p-Index From 2021 - 2026
17.247
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Media Permainan Monopoli untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Pancasila Hijrah, Ilham Maulana; Daulay, Musnar Indra; Witarsa, Ramdhan; Zulhendri, Zulhendri; Haris, Hanisa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4432

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa pada pembelajaran Pancasila di kelas IV SDN 003 Langgini, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Salah satu alternatif untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah melalui penerapan media permainan monopoli yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Pancasila melalui penerapan media permainan monopoli yang berisi soal-soal materi Pancasila dan dilengkapi kartu tantangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025 dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa kelas IV yang terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 17,5%, dan meningkat kembali dari siklus I ke siklus II sebesar 40%. Dengan demikian, penerapan media permainan monopoli dapat meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Pancasila di SDN 003 Langgini dengan total peningkatan sebesar 57,5%.
Penerapan Media Permainan Monopoli untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Pancasila Ilham Maulana Hijrah; Musnar Indra Daulay; Ramdhan Witarsa; Zulhendri Zulhendri; Hanisa Haris
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4432

Abstract

Rendahnya minat belajar siswa pada pembelajaran Pancasila di kelas IV SDN 003 Langgini, Kecamatan Bangkinang, Kabupaten Kampar menjadi permasalahan yang perlu segera diatasi. Salah satu alternatif untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah melalui penerapan media permainan monopoli yang dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Pancasila melalui penerapan media permainan monopoli yang berisi soal-soal materi Pancasila dan dilengkapi kartu tantangan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan dengan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025 dengan subjek penelitian sebanyak 20 siswa kelas IV yang terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa mengalami peningkatan dari pra tindakan ke siklus I sebesar 17,5%, dan meningkat kembali dari siklus I ke siklus II sebesar 40%. Dengan demikian, penerapan media permainan monopoli dapat meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Pancasila di SDN 003 Langgini dengan total peningkatan sebesar 57,5%.
Penerapan Model Pembelajaran Connecting Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Putri Suci Wulandari; Ramdhan Witarsa; Nurmalina Nurmalina; Marsul Masrul; Musnar Indra Daulay
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.295

Abstract

Pemahaman konsep dalam proses pembelajaran dapat membuat retensi belajar lebih tinggi, pembelajaran lebih aktif, pengetahuan yang didapat lebih luas, mampu memilah informasi atau sumber belajar yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman konsep adalah model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran CORE dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, sedangkan instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan tes. Sebagai subjek penelitian ini adalah siswa/I SDN 020 Ridan Permai. Dalam penelitian ini siswa kelas V terdiri dari 21 siswa. Hasil penelitian penelitian ini dibagi atas II siklus. Hasil observasi pembelajaran model CORE aktivitas siswa pada siklus I menunjukan bahwa dari pertemuan I hingga pertemuan II adanya peningkatan siswa saat mengikuti pembelajaran menggunakan model CORE. Lalu, pada hasil observasi pemahaman konsep siswa, pada pertemuan II ditemukan bahwa indikator memberikan contoh berada pada kategori “Tinggi” dengan jumlah rata-rata 67,85. Tingkat pemahaman konsep siswa pada siklus I ini belum memenuhi kriteria, pada pertemuan I hasil rata-rata siswa yaitu 61,66 dan pertemuan II hasil rata-rata siswa yaitu 63,33, hal ini menunjukkan bahwa kedua pertemuan siswa masih berada di kategori “sedang”. Hasil observasi pembelajaran model CORE aktivitas siswa pada siklus II menunjukan bahwa dari pertemuan I hingga pertemuan II adanya peningkatan siswa saat mengikuti pembelajaran menggunakan model CORE. Lalu, pada hasil observasi pemahaman konsep siswa, pada pertemuan II ditemukan bahwa indikator memberikan contoh berada pada kategori “Tinggi” dengan jumlah rata-rata 79,76. Tingkat pemahaman konsep siswa pada siklus II ini mengalami peningkatan yang signifikan yang mana secara keseluruhan 21(100%) siswa tuntas mengerjakan tes pemahaman konsep IPA. Peningkatan hasil tes ini sudah sesuai dengan yang diharapkan karena tingkat ketuntasan belajar secara klasikal sudah dikatakan atau dikategorikan “Tinggi”. Dengan demikian model ini dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang efektif untuk mencapai kemampuan pemahaman konsep dan prestasi belajar siswa secara optimal.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengenal Warna Melalui Media Pasir Warna Pada Kelompok B Di RA Ridho Ilahi Desy Gusmisari; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.151

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam mengenali, menyebutkan, dan mengelompokkan warna pada anak Kelompok B di RA Ridho Ilahi sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan mengetahui peningkatan kemampuan mengenal warna anak melalui media pasir berwarna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 15 anak Kelompok B usia 5–6 tahun di RA Ridho Ilahi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal warna anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap prasiklus, kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) masih sebesar 0%. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase BSB meningkat menjadi 50%, kemudian meningkat secara signifikan pada Siklus II menjadi 82,30%. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menyebutkan, menunjuk, mengelompokkan, dan mencocokkan warna dengan tepat. Selain itu, penggunaan media pasir berwarna juga meningkatkan keaktifan, konsentrasi, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media pasir berwarna efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengenal warna pada anak usia dini.
Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menganyam Pada Kelompok B Di TK Pelita Hati Nabila Safitri; Yenda Puspita; Amin Yusi Nur Sa’ida; Musnar Indra Daulay; Moh Fauziddin
JURNAL ARMADA PENDIDIKAN Vol 3 No 3 (2025): JURNAL ARMADA PENDIDIKAN
Publisher : Kilau Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60041/jap.v3i4.236

Abstract

This research is motivated by children's fine motor skills that have not developed optimally. Therefore, it is necessary to improve them with weaving activities using various media. The problem in this study is that coloring is still stiff, like moving fingers, so the coloring results tend to be untidy; children's cutting activities have not been able to cut according to the pattern in the implementation of fine motor learning. This study aims to determine the fine motor skills of children in group B of Pelita Hati Pulau Payung Kindergarten through weaving activities. The subjects were 15 children (6 boys and 9 girls). This research used the Classroom Action Research method. Data collection techniques used were observation and documentation. Data analysis techniques used the formula P = (F/N) x 100% to calculate the percentage of children's fine motor skills. The results showed that the percentage of children's fine motor skills from the initial condition was 33%. In cycle I, it increased to 51%, and in cycle II, it increased to 79.8%. This proves that the weaving method can improve children's fine motor skills at Pelita Hati Pulau Payung Kindergarten.
Pengaruh Metode Demonstrasi terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Masalah dan Minat Belajar pada Pelajaran Ipa Kelas Iv Sekolah Dasar Negeri 01 Kerinci Kanan Chairani Lubis; Ramdhan Witarsa; Musnar Indra Daulay
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3425

Abstract

Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dalam rangka mengajar, membimbing, mengarahkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu masalah yang muncul dalam dunia pendidikan saat ini yaitu rendahnya minat belajar siswa yang menyebabkan menurunnya prestasi siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap minat belajar siswa, serta mengetahui kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah dalam pelajaran IPA. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan uji pra-pasca kelompok tunggal. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 01 Kerinci Kanan berjumlah 15 orang. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa dalam mengidentifikasi masalah meningkat dari 52,93 (pretest) menjadi 72,27 (protest), dan rata-rata minat belajar siswa meningkat dari 27,72 (pretest) menjadi 37,07 (postest). Hasil uji N-gain pada uji kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah sebesar 82,14% dengan rata-rata 40,02, dan uji minat belajar siswa sebesar 27,03% dengan rata-rata 13,42. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan mengidentifikasi masalah dan meningkatkan minat belajar siswa.
Implementasi Teknik Usap Abur Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Pelita Harapan Erlina Ratna Asmara; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay; Kasman Edi Putra
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.155

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol gerakan jari, serta menghasilkan karya yang rapi. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya melalui teknik usap abur.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan teknik usap abur pada kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketuntasan kemampuan motorik halus pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik usap abur mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada kondisi awal, persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak mencapai 28%. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 57%, kemudian pada Siklus II meningkat kembali menjadi 86%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Selain meningkatkan kemampuan motorik halus, teknik usap abur juga membuat anak lebih aktif, percaya diri, teliti, kreatif, serta lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik usap abur efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Teknik usap abur dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Melalui Kegiatan Melukis Dengan Teknik Tarikan Benang Alisdar Alisdar; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Masrul Masrul
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.156

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina yang terlihat dari kemampuan anak dalam mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengendalikan gerakan jari, serta melakukan aktivitas yang memerlukan ketelitian masih belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh kurang bervariasinya kegiatan pembelajaran sehingga stimulasi terhadap perkembangan motorik halus anak belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Jasmiina yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 13,3% pada prasiklus menjadi 53,3% pada Siklus I dan meningkat lagi menjadi 86,7% pada Siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 33,3% pada prasiklus menjadi 73,3% pada Siklus I dan mencapai 93,3% pada Siklus II sehingga telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu 80%. Dengan demikian, kegiatan melukis dengan teknik tarikan benang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Mencap Dengan Berbagai Media Bahan Bekas Di Kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan Anita Anita; Yenda Puspita; Joni Joni; Masrul Masrul; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.157

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak kelompok B di TK Negeri 2 Kerumutan. Sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang alat cap, menekan alat dengan tepat, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol arah cap, serta menghasilkan cap yang rapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Negeri 2 Kerumutan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana melalui persentase pencapaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kegiatan mencap dengan berbagai media bahan bekas dapat meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Anak menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat cap, koordinasi mata dan tangan semakin baik, serta hasil karya yang dihasilkan lebih rapi dan jelas. Dengan demikian, kegiatan mencap menggunakan berbagai media bahan bekas dapat dijadikan alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini.
Penerapan Papan Magnet Huruf Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Pada Anak Kelompok A DI RA Zaid Bin Tsabit Sri Wahyuni; Amin Yusi Nur Sa’ida; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.158

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok A di RA Zaid Bin Tsabit. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak melalui penerapan media papan magnet huruf. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 19 anak kelompok A usia 4–5 tahun di RA Zaid Bin Tsabit. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui perhitungan persentase capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media papan magnet huruf dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak. Pada tahap pratindakan, rata-rata kemampuan mengenal huruf anak sebesar 17,12%, kemudian meningkat menjadi 81,5% pada Siklus I dan mencapai 94,75% pada Siklus II. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengenal bentuk huruf, menyebutkan nama huruf, membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa, serta menghubungkan huruf dengan bunyinya. Penggunaan media papan magnet huruf juga meningkatkan keaktifan, perhatian, dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, media papan magnet huruf terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok A di RA Zaid Bin Tsabit.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Syarifudin, Achmad Adi Atmoko Aditya Aditya Afandi Afandi Afrianti, Sulis Afrianti, Sulis Agustina Lestari Alisdar Alisdar Alta Feros Amin Yusi Nur Sa’ida Amir Iuthfi Amira Amira Andi Usman Animar Anisa Lestari Anita Anita Ardalina, Ardalina Asmiyanti Asmiyanti Asrina Nelti AZMI AZMI Azriani, Yuni Berkatul Jannah Burhanuddin Cakranegara, Pandu Adi Chairani Lubis Chichi Malyuni Citra Ayu Citra Ayu Dahraini Hannum Daulay Darwanis Darwanis Daulay, Dahraini Hannum Daulay, Henri Yanto Desi Anggraini Desy Elviani Desy Gusmisari Dina Mariana Dwi Viora Elmi Yati Erfi Yanti Eriana, Evi Erlina Ratna Asmara Erlinawati Erlinawati Eva Kurnia Ningsih Evi Daryani Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Fatmawati Fatmawati Fauzi Aldina Fazira, Sinta Fazira, Sinta Febri Nurhayati Fina Alfianita Fitri Fitri Fitri Indriani Fitri Yanti Fitriani Fitriani Habibah Siregar Hairi Juanda Hanisa Haris Haris, Hanisa Harum Suprianingsih Hasanah, Lailatun Hasnawati Hasnawati Hastuty, Milda Helen Devimar Hendri Yanto Daulay Herniwati Herniwati Hijrah, Ilham Maulana husnah, Fidyatul Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idawati Idawati Ihsaniati Ihsaniati Iis Aprinawati Ilham Maulana Hijrah Imam Hanafi Irawati Irawati Irfadillah Putri Irwan Ita Mariani Ita Paridawati Izurani, Izurani Jenny Amelia Joni Joni Joni, Joni Kamal Kamsiah Kamsiah Karyawati, Tuti Kasman Edi Putra Kasman Ediputra Khumairoh Khumairoh Kusuma, Yanti Yandri Lestari, Leni Lestari, Yesi Lusi Marleni, Lusi M. Habib Ridho M. Habib Ridho A.R M. Syahrul Rizal Mahdalena Mahdalena Mardhatillah, Mardhatillah Mariana Jumaida Marsul Masrul Marzul Masnun Masnun Masrul Djalal Masrul Masrul Mazdalena Mazdalena Melvi Lesmana Alim Melvi Lesmana Amin Miftahul Husna Miftahul Jannah Mira Ariyanti Mohammad Fauziddin Mohd Khairul Aswadi Mohd. Fauziddin Molli Wahyuni Mufarizuddin Muhammad Syahrul Riza Muhammad Yusup Muhidin Muhidin Mukminan Musmulyadi Musmulyadi Nabila Safitri Nasrul Nelpita Sari Nining Yuningsih Nuraisah Nurasiah Nurhaswinda Nurhayati, Febri Nurhayati Nurhidayah Sari Nurmalina Nurmalina , Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Nurmnalina Piliati, Indros Pitri Humairoh Putra, Iwan Putri Asilestari, Putri Putri Hana Pebriana Putri Suci Wulandari Putri, Irfadillah Putri, Monica Dwi Rahmat Rahmat Rais Ramdhan Witarsa Ramdhan Wtarsa Rani, Afriza Rahma Ranti Aftalina Reni MaharanI Rissa, Mutia Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Amalia Rizki Amalia Rizki Ananda Robisah Robisah Rosda Fatimah Rusdial Marta Saniati Septian Mulyadi Setriana Kasih Siti Aisyah Aisyah Siti Mahot Hasibuan Sri Wahyuni Sumarni Sumarni Sumianto Sumianto Supeno Supeno Supeno Supeno Suriyani Suriyani Suryaningsih Suryaningsih Syafril Efendi Syaripudin Syaripudin Tatiana, Tatiana Tety Sarah Toto Nusantara Ucu Rahayu Ufaul Hasanah Vitri Anggraini Hardi Wiwid Satriyo Wulandari Wulandari Yanti Yandri Kusuma Yenda Puspita Yenni Fitra Surya Yenteti, Filda Yesi Lestari Yolanda Pahrul Yurdaningsih Yurdaningsih Yusuf Hanafi Zainudin Zainudin Zamroh, Zamroh Zul Azmi Zulhendri Zulhendri Zulhendri