Articles
Systematic Literatur Review: Pengaruh Worked-Example Terhadap Beban Kognitif Siswa
Hafidhoh, Rodiyatul;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos
Tirtamath: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika Vol 7, No 1 (2025): Tirtamath: Jurnal Penelitian dan Pengajaran Matematika
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.48181/tirtamath.v7i1.27284
Pembelajaran matematika yang kompleks sering kali menyebabkan peningkatan beban kognitif bagi siswa, sehingga menghambat pemahaman dan penyimpanan informasi. Contoh-contoh yang dikerjakan merupakan pendekatan yang efektif untuk meminimalkan beban kognitif dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dampak strategi contoh-contoh yang dikerjakan terhadap beban kognitif siswa menggunakan metode Tinjauan Literatur Sistematis (SLR). Studi ini mengumpulkan data dari 17 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2017 dan 2024, dengan fokus pada 5 artikel yang terkait dengan beban kognitif, 5 artikel tentang contoh-contoh yang dikerjakan, dan 7 artikel tentang dampak contoh-contoh yang dikerjakan terhadap beban kognitif. Analisis tersebut melibatkan identifikasi, evaluasi, dan sintesis informasi yang komprehensif dari artikel-artikel tersebut. Hasil tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa penerapan strategi contoh-contoh yang dikerjakan secara efektif mengurangi beban kognitif, khususnya beban ekstrinsik, dan membantu siswa memahami konsep matematika yang kompleks. Contoh-contoh yang dikerjakan juga membantu mengurangi beban kognitif intrinsik dengan memberikan contoh-contoh konkret dan langkah-langkah terstruktur. Selain itu, strategi ini telah terbukti meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan efisiensi kognitif siswa. Berdasarkan temuan-temuan ini, para pendidik didorong untuk mengadopsi strategi contoh-contoh yang dikerjakan dalam desain instruksional untuk mengelola beban kognitif siswa secara efektif, khususnya bagi pelajar pemula. Penggunaan strategi ini dapat meningkatkan prestasi akademik siswa dengan upaya mental yang lebih rendah dan mendukung pembelajaran yang lebih mendalam dan terintegrasi.
Mathematics Curriculum Review In Junior Secondary School Level: Implementation Of Web-Based CRMS
Muttaqin, Iin Habibah;
Rahmawati, Fatimah;
Fathurrohman, Maman;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 4 No. 2, September 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/ijeme.v4i2.16711
This study aims to analyze the Indonesia National Curriculum (Kurikulum 2013) of mathematics at junior secondary school level. The tool used is the Web-based Curriculum Review Mapping System (CRMS). The CRMS was developed to analyze the curriculum, as expected outcome, through teachers lesson plan. The method used in this research was descriptive with a qualitative approach. In this research, the research was the main instrument assisted with interview guide sheets and documentations. The object of this research is the national curriculum for mathematics at a junior high school with three mathematics teachers as respondents to be interviewed. Analysis of the data used in the study is a qualitative analysis with three stages: data reduction, exposure, and drawing conclusions and verification. Qualitative data analysis is carried out simultaneously with data collection process. The results of the study state that the CRMS is at easy to implement by the teachers of mathematics. They can review their mathematics lesson plan using this system. Furthermore, by this system teachers could create various lesson plans.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Aktivitas Numerasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Matematis
Rachman, Faishal;
Nindiasari, Hepsi;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos
Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2025): Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/indiktika.v7i2.17698
Produk Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) berbasis aktivitas numerasi yang dikembangkan dalam penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa, dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA Negeri 6 Kota Serang. Instrumen penelitian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Uji validitas dilakukan oleh tiga orang pakar materi dan dua orang pakar media, sedangkan uji kepraktisan dilakukan oleh guru dan siswa selaku pengguna E-LKPD. Untuk menganalisis disposisi kemampuan berpikir reflektif matematis, digunakan instrumen berupa angket disposisi. Uji efektivitas bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan kemampuan berpikir reflektif matematis siswa melalui perhitungan n-gain, yang diperoleh dari perbandingan nilai sebelum dan sesudah siswa mengerjakan E-LKPD. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa produk dinilai valid dengan persentase sebesar 76% oleh pakar materi dan 84% oleh pakar media. Uji kepraktisan menghasilkan rata-rata persentase sebesar 80%, yang termasuk dalam kategori praktis. Analisis disposisi kemampuan berpikir reflektif matematis menunjukkan persentase sebesar 71%, yang termasuk dalam kategori baik. Sementara itu, uji efektivitas menggunakan n-gain menghasilkan skor 0.57 atau setara dengan 57%, yang berada dalam kategori cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir reflektif matematis peserta didik SMA.
Effect of Example-Based Learning Model on Micro Level Cognitive Load and Knowledge Transfer
Nilawati, Nilawati;
Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa;
Fakhrudin;
Adang Effendi
RANGE: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 1 (2025): Range Juli 2025
Publisher : Pendidikan Matematika UNIMOR
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jpm.v7i1.9517
Students often face difficulties in solving math problems due to high cognitive load. This load can interfere with optimal information processing, particularly at the micro-level, such as in problem-solving steps. Although many studies have examined cognitive load, most focus on macro-level, with limited exploration of micro-level cognitive processing. To address this, an effective learning approach is needed to optimize students’ working memory capacity and promote knowledge transfer. This study aims to investigate the effect of an example-based learning model on cognitive load and knowledge transfer in mathematics learning. A quasi-experimental method was conducted involving 78 eighth-grade students from a school in Serang City, divided into two groups: an experimental group applying the example-based learning model and a control group using a problem-solving model. Data were collected using a mental effort rating scale and essay questions to measure cognitive load at each problem-solving step, along with retention and near-transfer tests. Analysis using Two-Way ANOVA showed that the example-based learning model significantly reduced cognitive load throughout the problem-solving stages. It also produced better outcomes in retention and near-transfer tests, indicating more effective knowledge transfer. These findings suggest that example-based learning can be a valuable instructional strategy to improve mathematical problem-solving, particularly for students with limited background knowledge. The novelty of this study rests on the simultaneous examination of retention and transfer, focusing on students' micro-level cognitive processing during example-based learning. Structured examples were shown to reduce cognitive burden while fostering transferable problem-solving strategies.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INDUKTIF DAN SELF-CONFIDENCE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Muhamad Dawam Raihan;
Cecep Anwar Hadi Firdos Santosa;
Yumiati
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 02 (2021): JPD - Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.106 KB)
|
DOI: 10.21009/jpd.v12i02.25806
The purpose of this study is to determine the differences in the ability to understand mathematical concepts of students who are taught by using inductive approaches and conventional learning and the differences in the ability to understand mathematical concepts of students who have high and low self-confidence. In addition, this study aims to determine the effect of the interaction between learning approaches and self-confidence on the ability to understand mathematical concepts. This research was carried out at SDN Pasauran 1, Cinangka District. The method used in this research is a quasi-experimental design with 2x2 level treatment. The data collection technique was a concept understanding test and a student self-confidence questionnaire. Testing the research hypothesis using two-way analysis of variance. Before testing the hypothesis, the data must meet the assumptions of normality and homogeneity, the test results show that the data is normally distributed and homogeneous. The results of the two-way analysis of variance test show that: there is a significant difference between students who are taught through inductive approach learning and conventional learning, there is a significant difference between students who have high and low self-confidence, there is an interaction effect between the learning approach and self-confidence on the ability to understand mathematical concepts and there are differences in the ability to understand mathematical concepts between students who are taught through inductive and conventional learning approaches, both for students who have high and low self-confidence.
Pengembangan e-lkpd matematika berbasis liveworksheet dalam menunjang pembelajaran berdiferensiasi pada siswa smp
Triyani, Ruhsoh;
Pamungkas, Aan Subhan;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos
Delta-Pi: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Khairun
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33387/dpi.v13i1.7775
Latar belakang penelitian ini adalah keterbatasan pendekatan pembelajaran dalam mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam. Berdasarkan kurikulum merdeka diperlukan strategi pembelajaran yang dapat menyesuaikan gaya belajar dan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) matematika berbasis liveworksheet dalam menunjang pembelajaran berdiferensiasi bagi siswa SMP, dengan memberikan pengalaman belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu siswa. Liveworksheet merupakan platform digital yang dapat digunakan untuk membuat dan berbagi materi pembelajaran interaktif secara online sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD), dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian ini adalah E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan valid atau layak, berdasarkan skor validasi oleh ahli media dan ahli materi yaitu 81,35% yang berada pada kriteria sangat layak. Kemudian berdasarkan hasil persepsi siswa terhadap penggunaan E-LKPD diperoleh skor 85,08% dengan kriteria sangat baik. E-LKPD matematika berbasis liveworksheet dikatakan berhasil yang ditinjau dari kelayakan dan kepraktisan dalam menunjang pembelajaran berdiferensiasi
PENGARUH WORKED-EXAMPLE MENGGUNAKAN TRACING GESTURE KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
Ulpah, Maria;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos;
Novaliyosi, Novaliyosi
MES: Journal of Mathematics Education and Science Vol 9, No 2 (2024): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/mes.v9i2.9273
The research aims to determine whether or not there is an influence on mathematical problem solving abilities between students who receive the work-example method using gesture tracing and students who use the work-example method without using gesture tracing. The population in this study was 68 students of SMA Negeri 1 Ciomas for the 2023/2024 academic year and the sample for this research was 68 students of class XI Science-1 and class XI Science-3. This type of research is quantitative research. The data used is the KAM test and the KPMM test with 5 questions. After the screening test is carried out, the data is declared Normal and Homogeneous, then the data can be carried out further tests. The results of data analysis of mathematical problem solving abilities in the work-example learning method using gesture tracing were an average of 74.68 with a standard deviation of 9.905 and in the works-example learning method without using gesture tracing the average was 61.21 with a standard deviation of 9.803. To test the hypothesis, it was concluded that the mathematical problem solving abilities of students who were taught using the works-example learning method using gesture tracing were better than students who were taught using the works-example learning model without using gesture tracing.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tgt (Team Game Tournament) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Motivasi Siswa SD
Nurhaedi, Edy;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos;
Yumiati, Yumiati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13767
Penelitian ini dilatarbelakang dari hasil observasi yang diketahui rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis dan motivasi siswa di SDN Jatigintung I dan SDN Tegal Kunir Kidul I. Hal ini menyebabkan para siswa mengalami ksesulitan untuk mengerjakan tugas, para siswa tidak memiliki kemauan untuk mengajukan pertanyaan bagaimana dan mengapa atas masalah yang ditemukan. Selain itu terdapat kebanyakan siswa yang tidak terlibat di dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) terhadap kemampuan berpikir kritis dan motivasi siswa SD di Gugus 047 Kecamatan Mauk. Metode penelitian menggunakan quasi experiment dengan pendekatan kuantitatif korelasional dari dua kelompok yang diberikan perlakuan berbeda. Jumlah populasi adalah semua siswa SD kelas 3 di Gugus 047 Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian terdiri dari kelas 3A terdiri dari 22 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas 3B terdiri dari 22 orang sebagai kelas kontrol pada SDN Jatigintung I dan kelas 3A terdiri dari 22 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas 3B terdiri dari 22 orang sebagai kelas kontrol pada SDN Tegal Kunir Kidul I. Instrumen menggunakan lembar soal dan angket dan dianalisis menggunakan uji Manova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis. Selain itu, pada kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) mengalami peningkatan motivasi siswa, dan secara bersamaan pada kelas eksperimen setelah diberikan perlakuan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis dan motivasi siswa.
Worked-Example Method on Mathematical Problem-Solving Ability in term of Students’ Initial Ability
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos;
Rafianti, Isna;
Yulistiany, Dita
Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif Vol 13, No 2 (2022): Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif
Publisher : Mathematics Dept, Math. and Science Faculty, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/kreano.v13i2.33301
The reserch aims to understanding the phenomena of differences in mathematical problem-solving ability between students who obtained worked-example and expository learning method when reviewed from students’ initial ability. This study was a quasi-experimental with treatment by level 2×2 research design. We analize the data used two-way analysis of variance. We found that (1) There were differences in mathematical problem-solving ability between students who obtained worked-example and expository learning method. (2) There were differences in mathematical problem-solving ability between students who had high and low initial ability. (3) In high initial ability, students who obtained expository and worked-example learning method were relatively the same. (4) In low initial ability, students who obtained worked-example learning method were better than expository. (5) There was an interaction between learning method and initial ability in mathematical problem-solving ability.Penelitian yang dilakukan ingin memahami fenomena perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh metode pembelajaran worked-example dan ekspositori ditinjau dari kemampuan awal siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain treatment by level 2×2. Penlitian ini menggunana analisis variansi dua jalan untuk menganalisis data penelitian. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa (1) Ada kemampuan yang berbeda pada pemecahan masalah matematis antara siswa yang memperoleh metode pembelajaran worked-example dan ekspositori; (2) Ada perbedaan pada kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi dan rendah; (3) Pada siswa dengan kemampuan awal tinggi, relatif tidak ada perbedaan pada kemampuan pemecahan masalah matematisnya; baik siswa yang memperoleh metode pembelajaran ekspositori dan worked-example; (4) Pada kemampuan dengan awal rendah, ada perbedaan dan siswa dengan metode pembelajaran worked-example lebih baik dibandingkan siswa yang belajar dengan ekspositori, dilihat dari kemampuan pemecahan masalah matematis; (5) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dan kemampuan awal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.
The Effect of the CORE Learning Model on Students' Mathematical Connection Ability in terms of Their Preliminary Knowledge in Mathematics
Rahmadhani, Calista;
Syamsuri, Syamsuri;
Santosa, Cecep Anwar Hadi Firdos
International Journal of STEM Education for Sustainability Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53889/ijses.v4i2.312
This study aimed to explain the effect of CORE (connecting, organizing, reflecting, and expanding) learning with a metacognitive approach on students’ mathematical connections in terms of preliminary knowledge in mathematics (PKM). The method in this study used a quasi-experimental with a posttest-only control group design. The population in this study consisted of all students at one of junior high schools in Indonesia. The sample was divided into two types: class VIII A as an experimental class with 13 students and class VIII B as a control class with 14 students. The instruments used in this study were essay tests to measure students' mathematical connection abilities and interview guidelines. Data analysis was performed by analysis of covariance. This study's results indicate a linear relationship between PKM and mathematical connection abilities. There is an effect of PKM on students' mathematical connection abilities. There is a simultaneous effect between PKM and the learning model; in other words, there is an interaction between PKM and the learning model. The CORE learning model with a metacognitive approach is more suitable for high PKM, and the scientific model is more suitable for low PKM.