Claim Missing Document
Check
Articles

Proses Transmisi Musik Keroncong Di Yayasan Keroncong Indonesia Adimas Akma Danish Azfar; Agus Cahyono; Muh Fakhrihun Naam
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keroncong music is one of Indonesia’s intangible cultural heritages that possesses significant historical, cultural, and aesthetic value; however, its sustainability is currently facing serious challenges amid globalization and shifting preferences among younger generations. A central issue lies in the disruption of regeneration processes, caused by the weakness of transmission mechanisms that are able to bridge tradition with contemporary life contexts. This study aims to examine the learning and transmission processes of keroncong music developed by Maestro Sundari Soekotjo at the Indonesian Keroncong Foundation (Yayasan Keroncong Indonesia, YAKIN) as a strategic model for keroncong conservation through education. The research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, documentation, and literature review, and were analyzed interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the keroncong transmission process at YAKIN implements contextual learning structured into four main stages: demonstration through modelling, meaning making through inquiry, discussion based on constructivism, and reflection accompanied by authentic assessment. This learning model not only emphasizes the acquisition of musical technical skills, but also encourages students to collectively construct historical, social, and cultural understandings of keroncong. The study concludes that the contextual learning approach implemented by Maestro Sundari Soekotjo plays an effective role in shaping younger generations as agents of preservation, while simultaneously serving as a conservation mechanism that sustains keroncong music as a living cultural heritage Keyword: keroncong; contextual learning, transmision, conservation, art education Abstrak Musik keroncong merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang memiliki nilai historis, kultural, dan estetis yang tinggi, namun keberlangsungannya menghadapi tantangan serius di tengah arus globalisasi dan perubahan preferensi generasi muda. Permasalahan utama yang dihadapi adalah terputusnya proses regenerasi akibat lemahnya mekanisme transmisi yang mampu menjembatani tradisi dengan konteks kehidupan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembelajaran dan transmisi musik keroncong yang dikembangkan oleh Maestro Sundari Soekotjo di Yayasan Keroncong Indonesia (YAKIN) sebagai model strategis dalam upaya konservasi keroncong melalui pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta telaah literatur, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transmisi musik keroncong di YAKIN menerapkan pembelajaran kontekstual dan terstruktur dalam empat tahapan utama, yaitu pemeragaan melalui modelling, pemaknaan melalui inquiry, diskusi berbasis konstruktivisme, serta refleksi yang disertai penilaian autentik. Model pembelajaran ini tidak hanya menekankan penguasaan teknik musikal, tetapi juga mendorong peserta didik untuk membangun pemahaman historis, sosial, dan kultural keroncong secara kolektif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Maestro Sundari Soekotjo berperan efektif dalam membentuk generasi muda sebagai agen pelestarian, sekaligus menjadi mekanisme konservasi yang mampu menjaga keberlanjutan musik keroncong sebagai warisan budaya yang hidup Kata kunci: keroncong; pembelajaran kontekstual, transmisi, konservasi, pendidikan seni  
Keluarga, Babad Wayang Banyumasan dan Layar Digital: Strategi Augmented Reality untuk Revitalisasi Budaya Banyumas Godham Eko Saputro; Muhammad Wildan Khunaefi; Muh Fakhrihun Naam; Maria Krisnawati; Anik Maghfiroh
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 26 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.26.1.22-36

Abstract

Revitalisasi budaya lokal dalam lanskap digital menuntut strategi visual yang kontekstual dan lintas generasi. Artikel ini mengkaji produksi augmented reality Babad Wayang Banyumasan sebagai medium edukatif dan interaktif untuk keluarga digital native. Fokus utama terletak pada tiga peran keluarga: sebagai agen transmisi budaya, sebagai target audiens lintas generasi, dan sebagai sumber nilai dalam narasi pewayangan. Kisah babad wayang Banyumasan yang sarat nilai kesetiaan, tanggung jawab, serta konflik anak dan orang tua menjadi landasan naratif yang relevan dengan dinamika keluarga modern. Penelitian menggunakan pendekatan desain tiga tahap: inspirasi (eksplorasi nilai lokal dan audiens), konsepsi (perumusan konsep narasi visual), dan implementasi (produksi augmented reality berbasis karakter lokal dan prinsip sinematik adaptif). Alih-alih memakai pola dramatik Barat, narasi dikembangkan berbasis nilai dan ritme budaya Banyumas. Hasilnya menunjukkan bahwa augmented reality ini berfungsi ganda: sebagai alat revitalisasi budaya dan jembatan komunikasi antar generasi dalam keluarga. Dengan menyematkan nilai-nilai lokal ke dalam medium visual kontemporer, Babad Wayang Banyumasan menawarkan model desain komunikasi yang relevan, etis, dan edukatif bagi keluarga Indonesia masa kini.
Kajian Semiotika Charles Peirce Dan Psikologi Warna Terhadap Arti Ayat Pada Kaligrafi Islam Digital Mtqn Korpri 2021 Hadi Alhail; Muh Fakhrihun Naam; Syahrul Syah Sinaga; Lilis Anggraini; Abdul Rahman Farras
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.11125

Abstract

Pertentangan paradigmatik pro dan kontra peluncuran kaligrafi Islam digital dalam Musabaqah Tilawahtil Qur’an Nasional (MTQN) Korpri 2021 menjadi tantangan khusus. Seni kaligrafi Islam digital dinilai sebagai celah kontradiktif yang berpotensi mengurangi esensi pemaknaan dan keindahan spiritual dari kaligrafi Islam yang terletak pada aturan kaidah baku menjadi puncak estetika kaligrafi Islam. Lalu, bagaimana makna dari karya peserta kaligrafi Islam digital MTQN Korpri 2021 dalam kajian semiotika Charles Peirce?, bagaimana hasil pemaknaan dalam psikologi warna pada karya peserta kaligrafi Islam digital MTQN Korpri 2021?, dan bagaimana relasi dari hasil kajian semiotika Charles Peirce dan psikologi warna terhadap arti ayat, esensi makna, serta keindahan spiritual pada karya peserta kaligrafi Islam digital MTQN Korpri 2021? Metode penelitian kualitatif, desain yang digunakan deskriptif analitik. Fakta penelitian dihasilkan pada pembedahan subyek karya kaligrafi Islam digital peserta MTQN Korpri tahun 2021 menggunakan teori semiotika Charles Sander Peirce dan teori warna serta penelusuran arti ayat untuk menemukan relasi makna karya terhadap arti ayat. Lokasi di Pesantren Kaligrafi Islam LEMKA. Durasi riset 2 bulan, sejak 14 Desember 2023-14 Februari 2024, populasi sebanyak 14 karya arsip MTQN Korpri Nasional 2021, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample yakni 2 karya peserta MTQN Korpri 2021 terbaik 1 putra dan putri. Kredibilitas data menggunakan triangulasi data, teknik analisis data menggunakan teknik model Spardley, teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi dokumen, wawancara dan diskusi/FGD. Intrument yang digunakan draft observasi, wawancara, analisis, kamera, dan perekam. Hasil kajian dan analisis membuktikan: (1) kajian semiotik karya terbaik 1 putra bermakna perasaan yang resah dan bermohon kepada Allah swt untuk berkumpul bersama golongan orang-orang yang sholeh dengan mengerjakan kebajikan yang diridhoi oleh Allah swt. Sedangkan karya terbaik 1 putri bermakna pengharapan yang besar untuk dikumpulkan dengan golongan orang-orang yang sholeh; (2) kajian psikologi warna pada karya terbaik 1 putra berarti realitas yang penuh tantangan dan sedih, sehingga manusia memohon untuk meraih kemakmuran yang abadi. Sedangkan karya terbaik 1 putri berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat terhadap dzat yang Maha Agung Allah swt, untuk meraih sinar kehidupan, kehangatan, ketenangan, dan suci; (3) relasi kajian semiotik dan psikologi warna terhadap arti ayat pada karya terbaik 1 putra dan putri hanya memiliki kesamaan makna pada harapan untuk digolongkan kepada orang-orang yang sholeh. Kajian ini membuktikan tidak terjadi perubahan esensi makna dari kaligrafi Islam digital. Selain itu, riset dan kajian ini membuktikan karya kaligrafi Islam digital memiliki unsur keindahan spiritual yang berasal dari khat atau tulisan Arab.  
The Relationship between the Use of the Ibis Paint X Application and the Motivation to Learn Fashion Design in Grade XI Students of Fashion Design at SMK Negeri 1 Salatiga Nur Rizki Amalia; Muh Fakhrihun Na'am
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v43i1.41792

Abstract

This study aims to examine the relationship between the use of the Ibis Paint X application and the motivation to learn to design fashion at SMK Negeri 1 Salatiga. This research is a quantitative approach research with a correlational design. The population in this study is all students of class XI fashion at SMK Negeri 1 Salatiga which totals 71 students, and the sample in this study uses total sampling, The sampling technique uses total sampling, namely making the population as a sample, there is a total sampling because the population is less than 100. The data collection technique used a Likert scale questionnaire. The data in this study were analyzed using descriptive and inferential statistics. Hypothesis test using Pearson correlation. The results of the study obtained that there was a significant relationship between the use of the Ibis Paint X application and the motivation to learn to design the fashion of grade XI students, the fashion show had a pearson correlation coefficient value of 0.559 and a significance value (sig. 2-tailed) of 0.000. This shows that there is a relationship between the use of the Ibis Paint X application and the motivation to learn to design fashion in grade XI students of fashion at SMK Negeri 1 Salatiga with the correlation category being.
Persepsi Mahasiswa Program Studi Kecantikan terhadap Artificial Intelligence Analisis Kulit Wajah Otomatis Aimar, Khairina; Fakhrihun Naam, Muh
Jurnal Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence) Vol 6 No 1 (2026): Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakaai.v6i1.1770

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk industri dan pendidikan kecantikan. Salah satu inovasi yang berkembang adalah teknologi AI Skin Functional yang memungkinkan analisis kulit wajah secara otomatis dan real-time. Namun, keberhasilan implementasi teknologi ini dalam pendidikan vokasi kecantikan sangat dipengaruhi oleh persepsi pengguna, khususnya mahasiswa sebagai calon praktisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa program studi kecantikan terhadap penerapan teknologi AI Skin Functional dalam analisis kulit wajah berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur perceived ease of use (PEOU) dan perceived usefulness (PU), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan dan manfaat teknologi AI Skin Functional. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi analisis kulit berbasis AI berpotensi besar untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan kecantikan guna mendukung transformasi digital industri kecantikan.
Creation of Batik With Sources of Icon Ideas and Buildings, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang for Knowlegde, Introduction and Academic Promotion Based on Creative Economy: Penciptaan Batik dengan Sumber Ide Ikon dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang untuk Ilmu, Pengenalan, dan Promosi Akademik Berbasis Ekonomi Kreatif Na'am, Muh Fakhrihun; Saputro, Godham Eko; Nurrohmah, Siti; Sidyawati, Lisa; Nurul Aini, Rizka; Alyaa Dori Rizqifa, Puttui; Hafidz Harsya, Noer
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 2 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i2.8666

Abstract

The creation of batik to introduce buildings that represent aesthetic institutions and harmony of motifs must involve elements of building science and icons. The creation process in this research requires exploration, improvisation, and product realization. Exploration was carried out through field observations to identify various forms of ornamentation on buildings within the Faculty of Engineering. The building at the Faculty of Engineering was then applied to the batik motif by combining several ornamental elements from the Faculty of Engineering icons, focusing on composition and harmony of form. This research is a continuation of previous applied research that has produced innovative batik products with high commercial value. The procedure for this research is to create work to make batik. The exploration stage consists of (1) field observations and exploring reference sources to find solutions to problems and (2) exploring the theoretical basis, sources and references, and visual references. The improvisation stage involves visualizing shape ideas; the final stage is the batik-making process. The expected results of this research include international journal articles, copyright, TKT level 5, and innovative batik products that provide insight into buildings, icons and the history of buildings within the Faculty of Engineering.
Co-Authors Abas Karend, Khanza Azizah Abdul Rahman Farras Adimas Akma Danish Azfar Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Aimar, Khairina Alfi Rifai Wahab Alfina, Zulfah Alyaa Dori Rizqifa, Puttui Amaliyah, Millatun Anik Maghfiroh Anisih, Endang Tri Apranadyanti, Nitya Athian, Muhammad Rahman Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas Bariroh, Bariroh Bella, Shafina Axa Budiharti Budiharti Cita Hapsari, Maria Magdalena Desi Utami Dwina Mada Kamila Eko Haryanto Eko Sugiarto Erna Setyowati Etty Soesilowati Fadlilah, Eftiyati Naila Faridah Nur Amalina Fauzia, Afifah Nur Godham Eko Saputro Godham Eko Saputro Hadi Alhail Hafidz Harsya, Noer Ifa Nurhayati Imron Rosyadi Innaz Muthia Aghnia Ismawan Ismawan Ismawan Ismawan, Ismawan Ismia, Ufik Nur Jatikusuma, Amellia Kasanah, Usfatun Kingkin Prasetyo Wati Krisnawatai, Maria Lilis Anggraini Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Lisa Andriani Maghfiroh, Anik MARIA BINTANG Maria Krisnawati Mega Fatimah Rosana Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan Muhammad Sahal Muhammad Wildan Khunaefi Muhammad Wildan Khunaefi Nana Kariada Trimartuti Nanda Delva Fitriyah Nazwan, Atikah Putri Nur Hamidah, Nur Nur Rizki Amalia Nurdiyanti, Andini Nurmasitah, Sita Nurul Aini, Rizka Nurul Kemala Dewi Oktaviana, ina Purbawati, Sih Yunika Rachmawati, Rina Rafelina, Gauri Saefudin, Muhammad Samsudin Anis Sicilia Sawitri Sidyawati, Lisa Siti Nurrohmah Siti Nurrohmah Soesilowaty, Etty Sri Endah Wahyuningsih Sri Endah Wahyuningsih Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto , Eko Supadmi, Tri Syahrul Syah Sinaga Syakir Syakir - syakir syakir Tri Supadmi Wadio, Wadio Wulansari Prasetyaningtyas, Wulansari Zairina, Nurul Farisah