Claim Missing Document
Check
Articles

BENTUK DAN NILAI KARAKTER DALAM PERTUNJUKAN DOLANAN ANAK-ANAK TRADISIONAL SD BANYUURIP KECAMATAN GUNEM KABUPATEN REMBANG suryaningrum, Feradilla anggun; Cahyono, Agus
Jurnal Seni Tari Vol 5 No 2 (2016): Vol. 5 No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.207 KB) | DOI: 10.15294/jst.v5i2.10673

Abstract

Dolanan anak tradisional sudah banyak terlupakan karena kehadiran dari permainan yang lebih modern. Dolanan anak-anak tradisional yang ditampilkan oleh Sekolah Dasar Negeri Banyuurip dibuat menjadi sebuah pertunjukan. Pertunjukan dolanan yang ditampilkan tidak sekedar permainan tanpa ada maknanya tetapi juga mempunyai nilai-nilai karakter yang ada di dalamnya. Berdasarkan paparan tersebut, masalah penelitian ini adalah bagaimana proses penciptaan pertunjukan dolanan anak, bagaimana bentuk pertunjukan dolanan anak, dan bagaimana nilai-nilai karakter yang terkandung dalam pertunjukan dolanan anak Sekolah Dasar Negeri Banyuurip. Manfaat penelitian ini untuk menambah pengetahuan baru tentang kreativitas dolanan anak yang dikemas menjadi seni pertunjukan yang mempunyai nilai-nilai dalam pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan performance studies atau kajian pertunjukan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses penciptaan melalui tahap eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Pertunjukan dolanan yang ditampilkan yaitu dolanan Jethungan dan Blarak-blarak Sempal yang didukung, vokal (dialog dan lagu), dan interaksi antar pemain. Nilai-nilai karakter yang ada dalam dolanan Jethungan yaitu nilai keberanian, dan nilai tanggung jawab, sedangkan nilai yang ada dalam dolanan Blarak-blarak Sempal yaitu nilai kerjasama dan nilai kejujuran. Saran peneliti untuk pencipta pertunjukan dolanan anak-anak tradisional hendaknya lebih mengembangkan kreatifitasnya agar menjadi lebih baik lagi. Saran yang kedua bagi pemain agar lebih ekspesif lagi dalam berdialog.    
Studi Komparasi: Tari Topeng Ireng Magelang Dengan Tari Topeng Ireng Boyolali Dewi, Ikasari Minali; Cahyono, Agus
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 1 (2018): Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.104 KB) | DOI: 10.15294/jst.v7i1.22675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan persamaan dan perbedaan Tari Topeng Ireng Kabupaten Magelang dengan Tari Topeng Ireng Kabupaten Boyolali yang meliputi tiga aspek yaitu bentuk pertunjukan, koreografi tari dan fungsi tari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi Hasil dari penelitian menunjukan terdapat perbedaan antara Topeng Ireng Desa Warangan Kabupaten Magelang dengan Topeng Ireng Desa Tarubatang Kabupaten Boyolali. Dilihat dari aspek bentuk pertunjukannya, Tari Topeng Ireng Kabupaten Magelang dengan Tari Topeng Ireng Kabupaten Boyolali memiliki perbedaan yaitu pada pelaku, gerak, tata rias, tata busana/kostum dan properti. Tari Topeng Ireng Kabupaten Magelang dengan Tari Topeng Ireng Kabupaten Boyolali memiliki persamaan fungsi yaitu sebagai hiburan, seni pertunjukan, dari segi ekonomi sebagai penambah penghasilan, dan media pendidikan.   Kata Kunci: Komparasi, Tari Topeng Ireng, Magelang dan Boyolali
PROSES GARAP KOREOGRAFI TARI RUMEKSA DI SANGGAR TARI DHARMO YUWONO KABUPATEN BANYUMAS Atikoh, Alisahatun; Cahyono, Agus
Jurnal Seni Tari Vol 7 No 2 (2018): Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.988 KB)

Abstract

Tari Rumeksa merupakan tari kreasi yang diciptakan oleh Ibu Kustiah dan tim. Proses penciptaan tari Rumeksa terinspirasi dari kesenian Lengger Banyumasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan bentuk koreografi tari Rumeksa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian koreografis dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa koreografi tari Rumeksa meliputi proses koreografi dan bentuk koreografi. Proses koreografi terdiri dari proses penemuan ide, eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Bentuk koreografi meliputi judul, pola garap, gerak, iringan, tata rias, tata busana dan properti. Tari Rumeksa memiliki keunikan yaitu gerakan tari Rumeksa terdiri dari gerakan tari lenggeran, baladewan dan ebeg/jaranan. Dilengkapi dengan pemakaian busana jeblosan guna mempermudah dalam melakukan gerakan, tanpa menghilangkan kesan feminim dan menggunakan iringan calung Banyumas membuat tari Rumeksa terkesan lincah, meriah, dan memiliki daya tarik tersendiri.
NILAI BUDAYA DALAM PERTUNJUKAN RAPAI GELENG MENCERMINKAN IDENTITAS BUDAYA ACEH Verulitasari, Esti; Cahyono, Agus
Catharsis Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertunjukan Rapai Geleng sebagai salah satu kesenian tradisi Aceh,   merupakan hasil kesatuan antara agama dengan kebudayaan. Hal ini menjadikan Rapai Geleng bagian dari kehidupan masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami identitas budaya Aceh yang tercermin pada pertunjukan Rapai Geleng. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan Antropologi Budaya. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi dan teknik analisis data yang digunakan mengikuti langkah analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukan Rapai Geleng, terbukti sebagai cerminan identitas budaya Aceh. Dari beberapa nilai budaya yang telah dijelaskan,sebagian masuk dalam faktor pembentuk identitas budaya berdasarkan kepercayaan, bahasa, dan  pola prilaku. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat dalam pertunjukan Rapai Geleng merupakan refleksi atau cerminan dari kehidupan masyarakat Aceh yang merupakan identitas budaya Aceh.
NILAI BUDAYA PERTUNJUKAN MUSIK TERBANGAN PADA MASYARAKAT SEMENDE Septiana, Opta; Sumaryanto, Totok; Cahyono, Agus
Catharsis Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbangan sebagai musik pengiring nyanyian yang berisi tentang pujian kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengingatkan dan memberikan nasihat yang baik kepada pelaku maupun penonton. Pertunjukan musik terbangan dikemas sesuai dengan aturan adat istiadat masyarakat Semende sehingga tercermin nilai-nilai budaya pada setiap aktivitas sebelum pertunjukan, pada saat pertunjukan dan setelah pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami nilai budaya yang terkandung dalam pertunjukan musik terbangan pada prosesi pernikahan adat tunggu tubang masyarakat Semende. Metode yang digunakan pada penelitian ini metode kualitatif  dan pendekatan Antropologi Seni. Sumber data pada penelitian ini menggunakan sumber primer dan sekunder dengan teknik perngumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan memverifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya tercermin dalam pertunjukan musik terbangan tercermin ketika manusia berhubungan dengan lima aspek yaitu tuhan, manusia, alam, kerja dan waktu sehingga menghasilkan nilai religi, tanggung jawab, gotong royong, solidaritas, nilai ekonomi dan nilai cinta budaya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi masyarakat kedepannya.
PEMANFAATAN TARI BARONGSAI UNTUK PARISIWATA Cahyono, Agus; Putro, Bintang Hanggoro
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v10i1.52

Abstract

The problem studied is the form of performance and Barongsai choreography elements that are applied to help offering dan increasing the selling point of cultural tourism in Semarang. The objective of the study is to describe the form of performance and choreography elements of Barongsai as cultural tourism so that it can help the selling point of cultural tourism in Semarang. The result of the study, in general, is expected to be of beneficial as a theoretical and practical input to the related parties. In particular, the result of the study can provide empirical input for the artists, art observers, policy makers related to the cultural tourism. The method of the study uses qualitative approach. The study site was in Semarang. The data was collected by using controlled observation technique, deep interview, and documentary research. The data acquired is analyzed qualitatively by using interactive cycle model through reduction, presentation and verification process. The validation of the data and the analisys was done through trianggulation among research team. The result shows some findings. First, the form of Barongsai performance as cultural tourism is solid coreoragphy. Second, the coreography of Barongsai dance contain attractive elements and environmentally sound. Kata kunci: Tari Barongsai, pariwisata, koreografi padat, attractive, berwawasan lingkungan
Seni Pertunjukan Arak-arakan dalam Upacara Tradisional Dugdheran di Kota Semarang (Arak-arakan Performing Art of Dugdheran Tradisional Ceremony in Semarang City) Cahyono, Agus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.741

Abstract

Warga masyarakat Semarang, sebagai satuan masyarakat yang hidup di daerah pesisirutara pulau Jawa, juga memiliki peristiwa yang dipandang khusus dan memiliki artipenting. Salah satu peristiwa penting bagi kehidupan warga masyarakat Semarang yaituketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, warga masyarakat Semarang selalumenantikan upacara tradisional dugdheran. Tradisi dugdheran dilaksanakan setahun sekalimenjelang bulan Ramadhan dan berlangsung hingga sekarang. Fenomena ini menarikuntuk dikaji dari perspektif sosial budaya. Artikel ini merupakan hasil penelitian yangbertujuan mengungkap makna simbolik arak-arakan dalam upacara ritual dugdheran dikota Semarang. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil, maknasimbolik bentuk pertunjukan Arak-arakan sebagai upaya dakwah bagi pemuka agamaIslam, edukatif bagi orang tua, rekreatif bagi anak, dan promosi wisata bagi kepentinganbirokrat dan masyarakat.Kata Kunci: Arak-arakan, dhugdheran, bentuk pertunjukan, makna simbolik
Pola Pewarisan Nilai-Nilai Kesenian Tayub ( Inheritance Pattern of Tayub Values) Cahyono, Agus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.746

Abstract

Kesenian tayub sampai saat ini masih sangat populer dan bahkan barangkali tidak adatari Jawa yang lebih populer dari tayub ini. Masalah yang diangkat dalam penelitian iniadalah mengapa komunitas tledhek mampu mewariskan tayub sebagai keseniantradisional rakyat dari generasi ke generasi berikutnya? Secara khusus dan lebih tegasrumusan masalahnya dinyatakan sebagai berikut. Bagaimana pola pewarisan keseniantayub secara tradisional dalam masyarakat Blora?Lokasi penelitian di Desa JeponKecamatan Jepon dan di Desa Todanan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dandokumentasi. Proses analisis data yang ditempuh merujuk tiga jalur kegiatan analisisMilles dan Haberman.Ketiga komponen analisis tersebut aktivitasnya dengan prosesdari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi sebagai suatuproses siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pewarisan nilai-nilai keseniantayub secara tradisional dari tledhek atau joged senior kepada para wurukan sebagaigenerasi penerus telah mewarisi nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai ketrampilanyang memadai serta kesiapan untuk melanjutkan usaha sebagai penari tayub ataujogged.Kata Kunci: Pola Pewarisan, Kesenian Tayub, Nilai-nilai Tayub
Strategi Adaptasi Masyarakat Non Hindu pada Pertunjukan Ogoh-Ogoh di Desa Linggoasri Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan Setyaningrum, Gus Miyana Nela; Cahyono, Agus
Jurnal Seni Tari Vol 8 No 1 (2019): Kajian Tekstual dan Kontekstual Tari Nusantara
Publisher : Department of Drama, Dance, and Music Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.195 KB) | DOI: 10.15294/jst.v8i1.31438

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk memecahkan masalah strategi adaptasi masyarakat non Hindu pada pertunjukan ogoh-ogoh di Desa Linggoasri Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. Strategi adaptasi yang menjadi kajian dalam penelitian ini meliputi proses persepsi dan interpretasi, serta sistem kategorisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diperiksa dengan metode triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Teknik analisis data melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Berdasarkan analisa data hasil penelitian, persepsi masyarakat non Hindu di Desa Linggoasri dibagi menjadi persepi dari tokoh masyarakat, persepsi dari tokoh agama, persepsi dari tokoh pemerintahan, dan persepsi dari masyarakat umum. Interpretasi masyarakat dikelompokan dalam lima tanggapan yakni hak individu masyarakat, kewajiban sebagai makhluk sosial, kesamaan adat dan tradisi, keinginan menjadikan pertunjukan rakyat. Persepsi dan interpretasi positif dari masyarakat non Hindu di Desa Linggoasri serta dibuktikan pemilihan tindakan selanjutnya yakni dengan munculnya sikap apresiasi dan toleransi serta kebutuhan integratif masyarakat, membuat masyarakat non Hindu dapat beradaptasi pada pertunjukan ogoh-ogoh yang dilaksanakan umat Hindu di Desa Linggoasri.
The Artistic Response of Bustaman Village Society to Dance Performance in Tengok Bustaman Tradition Adi Prasetyo, Alfian Eko Widodo; Cahyono, Agus; Jazuli, Muhammad
Catharsis Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/catharsis.v7i1.20528

Abstract

Tengok Bustaman Tradition is a kind of art tradition in Bustaman village held once a year with various show performances, one of them is dance. The tradition of Tengok Bustaman is pioneered by Hysteria community where the aim is to address the city's issues with art as one of its approaches to build an artistic response in Bustaman society. Hysteria is a community that engages in city-sensitive research and with art as its approach. The formulation of the problem in this research is to explain the form of dance performances in Tengok Bustaman tradition, the function of dance performance in Tengok Bustaman tradition and artistic response in Bustaman village. This study uses a qualitative method. This research is studied through interdisciplinary approach named Performance Studies and Sociology of Art. The data collection techniques used are observation, interviews, document studies, and recording techniques. The validation technique uses source triangulation. The data analysis procedures include data reduction, data presentation, and conclusions. The results show that the form of performances in Tengok Bustaman tradition is a dance performance. Dance performance in Bustaman village includes several processes such as pre-performance, performance and after performance. The function of dance performance in Bustaman Village is as the cause of educational media, entertainment media, and communication media and as a commercial media. The existence of dance performance in Tengok Bustaman tradition produces several artistic responses, among others are visual response, auditive response and environmental response. The dance performance in Tengok Bustaman tradition is able to provide changes and development of the village for the better future.
Co-Authors A, Heryanto AA Sudharmawan, AA Adi Prasetyo, Alfian Eko Widodo Adi, Brian Trinanda Kusuma Afwa, Mughny El. Agus Utomo Akhmad Rizqon Khamami Amsari, Uli Andri Pranolo ANGGRAINI, ERNA Arbi, Bahtiar Ardin Ardin, Ardin ARIF HIDAJAD Arista Pratama, Pande Putu Yogi Arisyanto, Prasena Arisyanto, Prasena Ary, Deasylina da Astari, Andi Tenri Juli Astuti , Yuli Tri Astuti, Andi Arie Astuti, Yuli Tri Atikoh, Alisahatun Bin Saearani, Muhammad Fazli Taib Bintang Hanggoro Putro Candra, Ronald Dewi, Asfarah Karina Dewi, Ikasari Minali Djuli Djatiprambudi Dwi Tiya Juwita Efrizal Eko Raharjo Eko Sugiarto Eny Kusumastuti Esti Verulitasari, Esti Evadila Evadila Fahruddin, Ari Irfan Fallah, Saiful Guntaris, Endik Hadinata, Vanda Hamyana Hapsari, Priska Diyan Hartono Hartono Hartono, Rudi HERA, TRENY Hosaini, Hosaini I Wayan Adnyana Ibnan Syarif, M Ida Zulaeha Ikha Sulis Setyaningrum Imran, Fitrya Ali Imran, Fitrya Ali Iryanti, Veronica Eny Jazuli, Jazuli Jazuli, Muhamad Julitasari, Putri Ajeng Wulan Kurniati, Fatia Kusumaningtyas, Chandra Dewi Lestari , Wahyu M Jazuli M. Jazuli Malarsih Malarsih Malarsih, M Muhammad Fazli Taib Bin Saearani, Muhammad Fazli Muhammad Jazuli Murtiyoso, Onang Nadia Sigi Prameswari Nike Suryani nirwanto, bagus Notosutanto Arhon Dhony, Nugroho Nur Sahid Opta Septiana, Opta Oriana Tio Parahita Nainggolan Pahlawi, Lukman Ahmad Imron Pantjawati Sudarmaningtyas Pratama, Pande Putu Yogi Arista Prima, Empiri Tahya Rahmi, Ainu Rohman, Fadlur Saputra, Dani Nur Saragih, Febi Ariani Setyaningrum, Gus Miyana Nela Solly Aryza SUHARTO Suharto Suharto Sularso Sularso, Sularso Sumasno Hadi Sunarto Sunarto Suparti Suparti suryaningrum, Feradilla anggun Suwardi Suwardi Syah Sinaga, Fajry Sub'haan Syahrul Syah Sinaga syakir syakir Syarif, M. Ibnan Taqi, Ahmad Yazid Teguh Teguh Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Totok Sumaryanto, Totok Udi Utomo Vivine Nurcahyawati Wadiyo Wadiyo Wahyu Lestari Wandah Wibawanto Widodo Widodo Yanti, Meipur Zairani, Ero Siska Zakiyati, Nur Muaffah