p-Index From 2021 - 2026
9.801
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan E-Journal Of Cultural Studies Bumi Lestari Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Candra Sangkala Media Komunikasi FPIPS Gorga : Jurnal Seni Rupa Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Komunikasi Hukum Record and Library Journal IQRA`: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi MUDRA Jurnal Seni Budaya Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi WIDYA LAKSANA Acarya Pustaka Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora [Journal of Social Sciences and Humanities] Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Pantun: Jurnal Ilmiah Seni Budaya Academic Journal of Educational Sciences (Jurnal Akademik bidang Ilmu-Ilmu Pendidikan) Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan PKn Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Jurnal Penjaminan Mutu JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Jurnal Sosial dan Sains IJOEM: Indonesian Journal of Elearning and Multimedia Journal of Social Science Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Journal of Commerce Management and Tourism Studies Bali-Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Retina Jurnal Fotografi Cita Kara: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni Murni Kajian Pendidikan, Seni, Budaya, Sosial dan Lingkungan Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN STRUKTUR SOSIAL DALAM MEMPERTAHANKAN KEARIFAN LOKAL TRADISI SEETAN PADA MASYARAKAT DESA ADAT SUSUT KELOD DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SOSIOLOGI DI SMA Yoga, I Dewa Gede; Mudana, I Wayan; Arta, Ketut Sedana
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i3.45780

Abstract

Secara substansi, peneliti mengkaji tradisi seetan yakni, (1) peran struktur sosial dalam melestarikan tradisi seetan. (2) tantangan dalam melestarikan tradisi seetan. (3) aspek-aspek yang terkandung dalam tradisi seetan yang berpotensi sebagai sumber belajar sosiologi di SMA. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan deskritif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumen/analisis content. Adapun hasil dari penelitian ini ialah (1) peranan struktur Ulu Apad yang terdiri dari Jero Kubayan Duuran dan Alitan, Jero Kebau Duuran dan Alitan, Bendesa Adat, Tempek Uduhan/Juru Sambang, Kesinoman, Krama beserta seka-seka. (2) tantangan dalam melestarikan tradisi seetan yakni, pencarian dewasa ayu (perhitungan kalender Bali), pengaruh modernisasi, dan sumber daya manusia. (3) memberikan sumber belajar di luar buku teks. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait dengan kekayaan kultural berupa tradisi-tradisi yang masih hidup di masyarakat dan tentu ini menjadi cara yang lebih efektif agar proses pembelajaran tidak berkesan membosankan.Kata Kunci: Tradisi Seetan, Struktur, Pemertahanan, Sumber Belajar.
IMPLEMENTASI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SOSIOLOGI SMA NEGERI 1 SUKASADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2019/2020 DIMASA PANDEMI COVID -19 Wiranti, Sekar; Mudana, I Wayan; Wirawan, I Gusti Made Arya Suta
Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpsu.v3i3.45783

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan implementasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kendala yang dihapi guru serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi dokumen, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dalam bentuk uraian singkat. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Pelaksanaan pembelajaran Sosiologi yang dilakukan oleh guru kurang sesuai dengan RPP yang telah disiapkan. (2) Kendala yang dialami guru yakni, pengelolaan waktu, menentukan metode pembelajaran, dan melakukan penilaian sikap. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan RPP yakni dengan menggunakan dua aplikasi pembelajaran,menyesuaikan metode pembelajaran, melaksanakan MGMP, dan melaksanakan workshop.Kata kunci: Kurikulum 2013, pembelajaran sosiologi, SMA Negeri 1 Sukasada
DEMOKRASI DIGITAL DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PILKADA TAHUN 2020 DI KABUPATEN JEMBRANA) I Gusti Made Arya Suta Witawan; I Wayan Mudana; Lola Utama Sitompul; Irwan Nur; R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa
Sosioglobal Vol 6, No 1 (2021): Sosioglobal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Science, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jsg.v6i1.36839

Abstract

Pandemi covid-19 memberikan efek luar biasa bagi kehidupan masyarakat tak terkecuali perhelatan politik pilkada. Sebagaimana yang terjadi pada Pilkada Jembrana tahun 2020, untuk mengatasi tersebut, penggunaan media cetak, media elektronik dan media  sosial dalam kampanye menjadi strategi penting dan utama bagi pasangan calon dalam kondisi Pandemi. Kampanye yang aman karena minimnya tatap muka langsung dengan calon pemilih sehingga tidak ada potensi resiko tertular dan menulari covid 19. Dalam kondisi pandemi yang diikuti dengan menyebarnya budaya revolusi industri 4.0 tentunya penggunaan media sosial akan lebih dikedepankan. Kampanye dengan menggunakan media sosial juga dirasa menghemat pembiayaan dan memiliki efektifitas tinggi serta daya jangkau yang luas. Di Jembrana sendiri angka kasus Covid-19 pada tahun 2020 memang mengalami naik turun. Bahkan beberapa wilayah yang menjadi sasaran kampanye tatap muka beberapa kali mengalami lonjakan kasus. Alhasil banyak masyarakat menyemarakkan pilkada ini dengan berinteraksi di dunia maya. Hasil dari penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis yakni sosialisasi pilkada dilakukan secara hybrid yakni offline dan online yang akhirnya berdampak pada konflik sosial di ranah digital. Konflik ini menyebabkan masyarakat semakin selektif di dalam menerima informasi dan hanya mengandalkan informasi yang mereka peroleh dari keluarga, klan (dadia) atau sesama warga banjar (dusun). Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa peran civil society (komunitas, stakeholder dan para penggiat media sosial) juga mempengaruhi ketertiban dan keamanan dalam pelaksanaan pemilihan dan juga peningkatan jumlah partisipasi masyarakat dalam memilih. Kata kunci: demokrasi digital, pilkada, pandemi covid-19
KOLABORASI MASYARAKAT SIPIL, POLITIK DAN EKONOMI DALAM PEMANFAATAN MODAL SOSIAL (KASUS PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR PADA MASYARAKAT BALI AGA- DESA LES BALI UTARA) I Wayan Mudana
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to understand the back ground the collaboration of civil community,politic and economic in presenting social capital, shape of ideal text and social capital textthat is presented and process social process, and so controlling of sociality that’s carriedout in guiding to the beach environment conservation at Les Bali Age, North Bali.This research using qualitative approach, informant is determined by snowball purposivesystem, collecting data is done with interviewing, observation, document method, whiledata analyze is carried out through triangulation, which is going on with interpretationprocess. According to that problem is known that collaboration of civil community, politicand economic to present the social capital in beach circles collaboration at Les villagecommunity is based on awareness to environment and its resources that has the value tocivil community, economic and politic. In that framework some kind of social capital thatbelongs to local community in the system of cultural value, institution, activity pattern andphysical culture have been used in optimal manner.The shape of ideal text and social text of social capital that’s presented by civil community,economic and politic, there is Tri Hita Karana ideology, Nyegara gunung ideology,development which has environment perception, with clear beach and still in eternalcondition, awig-awig agreement, family group/dadia, fisherman group, pecalang segara(sea guider), Pokmaswas, strengthen the similarity, help each others and also believe eachothers among community members, while the physical culture that’s developed are; beachsupport, technology development of ridge of rock, technology development of fish catchingthat’s clever around environment. Investment of social capital is started by socializationprocess, the strength of social trust to the idea of beach circles eternity, by involving theLSM, village apparatus, figure of local community, and continued with developing thefisherman group, who’s catching the goldfish and circles eternity, pecalang and making theregulation. The social control mechanism that’s carried out, has their characteristic fromhigh level and low level, sekala and niskala character, started by socialism process that’scontinued by LSM, water police, Pokmaswas, village apparatus, pecalang, and locanfisherman group
TRADISI TATEBAHAN DI DESA PAKRAMAN BUGBUG, KECAMATAN KARANGASEM,KABUPATEN KARANGASEM, BALI. (Latar Belakang Sejarah, Penyelenggaraan Ritual dan Fungsi Pendidikan Karakter Bagi Generasi Muda) Kadek Riadi Panji Sagitha .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2390

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Mengapa masyarakat setempat di Desa Pakraman Bugbug menyelenggarakan ritual Tatebahan; (2) Penyelenggaraan tradisi Tatebahan di Desa Pakraman Bugbug; (3) Fungsi tradisi Tatebahan dilihat dari segi pendidikan karakter bagi generasi muda di Desa Pakraman Bugbug. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) Teknik Penentuan Informan menggunakan Purposive Sampling, (2) Teknik Pengumpulan Data (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi), (3) Teknik Analisis Data, dan (4) Teknik Pengolahan Data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tradisi Tatebahan sangat erat kaitanya dengan kehidupan pertanian masyarakat Desa Pakraman Bugbug. Tradisi ini dilaksanakan atas dasar rasa syukur para petani kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas panen yang berlimpah di desa ini. Disamping beberapa hal yang diuraikan di atas ada beberapa latar belakang lain yang mendorong dilaksanakannya Tradisi Tatebahan di Desa Pakraman Bugbug antara lain : Kekhawatiran Akan Marabahaya atau Takut Terhadap Hal-hal Yang Gaib, Media Memohon Kesuburan, Memohon Kemakmuran dan Kesejahteraan, Mempertebal Keyakinan Ajaran Agama Hindu, Media Mempererat Hubungunan Sosial Keluarga dan Masyarakat. (2) Pelaksanaan Tradisi Tatebahan dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap persiapan, tahap kedua dilakukan di banjar adat dan, tahap ketiga dilakukan di natar bale agung pura desa. Waktu pelaksanaan Tradisi Tatebahan ini dilaksanakan pada hari Purnama Sasih Desta, Tumpek Krulut, Nuju Triwara Beteng, Penanggal Ping Molas, berdasarkan kalender Bali (Paileh Aci Desa Adat Bugbug, 1996 : 48), yang dimana peserta dalam tradisi ini dilakukan oleh krama lanang baik muda maupun dewasa. (3) Pelaksanaan Tradisi Tatebahan juga mengandung nilai-nilai dan fungsi pendidikan karakter bagi generasi muda. Nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam pelaksanaan Tradisi Tatebahan tersebut yaitu: (1) Religius, (2) Cinta Damai, (3) Disiplin dan, (4) Tanggung Jawab. Kata Kunci : Tradisi, Pelaksanaan, Pendidikan Karakter. The purpose of this Research is to know (1) Why the society of Bugbug village done Tatebahan ceremony, (2) The society of Bugbug Village done Tatebahan tradition., (3) The function of Tatebahan tradition was looked from Character Education for the Young Generation at Bugbug Village. This research used kualitatif method such as: (1) found of Infoman Tecnich used Purposive Sampling, (2) The Data Collected Tecnich ( observation, communicative, and documentation study), (3) Data Analysis Tecnich, and Data Reflection Tecnich. The result of the reseach showed that, (1) Tatebahan tradition very closely relation to the agricultural community life Pakraman Bugbug. This tradition is carried out of gratitude to the farmers Ida Sang Hyang Wasa Widhi over abundant harvest in the village. Besides some of the things described above there are some other background that encourages the implementation of Tradition Tatebahan in Pakraman Bugbug among others: Concerns Will Marabahaya or Fear Of Things That invisibility, Media Fertility Invoke, Invoke Prosperity and Welfare, strengthening of the Doctrine of Faith Hinduism , Social Media Hubungunan Strengthening Families and Communities. (2) The tradition Tatebahan was done in three steps such as: the first steps was prepared step, the second steps was done at society organisation (banjar) and the third steps was done at the field of Bale Agung and village Temple (Puseh). The tradition of Tatebahan was done on Purnama Sasih Desta, Tumpek Krulut, Nuju Triwara Beteng, Penanggal Ping Molas, this time was taken from Balinese Calender ( taken by Paileh Aci Desa Bugbug ,1996 : 48), which one the crews of this ceremony was done by the young man and eldest man. (3) the tradition of Tatebahan also has many values (meaning) and character education function for young generation. The Education Character values that has in the tradition of Tatebahan were (1) Religious, (2) Love in Peace, (3) Dicipline, (4) Responsibilitieskeyword : Tradition, doing ceremony, Character Education.
NYEPI LUH DAN NYEPI MUANI di DESA PEKRAMAN ABABI, ABANG, KARANGASEM, BALI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SMA I Kadek Dharma Tanaya .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Mengapa masyarakat Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangsaem Melakukan Nyepi Luh dan Nyepi Muani.; (2) Bagaimana proses pelaksanaan upacara Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangasem; (3) Nilai-nilai pendidikan sejarah yang terdapat pada pelaksanaan Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pekraman Ababi, Abang, Karangasem, yang bisa di jadikan sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1)lokasi dan subjek penelitian.(2) Teknik Penentuan Informan menggunakan Purposive Sampling, (3) Teknik Pengumpulan Data (observasi, wawancara, pencatatan dokumen,reduksi data,penyajian data,penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani sangat erat kaitanya dengan kehidupan pertanian masyarakat Desa Pakraman Ababi. Tradisi ini dilaksanakan atas dasar rasa syukur para petani kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas panen yang berlimpah di desa ini. Disamping beberapa hal yang diuraikan di atas ada beberapa latar belakang lain yang mendorong dilaksanakannya Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Pakraman Ababi antara lain : Kekhawatiran Akan Marabahaya atau Takut Terhadap Hal-hal Yang Gaib, Media Memohon Kesuburan, Memohon Kemakmuran dan Kesejahteraan, Mempertebal Keyakinan Ajaran Agama Hindu, Media Mempererat Hubungunan Sosial Keluarga dan Masyarakat. (2) Pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani dilakukan dalam dua tahap yaitu nyelampar dan nyirenin,.upacara Nyepi Luh dan Nyepi masing-masing terdiri dari tiga rangkaian, yaitu :Ngejaga, Nyepi,dan Ngembak Geni.waktu pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani ini dilaksanakan pada hari Sasih kapitu dan kaulu., yang dimana peserta dalam tradisi ini dilakukan oleh krama lanang dan istri baik muda maupun dewasa. (3) Pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani juga mengandung nilai-nilai pendidikan sebagai sumber belajar sejarah bagi generasi muda. Nilai-nilai pendidikan sejarah yang terdapat dalam pelaksanaan Tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani tersebut yaitu: (1) Religius, (2) Sosial, (3) Budaya, (4) Etika (5) Estetika.Kata Kunci : Latar Belakang Sejarah, Pelaksanaan, Sumber Belajar Sejarah This study aimed to ( 1 ) Why villagers Pekraman Ababi , brother , Karangsaem Doing Luh and Nyepi Nyepi Muani . ; ( 2 ) How does the process of implementation Luh and Nyepi Nyepi ceremony Muani Ababi Pekraman Village , Abang , Karangasem , (3 ) Value - educational value of history contained in the implementation of Nyepi Luh and Nyepi Muani Ababi Pekraman Village , Abang , Karangasem , which can be made a source of learning history . This study used a qualitative approach , namely : ( 1 ) the location and subject of study . ( 2 ) Determination Techniques informants using purposive sampling , ( 3 ) Data Collection Techniques ( observation , interviews , document recording , data reduction , data presentation , drawing conclusions and verification of data . Results showed that ( 1 ) tradition Luh and Nyepi Nyepi Muani very close relation to the agricultural community life Pakraman Ababi . tradition is being carried out on the basis of the farmers' gratitude to Ida Sang Hyang Wasa Widhi over abundant harvest in the village . Besides some case described above there are some other background that drives the implementation tradition Luh and Nyepi Nyepi Muani in Pakraman Ababi among others : Concerns Will Marabahaya or Fear Of things That invisibility , Media Fertility Invoke , Invoke Prosperity and Welfare , strengthening of the Doctrine of Faith Hinduism , Media Strengthening Family and Community Social Hubungunan . ( 2 ) The tradition of Nyepi Luh and Nyepi Muani carried out in two stages, nyelampar and nyirenin , . Luh and Nyepi Nyepi ceremony , each consisting of three series , namely : Ngejaga , Nyepi , tradition and Ngembak Geni.waktu implementation Luh and Nyepi Nyepi this Muani held on Sasih kapitu and kaulu . , in which the participants in this tradition performed by lanang manners and wife both young and adult . ( 3) The tradition of Nyepi Luh and Nyepi Muani also contains the values of education as a learning resource for the history of the younger generation . educational values contained in the execution history of tradition and Nyepi Nyepi Luh Muani are: ( 1 ) Religious , ( 2 ) Social , ( 3 ) Culture , ( 4 ) Ethics ( 5 ) Aesthetics .keyword : Historical Background, Implementation, Learning Resources History
Tradisi Mengarak Ogoh-Ogoh Telor Pada Masyarakat Islam di Desa Tembok, Tejakula, Buleleng, Bali (Sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan di SMA Negeri 1 Tejakula) Desak Putu Wirastini .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2392

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pakraman Tembok, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Latar belakang masyarakat Islam di Desa Tembok melaksanakan Tradisi Mengarak Ogoh-Ogoh Telor, (2) Bentuk dari Ogoh-Ogoh Telor yang dibuat masyarakat Islam Desa Tembok, (3) Aspek-aspek dari Tradisi Mengarak ogoh-ogoh telorsebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA Negeri 1 Tejakula. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu, (1) Teknik penentuan informan, (2) Teknik pengumpulan data (teknik observasi, teknik wawancara, teknik studi dokumen), (3) Teknik validitas data, (4) Teknik analisis data, (5) Teknik penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Latar belakang masyarakat Islam di Desa Tembok melaksanakan tradisi ini, karena adanya faktor historis, faktor kepercayaan, faktor budaya serta meningkatkan solidaritas sosial, (2) Bentuk yang dipakai dalam pembuatan ogoh-ogoh telor adalah bentuk perahu dan ikan karena tidak terlepas dari mata pencaharian masyarakat Islam yang sebagian besar adalah nelayan serta sebagai salah satu cara untuk menguatkan identitas keislaman di Desa Tembok, (3) Aspek-aspek tradisi Mengarak Ogoh-Ogoh Telor sebagai sumber belajar sejarah kebudayaan di SMA Negeri 1 Tejakula dapat di lihat dari aspek sistem komunikasi dan interaksi budaya sesuai dengan Kompetensi Dasar Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Budha dan Islam di Indonesia. Selanjutnya dapat dilihat dari aspek pendidikan yaitu sebagai ajang pengenalan budaya terhadap siswa, agar nantinya budaya tersebut bisa memperkaya materi siswa dalam pembelajaran sejarah kebudayaan.Kata Kunci : Mengarak, Ogoh-Ogoh Telor, Sumber Belajar Sejarah This research was conducted in Pakraman Wall , District Tejakula , Buleleng , Bali . This study aimed to determine ( 1 ) Background of Islamic societies in the village of Wall implement Ogoh - Ogoh paraded Tradition egg , ( 2 ) Form of Ogoh - Ogoh made egg Islamic community village wall , ( 3 ) aspects of the tradition paraded ogoh - ogoh telor learning resources in the cultural history of SMA Negeri 1 Tejakula . The method used in this research is descriptive qualitative method steps , namely , ( 1 ) the determination technique informant , ( 2 ) the data collection techniques ( observation, interview techniques , study techniques document ) , ( 3 ) Technical data validity , ( 4 ) Data analysis techniques , ( 5 ) Technical writing research results . The results showed that ( 1 ) Background of Islamic societies in the village of Wall implement this tradition , due to historical factors , factors of trust , cultural factors and increasing social solidarity , ( 2 ) The form used in the making of ogoh-ogoh is the egg shape and fishing boats because it is inseparable from the Islamic community livelihoods , mostly fishermen as well as a way to strengthen the Islamic identity in the village of Wall , ( 3 ) aspects of Ogoh - Ogoh paraded tradition of egg as a source of learning history in high school culture can be seen from the aspect cultural communication and interaction system in accordance with the Basic Competence Analyze the process of interaction between the local tradition , the Hindu - Buddhist and Islam in Indonesia . Furthermore, it can be seen from the aspect of education that is as a venue for cultural recognition to the students , so that the culture can enrich the students in learning the history of material culture .keyword : paraded ogoh-ogoh egg, Source of learning history
Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina, Buleleng,Bali. (Latar Belakang Sejarah, Nilai, Serta Pemanfaatannya Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kurikulum 2013) Pande Nyoman Suastawan .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina,Busungbiu,Buleleng, (2) mengetahui nilai-nilai apa saja yang dapat diwariskan dari Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina,Busungbiu,Buleleng , (3) mengetahui bagaimana pemanfaatan nilai-nilai kesejarahan Monumen Perjuangan Panca Wirapati di Desa Bongancina,Busungbiu,Buleleng dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran IPS berbasis kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap ; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) adanya peristiwa sejarah yang melatarbelakangi pembangunan Monumen Perjuangan Panca Wirapati yaitu peristiwa gugurnya I Dewa Nyoman Tegeg, I Dewa Nyoman Jebot, I Dewa Nyoman Latera dan I Dewa Nyoman Nesa pada tahun 1946 serta gugurnya I Dewa Ketut Gateri pada tahun 1948 saat revolusi fisik dalam rangka mempertahankan kemerdekaan NKRI. (2) Nilai-nilai yang diwariskan dari Monumen Perjuangan Panca Wirapati dapat dipilah menjadi dua aspek yaitu nilai-nilai dasar dan nilai-nilai operasional. (3) Nilai-nilai yang terkandung di dalam Monumen Perjuangan Panca Wirapati seperti nilai ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jiwa dan semangat merdeka, nasionalisme, patriotisme serta rela dan iklas berkorban untuk tanah air dapat dijabarkan ke dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembeajaran (RPP) yang berbasis kurikulum 2013 pada kelas IX semester ganjil. Kata Kunci : monumen, pewarisan nilai-nilai sejarah, pemanfaatan nilai This research was aimed at (1) knowing the background of the establishment of Panca Wirapati Monument in Bongancina Village Busungbiu, Buleleng, (2) knowing what values can be inherited from Panca Wirapati Monument in Bongancina Village Busungbiu, Buleleng, (3) knowing to use historical values of Panca Wirapati Struggle Monument in Bongancina village, Busungbiu, Buleleng that can be used as a source of IPS-based learning curriculum in 2013. In this study, the data were collected using qualitative methods with these phases: (1) technique of determining the location of the research, (2) technique of determining informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, review of documents), (4) the authenticity of the data guarantor techniques (data triangulation, triangulation methods), and (5) data analysis techniques. The result of this study showed that, (1) There is historical incidents that underlying the development of Panca Wirapati struggle monument that is death incidents of I Dewa Nyoman Tegeg, I Dewa Nyoman Jebot, I Dewa Nyoman and I Dewa Nyoman Latera Nesa in 1946 and the death incidents of I Dewa Ketut Gateri in 1948 when the physical revolution in order to maintain NKRI Independency. (2) The values inherited from Panca Wirapati Monument can be divided into two aspects: the basic values and operational values. (3) The values contained in Panca Wirapati Monument such as the value of piety towards Almighty God, the soul and the spirit of independence, nationalism, patriotism and sincere and willing to sacrifice for the country can be elaborated into the syllabus and lesson plan (RPP ) based on curriculum 2013 in class IX semester 1.keyword : Monument, inheritance of historical values, utilization value
Pemanfaatan kebudayaan cina pada masa pemerintahan sri haji jayapangus di pura dalem balingkang, di desa pinggan, kintamani, bangli dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal di sma I Putu Budiana .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.2571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang pendirian Pura Dalem Balingkang. (2) Mengetahui pengaruh kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli dan (3) Mengetahui budaya Cina di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Kintamani, Bangli sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan langkah-langkahnya yaitu: (1) Rancangan Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan Data, (4) Metode Analisis Data. Penelitian ini menghasilkan temuan, antara lain: (1) Pura Dalem Balingkang merupakan bekas keraton raja Bali Kuno yang bergelar Sri Haji Jayapangus. Kata Dalem diambil dari tempat yang disebut Kuta Dalem Jong Les, kata Bali diambil dari kata “Bali”, dan kata “Kang” diambil dari nama istri beliau yaitu “Kang Cing We”. Latar belakang pendirian Pura Dalem Balingkang adalah sebagai bentuk penghormatan kepada raja Balingkang yang sudah Siddha-Dewata (telah menjadi Dewa) yaitu Raja Jayapangus. (2) Pengaruh kebudayaan Cina pada masa Sri Haji Jayapangus di Pura Dalem Balingkang meliputi: (a) Bidang ekonomi, (b) Bidang bahasa dan, (c) Bidang kesenian dan. (3) Budaya Cina di Pura Dalem Balingkang yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran sejarah lokal di SMA antara lain: (a) Bidang ekonomi dan, (b) Bidang kesenian dan, (c) Bidang bangunan.Kata Kunci : Pura Dalem Balingkang, Kebudayaan Cina, Sumber Belajar This research aims to: (1) know the background of erection of Dalem Balingkang Temple. (2) Understand the influence of Chinese culture in Sri Haji Jayapangus’s time (periode) at Dalem Balingkang Temple, Pinggan village, Kintamani, Bangli. (3) Know the Chinese culture at Dalem Balingkang Temple, Pinggan village, Kintamani, Bangli in the framework of the development of learning local history at senior high school. The methode which is used in this research is historical research methode with qualitative approach by the steps: (1) research plan, (2) technique of determining informant, (3) data collecting technique, (4) data analysis technique. This research delivers the finding among others: (1) Dalem Balingkang temple is the palace trace of ancient Balinese king titled Sri Haji Jayapangus. The word “Dalem” derived from the place named Kuta Dalem Jongles. The word “Bali” derived from the word Bali, and the word “Kang” derived from the name of his wife “Kang Ching Wie”. The background of erection of Dalem Balingkang Temple is as a symbol of a respecting to the King Balingkang who has become god (Siddha Dewata) that is king Jayapangus. (2) The influence of Chinese culture in Sri Haji Jayapangus’s periode at Dalem Balingkang temple comprised/included: (a) economic sector, (b) language field, (c) art scope. (3) The Chinese culture at Dalem Balingkang temple that can be developed in learning local history at senior high school among others: (a) economic sector, (b) art scope, (c) structure field.keyword : Dalem Balingkang Temple, Chinese Culture, Learning Source.
TRADISI TER-TERAN (PERANG API) DI DESA PAKRAMAN JASRI, KECAMATAN KARANGASEM DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Dewa Ayu Made Satriawati .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.3612

Abstract

Tradisi lokal kemasyarakatan merupakan bentuk kebudayaan yang berlangsung secara turun temurun. Tanpa tradisi tidak mungkin suatu kebudayaan akan hidup dan langgeng.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui (1) latar belakang adanya tradisi Ter-teran (Perang Api) di Desa Pakraman Jasri, (2) prosesi pelaksanaan tradisi Ter-teran (Perang Api) di Desa Pakraman Jasri dan (3) aspek-aspek dari Tradisi Ter-teran (Perang Api) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif. Data dalam penyusunan penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis deskriftif kualititatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Latar belakang dilaksanakannya Tradisi Ter-teran oleh masyarakat Desa Pakraman Jasri yaitu mengikuti dari adanya lontar tattwa yang mengharuskan melaksanakan upacara ngusabha dalem dan ngeterin, kekhawatiran akan marabahaya dan takut akan hal-hal yang gaib, mempertebal keyakinan tentang Agama Hindu, dan meningkatkan solidaritas sosial. (2) Proses pelaksanaan Tradisi Ter-teran dimulai dari melaksanakan upacara ngusaba dalem yaitu ngatag nyerit menghaturkan banten caru menuju tepi laut kemudian melaksanakan tradisi ngeterin dan Ter-teran. (3) Aspek-aspek dari prosesi Tradisi Ter-teran yang dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah yaitu aspek historis yang berkaitan dengan proses sejarah adanya tradisi terteran yang wajib diketahui oleh siswa, aspek pendidikan yang berkaitan dengan materi pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu karakteristik masyarakat dan kebudayaan Tradisi Ter-teran dan aspek sosial berkaitan dengan pengetahuan siswa dalam melestarikan budaya lokal dan mengetahui arti penting hidup bermasyarakat. Kata Kunci : Tradisi Ter-teran, sumber belajar, sejarah. Local tradition is a form of civic culture that lasted for generations. Without a cultural tradition may not beliving and lasting. The purpose of this research was to determine the presence of (1) background of tradition Ter-teran in Pakraman Jasri Village (2) implementation procession tradition Ter-teran (Fire War) in Pakraman Jasri and (3) to know aspects of the tradition Ter-teran (Fire War) were used as a source of learning history. The design used in this study is a descriptive design. The data in the preparation of this study consisted of primary data and secondary data were collected through interviews, observation, documentation and literature. Furthermore, the data were analyzed using qualitative descriptive analysis method. The results of this study are (1) Background implementation terteran tradition by villagers Pakraman Jasri that follow from the existence of lontar tattwa which requires implementing ngusabha dalem ceremonies and ngeterin, fears of distress and fear of things that are unseen, reinforcing the belief of the Hindu religion, and enhancing social solidarity. (2) Terteran tradition begin the implementation process of carrying out ceremonial ngusaba dalem offerings that deliver to ngatag nyerit,caru towards the water front and then carry out the tradition ofter-teran. (3) Aspects of the procession tradition Ter-teran (Fire War) isutilized as a source of learning the history of the historical aspectsrelating to the history, the tradition of terteran that must be known by the students, the educational aspects related to the learning materials according to the curriculum in 2013 that is characteristic society and culture terteran traditions and social aspects related to the knowledge of students in preserving local culture and know the importance of community life.keyword : Ter-Teran Tradition, learning resources, history
Co-Authors ., ABDUL GOFAR ., I Km Ega Mahendra ., I Made Ardi Sanjaya ., Kadek Ariasa ., Meri Yuliani ., NI MADE ERMAWATI ., Syamsia Dwi Wulandari A.A Istri Dewi Adhi Utami ABDUL GOFAR . Abdullah . Adnyana, I Kadek Agus Aflachatun Nia Agus Herry Sumardika . Agus Herry Sumardika ., Agus Herry Sumardika Alif Alfi Syahrin Anak Agung Ketut Agung Widiantari Anak Agung Ngurah Anom Kumbara Andela Safitri Andi Noprizal Sahar Antara, I Kadek Budi Arnawa, I Komang Krisna Aryandika, Made Ayu, Ni Nyoman Dharma Azura, Vina Bawazir, Ema Maulidya BAYU PRAMANA, I MADE Bayutha, Ida Bagus Rekha Bendi Yudha, I Made Berliana Dhea Shalsa Billa BUDIAPRILLIANA, LUH Cahyani, Kadek Gita Dedi . Delfin Reza Pahlefi Desak Made Oka Purnawati Desak Putu Wirastini . Dewa Ayu Made Satriawati . Dewi, Ni Wayan Risna Didin Samsul Maarif Dinata P, Yori Cigra Dr. Tuty Maryati,M.Pd . Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Dwi Kartika, I Gusti Kade Dwi Kerta Utama, I Made Ema Maulidya Bawazir Fani Haryadi Faradisa, Nuril Fathur Rozaq fengi, anastasia alwinda Fitriani, Herdiyana Fransisco, Leo G. Vann, Michael Gede Putra Yudistira, Cokorda Ghofur, Moh. Abd. Gulendra, I Wayan Hajiriah, Titi Laily Hardiman Hardiman Hardiman Hardiman Haryadi, Fani I Dewa Gede Yoga I Gede Astra Wesnawa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Kadek Dharma Tanaya . I Ketut Surata I Km Ega Mahendra . I Komang Wisujana Putra . I Made Ardi Sanjaya . I Made Budiana . I Made Pageh I Made Saryana I Made Sudana I Nengah Suandi I Nengah Suastika I Nengah Wirakesuma, I Nengah I Nyoman Dhana I Nyoman Sila I Putu Budiana . I Putu Sriartha I Putu Windu Mertha Sujana I Wayan Agus Suatmika . I Wayan Basi Arjana, I Wayan Basi I Wayan Kun Adnyana, I Wayan Kun I Wayan Lasmawan I Wayan Putra Yasa I Wayan Rai Rai, I Wayan Rai I Wayan Setem, I Wayan I Wayan Sujana I Wayan Widiana Ida Ayu Komang Sintia Dewi . Ida Bagus Made Astawa Iin Melya Parlina Indah Kumala Sari Irwan Nur Jayadwiana, I Made Jodog, I Made Kadek Ariasa . Kadek Gita Cahyani Kadek Riadi Panji Sagitha . Kadek Wirahyuni Kariana, I Nengah Karo, Hemi Sari Br Kasiani, Kasiani Ketut Sedana Arta Komang Nelly Sundari Kondra, I Wayan Kristiani, Putu Ery Kurniawan, Made Ferry Lola Utama Sitompul Luh Ayu Martasari M.Si Drs. I Ketut Margi . Maarif, Didin Samsul Made Dian Hermi . Made Dian Hermi ., Made Dian Hermi Made Ferry Kurniawan Made Wisnu Dwipayani . Made Wisnu Dwipayani ., Made Wisnu Dwipayani Maulana, Muhammad Ainul Yakin Meri Yuliani . Mochammad Iqbal Moh. Abd. Ghofur Muhammad Idris Mustika, I Ketut Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Suandi Ni Kadek Dian Lestari . Ni Kadek Rustini Wati . Ni Kadek Rustini Wati ., Ni Kadek Rustini Wati Ni Luh Wiwin Virdayanti . Ni Made Cristia Dewi . NI MADE ERMAWATI . Ni Putu Anggarista Sundari Ningsih NI Putu Swandewi Ni Wayan Yuliasih . Nia, Aflachatun Nindhia, Cokorda Istri Puspawati Ningsih, Ni Putu Anggarista Sundari Nur, Irwan Pahlefi, Delfin Reza Pande Ketut Ribek Pande Nyoman Suastawan . Parlina, Iin Melya Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Putra, Anak Agung Ramanda Putra, I Gusti Putu Ngurah Cahyana Ady Putra, I Putu Deva Maha Putu Admi Suryani . R. Ahmad Ginanjar Purnawibawa Raharjo, Anis Rozaq, Fathur Ruta, I Made Safitri, Andela Santana Sembiring Saputra, Kadek Dwi Martha Sari, Indah Kumala Sekar Wiranti Sembiring, Santana Sianto, Yeni Sidaryanti, Ni Nyoman Asri Silasana, I Putu Arya Sinaga , Firman siti rabiatul fajri, siti rabiatul Sitompul, Lola Utama Suarja , I Ketut Sucipta, I Wayan Adi Sukrawan, Kadek Edi Sulistio, Aprillia Devi Swandewi, Ni Putu Syamsia Dwi Wulandari . Terezawati, I Gusti Ayu Made Diana Vania Ratna Wedha . Vina Azura Wahyuniyati, Ni Made Walad, Muzakkir Wattini Wattini Wattini, Wattini Wayan Devi Damayanti . Wayan Karja Wedastri, Ni Luh Gede Mardewi Widiantari, Anak Agung Ketut Agung Windayani, Ni Luh Ika Wiranti, Sekar Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha Wirawan, Luh Berlian Maharani Yanti, Dewi Kusuma Yoga, I Dewa Gede Yoga, I Wayan Swantara Yosef Tjokropramono, Gd. Yudana, Komang Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah