p-Index From 2021 - 2026
7.028
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Natur Indonesia Jurnal Perikanan dan Kelautan Jurnal Sains Dasar Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) JURNAL PETERNAKAN Jurnal Riset Kimia Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy) Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Medical Laboratory Technology Journal ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Majalah Farmasi dan Farmakologi (Trends in Pharmacy and Pharmaceutical Sciences) JOPS (Journal Of Pharmacy and Science) JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) JURNAL PHOTON JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JFL : Jurnal Farmasi Lampung TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Jurnal Dunia Farmasi Acta Chimica Asiana Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Jurnal Insan Farmasi Indonesia FORTE JOURNAL Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Hasi Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah Eksakta - JPPIE Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Jurnal Katalisator Jurnal Farmasi Indonesia BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Bakti Nusantara Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Jurnal Perikanan dan Kelautan IPSSJ Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Claim Missing Document
Check
Articles

ISOLASI, IDENTIFIKASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ISOLAT JAMUR ENDOFIT DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) Melzi Octaviani; Kolista Sisilawati; Elsa Safitri; Haiyul Fadhli; Emma Susanti; Armon Fernando
Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia (JPFI)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) is a plant used by the community as a traditional medicine and has antibacterial activity. Kenikir leaves contain secondary metabolite compounds such as alkaloids, flavonoids, phenolics and saponins. This plant has endophytic fungi that can produce the same bioactive compounds as its host. This study aims to isolate endophytic fungi from kenikir leaves, identify and test the antibacterial activity of endophytic fungi isolates from kenikir leaves against Gram-positive (Staphylococcus aureus and Bacillus cereus) and Gram-negative (Pseudomonas aeruginosa and Salmonella typhi) bacteria. Endophytic fungi were isolated from kenikir leaves, then purified to obtain a pure culture of endophytic fungi. Endophytic fungal isolates were then identified macroscopically and microscopically. Fermentation was carried out on endophytic fungal isolates to obtain supernatants, then tested for antibacterial activity using the disc diffusion method. The results of endophytic fungal isolation obtained 4 isolates, namely FECC-D1 (Alternaria sp.), FECC-D2 (Lichtheimia sp.), FECC-D3 (Canidiobolus sp.), FECC-D4 (Aspergillus sp.). The results of the antibacterial activity test of the supernatants of the four endophytic fungal isolates showed antibacterial activity. The results of data analysis using the One Way ANOVA test showed a significant difference in the diameter of the inhibition zone between the positive control and the supernatants of the endophytic fungal isolates. The supernatants of the 4 endophytic fungal isolates of kenikir leaves have activity in inhibiting the growth of pathogenic bacteria.
CARA MINUM OBAT YANG AMAN SELAMA PUASA Enda Mora, Syilfia Hasti, Emma Susanti, Nadya Ulfa Salfirah, Aulia Riska Putri, Putri Nimi Usti, Yoa
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama bulan puasa, pola makan mengalami perubahan, begitu juga dengan jadwal konsumsi obat yang perlu disesuaikan. Obat yang harus diminum setiap 6 atau 8 jam perlu diatur ulang agar pengobatan tetap efektif tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa. Kesalahan mengkonsumsi obat selama bulan ramadhan dapat memberikan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan memberikan edukasi cara meminum  obat yang aman selama puasa di Puskesmas Sidomulyo Rawat Jalan yang diikuti sebanyak 33 responden dengan menggunakan media leaflet dan kuisioner. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini yaitu diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara minum obat yang aman selama puasa. Berdasarkan hasil analisis data, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat yang dibuktikan dengan nilai persentase responden yang menjawab 14 soal pre-test yang cenderung menjawab tidak tepat di poin 2, 5, 10 dan 11 dengan persentase kepahaman dibawah 50% berturut-turut sebanyak 42,42%, 30,30%, 45,45% dan 45,45%, yang kemudian terjadi kenaikan tingkat pengetahuan sebesar 26%, yaitu dari 62% sebelum edukasi menjadi 88% setelah edukasi. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat terkait penggunaan obat selama puasa.
Edukasi Pemanfaatan Kunyit dan Pencegahan Gastritis Selama Ramadan untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Ferdy Firmansyah; Melzi Octaviani; Musyirna Rahmah; Alfitra Raisya; Alimia Woelandri; Putri Binti Jakfar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26800

Abstract

ABSTRAK Perubahan pola makan dan kebiasaan hidup selama Ramadan dapat memengaruhi munculnya keluhan lambung, sedangkan pemanfaatan kunyit oleh masyarakat belum selalu disertai pemahaman yang tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan kunyit secara rasional dan pencegahan gastritis selama Ramadan. Edukasi dilaksanakan secara door-to-door menggunakan leaflet kepada 50 warga RT 03 Kelurahan Air Putih dengan rancangan one-group pretest–posttest. Perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 56,63 ± 3,80% menjadi 72,20 ± 1,48%, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p0,001). Edukasi door-to-door berbasis leaflet diikuti oleh peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan kunyit secara rasional dan pencegahan gastritis selama Ramadan. Namun, hasil kegiatan ini terbatas pada perubahan pengetahuan jangka pendek dan tidak membuktikan efektivitas klinis kunyit dalam mencegah atau mengatasi gastritis. Kata Kunci: Edukasi, Gastritis, Kunyit, Ramadan, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Changes in dietary patterns and lifestyle during Ramadan may contribute to gastric complaints, while the use of turmeric in the community is not always supported by adequate knowledge. This community service activity aimed to improve community knowledge regarding the rational use of turmeric and gastritis prevention during Ramadan. Education was delivered door-to-door using leaflets to 50 residents of RT 03, Air Putih Subdistrict, employing a one-group pretest–posttest design. Differences in knowledge scores before and after the intervention were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. The mean knowledge score increased from 56.63 ± 3.80% to 72.20 ± 1.48%, with a statistically significant difference (p0.001). Door-to-door education supported by leaflets was associated with improved community knowledge regarding the rational use of turmeric and gastritis prevention during Ramadan. However, these findings were limited to short-term changes in knowledge and did not demonstrate the clinical effectiveness of turmeric in preventing or treating gastritis. Keywords: Education, Gastric, Turmeric, Ramadan, Health Education.
Inovasi Serbuk Jamu dari Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) sebagai Obat Tradisonal Silvy Arundita; Seftika Sari; Musyirna Rahmah Nasution; Abrar Hafudz Qalbi; Adinda Rusyamsi; Amanda Putri Pratiwi; Cindy Ayu Lestari; Cindy Novia R; Denisya Anggraini; Dessy Novita Sari; Desvica Fitriyani Putri; Dheanita Liana; Elvi Nurjannah
Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/gabdimas.v4i1.1373

Abstract

Rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dikenal memiliki spektrum manfaat kesehatan yang luas. Namun, pemanfaatannya di masyarakat sebagian besar masih dalam bentuk konvensional (seperti rebusan atau jamu cair) yang dinilai kurang praktis. Kegiatan pengabdian ini berfokus pada solusi inovatif yaitu pengolahan jahe merah segar menjadi sediaan serbuk instam jamu siap seduh. Serbuk jamu ini diproses menggunakan metode pengeringan pada suhu terkontrol (suhu rendah) dan penggilingan halus. Metode ini dipilih untuk meminimalkan degradasi dan menjaga stabilitas kandungan senyawa aktifnya. Sediaan akhir dikemas secara higienis dalam kemasan zip-lock yang dirancang menarik dan memudahkan konsumen dalam penyajian. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan khalayak sasaran mengenai khasiat jahe merah serta memberikan edukasi dan pelatihan langsung tentang teknik produksi jamu dalam bentuk serbuk instan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan praktik (demonstrasi) yang bertempat di Stadion Utama Riau dengan melibatkan 46 responden.  Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 100% responden  telah memiliki kesadaran awal mengenai manfaat jahe merah bagi kesehatan. Namun, sebelum penyuluhan, hanya 33% responden yang menyadari potensi pengolahan jahe merah menjadi jamu serbuk instan.
Optimizing carrot extract serum (Daucus carota L.) for anti-aging: efficacy in moisturizing and pore size reduction using Box-Behnken design method Benni Iskandar; Vaylia Antasya; Musyirna Rahmah Nasution; Wei-Ching Peng
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 23 No. 2 (2025): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v23i2.1566

Abstract

Carrot extract (Daucus carota L.) contains various bioactive compounds, including vitamins A, B, and C, alkaloids, flavonoids, tannins, anthraquinones, saponins, diterpenes, steroids, beta-carotene, phenols, terpenoids, and minerals, all of which possess antioxidant properties. These compounds are known to help slow down the aging process. The aim of this study was to determine the optimal concentrations of gelling and alkalizing agents, assess their interactions, and evaluate the anti-aging effects of the most effective serum formulation. The formulation was optimized using the Box–Behnken design with two key factors: Carbopol 940 concentration (0.5–1%) and triethanolamine (0.5–1%). The effects on pH, adhesion, and spreadability were evaluated. The best formulation was achieved with 0.837% Carbopol 940 and 0.855% triethanolamine,  showing a pH error of 2.45%, adhesion error of 0.76%, and spreadability error of 1.01%, all within acceptable limits (errors < 10%). After four weeks of stability testing, the formulation remained stable, well-mixed, with a pH of 5.16, an adhesion time of 1.60 seconds, and spreadability of 6.73 cm, with no discomfort. The combination of Carbopol 940 and triethanolamine improved the physical properties, enhancing anti-aging effects compared to the base formula. The optimized serum increased skin moisture by 84.62%, reduced pore size by 64.71%, lightened spots by 62.79%, and reduced wrinkles by 67.50%. This indicates the optimized carrot extract serum is stable, safe, and effective as an anti-aging agent, making it a promising natural skincare product.
Sintesis, Karakterisasi Struktur, dan Kajian In Silico Potensi 2'-Hidroksicalkon dan Flavonol Tersubstitusi Trimetoksi sebagai Inhibitor Main Protease (MPro) SARS-CoV-2 Ihsan Ikhtiarudin; Neni Frimayanti; Musyirna Rahmah Nasution; Rabiatul Adawiyah; Enda Mora; Abdi Wira Septama
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 20, No 1 (2024): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.20.1.78445.98-119

Abstract

Pada penelitian ini, 2'-hidroksicalkon (C345) dan flavonol (F345) tersubstitusi trimetoksi telah disintesis menggunakan metode iradiasi microwave dan metode pengadukan. Struktur kedua produk telah dikarakterisasi melalui analisis spektroskopi UV-Vis, FT-IR, 1H NMR, 13C NMR, dan HRMS. Hasil analisis spektroskopi menunjukkan bahwa kedua produk memiliki struktur yang sesuai dengan struktur molekul target yang diharapkan. Selain itu, hasil sintesis juga menunjukkan bahwa metode iradiasi microwave terbukti dapat mempercepat waktu reaksi (dari 1,5-3,0 jam menjadi 3-6 menit) dan meningkatkan rendemen produk murni pada sintesis senyawa C345 (55,31 %) dan F345 (83,65 %). Selanjutnya, hasil docking menunjukkan bahwa kedua senyawa dapat membentuk ikatan hidrogen dengan beberapa residu penting pada sisi aktif dan dapat terikat pada kedua situs katalik MPro SARS-CoV-2 (PDB ID:6M2N), yaitu His41 dan Cys145 melalui interaksi hidrofobik dengan nilai energi bebas pengikatan yang lebih negatif (-8,95 dan -9,02 kcal/mol) dibandingkan dengan baicalein sebagai inhibitor pembanding. Hasil kajian in silico lainnya juga menunjukkan bahwa kedua senyawa memiliki profil farmakokinetik yang baik dan memiliki sifat kemiripan dengan obat berdasarkan aturan Lipinski, Ghose, Veber, Egan, dan Muegge. Selain itu, senyawa F345 juga diprediksi memiliki risiko toksisitas yang lebih kecil dibandingkan dengan baicalein. Synthesis, Structural Characterization, and In Silico Study of the Potential of 2'-Hydroxychalcone and Trimethoxy-Substituted Flavonols as Inhibitors of the Main Protease (MPro) of SARS-CoV-2. In this study, trimethoxy-substituted 2'-hydroxychalcone (C345) and flavonol (F345) were synthesized using microwave irradiation and stirring methods. The structure of the two products were characterized by spectroscopic analyses including UV-Vis, FT-IR, 1H NMR, 13C NMR, and HRMS. The result of spectroscopic analyses showed that the products had structures consistent with the expected target molecules. In addition, the synthesis results showed that the microwave irradiation method was proven to speed up the reaction time (from 1.5-3.0 hours to 3-6 minutes) and increased the yield of pure product in the synthesis of compounds C345 (55.31 %) and F345 (83.65 %). Furthermore, the docking result showed that the two compounds can form hydrogen bonds with several important residues on the active site and also can bind to catalytic dyad of the SARS-CoV-2 MPro (PDB ID:6M2N), namely His41 and Cys145 through hydrophobic interactions with a more negative binding free energy (-8.95 and -9.02 kcal/mol) than baicalein as a reference inhibitor. The result of silico studies also showed that the two compounds exhibited good pharmacokinetic profiles and drug-likeness properties based on Lipinski, Ghose, Veber, Egan, and Muegge rules. In addition, compound F345 was also predicted to has a smaller toxicity risk compared to baicalein.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Jamur Gliocladium sp T.N.C73 dengan Kromatografi Lapis Tipis-Bioautografi Emma - Susanti; Rahayu Utami; Raja Adli Husein; Titania T Nugroho
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 9 No 2 (2026): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v9i2.7566

Abstract

Gliocladium sp. is a fungus that functions as a biological control agent against plant pathogens. Research on the activity of Gliocladium sp. not yet against human pathogens. The aim of this study was to determine the antibacterial profile of ethyl acetate extracts of Gliocladium sp. T.N.C73 (LBKURCC3) using the TLC-bioautography method against E. coli ATCC 25922 and S. aureus ATCC 25923. The test results showed that the ethyl acetate extract of the fungus Gliocladium sp. exhibited antibacterial activity against S. aureus dan tidak menghambat E. coli whereas against, it showed antibacterial activity characterised by the formation of a clear area and verified with resazurin (blackish blue colour). Resazurin is used as a redox indicator in bacterial cell viability and proliferation tests. The conclusion of this study is that the ethyl acetate extract of Gliocladium sp. T.N.C73 (LBKURCC3) fungus can inhibit S. aureus bacteria.
Analisis Kandungan Boraks Pada Gula Merah Yang Dijual Di Pasar Simpang Baru Panam Pekanbaru Emma Susanti; alfitrah ramadhan; musyirna Rahmah; melzi octaviani
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 3 No. 1 (2024): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v3i1.73

Abstract

Gula merah merupakan salah satu bahan pangan yang dibuat dari olahan nira palma yaitu aren dan kelapa yang dibuat secara tradisional. Gula merah sering digunakan masyarakat indonesia sebagai bumbu masak serta pemanis makanan dan minuman karena memiliki aroma dan rasa yang khas. Pada proses pembuatan gula merah kini masih ditambahkan bahan tambahan pangan yang berbahaya sebagai pengawet dan pengeras. Belakangan ini marak isu mengenai penggunaan bahan tambahan kimia yang berbahaya dalam pembuatan gula merah, salah satunya adalah boraks. Boraks adalah salah satu senyawa yang dikenal masyarakat dengan asam borat yang dilarang penggunaanya sebagai bahan tambahan pangan, tetapi boraks masih ditambahkan sebagai pengawet pada gula merah yang bertujuan agar daya tahan lama dan sebagai pengeras pada gula merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi ada atau tidaknya kandungan boraks pada gula merah dengan metode uji nyala api dan uji kertas tumerik (kurkumin). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian pada uji kualitatif sampel dengan metode nyala api dan kertas kurkumin menunjukan hasil tidak mengandung boraks yang ditandai dengan tidak terjadinya perubahan warna pada uji nyala api maupun uji kertas kurkumin.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN FORMALIN PADA BAKSO MENGGUNAKAN METODE RAPID TEST KIT Musyirna Rahmah Nasution; Depa Gloria Kristin Pardede
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 4 No. 1 (2025): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v4i1.102

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi kandungan formalin pada bakso menggunakan metode rapid test kit. Formalin merupakan salah satu bahan pengawet berbahaya yang sering digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Bakso merupakan makanan yang sangat populer di Indonesia yang terbuat dari tepung kanji dan daging. Rapid test kit adalah uji cepat yang digunakan untuk identifikasi bahan-bahan berbahaya pada produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya formalin dalam bakso yang beredar di jalan Garuda Sakti km 1-12. Pengambilan sampel dilakukan pertama dengan metode purposive sampling kemudian diambil secara acak dengan metode simple ramdom sampling. Hasil pengujian ketujuh sampel bakso menunjukan bahwa terdapat 14,28% sampel positif mengandung formalin dan 85,72% sampel negatif mengandung formalin. Hasil identifikasi ini ditunjukan dengan adanya perubahan warna ungu pada sampel bakso setelah direaksikan dengan test kit formalin
Co-Authors -, Hasmalina ., Nofriyanti Abdi Wira Septama Abdifi, Reza Abrar Hafudz Qalbi Adinda Rusyamsi Afandi, Rifath Afnita, Fakhiratunnisa Afrida Yeti Agfa Febriyananda Agistia, Nesa agistia, nesa Agustini, Tiara Tri Akmal Djamaan Al Fadhilah, Shafira Alfian ) Alfitra Raisya alfitrah ramadhan Alimia Woelandri Amanda Putri Pratiwi Amnan, Wekis Raya Andarini Diharmi Andriani, Sindy Anggraini, Annisa Fitri Anita Lukman Anita Lukman Annisa Annisa Annisa Riski Permata Sari Antasya, Vaylia Aqilla, Alya Arfan Zasliadi Armon Fernando Arundita, Silvy Aulya, Nurliza Ayuni, Putri Azhari, Weriska Restu Azkia Wanudya Rahmadhani A’dilah, Nur Bella Ardhiyati Benni Iskandar Cahyani, Ardhia Regita Cindy Ayu Lestari Cindy Novia R Dasni Syafril Dasni Syafril Della Vasmawati Delvian Fikrani Deni Anggraini Denisya amanda Denisya Anggraini Depa Gloria Kristin Pardede Dessy Novita Sari Desvica Fitriyani Putri Dheanita Liana Dita Bina Julianti Habeahan Diwa, Resi Oktamara Dwi Andreyas Dwi Winarsih Elsa Etavianti Elsa Safitri Elvi Nurjannah Emrizal Enda Mora Enda Mora Etavianti, Elsa Fadiyah Yueflen Fahri, Elifia Cahyani Fahriza, Mela Febrian, Dyan Felycia Wardi Ferdy Firmansyah Fharisti Kirana Fina Aryani, Fina Firman Nugroho Fitri, Ramadini Fitri, Valentina Furi, Mustika Ginta Rio Maranti Gressy Novita Gustina &#039; Hafizah, Afrah Haiyul Fadhli Hanifa, Dhea Hanifa, Elvi Hasmalina - Hasmalina Nasution Hexsha Rizki Amelia Husnawati Ihksani, Nurul Ihsan Ikhtiaruddin Ihsan Ikhtiarudin Intan Putri Utami Jannah, Ninuk Rodhiatul Kamalrullah ) Kiranti Azlin Kolista Sisilawati Kolista Sisilawati Ladiona, Maria Yella Lamun Bathara Larasati Arsad Lilik Septiana Manik, Dhea Putri Bertuah Br Maria Yella Ladiona Marli, Nofrita Martina Br Manullang Masnun, Lidiatil Mayrade, Salma Yudhistira Mega Fatimah Rosana Meiriza Djohari, Meiriza Melati, Putri Melzi Octaviani Mery Sukmiwati Milianty, Jesy Mira Febriana Musyirna Rahma Nst musyirna Rahmah Muthmainnah, Nurillah Nabilah, Clara Nabilla, Vivi Gita Nanang Nasution, Tio Afandi Neni Frimayanti Ningrum, Tilar Eka Widia Ningsih, Yozi Fiedya Nofriyanti - Novianti, Yetri Nur Rahmadani Fitri Nuraina, Nuraina Nurhapipah, Nurhapipah Octavia, Richa Pardede, Depa Gloria Kristin Peng-Wei, Ching Pratiwi, Erniza Putri Binti Jakfar Putri Lestari, Putri Putri Putri, Putri R. Rizatita Fitriani Rabiatul Adawiyah Rahayu Utami Rahayu Utami Rahayu Utami Rahayu Utami Utami Rahma Dona Rahman, Sumiati Raja Adli Husein Raja adli husin Rajeb Fadillah ramadhan, alfitrah Ramadhani, Ayu Indah Ramadhani, Elsha Fadhika Dwi Ramanda safitri Ratna Sari Dewi Reza Abdifi Rizda Fitriani Robiatun Rambe Roli Oktaviana Ronapadua Sahara Ruska, Shinta Liana S.Farm., M.Farm., Apt, Sondang Khairani Safitri, Ramanda Safli, Fazza Aulia Sahara, Ronapadua Sakinah, Norma Salsabila alhamdania Balqis Salsabila Zahirah Ananda Saryono Saryono Selvi Aulia Wibowo Septi Muharni Serlin Partika Sari Silalahi, Rizka Fitri Silvera Devi Silvy Arundita Simanjuntak, Asnika Putri Siti Nurhaliza Sri Hardianti Sudarsi, Yulisma Suhelmi - Suhelmi - Sumiati Rahman Susi lestari - Syahbandi, Ilham Syamira Syaputri, Rezy Tambunan, Beatrix Evalin Titania T Nugroho Tri Budhi Murdiati Tri Budhi Murdiati Tria Halianti Triani, Leni Ulfa, Rodia Vaylia Antasya Wardi, Felycia Wei-Ching Peng Winda Sri Wahyuni Wira Noviana, Wira Noviana Wulan Desmar Utari Wulan, Nimas Yuharmen - Yuli Haryani Yulisma Sudarsi Yunelva, Rinda Zulmai Rani