Claim Missing Document
Check
Articles

Changes in nutritional status, risk factors and food intake in stroke subjects: cohort study analysis of non-communicable disease risk factors Gigir, Engelien Milannia; Sukandar, Dadang; Marliyati, Sri Anna
World Nutrition Journal Vol. 8 No. i1 (2024): Volume 08 Issue 1, August 2024
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V08.i1.0017

Abstract

Background: Stroke is a major cause of death and disability worldwide, affecting 15 million people annually. In Indonesia, the prevalence is 10.9%. Major risk factors include high blood pressure, obesity, inactivity, poor diet, and smoking. Objective: This study aims to analyze long-term trends in risk factors, nutritional status, and food intake among stroke patients from 2011-2021, assessing their impact on stroke incidence. Methods: Data from a longitudinal cohort study of 5,329 subjects, including 215 stroke patients, were analyzed using Microsoft Excel 2019 and SAS software. ANOVA was used to assess annual changes in risk factors, nutritional status, and food intake. Survival analysis was conducted with SAS PROC LIFETEST and PROC LIFEREG. Results: The cohort was primarily female (62.8%), aged 60 or older (57.2%), senior high school education (25.6%), civil servants (30.7%), and low income (57.2%). Significant changes were noted in BMI (p=0.037), fasting blood glucose (FBG) (p=0.001), HDL (p=0.049), abdominal circumference, smoking habits, physical activity (p<0.001), protein intake (p=0.026), and intake of energy, fat, carbohydrates, and sodium (p<0.001). Factors significantly associated with stroke included age, FBG, postprandial glucose, smoking (p<0.0001), LDL (p=0.0380), HDL (p=0.0126), physical activity (p=0.0455), energy intake (p=0.0002), fat intake (p=0.0007), and sodium intake (p=0.0012). Conclusions: The study highlights significant changes in nutritional status, glucose levels, HDL cholesterol, physical activity, and smoking habits. These factors, along with age, cholesterol levels, and dietary intake, impact stroke incidence, underscoring the need for comprehensive stroke prevention strategies.
Strategi Pengurangan Food Waste Rumah Tangga: Strategi Pengurangan Food Waste Rumah Tangga Diana, Rian; Martianto, Drajat; Baliwati, Yayuk Farida; Sukandar, Dadang; Hendriadi, Agung
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 6 No 1 (2024): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0601.801-806

Abstract

Food waste (FW) dalam 20 tahun terakhir semakin meningkat, Rumah tangga adalah kontributor terbesar FW. Tahun 2022 FW Kabupaten Bogor 77 kg/kap/tahun. Nasi, sayur, dan buah kontributor terbesar total FW. Kebijakan penurunan FW rumah tangga di Kabupaten Bogor perlu disusun dan dilaksanakan. Regulasi yang disusun dengan baik dapat mendukung keberhasilan kampanye kesadaran dan perubahan perilaku. Kedua upaya tersebut merupakan strategi yang potensial untuk pencegahan dan penurunan FW rumah tangga di Indonesia termasuk di Kabupaten Bogor.
Konsumsi Umbi-umbian di Indonesia: Root and Tuber Consumption in Indonesia Insan Karimah, Nia; Sukandar, Dadang; Heryatno, Yayat
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.1.45-52

Abstract

Umbi-umbian merupakan sumber pangan potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk diversifikasi pangan. Konsumsi umbi-umbian sebagai pangan pokok mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi berdasarkan konsep gizi seimbang melalui konsumsi pangan yang beragam. Sementara itu, konsumsi pangan tidak terlepas dari faktor sosial dan ekonomi yang akan mempengaruhi akses terhadap pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor sosial dan ekonomi wilayah terhadap situasi konsumsi umbi-umbian di Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional study menggunakan data sekunder publikasi Badan Ketahanan Pangan (BKP) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang meliputi konsumsi umbi-umbian, jumlah penduduk, rata-rata lama sekolah, dan indeks pembangunan manusia (IPM), serta pendapatan riil, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, dan PDRB per kapita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang diteliti secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap konsumsi umbi-umbian, baik secara kuantitas (g/kapita/hari) maupun kualitas (kkal/kapita/hari) pada taraf nyata p=0,010 dan p=0,008.
Prakiraan Produksi Ikan untuk Konsumsi Protein Hewani di Sumatera Utara: Forecasting Fish Production for Animal Protein Consumption in North Sumatra Permatasari, Tyas; Sukandar, Dadang
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.2.141-148

Abstract

Sektor perikanan memiliki peranan dalam ketahanan, kedaulatan dan kemandirian pangan. Ikan sebagai pangan hewani memiliki potensi kandungan gizi yang dapat menurunkan permasalahan gizi. Sumatera Utara memiliki sumber daya perikanan yang melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah prakiraan (forecasting) terhadap besaran produksi ikan dengan pemenuhan protein hewani pada penduduk di Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan pendekatan time series dengan menggunakan analisis data sekunder (ADS). Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2023. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh data time series produksi ikan baik ikan laut ataupun perairan darat di Sumatera Utara tahun 2010-2022 dan data jumlah penduduk Indonesia tahun 2010-2022. Hasil prakiraan produksi perikanan pada tahun 2022 hingga 2025 terlihat fluktuatif namun cenderung meningkat. Rata-rata prakiraan produksi perikanan yakni 585.761 ton. Protein rata-rata yang bersumber dari ikan pada hasil produksi ikan di Sumatera Utara masih memenuhi 31% Angka Kecukupan Protein harian. Prakiraan penduduk yang terus meningkat memperlihatkan hasil bahwa ketersediaan ikan belum memenuhi konsumsi harian masyarakat Sumatera Utara.
Prakiraan Produksi Daging Ayam Ras dan Telur Ayam Ras untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Jawa Tengah Melalui Pemenuhan Protein Hewani: Forecasting of Chicken Meat and Eggs to Realize Food Security in Central Java through Protein Adequacy from Animal Sources Putri, Widya Ayu Kurnia; Sukandar, Dadang
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 2 No 3 (2023)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2023.2.3.149-159

Abstract

Penyediaan kebutuhan pangan berkualitas perlu dilakukan dalam mencapai target SDG 2. Analisis prakiraan produksi sumber pangan protein hewani di Jawa Tengah diperlukan untuk mengestimasi kontribusi produksi terhadap kecukupan protein. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, data time series yang digunakan yaitu data produksi daging ayam ras dan telur ayam ras, serta data jumlah penduduk selama periode 2008-2022 di Jawa Tengah. Prakiraan jumlah penduduk dilakukan menggunakan geometri, sedangkan prakiraan produksi daging ayam ras dan telur ayam ras menggunakan metode Moving Average (MA) dan Weighted Moving Average (WMA) dengan indikator Mean Absolut Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Produksi daging ayam ras dan produksi telur ayam ras dianalisis kontribusinya terhadap angka kecukupan protein. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan produksi daging ayam ras dan telur ayam ras tahun 2008-2022 di Jawa Tengah. Metode prakiraan terbaik untuk produksi daging ayam ras dan telur ayam ras adalah menggunakan metode Weighted Moving Average (WMA). Analisis prakiraan pada produksi daging ayam ras dan telur ayam ras selama tiga tahun yaitu tahun 2023-2025 menunjukkan akan terus mengalami peningkatan yang terkait dengan penambahan jumlah penduduk. Kontribusi produksi daging ayam ras dan telur ayam ras di Jawa Tengah terhadap rata-rata 5% dan 6% terhadap angka kecukupan protein.
Hubungan Pendapatan Keluarga dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah Berdasarkan Indeks Berat Badan menurut Tinggi Badan di Desa Babakan Kecamatan Dramaga : The Correlation between Family Income and Nutritional Status of School-Aged Children based on Weight-for-Height Z-score (WHZ) in Babakan Village Dramaga Subdistrict Putri, Sharikha Herlinanda Arya; Sukandar, Dadang; Makbul, Rivaini Fatimah
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.2.85-90

Abstract

Wasting merupakan salah satu bentuk gizi buruk yang ditandai dengan penurunan berat badan yang signifikan dan cepat pada anak, sehingga berat badannya menjadi sangat rendah dibandingkan dengan tinggi badannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi berdasarkan indeks z-score berat badan (BB) menurut tinggi badan (TB) pada anak usia sekolah di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga. Penelitian ini melibatkan 33 anak usia sekolah dengan rentang usia 6-12 tahun. Data dikumpulkan melalui survei terstruktur dan pengukuran antropometri, dan dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai status gizi normal, meskipun terdapat variasi tingkat pendapatan keluarga. Analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan keluarga dengan status gizi berdasarkan indeks BB/TB anak usia sekolah (p>0,05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat faktor lain yang lebih dominan dalam menentukan status gizi anak usia sekolah, seperti pola makan, asupan gizi, aktivitas fisik, dan sebagainya. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan status gizi anak usia sekolah tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih holistik.
Determinant of Household Food Waste: A Direct Measurement Study in Tanah Sareal Sub-District of Bogor City Rahmaniya, Liya Putri; Briawan, Dodik; Sukandar, Dadang; Swamilaksita, Prita Dhyani
Media Gizi Indonesia Vol. 20 No. 1 (2025): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v20i1.53-62

Abstract

The percentage of food waste generation has increased in Indonesia for 20 years, with 80% of food waste coming from households. This can cause various significant negative impacts on the environment, economy and social. Various factors affect the production of household food waste. This study aims to analyze household food waste based on its quantity, type, and determinants. This study uses some secondary data from primary research conducted by Swamilaksita (2024) with a cross-sectional design. The study sample of 110 households was selected using a stratified random sampling technique. Food waste data was obtained through direct measurement using the SNI 19-3964-1994 method. The entire data was analyzed descriptively, while multiple linear regression analysis was carried out to determine the determinants of household food waste. This study showed that the average amount of food waste was 318.4 g/HH/day and 76.7 g/cap/day. The cereal group was the most discarded food group, followed by vegetables and fruits group. Only three variables were proven to be statistically significant (p-value<0.1) affect the average amount of household food waste, namely the number of household members (p=0.000), mother work as civil servant/private employee (p=0.049), and purchasing and spending behavior (p=0.084). The conclusion was there is an average amount of food waste in units per household and per capita, with the dominant food group is the cereal group, as well as the determinants of household food waste, including number of household members, mother work as a civil servant/private employee, and purchasing and spending behavior.
Economic and Consumption Variables and Their Associations with Stunting Prevalence: A Provincial Analysis of the Indonesian Child Nutritional Status Survey 2019 Randani, Aldiza Intan; Baliwati, Yayuk Farida; Sukandar, Dadang; Tanziha, Ikeu
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 17 No. 1 (2022)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.561 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2022.17.1.57-66

Abstract

The study aims to analyze the relationship between economic and food consumption variables with stunting prevalence among Indonesian children. The unit of analysis for this cross-sectional study was secondary data set from 2019 for 34 provinces obtained from Statistics Indonesia, the Food Security Agency, and the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. In the majority of provinces (88.24%) the stunting prevalence was still categorized as serious public health problem with the prevalence of 30% or higher. The economic outlook in 2019 showed an economic growth, decrease in Gini ratio and the unemployment rate in 34 provinces. However, the poverty rate was very diverse between provinces and concentrated in eastern Indonesia. There were 17 provinces that had higher food than non-food expenditures. There were 31 provinces with normal energy adequacy level and 28 with normal protein adequacy level. However, there was no provinces reached maximum score in Desirable Dietary Pattern (DDP) as the indicator for food diversity, signaling that none of the provinces achieved adequate diversity in food consumption in 2019. The multivariate linear regression with backward elimination technique showed that seven of independent variables were qualified for the final model with R2 of 0.7406. The three variables significantly correlated with stunting prevalence (p<0.05) were food expenditure, protein adequacy level, and DDP score. Hence, these variables can be categorized as causal factors for stunting at provincial level analysis which can feed the food and nutrition policy and its monitoring and evaluation strategy. However, further analysis is needed to determine the direct and indirect relationship between economic factors, food expenditure, and food consumption with the prevalence of stunting among children in Indonesia so that stunting prevention and alleviation programs can be more precise and optimal.
Hubungan Pendapatan dengan Pengeluaran Pangan dan Tingkat Kecukupan Energi Protein pada Rumah Tangga Desa Babakan : The Relationship between Income and Food Expenditure and the Level of Protein Energy Adequacy in Households in Babakan Village Putri, Marini; Budiono, Jane Sidney; Sukandar, Dadang
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2025.4.1.52-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pendapatan terhadap pengeluaran pangan dan tingkat kecukupan energi dan protein rumah tangga di Desa Babakan. Penelitian ini dilakukan melalui survei dengan penarikan contoh acak berlapis. Sampel dalam penelitian ini adalah 95 rumah tangga di Desa Babakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-November 2024 di Desa Babakan. Berdasarkan analisis data pendapatan terhadap pengeluaran pangan, didapatkan p-value <0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara pendapatan keluarga dengan pengeluaran pangan rumah tangga di Desa Babakan. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara pendapatan keluarga dengan tingkat kecukupan energi rumah tangga di Desa Babakan (p-value 0,490). Dari hasil penelitian ini dapat ditunjukkan bahwa pendapatan yang cukup berhubungan dengan pengeluaran pangan keluarga untuk memilih makanan yang bergizi dan beragam yang nantinya akan berdampak pada tingkat kecukupan energi dan zat gizi anggota keluarga.
KAITAN ANTARA STATUS GIZI, PERKEMBANGAN KOGNITIF, DAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS, COGNITIVE DEVELOPMENT, AND MOTOR DEVELOPMENT IN PRESCHOOL CHILDREN) Rindu Dwi Malateki Solihin; Faisal Anwar; Dadang Sukandar
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 36 No. 1 (2013)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v36i1.3396.62-72

Abstract

ABSTRACT Growth failure (stunting) in children under five causes a variety of development disorders, including cognitive and motor development. The objective of this study was to analyze the relationship between nutritional status, cognitive development, and motor development in preschool children. This survey was conducted on 73 children aged 3-5 years in Bogor regency, West Java. This study showed that 30.2 percent children had low height for age. 98.6 percent children had normal birth weight and 76.7 percent children had normal birth length. Children’s level of cognitive (54.8%) and fine motor development (68.5%) were low, while gross motor development level were moderate (41.1%). Factors that significantly associated with children’s nutritional status were mother’s height, children’s energy and protein sufficiency level, and birth length of children. Factors that significantly associated with children’s fine and gross motor development were children’s nutritional status, early education, and age of children. Factors that significantly associated with children’s cognitive development were children’s nutritional status, age of children, early education, and children care practices of mother. Children’s nutrient sufficiency level, especially energy and protein, has significant association to their nutritional status and development Keywords: nutritional status, cognitive development, motor development, preschool children   ABSTRAK Kegagalan pertumbuhan (stunting) pada anak usia di bawah lima tahun (balita) dapat menyebabkan berbagai gangguan perkembangan, termasuk perkembangan kognitif dan motorik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaitan antara status gizi, perkembangan kognitif dan motorik pada anak usia prasekolah. Penelitian berdesain survei ini dilakukan pada 73 anak usia 3-5 tahun di Desa Cibanteng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30,2 persen anak balita berstatus gizi tergolong pendek, 98,6 persen anak memiliki berat badan lahir normal, dan 76,7 persen anak mempunyai panjang lahir normal. Tingkat perkembangan kognitif (54,8%) dan motorik halus (68,5%) anak tergolong rendah, sementara tingkat perkembangan motorik kasar anak tergolong sedang (41,1%). Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan status gizi balita adalah tinggi badan ibu, tingkat kecukupan energi dan protein balita dan panjang badan lahir balita. Faktor-faktor yang berkaitan signifikan dengan tingkat perkembangan motorik kasar dan motorik halus balita adalah status gizi balita, lama mengikuti PAUD dan usia balita. Faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan tingkat perkembangan kognitif balita adalah status gizi balita, usia balita, lama mengikuti PAUD dan praktik pengasuhan balita oleh ibu. Tingkat kecukupan gizi balita, terutama energi dan protein, berhubungan dengan status gizi dan perkembangan mereka. [Penel Gizi Makan 2013, 36(1):62-72] Kata kunci: status gizi, perkembangan kognitif, perkembangan motorik, anak prasekolah
Co-Authors . Kasmita Agung Hendriadi Agung Hendriadi, Agung Agus Maulana Agus Maulana Aida Vitayala S Hubeis Al. Agus Kristiadi Al. Agus Kristiadi Ali Khomsan Amini Nasoetion Amini Nasoetion Anang Suhardianto Aptaribowo, Thoriq Dhiya Arfah Husna Arum Atmawikarta Bakhrul Khair Amal Brigitte Sarah Renyoet Budi Setiawan Budi Suharjo Budiono, Jane Sidney Cica Yulia Clara M Kusharto Clara Meliyanti Kusharto Crosita Octaria, MIH, dr. Yessi Daryanto, Heny K.S Dedi Budiman Hakim Deni Elnovriza Desti Sagita Putri Djoko Susanto Dodik Briawan Drajat Martianto Dwi Oktariani Chandra Eddy S, Eddy Eddy S. Mudjajanto Eddy Setyo Mudjajanto Eddy Setyo Mudjajanto Ekaningrum, Annisa Yuri Elisabet Bre Boli Ellis Endang Nikmawati Emillia Rahmariza Emma S Wirakusumah Eriyatno . Erli Mutiara Euis Sunarti Eva Z. Yusuf Eva Z. Yusuf Evy Damayanthi Faisal Anwar Faisal Anwar Febrina Sulistiawati Fitrah Ernawati Fitrah Ernawati Gantina, Anggit Gelora Mangalik Gigir, Engelien Milannia Hadi R, Hadi Hadi Riyadi Hardiansyah, Angga Hardinsyah Harianti, Rini Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo Hartoyo, Hartoyo Hidayat Syarief Hidayat Syarif Ikeu Tanziha Insan Karimah, Nia Isma Widiaty Kalinaki, Hanifar Khairunisa Khairunisa Khairunisa Khairunisa Khoirul Anwar Kristiadi, Al. Agus Lasmaida Gultom Leily Amalia Leily Amalia Leonnard, Leonnard Linda Dwi Jayanti M. Syamsul Maarif Makbul, Rivaini Fatimah Marahamah Marhamah Megahandayani, Keni Tyradh Mira Dewi Miratul Haya Musa Hubeis Nani Sufiani Suhanda Nani Sufiani Suhanda Nazdan Nazdan Novfitri Syuryadi Nurani, Atat Siti Nurmala Panjaitan Pang S. Asngari Parlagutan Silitonga Permatasari, Tyas Putri, Marini Putri, Sharikha Herlinanda Arya Ragil Asma Saputra Rahmaniya, Liya Putri Rahmat Darmawan, Rahmat Randani, Aldiza Intan Rati Farini Srihadi Reni Zuraida Rian Diana Rian Diana Rimbawan , Rinaldi Syahran Rindu Dwi Malateki Solihin Rita Patriasih Setyo Puji Handayati Siti Maryam Soraya, Dinah Sri Anna Marliyati Sri Sumarmi Sri Wahyu Angga Dewi Srihadi, Rati Farini Suprihatin Guhardja Suryana Suryana Suryono Sutyawan Sutyawan Teguh Jati Prasetyo Tiurma Sinaga Widya Ayu Kurnia Putri Yaktiworo Indriani Yayat Heryatno Yayuk Farida Baliwati Yekti Hartati Effendi Yulia Rahmawati, Yulia Yusuf, Eva Z. Yusuf, Eva. Z. Zenderi Wardani