Claim Missing Document
Check
Articles

UJI DIAGNOSTIK SEDIAAN POTONG BEKU TUMOR PAYUDARA DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI PADANG Aswiyanti Asri; Susanto Winarko
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 1 (2015): Published in May 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.374 KB) | DOI: 10.22338/mka.v38.i1.p7-11.2015

Abstract

AbstrakKanker payudara menempati urutan pertama tumor ganas pada wanita di Sumatera Barat dan merupakan penyebab kematian sebanyak 1.41% dari total kematian. Pemeriksaan potong beku menjadi salah satu pilihan dalam menegakkan diagnosis tumor payudara karena cepat dan akurasi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akurasi sediaan potong beku pada tumor payudara yang didiagnosis di Laboratorium Patologi Anatomi di Padang, dengan konfirmasi histopatologi (blok parafin). Sebanyak 72 kasus tumor payudara yang dilakukan pemeriksaan potong beku, dikumpulkan dari laboratorium Patologi Anatomi RSUP Dr. M. Djamil dan RS Siti Rahmah Padang dari 1 Januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2012. Data berupa hasil pemeriksaan potong beku dan histopatologi (blok parafin) dicatat, diolah dan dilakukan uji diagnostik dengan tabel kontingensi 2x2, kemudian dilakukan penghitungan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif, dan akurasi. Hasil uji diagnostik potong beku terhadap histopatologi pada kasus tumor payudara didapatkan sensitivitas 100%, spesifisitas 95,65%, nilai prediksi positif 98%, nilai prediksi negatif 100%, akurasi 98.6%. Pemeriksaan potong beku sangat sensitif dan spesifik yang sangat bermanfaat untuk diagnosis tumor payudara yang cepat dan akurat.AbstractBreast cancer is the most common cancer among female in West Sumatera and cause of 1.41% of the death. Frozen section examination of breast has been used as a diagnostic procedure because this method need less time and have high level of accuracy. The aim of this study is to evaluate the accuracy of frozen section examination with histopathologic confirmation.The study has been done retrospectively in 72 samples of breast tumor at the Anatomic Pathology of Dr.M.Djamil Public Hospital and Siti Rahmah Hospital Padang from January 1, 2008 to December 3, 2012. The result of frozen section and histopathology examination was collected and analyzed for counted the sensitivity and specificity value, positive predictive value, negative predictive value and accuracy value using contingency table 2 x 2. The result showed a 100% sensitivity, 95.65% specificity, 98% positive predictive value, 100% negative predictive value and 98.6% accuracy. Frozen section examination is a highly sensitive and specific test that can be useful for diagnostic choice of breast tumor and it is time less and accurate.
INHIBISI AKTIVITAS PROLIFERASI SEL DAN PERUBAHAN HISTOPATOLOGIS MUKOSA WISTAR DENGAN PEMBERIAN PERASAN SELEDRI Aswiyanti Asri
Majalah Kedokteran Andalas Vol 32, No 2: Agustus 2008
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.678 KB) | DOI: 10.22338/mka.v32.i2.p%p.2008

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian perasan seledri pada tikus wistar yang diinduksi karsinogenesis kolon.Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa seledri dapat mencegah karsinogenesis kolon pada tikus wistar yang diinduksi dengan 1,2 dimethylhydrazine (DMH) dengan dan tanpa diet tinggi lemak dan tinggi protein.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan desain randomized post test control group. Subyek penelitian adalah 25 ekor tikus wistar jantan berusia 12 minggu yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I mendapat injeksi 1,2 DMH subkutan; kelompok II mendapat injeksi 1,2 DMH dan seledri per oral ; kelompok III mendapat injeksi 1,2 DMH subkutan dan diet tinggi lemak dan protein sedangkan kelompok IV selain mendapat injeksi 1,2 DMH subkutan dan diet tinggi lemak dan protein, juga diberi seledri per oral. Perlakuan untuk kelompok I –IV diberikan selama 12 minggu. Sedangkan kelompok V mendapat 1,2 DMH dan seledri selama 16 minggu.Setelah masa perlakuan berakhir, semua tikus dimatikan dan usus besar diambil. Untuk menilai perubahan histopatologik salah satu potongan diproses dan diwarnai dengan HE. Potongan yang lain diwarnai dengan teknik argirofilik dari Ploton untuk analisis aktivitas proliferasi sel. Perubahan histopatologis dinilai secara mikroskopik sesuai kriteria WHO sedangkan aktivitas proliferasi sel dinilai dari jumlah titik AgNOR.Perubahan histopatologik menunjukkan bahwa tikus yang diinduksi dengan 1,2 DMH atau disertai diet tinggi lemak dan protein mengalami perubahan morfologik dan displasia yang lebih berat dibanding tikus yang diinduksi dan diberi seledri.Analisis statistik memakai uji Mann-Whitney didapatkan perbedaan bermakna aktivitas proliferasi sel antara kelompok yang diberi 1,2 DMH dan seledri dengan kelompok yang hanya diberi 1,2 DMH. Pemberian seledri mampu menghambat perubahan histopatologis dan aktivitas proliferasi argrophylic nucledar regions (AgNOR) sel epitel mukosa pada tikus yang diinduksi karsinogenesis kolon dengan 1,2 DMH atau disertai diet tinggi lemak dan protein.Kata Kunci : Karsinogenesis kolon, Seledri, 1,2 DMH, Diet tinggi lemak dan proteinPerubahan histopatologis, hitung AgNORAbstractHas been done research on the effect of celery juice to wistar rats that induced for colon carcinogenesis. Specifically, the aim of this research is to prove celeryARTIKEL PENELITIAN181could prevent the colon carcinogenesis of wistar rats which induced while 1.2 DMH in condition with or without high fat high protein dietary.This study was an experimental study with randomized post test control group. Design totally 25 male wistar rats, aged 12 weeks which randomly divided into five groups, each group consist of 5 rats. Each group were treated by s.c injection of 20 mg/kgBW 1.2 DMH which had been injected once a week. Groups II, IV and V had orally been given a juice celery everyday. Whereas, groups III and IV were fed with the high fat high protein diet,ad libitum. Such above treatment mentioned was treated to all of groups I to IV for 12 weeks, but group V treated for 16 weeks.After the limit of this treatment was finished, all rats were terminated, and large intestines were resected. For the purpose of the histopathological evaluation one of cut sections processed by histological procedures regularlyand stained with H&E. The other of sections was stained by using the argyrophilic techniques as described by Ploton to analyses the activity of cell proliferation. Histopathological pattern in form of epithelial changes had been evaluated by using WHO’s criterias. AgNOR dots were calculated in the nucleus of 100 epithelial cells by using high power fields with emersion oil.The results of histopathological changes indicated the rats induced by 1.2 DMH only or with high fat high protein diet demonstrated a higher degren on morphological changes and dysplasia when it was compared with the group of rats given by celery beside carcinogenic agents. By having analyzed to group I against group II by using Mann-Whittney U-test, it significant differences for cell proliferative activity. This study concluded that celery was effective to prevent histopathological changes and decrease the activity of cell proliferation (AgNOR) in 1.2 DMH induced colon tumors.Keywords: Colon carcinogenesis, celery, 1.2 DMH, high fat high protein diet, histopathological changes, AgNOR count
HUBUNGAN EKSPRESI Ki-67 DENGAN KARAKTERISTIK HISTOPATOLOGIK PADA KANKER PAYUDARA TRIPEL NEGATIF Aswiyanti Asri; Pamelia Mayorita; Daan Khambri
Majalah Kedokteran Andalas Vol 38, No 3 (2015): Published in December 2015
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.649 KB) | DOI: 10.22338/mka.v38.i3.p165-172.2015

Abstract

Kanker payudara triple negative mempunyai prognosis paling buruk. Ki-67, derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular (LVI) adalah parameter prognostik patomolekuler, dimana Ki-67 juga dipakai sebagai prediktor respon terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat diferensiasi dan LVI dengan ekspresi Ki-67 pada kanker payudara tripel negatif. Sembilan belas kasus kanker payudara tripel negatif dikumpulkan dan direview ulang derajat diferensiasi dan LVI. Hasil pemeriksaan Ki-67 dikelompokkan dimana ≤10 % sampai 29 % ekspresi rendah-sedang; dan >30% ekspresi tinggi. Hubungan antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular dianalisis menggunakan Chi Square. Dari 19 kasus kanker payudara tripel negatif, 52,6 % kasus mempunyai derajat diferensiasi tinggi dan sisanya derajat diferensiasi rendah. Invasi limfovaskular ditemukan positif pada 68,4% kasus. Ekspresi Ki-67 yang tinggi hanya ditemukan pada 1 kasus. Uji statistik antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi maupun dengan invasi limfovaskular tidak ditemukan hubungan yang bermakna. Tidak ditemukan korelasi antara ekspresi Ki-67 dengan derajat diferensiasi dan invasi limfovaskular pada kanker payudara tripel negatif.
Gambaran Karakteristik Pasien Luka Bakar Listrik di Rawat Inap RSUP Dr. M.Djamil Padang Tahun 2016-2019 Salsabila Muslim; Deddy Saputra; Aswiyanti Asri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 1 No 3 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1369.931 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v1i3.213

Abstract

Latar belakang : Luka bakar listrik adalah cedera yang disebabkan oleh arus listrik yang melewati tubuh, dimana luka bakar akibat memiliki tingkat keparahan yang lebih besar, risiko kecacatan dan kematian yang tinggi, manajemen yang rumit, rawat inap lebih lama, dan biaya yang lebih mahal. Objektif : Mengetahui gambaran karakteristik pasien luka bakar listrik yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 orang. Data pasien diperoleh dari rekam medis RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2016-2019. Hasil : Seluruh pasien luka bakar listrik di RSUP Dr.M. Djamil Padang berjenis kelamin laki-laki dengan rerata usia terbanyak usia produktif bekerja yaitu 17-45 tahun. Penyebab terbanyak kejadian luka bakar listrik adalah listrik bertegangan tinggi (HVI) akibat pekerjaan. Pasien luka bakar listrik memiliki rerata luas luka bakar sebesar 13,5% dengan luka bakar derajat tiga. Rata-rata pasien luka bakar listrik dirawat selama 17 hari. Pasien pada penelitian ini paling banyak mengalami komplikasi extracardiac dengan kejadian terbanyak amputasi. Dari 66 pasien, lima orang diantaranya diketahui meninggal dunia (7,5%). Simpulan : Luka bakar listrik sering disebabkan oleh HVI dan menyebabkan terjadinya berbagai komplikasi. Hal demikian membuat luka bakar listrik memiliki lama rawatan yang lama, namun dengan angka kematian yang sedikit. Luka bakar listrik cenderung terjadi pada laki-laki kelompok usia kerja, dengan gambaran luas luka yang kecil namun memiliki derajat luka yang dalam. Kata Kunci: luka bakar, luka bakar listrik
Pengaruh Ramipril Terhadap Gambaran Histopatologis Otak Tikus Wistar yang Mengalami Edema Otak Rizka Fitria Husni; Nita Afriani; Aswiyanti Asri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1504.012 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i1.287

Abstract

Background. Brain edema is excessive accumulation of fluid in the intracranial or extracellular space of the brain. It can be caused by head trauma, brain tumors, hypoxia, metabolic disorders, or acute hypertension. Acute myocardial infraction is damage to the myocard that occurs due to lack oxygen. When acute myocardial infarction occurs, there will be disruption of blood flow in the form of stasis which allows emboli and decreased Cardiac Output which will cause a decrease in Cerebral Blood Flow. There will be a state of ischemia and hypoxia so that the hemostatic mechanism is disturbed which will trigger brain edema. Objective. This research was conducted to see the effect of giving ramipril to histopathological of the brain of wistar rat with brain edema. Methods. This research is an experimental study. We used 32 animals which were divided into 4 groups (K-, K +, P1, and P2). P1 was given 3 mg/kgBW ramipril for 7 consecutive days. P2 was given 4 mg/kgBW ramipril for 7 consecutive days. On days 8 and 9, P1, P2, and K+ induced isoproterenol 85 mg/kgBW for 2 consecutive days to induce brain edema through the mechanism of acute myocardial infarction. Data analysis was performed using One Way Anova test and Post Hoc Bonferroni test. Results. The mean area of ​​brain edema in the K-, K +, P1, and P2 groups respectively were 20.76%, 34.69%, 22.70%, and 21.90%. Conclusion. There was a significant effect of giving ramipril to histopathological of the brain of wistar rat with brain edema
EPIDERMAL GROWTH FACTOR RECEPTOR EXPRESSION IN NON-KERATINIZED NASOPHARYNGEAL CARCINOMA SUBTYPE AT PADANG Histawara Subroto; Sukri Rahman; Bestari J Budiman; Aswiyanti Asri; Hafni Bachtiar
INTERNATIONAL JOURNAL OF NASOPHARYNGEAL CARCINOMA Vol. 1 No. 02 (2019): International Journal of Nasopharyngeal Carcinoma
Publisher : TALENTA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.682 KB) | DOI: 10.32734/ijnpc.v1i2.1140

Abstract

Introduction: Patients with nasopharyngeal carcinoma have a poor prognosis, there are several factors that cause it to happen, one of the existing therapeutic response has been inadequate. Expression of Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR) has been used as a biological marker targeted therapy in nasopharyngeal carcinoma. Histopathologic subtype tumors also determine the prognosis of patients with nasopharyngeal carcinoma. Objective: The aim of the study to determine between the expression of epidermal growth factor receptor between non-keratinized differentiated and undifferentiated subtypes in nasopharyngeal carcinoma and correlation with their clinical stage. Study design, Cross-sectional comparative study. Place and duration study, Department of Otorhinolaryngology, Department of Pathology Anatomy in Dr. M. Djamil Hospital, Padang and Department of Pathology Anatomy in Gajah Mada University, between May 2015 until October 2015 Material and methods: We included 36 samples paraffin blocks of nasopharyngeal carcinoma biopsy, respectively 18 paraffin blocks are non-keratinized differentiated and 18 non-keratinized undifferentiated nasopharyngeal carcinoma subtypes. Each sample examined EGFR expression by immunohistochemical staining methods. Results: There were positive EGFR expression results in all sample as 69.4%. Expression of EGFR positive non-keratinized differentiated subtypes in nasopharyngeal carcinoma as 77.8% and undifferentiated subtype as 61.6%. There are no significant differences of EGFR expression between non keratinized differentiated and undifferentiated subtypes nasopharyngeal carcinoma (P>0.05). There are no significant differences of EGFR expression between new and advanced stage nasopharyngeal carcinoma (P>0.05). Conclusion: There were no significant differences of EGFR expression between non-keratinized differentiated and non-keratinized undifferentiated subtypes in nasopharyngeal carcinoma. Analysis of the study also showed no significant differences of EGFR expression based on the clinical stage nasopharyngeal carcinoma.
Sitomorfologi Metastasis Dysgerminoma Pada Bilasan Peritoneum Dengan Konfirmasi Histopatologi Nova Fenita Sari; Aswiyanti Asri; Hera Novianti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.784 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8708

Abstract

Secara umum dysgerminoma muncul unilateral, akan tetapi dapat terjadi bilateral pada 10-15% kasus. Gambaran klinis pada penyakit ini, termasuk nyeri perut, distensi, asites dan perdarahan vagina. Seorang pasien perempuan berusia 24 tahun datang ke poliklinik onkologi obgyn RSUP M. Djamil Padang pada tanggal 6 Mei 2021 dengan keluhan nyeri perut sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 6 Mei 2021 didapatkan hemoglobin 11,4 g/dl, hematokrit 36 %, leukosit 5.850/mm3, trombosit 387.000 /mm3, ureum 19, kreatinin 0,7. Kadar AFP 0,5 IU/ml, CEA <0.50 ng/ml, CA 125 30,41 µ/ml. Pada tanggal 30 April 2021 sebelumnya telah dilakukan foto toraks, USG abdomen dan CT-Scan abdomen.
Karakteristik Klinikopatologi Karsinoma Payudara Invasif di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 2018-2019 Sorayya A'dilah Putri; Aswiyanti Asri; Aisyah Elliyanti; Daan Khambri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 3 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v3i1.664

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara menempati urutan kedua di dunia dan menjadi penyebab kematian dari seluruh kasus kanker. Diagnosis berdasarkan karakteristik klinikopatologi karsinoma payudara invasif penting dalam menentukan tatalaksana dan prognosis kanker payudara. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik klinikopatologi karsinoma payudara invasif di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2018-2019. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Juni – Juli 2021. Sampel penelitian sebanyak 151 pasien. Data pasien didapatkan dari rekam medis, bagian bedah onkologi, dan bagian Patologi Anatomi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil: Penderita karsinoma payudara invasif terbanyak pada usia >50 tahun (47%), Indeks Massa Tubuh (IMT) terbanyak adalah normal (47,7%). Subtipe histopatologi terbanyak adalah infiltrating duct carcinoma not otherwise specified (NOS) (75,5%) dengan stadium klinis IV (42,2%), tingkat grading pada grade II (71,5%), dan lokasi tumor pada kuadran lateral atas (30,8%). Karakteristik hormonal usia menarche ≥12 tahun (67,5%), usia menopause ≥40 tahun (34,4,%), multipara (61,6%), riwayat Hormonal Replacement Therapy (HRT) (1,3%), riwayat kontrasepsi suntik (19,9%). Karakterisitik non-hormonal didapatkan riwayat penyakit keluarga (16,6%), merokok (41,7%), tidak ada yang mengonsumsi alkohol, diet tinggi lemak (35,1%), dan riwayat radiasi (8,6%). Kesimpulan: Karakteristik klinikopatologi karsinoma payudara invasif paling banyak ditemukan pada usia lebih dari 50 tahun, IMT normal, subtipe infiltrating duct carcinoma NOS, stadium IV, grade II, lokasi tumor di kuadran lateral atas, usia menarche ≥12 tahun, usia menopause ≥40 tahun, multipara, dan riwayat kontrasepsi suntik.
Hubungan Ekspresi PD-L1 dengan Derajat Diferensiasi dan Densitas Til di Stroma pada Karsinoma Ovarium Serosum Valencia Valencia; Aswiyanti Asri; Rachmadijah Zuryati Nizar
Health and Medical Journal Vol 5, No 1 (2023): HEME January 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i1.1146

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma ovarium merupakan keganasan terbanyak ke-8 pada perempuan di dunia. Karsinoma ovarium serosum merupakan keganasan ginekologi yang paling mematikan dengan perjalanan penyakit yang berbeda antara masing-masing grade. Diduga perbedaan ini disebabkan oleh adanya faktor prognostik lain yang memengaruhi luaran penyakit. Salah satu yang memengaruhi luaran penyakit adalah respon imun. Banyak efektor imun yang mendukung perkembangan tumor dan blokade efektor imun yang menimbulkan destruksi imun. Sel tumor dapat lolos dari pengenalan sel imun dan menekan aktivitas antitumor yang dimediasi sel-T sehingga mendorong pertumbuhan tumor dan metastasis melalui modulasi immune checkpoint termasuk programmed death ligand-1 (PD-L1). Tujuan penelitian:  Mengetahui karakteristik dan hubungan ekspresi PD-L1 dengan derajat diferensiasi dan densitas tumor infiltrating lymphocyte (TIL) di stroma pada karsinoma ovarium serosum. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah kasus karsinoma ovarium serosum dari 3 laboratorium Patologi Anatomik di kota Padang tahun 2019-2020 sebanyak 45 kasus. Derajat diferensiasi dinilai berdasarkan grading WHO 2020 dan densitas TIL dinilai berdasarkan rekomendasi The International TILs Working Group. Dilakukan pulasan imunohistokimia untuk melihat ekspresi PD-L1. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna. Hasil: Sebagian besar karsinoma ovarium serosum merupakan derajat diferensiasi high grade (82,2%) dan densitas TIL stroma yang tinggi (60%). Pada derajat diferensiasi high grade ekspresi PD-L1 intratumoral tinggi lebih banyak (95,7%), dibandingkan ekspresi PD-L1 rendah (68,2%). Secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 intratumoral dengan derajat diferensiasi pada karsinoma ovarium serosum (p=0,022). Tidak terdapat hubungan antara ekspresi PD-L1 dengan densitas TIL di stroma. Kesimpulan: Semakin tinggi ekspresi PD-L1 intratumoral semakin tinggi derajat diferensiasi namun tidak terdapat hubungan antara ekspresi PD-L1 dengan densitas TIL di stroma.
Hubungan Subtipe Molekuler dengan Densitas Tumor Infiltrating Lymphocytes Stroma pada Karsinoma Lobular Invasif Payudara Hasnaini Hasnaini; Aswiyanti Asri; Henny Mulyani
Health and Medical Journal Vol 5, No 1 (2023): HEME January 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i1.1145

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma lobular invasif payudara merupakan karsinoma invasif payudara terbanyak ke dua dengan insiden mencapai hingga 15% dari seluruh karsinoma invasif payudara. Tumor Infiltrating Lymphocytes (TIL) adalah suatu respon imun tubuh dalam melawan pertumbuhan dan perkembangan tumor. Penilaian TIL stroma adalah suatu faktor prognostik karsinoma invasif payudara dan dihubungkan dengan luaran yang baik pada subtipe tripel negatif dan HER-2. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui karakteristik karsinoma lobular invasif dan untuk menganalisis hubungan subtipe molekuler dengan densitas TIL. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel karsinoma lobular invasif dari 3 laboratorium Patologi Anatomik di Padang sebanyak 30 kasus. Densitas TIL dinilai berdasarkan rekomendasi The International TILs Working Group, kemudian dikelompokkan rendah, intermediet, dan tinggi. Dilakukan pulasan imunohistokimia (IHK) ER, PR, HER-2 dan Ki67 untuk menentukan subtipe molekuler yaitu luminal A, luminal B, HER-2 positif dan tripel negatif. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna. Hasil: Sebagian besar karsinoma lobular invasif dengan densitas TIL rendah (70%), dengan subtipe molekuler terbanyak adalah luminal A. Analisis bivariat menunjukan densitas TIL rendah banyak pada luminal A, dan densitas TIL intermediet banyak pada luminal B. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara subtipe molekuler dengan densitas TIL dengan nilai p=0,004. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan adanya hubungan bermakna antara subtipe molekuler dengan densitas TIL pada karsinoma lobular invasif.
Co-Authors Adrial Adrial Adrial Adrial Afriani - Afriani Afriani, Nita Aisyah Elliyanti Alan Mustaqim Almurdi Almurdi Andi Friadi Anggrainy, Fenty Antonius, Puja Agung Arifuddin Arifuddin Aristya Rahadiyan Budi Arni Amir Arnofyan, Budi Pratama Asril Zahari Asril Zahari Bestari Jaka Budiman Bobby Indra Utama Daan Khambri Danuwirya, Muhammad Reko Deddy Saputra Desi Aliefia Dessy Arisanti Dia Rofinda, Zelly Dia Dian Pertiwi Dini Andri Utami Dutia Gestin Dutia Gestin Edison Eka Fithra Elfi, Eka Fithra Eka Nofita Elmatris Sy Endrinaldi Endrinaldi Endrinaldi Etriyel Myh Febriyanti, Rizka Fedrivia, Rannia Ginting, Desi Scorpinasari Hafni Bachtiar Hardian, Sonny Hardisman Hasmiwati Hasnaini Hasnaini henny Mulyani Henny Mulyani Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti Hera Novianti, Hermafasya, Ayu Octarin Hirowati Ali Histawara Subroto Husna Yetti Husnil Kadri iftahillah - iftahillah Iwani Rahmah Rambe Julizar Julizar Kamelia, Muthia Karmia, Hudila Rifa Kusumardani, Dini Laila Isra Laila Isrona liana, nana Lismawati Rasyd Malinda Meinapuri Mayorita, Pamelia Meta Zulyati Oktora Miftah Irramah Mohamad Reza Muflikal Hamdi Muhamad Febry Muthia Kamelia Nabilla Mahyenda Nadhira Isza Qushoyyi Nadia Oktarina Nana Liana Nana Liana Nana Liana Nita Afriani Nizar, RZ Nova Fenita Sari Noverial Noverial Novianti, Hera Noza Hilbertina, Noza Nuzulia Irawati Oktora, Meta Zulyati Pamelia Mayorita Pemuda, Haris putri, amanda Putri, Rizqy Nurfathonah R Zuryati Nizar R. Zuryati Nizar Rachmadijah Zuryati Nizar Rahmani Welan Rahmi Ramadhani Randi Septiah Hendri Rauza Sukma Rita Resti Aulia Fitri Rizka Fitria Husni Rosfita Rasyid RZ Nizar RZ Nizar Salmiah Agus Salmiah Agus Salmiah Agus Salsabila Muslim Salsabilla Firdaus Sari, Nova Fenita Sari, Rini Purnama Selly Alinta Syukri Shofi Faiza sondang - nora Sorayya A'dilah Putri Suci Rahmadhani Sukri Rahman Susanto Winarko Syamel Muhammad Teddy Kurniawan Tofrizal Tuti Lismayarni Utami, Dini Andri Valencia Valencia Valencia Valencia Valencia, Valencia Vashti Resti Putri Firdaus Wirsma Arif Harahap Yanwirasti . Yenita . Yenita Afriyeni Yessy Setiawati Yessy Setiawati Yuastika Puspita Sari Yulistini, Yulistini Zuryati Nizar, Rachmadijah