Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah di Kelas 4 Sekolah Dasar Prastitasari, Herti; Prihandoko, Yogi; Jumadi, Jumadi; Sunarno, Sunarno
JKPD (Jurnal Kajian Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/fkm8ct49

Abstract

This article describes problem-based mathematics learning in elementary schools. The description begins with the concept of mathematics learning, the concept of problem-based learning and the steps of problem-based learning. The main part of this article is a discussion of problem-based learning in mathematics implemented in the fourth grade of SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin. The implementation of the Problem-based learning model includes orientation to the problem, organizing students, guiding investigations, developing and presenting results and analyzing and evaluating the process and results of problem solving. Based on the results of the learning analysis carried out, it shows that problem-based mathematics learning goes well in elementary schools, problem-based mathematics learning can improve the quality of learning and improve student learning outcomes in elementary schools. Based on the results of the study, problem-based learning in mathematics is highly recommended in grade four elementary schools. 
PERAN MEDIA E-CARD EDUDAYA DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR: E-Card Edudaya, Literasi Numerasi, Budaya Banjar, Sekolah Dasar, Media Pembelajaran Digital Herti Prastitasari; Yogi Prihandoko; Eka Cahya Sari Putra; Akhmad Riandy Agusta; Afrida Risa Aliya; Muhammad Fathan Noor Habibi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37557

Abstract

Literasi numerasi merupakan salah satu kemampuan fundamental yang harus dimiliki siswa di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran media E-Card Edudaya dalam mengembangkan kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar dan mendeskripsikan proses pembelajaran menggunakan media E-Card Edudaya. Penelitian deskriptif kualitatif ini dilaksanakan di SD Negeri Pelambuan 2 Banjarmasin dengan subjek 22 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media E-Card Edudaya memiliki enam peran penting: (1) sebagai media visualisasi untuk mengonkretkan konsep bangun datar, (2) sebagai sarana pembelajaran aktif dan interaktif, (3) sebagai alat penguatan pemahaman dan evaluasi mandiri, (4) sebagai stimulus pengembangan literasi numerasi, (5) sebagai penguatan daya ingat melalui repetisi yang menyenangkan, dan (6) sebagai media pengembangan keterampilan spasial. Proses pembelajaran terdiri dari lima tahap: orientasi budaya, eksplorasi konsep bangun datar, analisis sifat-sifat, permainan berbasis gamifikasi, serta kompetisi dan refleksi. Siswa menunjukkan peningkatan pada lima indikator literasi numerasi yaitu kemampuan mengenali dan mengidentifikasi, menganalisis, mengaplikasikan, berkompetisi secara sehat, dan mengkomunikasikan konsep matematis.
Implementasi Pembiasaan Menabung Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Siswa Sekolah Dasar Nanda Pratama, Noval; Aldy Ferdiyansyah; Yogi Prihandoko
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 1 No. 3 (2024): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan program pembiasaan menabung sebagai strategi untuk meningkatkan literasi keuangan dan membentuk karakter siswa kelas VI di SDN Sungai Miai 8. Literasi keuangan, sebagai keterampilan penting di abad ke-21, diperkenalkan melalui kegiatan sederhana namun bermakna, seperti menabung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan menabung memiliki dampak positif dalam membantu siswa memahami pengelolaan keuangan sederhana, seperti mencatat pemasukan dan pengeluaran serta merencanakan kebutuhan masa depan. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pembentukan karakter positif siswa, termasuk disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. Dengan potensi tersebut, program ini diusulkan untuk diadopsi oleh sekolah lain sebagai model pembelajaran yang efektif dalam menanamkan kebiasaan menabung dan membangun karakter sejak usia dini.
Leveraging Digital Literacy for Student Advancement in Elementary Education: From Access to Empowerment Rizky Amelia; Yogi Prihandoko
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.1227

Abstract

In the modern educational landscape, the integration of digital technology into the lives of elementary school students is both inevitable and increasingly influential. However, the effective use of such technology hinges on a strong foundation in digital literacy, which equips students to navigate digital environments responsibly and productively. This study examines the pivotal role digital literacy plays in supporting the multidimensional development of primary school learners through a systematic literature review. Sixteen articles published between 2017 and 2023 were analyzed, sourced from SINTA-accredited journals (levels 1–5) and international conference proceedings. The review reveals that digital literacy contributes significantly to various areas of student development, including moral discernment, analytical and creative thinking, fine and gross motor skills, early bilingual competencies, social collaboration, and emotional articulation. Moreover, the findings emphasize the critical role of adult involvement—particularly from teachers and parents—in mediating students' engagement with digital media. With proper guidance, technology can become a powerful tool for enhancing both academic and personal growth in elementary education settings.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PENA PINTAR KELAS VB SDN KUIN SELATAN 1 Mariamah .; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Darmiyati
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7103

Abstract

Rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila disebabkan oleh metode pembelajaran yang masih bersifat satu arah, kurangnya partisipasi aktif siswa, ketidakmampuan siswa dalam memecahkan masalah, serta tidak digunakannya media pembelajaran. Akibatnya, siswa menjadi pasif, bosan, kemampuan berpikir kritis tidak berkembang, dan hasil belajar rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan menerapkan model pembelajaran PENA PINTAR. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian adalah 19 siswa kelas VB SDN Kuin Selatan 1 semester II tahun pelajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui observasi (aktivitas guru dan siswa) serta tes tertulis (keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dari skor 23 menjadi 27, serta aktivitas siswa dari 53% menjadi 84% (kategori sangat aktif). Keterampilan berpikir kritis meningkat dari 47% menjadi 89% (kategori sangat tinggi). Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan: ranah afektif dari 32% menjadi 89%, kognitif dari 47% menjadi 95%, dan psikomotorik dari 42% menjadi 84%. Kesimpulannya, model PENA PINTAR terbukti efektif dalam meningkatkan aktivitas pembelajaran, keterampilan berpikir kritis, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, model ini disarankan untuk dijadikan alternatif strategi pembelajaran di sekolah dasar guna meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa.
MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA MUATAN PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PAHAT DAN MEDIA PUZZLE SISWA KELAS VB SDN KUIN CERUCUK 4 Asiah Maria; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Akhmad Riandy Agusta
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7671

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa pada muatan Pendidikan Pancasila. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat satu arah dan belum memberikan ruang yang cukup untuk mendorong pengembangan motivasi siswa. Sebagai solusi, digunakan model pembelajaran PAHAT dengan dukungan media puzzle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kalipertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VB SDN Kuin Cerucuk 4 Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 16 siswa, terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui instrumen angket yang diberikan kepada siswa, yang menghasilkan data kualitatif. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi siswa, yaitu dari 25% pada pertemuan I, 50% pada pertemuan II, 75% pada pertemuan III, dan meningkat menjadi 94% pada pertemuan IV. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran PAHAT dan media puzzle efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Maka dari itu model ini dapat menjadi alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran, terutama pada muatan Pendidikan Pancasila.
IMPLEMENTASI MODEL SANTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Rahmah Eka; Prihandoko, Yogi; Noorhapizah, Noorhapizah; Darmiyati, Darmiyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7527

Abstract

This research is motivated by the suboptimal critical thinking skills of grade VA students at SDN Kuin Selatan 1 due to the monotonous and minimally stimulating Pancasila Education learning process. The gap between the curriculum's demands for critical thinking and the reality of passive learning necessitates intervention. The focus of this research is to improve students' critical thinking skills on the topic "My Identity and My Environment" through the application of the SANTUN model (a combination of  Problem Based Learning, Numbered Heads Together, and Word Square). This study used a qualitative Classroom Action Research (CAR) method implemented over four meetings. Data collection was conducted through a written essay test at the end of each meeting, which was analyzed based on five critical thinking indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation). The results showed progressive and significant progress in students' critical thinking skills, increasing from 43% (Fair) in the first meeting, to 62% (High), then 81% (Very High), and reaching a peak of 86% (Very High) in the fourth meeting. It was concluded that the implementation of the SANTUN model proved highly effective and successfully improved students' critical thinking skills beyond the established success indicators. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kuin Selatan 1 akibat proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang monoton dan minim stimulasi. Adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum untuk berpikir kritis dengan realitas pembelajaran pasif mendorong perlunya intervensi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi "Jati Diri dan Lingkunganku" melalui penerapan model SANTUN (kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Word Square). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai tertulis di akhir setiap pertemuan, yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan progresif dan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa, meningkat dari 43% (Cukup) pada pertemuan pertama, menjadi 62% (Tinggi), lalu 81% (Sangat Tinggi), dan mencapai puncaknya pada 86% (Sangat Tinggi) di pertemuan keempat. Disimpulkan bahwa penerapan model SANTUN terbukti sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.  
Teaching Eco-Literacy: What is The Challenge in Indonesian Elementary School Ningrum Perwitasari; Zela Septikasari; Yogi Prihandoko
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3142

Abstract

Environmental awareness is an important part of environmental sustainability, but environmental awareness in society, including students, is still low. This can be seen from various studies conducted previously. Eco-literacy is one of the skills that can increase environmental awareness, but it is still rarely studied. This study aims to evaluate how eco-literacy has been implemented, the challenges in implementing eco-literacy, and the ideal implementation of eco-literacy for teachers in elementary school. Data collection was conducted using qualitative methods and quistionnaire techniques. Sixty teachers from Yogyakarta, Central Java, and Jakarta were interviewed. The results of the research show that eco-literacy has been implemented in elementary schools through subjects, the challenges teachers face in implementing eco-literacy are learning methods, media, and learning resources and teachers hope that eco-literacy can be implemented based on constructivist learning theory with appropriate syntax.  Based on the findings in this study, it can be concluded that eco-literacy has been implemented in elementary schools, but there are still many challenges faced so that eco-literacy can be successfully implemented.