Articles
PENDIDIKAN SEKS USIA DINI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
Mukri, Syarifah Gustiawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 3 No 1 (2015): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v3i1.364
Isu yang berkaitan dengan seks menurut hukum Islam bukanlah perkara asing. Hal tersebut telah dibicarakan dengan begitu luas oleh para ilmuan dan para ulama yang didasarkan kepada pandangan Alquran dan AlHadis, yaitu dengan mengkaitkannya dengan persoalan aqidah, syariah dan akhlak. Pentingnya hal tersebut guna menjauhi kemungkaran, dan tidak mendatangkan kemudharatan terhadap orang lain. Oleh karenanya, wajib hukumnya bagi orang tua, pendidik dan masyarakat untuk mengenalkan pengertian seks secara sehat dan benar kepada anak sejak dini, sehingga mereka dapat mengenal organ dan fungsi biologis, fisiologis manusia serta fungsi reproduksi, bahkan dapat mengenal penyakit kelamin.
ELASTISITAS HUKUM PIDANA ISLAM
Gustiawati, Syarifah
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 1 No 2 (2013): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v1i2.381
The Islamic Shariah is one aspect of the teachings of Islam's universal and comprehensive. But this universality is often erroneously regarded by most people, especially the conventional legal experts. Islamic law is often viewed from one side only, without seeing the other side is not separate from the first side. Every time we heard the phrase 'Islamic law', it is implied in their minds no more than a law cutting off hands, stoning, and qhisas which can be categorized as a 'verdict'. Though Islamic law is a revelation from God directly to arrange human life. Therefore, there are things that are elastic that is not rigid in its application.
AKTUALISASI KONSEP KAFA’AH DALAM MEMBANGUN KEHARMONISAN RUMAH TANGGA
Gustiawati, Syarifah;
Lestari, Novia
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 4 No 1 (2016): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v4i1.20195
Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku pada semua makhluk-Nya, baik pada manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan, dan suatu cara yang dipilih oleh Allah SWT sebagai jalan bagi makhluk-Nya untuk berkembang biak, dan melestarikan hidupnya. Pernikahan akan berperan setelah masing-masing pasangan siap melakukan peranannya yang positif dalam mewujudkan tujuan dari pernikahan itu sendiri. Termasuk dalam hal kafa’ah. Pasangan suami istri harus mampu mengaktualisasikannya dalam membangun keharmonisan rumah tangga, sehingga tercapai tujuan pernikahan yaitu sakinah,mawaddah wa rahmah.
PERANAN WANITA KARIR DALAM MEMBANTU KEBUTUHAN KELUARGA MENURUT MAZHAB SYAFI-IYYAH
Qudsiah, Wifa Latifah;
Gustiawati, Syarifah
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 5 No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v5i2.20216
Karir adalah usaha yang di sumbangkan dalam rangka untuk mensejahterakan dan menyelamatkan kehidupan manusia. Namun terjunnya wanita untuk berkarir merupakan isu diskursus yang sering menjadi perbincangan dikarenakan keterlibatan wanita untuk berkarir dikhawatirkan akan memberikan ruang yang bebas bagi kaum wanita. Sementara kaum wanita dalam Islam sangat dijunjung tinggi martabat dan kehormatannya dan juga kemungkinan seorang wanita akan mengabaikan fungsi kodratiyah nya Namun seiring dengan kemajuan zaman dan tuntutan kehidupan yang semakin meningkat, berkarir ibarat suatu keharusan untuk membantu suami merespon kebutuhan rumah tangga. Meskipun dalam kehidupan rumah tangga suami yang berkewajiban memberi nafkah dan memenuhi segala kebutuhan keluarga, tetapi tidak ada salahnya wanita membantu suami dalam merespon kebutuhan rumah tangga. Namun permasalahannya masih sedikit masyarakat yang belum paham bagaimana hukum bantuan istri atas hasil kerjanya yang diberikan kepada suami. Untuk menjawab segala permasalahan yang timbul karena peranan wanita karir akan di pandang oleh pendapat ulama Mazhab Syafi’iyyah. penulis memilih pandangan Ulama Mazhab Syafi’iyyah karena pendapar Mazhab Syafi’iyyah pemikirannya selalu berdinamika dan tetap mengedepankan kajian fiqih dalam menghadapi berbagai macam persoalan, Metode penelitian yang di gunakan penulis adalah Deskriptif Kualitatif dengan jenis Penelitian studi literature, melalui Jenis penelitian ini penulis memperoleh berbagai macam bahan sumber penelitian yang penulis butuhkan.
STUDI KOMPARATIF ANTARA HUKUM ISLAM DAN HUKUM PERDATA BELANDA (BW) TENTANG WALI NIKAH BAGI ANAK ANGKAT
Nanda, Rizky;
Mukri, Syarifah Gustiawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20224
Adanya wali nikah dalam pernikahan merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita dalam pernikahan. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 19 KHI. Posisi ayah kandung tidak dapat tergantikan kedudukannya sebagai wali hingga kapanpun. Meski ayah kandung tersebut tidak pernah memberi nafkah atau menghilang pada masa perkembangan sang anak. Penelitian ini ingin mengkaji dengan metode perbandingan antara aturan dalam Hukum Islam dan dalam Hukum Perdata (BW) terhadap kedudukan wali nikah tersebut.
PERTIMBANGAN HALAL THAYYIB PADA WISATA NON HALAL DI MADURA
Harisah, Harisah;
Suhaimi, R.;
Mukri, Syarifah Gustiawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 8 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v8i2.20276
Artikel ini menyajikan respon masyarakat Madura terhadap wisata yang memiliki potensi ekonomi. Namun, dianggap tidak memiliki cara yang halal bahkan thayyiban. Paradigma terlahir karena sifat keber-agamaan orang Madura masih sangat kental terutama bagi masyarakat yang masih tradisional. Oleh karena kajian ini menyajikan respond dan tindakan masyarakat Madura, maka metode pengujian menggunakan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi terkait wisata yang rusak karena didemo oleh masyarakat Madura. Penelitian ini menemukan, bahwa masyarakat Madura sangat agresif terhadap wisata yangdianggap menimbulkan kemaksiatan, menggunakan promosi yang dianggap melanggar tatanan syariah, serta merusak budaya lokal Madura terutama tatanan dunia pesantren. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa setiap sumber ekonomi harus sejalan dengan konsep halal dan thayyib.
URGENSI KAFAAH TERHADAP KEUTUHAN RUMAH TANGGA
Chania, Dhea;
Mukri, Syarifah Gustiawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v9i1.20289
Kafaah diartikan dalam pernikahan sebagai keadaan dua pasangan suami istri yang memiliki kesamaan dalam berbagai hal. Tujuan dari penelitian ini untuk lebih mengetahui terkait urgensi kafaah terhadap keutuhan rumah tangga serta memperdalam terkait faktorfaktor terjadinya perceraian. Metode penelitian pada penelitian adalah metode kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, yaitu penelitian yang memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Hasil dari penelitian ini menjelaskan akan pentingnya unsur kafaah terhadap keutuhan rumah tangga yang harus ditanamkan pada pasangan harmonis, sebagaimana pelaksanaan kafaah di KUA Cibinong yang menjadikan unsur kafaah itu sebagai syarat sah dalam pernikahan.
IMPLEMENTASI HARMONISASI AKAD PERBANKAN SYARIAH DENGAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA
Aji, Ahmad Mukri;
Putra, Gilang Rizki Aji;
Mukri, Syarifah Gustiawati
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v10i2.20340
Artikel ini mengeksplorasi tentang penerapan Akad Syariah pada Produk Perbankan Syariah yang diharmonisasi dengan hukum positif. Penelitian ini akan membahas segala problematika dan permasalahan penerapan fikih muamalah/ fatwa dalam konteks hukum positif di Indonesia. Selama kurun waktu sejak adanya bank syariah di Indonesia, semua transaksi pembiayaan yang terjadi di lingkungan perbankan syariah saat ini, khususnya dalam pembuatan akad atau perjanjian lebih banyak dipengaruhi oleh hukum positif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif empiris, dengan sumber data primer dan sekunder bersifat normatif dan empiris. Pembiayaan syariah hakikatnya tidak mengatur adanya kewajiban jaminan dalam proses transaksinya, karena jaminan dalam Islam disebut dengan rahn atau kafalah yang mana jaminan tersebut harustetap dikuasai oleh rahin. Sementara dalam hukum positif jaminan itu adalah sebagai bentuk agunan dalam peristiwa perikatan atau perjanjian sebagai jaminan jika terjadi wanprestasi dari pihak debitur. Adapun dalam konteks hukum nasional, jaminan merupakan hak kebendaan yang bersifat pelunasan utang yang melekat pada bank yang memberikan wewenang kepadanya untuk melakukan eksekusi kepada benda yang dijadikan jaminan. Dalam rangka meyakinkan kemitraan nasabah dan bank, maka perlu diikat dengan jaminan yang memiliki nilai ekonomis, maka harus dituangkan dalam perjanjian yang jelas. Dalam hal perjanjian pembiayaan produk syariah ini lebih banyak dipengaruhi oleh hukum positif, maka dalam pembuatan akad atau perjanjian harus memperhatikan regulasi terkait.
APPLICATION OF ISLAMIC LEGAL PRINCIPLES IN PUBLIC COMMUNICATION ACTIVITIES: A CASE STUDY AT UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Syifa, Syarifah;
Mukri, Syarifah Gustiawati;
Suherman, Anastasya
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 12 No 1 (2024): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v12i1.20377
UIN Jakarta Publicist Subbag becomes a medium and facilitator between the policy or the direction of the leadership not only with academic Jakarta UIN therein. Subbag public relations has also become a funnel for our publications and dissemination unit and other work units owned by UIN Jakarta. The purpose of this research was to know about the activity of marketing public relations (MPR) Subbag. Publications and Documentation of UIN Jakarta. The research methodology used is the type of qualitative research with engineering data validity using the technique of triangulation which uses the theory of PENCILS (Publications, Events, News, Community involvement, Inform of image, Lobbying and negotiation, and Social responsibility) raised by Philip Kotler. The results showed that seven of the applied theory of PENCILS, aspects of Social responsibility are still held less than optimal; Publications, Events, and News should still be optimized by holding activities and working with national and international media. Recommendations to make Subbag. Publications and Documentation have to do improvements in human resources and forming a special team to manage Public Relations activities.
THE LAW ON MARRIAGE OF GIRLS OUT OF WEDLOCK BY THEIR BIOLOGICAL FATHERS FROM THE PERSPECTIVE OF IMAM SYAFI'I AND IMAM HANAFI
Alfaatih, Muhammad Akhmal;
Mukri, Syarifah Gustiawati;
Yono, Yono
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/mizan.v12i2.20384
The aim of this research is to analyze the opinions of the Hanafi school and the Shafi'i school regarding the law of marrying children resulting from adultery with their biological father. Apart from that, to find out the reasons for the law regarding the marriage of a child resulting from adultery with her biological father. The results of the research show that according to the view of the Hanafi school, children born out of wedlock or outside a valid marriage are makhluqoh (children created) from the semen of their biological father, and it is forbidden for their father to marry his adulterous child. Meanwhile, according to the Shafi'ischool of thought, adulterous children or children born outside of a legal marriage are ajnabiyyah (foreigners) who are completely alienated and have no rights to their biological father, and it is permissible for the biological father to marry his adulterous child if she is a girl. The Hanafi School interprets it to mean linguistically or essentially or also called in general, which means sexual intercourse in a broad sense without any distinction between halal sexual intercourse and haram sexual intercourse. Meanwhile, the Syafi'i school of thought interprets the word an-nikah in Surah an-Nisa' verse 22 only as a marriage bond that is valid according to the Shari'a. Then from the word banatukum in surah an-Nisa' verse 23, the Hanafi school believes that the word Banatukum in surah An-Nisa': 23 already includes children of adultery because children of adultery are also "children" of their father. Meanwhile, the Shafi'i school of thought says that the banatukum in this verse does not include children of adultery it because something that is haram cannot have a legal impact on something that is halal such as marriage.