengumpulan Data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi), (4) Validitas Data yang terdiri dari triagulasi data dan triangulasi metode, (5) Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Taman Soekasada Ujung di bangun oleh Raja Karangasem Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Ada empat faktor yang melatarbelakangi pembangunan Taman Soekasada Ujung, yakni faktor sejarah, faktor kultur (kebudayaan), faktor politik dan faktor religius. (2) Struktur dan fungsi banguan Taman Soekasada Ujung, dalam pembangunan Taman Soekasada Ujung ini memiliki konsep ruang Tri Mandala yaitu Nista Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala yang dimana setiap bangunan memiliki fungsi masing-masing bangunan. (3) Aspek-aspek dari Taman Soekasada Ujung yang bisa dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah. Taman Soekasada Ujung ini merupakan peninggalan kerajaan Karangasem merupakan suatu karya yang dibuat langsung oleh Raja Karangaasem pada saat itu Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem yang sangat mencintai dunia kesenian dan Taman Seokasada Ujung ini merupaka suatu hasil karya beliau di bidang arsitektur bangunan yang memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber belajar sejarah menganai perkembangan kehidupan Negara-negara kerajaan hindu budha di IndonesiaKata Kunci : Taman Soekasada Ujung, Struktur, fungsi dan sumber belajar This research was conducted at Tumbu village, Karangasem, Bali which aims to know: (1) The background of the construction of Soekasada Ujung Garden, in Tumbu village, Karangasem regency, Bali, (2) Structure and function of the building Soekasada Ujung Garden, in Tumbu Village, Karangasem Regency, Bali, (3) aspects of Soekasada Ujung Garden that can be develoed as a source of learning local history. This research is qualitative research. The stages are carried out in a qualitative study are (1) Siting Research, (2) Determination informant, (3) data collection (observation, interview, and documentation),(4) The validity of data consisting of data and triagulasi methods triagulasi, (5) Data Analysis. The results showed: (1) Soekasada Ujung Garden was built by king of Karangasem, Anak Agung Agung Ketut Karangasem Anglurah. There are four factors behind the development of Soekasada Ujung Garden, the historical factors, cultural factors (culture), political factors and religious factors. (2) The structure and function of the building of Soekasada Ujung Garden, in the construction of Soekasada Ujung Garden has a concept, the concept is spece Tri Mandala, there are Nista Mandala, Madya Mandala and Utama Mandala in which each building has the function of each building. (3) aspects of Soekasada Ujung Garden that could be developed as a source of learning history. Soekasada Ujung Garden Karangasem kingdom is a legacy of a work created directly by King Karangaem at the time of Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem who loved the world of art and Soekasada Ujung Garden is a result of his work in the field buiding architecture that has the potential for very great as a source of learning the history of the development of life about contries Buddhist Hindu kingdom in Indonesiakeyword : Soekasada Ujung Garden, Structure, function and learning resources
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., I Km Ega Mahendra ., I Made Ardi Sanjaya ., Kadek Ariasa ., Meri Yuliani ., NI MADE ERMAWATI ., Syamsia Dwi Wulandari A.A Istri Dewi Adhi Utami ABDUL GOFAR . Abdullah . Adnyana, I Kadek Agus Aflachatun Nia Agus Herry Sumardika . Agus Herry Sumardika ., Agus Herry Sumardika Alif Alfi Syahrin Anak Agung Ketut Agung Widiantari Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andela Safitri Andi Noprizal Sahar Antara, I Kadek Budi Arnawa, I Komang Krisna Aryandika, Made Ayu, Ni Nyoman Dharma Azura, Vina Bawazir, Ema Maulidya BAYU PRAMANA, I MADE Bayutha, Ida Bagus Rekha Bendi Yudha, I Made Berliana Dhea Shalsa Billa BUDIAPRILLIANA, LUH Cahyani, Kadek Gita Dedi . Delfin Reza Pahlefi Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewa Ayu Made Satriawati . Dewi, Ni Wayan Risna Didin Samsul Maarif Dinata P, Yori Cigra Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Dwi Kartika, I Gusti Kade Dwi Kerta Utama, I Made Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Faradisa, Nuril Fathur Rozaq fengi, anastasia alwinda Fitriani, Herdiyana Fransisco, Leo G. Vann, Michael Gede Putra Yudistira, Cokorda Ghofur, Moh. Abd. Gulendra, I Wayan Hajiriah, Titi Laily Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Haryadi, Fani I Dewa Gede Yoga I Gede Astra Wesnawa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Surata I Km Ega Mahendra . I Komang Wisujana Putra . I Made Ardi Sanjaya . I Made Budiana . I Made Pageh I Made Saryana I Made Sudana I Nengah Suandi I Nengah Suastika I Nengah Wirakesuma, I Nengah I Nyoman Dhana I Nyoman Sila I Putu Budiana . I Putu Sriartha I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Kun Adnyana, I Wayan Kun I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai Rai, I Wayan Rai I Wayan Setem, I Wayan I Wayan Sujana I Wayan Widiana Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Ida Bagus Made Astawa Iin Melya Parlina Indah Kumala Sari Irwan Nur Jayadwiana, I Made Jodog, I Made Kadek Ariasa . Kadek Gita Cahyani Kadek Riadi Panji Sagitha . Kadek Wirahyuni Kariana, I Nengah Karo, Hemi Sari Br Kasiani, Kasiani Ketut Sedana Arta Komang Nelly Sundari Kondra, I Wayan Kristiani, Putu Ery Kurniawan, Made Ferry Lola Utama Sitompul Luh Ayu Martasari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maarif, Didin Samsul Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Made Ferry Kurniawan Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maulana, Muhammad Ainul Yakin Meri Yuliani . Mochammad Iqbal Moh. Abd. Ghofur Muhammad Idris Mustika, I Ketut Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Suandi Ni Kadek Dian Lestari . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Wiwin Virdayanti . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih NI Putu Swandewi Ni Wayan Yuliasih . Nia, Aflachatun Nindhia, Cokorda Istri Puspawati Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari Nur, Irwan Pahlefi, Delfin Reza Pande Ketut Ribek Pande Nyoman Suastawan . Parlina, Iin Melya Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putra, Anak Agung Ramanda Putra, I Gusti Putu Ngurah Cahyana Ady Putra, I Putu Deva Maha Putu Admi Suryani . R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Raharjo, Anis Rozaq, Fathur Ruta, I Made Safitri, Andela Santana Sembiring Saputra, Kadek Dwi Martha Sari, Indah Kumala Sekar Wiranti Sembiring, Santana Sianto, Yeni Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Silasana, I Putu Arya Sinaga , Firman siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitompul, Lola Utama Suarja , I Ketut Sucipta, I Wayan Adi Sukrawan, Kadek Edi Sulistio, Aprillia Devi Swandewi, Ni Putu Syamsia Dwi Wulandari . Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Vania Ratna Wedha . Vina Azura Wahyuniyati, Ni Made Walad, Muzakkir Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Karja Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Windayani, Ni Luh Ika Wiranti, Sekar Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani Yanti, Dewi Kusuma Yoga, I Dewa Gede Yoga, I Wayan Swantara Yosef Tjokropramono, Gd. Yudana, Komang Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah