p-Index From 2021 - 2026
9.266
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Insignia: Journal of International Relations Jurnal Natapraja : Kajian Ilmu Administrasi Negara Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Global Strategis Jurnal Hubungan Internasional Indonesian Perspective Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Sociae Polites: Majalah Ilmiah Sosial-Politik Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs Journal of Governance JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JWP (Jurnal Wacana Politik) Jurnal SOLMA Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Berumpun: international journal of social, politics and humanities International Journal of Social Science and Business Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies Sospol : Jurnal Sosial Politik Polinter Jurnal Public Policy Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Global Political Studies Journal KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Journal of Political Issues DINAMIKA GLOBAL : JURNAL ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL International Journal of Demos Padjadjaran Journal of International Relations Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Jurnal Inovasi Penelitian Ilomata International Journal of Social Science GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Social Science Research Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Journal of Education Research International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Bisnis, Ekonomi, dan Sains Intermestic: Journal of International Studies Indonesian Perspective Global: Jurnal Politik Internasional Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Media Bina Ilmiah International Journal of Science and Environment International Journal of Islamic Thought and Humanities Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Society Dynamics of Politics and Democracy Public Knowledge Cognitionis Civitatis et Politicae
Claim Missing Document
Check
Articles

MENELUSURI KEGAGALAN OSCE DALAM MENCIPTAKAN PERDAMAIAN PADA KONFLIK ARMENIA-AZERBAIJAN MELALUI ANALISIS RESOLUSI KONFLIK Meichella, Aziizah Ika; Annamira, Raisa; Akim, Akim; Dermawan, Windy
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i2.53824

Abstract

Armenia dan Azerbaijan berada dalam situasi konflik berkepanjangan di wilayah Nagorno-Karabakh. Sejarah konflik Armenia-Azerbaijan kembali pada masa Soviet, ketika Nagorno-Karabakh diberikan status otonomi di Republik Sosialis Soviet Azerbaijan, meskipun mayoritas penduduknya adalah etnis Armenia. Pasca runtuhnya Uni Soviet tahun 1991, ketegangan antara Armenia dan Azerbaijan meningkat, dengan pecahnya perang Nagorno-Karabakh yang berlangsung hingga tahun 1994. Berbagai upaya ditempuh untuk menyelesaikan konflik tersebut salah satunya adalah melalui Minsk Group di bawah OSCE. Akan tetapi, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang baik dan penyelesaian konflik belum dilaksanakan secara tuntas. Berdasarkan permasalahan tersebut, artikel mengkaji lebih lanjut mengenai faktor-faktor kegagalan OSCE (Minsk Group) dalam mengatasi konflik Nagorno-Karabakh menggunakan alat analisis konflik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yang berfokus menggali lebih dalam teks narasi penelitian terkait. Hasil penemuan menjelaskan bahwa peran pihak ketiga seperti organisasi internasional sangat krusial mengingat kedua belah pihak memiliki tendensi untuk menuduh satu sama lain yang membuat isu ini berkepanjangan. Keterlibatan banyak pihak di luar Minsk Group juga menyebabkan konflik ini semakin runyam. Adapun peneliti memberikan rekomendasi resolusi untuk mengatasi konflik tersebut adalah dengan memperbaiki dan merestrukturisasi organisasi internasional yang ikut terlibat dalam penyelesaian konflik juga mengulas kembali karakteristik OSCE sebagai organisasi internasional agar bisa bergerak selayaknya sebuah organisasi mediasi konflik. Menyamakan visi misi serta tujuan penyelesaian konflik antar negara anggota juga sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi perbedaan perspektif dalam prosesnya, hingga menggali lebih dalam mengenai asal mula juga akar kesukuan yang akhirnya menjadi inti utama konflik ini. Dengan ditemukannya resolusi ini, jika pada negara-negara lain ditemukan permasalahan yang serupa, proses pencarian resolusi dari konflik tersebut akan dipermudah dengan adanya penelitian ini. Armenia and Azerbaijan are in a prolonged conflict situation in Nagorno-Karabakh region. The history of the Armenia-Azerbaijan conflict goes back to Soviet times, when Nagorno-Karabakh was granted autonomous status within the Azerbaijan Soviet Socialist Republic, although the majority of its population was ethnic Armenian. After the collapse of the Soviet Union in 1991, tensions between Armenia and Azerbaijan increased, with the outbreak of the Nagorno-Karabakh war which lasted until 1994. Various efforts were made to resolve the conflict, one of which was through the Minsk Group under the OSCE. However, these efforts have not produced good results and conflict resolution has not been implemented completely. Based on these problems, the article examines further the factors of OSCE (Minsk Group) failure in resolving the Nagorno-Karabakh conflict using conflict analysis tools. The research methodology employed is descriptive qualitative, with a specific focus on delving further into narrative texts connected to the research topic. The findings explain that the role of third parties such as international organizations is very crucial considering that both parties have a tendency to accuse each other which makes this issue protracted. The involvement of many parties outside the Minsk Group also made this conflict even more complicated. The researchers provide recommendations for resolution to overcome this conflict, namely by improving and restructuring the international organizations involved in resolving the conflict as well as reviewing the characteristics of the OSCE as an international organization so that it can move like a conflict mediation organization. Synchronizing the vision and goals of conflict resolution between members is also necessary so that there are no longer differences in perspective in the process, as well as digging deeper into the origins and tribal roots which ultimately become the main core of this conflict. By finding this resolution, if similar problems are found in other countries, the process of finding a resolution to the conflict will be made easier by this research.
Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat era Donald Trump: Kajian mengenai Faktor Psikologis dalam Free and Open Indo Pacific Sudirman, Arfin; Dermawan, Windy; Nur Salsabila, Fairuz Nadhira
Jurnal Polinter : Kajian Politik dan Hubungan Internasional Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pol.v9i2.6932

Abstract

The Indo-Pacific region is an area that connects the Indian and Pacific Oceans so that it has a strategic geopolitical and geo-economics’ position. This region became the center of rapid growth, giving rise to a hierarchy for the United States as a great power country. This is demonstrated by the emergence of the Free and Open Indo-Pacific policy in the era of Donald Trump. This research aims to analyze psychological factors in US foreign policy under Donald Trump through the The Policy of Free and Open Indo-Pacific. This research uses the theory of leaders in foreign policy decision-making. This paper uses qualitative methods by collecting data through interviews with several informants and documentation studies. This research found that the Free and Open Indo-Pacific policy was considered more aggressive due to the influence of psychological factors from Donald Trump, ranging from idiosyncratic factors such as the nature and character of Donald Trump to external factors such as business background and relations between the United States and other countries.
INTERNATIONAL RELATIONS PERSPECTIVE OF SISTER CITY: CONCEPT AND PRACTICES Putra, Reynaldi Mandala; Rachman, Junita Budi; Dermawan, Windy
Natapraja Vol. 9 No. 2 (2021): Public Management
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/natapraja.v9i2.43865

Abstract

International relations is a study that discusses the relationship between actors in the international world. In its development, international relations are no longer dominated by the state as the main actor. International relations developed and expanded so that other actors, such as sub-national actors, emerged. Sub-national actors can include local or regional governments, one of which is the city government. Sister city is one form of international relations carried out by City Government actors. This paper will explain the concept and practice of sister city in International Relations. The concepts/theories used are International Relations and Sister city. While the research method used is descriptive qualitative by using the result of interviews, books, journals, websites and others as a reference. Conceptually, a sister city is a cooperative relationship carried out by two or more City Governments based on their similarities. However, in the practice, based on case studies, the reasons for sister city relationships are not always based on similarities. The practice of sister city relations has been carried out by many cities in the world in various fields. Sister cities also tend to be intertwined for a long time, but not a few have not been implemented effectively or even not running at all.
SOSIALISASI KEDIPLOMASIAN DAERAH DALAM UPAYA MENGOPTIMASI SUMBER SUMBER LUAR NEGERI Dermawan, Windy; Affandi, RMT Nurhasan; Darmawan, Ivan
Dharmakarya Vol 12, No 3 (2023): September, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i3.43300

Abstract

Tujuan tulisan ini adalah, menuturkan kegiatan sosialisasi perihal kediplomasian daerah dalam ikhtiar rintisan menggugah research-based policy bagi pemanfaatan sumber-sumber luar negeri oleh daerah di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung. Metode yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dialog sosial (governmental dan societal) yang memungkinkan introduksi serta konsultasi tentang kediplomasian daerah termasuk paradiplomasi dirintis sejauh research-based policy. Dialog inipun diacu ke riset kebutuhan daerah yang selaras dengan kepentingan nasional menyangkut pemerataan pembangunan dengan optimasi sumber-sumber luar negeri. Pendataan dilakukan melalui kunjungan riset dan institusional, serta wawancara terhadap beberapa informan, berikut studi pustaka dan dokumentasi. Kegiatan ini mendapati bahwa unsur-unsur societal dan governmental di Jawa Barat terutama Kabupaten Bandung telah memahami dan menempuh kebijakan daerah berbasis riset kendati tanpa kiprah atau hirauan atas diplomasi daerah dalam upaya pemanfaatan sumber-sumber luar negeri untuk kemerataan pembangunan daerahnya. Kiprah kediplomasian dinilai sebagai urusan pemerintah pusat yang “mengendalikan” pula hubungan luar negeri daerah dan atau kerja sama luar negeri daerah. Sedangkan kediplomasian daerah masih perlu didalami dengan kelitbangan mengenai sumber-sumber mancanegara, sarana dan perangkat pengakses, kapabilitas kelola dan kapasitas tindak, serta wawasan diplomatik yang relevan dan proper. Kegiatan ini cukup berhasil menyampaikan faedah pengetahuan, pengenalan, pengertian tentang kediplomasian daerah yang dapat diusahakan sebagai kebijakan daerah berbasis riset di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung.
BATUKARAS MENUJU DESA MENDUNIA: PENGEMBANGAN PRODUK UMKM DALAM PERSPEKTIF DIPLOMATIK DAERAH Dermawan, Windy; Gilang Nur Alam; Fuad Azmi; Kiagus Zaenal Mubarok
PROFICIO Vol. 5 No. 2 (2024): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i2.3744

Abstract

Indonesia memiliki beragam objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal dan asing. Salah satu daerah di Indonesia yang menjadi destinasi wisata yaitu Kabupaten Pangandaran. Pada kabupaten ini, terutama Desa Batukaras, menjadi destinasi pariwisata mendunia dalam perspektif diplomatik dengan potensi alam, ekonomi dan budayanya. Meskipun memiliki potensi besar, peningkatan dan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif lokal masih menghadapi sejumlah tantangan. Berdasarkan hal tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pelaku UMKM Desa Batukaras agar dapat mempromosikan produknya di level nasional dan internasional dalam perspektif diplomatik. Kegiatan ini melibatkan para pemangku kepentingan di desa melalui kolaborasi. Metode kegiatan ini adalah pendidikan masyarakat dan pelatihan. Kegiatan ini memberikan wawasan pengembangan ekonomi ke pasar global dalam perspektif diplomatik dan kegiatan pendidikan masyarakat mengenai pentingnya pengembangan usaha secara nasional dan internasional melalui promosi digital dan pelatihan pemanfaatan platform media online bagi pengembangan produk UMKM di Desa Batukaras ke pasar global. Dalam kegiatan ini, dihasilkan pentingnya komitmen dari para pemangku kepentingan di Desa Batukaras untuk berkolaborasi dalam membangun iklim yang kondusif bagi pengembangan potensi UMKM di Desa Batukaras agar daerah ini dikenal publik global dengan aktivitas diplomatik daerah.
Penyelesaian Konflik Internal antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Separatisme di Papua melalui Mekanisme Horse-Trading: Internal Conflict Resolution between Government of Indonesia and Separatist Movement in Papua using Horse-Trading Mechanism Sekar Wulan Febrianti; Ajeng Sekar Arum; Windy Dermawan; Akim Akim
Society Vol 7 No 2 (2019): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v7i2.86

Abstract

The study aims to analyze the process of internal conflict resolution between the Government of Indonesia and the separatist movement in Papua (Free Papua Movement (Indonesian: Organisasi Papua Merdeka or OPM)) using a horse-trading mechanism. This study was qualitative method by discussing the Free Papua Movement background and the conflict, then discussing the conflict process of timeline analysis tool to understand the development of its movement based on chronological order, and discussing the conflict resolutions that have been carried out with conflict mapping analysis tool to understand the actors that involved and their objectives. The conflict is the result of complexity among historical backgrounds, ideology, and a sense of injustice in Papua, on the other hand, the international community has increasingly supported Papua. Horse-trading has been used to resolve the conflict of Free Papua Movement and the Government of Indonesia, yet it has not yet reached a new resolution. The horse-trading mechanism effectively resolves the conflict when trust has been achieved between them to communicate both of them where they can deliver their objectives openly.
Paradiplomasi Pemerintah Jakarta Barat terhadap Publik Global dalam Isu Pengungsi di Kalideres: West Jakarta Government’s Paradiplomacy towards Global Public in Kalideres Refugee Issues Ignatius Hubert; Windy Dermawan
Society Vol 8 No 2 (2020): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v8i2.218

Abstract

This research analyzes international refugees’ presence in Indonesia, which gives local challenges for the Indonesian subnational Government as a transit location. This research uses a paradiplomacy perspective to analyze the West Jakarta Government’s response to the foreign refugees in its territory. West Jakarta is one of the Administrative Cities in the Special Capital Region of Jakarta. This research uses a qualitative research method. The research data sources were collected and analyzed from literature studies, current news, and socio-political theories. This research found that West Jakarta Government’s paradiplomacy occurs due to differences in regulations applies. Moreover, this process can be parallel alongside the Central Government (Indonesian Government) in handling refugees in their territory following a local-regional wisdom approach. The West Jakarta Government’s paradiplomacy carried out by coordinating the distribution of aid to refugees, working with stakeholders in handling international and national refugee issues, and managing refugee handling policies in transit locations where refugees live, especially in Kalideres, West Jakarta, Indonesia. These handling efforts aim to prevent horizontal conflicts between refugees and local people and achieve subnational interests in the form of support materially, financially, and politically.
Aspirations of Sub-State Actors in Sport: A Study of Quebec Paradiplomacy through the Instrument of Football Dermawan, Windy; Fadel, Mohamad; Sudirman, Arfin; Santoso, Rizal Budi
Global Strategis Vol. 18 No. 2 (2024): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.18.2.2024.333-354

Abstract

Quebec is a sub-state actor active in carrying out paradiplomacy in various fields. This is supported by Canada’s federal state form, which gives its constituent actors the freedom to conduct foreign relations freely. The dynamics of Quebec paradiplomacy are not only in the context of trade and investment but also in political aspects related to identity. Quebec is a sub-state actor whose citizens are predominantly French-Canadian (Quebecois). The desire to gain recognition for its identity as Quebecois makes Quebec active in carrying out paradiplomacy by participating in soccer in CONIFA. Entities in Quebec have fought for their identity as Quebecois through the self-determination movement. The purpose of this research is to analyze the efforts made by Quebec to show the existence of its identity abroad through paradiplomacy in the field of soccer. The research method used is qualitative, collecting data through interviews with several relevant sources, internet based studies, document tracking, and archives related to the research problem. This research shows that soccer has become one of the instruments Quebec uses to show its existence and identity as Quebecois to the global public. Although Quebec’s activities are no longer to pursue independence from Canada, Quebec uses football to promote the achievement of interests in other areas, such as economics and socio-culture. Keywords: Identity, Paradiplomacy, Football, Sub-state, Quebec Quebec merupakan aktor sub-negara yang sangat aktif melakukan paradiplomasi di berbagai bidang. Hal ini didukung oleh bentuk negara federal dari Kanada yang memberikan aktor konstituennya untuk melakukan hubungan luar negeri secara leluasa. Dinamika paradiplomasi Quebec tidak hanya dalam konteks perdagangan dan investasi, tetapi juga pada aspek politik yang terkait dengan identitas. Quebec sebagai aktor sub-negara yang mayoritas warganya Prancis-Kanada (Quebecois). Keinginan untuk mendapatkan pengakuan terhadap identitasnya sebagai Quebecois inilah yang menjadikan Quebec aktif dalam melaksanakan paradiplomasi melalui keikutsertaannyadalam olahraga sepakbola dalam CONIFA. Bahkan, entitas di Quebec pernah memperjuangkan identitas sebagai Quebecois melalui gerakan self-determination. Tujuan dari riset ini adalah menganalisis upaya-upaya yang dilakukan oleh Quebec untuk menunjukkan eksistensi identitasnya di luar negeri melalui paradiplomasi di bidang olahraga sepakbola. Metode riset yang digunakan adalah kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara terhadap sejumlah narasumber yang relevan, studi berbasiskan internet, pelacakan dokumen dan arsip yang terkait dengan masalah riset. Riset ini menunjukkan bahwa olahraga sepakbola telah menjadi salah satu instrumen bagi Quebec untuk menunjukkan eksistensi dan identitasnya sebagai Quebecois terhadap publik global. Meskipun kegiatan Quebec ini bukan lagi untuk mengejar kemerdekaan dari Kanada, Quebec menggunakan instrumen sepakbola untuk promosi dalam pencapaian kepentingan di bidang lain, seperti ekonomi dan sosial budaya. Kata-kata Kunci: Identitas, Paradiplomasi, Sepakbola, Sub-negara, Quebec.
Female Student Prevention on Health Awareness at Padjadjaran Vocational High School Rifiza, Muhammad Irfa; Dermawan, Windy; Nurhayati, Heni
JPPM (Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat) Vol. 11 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Departement of Nonformal Education, Graduate Scholl of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jppm.v11i2.70304

Abstract

Healthy generation is one of the keys to achive "Indonesia Emas 2045" envisioned by The Ministry of National Development Planning of Indonesia. To realize the vision, Indonesia should ensure the health of its citizens. Adolescents should become the priority because their nutrition and health might determine the quality of their future which implies the future of Indonesia's human resources quality. Anemia is a serious problem faced by Indonesia which has a prevalence of more than 40%. This paper aims to illuminate the anemia prevention efforts of female students at Padjadjaran Vocational High School. The design used in this study is qualitative, using a case study approach. The subjects of the study are Puskesmas Jatinangor, the program coordinator, and female students. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data validity technique used in this study is source and technique triangulation, with data analysis using organize the data which involve transcribing interview from the informants, peruse the data by finding general ideas from the informants, code the data using Atlas.ti software to write words representing category, generate a description of the setting or people as well as categories or themes for analysis, determine the ideas and description will be conveyed in the qualitative narrative, interpreting the data and explain the female student prevention at Padjadjaran Vocational High School Jatinangor. The results showed that Padjadjaran Vocational High School, collaborating with Puskesmas, holds an anemia prevention program in that includes anemia prevention dissemination to students in Padjadjaran Vocational High School conducted every three months, monthly blood check up to ensure students are not potentially suffered from anemia and prevent students from further disease, and providing blood supplement tablets to female students every week.
Paradiplomasi Bengkulu dalam Pengembangan Potensi Kopi Bengkulu Putradiansyah, Nandy Rizki; Dermawan, Windy; Affandi, RMT Nurhasan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i2.2024.796-805

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis praktik paradiplomasi Bengkulu dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu. Hal-hal yang dielaborasi dalam tulisan ini mengenai upaya paradiplomasi yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu beserta kendala-kendala dan peluang dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu. Provinsi Bengkulu belum dapat mengoptimalkan potensi daerahnya, salah satunya adalah produk hasil pertanian berupa kopi Bengkulu. Melalui paradiplomasi, pengembangan potensi kopi Bengkulu dimungkinkan untuk terbuka secara lebih luas, tidak hanya pengembangan pada lingkup domestik, tetapi juga lingkup luar negeri. Komoditas kopi Provinsi Bengkulu merupakan aset daerah yang potensial bagi pengembangan potensi daerah. Tulisan ini menggunakan konsep paradiplomasi sebagai alat analisis untuk mengeksplorasi praktik yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bengkulu di dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu ke luar negeri. Metode riset yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap sejumlah informan yang relevan, observasi lapangan, studi dokumentasi, dan studi pustaka. Riset ini menemukan bahwa upaya paradiplomasi Bengkulu dalam pengembangan potensi kopi Bengkulu menemui sejumlah kendala diantaranya kendala dalam aspek sumber daya manusia, minimnya dukungan regulasi dan tata kelola bagi pengembangan potensi kopi Bengkulu, infrastruktur dalam distribusi produk kopi Bengkulu, dan birokrasi yang cenderung prosedural sehingga menghambat pengembangan produk kopi Bengkulu.
Co-Authors Abdullah Randika Anwar Affandi, RMT Nurhasan Affandy, RMT Nurhasan Agus Subagyo Ajeng Sekar Arum Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim, Akim Alam, Gilang Nur Alamsyah, Muhamad Audie Alia, Nadya Fitri Amal, Ichsanul Aminah, Dea Siti Ayu Andi Sahputra Anggia Utami Dewi, Anggia Utami Annamira, Raisa Annisa Rohmaniah Anshori, Muhamad Fikry Anwar, Abdullah Randika Ardiyanti, Widiya Arfin Sudirman Arfin Sudirman Arrahman, Taufik Arum, Ajeng Sekar Aulia, Kirana Putri Aurellia Shinta Purnamasari Azmi, Fuad Besi, Adhe Panggar Chandra Purnama Chandra Purnama Chandra Purnama chandra purnama Chandra Purnama, Chandra Daniel Walman Hutasoit Deasy Silvya Sari Devi, Meta Lestiana Dina Yulianti, Dina Edta Muhammad Fadilah Emil Mahyudin Fadel, Mohamad Fazri Ramadhan Febrianti, Sekar Wulan Firda Rosyana RA Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Gilang Nur Alam Haryanto, Teguh Dwi Henike Primawanti Hidayat, Nashwa Safa Hubert, Ignatius Ignatius Hubert Irawan, Elizabeth Darien Isnawan, Rudy Istahar, Hasbiyani Kamilah Ivan Darmawan Jernihati, Amanda Junita Budi Rachman Khair, Aulia Ul Kiagus Zaenal Mubarok Komara, Chalila Putri Kriswandwitanaya, Muhammad Farhan Lanti, Irman Gumilang Laoli, Rosania Leony Gustaviani Marinus Mesak Marjan, Lulu Wal Meichella, Aziizah Ika Melkis, Juan Carlos Mohammad Fazrulzaman Azmi Mohammad Raihan Anwari Mubarok, Kiagus Zaenal Muhammad Ramadhanta Sayeed Hermanda Muldani, Rizki Mustabsyirotul Ummah Muthi Najwa Hanifa Napitupulu, Heri Neneng Konety Nugrah Nurrohman Nugraha, Arif Nur Alam, Gilang Nur Roudhotul Jannah, Fajar Nur Salsabila, Fairuz Nadhira Nurhayati, Heni Nurrahmadi, Ilham Shidqi Obsatar Sinaga Primawanti, Henike Putra, Reynaldi Mandala Putradiansyah, Nandy Rizki R, Satrio Gumilar R. M. T Nurhasan Affandi Rahminita, Siti Hediati Ramadhan, Fazri Reynaldi Mandala Putra Rezasyah, Teuku Rifiza, Muhammad Irfa Rizal Budi Santoso Rizka Maharani Rizki Ananda Ramadhan RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandy Rohmaniah, Annisa Sadjuri, Choirul Anam Santoso, Rizal Budi Sekar Wulan Febrianti Shanaz Shakira Azhalia Silalahi, Ryani Abigail Siti Aminah, Dea Ayu Soni Akhmad Nulhaqim Sudiana, Dimas Ramdhan Sudiana Suharmono, Munip Taufik Hidayat Taufiq, Fariz Tsabit Teuku Rezasyah Veruschka, Moza Wiyototsani, Muhammad Fadillah Yanyan Mochamad Yani Yudistira, Muhammad Alfiandra Yusa Djuyandi