p-Index From 2021 - 2026
11.878
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Maternal Active Listening to Children's Daily Stories: Associations with Early Literacy and Social Development Inten, Dinar Nur; Lichandra, Funny
THUFULA Vol 14, No 1 (2026): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v14i1.36333

Abstract

Parenting communication is often dominated by one-way instruction, marginalizing the crucial role of the mother as an active listener. This study aims to analyze the communication strategies of mothers when listening to children's narratives and their contribution to literacy and early socialization. The study used a quantitative approach with a survey method of 238 mothers who had early childhood (4-6 years) in Bandung Regency, which was dominated by housewives (71.8%) and high school educated (54.2%). Data collection used a questionnaire of three main dimensions: communication strategy, literacy contribution, and early socialization. The results showed that the strategy of active listening through providing positive responses and open-ended questions ("Then what?") was the most dominant strategy implemented with a high percentage of approval (64.3% Strongly Agree). This strategy contributes significantly to literacy, where 95.8% of respondents admitted that there is an increase in the richness of children's vocabulary. In terms of socialization, this routine has been proven to be effective in strengthening emotional relationships (62.6% Strongly Agree) and helping to reduce tantrums in children. In conclusion, listening to children's daily stories is an effective stimulation method that strengthens emotional relationships while building a child's academic and social foundation
Implementasi Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam Membentuk Lingkungan Sekolah yang Sehat Berdasarkan Nilai-Nilai Islam di SDIT Uswatun Hasanah Ilham Pramada; Fitroh Hayati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education 447-454
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24383

Abstract

Abstract. A healthy school environment is a crucial aspect of primary education, yetits implementation still faces challenges in integrating Islamic values as thefoundation for character formation in integrated Islamic elementary schools. Thisstudy analyzes the planning, implementation, evaluation, and inhibiting factors of thePHBS program at SDIT Uswatun Hasanah, Cimahi City using a qualitativedescriptive approach. Data were collected through observation, interviews, anddocumentation on three Fridays (May-June 2026) and analyzed through datareduction, data display, and conclusion drawing with triangulation. Results show: (1)planning was systematic through needs identification and coordination meetingsproducing three rotational activities every Friday with Islamic values integrated fromthe outset; (2) implementation consistently began with spiritual conditioning at themosque after Dhuha prayer, shaping Islamic character and a healthy schoolenvironment across physical, social, and psychological dimensions; (3) evaluationrevealed positive behavioral changes in 80-90% of students extending into the home;(4) inhibiting factors emerged at three levels: scheduling adjustments, facilitylimitations, and inconsistent student awareness. The novelty lies in identifying theIslamic Education teacher as the primary PHBS driver and demonstrating that Islamicvalue internalization transcends the school environment.Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Healthy School Environment,Islamic Character. Abstrak. Lingkungan sekolah yang sehat merupakan aspek penting dalampendidikan dasar yang turut dipengaruhi oleh penerapan program PHBS, namunimplementasinya masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilaikeislaman sebagai landasan pembentukan karakter siswa di sekolah dasar Islamterpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan datadikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada tiga hari Jumat(Mei-Juni 2026), kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan dengan triangulasi. Hasil menunjukkan: (1) perencanaansistematis melalui identifikasi kebutuhan dan rapat koordinasi menghasilkan tigakegiatan rotasi setiap Jumat dengan integrasi nilai Islam; (2) pelaksanaan selaludiawali pengondisian spiritual di masjid setelah shalat dhuha yang membentukkarakter islami dan lingkungan sekolah sehat secara fisik, sosial, dan psikologis; (3)evaluasi menunjukkan perubahan perilaku positif 80-90% siswa yang terbawa kelingkungan rumah; (4) penghambat teridentifikasi pada tiga level: jadwal, fasilitas,dan inkonsistensi kesadaran siswa. Kebaruan penelitian terletak pada peran guru PAIsebagai motor penggerak utama PHBS dan internalisasi nilai Islam yang melampauilingkungan sekolah.Kata Kunci: perilaku hidup bersih dan sehat, lingkungan sekolah sehat,karakter islami.
Pengelolaan Program Literasi Baca Tulis Al-Qur'an Melalui Metode Pengenalan Tujuh Langkah di SMP Al Falah Dago Bandung Kelas VIII E Putri Rahayu; Aep Saepudin, Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education 547-554
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24690

Abstract

Abstract. This study was motivated by the low level of students' Qur'anic literacy skills (Baca Tulis Al-Qur'an/BTQ), particularly in reading fluency, accuracy of makharijul huruf, and application of tajwid rules. This problem is indicated by the fact that some students are still unable to recognize hijaiyah letters optimally, have difficulty distinguishing similar letters, and are not yet able to read the Qur'an in a tartil manner. This study aims to describe the planning, analyze the implementation, evaluate the process, and identify the outcomes of the management of the BTQ Literacy Program through the Seven-Step Introduction Method at SMP Al Falah Dago Bandung, Class VIII E. This study employed a qualitative approach with a descriptive case-study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving the school principal, the BTQ teacher, and students as research subjects. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, and validity was ensured through source and method triangulation. The results indicate that the planning of the BTQ program was systematically arranged through goal setting, initial-ability mapping, and gradual material development. The implementation was carried out in stages using a demonstration-imitation-repeated practice strategy combined with dictation (imla) exercises. The evaluation was conducted formatively and summatively using Mumtaz, Jayyid, and Maqbul categories. The results show a marked improvement in students' Qur'anic reading and writing ability, with a mastery rate of around 96-100% and an average score of about 80. The novelty of this study lies in its comprehensive examination of the planning, implementation, and evaluation of the structured Seven-Step Introduction Method within a junior-high-school BTQ literacy program, rather than focusing on learning outcomes alone. Keywords: Qur'anic Literacy (BTQ), Seven-Step Introduction Method, Qur'an Reading Ability. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi baca tulis Al-Qur'an (BTQ) siswa, khususnya pada aspek kelancaran membaca, ketepatan makharijul huruf, dan penerapan kaidah tajwid. Permasalahan ini ditunjukkan oleh masih adanya siswa yang belum mampu mengenali huruf hijaiyah secara optimal, kesulitan membedakan huruf yang serupa, serta belum mampu membaca Al-Qur'an secara tartil. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, menganalisis pelaksanaan, mengevaluasi proses, serta mengidentifikasi hasil pengelolaan Program Literasi BTQ melalui Metode Pengenalan Tujuh Langkah di SMP Al Falah Dago Bandung Kelas VIII E. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru BTQ, dan siswa, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program disusun secara sistematis melalui penetapan tujuan, pemetaan kemampuan awal siswa, dan penyusunan materi bertahap. Pelaksanaan dilakukan melalui strategi demonstrasi-imitasi-latihan berulang yang dipadukan dengan latihan imla. Evaluasi dilaksanakan secara formatif dan sumatif dengan kategori penilaian Mumtaz, Jayyid, dan Maqbul. Hasil implementasi program menunjukkan peningkatan nyata pada kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an siswa, dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai kisaran 96-100% dan nilai rata-rata sekitar 80. Keunikan penelitian ini terletak pada kajian menyeluruh terhadap aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan Metode Pengenalan Tujuh Langkah secara terstruktur dalam program literasi BTQ di jenjang SMP, bukan hanya berfokus pada hasil belajar semata. Kata Kunci: Literasi Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), Metode Pengenalan Tujuh Langkah, Kemampuan Membaca Al-Qur'an.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Pengenalan Pendidikan Seks Pada Materi Menyambut Usia Balig Bagi Siswa Kelas IV Di SDN 032 Tilil Kota Bandung Aina Khoirunnisa Sangkan Paran; Enoh; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education 726-733
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25374

Abstract

Pendidikan seks merupakan bagian penting dalam proses perkembangan siswa sekolah dasar yang mulai memasuki masa pubertas. Dalam Pendidikan Agama Islam, pendidikan seks tidak hanya membahas aspek biologis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, akhlak, serta tanggung jawab keagamaan setelah memasuki usia balig. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam pengenalan pendidikan seks pada materi menyambut usia balig bagi siswa kelas IV di SDN 032 Tilil Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran disusun berdasarkan Kurikulum Merdeka melalui modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. (2) Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan dukungan media video serta buku paket. (3) Evaluasi dilakukan melalui latihan soal, refleksi pembelajaran, dan pengamatan guru terhadap pemahaman siswa. (4) Faktor pendukung meliputi media pembelajaran, dukungan sekolah, dan kondisi kelas yang kondusif, sedangkan faktor penghambat berupa rasa malu siswa dalam bertanya serta rendahnya keaktifan siswa selama proses pembelajaran.
Pengelolaan Program Gerakan Menulis Al-Qur'an (GELISAN) Dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an di SDN 256 Cigondewah Gymnastiar Perdinansyah; Nan Rahminawati; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education 742-749
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25418

Abstract

Abstract. Proficiency in reading and writing the Quran is a fundamental competency required of students in Islamic Religious Education. However, some students still struggle to read according to tajwid (recitation rules) and to correctly write Arabic script and Quranic verses. To address this, SDN 256 Cigondewah Hilir implemented the Quran Writing Movement Program (GELISAN). This study aims to describe the management of the GELISAN program—covering planning, implementation, and evaluation, as well as supporting and inhibiting factors—in enhancing the Quranic literacy skills of fifth and sixth-grade students. The study employed a qualitative approach using a descriptive design and a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the school principal, Islamic Religious Education teachers, and students; validity was verified through source and technique triangulation, and data were analyzed using the Miles and Huberman model. The results indicate that planning involved setting objectives and structured, progressive material; implementation proceeded routinely under teacher guidance; evaluation was conducted in stages through observation and periodic forums; and supporting factors included institutional commitment and parental support, while inhibiting factors included disparities in students' foundational abilities. The novelty of this research lies in its comprehensive analysis of program management, which integrates Quranic reading and writing skills. Abstrak. Kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki siswa dalam Pendidikan Agama Islam. Namun, masih ada siswa yang kesulitan membaca sesuai kaidah tajwid dan menulis huruf hijaiyah serta ayat Al-Qur'an dengan benar. Untuk mengatasi hal ini, SDN 256 Cigondewah Hilir menerapkan Program Gerakan Menulis Al-Qur'an (GELISAN). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan Program GELISAN, meliputi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat, dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an siswa kelas V dan VI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan deskriptif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa, dengan validitas diverifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan perencanaan dilakukan melalui penetapan tujuan dan materi bertahap; pelaksanaan berlangsung rutin di bawah bimbingan guru; evaluasi dilakukan berjenjang melalui pengamatan dan forum berkala; serta faktor pendukung meliputi komitmen kelembagaan dan dukungan orang tua, sedangkan penghambat meliputi perbedaan kemampuan dasar siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis pengelolaan program secara menyeluruh yang menggabungkan kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an sekaligus secara terintegrasi.
Pola Pengasuhan Orang Tua Generasi Z terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini (5-6 Tahun) Amelia Listianti Putri; Dinar Nur Inten; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 17-26
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23864

Abstract

Abstract. Generation Z parents grew up in the digital era and bring a different parenting approach than previous generations, particularly in supporting the social-emotional development of early childhood. This study aims to examine the social-emotional parenting patterns implemented by Generation Z parents toward early childhood (5-6 years old) at RA Al-Islamiyah, Bandung Regency. The study used a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through semi-structured interviews with four Generation Z parents and two classroom teachers, direct observation, and documentation of learning activities. The results show: (1) the main values underlying parenting are empathy and role modeling, while the parenting principles include open communication, positive discipline, mindful parenting, and active parental involvement; (2) forms of implementation include emotion coaching, dialogue-based discipline, active involvement, technology mediation (digital parenting), behavioral modeling, and mindful parenting; (3) the main obstacles are inconsistency in parenting practice, poorly controlled technology use, and social pressure from digital media, while the efforts to overcome them include improving parenting literacy, wise digital parenting, open communication, and strengthening emotional involvement. Overall, the children's social-emotional development ranges from Beginning to Developing as Expected, indicating a positive impact of Generation Z parenting patterns. Abstrak. Orang tua Generasi Z tumbuh di era digital dan membawa pendekatan pengasuhan yang berbeda dari generasi sebelumnya, khususnya dalam menunjang perkembangan sosial emosional anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola pengasuhan sosial emosional yang diimplementasikan oleh orang tua Generasi Z terhadap anak usia dini (5-6 tahun) di RA Al-Islamiyah Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur kepada empat orang tua Generasi Z dan dua guru kelas, observasi langsung, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan: (1) nilai utama yang melandasi pengasuhan adalah empati dan keteladanan, sedangkan prinsip pengasuhan mencakup komunikasi terbuka, disiplin positif, mindful parenting, dan keterlibatan aktif orang tua; (2) bentuk penerapan pengasuhan meliputi pendampingan emosi, disiplin berbasis dialog, keterlibatan aktif, mediasi teknologi (digital parenting), keteladanan perilaku, dan pengasuhan sadar; (3) hambatan utama mencakup ketidakkonsistenan pola asuh, penggunaan teknologi yang kurang terkontrol, dan tekanan sosial dari media digital, serta upaya mengatasinya meliputi peningkatan literasi parenting, penerapan digital parenting yang bijak, komunikasi terbuka, dan penguatan keterlibatan emosional. Secara keseluruhan, perkembangan sosial emosional anak berada pada rentang Mulai Berkembang hingga Berkembang Sesuai Harapan, yang mengindikasikan dampak positif pola pengasuhan orang tua Generasi Z.
Penerapan Media Visual Schedule untuk Melatih Kemandirian Anak ASD Rany Selvyanti; Dinar Nur Inten; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 27-36
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.23904

Abstract

Abstract. This study was motivated by the limited independence of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) in carrying out daily activities, particularly bathing and dressing. Children still required parental assistance and guidance at each stage of the activities. This study aimed to describe the child's initial level of independence, the implementation of visual schedule media, and changes in independence after its application. A qualitative approach with an evaluative case study method was employed. The subject was a child with Autism Spectrum Disorder (ASD). Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicated that prior to the intervention, the child was highly dependent on parental assistance in bathing and dressing activities. Following the implementation of visual schedule media, the child's independence gradually improved. The child was able to perform several bathing and dressing steps more independently, including taking a towel, undressing, wetting and rinsing the body, and wearing clothes, although occasional guidance was still needed. These findings suggest that visual schedule media can support the development of independence in children with Autism Spectrum Disorder (ASD). Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan kemandirian anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dalam melakukan aktivitas sehari-hari, khususnya kegiatan mandi dan berpakaian. Anak masih memerlukan bantuan dan arahan orang tua pada setiap tahapan kegiatan sehingga diperlukan media yang dapat membantu anak memahami urutan aktivitas secara lebih konkret dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal kemandirian anak sebelum penggunaan media visual schedule, mengetahui langkah-langkah penerapan media visual schedule , serta mengetahui peningkatan kemandirian anak setelah penggunaan media visual schedule. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang anak dengan Autism Spectrum Disorder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penggunaan media visual schedule anak masih sangat bergantung pada bantuan orang tua dalam kegiatan mandi dan berpakaian. Setelah penerapan media visual schedule, kemampuan kemandirian anak mengalami peningkatan secara bertahap. Anak mulai mampu mengambil handuk sendiri, melepas pakaian, membasahi tubuh, membilas tubuh, mengambil pakaian, memakai baju, serta memakai celana secara lebih mandiri meskipun pada beberapa tahapan masih memerlukan sedikit arahan dari orang tua. Dengan demikian, media visual schedule efektif dalam meningkatkan kemandirian anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Analisis Pola Asuh Orang Tua pada Anak Usia 6 Tahun yang Mengalami Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Fitria Nurainni; Dinar Nur Inten; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education 133-140
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsecte.v6i2.24834

Abstract

Abstract. Speech delay in early childhood is a developmental issue that affects communication, social, emotional, and academic aspects. This condition is influenced not only by internal factors within the child but also by parenting styles and the family environment, including limited interaction and language stimulation. This study aims to analyze parental parenting patterns toward speech delay in a 6-year-old child within the family setting. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving two parents and a 6-year-old child experiencing speech delay in Cikutra, Bandung. The findings indicate that: (1) parenting patterns tend to be inconsistent, with a dominance of authoritarian style combined with some democratic aspects; (2) interaction and language stimulation are still limited; (3) the child experiences difficulties in pronunciation, word combination, and overall communication; and (4) contributing factors include limited parental time, harsh discipline, lack of supervision, insufficient knowledge of language stimulation, and the absence of professional intervention. Therefore, active parental involvement is needed to enhance language stimulation, improve the quality of interaction, and provide positive emotional support to optimize the child’s speech development. Abstrak. Keterlambatan bicara (speech delay) pada anak usia dini merupakan permasalahan perkembangan yang berdampak pada aspek komunikasi, sosial, emosional, dan akademik. Kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal anak, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh orang tua dan lingkungan keluarga, seperti kurangnya interaksi dan stimulasi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh orang tua terhadap keterlambatan bicara pada anak usia 6 tahun di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap dua orang tua dan anak usia 6 tahun yang mengalami keterlambatan bicara di Kelurahan Cikutra, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh cenderung tidak konsisten dengan dominasi otoriter dan sebagian aspek demokratis; (2) interaksi dan stimulasi bahasa masih terbatas; (3) anak mengalami kesulitan pelafalan, penggabungan kata, dan komunikasi; dan (4) faktor penyebab meliputi keterbatasan waktu orang tua, disiplin keras, kurangnya pengawasan, minimnya pengetahuan, serta belum adanya penanganan profesional. Diperlukan peran aktif orang tua dalam meningkatkan stimulasi bahasa, kualitas interaksi, dan dukungan emosional agar perkembangan bicara anak optimal.
Meaningful Literacy Learning in Early Childhood Education: An Analysis of Teacher Professional Development Needs Dinar Nur Inten; Nurbiana Dhieni; Sri Wulan
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): Maret-Agustus 2026
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan profesional guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam implementasi literasi bermakna di Kabupaten Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan survei deskriptif yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Sebanyak 89 guru PAUD berpartisipasi dalam penelitian ini melalui kuesioner tertutup dan terbuka. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki pemahaman yang baik tentang literasi bermakna dan telah menerapkannya melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berpusat pada anak, seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran, dan membaca gambar. Namun, implementasi literasi bermakna masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan media pembelajaran, akses pelatihan, pendanaan, serta tekanan orang tua dan masyarakat terhadap kemampuan calistung. Guru membutuhkan pengembangan profesional yang praktis, kontekstual, dan berkelanjutan melalui pelatihan berbasis praktik, pendampingan, dan komunitas belajar profesional untuk mendukung implementasi literasi bermakna secara efektif.
Pemberdayaan Guru PAUD di Daerah Tertinggal melalui Program Pendampingan Literasi Keluarga Berbasis Aktivitas Bermain Dinar Nur Inten; Masnipal; Arif Hakim; Nadri Taja; Widia Helti Hildayanti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 7 No. 2 (2026): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v7i2.3506

Abstract

Low teacher competence and the absence of family literacy programs cause children's literacy stimulation to be unsustainable, as it remains heavily centered on school-based learning. This Community Service (PkM) activity aims to empower early childhood education (PAUD) teachers through an Activity-Based Play Family Literacy Mentoring Program. The method used was Asset-Based Community Development (ABCD), which spans six stages: discovery, focus group discussions, problem and potential mapping, program development, mentoring implementation, and evaluation and reflection. The partners involved consisted of 20 PAUD teachers in Pasir Kuda District, Cianjur Regency. The results demonstrated an increase in teacher competence, indicated by a rise in teachers able to correctly answer the instrument from 10–15% to 50%, as well as an increase in the ability to practice family literacy from 10–15% to 75%. The mentoring also transformed teachers' practices from book-based activities into interactive, play-based storytelling that utilizes children's experiences, traditional games, and environmental potential. The novelty of this program lies in the teacher empowerment model that integrates family literacy, play activities, and local potential to strengthen the partnership between schools and families in building an early childhood literacy culture.
Co-Authors 10030220001, Indah Alia Nurlatifah 10030220003, Adelia Rosma Nurul Assifa 10030220039, Siti Indah Wulandari Aep Saepudin Aep Saepudin Afifah Fauziah Ahmad Fanani Aida Nur Khairunnisa Aida Nur Khairunnisa Aina Khoirunnisa Sangkan Paran Alhamuddin Alsya Nazhifatu Tsana Amelia Listianti Putri Andalusia N Permatasari Andalusia Neneng Permatasari Andi Murniati Arif Hakim Arlianty, Lia Shafira Asep Dudi Suhardini Asep Supena Asysyipa Nur Azizah Ibrahim Ayi Sobarna Az-Zahra, Sabrina Syawalina Dea Amelia Putri Dedih Surana Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dies Tiwi Dini Aisyah Fauziah Dita Fitri Eko Surbiantoro Enoh Enoh Erhamwilda Fauzi, Sabiyla Fitria Nurainni Fitroh Hayati Fitroh Hayati Funny Lichandra Ghina Nabila Putri Gymnastiar Perdinansyah Haditsa Qur'ani Nurhakim Helmi Aziz Heni Nafiqoh Ibrahim Natzia Ahimsa Ikin Asikin Ikin Asikin Ikin Asikin, Ikin Ilham Pramada Khambali Lathifah Nur 'Abidah Lichandra, Funny Masnipal Masnipal Mahrun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Masnipal Marhun Miftahudin Wirtadipura Mubiar Agustin Muftia Salma Nurpadilah Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Garly Aditya Nadri Taja NAFIQOH, HENI Nan Rahminawati Nastiti Lutfiah Ramadhani Nenden Rani Rinekasari Neni Rohaeni Nidya Intan Fujianti Nisa Nurzakiyah Nur Aulia Mursalin Nur Aulia Mursalin Nurbiana Dhieni Nurhamida Peni Widianti Nugraha Mulia Permatasari, Andalusia N Putri Rahayu Putri Tatim Aulia R. Latifah Ahmad Rabiatul Adwiyah Raden Jihan Fauzianti Achsan Rani Sri Anggraeni Rany Selvyanti Rasyid, A. Mujahid Ratna Juwita Reni Risma Nursolihat Resty Hadianingtyas Rizani Adawiyah Rizqa Saroya Agnia Rizqi, Anzilni Ahsani Rossa Anggreni Ryan Dwi Puspita Salma Afifah Nuryani Shinta Mellani Salsabila Siti Jenab Siti Marwah Nurmuffidah Siti Nurhidayah Alfiah Sri Indah Pujiastuti Sri Wulan Sri Wulan Susanti Agustina, Susanti Susi Setiawati Syifa Aghnia Zaenal Tegar Maulana Terra Aurelia Triastuti, Yulis Venita Nurpahmi Putri Widia Helti Hildayanti Widiyanto, Kelik Nursetiyo Wiliani Wiliani Wiliani, Wiliani Yani Achdiani Yoyoh Jubaedah Yuliani Nurani Zirli Fera Zaira Zunaba