Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dalam Memberikan Pemahaman Dampak Penggunaan Narkoba Dikalangan Siswa Kelas XE-2 SMAN 1 Masbagik Uzlipatul Amni; Fitri Aulia; Nurul Anwar
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 10 No 1 (2026): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v10i1.32464

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan klasikal dalam memberikan pemahaman dampak penggunaan narkoba. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimental dengan satu kelompok yang diberikan pretest dan posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 36 siswa dari kelas XE-2 di SMA Negeri 1 Masbagik yang diambil dengan teknik random sampling. Pada pretest dan posttest digunakan angket pemahaman dampak penggunaan narkoba, kemudian pada perlakuan diberikan layanan bimbingan klasikal. Skor test berbicara siswa dianalisis menggunakan uji T untuk membuktikan hipotesis. Dari hasil uji T dapat dikatakan bahwa layanan bimbingan klasikal efektif dalam memberikan pemahaman dampak penggunaan narkoba kelas XE-2 SMA Negeri 1 Masbagik. Berdasarkan hasil analisis, hasil uji T dari 36 siswa lebih rendah dari sama dengan 0,005. Dari hasil uji T tersebut, dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal efektif dalam memberikan pemahaman dampak penggunaan narkoba.
Peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap implementasi manajemen dan pengembangan program bimbingan konseling di sekolah menengah atas melalui focus group discussion Ahlun Nazali; Melani Riskika; Fitri Aulia; Sari Hardianti; M. Jauhari Ramadhan; Doa Cutholy Berlian S; Azzahra Tsani Ariyanti; Risma Juliana; Siti Hidayatun Hasanah; Laela Fatini; M. Abdul Hafiz
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen dan pengembangan program Bimbingan dan Konseling (BK) di SMA serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, sekaligus menggambarkan efektivitas metode Focus Group Discussion (FGD) dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik pengelolaan program BK secara nyata di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam dengan guru BK yang bertindak sebagai pemateri FGD, observasi proses pelaksanaan FGD, serta studi dokumentasi terhadap program BK sekolah. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen program BK di SMA telah berjalan melalui siklus perencanaan berbasis analisis kebutuhan, pengorganisasian peran, pelaksanaan layanan yang beragam, evaluasi sistematis, dan tindak lanjut yang terstruktur. Pelaksanaan FGD terbukti efektif memperdalam pemahaman mahasiswa tentang kompleksitas pengelolaan BK di sekolah menengah. Peluang pengembangan meliputi kebijakan Kurikulum Merdeka, teknologi digital, dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik, sementara tantangan utamanya mencakup rasio guru BK yang belum ideal, beban administrasi tinggi, keterbatasan sarana, serta stigma yang masih melekat pada layanan BK. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pemahaman mahasiswa serta mendorong inovasi dalam tata kelola program BK di sekolah.
Layanan Konseling Individu Dengan Teknik Reinforcement Positif Untuk Mengatasi Rendahnya Interaksi Sosial Siswa Broken Home Di Sman 1 Sakra Padiatun Hasanah; Baiq Mahyatun; Fitri Aulia
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.32743

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya interaksi sosial siswa broken home di SMAN 1 Sakra yang ditunjukkan dengan perilaku siswa yang lebih senang menyendiri, menutup diri dan kurang bergaul di lingkungan sekolahnya. Upaya wali kelas sekaligus guru mapel dalam mengarahkan siswa untuk bisa terbuka dan aktif ketika dalam proses belajar mengajar berlangsung dirasa belum cukup optimal. Begitu juga dengan guru BK yang belum optimal dalam merespon dan memahami permasalahan siswa untuk diberikan layanan konseling individu yang tepat sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yang bermaksud untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian secara alamiah. Subjek penelitian adalah satu orang siswa laki-laki kelas XII-i di SMAN 1 Sakra yang dipilih berdasarkan observasi awal yang menunjukkan rendahnya interaksi sosial. Penelitian ini berusaha untuk memecahkan masalah yang ada berdasarkan data-data. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 4 orang informan yaitu guru BK, Wali kelas, siswa/konseli, dan orang tua (ayah) siswa/konseli. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan teknik reinforcement positif terbukti dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah pribadi seperti keterampilan dalam berinteraksi sosial. Hal tersebut dibuktikan setelah melakukan layanan konseling individu melalui beberapa sesi pertemuan. Namun, konseli menunjukkan perubahan yang signifikan pada sesi konseling pertemuan ke dua, dibuktikan dari hasil observasi di lapangan melalui pengamatan dan pernyataan temannya, serta dari pernyataan konseli sendiri saat melakukan layanan, hingga pengisian instrumen evaluasi proses konseling yang sudah mencapai target dengan persentase perubahan 75%-94%, dari yang sebelumnya yaitu 50%-74%.
Grit Character of High School Students in the Digital Era Fitri Aulia; Ni Ketut Suarni; Kadek Suranata; I Ketut Gading
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 3 No. 3 (2027): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.3.3.295

Abstract

Objective: The study aims to analyze the grit character of high school students in the digital era. The study emphasizes the importance of persistence, consistency, and determination among students in facing learning challenges caused by rapid technological development. This research contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 4 by highlighting the importance of developing student character to support quality education in the digital era. Method: The research employed a quantitative approach with an ex-post facto research design. The research population consisted of eleventh-grade students at SMA N 1 Montong Gading, East Lombok. Data were collected using a grit questionnaire consisting of two dimensions: consistency of interest and perseverance of effort. The sample consisted of 23 students selected using proportionate stratified random sampling.  Results:  The results showed that the grit character of students in the digital era was categorized as good, with an average score of 74.71%. Students demonstrated persistence, enthusiasm, creativity, and responsibility in completing digital-based learning tasks, including multimedia video assignments. The findings indicate that digital technology can support students’ learning processes when accompanied by strong character development.  Novelty: The study provides new insights into student grit characteristics in the context of digital interaction culture among high school students in East Lombok. The findings highlight the importance of integrating digital literacy and character education to strengthen students’ resilience and learning achievement in supporting SDG 4.
URGENSITAS MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH Nengsi; Solita Anggraeni Susanti; Mariana Astuti; Hanin Ulya; Fitri Aulia; Rostina Andriyanti; Reza Agustina; Saopian Azhari; Mariani; Hesya Fadila Imtiyaz; Yeni Sulistiawarni; Sifa’yah; Nanang Ervia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17620

Abstract

ABSTRACT Guidance and counseling management plays a strategic role in ensuring that guidance and counseling services in schools are implemented systematically, relevantly, and sustainably. However, the implementation of counseling services still faces various problems, including planning that is not fully based on students' needs, suboptimal organization, and limited continuous supervision and evaluation. This study aims to analyze the urgency of guidance and counseling management in schools and identify its role in supporting the effectiveness and sustainability of counseling services. This study employed a qualitative approach using a literature review method. Data were obtained from relevant scientific literature and analyzed through thematic analysis and narrative synthesis. The results indicate that the urgency of guidance and counseling management lies in the integration of needs-based planning, resource organization and collaboration among school components, systematic and responsive service implementation, as well as continuous supervision and evaluation. Guidance and counseling management functions not merely as an administrative activity but as a strategic system that supports students' optimal development and improves the quality of counseling services. Therefore, strengthening data-based, collaborative, and sustainable guidance and counseling management is essential in the implementation of counseling services in schools.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI MANAJEMEN DAN PENGEMBANGAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION Riza Hidayati; Maharani; Nurlaila Syipa’unnupus; Indah Shofianita; Latif Hamidi; Eli Ermayanti; Luk Luil Adni; Sintia Pratiwi; Siti Zawyah Nanga Wara; Rizkia Maulida; Anisa Sapira; Silmi Rostiana; Imam Nawawi Zain; M. Muzayyin Fanani; Fitri Aulia
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.17677

Abstract

This study aims to examine the improvement of university students' understanding of the implementation of guidance and counseling (GC) management and program development at junior high schools through the Focus Group Discussion (FGD) method. The study employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that prior to participating in the FGD, students' understanding of the implementation of GC management and program development was limited to conceptual knowledge and they had difficulty relating theory to actual school practices. After participating in the FGD, students demonstrated a significant improvement in understanding, particularly regarding the stages of GC program management, including needs assessment, planning, implementation, evaluation, and program follow-up. This improvement was supported by interactive discussions, the facilitator's expertise, the relevance of the materials to real school practices, and opportunities for participants to exchange ideas and experiences. However, several challenges were identified, including differences in students' prior knowledge, limited field experience, and the relatively short duration of the FGD sessions. Therefore, the study concludes that Focus Group Discussion is an effective learning strategy for bridging the gap between theory and practice and for enhancing the professional readiness of Guidance and Counseling students in implementing and developing school guidance and counseling programs.
Grit Character of High School Students in the Digital Era Fitri Aulia; Ni Ketut Suarni; Kadek Suranata; I Ketut Gading
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 3 No. 3 (2027): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.3.3.295

Abstract

Objective: The study aims to analyze the grit character of high school students in the digital era. The study emphasizes the importance of persistence, consistency, and determination among students in facing learning challenges caused by rapid technological development. This research contributes to Sustainable Development Goal (SDG) 4 by highlighting the importance of developing student character to support quality education in the digital era. Method: The research employed a quantitative approach with an ex-post facto research design. The research population consisted of eleventh-grade students at SMA N 1 Montong Gading, East Lombok. Data were collected using a grit questionnaire consisting of two dimensions: consistency of interest and perseverance of effort. The sample consisted of 23 students selected using proportionate stratified random sampling.  Results:  The results showed that the grit character of students in the digital era was categorized as good, with an average score of 74.71%. Students demonstrated persistence, enthusiasm, creativity, and responsibility in completing digital-based learning tasks, including multimedia video assignments. The findings indicate that digital technology can support students’ learning processes when accompanied by strong character development.  Novelty: The study provides new insights into student grit characteristics in the context of digital interaction culture among high school students in East Lombok. The findings highlight the importance of integrating digital literacy and character education to strengthen students’ resilience and learning achievement in supporting SDG 4.
KESULITAN DALAM MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA DALAM SOAL CERITA MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Nurhaswinda; Afdiliani, Wilda; Pinanti; Ardelia, Vania; Indah Handayana, Dian; Fitrah, Audylla; Aulia, Fitri; Ainur Rahma, Annisa; Qonitah, Atiyah; Meizura, Amanda
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.50742

Abstract

The independent learning curriculum has been implemented in the third year, have been completed using the Independent Curriculum. This Independent Curriculum is very flexible to implement. The method used in this study is a descriptive narrative method with a qualitative approach. The results of this study are that there are difficulties in implementing the Independent Curriculum felt by teachers such as teacher training and readiness which are still lacking where teacher training is one cluster and then carried out independently from YouTube, many learning models are not yet known and understood by teachers so that teachers are confused about using learning models when implementing the Independent Curriculum.
Effectiveness of REBT-Based Group Counseling in Improving High School Students' Emotional Intelligence Fitri Aulia; Nurul Hidayatul Husna; Baiq Mahyatun
Edu Consilium : Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ec.v7i2.22744

Abstract

This study evaluates the effectiveness of group counseling based on Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) using the ABCDE framework to enhance emotional intelligence among 11th-grade social science students at MA NW Kotaraja in the 2025/2026 academic year. The research utilized a one-group pretest–posttest design involving eight students identified with low emotional intelligence levels. A five-point Likert scale was employed to measure Goleman’s five domains: self-awareness, self-regulation, motivation, empathy, and social skills. The intervention consisted of five 45-minute sessions conducted over a three-week period. Statistical analysis via paired sample t-test revealed a highly significant improvement from pretest (M=68) to posttest (M=136) scores (p < 0.001). Additionally, qualitative findings indicated that participants demonstrated enhanced emotional regulation, increased self-confidence, and deeper interpersonal understanding after applying the ABCDE model. Ultimately, the study concludes that REBT-based group counseling effectively strengthens students' emotional intelligence, particularly in fostering empathy and social competence within an educational context.
Co-Authors Abdul Halim Rahmatullah Achadiyani Afdiliani, Wilda Agil Al Idrus, Agil Al Ahlun Nazali Ainur Rahma, Annisa Alengka, Novi Alfarafisa, Nayla Majeda Ambarwati, Dyah Amrullah, Roni Anggraini, Reni Dia Anisa Sapira Arina Mufrihah Arina Mufrihah Arina Mufrihah, Arina Aryana, Ida Bagus Putu Asror, M. Zainul Astrid Feinisa Khairani Azzahra Tsani Ariyanti Baiq Mahyatun Chou, Yoan Desi Ariska Dewi Yulianti Dewi Yulianti Dimmiyati, Dimmiyati Doa Cutholy Berlian S Eli Ermayanti Erman, Ery Ernawati Fathurrahman Fatria Harwanto Firdaus, Muhammad Bintang Fitrah, Audylla Hamdini, Izmi Rafi Hamdini, Izmi Rafi Hamdini, Izmi Rafi Hanin Ulya Harahap, Yasmin Havizah, Ilma Nur Helda Hesya Fadila Imtiyaz I Dewa Putu Partha I Dewa Putu Partha I Gede Ratnaya I Kadek Suranata I Ketut Gading I Made Sutajaya I Wayan Suastra I Wayan Suja Imam Nawawi Zain Indah Handayana, Dian Indah Shofianita Jasmine, Annisah Biancika Johanes Kamaria, Kamaria Khairani Alawiyah Matondang Laela Fatini Latif Hamidi Luk Luil Adni M. Abdul Hafiz M. Deni Siregar M. Jauhari Ramadhan M. Muzayyin Fanani M. Zainul Asror Maesak, Cantri Maharani Marfuatun Marfuatun Marfuatun Marfu’atun . Mariana Astuti Mariani Maslani, Maslani Meizura, Amanda Melani Riskika Mona Lisa Muhamad Rizki Fahmi Muhamad Takiuddin Muhammad Marzuki Muharramah, Disa Hijratul Muhlis Mujidaturruhil Millah Muliani Muliani, Muliani Musifuddin Nadia Saragih Nanang Ervia Nengsi Ni Ketut Suarni Novitasari, Prihatini Dini Nuh Ghazali Djadjuli, Hidayat Nurfadilla, Hikma Nurfitri, umami Nurhaswinda Nurlaila Syipa’unnupus Nurul Anwar Nurul Hidayatul Husna Nurul Ilmi, Nurul Nurulhajj, Fadilah Arfan Padiatun Hasanah Pinanti Pulungan, Rafiah Maharani Qistubillah, Nabil Qonitah, Atiyah Qurniawati, Muslimah Rahmat Hidayat Rahmatullah, Abdul Halim Rasmi, Ayu Citra Rasmi, Dewa Ayu Citra Reza Agustina Ridwan . Risma Juliana Rivdya Eliza Riza Hidayati Rizkia Maulida Robyanto, Sony Roni Amrulloh Rostina Andriyanti Rufi'i SAFITRI, SANI Saopian Azhari Sari Hardianti Septriyogi, L. M Sasaki Shaiqh, Neng Moya Sabhana Sifa’yah Silmi Rostiana Sintia Pratiwi siti aminah Siti Hidayatun Hasanah Siti Zawyah Nanga Wara Solita Anggraeni Susanti Sony Robyanto Taqiyuddin, M Umam, Busro Akramul Umi Aisyah Umi Aisyah, Umi Uzlipatul Amni Vania Ardelia Wal, Zaen Wathoni, Muhammad Zainul Widiana, Wayan Winda Sukmani Wulanjati, Syara Yeni Sulistiawarni Yusri Zaen Wal Zain, Maulidiana