Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA MOTIF TOMBAK KUNTUL NGLANGAK DALAM KARYA BATIK Nanda Delva Fitriyah; Muh Fakhrihun Naam
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45652

Abstract

This study was motivated by the general public’s particularly students’ lack of knowledge regarding the “tombak kuntul nglangak” motif and the symbolic meanings embedded in its form and application as a batik motif. In fact, this motif holds significant philosophical and cultural value as part of the preservation of traditional heritage through the art of batik. The objective of this study is to uncover and explain the meaning of the tombak kuntul nglangak motif in batik works using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. The method employed is qualitative descriptive, with data collection techniques including observation, interviews, literature review, and documentation conducted at several locations in Jepara and Surakarta, involving heritage collectors, museum curators, and batik artisans. The results of the study indicate that the tombak kuntul nglangak motif carries profound symbolic meanings, serving as a representation of life values, spirituality, and cultural identity. This motif functions not only as an aesthetic element but also as a medium for cultural education and preservation, capable of enhancing public understanding of traditional heritage and enriching innovation in the art of batik.
Character Education Values in Banyumulek Pottery of Lombok: From the Perspectives of the Pancasila Student Profile and Ethnopedagogy Nurul Kemala Dewi; Eko Haryanto; Syakir Syakir; Muh. Fakhrihun Naam
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1496

Abstract

This study aims to analyze the character education values embedded in Banyumulek pottery of Lombok from the perspective of the Pancasila Student Profile and Ethnopedagogy. This research adopts a qualitative approach. Data collection was conducted through relevant literature reviews, observation and interviews. Data analysis employed a inductive-deductive approach. In general, an inductive approach was employed to address the research objectives by interpreting the data and explaining the findings through existing theories and literature; specifically, a deductive approach was utilized to outline the six-dimensional theory and validate its application to Banyumulek pottery. The findings reveal that six dimensions of the Pancasila Student Profile are reflected in Banyumulek pottery of Lombok, namely: 1) The Faith dimension, demonstrated through the belanger stage, obedience to Allah SWT.; 2) The Global Diversity dimension, expressed through mutual respect; 3) The Mutual Cooperation dimension, evident in the spirit of helping one anothers; 4) The Independence dimension, reflected in the self-reliance of artisans in creating pottery; 5) The Critical Reasoning dimension, indicated by the persistence in preserving pottery; and 6) The Creativity dimension, seen in the efforts to innovate by creating new pottery designs. This study offers a connection between traditional crafts and the framework of modern education.
REALITAS PENGUNJUNG DAN RESPON MUSEUM SOEGARDA PURBALINGGA: PEMBANGUNAN DESAIN EDUTAINMENT MEDIA AUGMENTED REALITY SEBAGAI INOVASI KONSERVASI BUDAYA : VISITORS' REALITY AND RESPONSE OF SOEGARDA MUSEUM PURBALINGGA: DEVELOPMENT OF AUGMENTED REALITY MEDIA EDUTAINMENT DESIGN AS A CULTURAL CONSERVATION INNOVATION Godham Eko Saputro; Muhammad Wildan Khunaefi; Muh Fakhrihun Na’am; Siti Nurrohmah; Ifa Nurhayati
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 11 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v11i1.11184

Abstract

Era globalisasi telah memberikan normalisasi digital dan perubahan selera belajar pada berbagai aspek, termasuk museum. Museum Soegarda Purbalingga mengalami tantangan dalam adaptasi digital dan selera belajar pengunjung. Tujuan studi ini adalah meningkatkan minat belajar pengunjung dan adaptasi digital museum melalui Augmented Reality (AR). Studi ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dan triangulasi data untuk validitas. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan AR di Museum memiliki dampak signifikan dan positif terhadap minat pengunjung untuk belajar lebih banyak tentang artefak dan budaya lokal. Nilai korelasi (r) sebesar 0.86 menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara efektivitas AR dan motivasi pengunjung. Analisis statistik menunjukkan nilai t sebesar 4.89 dengan derajat kebebasan 9, menunjukkan signifikansi statistik tinggi (p < 0.05). Secara keseluruhan, hasil studi ini mendukung bahwa AR dapat menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan menyenangkan, memberikan dasar kuat untuk penggunaan teknologi AR dalam strategi konservasi dan edukasi museum.
Proses Transmisi Musik Keroncong Di Yayasan Keroncong Indonesia Adimas Akma Danish Azfar; Agus Cahyono; Muh Fakhrihun Naam
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keroncong music is one of Indonesia’s intangible cultural heritages that possesses significant historical, cultural, and aesthetic value; however, its sustainability is currently facing serious challenges amid globalization and shifting preferences among younger generations. A central issue lies in the disruption of regeneration processes, caused by the weakness of transmission mechanisms that are able to bridge tradition with contemporary life contexts. This study aims to examine the learning and transmission processes of keroncong music developed by Maestro Sundari Soekotjo at the Indonesian Keroncong Foundation (Yayasan Keroncong Indonesia, YAKIN) as a strategic model for keroncong conservation through education. The research employs a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, documentation, and literature review, and were analyzed interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the keroncong transmission process at YAKIN implements contextual learning structured into four main stages: demonstration through modelling, meaning making through inquiry, discussion based on constructivism, and reflection accompanied by authentic assessment. This learning model not only emphasizes the acquisition of musical technical skills, but also encourages students to collectively construct historical, social, and cultural understandings of keroncong. The study concludes that the contextual learning approach implemented by Maestro Sundari Soekotjo plays an effective role in shaping younger generations as agents of preservation, while simultaneously serving as a conservation mechanism that sustains keroncong music as a living cultural heritage Keyword: keroncong; contextual learning, transmision, conservation, art education Abstrak Musik keroncong merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang memiliki nilai historis, kultural, dan estetis yang tinggi, namun keberlangsungannya menghadapi tantangan serius di tengah arus globalisasi dan perubahan preferensi generasi muda. Permasalahan utama yang dihadapi adalah terputusnya proses regenerasi akibat lemahnya mekanisme transmisi yang mampu menjembatani tradisi dengan konteks kehidupan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pembelajaran dan transmisi musik keroncong yang dikembangkan oleh Maestro Sundari Soekotjo di Yayasan Keroncong Indonesia (YAKIN) sebagai model strategis dalam upaya konservasi keroncong melalui pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, serta telaah literatur, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses transmisi musik keroncong di YAKIN menerapkan pembelajaran kontekstual dan terstruktur dalam empat tahapan utama, yaitu pemeragaan melalui modelling, pemaknaan melalui inquiry, diskusi berbasis konstruktivisme, serta refleksi yang disertai penilaian autentik. Model pembelajaran ini tidak hanya menekankan penguasaan teknik musikal, tetapi juga mendorong peserta didik untuk membangun pemahaman historis, sosial, dan kultural keroncong secara kolektif. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual yang diterapkan oleh Maestro Sundari Soekotjo berperan efektif dalam membentuk generasi muda sebagai agen pelestarian, sekaligus menjadi mekanisme konservasi yang mampu menjaga keberlanjutan musik keroncong sebagai warisan budaya yang hidup Kata kunci: keroncong; pembelajaran kontekstual, transmisi, konservasi, pendidikan seni  
Keluarga, Babad Wayang Banyumasan dan Layar Digital: Strategi Augmented Reality untuk Revitalisasi Budaya Banyumas Godham Eko Saputro; Muhammad Wildan Khunaefi; Muh Fakhrihun Naam; Maria Krisnawati; Anik Maghfiroh
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 26 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.26.1.22-36

Abstract

Revitalisasi budaya lokal dalam lanskap digital menuntut strategi visual yang kontekstual dan lintas generasi. Artikel ini mengkaji produksi augmented reality Babad Wayang Banyumasan sebagai medium edukatif dan interaktif untuk keluarga digital native. Fokus utama terletak pada tiga peran keluarga: sebagai agen transmisi budaya, sebagai target audiens lintas generasi, dan sebagai sumber nilai dalam narasi pewayangan. Kisah babad wayang Banyumasan yang sarat nilai kesetiaan, tanggung jawab, serta konflik anak dan orang tua menjadi landasan naratif yang relevan dengan dinamika keluarga modern. Penelitian menggunakan pendekatan desain tiga tahap: inspirasi (eksplorasi nilai lokal dan audiens), konsepsi (perumusan konsep narasi visual), dan implementasi (produksi augmented reality berbasis karakter lokal dan prinsip sinematik adaptif). Alih-alih memakai pola dramatik Barat, narasi dikembangkan berbasis nilai dan ritme budaya Banyumas. Hasilnya menunjukkan bahwa augmented reality ini berfungsi ganda: sebagai alat revitalisasi budaya dan jembatan komunikasi antar generasi dalam keluarga. Dengan menyematkan nilai-nilai lokal ke dalam medium visual kontemporer, Babad Wayang Banyumasan menawarkan model desain komunikasi yang relevan, etis, dan edukatif bagi keluarga Indonesia masa kini.
Kajian Semiotika Charles Peirce Dan Psikologi Warna Terhadap Arti Ayat Pada Kaligrafi Islam Digital Mtqn Korpri 2021 Hadi Alhail; Muh Fakhrihun Naam; Syahrul Syah Sinaga; Lilis Anggraini; Abdul Rahman Farras
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v8i1.11125

Abstract

Pertentangan paradigmatik pro dan kontra peluncuran kaligrafi Islam digital dalam Musabaqah Tilawahtil Qur’an Nasional (MTQN) Korpri 2021 menjadi tantangan khusus. Seni kaligrafi Islam digital dinilai sebagai celah kontradiktif yang berpotensi mengurangi esensi pemaknaan dan keindahan spiritual dari kaligrafi Islam yang terletak pada aturan kaidah baku menjadi puncak estetika kaligrafi Islam. Lalu, bagaimana makna dari karya peserta kaligrafi Islam digital MTQN Korpri 2021 dalam kajian semiotika Charles Peirce?, bagaimana hasil pemaknaan dalam psikologi warna pada karya peserta kaligrafi Islam digital MTQN Korpri 2021?, dan bagaimana relasi dari hasil kajian semiotika Charles Peirce dan psikologi warna terhadap arti ayat, esensi makna, serta keindahan spiritual pada karya peserta kaligrafi Islam digital MTQN Korpri 2021? Metode penelitian kualitatif, desain yang digunakan deskriptif analitik. Fakta penelitian dihasilkan pada pembedahan subyek karya kaligrafi Islam digital peserta MTQN Korpri tahun 2021 menggunakan teori semiotika Charles Sander Peirce dan teori warna serta penelusuran arti ayat untuk menemukan relasi makna karya terhadap arti ayat. Lokasi di Pesantren Kaligrafi Islam LEMKA. Durasi riset 2 bulan, sejak 14 Desember 2023-14 Februari 2024, populasi sebanyak 14 karya arsip MTQN Korpri Nasional 2021, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample yakni 2 karya peserta MTQN Korpri 2021 terbaik 1 putra dan putri. Kredibilitas data menggunakan triangulasi data, teknik analisis data menggunakan teknik model Spardley, teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi dokumen, wawancara dan diskusi/FGD. Intrument yang digunakan draft observasi, wawancara, analisis, kamera, dan perekam. Hasil kajian dan analisis membuktikan: (1) kajian semiotik karya terbaik 1 putra bermakna perasaan yang resah dan bermohon kepada Allah swt untuk berkumpul bersama golongan orang-orang yang sholeh dengan mengerjakan kebajikan yang diridhoi oleh Allah swt. Sedangkan karya terbaik 1 putri bermakna pengharapan yang besar untuk dikumpulkan dengan golongan orang-orang yang sholeh; (2) kajian psikologi warna pada karya terbaik 1 putra berarti realitas yang penuh tantangan dan sedih, sehingga manusia memohon untuk meraih kemakmuran yang abadi. Sedangkan karya terbaik 1 putri berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat terhadap dzat yang Maha Agung Allah swt, untuk meraih sinar kehidupan, kehangatan, ketenangan, dan suci; (3) relasi kajian semiotik dan psikologi warna terhadap arti ayat pada karya terbaik 1 putra dan putri hanya memiliki kesamaan makna pada harapan untuk digolongkan kepada orang-orang yang sholeh. Kajian ini membuktikan tidak terjadi perubahan esensi makna dari kaligrafi Islam digital. Selain itu, riset dan kajian ini membuktikan karya kaligrafi Islam digital memiliki unsur keindahan spiritual yang berasal dari khat atau tulisan Arab.  
The Relationship between the Use of the Ibis Paint X Application and the Motivation to Learn Fashion Design in Grade XI Students of Fashion Design at SMK Negeri 1 Salatiga Nur Rizki Amalia; Muh Fakhrihun Na&#039;am
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 43 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v43i1.41792

Abstract

This study aims to examine the relationship between the use of the Ibis Paint X application and the motivation to learn to design fashion at SMK Negeri 1 Salatiga. This research is a quantitative approach research with a correlational design. The population in this study is all students of class XI fashion at SMK Negeri 1 Salatiga which totals 71 students, and the sample in this study uses total sampling, The sampling technique uses total sampling, namely making the population as a sample, there is a total sampling because the population is less than 100. The data collection technique used a Likert scale questionnaire. The data in this study were analyzed using descriptive and inferential statistics. Hypothesis test using Pearson correlation. The results of the study obtained that there was a significant relationship between the use of the Ibis Paint X application and the motivation to learn to design the fashion of grade XI students, the fashion show had a pearson correlation coefficient value of 0.559 and a significance value (sig. 2-tailed) of 0.000. This shows that there is a relationship between the use of the Ibis Paint X application and the motivation to learn to design fashion in grade XI students of fashion at SMK Negeri 1 Salatiga with the correlation category being.
Persepsi Mahasiswa Program Studi Kecantikan terhadap Artificial Intelligence Analisis Kulit Wajah Otomatis Aimar, Khairina; Fakhrihun Naam, Muh
Jurnal Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence) Vol 6 No 1 (2026): Pustaka AI (Pusat Akses Kajian Teknologi Artificial Intelligence)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakaai.v6i1.1770

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan di berbagai sektor, termasuk industri dan pendidikan kecantikan. Salah satu inovasi yang berkembang adalah teknologi AI Skin Functional yang memungkinkan analisis kulit wajah secara otomatis dan real-time. Namun, keberhasilan implementasi teknologi ini dalam pendidikan vokasi kecantikan sangat dipengaruhi oleh persepsi pengguna, khususnya mahasiswa sebagai calon praktisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi mahasiswa program studi kecantikan terhadap penerapan teknologi AI Skin Functional dalam analisis kulit wajah berdasarkan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur perceived ease of use (PEOU) dan perceived usefulness (PU), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan dan manfaat teknologi AI Skin Functional. Temuan ini mengindikasikan bahwa teknologi analisis kulit berbasis AI berpotensi besar untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan kecantikan guna mendukung transformasi digital industri kecantikan.
Co-Authors Abas Karend, Khanza Azizah Abdul Aziz Abdul Rahman Farras Adimas Akma Danish Azfar Aghnia, Innaz Muthia Agus Cahyono Agus Cahyono Agus Cahyono Aimar, Khairina Alfi Rifai Wahab Alfina, Zulfah Amaliyah, Millatun Anik Maghfiroh Anisih, Endang Tri Apranadyanti, Nitya Arif Fiyanto Athian, Muhammad Rahman Aulia Pambajeng Miftahunnajah, Nimas Bangkit Sanjaya Bariroh, Bariroh Bella, Shafina Axa Budiharti Budiharti Cita Hapsari, Maria Magdalena Desi Utami Dwina Mada Kamila Eko Haryanto Eko Haryanto Eko Sugiarto Erna Setyowati Etty Soesilowati Fadlilah, Eftiyati Naila Faridah Nur Amalina Fauzia, Afifah Nur Godham Eko Saputro Godham Eko Saputro Hadi Alhail Ifa Nurhayati Imron Rosyadi Innaz Muthia Aghnia Ismawan Ismawan Ismawan Ismawan, Ismawan Ismia, Ufik Nur Jatikusuma, Amellia Kasanah, Usfatun Kemal Budi Mulyono Kingkin Prasetyo Wati Krisnawatai, Maria Lilis Anggraini Lindawati Lindawati Lindawati Lindawati Lisa Andriani Maghfiroh, Anik MARIA BINTANG Maria Krisnawati Mega Fatimah Rosana Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan Muhammad Sahal Muhammad Wildan Khunaefi Muhammad Wildan Khunaefi Nana Kariada Trimartuti Nanda Delva Fitriyah Nazwan, Atikah Putri Nur Hamidah, Nur Nur Rizki Amalia Nurdiyanti, Andini Nurmasitah, Sita Nurul Kemala Dewi Oktaviana, ina Purbawati, Sih Yunika Rachmawati, Rina Rafelina, Gauri Retnoningrum Hidayah Saefudin, Muhammad Samsudin Anis Sicilia Sawitri Siti Nurrohmah Soesilowaty, Etty Sri Endah Wahyuningsih Sri Endah Wahyuningsih Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sugiarto , Eko Supadmi, Tri Syahrul Syah Sinaga Syakir Syakir - syakir syakir Tri Supadmi Wadio, Wadio Wulansari Prasetyaningtyas, Wulansari Zairina, Nurul Farisah