Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI DIGITALISASI PROGRAM BANGKIT UNTUK MEWUJUDKAN SEKOLAH UNGGUL DI LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA KKG ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR Noorhapizah, Noorhapizah; Pratiwi, Diani Ayu; Agusta, Akhmad Riandy; Prihandoko, Yogi; Syaifuddin, Agus Rifani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34215

Abstract

BANGKIT merupakan program yang dirancang untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Bangkit akronim dari kata Bermoral, Agamis, Numerasi, dan Literasi, Gerakan peduli lingkungan, Kolaborasi, Informasi dan Teknologi). Pada pendampingan ini bertujuan untuk mengimplementasikan basis teknologi dalam program Bangkit melalui kegiatan pendampingan digitalisasi program BANGKIT untuk sekolah dasar dikawasan lingkungan lahan basah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan digital kepada sekolah-sekolah dikawasan lingkungan lahan basah. Peserta pada kegiatan ini adalah guru-guru dari beberapa sekolah yang berjumlah 50 orang. Pendampingan dilakukan selama 6 bulan yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) perencanaan , (2) workshop kurikulum merdeka, (3) workshop analisis karakter sosial, ekonomi, dan budaya pada wilayah setempat dan analisis kebutuhan program sekolah, (4) wokshop pendampingan program BANGKIT dalam digitalisasi implementasi kurikulum merdeka, (5) monitoring dam evaluasi. Hasil pendampingan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi guru-guru dalam kemampuan mendigitalisasikan program, dan 3 dari 5 sekolah sudah mampu menerapkan program BANGKIT dalam digital. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kompetensi guru dalam penguasaan konsep program BANGKIT memperoleh skor 46 (katagori sangat baik), kompetensi analisis kemampuan potensi sekolah dengan skor 44 (katagori sangat baik)
ANALISIS PENYIMPANGAN PERILAKU ANAK USIA DINI DALAM KEPEMILIKAN BENDA DI SEKOLAH Isna Latifah; Prihandoko, Yogi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29501

Abstract

The concept of ownership is an essential part of moral development that should be introduced from an early age. Children need to learn and understand that everyone has the right to their belongings, and that taking items without permission or asking for money from friends is not appropriate behavior. This study aims to analyze the forms of behavioral deviation related to ownership among early childhood children and to identify the contributing factors and intervention strategies within an early childhood education institution (PAUD). This research uses a qualitative approach with a case study method conducted in several PAUD institutions. Data were collected through observation and interviews. The results indicate that behavioral deviations are linked to a weak understanding of the values of honesty and ownership. Contributing factors include parenting styles, social environmental influences, a lack of moral value reinforcement at school, and economic factors. Effective handling strategies involve educational approaches, rule enforcement, collaboration with parents, the creation of a positive learning environment, and child guidance services. This study highlights the importance of synergy between teachers, parents, and institutions in building children’s moral character from an early age.
BEST PRACTICE PENGUATAN KARAKTER KERJASAMA MELALUI KESEPAKATAN KELAS Milawati; Novitawati; Yogi Prihandoko
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29764

Abstract

Strengthening the character of cooperation in early childhood is a strategic step in building lifelong social skills. This study aims to describe the best practice of strengthening the character of cooperation through the implementation of classroom agreements at TK Negeri 1 Alalak. This research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that the participatory implementation of classroom agreements was effective in developing children's cooperative character. The children willingly and joyfully worked together to tidy up the reading corner and play equipment after use. They were able to carry out the classroom agreements that they had created together, which fostered a sense of responsibility and togetherness. Character reinforcement was consistently implemented through habitual activities, verbal praise, symbolic appreciation, and parental involvement. These findings confirm that classroom agreements can serve as an effective strategy for instilling the value of cooperation in early childhood. This study recommends the consistent and participatory application of classroom agreements in early childhood education, and further research on strengthening other characters such as independence and responsibility.
MENINGKATKAN AKTIVITAS, KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PANCA KELAS IV SDN TELUK DALAM 9 Latipah; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Darmiyati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31501

Abstract

Penelitian ini diambil dari permasalahan yang berawal dari aktivitas siswa yang rendah, kemampuan berpikir kritis yang masih kurang terampil, dan hasil belajar siswa yang masih rendah. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut yakni dengan menerapkan model pembelajaran PANCA yang merupakan kombinasi dari model Problem-Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Picture and Picture. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan selama empat pertemuan dengan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Aktivitas guru pada pertemuan pertama memperoleh skor 19 dengan kategori "baik", dan meningkat hingga skor 27 pada pertemuan keempat dengan kategori "sangat baik". Aktivitas siswa pun mengalami perkembangan, dari 43% dengan kategori "kurang aktif" pada pertemuan pertama menjadi 93% di pertemuan keempat dengan kategori "sangat aktif". Keterampilan berpikir kritis siswa juga menunjukkan peningkatan, dari pertemuan pertama yakni 39% kategori "rendah" menjadi 89% kategori "sangat tinggi" di pertemuan keempat. Demikian pula hasil belajar siswa meningkat dari 39% saat pertemuan pertama menjadi 93% dengan kategori "tuntas" pada pertemuan keempat. Implementasi model pembelajaran PANCA secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan keaktifan siswa, pengembangan keterampilan berpikir kritis, serta perbaikan capaian hasil belajar secara keseluruhan.
PENGEMBANGAN APLIKASI PROGRAM E-BANGKIT BERBASIS ANDROID Noorhapizah, Noorhapizah; Prihandoko, Yogi; Agus Rifani Syaifuddin; Diani Ayu Pratiwi; Mubarok
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.31658

Abstract

The e-BANGKIT application is a digital innovation developed under the BANGKIT program to enhance efficiency and facilitate the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), based on local wisdom in wetland environments at the elementary school level, through the integration of Android-based technology. This study aims to: (1) develop the e-BANGKIT application as a digital innovation for the P5 program in elementary schools within wetland areas, and (2) evaluate the effectiveness of the e-BANGKIT application in supporting the implementation of P5 in those schools. The research employed the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The results show that the product underwent validation by subject matter experts, media experts, and language experts. Product trials were conducted to measure teacher and student responses in three elementary schools. Data were collected using observation sheets, questionnaires, and documentation. Validation results indicated average scores of 84.6% from subject matter experts, 89.5% from media experts, and 90% from language experts. Teacher questionnaires yielded a score of 82.8%, while a limited trial with fifth-grade students resulted in a score of 94.8%. These findings suggest that the e-BANGKIT application is feasible, practical, and effective.
INOVASI PENDIDIKAN PANCASILA: MODEL PERMEN DALAM MENINGKATKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA SD Yulianti, Dewi; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Darmiyati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32136

Abstract

The low levels of student activity, responsibility of character, and learning outcomes in Pancasila Education are the focus of this study. One contributing factor is the use of one-way teaching methods that offer minimal student participation. As a result, students struggle to understand the material and fail to demonstrate responsible behavior during the learning process. This study aims to describe teacher and student activities, analyze responsibility character, and assess student learning outcomes through the PERMEN model. A qualitative approach with Classroom Action Research (CAR) was used over four meetings. The subjects were 14 fourth grade students, consisting of 8 boys and 6 girls. Qualitative data were obtained through observation, and quantitative data came from questionnaires and tests. The results showed consistent improvement from meetings 1 to 4: student activity increased from 29% to 100% (very active), responsibility character rose from 57% to 93% (very responsible), and classical completeness in cognitive, affective, and psychomotor domains improved from 50%, 50%, and 57% to 100%, respectively. The PERMEN model proved effective in enhancing student activity, responsibility character, and learning outcomes. Its application offers an alternative to build interactive learning experiences and foster active student participation.
Inovasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui Model PULSE untuk meningkatkan Keterampilan Kerja Sama Siswa Sekolah Dasar. Saputra, Muhammad Ikhsan; Yogi Prihandoko; Noorhapizah; Akhmad Riandy Agusta
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.32327

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada rendahnya keterampilankerja sama siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Kondisi inidipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang belum berpusat pada siswa sertakurangnya fokus pada pengembangan kemampuan kerja sama. Akibatnya, siswabelum mampu bekerja sama secara optimal. Untuk mengatasi permasalahantersebut, penelitian ini menerapkan model pembelajaran PULSE dengan tujuanmeningkatkan keterampilan kerja sama siswa. Penelitian menggunakanpendekatan kualitatif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yangdilaksanakan selama empat pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIISDN Sungai Miai 8 tahun ajaran 2024/2025, dengan jumlah 18 siswa yang terdiridari 12 laki-laki dan 6 perempuan. Data dalam penelitian ini bersifat kualitatif dandikumpulkan melalui observasi terhadap keterampilan kerja sama siswa. Hasilmenunjukkan adanya peningkatan dari 33,3% pada pertemuan pertama menjadi94,4% pada pertemuan keempat. Dengan demikian, penerapan model PULSEterbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan kerja sama siswa.
VALIDITAS E-CARD EDUDAYA: MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA DAN TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK SISWA SD Prastitasari, Herti; Prihandoko, Yogi; Sari Putra, Eka Cahya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 3 September 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.33696

Abstract

This study aims to develop the e-Card Edudaya learning media based on the culture of South Kalimantan to improve numeracy literacy in elementary school students, particularly in the topic of flat shapes. Identified issues at Pelambuan 2 State Elementary School, Banjarmasin, include low student performance in understanding basic mathematical concepts and the lack of interactive learning media relevant to students' everyday lives. This research uses the Research and Development approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. During the Analysis phase, the problems in the school were identified, along with a needs assessment for students. The Design phase focused on creating an application that integrates interactive technology with local culture, while the Development phase resulted in the creation of learning content using video, images, and text, incorporating elements of South Kalimantan culture. Validation results from media experts, elementary education experts, and mathematics experts showed average scores of 90%, 89%, and 90%, respectively, indicating the application’s effectiveness in enhancing students' understanding of mathematics and numeracy
IMPLEMENTASI MODEL GIVE THE INSTRUCTION DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS, MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Jannah, Fathul; Fahlevi, Reja; Jannah, Mariatul; Prihandoko, Yogi; Sari, Raihanah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27679

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran yang dilakukan masih konvensional, siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran, sehingga siswa kurang termotivasi dan berakibat pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini menggunakan jenis PTK. Data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas siswa dan angket motivasi belajar. Data kuantitatif diperoleh melalui tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa pada pertemuan setiap pertemuan selalu mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari persentase capaian aktivitas siswa yang awalnya pada pertemuan I memperoleh 42,85% terus mengalami peningkatan hingga pada pertemuan IV mampu mencapai 85,71%. Motivasi belajar siswa juga mengalami peningkatan di setiap pertemuannya, hal ini dapat dilihat dari persentasi capaian pertemuan I memperoleh 42,85% terus mengalami peningkatan hingga pada pertemuan IV mencapai 85,71%. Demikian pula dengan hasil belajar siswa, yang awalnya ketuntasan klasikal hasil hanya memperoleh 28,57% berhasil mencapai 100% di pertemuan IV. Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa model Give The Instruction dapat meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa. Model ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa.
IMPLEMENTASI MODEL SANTUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Rahmah Eka; Prihandoko, Yogi; Noorhapizah, Noorhapizah; Darmiyati, Darmiyati
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.7527

Abstract

This research is motivated by the suboptimal critical thinking skills of grade 6 students at SDN Kuin Selatan 1 due to the monotonous and minimally stimulating Pancasila Education learning process. The gap between the curriculum's demands for critical thinking and the reality of passive learning necessitates intervention. The focus of this research is to improve students' critical thinking skills on the topic "My Identity and My Ensvironment" through the application of the SANTUN model (a combination of Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, and Word Square). This study used a qualitative Classroom Action Research (CAR) method implemented over four meetings. Data collection was conducted through a written essay test at the end of each meeting, which was analyzed based on five critical thinking indicators (interpretation, analysis, evaluation, inference, and explanation). The results showed progressive and significant progress in students' critical thinking skills, increasing from 43% (Fair) in the first meeting, to 62% (High), then 81% (Very High), and reaching a peak of 86% (Very High) in the fourth meeting. It was concluded that the implementation of the SANTUN model proved highly effective and successfully improved students' critical thinking skills beyond the established success indicators. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya keterampilan berpikir kritis siswa kelas VA SDN Kuin Selatan 1 akibat proses pembelajaran Pendidikan Pancasila yang monoton dan minim stimulasi. Adanya kesenjangan antara tuntutan kurikulum untuk berpikir kritis dengan realitas pembelajaran pasif mendorong perlunya intervensi. Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi "Jati Diri dan Lingkunganku" melalui penerapan model SANTUN (kombinasi Problem Based Learning, Numbered Heads Together, dan Word Square). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kualitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai tertulis di akhir setiap pertemuan, yang dianalisis berdasarkan lima indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, dan eksplanasi). Hasil penelitian menunjukkan adanya kemajuan progresif dan signifikan pada keterampilan berpikir kritis siswa, meningkat dari 43% (Cukup) pada pertemuan pertama, menjadi 62% (Tinggi), lalu 81% (Sangat Tinggi), dan mencapai puncaknya pada 86% (Sangat Tinggi) di pertemuan keempat. Disimpulkan bahwa penerapan model SANTUN terbukti sangat efektif dan berhasil meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melampaui indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.