Penelitian ini menganalisis keutuhan wacana dalam cerpen “Gelap, Gelap Sekali” karya Aba Majani dengan fokus pada koherensi, kohesi gramatikal, dan kohesi leksikal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana keutuhan wacana terwujud dalam karya sastra tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi gramatikal dalam cerpen ini meliputi teknik substitusi, referensi, elipsis, dan konjungsi. Substitusi digunakan untuk menghindari pengulangan kata atau frasa yang sama, sementara referensi membantu menjaga kelancaran informasi antar kalimat. Elipsis digunakan untuk menghilangkan kata atau frasa yang berulang tanpa mengurangi makna, sedangkan konjungsi menghubungkan ide-ide secara aditif atau temporal. Selain itu, kohesi leksikal dalam cerpen ini ditemukan dalam bentuk sinonimi, kolokasi, dan hiponimi. Sinonimi digunakan untuk memberikan variasi dalam ungkapan yang memiliki makna serupa, sementara kolokasi menciptakan gambaran yang lebih kuat dengan kata-kata yang sering ditemukan bersama dalam konteks tertentu. Hiponimi digunakan untuk menunjukkan bagian dari keseluruhan yang lebih spesifik. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana penggunaan kohesi gramatikal dan kohesi leksikal dapat memperkuat keutuhan wacana dalam cerpen. Analisis ini penting untuk mengapresiasi teknik sastra yang digunakan oleh Aba Majani dalam membangun narasi dan memperkaya makna cerita. Kata Kunci: Koherensi, Kohesi Gramatikal, Kohesi Leksikal, Cerpen, Aba Majani