Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Grading Histopatologi dan Infiltrasi Limfovaskular dengan Subtipe Molekuler pada Kanker Payudara Invasif di Bagian Bedah RSUP. Dr. M. Djamil Padang Vashti Resti Putri Firdaus; Aswiyanti Asri; Daan Khambri; Wirsma Arif Harahap
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.463

Abstract

AbstrakGejala kanker payudara sering tidak disadari atau dirasakan dengan jelas oleh penderita, sehingga banyak penderita yang datang dalam keadaan stadium lanjut. Banyak faktor yang mempengaruhi prognosis dari kanker payudara, antara lain grading histopatologi, reseptor estrogen dan progesteron, HER2, serta infiltrasi limfovaskular. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara grading histopatologi dan infiltrasi limfovaskular terhadap subtipe molekuler pada kanker payudara invasif. Distribusi frekuensi dari grading histopatologi, infiltrasi limfovaskular, dan subtipe molekuler pada kanker payudara invasif di bagian bedah RSUP.Dr. M. Djamil Padang selama periode 1 Januari 2010 – 31 Desember 2013. Metode penelitian ini adalah observational analitik, dengan pendekatan cross sectional. Dalam penelitian ini didapatkan 424 kasus kanker payudara invasif, dengan 66 kasus yang dapat dianalisis. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan p<0,05. Ada hubungan yang bermakna antara grading histopatologi dengan subtipe molekuler (p=0,032). Hubungan infiltrasi limfovaskular dengan subtipe molekuler pada kanker payudara invasif didapatkan bermakna (p=0,000).Kata kunci: grading histopatologi, infiltrasi limfovaskular, subtipe molekuler, kanker payudara invasif AbstractBreast cancer symptoms are often not recognized or clearly perceived by the patient, so it makes most of patients come to doctor in late stage. There are many prognosis factors in breast cancer, such as hystopathology grading, estrogen and progesteron receptors, HER2, and lymphovascular infiltration.The objective of this study was to determine the association between hystopathology grading and lymphovascular infiltration with molecular subtype in invasive breast cancer. Determine the distribution and frequency of hystopatology grading, lymphovascular infiltration, and molecular subtype in invasive breast cancer at surgery department Dr. M. Djamil Hospital Padang period January 1, 2010 – December 31, 2013. The method of this research is analitic observational with cross sectional study. In this research obtained 424 cases of invasive breast cancer, with only 66 cases that could be analyzed. The analysis system that used is univariat and bivariat with chi-square (p<0,05). There is significant correlation between hystopathology grading with molecular subtype (p=0,032). There is significant correlation between lymphovascular infiltration with molecular subtype (p=0,000).Keywords: histopathology grading, lymphovascular infiltration, molecularsubtypes, invasive breast cancer
PERBEDAAN KADAR MALONDIALDEHID PADA DEWASA MUDA OBES DAN NON–OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS Aristya Rahadiyan Budi; Husnil Kadri; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i2S.954

Abstract

Obesitas dapat menyebabkan peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) melalui hiperlipidemia, penurunan sensitivitas insulin, dan berbagai mekanisme lainnya. Peningkatan produksi ROS yang berlangsung terus – menerus dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Stres oksidatif dapat dipantau dengan melihat perubahan kadar Malondialdehyde (MDA). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar MDA pada serum dewasa muda yang obesitas dan non–obesitas. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross–sectional study. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Andalas pada April sampai dengan Mei 2017 dengan menggunakan tes Thiobarbituric Acids Reactive Substances (TBARs). Subjek penelitian adalah 42 Mahasiswa dan Mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok obesitas dan non–obesitas. Analisis data menggunakan uji normlitas Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney. Penelitian ini mendapatkan rerata kadar MDA pada serum dewasa muda obesitas adalah 5,08±0,76 nmol/ml dan rerata pada non–obesitas adalah 3,51±0,24 nmol/ml. Hal ini menunjukkan subjek obesita memiliki kadar MDA yang lebih tinggi dibandingkan subjek non–obesitas, dan diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kadar MDA pada obesitas dan non–obesitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar MDA pada dewasa muda obesitas dan non–obesitas.
Mantle Cell Lymphoma Payudara, Suatu Kasus Jarang Valencia Valencia; Aswiyanti Asri; Hera Novianti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i4.1530

Abstract

Mantle cell lymphoma (MCL) adalah neoplasma sel β-matur yang biasanya terdiri dari sel limfoid monomorf berukuran kecil hingga sedang dengan kontur inti ireguler, pada > 95% kasus, terdapat translokasi  Cyclin D1 (CCND1). Limfoma payudara merupakan suatu kasus yang jarang. Dilaporkan seorang pasien perempuan usia 50 tahun yang datang dengan keluhan massa di payudara kanan sejak satu tahun yang semakin bertambah besar. Pemeriksaan fisik didapatkan tumor ukuran 11x6x5 cm, konsistensi kenyal padat, terfiksir, dan berulkus. Tidak ditemukan Nipple discharge/bleeding dan pembesaran kelenjar getah bening tidak ditemukan. Pasien menjalani mastektomi. Pemeriksaan histopatologi tampak potongan jaringan payudara dengan stroma jaringan ikat dan jaringan lemak mengandung proliferasi sel-sel limfoid berukuran kecil, monoton dan tersebar difus di antara stroma. Sel-sel dengan inti pleomorfik, hiperkromatik, berlekuk, membran inti ireguler, di antaranya tampak beberapa sel plasma. Pemeriksaan imunohistokimia CD-20 dan Cyclin-D1 menunjukkan pulasan positif serta Ki-67 antara 30-40%. Hasil pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia dapat disimpulkan diagnosis mantle cell lymphoma pada payudara.Kata kunci: limfoma, MCL, payudara
Akurasi Fine Needle Aspiration Biopsy sebagai Prosedur Diagnostik Nodul Tiroid di Laboratorium Patologi Anatomi Rumah Sakit Umun Pusat DR M Djamil Padang Suci Rahmadhani; Aswiyanti Asri; Tofrizal Tofrizal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i3.895

Abstract

Nodul tiroid dapat disebabkan oleh suatu neoplasma ataupun bukan neoplasma/non neoplasma. Salah satu pemeriksaan awal dalam mendiagnosis nodul tiroid adalah Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB). Teknik FNAB aman, murah, dan risiko komplikasi kecil. Tujuan penelitian ini adalah menentukan akurasi FNAB sebagai prosedur diagnostik nodul tiroid di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr M Djamil Padang. Penelitian ini adalah studi analitik dengan metode uji diagnostik menggunakan data sekunder pasien dengan nodul tiroid di RSUP Dr M Djamil Padang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 45 kasus pasien nodul tiroid dengan pemeriksaan FNAB dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi hasil operasi. Dibandingkan dengan pemeriksaan histopatologi sebagai baku emas, menunjukkan bahwa akurasi FNAB adalah sebesar 62,2% dengan sensitifitas 61,2%, spesifisitas 62,5 %, nilai prediksi positif 75 %, nilai prediksi negatif 47,6 %. Pada pemeriksaan FNAB didapatkan akurasi yang rendah, maka diperlukan pemeriksaan histopatologi dalam menegakkan diagnosa nodultiroid secara akurat. Simpulan penelitian ini adalah FNAB dapat digunakan sebagai sarana diagnostik preoperatif nodul tiroid, tetapi bukan sebagai pengganti diagnosis histopatologi yang masih menjadi diagnosa pasti untuk nodul tiroid.
Karakteristik Klinis dan Patologis Karsinoma Nasofaring di Bagian THT-KL RSUP Dr.M.Djamil Padang Shofi Faiza; Sukri Rahman; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i1.450

Abstract

AbstrakKarsinoma nasofaring banyak terjadi di Cina dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, sering didiagnosis pada keadaan lanjut dan memiliki prognosis yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi epidemiologi, karakteristik klinis, dan tipe histopatologi pada pasien karsinoma nasofaring di Bagian THT-KL. Metodologi penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan data rekam medik di RSUP Dr. M. Djamil Padang selama Juni 2010 sampai Juli 2013 dan data hasil pemeriksaan histopatologi sebagai konfirmasi.  Didapatkan sebanyak 44 kasus yang lengkap pada periode tersebut, yang mana 52,27% penderita adalah laki-laki dan 47,22% perempuan, perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1,2 : 1. Sebaran umur penderita dari 17 sampai 75 tahun dengan insiden puncak pada umur 41- 65 tahun. Gejala klinis terdiri atas massa di leher 93,17%, diikuti dengan obstruksi nasal 79,55%, dan gangguan pendengaran 79,55% sedangkan tanda klinis terdiri atas pembesaran kelenjar getah bening leher 90,91%, diikuti dengan tuli 79,55%, cranial nerve palsy  dan perluasan kelenjar getah bening ke fossa supraklavikula masing-masing 15,8%. Sebagian besar pasien berada pada stadium IV 83,16%, dengan derajat tumor terbanyak T4N2M0 15,91%. Tipe histopatologi yang terbanyak adalah nonkeratinizing carcinoma, undifferentiated type 75%, diikuti keratinizing SCC 13,64%, dan nonkeratinizing carcinoma - differentiated type 11,36%.Kata kunci: karsinoma nasofaring, karakteristik klinis, histopatologi, padang AbstractNasopharyngeal carcinoma  is more frequent in China and Southeast Asia, including Indonesia, commonly with advance stages at diagnosis and has a poor prognosis.  The objective of this study was to evaluate epidemiology, clinical characteristic and histopathology types of patients with nasopharyngeal carcinoma in the department of Otorhinolaryngology - Head and Neck Surgery.This is a descriptive study that used data from medical record of Dr. M. Djamil General Hospital in Padang during June 2010 to July 2013 and histopathology examination as confirmation. The result demonstrated 44 cases found on that period, of which 52,27% was male and 47,72% was female, hence the male and female ratio was 1,2 : 1.  The age-range from 17 to 75 years old with incidence peak between 41 - 65 years old. Clinical symptoms were neck mass 93,17%, followed by nasal obstruction 79,55 %, and audiological complaints 79,55% while clinical sign were cervical lymphadenopathy 90,91%, followed by hearing loss 79,55%, cranial nerve palsy and lymphadenopathy metastases to fossa supraclavicular each subject 15,8%. Most of patients were classified as stage IV 83,16%, with T4N2M0 15,91%.  The histopathology type were nonkeratinizing carcinoma, undifferentiated type had percentage 75%, followed by keratinizing SCC 13,64%, and nonkeratinizing carcinoma - differentiated type 11,36%. Keywords: nasopharyngeal carcinoma, clinical characteristic, histopathology types, padang
PENGARUH LAMA PAPARAN RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK HANDPHONE TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID DAN KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS (Rattus norvegicus) STRAIN WISTAR ALBINO Resti Aulia Fitri; Arni Amir; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.821

Abstract

Paparan radiasi gelombang elektromagnetik handphonedapat menimbulkan gangguan pada organ tubuh dengan meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan paparan gelombang elektromagnetik handphonedapat meningkatkan kadar malondialdehid dan menurunkan kadar kolesterol pada tikus (Rattus novergicus) jantan galur wistar albino. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan desain penelitian Post Test Only Control Groupyang menggunakan 24 ekor tikus (Rattus novergicus) jantan, galur wistar albino, berumur 2-3 bulan, yang terbagi menjadi 4 (empat) kelompok masing- masing berjumlah 6 ekor tikus. Kelompok kontrol (K) tidak diberikan paparan radiasi handphone. Kelompok perlakuan (P1) diberi paparan radiasihandphone 30 menit/hari, kelompok perlakuan 2 (P2) dengan paparan radiasi 60 handphonemenit/hari dan kelompok perlakuan 3 (P3) dengan paparan radiasi handphone 90 menit/hari selam 51 hari. Setelah dilakukan perlakuan selama 51 hari,darah diambil dari retro orbitalis dan kadar malondialdehid diperiksa dengan metode Thiobarbituric Reactive substances (TBARs) dan kadar kolesterol di ukur dengan metode Cholesterol Oxidase-Peroksidase Aminoantipyrine Phenol (CHOD—PAP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kadar malondialdehid kelompok K ialah 2,376 nmol/ml, kelompok P1 2,890 nmol/ml, kelompok P2 3,306 nmol/ml, kelompok P3 3,800 nmol/ml. Rerata kadar kolesterol kelompok kontrol (K) 77,816 mg/dl, kelompok perlakuan 1 (P1) 71,350 mg/dl, kelompok perlakuan 2 (P2) 71,173 mg/dl dan kelompok perlakuan 3 (P3) 70,916 mg/dl.Pada analisa data didapatkan kadar malondialdehid dan kadar kolesterol tikus p < 0,05 berarti ada perbedan bermakna antar kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh lama paparan radiasi handphone terhadap kadar malondiladehid dan kadar kolesterol tikus jantan Rattus novergicus galur Wistar Albino.
Metastase Giant Cell Tumour of Bone ke Paru Dutia Gestin; Aswiyanti Asri; Hera Novianti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v9i1.1256

Abstract

Giant-cell tumor of bone (GCT) merupakan tumor tulang primer yang biasa terjadi pada dewasa muda usia 20-40 tahun. Giant-cell tumor of bone bersifat jinak tapi sangat destruktif lokal dan memiliki rekurensi yang sangat tinggi. Metastase GTC of bone ke paru sangat jarang, dengan angka kejadian 1-9% dari seluruh kasus. Belum ada penjelasan yang pasti mengenai patogenesis metastasis GCT of bone ke paru. Dilaporkan kasus giant-cell tumor of bone yang metastase ke paru pada perempuan berusia 51 tahun. Hasil diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan sitologi pleura yang secara mikroskopik ditemukan adanya sel-sel bulat-oval, monomorf dengan sebaran sel-sel berinti banyak. Sebelumnya pasien mempunyai riwayat GCT yang didiagnosis 3 tahun yang lalu.Kata kunci: giant-cell tumor of bone, metastase, paru
Hubungan Usia dengan Kedalaman Invasi dan Gambaran Histopatologi pada Penderita Karsinoma Kolorektal di Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran UNAND pada Tahun 2008 sampai 2012 Teddy Kurniawan; Asril Zahari; Aswiyanti Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i2.703

Abstract

Karsinoma kolorektal memiliki angka insiden yang cukup tinggi di Indonesia yang merupakan kanker tersering kedua pada pria dan kanker ketiga terbanyak pada wanita. Kanker ini lebih sering terjadi pada usia lanjut namun juga bisa terjadi pada usia muda. Jenis histopatologi dan kedalaman invasi merupakan beberapa faktor prognostik penting karsinoma kolorektal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan perbedaan usia dengan gambaran histopatologis dan kedalaman invasi dari penderita karsinoma kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan desain cross sectional study. Data diambil dari hasil pemeriksaan histopatologis pasien karsinoma kolorektal selama periode 2008 sampai 2012. Kemudian dilakukan pencatatan mengenai usia, jenis histopatologis dan kedalaman invasi untuk diuji hubungannya secara statistik. Hasil studi mendapatkan jenis adenokarsinoma musinosa dan karsinoma signet ring cell memiliki persentase yang lebih tinggi pada usia dibawah 50 tahun kebawah dan secara statistik menunjukkan hubungan yang bermakna p<0,05 (p=0,001). Karsinoma yang sudah menginvasi lapisan serosa memiliki persentase yang lebih tinggi pada individu diatas 50 tahun, namun secara statistik tidak ditemukan hubungan yang bermakna (p=0,640).
Pengaruh Tempe Terhadap Gambaran Histopatologi Mencit Jantan Putih yang di Induksi Timbal Asetat Nadia Oktarina; Aswiyanti Asri; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.731

Abstract

Paparan timbal asetat dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan menurunkan aktivitas enzim. Tempe merupakan senyawa alami yang bersifat antioksidan kuat dan pengikat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit jantan putih yang terpapar plumbum asetat.. Penelitian telah dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi dan laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari bulan Februari-April 2015 terhadap 25 ekor mencit jantan putih, berumur 3 bulan, berat badan ± 20 g yang diberi perlakuan selama 28 hari, mencit dibagi kedalam 5 kelompok. Kelompok 1 (K-) hewan kontrol. Kelompok 2 (K+) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari. Kelompok 3 (P1) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 5 g/kgBB/hari. Kelompok 4 (P2) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 10 g/kgBB/hari. Kelompok 5 (P3) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 20 g/kgBB/hari. Pada pemaparan timbal 40 mg/kgBB/hari selama 4 minggu meningkatkan skor Manja Roenigk hati mencit jantan putih. Penambahan tempe pada mencit yang terpapar timbal asetat menunjukkan penurunan skor Manja Roenigk. Berdasarkan uji t berpasangan didapat perbedaan yang signifikan antara skor Manja Roenigk yang tidak terpapar dan terpapar timbal asetat (p = 0,000). Berdasarkan uji one way Anova terdapat pengaruh yang signifikan tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit jantan putih (p = 0,000). Secara statistik pemberian tempe dengan dosis 5 g/kgBB/hari tidak memberikan perbedaan bermakna (p = 0,209), tetapi dosis 10 g/kgBB/hari dan 20 g/kgBB/hari menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,000). Simpulan studi ini ialah terdapat pengaruh tempe terhadap mikroskopis hati mencit jantan putih yang telah terpapar timbal asetat.
HUBUNGAN EKSPRESI NEGATIF MLH-1 DENGAN GAMBARAN KLINIKOPATOLOGIK KARSINOMA KOLOREKTAL Selly Alinta Syukri; Tofrizal Tofrizal; Aswiyanti Asri; Salmiah Agus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i1S.915

Abstract

Kejadian karsinoma kolorektal (KKR) meningkat dari tahun ke tahun, menduduki peringkat ketiga pada laki-laki, kedua pada perempuan serta keempat dari seluruh kematian akibat kanker. Kelangsungan hidup KKR menurun terutama di negara berkembang. Instabilitas mikrosatelit (IM) merupakan jalur karsinogenesis KKR, ditandai dengan delesi atau insersi nukleotida karena defek pada gen perbaikan ketidak cocokan DNA. Karsinoma kolorektal yang terjadi melalui jalur IM memberikan prognosis lebih baik dan respon adjuvan kemoterapi berbeda dari KKR jalur lain. Permasalahan pada gen MLH-1 seringkali terkait dengan parameter klinikopatologik (usia, jenis kelamin, lokasi tumor dan subtipe histopatologik). Gambaranklinikopatologik dengan ekspresi MLH-1 meningkatkan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ekspresi negatif MLH-1 dengan gambaran klinikopatologik KKR.Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan melibatkan 50 kasus KKR yang didiagnosis di 4 laboratorium Patologi Anatomik Sumatera Barat. Sampel diambil dari blok paraffin jaringan pembedahan, diklasifikasikan berdasarkanusia, jenis kelamin, lokasi tumor dan subtipe histopatologik. Antibodi MLH-1diproduksioleh D Bio System (DBS). Pewarnaan dilakukan untuk menentukan ada/ tidaknya ekpresi MLH-1 pada inti sel tumor. Analisis statistik bivariat menggunakanuji Chi-Square, T-Testdan One Way Annova dengan nilai p< 0,05 dianggap signifikan. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi negatif MLH-1 ditemukan pada 17 kasus (34%). Analisis statistik menunjukkan hubungan tidak bermakna antara ekspresi negatif MLH-1 dengan usia, jenis kelamin, lokasi tumor (nilai p berturut-turut 0,277, 0,557 dan 0,093) dan hubungan bermakna dengan subtipe histopatologik (p=0,002). Kesimpulan adalah ekspresi negatif MLH-1 meningkat pada pasien KKR berusia >40 tahun, jenis kelamin laki-laki, lokasi tumor di proksimal dan subtipe histopatologik karsinoma musinosa.
Co-Authors Adrial Adrial Adrial Adrial Afriani - Afriani Afriani, Nita Aisyah Elliyanti Alan Mustaqim Almurdi Almurdi Andi Friadi Anggrainy, Fenty Antonius, Puja Agung Arifuddin Arifuddin Aristya Rahadiyan Budi Arni Amir Arnofyan, Budi Pratama Asril Zahari Asril Zahari Bestari Jaka Budiman Bobby Indra Utama Daan Khambri Danuwirya, Muhammad Reko Deddy Saputra Desi Aliefia Dessy Arisanti Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dini Andri Utami Dutia Gestin Dutia Gestin Edison Eka Fithra Elfi, Eka Fithra Eka Nofita Elmatris Sy Endrinaldi Endrinaldi Endrinaldi Etriyel Myh Febriyanti, Rizka Fedrivia, Rannia Ginting, Desi Scorpinasari Hafni Bachtiar Hardian, Sonny Hardisman Hasmiwati Hasnaini Hasnaini henny Mulyani Henny Mulyani Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti, Hermafasya, Ayu Octarin Hirowati Ali Histawara Subroto Husna Yetti Husnil Kadri iftahillah - iftahillah Iwani Rahmah Rambe Julizar Julizar Kamelia, Muthia Karmia, Hudila Rifa Kusumardani, Dini Laila Isra Laila Isrona liana, nana Lismawati Rasyd Malinda Meinapuri Mayorita, Pamelia Meta Zulyati Oktora Miftah Irramah Mohamad Reza Muflikal Hamdi Muhamad Febry Muthia Kamelia Nabilla Mahyenda Nadhira Isza Qushoyyi Nadia Oktarina Nana Liana Nana Liana Nana Liana Nita Afriani Nizar, RZ Nova Fenita Sari Noverial Noverial Novianti, Hera Noza Hilbertina, Noza Nuzulia Irawati Oktora, Meta Zulyati Pamelia Mayorita Pemuda, Haris putri, amanda Putri, Rizqy Nurfathonah R Zuryati Nizar R. Zuryati Nizar Rachmadijah Zuryati Nizar Rahmani Welan Rahmi Ramadhani Randi Septiah Hendri Rauza Sukma Rita Resti Aulia Fitri Rizka Fitria Husni Rosfita Rasyid RZ Nizar RZ Nizar Salmiah Agus Salmiah Agus Salmiah Agus Salsabila Muslim Salsabilla Firdaus Sari, Nova Fenita Sari, Rini Purnama Selly Alinta Syukri Shofi Faiza sondang - nora Sorayya A'dilah Putri Suci Rahmadhani Sukri Rahman Susanto Winarko Syamel Muhammad Teddy Kurniawan Tofrizal Tuti Lismayarni Utami, Dini Andri Valencia Valencia Valencia Valencia Valencia, Valencia Vashti Resti Putri Firdaus Wirsma Arif Harahap Yanwirasti . Yenita . Yenita Afriyeni Yessy Setiawati Yessy Setiawati Yuastika Puspita Sari Yulistini, Yulistini Zuryati Nizar, Rachmadijah