p-Index From 2021 - 2026
9.266
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Insignia: Journal of International Relations Jurnal Natapraja : Kajian Ilmu Administrasi Negara Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Global Strategis Jurnal Hubungan Internasional Indonesian Perspective Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Sociae Polites: Majalah Ilmiah Sosial-Politik Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs Journal of Governance JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JWP (Jurnal Wacana Politik) Jurnal SOLMA Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Berumpun: international journal of social, politics and humanities International Journal of Social Science and Business Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies Sospol : Jurnal Sosial Politik Polinter Jurnal Public Policy Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Global Political Studies Journal KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Journal of Political Issues DINAMIKA GLOBAL : JURNAL ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL International Journal of Demos Padjadjaran Journal of International Relations Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Jurnal Inovasi Penelitian Ilomata International Journal of Social Science GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Social Science Research Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Journal of Education Research International Journal of Science and Society (IJSOC) Jurnal Bisnis, Ekonomi, dan Sains Intermestic: Journal of International Studies Indonesian Perspective Global: Jurnal Politik Internasional Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Media Bina Ilmiah International Journal of Science and Environment International Journal of Islamic Thought and Humanities Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Society Dynamics of Politics and Democracy Public Knowledge Cognitionis Civitatis et Politicae
Claim Missing Document
Check
Articles

DEFENCE COOPERATION BETWEEN INDOENSIA AND GERMANY IN AIR DEFENCE: A STUDY ON DIEHL DEFENCE’S IRIS-T MISSILE Haryanto, Teguh Dwi; Dermawan, Windy; Sari, Deasy Silvya
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 11 No. 1 (2024): 2024 September
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia faces various forms of potential threats from outside and from within the country which also includes airspace. The Indonesian Air Force as a state instrument in the field of air defence has a duty, which one of it is to maintain sovereignty in the airspace of national jurisdiction using combat aircraft in carrying out air defence and taking action against airspace violations. However, in reality, the current condition of air missiles owned by the Air Force is still very limited in number to support operations and the trend of readiness has decreased, so that it is necessary to increase the strength of defense equipment through defence cooperation that needs to be carried out by Indonesia with Germany in the acquisition of IRIS-T missiles. This research uses a qualitative method. The required data were collected through interviews with a number of relevant informants, observation, literature study and documentation. The data obtained in the research were then analysed through three stages of analysis, namely data reduction, processing and analysis, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that defence cooperation between Indonesia and Germany in the acquisition of IRIS-T missiles is possible and feasible. If the Indonesian Air Force acquires IRIS-T missiles, there will be compatibility with air defence systems owned by fighter aircraft such as the F-16 AM/BM emlu, F-16 C/D and T-50i aircraft. There are four opportunities if the IRIS-T acquisition is carried out, namely increased missile capability, flexibility and interoperability, deterrence and trust and modernisation and technology.
DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA TERHADAP MALAYSIA UNTUK MEMPERKUAT KEAMANAN DI ASIA TENGGARA (STUDI MENGENAI LATIHAN MILITER BERSAMA) Muldani, Rizki; Dermawan, Windy; Suharmono, Munip
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 10 No. 4 (2024): 2024 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v10i4.262

Abstract

In the dynamic geopolitical landscape of Southeast Asia, maintaining strong defense relations between neighboring countries is crucial for regional stability and security. This study explores Indonesia's defense diplomacy practices toward Malaysia through joint military exercises. In addition, this study discusses how these exercises contribute to the broader objectives of regional security, including counterterrorism, maritime security, and disaster response. This study uses a qualitative research method with data collection through interviews with several relevant informants, documentation studies, and literature studies. The theories and concepts used in this study are Defense Diplomacy and Regional Security. This study finds that defense diplomacy and joint military exercises are instruments to strengthen Indonesia-Malaysia relations and advance collective security in Southeast Asia. Building trust, enhancing capabilities, and encouraging dialogue contribute to a more resilient and cohesive regional security architecture, promoting peace and stability in the Asia Pacific region.
EMANCIPATED LEARNING INDEPENDENT CAMPUS: TEACHING ASSISTANCE PROGRAM AS COLLABORATIVE COMMUNITY ENGAGEMENT PRACTICE IN UNIVERSITY Dewi, Anggia Utami; Aminah, Dea Siti Ayu; Dermawan, Windy
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.53379

Abstract

Artikel ini membahas tentang praktik kolaboratif kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk program asistensi pengajaran di Universitas Padjadjaran sebagai bagian dari kebijakan 'Merdeka Belajar Kampus Merdeka' (MBKM) yang diprakarsai pemerintah, dengan mengambil kasus penggunaan metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMK Padjadjaran, Jatinangor. Melalui program asistensi mengajar sebagai metode praktik pengabdian masyarakat, berbagai tujuan dapat dicapai. Pertama, program ini memberikan pengalaman nyata kepada peserta mahasiswa untuk mengajar di lembaga pembelajaran formal. Kedua, program ini mendukung tujuan penyediaan kesempatan yang sama untuk pendidikan berkualitas di daerah-daerah yang kurang beruntung di Indonesia. Ketiga, memberikan kesempatan kepada siswa SMA sebagai pembelajar untuk terlibat dalam kegiatan pembelajaran bermakna dengan metode pembelajaran aktif. Keempat, program ini menyajikan praktik nyata fungsi ketiga tridharma perguruan tinggi yang dapat mendukung tujuan pembangunan nasional sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Terakhir, artikel ini menyoroti partisipasi berbagai pemangku kepentingan sebagai kunci untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.This article discusses the collaborative practice of community engagement activity in the form of a teaching assistance program as part of the government-led initiative ‘Emancipated Learning Independent Campus’ policy in Universitas Padjadjaran, by taking the case of the use of active learning methods to increase students’ interest in learning English at SMK Padjadjaran, Jatinangor. Through the teaching assistance program as a method of community engagement practice, multiple objectives are achieved. First, the program provides university student participants with real experiences to teach in a formal learning institution. Second, the program supports the goal of the provision of equal opportunity for quality education in the least advantaged areas in Indonesia. Third, it gives high school students as the learner to engage in meaningful learning activities with active learning methods. Fourth, the program presents the real practice of the higher education institution's third function which can both support the national development objective as well as contribute to the achievement of Sustainable Development Goals. Finally, this article highlights the multiple stakeholders' participation as a key to increasing program implementation effectiveness.
PELATIHAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN METODE ACTIVE LEARNING DI SMK PADJADJARAN, JATINANGOR Siti Aminah, Dea Ayu; Dewi, Anggia Utami; Dermawan, Windy; Nurhayati, Heni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.54981

Abstract

Pendidikan berperan penting bagi masyarakat Indonesia sehingga diperlukan interaksi yang efektif dalam proses pembelajaran. Tujuan dari artikel ini untuk membahas efektivitas metode pembelajaran yang aktif dalam mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah. Metode active learning dalam kegiatan pembelajaran diperoleh secara aktif di dalam kelas sehingga dapat menuntut siswa untuk berpikir kritis, melatih kemampuannya, dan kreatif. Metode ini dapat diterapkan pada semua mata pelajaran di sekolah. Kegiatan dilakukan untuk meningkatkan minat siswa dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Dari hasil penilaian penggunaan metode pembelajaran efektif di kelas, disarankan agar metode tersebut diterapkan secara terus menerus pada kegiatan pembelajaran bahasa Inggris secara rutin karena terbukti dapat meningkatkan minat dan semangat siswa dalam belajar. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil kegiatan pendampingan asistensi mengajar di SMK Padjadjaran yang berlokasi di Jatinangor, Jawa Barat
PENGEMBANGAN KESIAPAN DIPLOMATIK DESA BATUKARAS MENUJU DESA WISATA GLOBAL Dermawan, Windy; Alam, Gilang Nur; Mubarok, Kiagus Zaenal; Hidayat, Nashwa Safa
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.51518

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan upaya yang kami lakukan untuk meningkatkan kapasitas warga Desa Batukaras Kabupaten Pangandaran dalam menduniakan Batukaras sebagai desa wisata melalui instrumen paradiplomasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah mengenai potensi dan peluang wisata Desa Batukaras, mengenali kapasitas warga dan kapabilitas perangkat desa terhadap Desa Wisata, wisata global dan kediplomasian daerah. Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan pendidikan masyarakat 365 Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 dengan metode research-based community services di dalam melibatkan secara aktif individu, komunitas atau institusi, baik pendidik, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha wisata, perangkat desa, tokoh masyarakat hingga tokoh pemuda. Dalam mengidentifikasi masalah, kami melakukan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pemangku kepentingan dari Desa Batukaras. Diskusi mendalam pun dilakukan untuk menggali masalah dari berbagai pemangku kepentingan. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, sikap dan tindakan peserta kegiatan mengenai wisata global dan instrumennya melalui paradiplomasi. Kesiapan sosietal diperlukan oleh warga Desa Batukaras dalam meningkatkan kualitas wisatanya untuk menjadi wisata yang mendunia. Beberapa hambatan dan tantangan menjadi desa wisata yang dikenal publik mancanegara disadari perlu penanganan dalam bentuk kolaborasi berbagai pihak, termasuk perlunya pemanfaatan sumber-sumber mancanegara. Peserta berharap adanya keberlanjutan dari kegiatan yang dilakukan sehingga Desa Batukaras dapat mengoptimasi potensi yang dimilikinya sebagai Desa Wisata dan dikenal publik mancanegara.
Paradiplomasi Bandung Menuju Kota Wisata Halal Dermawan, Windy; Akim, Akim; Primawanti, Henike
Indonesian Perspective Vol 5, No 2: (Juli-Desember 2020), hlm. 119-220
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v5i2.34133

Abstract

This research aims to analyze paradiplomacy of Bandung City towards global public in the development of halal tourism. Paradiplomacy becomes important for subnational actors in the development of local resources and the use of foreign resources. Potential areas that have the opportunity to be developed is halal tourism, which is one of the new trends in tourism in the world. The Bandung city is one of the leading regions in the creative economy in West Java that sees this potential and participates in driving regional development through halal tourism. The method in this research is qualitative by collecting data through interviews and documentation studies. This research found that paradiplomacy became one of the instrument of the Bandung city in the utilization of foreign sources through halal tourism. Bandung City Government interacts toward global public by introducing Bandung as one of the destination in halal tourism. The results of this research also show that the paradiplomacy of the Bandung city is carried out through several stages, including introducing halal tourism to the global public, increasing positive appreciation of halal tourism, strengthening relationships with other actors abroad and influencing it by bringing cooperation with other actors.
Hubungan Luar Negeri Provinsi Maluku dengan Selandia Baru dalam Mengembangkan Energi Terbarukan Anwar, Abdullah Randika; Dermawan, Windy; Affandy, RMT Nurhasan; Alam, Gilang Nur
Indonesian Perspective Vol 6, No 2: (Juli-Desember 2021), hlm. 123-259
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v6i2.43543

Abstract

Maluku Province is one of the regions that has the potential for renewable energy resources which are quite abundant, but they have not been utilized properly due to various obstacles and challenges in the region. In order to overcome the existing problems, Maluku Province has established foreign relations with the Government of New Zealand through the New Zealand Booking program - Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) starting from April 2018 to June 2023. This research aims to describe how the efforts taken by the Maluku Provincial Government and the New Zealand Government in developing renewable energy in the Maluku region. By using qualitative methods with data techniques through literature studies and internet-based document searches, this article argues that through the establishment of foreign relations between Maluku Province and New Zealand through the formation of NZMATES it can help and facilitate the process of developing renewable energy in the Maluku region. NZMATES can create a more competent work environment by engaging with several agencies with regional interests to participate in developing renewable energy in Maluku Province.
Analisis Kegagalan Consociational Approach dalam Perjanjian Naivasha Sudan Yulianti, Dina; Dermawan, Windy; Yudistira, Muhammad Alfiandra
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i1.40789

Abstract

Perang Sipil Sudan yang kedua merupakan konflik antara pemerintah Sudan dan kelompok separatis dari Sudan Selatan yaitu Sudan People’s Liberation Movement/Army (SPLM/A), dan merupakan konflik kekerasan terpanjang dalam sejarah Afrika (1983-2005). Konflik tersebut berakhir secara resmi setelah ditandatanganinya Comprehensive Peace Agreement atau Perjanjian Naivasha tahun 2005. Dalam perjanjian ini ada upaya meresolusi konflik dengan consociational approach yang melakukan prower sharing di antara pihak-pihak yang bertikai. Namun, perjanjian ini tidak berhasil membuat Sudan terbebas dari konflik. Artikel ini akan menyajikan analisis atas kegagalan implementasi consociational approach dalam menciptakan perdamaian positif di Sudan dan Sudan Selatan. Temuan riset ini adalah bahwa power sharing yang dilakukan dalam perjanjian ini hanya melibatkan elit. Selain itu, pembagian sumber daya alam selain minyak yang seharusnya memperhatikan faktor identitas, juga tidak tersentuh dalam perjanjian. Karena itulah perdamaian yang tercapai masih bersifat negatif dan memunculkan konflik kembali.The Second Sudanese Civil War was a conflict between the Sudanese government and a separatist group from South Sudan, namely the Sudan People's Liberation Movement/Army (SPLM/A). It was the most prolonged violent conflict in African history (1983-2005). The conflict officially ended after the signing of the Comprehensive Peace Agreement or Naivasha Agreement in 2005. In this agreement, there was an effort to resolve the conflict with a consociational approach that carried out project sharing between the conflicting parties. However, this agreement did not succeed in making Sudan free from conflict. This article will present an analysis of the failure to implement the consociational approach in creating positive peace in Sudan and South Sudan The findings of this research are that the power-sharing carried out in this agreement only involves elites. Apart from that, the distribution of resources other than oil has yet to be carried out, which should also be divided, taking into account identity factors. That's why the peace achieved is still negative and gives rise to conflict again.
Strategi Diplomasi Qatar dalam Kesepakatan Pertukaran Tawanan antara Hamas-Israel pada November 2023 Khair, Aulia Ul; Yulianti, Dina; Dermawan, Windy
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.56646

Abstract

Perang antara Israel dan milisi-milisi perlawanan Gaza, yang dipimpin oleh Hamas, sejak Oktober 2023 telah melibatkan keberadaan tawanan, baik dari pihak Israel maupun Palestina. Artikel ini membahas strategi diplomasi Qatar dalam kesepakatan pertukaran tawanan sebagai salah satu bagian dari persetujuan gencatan senjata empat hari yang dijalin antara Hamas dan Israel pada November 2023. Tercapainya kesepakatan gencatan senjata, termasuk di dalamnya pertukaran sandera, merupakan hasil dari kebijakan luar negeri Qatar yang memosisikan diri sebagai middle power yang netral. Dalam upaya menjalin gencatan senjata ini, Qatar telah menggunakan niche diplomacy sebagai instrumen kebijakan luar negerinya. Riset ini dilakukan dengan metode kualitatif dan menemukan bahwa dalam kasus ini Qatar telah melakukan niche diplomacy dengan sejumlah strategi, yaitu conciliating builder, bridging builder dan integrating builder.The war between Israel and Gaza resistance militias, led by Hamas, since October 2023 has involved the presence of prisoners, both from the Israeli and Palestinian sides. This article discusses Qatar's diplomatic strategy in the prisoner exchange agreement as part of the four-day ceasefire agreement between Hamas and Israel in November 2023. The achievement of the ceasefire agreement, including the exchange of hostages, is the result of Qatar's foreign policy, which positions it as a neutral middle power. To establish this ceasefire, Qatar has used niche diplomacy as an instrument of its foreign policy. This research was conducted using a qualitative method and found that Qatar has carried out niche diplomacy with several strategies, namely conciliating builder, bridging builder and integrating builder.
Belt and Road Initiative dan Refleksi Budaya China Kuno Nugraha, Arif; Sinaga, Obsatar; Dermawan, Windy
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.50970

Abstract

Artikel ini menganalisis pengaruh budaya China Kuno terhadap kepentingan nasional China melalui Belt and Road Initiatives. Pemerintah China mencoba untuk menghidupkan kembali kejayaan China Kuno dalam memanfaatkan jalur perdagangan yang terletak pada Jalur Sutra Kuno melalui kerangka BRI. Artikel ini akan menggunakan konsep budaya dalam konteks hubungan internasional dan konsep kepentingan nasional. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan informasi, seperti dokumen, buku, sumber dari internet dan catatan. Penulis menemukan korelasi antara budaya China Kuno yaitu Jalur Sutra Kuno dengan inisiasi China melalui kerangka Belt and Road Initiatives. Pemerintah China menggunakan sejarah dan budaya China Kuno, khususnya Jalur Sutra Kuno sebagai landasan mereka untuk membuat sebuah kebijakan. China ingin mengembalikan kejayaan masa lampau ke masa kini, tentunya dengan berbagai adaptasi karena perubahan zaman.This article analyzes the influence of Ancient Chinese culture on China's national interests through the Belt and Road Initiatives. The Chinese government is trying to revive the glory of Ancient China by utilizing trade routes that lie on the Ancient Silk Road through the framework of the BRI. This article will use the concept of culture in the context of international relations and the idea of national interest. This study will use qualitative methods by collecting information, such as documents, books, sources from the internet, and notes. The author found a correlation between the culture of Ancient China, namely the Ancient Silk Road, and Chinese initiation through the framework of the Belt and Road Initiatives. The Chinese government uses the history and culture of Ancient China, especially the Ancient Silk Road, as their basis for making policies. China wants to return the glory of the past to the present, with various adaptations due to changing times.
Co-Authors Abdullah Randika Anwar Affandi, RMT Nurhasan Affandy, RMT Nurhasan Agus Subagyo Ajeng Sekar Arum Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim, Akim Alam, Gilang Nur Alamsyah, Muhamad Audie Alia, Nadya Fitri Amal, Ichsanul Aminah, Dea Siti Ayu Andi Sahputra Anggia Utami Dewi, Anggia Utami Annamira, Raisa Annisa Rohmaniah Anshori, Muhamad Fikry Anwar, Abdullah Randika Ardiyanti, Widiya Arfin Sudirman Arfin Sudirman Arrahman, Taufik Arum, Ajeng Sekar Aulia, Kirana Putri Aurellia Shinta Purnamasari Azmi, Fuad Besi, Adhe Panggar Chandra Purnama chandra purnama Chandra Purnama Chandra Purnama Chandra Purnama, Chandra Daniel Walman Hutasoit Deasy Silvya Sari Devi, Meta Lestiana Dina Yulianti, Dina Edta Muhammad Fadilah Emil Mahyudin Fadel, Mohamad Fazri Ramadhan Febrianti, Sekar Wulan Firda Rosyana RA Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Gilang Nur Alam Haryanto, Teguh Dwi Henike Primawanti Hidayat, Nashwa Safa Hubert, Ignatius Ignatius Hubert Irawan, Elizabeth Darien Isnawan, Rudy Istahar, Hasbiyani Kamilah Ivan Darmawan Jernihati, Amanda Junita Budi Rachman Khair, Aulia Ul Kiagus Zaenal Mubarok Komara, Chalila Putri Kriswandwitanaya, Muhammad Farhan Lanti, Irman Gumilang Laoli, Rosania Leony Gustaviani Marinus Mesak Marjan, Lulu Wal Meichella, Aziizah Ika Melkis, Juan Carlos Mohammad Fazrulzaman Azmi Mohammad Raihan Anwari Mubarok, Kiagus Zaenal Muhammad Ramadhanta Sayeed Hermanda Muldani, Rizki Mustabsyirotul Ummah Muthi Najwa Hanifa Napitupulu, Heri Neneng Konety Nugrah Nurrohman Nugraha, Arif Nur Alam, Gilang Nur Roudhotul Jannah, Fajar Nur Salsabila, Fairuz Nadhira Nurhayati, Heni Nurrahmadi, Ilham Shidqi Obsatar Sinaga Primawanti, Henike Putra, Reynaldi Mandala Putradiansyah, Nandy Rizki R, Satrio Gumilar R. M. T Nurhasan Affandi Rahminita, Siti Hediati Ramadhan, Fazri Reynaldi Mandala Putra Rezasyah, Teuku Rifiza, Muhammad Irfa Rizal Budi Santoso Rizka Maharani Rizki Ananda Ramadhan RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandy Rohmaniah, Annisa Sadjuri, Choirul Anam Santoso, Rizal Budi Sekar Wulan Febrianti Shanaz Shakira Azhalia Silalahi, Ryani Abigail Siti Aminah, Dea Ayu Soni Akhmad Nulhaqim Sudiana, Dimas Ramdhan Sudiana Suharmono, Munip Taufik Hidayat Taufiq, Fariz Tsabit Teuku Rezasyah Veruschka, Moza Wiyototsani, Muhammad Fadillah Yanyan Mochamad Yani Yudistira, Muhammad Alfiandra Yusa Djuyandi