p-Index From 2021 - 2026
17.247
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Meningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Playdough Fitriani Fitriani; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Masrul Masrul; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.159

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung playdough, membentuk objek sederhana, menggunakan alat bantu, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan playdough dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B di TK Permata Bunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan playdough mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara signifikan. Persentase ketuntasan kemampuan motorik halus meningkat dari 43% pada tahap pra-tindakan, menjadi 84% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93% pada Siklus II, sehingga terjadi peningkatan sebesar 50% dari kondisi awal. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung, membentuk berbagai objek sederhana, menggunakan alat bantu dengan benar, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata selama kegiatan bermain. Dengan demikian, permainan playdough terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Permainan Tradisional Lompat Tali Pada Anak Kelompok B Di Tk Adzkyah Bangkinang Kota Wulandari Wulandari; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Amin Yusi Nur Sa’ida
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.161

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang kota.Hal ini terlihat dari masih banyak anak yang belum mampu melakukan gerakan melompat dengan baik,menjaga keseimbangan tubuh,serta kurang lincah melakukan aktivitas fisik.Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurang bervariasinya kegiatan pembelajaran yang dapat menstimulasi perkembangan motorik kasar dan minimnya penggunaan permainan yang menarik dalam proses pembelajaran.Solusi yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui permainan tradisional lompat tali pada anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang Kota.penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan jenis penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap proses belajar,dimana setiap siklus terdiri atas perencanaan,pelaksanaan,,observasi,dan refleksi.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi,sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan kuantitatif menggunakan persentase untuk melihat peningkatan hasil belajar.Subjek penelitian berjumlah 7 laki-laki 7 perempuan .Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap siklus.Pada pra dindakan,persentase kemampuan motorik kasar hanya mencapai 42,86% denagn katagori mulai berkembang (MB).Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1 persentase meningkat menjadi 64,29%denagn katagori berkembang sesuai harapan(BSH).Pada siklus II kemampuan motorik kasar anak kembali meningkat menjadi 85.71%dengan katagori Berkembnag Sangat Baik(BSB) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan permaianan tradisional lompat tali dapat meningkat kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Adzkyah Bangkinang kota.
Upaya Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menempel Kertas Warna Di TK Darul Yaqin Desi Anggraini; Nurmalina Nurmalina; Melvi Lesmana Alim; Joni Joni; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.165

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menempel kertas warna. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B usia 5–6 tahun yang terdiri atas 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menempel kertas warna mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada Siklus I, kemampuan motorik halus anak mencapai persentase 66% pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada Siklus II, persentase tersebut meningkat menjadi 87%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 21%. Peningkatan terlihat pada kemampuan anak dalam mengoordinasikan mata dan tangan, ketepatan menempel sesuai pola, kerapian hasil karya, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Selain itu, anak menunjukkan antusiasme, konsentrasi, dan partisipasi yang lebih baik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, kegiatan menempel kertas warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Darul Yaqin.
Upaya Peningkatan Motorik Halus Anak Dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Dalam Kegiatan Menggunting Pola Gambar Geometri Anisa Lestari; Nurmalina Nurmalina; Joni Joni; Yenda Puspita; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam memegang gunting dengan benar, menggunting sesuai pola, mengikuti garis dengan tepat, serta menyelesaikan tugas secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan metode pemberian tugas dalam kegiatan menggunting pola gambar geometri. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 10 anak perempuan dan 5 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Persentase rata-rata kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 6,7% pada prasiklus menjadi 66,7% pada Siklus I dan 78,6% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada seluruh indikator, yaitu kemampuan memegang gunting, menggunting garis lurus, menggunting pola sederhana, ketelitian mengikuti pola, serta kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Dengan demikian, metode pemberian tugas melalui kegiatan menggunting pola gambar geometri terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Penerapan Permainan Ular Tangga Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Angka Anak Usia 5-6 Tahun Erfi Yanti; Nurmalina Nurmalina; Musnar Indra Daulay; Joni Joni; Melvi Lesmana Alim
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.174

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan, yang ditunjukkan oleh masih banyaknya anak yang belum mampu menyebutkan urutan angka, mengenali simbol angka, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan ular tangga dalam meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B TK Pelita Harapan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase yang didukung deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan ular tangga mampu meningkatkan kemampuan mengenal angka anak secara signifikan. Rata-rata kemampuan mengenal angka meningkat dari 35,7% pada kondisi awal menjadi 64,3% pada Siklus I dan mencapai 90,5% pada Siklus II. Peningkatan juga terjadi pada setiap indikator, yaitu kemampuan menyebut angka secara urut meningkat dari 42,9% menjadi 92,9%, kemampuan mengenal simbol angka meningkat dari 35,7% menjadi 92,9%, dan kemampuan mencocokkan angka dengan jumlah benda meningkat dari 28,6% menjadi 85,7%. Selain itu, penerapan permainan ular tangga juga meningkatkan keaktifan, antusiasme, dan kepercayaan diri anak selama proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan ular tangga efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka anak usia 5–6 tahun di TK Pelita Harapan.
Penerapan Metode Eksperimen Melalui Kegiatan Pencampuran Warna Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Kelompok B Di Tk Tunas Harapan Suriyani Suriyani; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Zulhendri Zulhendri
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan, khususnya dalam mengenal warna primer, melakukan pencampuran warna, serta menyebutkan hasil pencampuran warna. Indikator kemampuan kognitif yang diteliti meliputi kemampuan anak dalam mengenal dan menyebutkan warna primer, mengidentifikasi hasil pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder, melakukan kegiatan pencampuran warna secara mandiri, serta menyebutkan dan mengelompokkan hasil pencampuran warna. Permasalahan tersebut disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru, penggunaan media pembelajaran yang kurang bervariasi, serta kurangnya pemberian pengalaman belajar secara langsung kepada anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna, sehingga anak dapat belajar secara aktif melalui proses mengamati, mencoba, dan menemukan sendiri hasil pencampuran warna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan metode eksperimen pada kegiatan pencampuran warna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B yang terdiri atas 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada pra tindakan, anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 20,00%, meningkat menjadi 60,00% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93,33% pada Siklus II. Hasil tersebut telah mencapai dan melampaui target indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan, sehingga penelitian dinyatakan berhasil dan dihentikan pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan metode eksperimen melalui kegiatan pencampuran warna terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak Kelompok B di TK Tunas Harapan.
Pengaruh Teknikfingerpainting Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di RA Miftahul Ilmi Setriana Kasih; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina; Masrul Masrul; Moh Fauziddin
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 3 (2026): No.3 Vol.3 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i3.181

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun yang belum berkembang secara optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat pengaruh teknik Finger painting terhadap kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA Miftahul Ilmi?'. Penelitian ini tujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan tersebut secara empiris. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain Pre-testandpost-testGroup. Penelitian dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dari tanggal 18 Mei hingga 23 Mei 2026. subjek penelitian melibatkan 15 anak usia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar observasi perkembangan motorik halus, tes (pre-test dan post-test), serta dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan berbantuan microsoft Excel menggunakan uji N-Gain Score dan uji PairedSamplet-Test. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata kemampuan anak meningkat dari 16,13(Pre-test) menjadi 21,60 (post-test) dengan efektifitas N-Gain sebesar 0,52 (kategori sedang). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000000346 ≤0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa teknik fingerpainting berpengaruh nyata secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di RA Miftahul Ilmi.
Peningkatan Perilaku Sopan Santun Anak Melalui Kegiatan Bercerita Bermuatan Nilai Karakter Miftahul Jannah; Yenda Puspita; Melvi Lesmana Alim; Moh Fauziddin; Musnar Indra Daulay
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.186

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya perilaku sopan santun anak usia dini di TK ABA 008 Nagaberalih. Kondisi tersebut terlihat dari kurangnya kebiasaan anak dalam mengucapkan salam, menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih, serta cara berbicara yang belum santun kepada guru maupun teman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi awal perilaku sopan santun anak, menganalisis penerapan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, serta mengetahui peningkatan perilaku sopan santun anak setelah kegiatan tersebut diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 18 anak Kelompok B TK ABA 008 Nagaberalih, terdiri atas 7 anak laki-laki dan 11 anak perempuan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan kategori capaian perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prasiklus, persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 38,9%. Setelah diterapkan kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter, persentase tersebut meningkat menjadi 45,5% pada Siklus I pertemuan pertama dan 62,3% pada pertemuan kedua. Pada Siklus II, persentase meningkat menjadi 77,7% pada pertemuan pertama dan mencapai 92,2% pada pertemuan kedua. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Dengan demikian, kegiatan bercerita bermuatan nilai karakter terbukti efektif meningkatkan perilaku sopan santun anak usia 5–6 tahun di TK ABA 008 Nagaberalih.
Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Bahan Alam Asrina Nelti; Musnar Indra Daulay; Melvi Lesmana Alim; Yenda Puspita; Joni Joni
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.196

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang, menyusun benda secara berurutan, meronce sesuai pola sederhana, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce menggunakan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Jasmiina. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce menggunakan bahan alam mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak secara signifikan. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 7% pada pra siklus menjadi 27% pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 91% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator yang diamati, meliputi kemampuan menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang kecil, menyusun dan mengurutkan benda, meronce sesuai pola sederhana, serta koordinasi mata dan tangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian, yaitu minimal 90% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), telah terpenuhi pada Siklus II. Dengan demikian, kegiatan meronce menggunakan bahan alam terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Lego Pada Anak Usia 4-5 Tahundi TK IT Jasmiinah Desy Elviani; Musnar Indra Daulay; Nurmalina Nurmalina; Moh Fauziddin; Melvi Lesmana Amin
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 3 No. 1 (2026): Vol.3 No.1 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v3i1.200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK IT Jasmiinah yang ditunjukkan oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam menyusun, memasang, dan menghubungkan kepingan LEGO secara tepat, serta kurang optimalnya koordinasi gerakan mata dan tangan. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi kegiatan konvensional sehingga stimulasi terhadap perkembangan motorik halus belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui penerapan permainan LEGO. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak usia 4–5 tahun di TK IT Jasmiinah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 35%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 40%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 25%, dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 0%. Setelah penerapan permainan LEGO pada Siklus I, persentase kategori BB menurun menjadi 5%, MB menjadi 11%, sedangkan BSH meningkat menjadi 45% dan BSB menjadi 39%. Pada Siklus II, kemampuan motorik halus anak meningkat lebih optimal dengan persentase BB dan MB menjadi 0%, BSH sebesar 5%, dan BSB meningkat menjadi 95%. Dengan demikian, penerapan permainan LEGO terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK IT Jasmiinah.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Syarifudin, Achmad Adi Atmoko Aditya Aditya Afandi Afandi Afrianti, Sulis Afrianti, Sulis Agustina Lestari Alisdar Alisdar Alta Feros Amin Yusi Nur Sa’ida Amir Iuthfi Amira Amira Andi Usman Animar Anisa Lestari Anita Anita Ardalina, Ardalina Asmiyanti Asmiyanti Asrina Nelti AZMI AZMI Azriani, Yuni Berkatul Jannah Burhanuddin Cakranegara, Pandu Adi Chairani Lubis Chichi Malyuni Citra Ayu Citra Ayu Dahraini Hannum Daulay Darwanis Darwanis Daulay, Dahraini Hannum Daulay, Henri Yanto Desi Anggraini Desy Elviani Desy Gusmisari Dina Mariana Dwi Viora Elmi Yati Erfi Yanti Eriana, Evi Erlina Ratna Asmara Erlinawati Erlinawati Eva Kurnia Ningsih Evi Daryani Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi Fatmawati Fatmawati Fauzi Aldina Fazira, Sinta Fazira, Sinta Febri Nurhayati Fina Alfianita Fitri Fitri Fitri Indriani Fitri Yanti Fitriani Fitriani Habibah Siregar Hairi Juanda Hanisa Haris Haris, Hanisa Harum Suprianingsih Hasanah, Lailatun Hasnawati Hasnawati Hastuty, Milda Helen Devimar Hendri Yanto Daulay Herniwati Herniwati Hijrah, Ilham Maulana husnah, Fidyatul Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idawati Idawati Ihsaniati Ihsaniati Iis Aprinawati Ilham Maulana Hijrah Imam Hanafi Irawati Irawati Irfadillah Putri Irwan Ita Mariani Ita Paridawati Izurani, Izurani Jenny Amelia Joni Joni Joni, Joni Kamal Kamsiah Kamsiah Karyawati, Tuti Kasman Edi Putra Kasman Ediputra Khumairoh Khumairoh Kusuma, Yanti Yandri Lestari, Leni Lestari, Yesi Lusi Marleni, Lusi M. Habib Ridho M. Habib Ridho A.R M. Syahrul Rizal Mahdalena Mahdalena Mardhatillah, Mardhatillah Mariana Jumaida Marsul Masrul Marzul Masnun Masnun Masrul Djalal Masrul Masrul Mazdalena Mazdalena Melvi Lesmana Alim Melvi Lesmana Amin Miftahul Husna Miftahul Jannah Mira Ariyanti Mohammad Fauziddin Mohd Khairul Aswadi Mohd. Fauziddin Molli Wahyuni Mufarizuddin Muhammad Syahrul Riza Muhammad Yusup Muhidin Muhidin Mukminan Musmulyadi Musmulyadi Nabila Safitri Nasrul Nelpita Sari Nining Yuningsih Nuraisah Nurasiah Nurhaswinda Nurhayati, Febri Nurhayati Nurhidayah Sari Nurmalina Nurmalina , Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina Nurmalina, Nurmalina Nurmnalina Piliati, Indros Pitri Humairoh Putra, Iwan Putri Asilestari, Putri Putri Hana Pebriana Putri Suci Wulandari Putri, Irfadillah Putri, Monica Dwi Rahmat Rahmat Rais Ramdhan Witarsa Ramdhan Wtarsa Rani, Afriza Rahma Ranti Aftalina Reni MaharanI Rissa, Mutia Rizal, Muhammad Syahrul Rizki Amalia Rizki Amalia Rizki Ananda Robisah Robisah Rosda Fatimah Rusdial Marta Saniati Septian Mulyadi Setriana Kasih Siti Aisyah Aisyah Siti Mahot Hasibuan Sri Wahyuni Sumarni Sumarni Sumianto Sumianto Supeno Supeno Supeno Supeno Suriyani Suriyani Suryaningsih Suryaningsih Syafril Efendi Syaripudin Syaripudin Tatiana, Tatiana Tety Sarah Toto Nusantara Ucu Rahayu Ufaul Hasanah Vitri Anggraini Hardi Wiwid Satriyo Wulandari Wulandari Yanti Yandri Kusuma Yenda Puspita Yenni Fitra Surya Yenteti, Filda Yesi Lestari Yolanda Pahrul Yurdaningsih Yurdaningsih Yusuf Hanafi Zainudin Zainudin Zamroh, Zamroh Zul Azmi Zulhendri Zulhendri Zulhendri