Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular Boa constrictor di Lombok Wildlife Park, Nusa Tenggara Barat Satvika, Fadhila; Maulana, Gilang Kala; Satyaningtijas, Aryani Sismin; Ekastuti, Damiana Rita; Maheshwari, Hera; Santoso, Koekoeh; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.67-68

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan salah satu satwa liar yang ditangani adalah ular. Tulisan ini melaporkan penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular boa (Boa constrictor). Ular bernama Boly, berumur sekitar 1.5 tahun dengan bobot badan 8 ons mengalami eye caps stuck atau spectacular dysecdysis setelah proses pergantian kulit yang tidak sempurna. Terjadi kebengkakan pada jaringan di kedua mata dan boa kehilangan nafsu makan. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik dan anti inflamasi untuk 3 hari pertama dan dilanjutkan dengan supplemen pendukung berupa zat besi dan vitamin B12 intramuskular selama 3 hari berikutnya. Jaringan bengkak pada mata kiri pecah dan menyebabkan kerusakan pada organ mata, sedangkan jaringan yang telah mengering pada mata kanan dikelupas secara manual. Nafsu makan ular sudah kembali membaik dan sudah mau makan dengan sendirinya.
Traumatic toenail wound in a Thai elephant (Elephas maximus indicus) : Toenail wound in elephant Ong Huey, Lynette; Suprayogi, Agik; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Rita Ekastuti, Damiana; Maheshwari, Hera; Bustaman, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Achmadi, Pudji; Manalu, Wasmen; Maneewong, Sattabongkoch; Tarigan, Ronald
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.3-4

Abstract

Elephant is Thailand’s national animal which represents three aspects: loyalty, longevity, and strength. Thai elephants are often used for deforestation and tourist activities, such as elephants, riding, and showering. This case report highlights a traumatic wound in the left foreleg nail of a showering Thai elephant. Nail wounds undergo infection and tissue necrosis. A bone fragment suspected to be part of the distal phalanges was found and confirmed by X-ray examination. However, a surgical approach is not recommended because of the high risk of sedation in elephants. Routine wound cleaning with antiseptics and topical antibiotics was performed on the traumatic wounds. The bone fragment was removed after necrosis of the surrounding tissues. The prognosis for this case was considered good based on the location and wound condition.
Daya tahan panas berbagai bangsa sapi pedaging di peternakan rakyat Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah Nurhidayat, Irfan; Suprayogi, Agik; Sismin Satyaningtijas, Aryani; Rita Ekastuti, Damiana; Maheshwari, Hera; Bustamam, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Achmadi, Pudji; Manalu, Wasmen; Tarigan, Ronald
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.17-18

Abstract

Produktivitas dan kesehatan ternak di daerah tropis sangat dipengaruhi oleh daya adaptasinya terhadap lingkungan tropis yang panas dan lembab. Penelitian ini bertujuan membandingkan daya tahan panas (DTP) pada bangsa sapi Peranakan Ongole (PO), Peranakan Simental (PS) dan Peranakan Limousin (PL) yang dipelihara di Kampung Astomulyo, Kabupaten Lampung Tengah yang memiliki indeks cekaman lingkungan tinggi di siang hari serta sedang di pagi dan sore hari. Mayoritas sapi memiliki nilai DTP diatas 100 dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai DTP antar bangsa sapi. Bangsa sapi PO, PS, dan PL memiliki daya tahan panas yang baik dan mampu beradaptasi di lingkungan yang panas dan lembab.
PHYSICO-CHEMICAL VALUE AND HYPOGLYCEMIC EFFECT OF INDUSTRIAL-GRADE ETHANOLIC EXTRACT OF PIGEON PEA (Cajanus cajan) LEAVES AND GINGER (Zingiber officinale var. amarum) Wresdiyati, Tutik; Alfarisi, Hamzah; Putri, Anisya Saeila; Abidah, Puri Adzrok; Darawati, Made; Aziz, Sandra; Sadiah, Siti; Astawan, Made; Santoso, Koekoeh
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 18, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v18i1.31691

Abstract

This study aimed to analyze flavonoid and 6-gingerol content and to test the hypoglycemic effects of industrial-grade Cajanus cajan (pigeon pea) leaf and Zingiber officinale rhizome (ginger) extracts on hyperglycemic rats. Extraction utilized maceration with 70% alcohol at PT. Insular Multi Natural. Extracts were characterized and analyzed for flavonoids and 6-gingerol content. Hypoglycemic activity was assessed using the oral glucose tolerance test (OGTT) on rats with induced hyperglycemia via 90% sucrose solution. The results indicated higher flavonoid content in C. cajan leaf extract (4090.09338.23 mg/100 g) compared to Z. officinale extract (622.74203.39 mg/100 g), while gingerol content in Z. officinale extract was 701.524.42 mg/100 g. This study concluded that combination of industrial-grade pigeon pea leaves extract and ginger extract reduce the level of blood glucose in hyperglycemic model rats at all combination dose (150:150, 200:100, and 100:200 mg/kg BW). The combination dose of 200:100 mg/kg BW showed the best blood glucose level profile.
Pemberian Ekstrak Daun Singkong pada Burung Puyuh yang Mengalami Cekaman Panas Santoso, Koekoeh; Maria, Joanita; Ika Mayasari, Ni Luh Putu; Jumadin, La
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 1 (2024): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.73585

Abstract

Fenomena iklim tropis, ekuinoks, dan pemanasan global di Indonesia dapat menyebabkan masalah cekaman panas pada peternakan unggas termasuk puyuh. Dampaknya adalah penurunan performa dan produksi puyuh, oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah heat stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan potensi ekstrak daun singkong untuk mengatasi cekaman panas pada puyuh dewasa anas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 16 ekor puyuh yang dibagi menjadi 4 kelompok, terdiri dari 4 ekor puyuh sebagai kontrol yang diberi perlakuan suhu 35 °C, dan masing-masing 4 ekor puyuh lainnya diberi perlakuan suhu 35 °C dan diberi ekstrak daun singkong dengan dosis yang berbeda-beda sebesar 5,292 mg/168g, 10,584 mg/168 g, dan 21,168 mg/168 g berat badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun singkong yang mengandung flavonoid dan klorofil terbukti dapat menurunkan kadar malondialdehida (MDA) pada puyuh yang mengalami cekaman panas. Kualitas telur juga meningkat berdasarkan parameter tinggi albumin, tinggi kuning telur, dan tebal cangkang, namun kadarnya tidak signifikan. Parameter total leukosit, rasio heterofil per limfosit, dan diferensial leukosit tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Ekstrak daun singkong juga belum terbukti mampu menurunkan total protein pada puyuh yang mengalami cekaman panas. Hasil vaksinasi ND inaktif yang dilakukan satu kali menunjukkan titer antibodi yang rendah pada semua kelompok.
Phase-dependent effects of purwoceng (Pimpinella alpina KDS) on estrous cycle modulation in virgin female rats Santoso, Hera; Achmadi, Pudji; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Bustamam, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Maheshwari, Hera; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.4.117-118

Abstract

Purwoceng (Pimpinella alpina KDS) merupakan tanaman obat tradisional yang telah banyak diteliti khasiat androgeniknya dalam penelitian reproduksi jantan. Namun, pengaruhnya terhadap kinerja reproduksi betina masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh purwoceng terhadap durasi setiap fase estrus dan keseluruhan siklus estrus pada tikus betina. Empat puluh delapan tikus Sprague-Dawley betina perawan dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan fase estrus mereka pada awal perlakuan: proestrus, oestrus, metestrus, dan diestrus. Setiap kelompok terdiri dari enam ekor kontrol dan enam ekor tikus yang diberi Purwoceng. Ekstrak diberikan secara intragastrik selama sepuluh hari berturut-turut, sementara evaluasi apusan vagina dilanjutkan hingga hari ke-15 untuk memantau siklus estrus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian purwoceng selama dua siklus estrus umumnya memperpanjang fase proestrus dan estrus, dengan perpanjangan fase estrus yang signifikan secara statistik diamati ketika perlakuan diberikan selama estrus (P < 0,05). Sebaliknya, durasi fase metestrus dan diestrus berkurang, kecuali ketika Purwoceng diberikan selama metestrus, yang mengakibatkan peningkatan durasi metestrus. Kesimpulannya, purwoceng menunjukkan efek modulasi terbesar ketika diberikan selama fase estrus, menunjukkan responsivitas siklus reproduksi betina yang bergantung pada fase terhadap ekstrak herbal ini.
Edukasi Praktik Pemberian Makanan MP-ASI sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Anak di Bontang Kuala, Kalimantan Timur Hapsari, Afrilia Bagus Putri; Cintiyah, Farida; Khairina, Amalia; Simanjuntak, Saut Renato Rahmat; Rachmani, Ratasha Zahwanda; Noor, Muhammad Primadevan Pascaharchana; Fauziah, Kholidah; Simanjuntak, Imelda Yanti Lumongga; Mutaqqin, M. Ichwan; Santoso, Koekoeh
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.4.2.13-22

Abstract

Stunting ialah bagian dari kondisi gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan zat gizi dalam jangka panjang akibat asupan makanan yang tidak mencukupi untuk memenuhi gizi optimal. Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan secara tatap muka dengan masyarakat yang tinggal di Bontang Kuala, Provinsi Bontang Utara, yang juga merupakan tujuan dari survei ini. Metode yang diterapkan adalah identifikasi pola masyarakat berdasarkan analisis deskriptif yang didapat dari persepsi masyarakat dan permasalahan yang mempengaruhi stunting. Banyak keluhan masyarakat Bontang Kuala tentang balita dan bayi yang masih menangis setelah disusui. Hal ini dapat terjadi karena balita dan bayi tidak merasa kenyang setelah disusui dan asupan makanan yang diberikan tidak mencukupi. Untuk itu kelompok KKN-T telah memberikan materi tentang MP-ASI. Kegiatan KKN-T IPB di Kelurahan Bontang Kuala telah berjalan sesuai harapan, berkat kerjasama peserta KKN-T IPB, Kelurahan Bontang Kuala, kelompok PKK dan masyarakat berdasarkan analisis sosial budaya dengan analisis deskriptif.
Co-Authors A.S. Satyaningtijas Abdul Zahid Abidah, Puri Adzrok ACHMAD FARAJALLAH Afiff , Usamah Agik Suprayogi Agung Eru Wibowo Agus Wijaya Ainul Khadija Saleema Akhiruddin Maddu Aldo Febriano Tarigan Alfarisi, Hamzah Amrozi Andayani, Prawita Lintang Anindita Sista Widyadhari Anindita Sista Widyadhari Annisa Madyanti Geminastiti Parampasi Ardilasunu Wicaksono Asah Hilaliah Athirah Rerana Fitrianthy Aziz, Sandra Cintiyah, Farida Dalia Sukmawati Damhuri Damhuri Damiana Rita Ekastuti Daryanti, Edhita Putri David Anwar Denny Widaya Lukman Denny Widya Hikman Desrayni Hanadhita Dhani S. Wibawa Dwi Nurhidayah Zubaidah Edi Sukmawinata Edi Sukmawinata Elok Budi Retnani Etih Sudarnika Fauziah, Kholidah Gandasari, Ira Agustina Dewi Gilang Kala Maulana, Gilang Kala Hadri Latif Hapsari, Afrilia Bagus Putri heny Nitbani HERA MAHESHWARI Herwin Pisestyani Huda Shalahudin Darusman I wayan Teguh Wibawan Ika Mayasari, Ni Luh Putu Ikhwan Wirahadikesuma ikhwan wirahadikesuma Irfan Nurhidayat, Irfan Irwan Oktoni Isdoni Bustaman Isnaeni Isnaeni Isnaeni Jefri Naldi Jumadin, La Jumardin jumardin jumardin Khairina, Amalia Komariah komariah komariah Kudang Boro Seminar Kusnandar Anggadiredja La Jumadin La Jumadin La Jumadin La Jumadin Lili Darlian Lili Darlian MADE ASTAWAN Made Darawati Maharani Salsabila Mahendra, Arindina Maneewong, Sattabongkoch Maria, Joanita Maryce Agusthinus Walukou Mawali, Maharja Mokhamad Fakhrul Ulum, Mokhamad MUHAMMAD AGIL Mutaqqin, M. Ichwan Nadhear Nadadyanha Dannar NASTITI KUSUMORINI Nenis Rahma Wulandari Niken Ulupi Noor, Muhammad Primadevan Pascaharchana Nugraha, Arifin Budiman Nuri Ardiani Nurul Masyita, Nurul Okta Irviana Muminin Okti Nadia Poetri Ong Huey, Lynette Pudji Achmadi Putri, Anisya Saeila Putri, Fatimatus Sa’diyah Putri, Maritrana Rachmani, Ratasha Zahwanda Rahmadhani, Elsi Rani Audona Rasyida Ulfa Ridi Arif Ridzky Pratama Risqika Akla Velayati Rivangga Yuda Hendika Ronald Tarigan Rotinsulu, Dordia Anindita Sadiah, Siti Santoso, Hera Sasmita, Annissa Nuridfi Satvika, Fadhila Simanjuntak, Imelda Yanti Lumongga Simanjuntak, Saut Renato Rahmat sri murtini . Supiyani, Atin Tarigan, Ronald Tutik Wresdiyati Ulfatin Khoiriyah Herowati Umi Cahyaningsih Warysatul Ummah Wasmen Manalu Wijaya, Yanuar Restu Yulvian Sani Yusuf Ridwan Zora, Nelda Fliza Zulvia Maika