Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN SITOLOGI IMPRINT BERSAMAAN DENGAN PEMERIKSAAN FROZEN SECTION PADA KARSINOMA PAYUDARA INVASIF Nana Liana; Aswiyanti Asri; Meta Zulyati Octora
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKK.V10I1.19847

Abstract

Karsinoma payudara invasif adalah keganasan terbanyak di dunia maupun di Indonesia. Karsinoma payudara invasif merupakan keganasan yang berasal dari sel epitel kelenjar payudara. Pada kasus dugaan keganasan dibutuhkan tambahan modalitas selain mammografi. Salah satunya dengan frozen section intraoperatif. Tindakan frozen section berguna mengkonfirmasi diagnosis keganasan dan penentuan tatalaksana selanjutnya. Kesalahan interprestasi sediaan frozen section bisa terjadi karena adanya artefak sehingga menghalangi patolog melihat perubahan arsitektur dan detail morfologi sel tumor. Oleh karena itu dibutuhkan Prosedur tambahan untuk menilai morfologi sel seperti sitologi imprint. Telah dilaporkan kasus seorang perempuan usia 68 tahun dengan keluhan benjolan di payudara kiri. Benjolan tanpa disertai nyeri dan tidak ada nipple discharge. Benjolan berukuran 4 cmx3cmx2 cm, warna kulit tidak ada kelainan, ulkus tidak ada, kosistensi padat, agak terfiksir. Pasien didiagnosis sebagai tumor mammae sinistra suspek ganas. Pasien menjalani tindakan operasi mammae sinistra, dengan analisis frozen section intraoperatif bersamaan dengan sitologi imprint. Hasil pemeriksaan mikroskopik imprint sesuai dengan frozen section yaitu carcinoma mammae. Frozen section adalah prosedur yang bermanfaat untuk mengkonfirmasi diagnosis yang diduga ganas secara klinis. Penggunaan sitologi imprint bersamaan dengan frozen section dapat mengatasi kesulitan menilai morfologi sel sehingga meningkatkan akurasi diagnosis. 
Korelasi Kecanduan Internet dengan Kualitas Hidup Mahasiswa Kedokteran Tahun Pertama dan Kedua UNAND Salsabilla Firdaus; Aswiyanti Asri; Noverial Noverial
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.650

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap internet terlihat dari laporan survei pengguna internet yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan durasi penggunaan internet yang disertai dengan kurangnya kontrol diri pada penggunaan internet di luar tujuan belajar dan pekerjaan, berhubungan dengan kondisi penggunaan internet patologis yang disebut kecanduan internet. Tingginya angka kecanduan internet dengan segala dampaknya yang dapat muncul pada mahasiswa kedokteran menjadi permasalahan karena mempengaruhi kualitas fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan sebagai aspek kualitas hidup. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis korelasi antara kecanduan internet dengan kualitas hidup pada mahasiswa tahun pertama dan kedua program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner secara online. Hasil: Hasil penelitian didapatkan angka kecanduan internet adalah 25,7% dengan rata-rata skor kecanduan internet menurut KDAI 82,78±38,116 dan median 81,50. Didapatkan juga korelasi negatif yang bermakna antara skor persepsi kualitas hidup secara keseluruhan (r= -0,234), kesehatan secara umum (r= -0,168), domain kesehatan fisik (r= -0,365), domain psikologis (r= -0,332), domain hubungan sosial (r= -0,158), dan domain lingkungan (r= -0,201). Kesimpulan: Persentase mahasiswa yang tidak kecanduan internet lebih besar dibandingkan yang kecanduan internet serta terdapat korelasi negatif yang bermakna antara kecanduan internet dengan kualitas hidup.
Hubungan Skor RMI Dengan Stadium Kanker Ovarium Tipe Epitel Di RSUP Dr. M. Djamil Padang Nabilla Mahyenda; Syamel Muhammad; Aswiyanti Asri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 3 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i3.668

Abstract

Latar Belakang: Kanker ovarium menempati peringkat ketiga kejadian tertinggi kanker ginekologi di dunia maupun di Indonesia dengan subtipe epitel sebanyak 90% dari seluruh kasus kanker ovarium. Gejala klinis yang umumnya asimptomatik pada stadium awal dan baru terdeteksi pada stadium lanjut menyebabkan angka mortalitas yang cenderung tinggi pada kanker ovarium. Adanya suatu kombinasi modalitas preoperatif untuk mengevaluasi massa ovarium meliputi komponen ultrasonografi (USG), kadar CA-125, dan status menopause sebagai sebuah skor yang disebut dengan Risk Malignancy Index (RMI). Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara skor Risk Malignancy Index dengan stadium kanker ovarium tipe epitel di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data rekam medis pasien kanker ovarium tipe epitel di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-Juni 2021. Penelitian ini dilakukan selama bulan Maret sampai Oktober 2021. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Didapatkan hasil skor RMI pada stadium lanjut lebih besar dibandingkan dengan stadium awal, dengan nilai p=0.045 (nilai p<0,05). Kesimpulan : Terdapatnya hubungan yang bermakna antara skor RMI dengan stadium kanker ovarium tipe epitel di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
Deteksi Protozoa Usus pada Anak di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Randi Septiah Hendri; Nuzulia Irawati; Aswiyanti Asri; Eka Nofita; Rosfita Rasyid
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 4 No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v4i1.1052

Abstract

Latar Belakang: Infeksi protozoa usus masih menjadi masalah kesehatan utama terutama pada anak-anak, karena anak-anak sering berkontak dengan tanah sebagai sumber infeksi dan merupakan ancaman yang nyata, namun sering diabaikan sehingga menjadi kronis dan menimbulkan komplikasi. Objektif: Mengetahui angka kejadian protozoa usus pada anak di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kategorik, sampel berupa data primer dengan jumlah sampel 65 anak menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisa dengan menggunakan analisa univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil infeksi protozoa usus pada anak sebesar 33,8% (22/65) dengan protozoa usus yang ditemukan Cyclospora Cayetanensis sebesar 63,6% (14/22) dan Blastocyctis Hominis 36,4% (8/22). Infeksi protozoa usus lebih tinggi pada kelompok umur 5-9 tahun 31,0% (13/42) dan lebih tinggi pada anak perempuan 37,1 % (13/35). Tipe infeksi yang paling banyak ditemukan adalah single infection 95,5% (21/22). Stadium yang ditemukan yaitu vakuolar dan ookista. Kesimpulan: Pada penelitian ini didapatkan bahwa angka kejadian infeksi protozoa usus cukup tinggi pada anak di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Oleh karena itu, anak-anak tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus, dan dilakukan pengobatan secepatnya pada anak-anak yang terinfeksi serta penyuluhan mengenai edukasi dan pencegahan penyakit akibat protozoa usus.
Hubungan Ekspresi PD-L1 dengan Derajat Diferensiasi dan Staging Karsinoma Sel Skuamosa Paru di RSUP Dr.M.Djamil Padang iftahillah - iftahillah; aswiyanti - asri; yenita - yenita; Henny - Mulyani; Afriani - Afriani; sondang - nora; Husna - Yetti
Majalah Kedokteran Andalas Vol 46, No 8 (2024): Online Januari 2024
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v46.i8.p1271-1279.2024

Abstract

AbstrakTujuan: mengetahui hubungan ekspresi PD-L1 dengan derajat diferensiasi dan staging karsinoma sel skuamosa (KSS) paru di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional study, sampel sebanyak 35 kasus KSS paru yang telah didiagnosis periode Januari 2022 – Mei 2023. Sampel diperoleh secara simple random sampling dari blok paraffin yang berasal dari jaringan tumor. Dilakukan penilaian ulang pada slaid histopatologik untuk menilai derajat diferensiasi dan data staging didapat dari rekam medis pasien. Ekspresi PD-L1 pada sel tumor dilihat dengan pemeriksaan imunohistokimia. Untuk mengetahui korelasi dilakukan uji analisis statistik bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Dari 35 kasus, didapatkan ekspresi PD-L1 tinggi pada derajat diferensiasi buruk (89,5%) dan derajat diferensiasi baik-sedang (50%). Pada staging lanjut, ekspresi PD-L1 rendah-sedang, tinggi secara berturut-turut (75 %, 100 %) dibandingkan ekspresi PD-L1 staging awal yaitu ekpresi rendah-sedang (20%). Secara statistik, terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 dengan derajat diferensiasi dengan nilai p=0,022. Terdapat juga hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 dengan staging dengan nilai p=0,035. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 dengan derajat diferensiasi dan staging KSS paru.
PENGGUNAAN SITOLOGI IMPRINT BERSAMAAN DENGAN PEMERIKSAAN FROZEN SECTION PADA KARSINOMA PAYUDARA INVASIF Nana Liana; Aswiyanti Asri; Meta Zulyati Oktora
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i1.328

Abstract

Karsinoma payudara invasif adalah keganasan terbanyak di dunia maupun di Indonesia. Karsinoma payudara invasif merupakan keganasan yang berasal dari sel epitel kelenjar payudara. Pada kasus dugaan keganasan dibutuhkan tambahan modalitas selain mammografi. Salah satunya dengan frozen section intraoperatif. Tindakan frozen section berguna mengkonfirmasi diagnosis keganasan dan penentuan tatalaksana selanjutnya. Kesalahan interprestasi sediaan frozen section bisa terjadi karena adanya artefak sehingga menghalangi patolog melihat perubahan arsitektur dan detail morfologi sel tumor. Oleh karena itu dibutuhkan Prosedur tambahan untuk menilai morfologi sel seperti sitologi imprint. Telah dilaporkan kasus seorang perempuan usia 68 tahun dengan keluhan benjolan di payudara kiri. Benjolan tanpa disertai nyeri dan tidak ada nipple discharge. Benjolan berukuran 4 cmx3cmx2 cm, warna kulit tidak ada kelainan, ulkus tidak ada, kosistensi padat, agak terfiksir. Pasien didiagnosis sebagai tumor mammae sinistra suspek ganas. Pasien menjalani tindakan operasi mammae sinistra, dengan analisis frozen section intraoperatif bersamaan dengan sitologi imprint. Hasil pemeriksaan mikroskopik imprint sesuai dengan frozen section yaitu carcinoma mammae. Frozen section adalah prosedur yang bermanfaat untuk mengkonfirmasi diagnosis yang diduga ganas secara klinis. Penggunaan sitologi imprint bersamaan dengan frozen section dapat mengatasi kesulitan menilai morfologi sel sehingga meningkatkan akurasi diagnosis.
Evaluation of Treatment Outcomes of HER-2-Positive Breast Cancer Patients from Provincial General Hospital Dr. M. Djamil Padang Putri, Rizqy Nurfathonah; Harahap, Wirsma Arif; Asri, Aswiyanti
Indonesian Journal of Cancer Vol 18, No 4 (2024): December
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v18i4.1176

Abstract

Background: Human Epidermal Receptor-2 (HER-2) is a member of the human epidermal growth factor receptor family that can be overexpressed or amplified in 15–20% of breast cancer cases. This overexpression or amplification is associated with excessive proliferation and differentiation resulting in more aggression and shortened disease-free survival (DFS) and overall survival (OS). Treatment strategies rely on several factors, including targeting the specific status of biomarkers like HER-2, one example is Trastuzumab. This study aims to evaluate trastuzumab treatment in HER-2 subtype breast cancer patients who received trastuzumab therapy for 6 months compared to patients who did not receive trastuzumab therapy in terms of DSF and OS from 2017 until 2022.Methods: This research employed a retrospective descriptive study using secondary data of 126 patients taken from the medical records of the Provincial General Hospital Dr. M. Djamil Padang and the Cancer Registry of the Indonesian Society of Surgical Oncology, Padang. The inclusion criteria for this study were data on breast cancer patients with HER-2 positive who received trastuzumab therapy for 6 months and patients who did not receive trastuzumab therapy. Patients have complete data including name, gender, age, immunohistochemistry results, and their classification can be determined. This study used univariate analysis and Kaplan-Meier for survival analysis methods.Results: The results of this study showed that the highest age group was over 50 years, the most common histopathological subtype was invasive Carcinoma Mammae of NST (Non-Special Type), and the most frequent TNM stage was Stage II. Patients who received 6 months of trastuzumab therapy had disease-free survival of 46 months (95% CI 39.95–51.15) and an overall survival of 53 months (95% CI 49.19–57.24). In the early stage, the disease-free survival rate was 56 months (95% CI 38.89–56.60), while in a locally advanced stage, the disease-free survival rate was 39 months (95% CI 51.52–61.21).Conclusions: There was a prolongation of disease-free survival and overall survival rates when trastuzumab therapy was given for 6 months. The prognosis of HER-2-positive breast cancer patients in the early stage was better than patients in the locally advanced stage.
Mantle Cell Lymphoma Payudara, Suatu Kasus Jarang Valencia, Valencia; Asri, Aswiyanti; Novianti, Hera
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i4.1530

Abstract

Mantle cell lymphoma (MCL) adalah neoplasma sel β-matur yang biasanya terdiri dari sel limfoid monomorf berukuran kecil hingga sedang dengan kontur inti ireguler, pada > 95% kasus, terdapat translokasi  Cyclin D1 (CCND1). Limfoma payudara merupakan suatu kasus yang jarang. Dilaporkan seorang pasien perempuan usia 50 tahun yang datang dengan keluhan massa di payudara kanan sejak satu tahun yang semakin bertambah besar. Pemeriksaan fisik didapatkan tumor ukuran 11x6x5 cm, konsistensi kenyal padat, terfiksir, dan berulkus. Tidak ditemukan Nipple discharge/bleeding dan pembesaran kelenjar getah bening tidak ditemukan. Pasien menjalani mastektomi. Pemeriksaan histopatologi tampak potongan jaringan payudara dengan stroma jaringan ikat dan jaringan lemak mengandung proliferasi sel-sel limfoid berukuran kecil, monoton dan tersebar difus di antara stroma. Sel-sel dengan inti pleomorfik, hiperkromatik, berlekuk, membran inti ireguler, di antaranya tampak beberapa sel plasma. Pemeriksaan imunohistokimia CD-20 dan Cyclin-D1 menunjukkan pulasan positif serta Ki-67 antara 30-40%. Hasil pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia dapat disimpulkan diagnosis mantle cell lymphoma pada payudara.Kata kunci: limfoma, MCL, payudara
Pengaruh Pemberian Mesenchymal Stem Cell Wharton’s Jelly Terhadap Kadar Malondialdehid Tikus Wistar Hiperglikemia Nadhira Isza Qushoyyi; Endrinaldi Endrinaldi; Miftah Irramah; Husnil Kadri; Aswiyanti Asri; Rahmani Welan; Husna Yetti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk112

Abstract

Diabetes mellitus is a metabolic disorder characterized by hyperglycemia, which causes damage to tissues and organs through the process of oxidative stress. Malondialdehyde (MDA) as a biomarker of oxidative stress has a significant increase in hyperglycemia. Stem cell therapy can be an option for diabetes mellitus such as Wharton's jelly mesenchymal stem cells. This study aimed to determine the effect of MSC-WJ administration on serum MDA levels of hyperglycemic Wistar rats. This experimental study applied a post-test only design with a control group. The sample consisted of 21 male Wistar rats divided into 3 groups, including the negative control group (K-), namely the group that was only given a standard feed diet, the positive control group (K+), namely the group that was injected with alloxan with a dose of 0.2 ml intraperitoneally, and the treatment group (P), which was the alloxan-induced group, and was given MSC-WJ at a dose of 3 million cells intravenously in the rat tails. In all three groups, blood was taken from the retro orbital plexus to measure serum MDA levels with the TBARS test. The results of the analysis showed that the mean serum MDA levels of the K-, K+, and P groups were 1.83 nmol/ml, 2.97 nmol/ml, and 1.73 nmol/ml, respectively. The results of the comparison test showed a value of p = 0.000. It was concluded that there was a significant difference in serum MDA levels between the three groups, which indicated that MSC-WJ administration could reduce alloxan-induced hyperglycemia Wistar rats serum MDA levels.Keywords: hyperglycemia; malondialdehyde; Wharton's jelly mesenchymal stem cells ABSTRAK Diabetes mellitus adalah gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, yang menyebabkan kerusakan jaringan dan organ melalui proses stress oksidatif. Malondialdehid (MDA) sebagai biomarker stress oksidatif mengalami peningkatan signifikan pada hiperglikemia. Terapi stem cell dapat menjadi pilihan untuk diabetes mellitus seperti mesenchymal stem cell wharton’s jelly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian MSC-WJ terhadap kadar MDA serum tikus wistar hiperglikemia. Penelitian eksperimental ini menerapkan rancangan post-test only with control group. Sampel adalah 21 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok, di antaranya kelompok kontrol negatif (K-) yaitu kelompok yang hanya diberi diet pakan standar, kelompok kontrol positif (K+) yaitu kelompok yang diinjeksi aloksan dengan dosis 0,2 ml secara intraperitoneal, dan kelompok perlakuan (P) yaitu kelompok yang diinduksi aloksan, serta diberi MSC-WJ dengan dosis 3 juta sel secara intravena pada ekor tikus. Pada ketiga kelompok dilakukan pengambilan darah dari pleksus retro orbitalis untuk pengukuran kadar MDA serum dengan tes TBARS. Hasil analisis menunjukkan kadar rerata MDA serum kelompok K-, K+, dan P secara berturut-turut adalah 1,83 nmol/ml, 2,97 nmol/ml, dan 1,73 nmol/ml. Hasil uji perbandingan menunjukkan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar MDA serum yang bermakna di antara ketiga kelompok, yang menunjukkan bahwa pemberian MSC-WJ dapat menurunkan kadar MDA serum tikus wistar hiperglikemia yang diinduksi aloksan.Kata kunci: hiperglikemia; malondialdehid; mesenchymal stem cell wharton’s jelly
Edukasi Tentang Anemia dan Pemeriksaan Hb pada Ibu Hamil serta Pengobatan pada Masyarakat di Nagari Carocok Anau Kec.Tarusan Kab. Pesisir Selatan Elmatris Sy; Dessy Arisanti; Almurdi Almurdi; Endrinaldi Endrinaldi; Bobby Indra Utama; Dian Pertiwi; Rauza Sukma Rita; Zelly Dia Rofinda; Hasmiwati Hasmiwati; Aswiyanti Asri; Julizar Nazar; Mohamad Reza
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.3.591-598.2024

Abstract

The majority of people of Nagari Carocok Anau Kec. Tarusan Kab. Pesisir Selatan worked as a fisherman, farmer, a small number of civil servants and market traders, as well as a housewife. Pregnant women in Nagari Carocok Anau, most of whom are housewives, still do not receive health checks such as haemoglobin (Hb) checks. This activity aims to increase knowledge among the public and health cadres regarding anaemia and Hb examination in pregnant women, as well as treatment. The health of pregnant women is checked by checking blood pressure, Hb and medication. This Hb examination is an effort to minimize abnormalities that can occur in pregnant women and fetuses due to low Hb when the mother is pregnant. The examination results showed that more than half of the pregnant women (71.43%) who attended were in the age range 18 – 35 years. Nearly half (42.86%) of pregnant women had Hb levels below the normal limit (11 mg/dl). For a more valid diagnosis, it is necessary to carry out quantitative analysis from the hospital laboratory so that follow-up can be carried out. Education about anaemia and Hb examinations in pregnant women can increase people's knowledge so that preventive measures can be carried out early. Health checks on the general public (blood pressure, Hb) and treatment were also carried out, it was found that the Hb results were within normal limits.
Co-Authors Adrial Adrial Adrial Adrial Afriani - Afriani Afriani, Nita Aisyah Elliyanti Alan Mustaqim Almurdi Almurdi Andi Friadi Anggrainy, Fenty Antonius, Puja Agung Arifuddin Arifuddin Aristya Rahadiyan Budi Arni Amir Arnofyan, Budi Pratama Asril Zahari Asril Zahari Bestari Jaka Budiman Bobby Indra Utama Daan Khambri Danuwirya, Muhammad Reko Deddy Saputra Desi Aliefia Dessy Arisanti Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dini Andri Utami Dutia Gestin Dutia Gestin Edison Eka Fithra Elfi, Eka Fithra Eka Nofita Elmatris Sy Endrinaldi Endrinaldi Endrinaldi Etriyel Myh Febriyanti, Rizka Fedrivia, Rannia Ginting, Desi Scorpinasari Hafni Bachtiar Hardian, Sonny Hardisman Hasmiwati Hasnaini Hasnaini Henny Mulyani henny Mulyani Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti, Hermafasya, Ayu Octarin Hirowati Ali Histawara Subroto Husna Yetti Husnil Kadri iftahillah - iftahillah Iwani Rahmah Rambe Julizar Julizar Kamelia, Muthia Karmia, Hudila Rifa Kusumardani, Dini Laila Isra Laila Isrona liana, nana Lismawati Rasyd Malinda Meinapuri Mayorita, Pamelia Meta Zulyati Oktora Miftah Irramah Mohamad Reza Muflikal Hamdi Muhamad Febry Muthia Kamelia Nabilla Mahyenda Nadhira Isza Qushoyyi Nadia Oktarina Nana Liana Nana Liana Nana Liana Nita Afriani Nizar, RZ Nova Fenita Sari Noverial Noverial Novianti, Hera Noza Hilbertina, Noza Nuzulia Irawati Oktora, Meta Zulyati Pamelia Mayorita Pemuda, Haris putri, amanda Putri, Rizqy Nurfathonah R Zuryati Nizar R. Zuryati Nizar Rachmadijah Zuryati Nizar Rahmani Welan Rahmi Ramadhani Randi Septiah Hendri Rauza Sukma Rita Resti Aulia Fitri Rizka Fitria Husni Rosfita Rasyid RZ Nizar RZ Nizar Salmiah Agus Salmiah Agus Salmiah Agus Salsabila Muslim Salsabilla Firdaus Sari, Nova Fenita Sari, Rini Purnama Selly Alinta Syukri Shofi Faiza sondang - nora Sorayya A'dilah Putri Suci Rahmadhani Sukri Rahman Susanto Winarko Syamel Muhammad Teddy Kurniawan Tofrizal Tuti Lismayarni Utami, Dini Andri Valencia Valencia Valencia Valencia Valencia, Valencia Vashti Resti Putri Firdaus Wirsma Arif Harahap Yanwirasti . Yenita . Yenita Afriyeni Yessy Setiawati Yessy Setiawati Yuastika Puspita Sari Yulistini, Yulistini Zuryati Nizar, Rachmadijah