p-Index From 2021 - 2026
6.254
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Komputer dan Informatika (JITEKI) Kitektro Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Kreativitas PKM JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) JURNAL MUTIARA NERS Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications (MECHTA) Journal of Education Research Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi SASKARA: Indonesian Journal of Society Studies Bacarita Law Journal Journal Keperawatan YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya MASALIQ: Jurnal Pendidikan dan Sains 12 Waiheru ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts Jurnal Rekayasa elektrika Jurnal Restorative Jurnal INFOTEL West Science Social and Humanities Studies Al-Bayyinah PESARE: Science and Engineering Service Journal JURNAL BUANA Indonesian Journal of Emerging Trends in Community Empowerment Mangabdi: Journal of Community Engagement in Religion, Social, and Humanities DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Agroscript: Journal of Applied Agricultural Sciences Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-Nilai Kearifan Lokal Maluku dalam Hidden curriculum: Strategi Membangun Perdamaian dan Toleransi di Sekolah Dasar Afdhal, Afdhal; Manuputty , Feky; Litaay, Simona Christina Hendrika; Makaruku, Nathalia Debby
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1707

Abstract

Isu intoleransi dan konflik di kalangan siswa di wilayah yang kaya akan keberagaman, seperti Maluku, menuntut adanya pendekatan pendidikan yang dapat menanamkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan nilai-nilai kearifan lokal Maluku dalam hidden curriculum sebagai strategi untuk membangun toleransi dan perdamaian di sekolah dasar. Nilai-nilai lokal seperti Pela, Gandong, Famili, Badati, Masohi, dan Ma’anu memiliki peran penting dalam membentuk norma sosial yang tidak tercantum secara eksplisit dalam kurikulum formal, namun diinternalisasikan melalui interaksi sehari-hari di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di beberapa sekolah dasar di Maluku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hidden curriculum berbasis kearifan lokal berhasil meningkatkan toleransi dan perdamaian di kalangan siswa. Pela dan Gandong, sebagai simbol ikatan persaudaraan lintas agama dan wilayah, diintegrasikan melalui kegiatan kolaboratif antar siswa yang menekankan persatuan. Nilai Famili membentuk budaya kekeluargaan di sekolah, menciptakan lingkungan yang inklusif, saling menghormati, dan solidaritas untuk mencegah konflik. Selain itu, Badati dan Masohi, yang menekankan kerja sama melalui gotong royong, diterapkan dalam pembelajaran berbasis proyek dan kegiatan komunitas. Nilai Ma’anu mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan, memperkuat pendidikan karakter, dan mendorong terciptanya perdamaian di lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa hidden curriculum berbasis kearifan lokal Maluku dapat menjadi strategi efektif dalam menciptakan generasi yang toleran dan menjunjung perdamaian.
Image Segmentation Performance using Deeplabv3+ with Resnet-50 on Autism Facial Classification Melinda, Melinda; Aqif, Hurriyatul; Junidar, Junidar; Oktiana, Maulisa; Binti Basir, Nurlida; Afdhal, Afdhal; Zainal, Zulfan
JURNAL INFOTEL Vol 16 No 2 (2024): May 2024
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v16i2.1144

Abstract

In recent years, significant advancements in facial recognition technology have been marked by the prominent use of convolutional neural networks (CNN), particularly in identification applications. This study introduces a novel approach to face recognition by employing ResNet-50 in conjunction with the DeepLabV3 segmentation method. The primary focus of this research lies in the thorough analysis of ResNet-50's performance both without and with the integration of DeepLabV3+ segmentation, specifically in the context of datasets comprising faces of children on the autism spectrum (ASD). The utilization of DeepLabV3+ serves a dual purpose: firstly, to mitigate noise within the datasets, and secondly, to eliminate unnecessary features, ultimately enhancing overall accuracy. Initial results obtained from datasets without segmentation demonstrate a commendable accuracy of 83.7%. However, the integration of DeepLabV3+ yields a substantial improvement, with accuracy soaring to 85.9%. The success of DeepLabV3+ in effectively segmenting and reducing noise within the dataset underscores its pivotal role in refining facial recognition accuracy. In essence, this study underscores the pivotal role of DeepLabV3+ in the realm of facial recognition, showcasing its efficacy in reducing noise and eliminating extraneous features from datasets. The tangible outcome of increased accuracy of 85.9% post-segmentation lends credence to the assertion that DeepLabV3+ significantly contributes to refining the precision of facial recognition systems, particularly when dealing with datasets featuring faces of children on the autism spectrum.
EstablisPengembangan Kriteria Kesesuaian Lahan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dengan Metode Boundary Linehing Land Suitability Criteria for Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Using Boundary Line Method Afdhal, Afdhal; Kaido, Boris; Syahputri, Sri Oktika; Agriani, Feri; Zakaria, Zakaria
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 6 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v6i2.2019

Abstract

Penyusunan kriteria kesesuaian lahak kelapa sawit berdasarkan pendekatan produksi diperlukan untuk mengetahui potensi lahan secara optimal. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk tujuan ini adalah metode boundary line. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan garis batas dengan sekat produksi untuk menentukan kriteria kesesuaian lahan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan data sekunder produksi dan parameter kualitas tanah dari PT. Darmex Agro tahun 2020. Produksi yang digunakan adalah produksi teraan, selanjutnya stepwise regresi digunakan untuk menentukan faktor utama yang mempengaruhi produksi. Hasil penelitian mendapatkan parameter yang paling berpengaruh dalam penentuan kelas lahan pada sampel penelitian adalah C-Organik, K-dd, Na-dd, KTK, KB, fraksi pasir dan liat. Kelas lahan S1 untuk semua parameter tersebut adalah > 1,14% untk C-Organik, KTK > 6,83 m.e 100 g-1, KB > 3,33%, fraksi liat > 10,57%, fraksi pasir < 70,30%, K-dd > > 0,07 m.e x100 g-1 dan Na-dd < 0,11 m.e x 100 g-1. Produksi akan meningkat seiring dengan kenaikan C-Organik, K-dd, KTK, KB dan fraksi liat, sebaliknya produksi menurun seiring meningkatnya Na-dd dan fraksi pasir.
From Anthropocentric to Biocentric: Reforming Sociology Education through Hidden Curriculum to Prepare Sustainability-Oriented Teachers in Maluku Afdhal, Afdhal; Manuputty, Feky; Makaruku, Nathalia Debby
12 Waiheru Vol. 11 No. 2 (2025): 12 Waiheru
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70872/12waiheru.v11i2.361

Abstract

The reform of sociology education in the context of sustainability demands a paradigm shift from anthropocentric to biocentric thinking, particularly in preparing future teachers to internalise sustainability values rooted in local wisdom. This study aims to identify and analyse the role of the hidden curriculum in embedding sustainability values in prospective teachers in Maluku, within the context of sociology education. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, document analysis, and focus group discussions (FGDs) involving the Department of Sociology at Universitas Pattimura and selected secondary schools in the Maluku region. The findings reveal that sustainability values are implicitly instilled through local cultural practices, such as Pela Gandong (social solidarity), Sasi Laut (customary marine conservation), and gotong royong (social and economic sustainability). Additionally, local historical narratives and myths contribute to students' ecological awareness. The study highlights the strategic potential of sociology education in shaping a sustainability-oriented mindset among future educators. Its novelty lies in identifying a contextual and applicable model of hidden curriculum based on local wisdom. The main recommendation is to design a more explicit curriculum that integrates sustainability values into both conceptual and practical dimensions of teaching and learning.
Workshop Pengembangan Projek Kreatif dan Kewirausahaan di SMK Negeri 1 Labuhanhaji Timur, Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2025 Ben, Hasbaini; Maulina, Dian; Rusnanda, Resky; Amri, Asbahrul; Saputra, Devi Satria; Afdhal, Afdhal; Mislina, Mislina; Izzah , Cut Indah Nurul
DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): DCS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 2 Nomor 2, Desember 2025
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/dcs.v2i2.134

Abstract

kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan tujuan meningkatkan kompetensi siswa SMK Negeri 1 Labuhanhaji Timur Kabupaten Aceh Selatan dalam mengembangkan projek kreatif dan kewirausahaan melalui validasi ide produk dan jasa berbasis prototipe awal. Dalam konteks pendidikan vokasi, kemampuan merancang produk inovatif dan menguji kelayakannya merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa agar mampu bersaing di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha mandiri. Workshop ini menghadirkan narasumber Hasbaini, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pemahaman mengenai tahapan pengembangan ide, teknik pembuatan prototipe awal, serta strategi validasi ide berdasarkan kebutuhan pasar. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, serta praktik langsung penyusunan prototipe sederhana oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dalam menganalisis peluang usaha, mengembangkan ide kreatif, serta mempresentasikan prototipe awal secara lebih terstruktur. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam merancang produk yang memiliki nilai guna dan potensi komersial. Secara keseluruhan, workshop ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kompetensi kewirausahaan siswa SMK serta mendukung implementasi pembelajaran berbasis projek secara lebih efektif.
From Anthropocentric to Biocentric: Reforming Sociology Education through Hidden Curriculum to Prepare Sustainability-Oriented Teachers in Maluku Afdhal, Afdhal; Manuputty, Feky; Makaruku, Nathalia Debby
12 Waiheru Vol. 11 No. 2 (2025): 12 Waiheru
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70872/12waiheru.v11i2.361

Abstract

The reform of sociology education in the context of sustainability demands a paradigm shift from anthropocentric to biocentric thinking, particularly in preparing future teachers to internalise sustainability values rooted in local wisdom. This study aims to identify and analyse the role of the hidden curriculum in embedding sustainability values in prospective teachers in Maluku, within the context of sociology education. Using a qualitative case study approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, document analysis, and focus group discussions (FGDs) involving the Department of Sociology at Universitas Pattimura and selected secondary schools in the Maluku region. The findings reveal that sustainability values are implicitly instilled through local cultural practices, such as Pela Gandong (social solidarity), Sasi Laut (customary marine conservation), and gotong royong (social and economic sustainability). Additionally, local historical narratives and myths contribute to students' ecological awareness. The study highlights the strategic potential of sociology education in shaping a sustainability-oriented mindset among future educators. Its novelty lies in identifying a contextual and applicable model of hidden curriculum based on local wisdom. The main recommendation is to design a more explicit curriculum that integrates sustainability values into both conceptual and practical dimensions of teaching and learning.
Sosialisasi Pemanfaatan Area Kosong Metode Intercropping Lahan Kelapa Sawit Fase TBM di Desa Tanjung Rambutan Kampar Riau Agriani, Feri; Syahputri, Sri Oktika; Kaido, Boris; Afdhal, Afdhal; Wandana, Fajar Aga
Indonesian Journal of Emerging Trends in Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT Hakhara Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71383/ijetce.v3i2.102

Abstract

The intercropping system on oil palm plantations in the Immature Plant (IMT) phase is a cultivation technique that utilizes the empty space between young oil palm plantations by planting other commodities with economic value. This practice not only provides additional income while the oil palm plantations have not yet entered the production period, but also plays a role in increasing soil fertility, reducing erosion, and optimizing the use of space on plantation land. Starting from this potential, this Community Service (PKM) activity aims to improve the understanding and skills of farmers in Tanjung Rambutan Village, Kampar, in applying the intercropping method on IMT land. The main problems faced by farmers are dependence on oil palm as the sole source of income, minimal knowledge of IMT land management, and limited capital and access to information. This PKM was implemented from April–June 2025 through the stages of needs surveys, extension, technical training, and evaluation. Extension was carried out through lectures, interactive discussions, leaflet distribution, and field demonstrations on land management techniques, selection of economically valuable intercrops, and plant spacing. The results of the activity showed an increase in farmers' understanding of the intercropping concept and an emerging interest in implementing the technique independently. The intercropping method has been shown to potentially increase farmer incomes during the TBM phase while improving soil quality, consistent with previous research. This program is expected to be the first step towards implementing sustainable agriculture through mentoring and further training in the region..
Manajemen bakat di era kecerdasan buatan dan pembelajaran personal: strategi meningkatkan keberhasilan belajar mahasiswa pendidikan tinggi Ildawati, Titis; Nefiyarni, Nefiyarni; Afdhal, Afdhal
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026421jpgi0005

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan tinggi, terutama dalam cara lembaga dan dosen mengenali serta mengembangkan potensi mahasiswa. Dalam konteks ini, manajemen bakat menjadi elemen strategis dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan praktik manajemen bakat di era kecerdasan buatan dan pembelajaran personal, serta mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan keberhasilan belajar mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 80 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2021–2025, mencakup jurnal bereputasi internasional (Scopus Q1–Q3) dan nasional (SINTA 1–2). Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik yang mencakup empat fokus utama: (1) konstruksi dan dinamika manajemen bakat di pendidikan tinggi, (2) pemanfaatan AI untuk personalisasi pembelajaran, (3) hubungan antara pengelolaan bakat dan keberhasilan belajar, serta (4) implikasi kebijakan bagi lembaga pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sistem berbasis data dan AI dapat memperkuat proses identifikasi bakat, meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa, serta memperkaya strategi pembelajaran individual. Studi ini menegaskan bahwa manajemen bakat bukan hanya instrumen pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga fondasi bagi terwujudnya pendidikan tinggi berkelanjutan yang mendukung capaian Sustainable Development Goal 4 (Quality Education).
Membangun Kota Humanis: Perbandingan Taman Ramah Anak di Jakarta dan Taman Edukatif Bersejarah di Ambon Siregar, Yuanita Aprilandini; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11187

Abstract

Studi ini membandingkan dua model taman kota yaitu Taman Ramah Anak di Jakarta dan Taman Edukatif Bersejarah di Ambon dalam kerangka pembangunan kota humanis Kota humanis adalah konsep perkotaan yang mengutamakan kesejahteraan sosial keamanan dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk anak anak dan komunitas lokal Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kedua taman mengakomodasi kebutuhan pengunjung melalui analisis aspek desain fungsi dan nilai sosial yang terkandung di dalamnya Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi langsung wawancara semi terstruktur dengan pengunjung serta pengelola taman dan analisis dokumen kebijakan pengelolaan ruang publik Taman Lapangan Banteng di Jakarta dikaji sebagai contoh taman ramah anak hasil revitalisasi yang menyediakan fasilitas bermain aman edukatif dan menarik Sementara itu Taman Museum Gong Perdamaian Dunia di Ambon diteliti sebagai taman edukatif bersejarah yang berfungsi sebagai ruang refleksi rekreasi dan interaksi sosial antar generasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa taman di Jakarta menekankan aspek perkembangan anak dengan prioritas pada keamanan kenyamanan dan estetika sedangkan taman di Ambon mengedepankan nilai historis dan sosial Studi ini merekomendasikan integrasi konsep edukasi dan keamanan serta tata kelola berkelanjutan untuk memperkuat fungsi sosial dan budaya taman kota < p>
Menjadi Orang Ambon: Integrasi Sosial Migran dan Rekonstruksi Identitas Pasca Konflik Rieuwpassa, Sarmalina; Lalihun, Ishaka; Afdhal, Afdhal
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11616

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses integrasi sosial dan rekonstruksi identitas para migran di Kota Ambon pasca konflik sosial yang melanda wilayah tersebut pada awal 2000 an Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif wawancara mendalam dan studi dokumentasi di kawasan Waringin Cap Ambon Hasil kajian menunjukkan bahwa migran lama yang telah bermukim sebelum konflik memiliki sikap akomodatif dan berhasil merekonstruksi identitas diri sebagai bagian dari orang Ambon dengan menanamkan nilai hidup orang basudara< em> sebagai simpul identitas kolektif yang khas Pasca konflik integrasi sosial terjadi secara bertahap dengan terbentuknya relasi sosial yang ditandai oleh sikap saling menghargai kerja sama dan solidaritas antar sesama migran baik lama maupun baru Namun demikian migran yang datang setelah konflik cenderung memperlihatkan sikap individualistik emotif dan reaktif terhadap perbedaan sehingga menimbulkan potensi keretakan sosial yang meski kecil tetap berisiko bagi kohesi masyarakat Peran tokoh agama dan masyarakat terbukti vital dalam menjaga harmoni dan menyelesaikan potensi konflik Kebaruan dari kajian ini terletak pada penemuan mengenai dinamika konstruksi identitas kultural pasca konflik oleh komunitas migran serta pentingnya integrasi sosial berbasis nilai lokal dalam membangun masyarakat multikultural yang damai Kajian ini merekomendasikan pentingnya penguatan nilai nilai lokal seperti hidup orang basudara< em> sebagai fondasi dalam pengembangan teori dan praktik integrasi sosial dalam kajian sosiologi < p>
Co-Authors Adriman, Ramzi Adriman, Ramzi Afdhal Afdhal Agustia, Nofrita Ahyuni Ahyuni Ainal Mardhiah Akbar Akbar Alfarizi, Khalis Amallya, Rania Amri, Asbahrul Angraina, Dilla Apriliani, Nafa Dwi Aqif, Hurriyatul Asfianda, Muhammad Away, Yuwaldi Ben, Hasbaini Beni Aulia, Beni Bigharta Bekti Susetyo Binti Basir, Nurlida Boris Kaido Chairuman Desiana Desiana, Desiana Dhiaul Qadri Elizar Elizar Elvin, Said Devi Ernawati Ernawati Fadhla, Fadhla Fajar Aga Wandana Febriandi Febriandi, Febriandi Feri Agriani Fitri, Rahmadini Awlya Fitriadi, Nuzuli Fonna, Syarizal Gani, Azhar Abdul Haimi Ardiansyah Hasbaini, Hasbaini Haulussy, Rais Rahman Husni Husni Ildawati, Titis imam maulana, imam Immu Puteri Sari Isneini Isneini, Isneini Izzah , Cut Indah Nurul Jamni, Teuku Jannah, Dina Miftahul Johanda, Azra Sastya Junidar, Junidar Junita Putri, Siska Kahlil Muchtar Khaira, Fadhilatul Khairani Khairani Lailatur Rahmi Lalihun, Ishaka Leonardo Gunawan, Leonardo Lessy, Dien Taufan Lindawati Lindawati Litaay, Simona Christina Hendrika Ma'aruf, Abdullah Makaruku, Nathalia Debby Manuputty , Feky Manuputty, Feky Maulina, Dian Melinda Melinda Mentari Dian Pertiwi Minda Prima, Syamsul Mislina, Mislina Muhammad Asfianda Munazar Munazar Mutiara Dwi Sari Nefiyarni, Nefiyarni Nofranita, Willy Nugroho, Erlangga Galih Zulva Nurhayati Nurhayati Nurleli, Nurleli Oktiana, Maulisa P., Febriani Anjelika Pahri, Aina Pamudi, Berwi Fazri Perkasa, Rilis Eka Pratama, Irvan Putra Pudjiastuti, Duwi Puguh Setiawan Rahmad Rahmad Rapitos Sidiq Rery Novio Ria Purnawian Sulistiani, Ria Purnawian Riani, Eka Oktarina Rieuwpassa, Sarmalina Ritawati Ritawati Rizal Munadi Rizki Wan Okta Bina Rukman, Auliah Andika Rusnanda, Resky Rusyda, Arina Ilfa Santosa, Sigit Puji Saputra, Devi Satria Sari, Asrianti Resita Sari, Ranti Wulan Sastra, Hasan Yudhie Siregar, Yuanita Aprilandini Sismen, Andres Sitio, Roma Sri Mariya Sri Oktika Syahputri Suwardi Suwardi Syafri Anwar SYAHRIAL SYAHRIAL Syahrial, Syahrial Syamsuddin, Asniah Syamsuri, Andi Santri Taufik Taufik Taufiq A. Gani Teuku Yuliar Arif Teuku Yuliar Arif Titing, Williem Bernadus Umran, Munzir Vratiwi, Septiana Warnidar, Eka Wirda Hayati Wiwit Aditama Yahya, Rafiki Rahmat Yeni Rimadeni Yohana, Siti Yudha Nurdin Yudi Antomi Yudita, Annisa Yuwaldi Away Zainal, Zulfan Zakaria Zakaria Zalnofri, Zalnofri Zuhar Musliyana Zuhar Musliyana, Zuhar Zulfikar Zulfikar Zulhelmi .