Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECTS OF PRENATAL YOGA ON MATERNAL ANXIETY Vistra Veftisia; Luvi Dian Afriyani
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v10i1.2130

Abstract

Anxious or depression during pregnancy could harm both the mother and the fetus. Antidepressants did not become beneficial for pregnancy. There were several unconventional treatments for anxiety and depression in pregnancy, one of them was prenatal yoga. Prenatal yoga helps improve mood, but pregnant women do not widely use this technique. This study aimed to determine prenatal yoga's effect on pregnant women's anxiety and depression at Midwife Private Practice "Ibu Alam Sidomukti", Salatiga City. This study was quasi-experimental.  This study sample consists of 20 pregnant women in the case group and 20 peoples in the control group.  Prenatal yoga was held once a week for four weeks in the case group.  The purposive sampling was used to obtain respondents.  Data collection used a questionnaire before and after prenatal yoga, namely two weeks and four weeks after that.  Data analysis in this study using Mann-Whitney test.  The results showed no effect of prenatal yoga performed for two weeks on anxiety (p: 0,893), but it effectively reduces anxiety after four weeks of performing prenatal yoga (p: 0,003).  Prenatal yoga should be done regularly every week in order to reduce anxiety and depression in pregnant women. Keywords: prenatal yoga, anxiety, pregnant women
HUBUNGAN PARITAS DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI WILAYAH KABUPATEN SEMARANG Vistra Veftisia; Yulia Nur Khayati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v7i2.830

Abstract

Masalah : Mortalitas dan Morbiditas pada wanita hamil dan wanita bersalin merupakan masalah besar. AKI di Indonesia tahun 2012 tercatat 305/100.000 dan AKI di Kab. Semarang tahun 2016 sejumlah 103,39/100.000 KH (15 Kasus) dengan penyebab tertinggti preeklamppsia/eklampsia sebanyak 5 kasus (1, 2). Tujuan : Untuk Mengetahui Hubungan Paritas dan Pendidikan Ibu Dengan  Kejadian Preeklampsia Di Wilayah Kabupaten Semarang. Metode : Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 110 responden dengan perbandingan 1:4 antara kasus dan kontrol, untuk kasus 22 responden dan untuk kontrol 88 responden. Analisis bivariat menggunakan uji chi Square. Hasil: Responden dalam penelitian ini primipara 59 (53.6%), berpendidikan SMA – AKADEMI/PT 65 (59.1%), Ibu primipara memiliki resiko untuk mengalami pre eklampsia saat hamil sebesar 0.83 kali tetapi tidak memiliki hubungan yang signifikan (p=0.702), dan ibu berpendidikan dasar (SD-SMP) memiliki resiko untuk mengalami pre eklampsia saat hamil sebesar 4.1 kali dan memiliki hubungan yang signifikan (p=0.004).
Pendidikan Kesehatan Ibu Hamil tentang Mual Muntah dan Penanganan Mual Muntah dengan Akupresure Tandean, Delvianti; Purnamasari , Ita; wulandari, retna; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In pregnancy, nausea and vomiting are normal symptoms and often occur in the first trimester. However, if excessive, it can interfere with daily work and the general condition becomes poor so that the mother lacks energy and also nutrients called hyperemesis gravidarum. The obstacle that often occurs is the lack of maternal knowledge about handling nausea and vomiting during pregnancy. The role of health workers to help pregnant women understand how to handle nausea and vomiting during pregnancy with non-pharmacology. Handling in nausea vomiting can be done by providing health education to pregnant women about nausea vomiting and handling nausea vomiting with complementary therapy in the form of nausea vomiting acupressure massage. Maternal knowledge about nausea vomiting and its handling is very important, in order to deal with nausea vomiting experienced during first trimester pregnancy. In connection with this problem, the community service program provides a solution to increase the knowledge of pregnant women about handling nausea and vomiting with acupressure. The activity begins with a pre-test assessment related to nausea vomiting and handling nausea vomiting with acupressure then health education is given to pregnant women about nausea vomiting and handling nausea vomiting with acupressure represented by 10 pregnant women, the next activity is an evaluation with a post-test. From these activities, it was found that there was an increase in the knowledge of pregnant women after being given health education. Abstrak Dalam kehamilan mual muntah adalah gejala yang normal dan   sering terjadi pada trimester pertama. Namun, apabila berlebihan dapat mengganggu pekerjaan sehari-hari dan keadaan umum menjadi buruk sehingga ibu kekurangan energi dan juga zat gizi yang disebut hiperemesis gravidarum. Kendala yang sering terjadi adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai penangan mual muntah pada masa kehamilan. Peran tenaga kesehatan untuk membantu ibu hamil agar mengerti cara penangan mual muntah selama hamil dengan non farmakologi. Penangan dalam mual muntah dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil tentang mual muntah dan penanganan mual muntah dengan terapi komplementer berupa pijat akupresure mual muntah. Pengetahuan ibu tentang mual muntah dan penangannya ini sangat lah penting, guna untuk menangani mual muntah yang dialami selama kehamilan trimester pertama. Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian masyarakat memberikan solusi untuk meningkatkan pengetahun ibu hamil mengenai penangan mual muntah dengan akupresure. Kegiatan diawali dengan penilaian pre-test yang berkaitan dengan mual muntah dan penanganan mual muntah dengan akupresure kemudian pendidikan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil mengenai mual muntah serta penangannya mual muntah dengan akupresure yang diwakili oleh 10 ibu hamil, kegiatan selanjutnya adalah evaluasi dengan post-test. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehatan.
Pemberian Foot Message Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea di RSUD Ratu Aji Putri Botung salma, siti; tina, agus; Veftisia, vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post partum Sectio caesarea (SC) is a way of giving birth to a fetus by making an incision in the uterine wall through the front wall of the abdomen. The obstacle that often occurs is the lack of knowledge of mothers about handling post SC pain intensity during post partum SC. The role of health workers is to help post partum SC mothers to understand how to handle post partum SC pain intensity with non-pharmacology. Treatment for pain intensity can be done by providing health knowledge to post partum SC mothers about foot massage and handling post partum SC pain intensity with complementary therapy in the form of foot massage. Mother's knowledge about nausea and vomiting and its handling is very important, in order to deal with the intensity of pain experienced during post partum SC. In connection with this problem, the community service program provides a solution to increase the knowledge of post partum SC mothers regarding handling pain intensity with foot massage. The activity began with a pre-test assessment related to post partum SC mothers and handling pain intensity with foot massage then health knowledge given to post partum SC mothers regarding pain intensity and its treatment with foot massage represented by 10 post partum SC mothers, next activity is evaluation by post-test. From these activities it was found that there was an increase in the knowledge of post partum SC mothers after being given health knowledge. Abstrak Post partum Sectio caesarea (SC) adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Kendala yang sering terjadi adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai penangan intensitas nyeri post SC pada masa post partum SC. Peran tenaga kesehatan untuk membantu ibu post partum SC agar mengerti cara penangan intensitas nyeri post partum SC dengan non farmakologi. Penangan dalam intensitas nyeri dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan  kesehatan pada ibu post partum SC tentang foot massage dan penanganan intensitas nyeri post partum SC dengan terapi komplementer berupa pijat foot massage. Pengetahuan ibu tentang mual muntah dan penangannya ini sangat lah penting, guna untuk menangani intensitas nyeri yang dialami selama post partum SC. Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian masyarakat memberikan solusi untuk meningkatkan pengetahun ibu post partum SC  mengenai penangan intensitas nyeri dengan pijat foot massage. Kegiatan diawali dengan penilaian pre- test yang berkaitan dengan ibu post partum SC dan penanganan intensitas nyeri dengan foot massage kemudian pengetahuan  kesehatan yang diberikan kepada ibu post partum SC mengenai intensitas nyeri serta penangannya dengan foot massage yang diwakili oleh 10 ibu post partum SC, kegiatan selanjutnya adalah evaluasi dengan post-test. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan ibu post partum SC setelah diberikan pengetahuan kesehatan.
Peningkatan Pengetahuan Prenatal Yoga untuk Mengatasi Ketidaknyamanan Fisik dan Psikologi Ibu Hamil di Desa Gogodalem Shinta Lutfiani; masruroh; elviatun nisa, risha nur; veftisia, vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In pregnant women there are physica and psychological changes and even the emergence of complaints in the body. Discomfort that is considered trivial can endanger the safety of the mother and baby's soul. This can be prevented by doing prenatal yoga, the advantage of which is to reduce physical complaints. This community service activity is carried out through direct counseling in the village of Gogodalem carried out in several stages, namely observing prenatal yoga training, licensing for village midwives, carrying out activities for pregnant women. Yoga is an ideal way to stay fit during pregnancy because almost any yoga pose can be easily modified to suit the needs of the pregnant woman and the abilities of the pregnant woman, yoga helps build muscle strength and flexibility, and teaches a pregnant woman to listen to her own body (Sun et al. al. 2010). This community service activity is carried out through direct counseling in Gogodalem Bringin Village. Participants in this activity totaled 7 pregnant women. All pregnant women do prenatal yoga well. Pregnant women can follow instructions from servants to do yoga exercises and can practice them at home.   Abstrak Pada ibu hamil terjadi perubahan fisik maupun psikologis dan bahkan timbulnya keluhan pada tubuhnya. Ketidaknyamanan yang dianggap sepele bisa membahayakan keselamatan jiwa ibu dan bayinya. Hal tersebut dapat dicegah dengan melakukan prenatal yoga, keuntungannya yaitu mengurangi keluhan- keluhan fisik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di desa Gogodalem dilaksanakan beberapa tahapan yaitu pengamatan pelatihan prenatal yoga, perizinan kepada bidan desa, pelaksanaan kegiatan pada ibu hamil. Yoga adalah cara yang ideal untuk tetap bugar selama kehamilan karena hampir semua pose yoga dapat dengan mudah dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan saat hamil serta kemampuan wanita saat hamil, yoga membantu membangun kekuatan otot dan fleksibilitas, dan mengajar wanita hamil untuk mendengarkan tubuhnya sendiri (Sun et al. 2010). Kegiatan Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung di Desa Gogodalem Bringin. Peserta dalam kegiatan ini   berjumlah   7 ibu Hamil. Semua ibu hamil melakukan prenatal yoga dengan baik. Ibu hamil dapa mengikuti instruksi dari pengabdin untuk melakukan senam yoga dan dapat mempraktikkannya saat dirumah.
Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Uci Nurmala; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reproductive health is very important for both men and women. Reproductive health is defined as complete physical, mental and social well-being, not merely free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system, its functions and processes. Meanwhile, adolescence or adolescence means growing towards maturity. The maturity referred to here is physical, social and psychological maturity. The problem is that there is still a lack of knowledge among teenagers or students regarding their reproductive health, lack of exposure to maintaining their reproductive health. So it is necessary to carry out this service activity. Because with this service it is hoped that it can communicate about reproductive health. The activity began with a pre-test assessment related to reproductive health, then health education was given to teenagers regarding reproductive health which was attended by 13 teenagers. The next activity was an evaluation with a post-test. From this activity, it was found that there was an increase in teenagers' knowledge after being given health education about reproductive health.   Abstrak Kesehatan reproduksi merupakan hal yang sangat penting untuk pria maupun wanita. Kesehatan reproduksi didefinisikan sebagai suatu kesejahteraan fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Sedangkan remaja atau adolescene adalah yang berarti tumbuh ke arah kematangan. Kematangan yang dimaksud disini adalah kematangan secara fisik, sosial dan psikologis.Permasalahan yakni masih kurangnya pengetahuan remaja atau peserta didik dalam mengetahui tentang kesehatan reproduksinya kurang paparan tentang menjaga kesehatan reproduksinya. Maka diperlukanlah kegiatan pengabdian ini dilaksanakan.Karena dengan adanya pengabdian ini diharapkan dapat mengkomunikasikan seputar kesehatan reproduksi. Kegiatan diawali dengan penilaian pre-test yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi kemudian pendidikan kesehatan yang diberikan kepada remaja mengenai kesehatan reproduksi  yang dihadiri 13 remaja, kegiatan selanjutnya adalah evaluasi dengan post-test. Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Ny.U Umur 35 Tahun di Klinik Istika Kabupaten Semarang Jawa Tengah Nurul Fadilah; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancies and family planning acceptors, midwives as administrators, such as managing community health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. In this study, the author used descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is selected based on certain goals to be achieved. This research starts from May 10, 2023 to October 29, 2023. The midwifery care provided to Mrs. U lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 4 visits for pregnancy, 2 times postpartum, 2 times for neonates, delivery and family planning were carried out at the hospital. To Mrs. U The pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications, although in TM 1 the mother complained of dizziness, TM III complained of leg cramps and vaginal discharge and Mrs. U was referred because of a history of previous vaginal delivery. The entire delivery process takes place with SC surgery. On the 7th day of postpartum midwifery care, the mother complained that little milk came out, so the author provided midwifery care by giving KIE oxytocin massage to facilitate breast milk production. In providing birth control maternity care, the mother was given counseling and decided to use MOW family planning at the hospital after SC surgery. Continuous midwifery care (continuity of care) then always applies midwifery management, maintains and improves competence in providing care according to midwifery service standards . Abstrak Asuhan Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purposive yag artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 10 Mei 2023 sampai dengan 29 Oktober 2023. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.U yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 4 kali, nifas 2 kali, neonatus 2 kali, persalinan dan KB dilakukan di RS. Pada Ny. U Proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada  TM 1 ibu mengeluh pusing, TM III  mengeluh kaki keram dan keputihan dan Ny.U dirujuk karena riwayat persalinan sebelumnya SC. Seluruh proses persalinan berlangsung dengan operasi SC. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke 7 ibu mengeluh ASI keluar sedikit, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan KIE pijat oksitosin untuk memperlancar ASI. Dalam memberikan asuhan kenidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan untuk menggunakan KB MOW di RS setelah operasi SC. Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny.R Umur 23 Tahun di Klinik Istika Kabupaten Semarang Jawa Tengah Linda, Prisma; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care), namely providing midwifery care from pregnancy, delivery, postpartum, neonate until the decision to use family planning. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods at the Istika Pringapus Clinic, Semarang Regency, Central Java and through home visits. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "R" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications even though in TM III the mother experienced edema in her right leg. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. On midwifery care during the postpartum period on day 7, the mother complained that breast milk was not flowing smoothly, so the author provided midwifery care by giving IEC Oxytocin Massage to facilitate breast milk flow. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use implant birth control at 42 days postpartum. Continuity of care was provided to Mrs. "R" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidananberkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Klinik Istika Pringapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”R” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”R” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III ibu mengalami odem pada kaki kanan. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke-7 ibu mengeluh ASI kurang lancar, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan KIE Pijat Oksitosin untuk memperlancar ASI. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Implan pada 42 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “R” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Akupresure Batuk Pilek pada Balita di Komplek Perumahan Bds 3 Balikpapan Ana Oktavia; Fatresia; Dian Ayu; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coughs and colds are an upper respiratory tract disorder that most often affects infants and children. Very young babies are very easily infected, transmission still occurs because someone who has a cold will often hold their nose because it itches or blow their nose. If you don't wash your hands immediately, it will become a source of infection. Methods that can be used to treat coughs and colds are pharmacological and non-pharmacological methods. Pharmacological treatment for coughs and colds uses chemical drugs. Non-pharmacological treatment of coughs and colds is safer to use because it does not involve side effects such as pharmacological drugs, because non-pharmacological therapy uses physiological processes, one of which uses acupressure. Acupressure is a type/method of traditional health care skills carried out through pressing techniques on the surface of the body at acupuncture points using tools using fingers, or other parts of the body, or tools with blunt ends, with the aim of health care. This activity aims to increase knowledge among mothers of toddlers about treating coughs and colds and applying acupressure techniques to treat coughs and colds. Counseling was given to mothers with 17 toddlers using lecture and practical methods. Participants fill out a pre-test questionnaire, then take part in counseling activities and fill out a post-test questionnaire for evaluation. The results of the activity showed that there was an increase in participants' knowledge about treating coughs and colds after providing health education about acupressure for coughs and colds in toddlers. Suggestions for participants to do acupressure as an alternative for treating coughs and colds in toddlers.   Abstrak Batuk pilek merupakan gangguan saluran pernafasan atas yang paling sering mengenai bayi dan anak. Bayi yang masih sangat muda akan sangat mudah tertular, penularan masih tetap terjadi karena seseorang yang pilek akan sering memegang hidungnya karena rasa gatal atau membuang ingusnya. Jika idak segera mencuci tangan   akan   menjadi   sumber penularan, metode yang dapat dilakukan untuk mengobati batuk pilek yaitu metode farmakologi dan non farmakologi. Pengobatan secara farmakologis untuk batuk pilek menggunakan obat-obatan kimia. Penanganan batuk pilek secara non farmakologi lebih aman digunakan karena tidak menggunakan efek samping seperti obat-obatan farmakologis, karena terapi non farmakologi menggunakan proses fisiologis, salah satunya menggunakan akupresur. Akupresur adalah salah satu jenis / cara perawatan Kesehatan tradisional ketrampilan yang dilakukan melalui Teknik penekanan dipermukaan tubuh pada titik-titik akupuntur dengan menggunakan alat bantu jari, atau bagian tubuh lain, atau alat bantu yang berujung tumpul, dengan tujuan untuk perawatan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kepada ibu-ibu yang mempunyai balita tentang penanganan batuk pilek dan penerapan teknik akupresur untuk mengatasi batuk pilek. Penyuluhan diberikan kepada ibu yang mempunyai balita berjumlah 17 orang dengan metode ceramah dan praktek. Partisipan mengisi kuesioner pre test, kemudian mengikuti kegiatan penyuluhan dan mengisi kuesioner post test untuk evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang penanganan batuk pilek setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan tentang akupresure batuk pilek pada balita. Saran bagi peserta untuk melakukan akupreseur sebagai salah satu alternatif penanganan batuk pilek pada balita.
Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia dan Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil di Dusun Bangun Rejo Nelly Anggriyani; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The target of the Sustainable Development Goals (SDGs) is to reduce the maternal mortality rate to 70 per 100,000 live births by 2030 and end preventable infant and under-five deaths by reducing the neonatal mortality rate to 12 per 1000 live births. Anemia is the main factor causing morbidity and mortality in pregnant women at risk of fetal growth inhibition so that babies are born with low birth weight (BBLR), bleeding at the time of delivery and can continue after delivery which can cause maternal and infant death.  Anemia can be cause by various things, including iron deficiency, vitamin B12 deficiency, folic acid deficiency, infectious diseases, congenital factors and bleeding. Especially for pregnant women, the need for additional iron during pregnancy is approximately 1000 mg, which is necessary for fetal growth, placenta and bleeding during childbirth that secretes an average of 250 mg of iron.  In addition, the need for iron in pregnant women increased by 25% compared to women who were not pregnant. These needs are very difficult to meet only from food. Therefore, blood added tablets (TTD) are needed to prevent and overcome iron nutrition anemia.  Frequent constraints are the adherence to taking TTD and understanding the benefits of TTD. The role  of health workers is expected to be able to provide an explanation  of the dangers of anemia to pregnant women and the fetuses they contain, and understand the benefits of TTD consumption. The implementation of activities was carried out at cadres house with the method of implementing the provision of Health Education on Anemia and Blood Added Tablets (TTD)  with the two way dicussion method  in presentingmaterial with an active participation approach. Data collection instruments in the form of pretest and posttest questionnaires.  It was found that there was an increase in knowledge in pregnant women after counseling. This counseling is expected to be a means of providing information which will later become an effort to prevent and overcome anemia. Abstrak Anemia merupakan  faktor  utama  penyebab  morbiditas  dan  mortalitas pada ibu hamil berisiko terhadap terjadinya hambatan pertumbuhan janin sehingga bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR), perdarahan pada saat persalinan dan dapat berlanjut setelah persalinan yang dapat menyebabkan kematian ibu dan bayinya.Anemia dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain defisiensi zat besi, defisiensi vitamin B12, defisiensi asam folat, penyakit infeksi, faktor bawaan dan perdarahan.Kebutuhan tambahan zat besi selama kehamilannya adalah lebih kurang 1000 mg, yang diperlukan untuk pertumbuhan janin, plasenta dan perdarahan saat persalinan yang mengeluarkan rata-rata 250 mg besi. Selain itu, kebutuhan zat besi pada wanita hamil meningkat 25% dibandingkan wanita yang tidak hamil. Kebutuhan tersebut sangat sulit dipenuhi hanya dari makanan saja. Oleh karena itu, diperlukan Tablet Tambah darah (TTD) untuk mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi. Kendala yang sering terjadi adalah kepatuhan minum TTD dan pemahaman manfaat TTD. Peran Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan penjelasan tentang bahaya anemia terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya, dan memahami manfaat konsumsi TTD. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di rumah kader dengan metode pelaksanaan pemberian Pendidikan Kesehatan tentang Anemia dan Tablet Tambah Darah (TTD) dengan metode two way dicussion dalam penyampaian materi dengan pendekatan partisipasi aktif. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner pretest dan posttest. Didapatkan ada peningkatan pengetahuan pada ibu hamil setelah dilakukan penyuluhan. Penyuluhan ini diharapkan menjadi sarana pemberian informasi yang nantinya menjadi upaya mencegah dan menanggulangi anemia.
Co-Authors Abda Abda Afriyani, Luvi Dian Ali Djamhuri Ana Oktavia Ana Zully Astuti Andi Fawiloy Andini Putri Angelina Chika Pury Putri Anggraeni Indri Hapsari Aprilia, Nia Ari Andayani Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Asti Puspita Azelia Dewianti Bunga Asmara Clarisa Martila Cantika Dewi Nuraini Suci Dewianti, Azelia Dian A, Luvi Dian Ayu Dian Cahya Putri Dian Cahya Putri Didik Tamtomo, Didik Dina Fitrianingtyas Eka Sularsih elviatun nisa, risha nur Eny Ruth Sinaga Erna Rahayu Eti Salafas Evitasari Evy Yuliastuti Fatresia Fhitriani, Insiyah Nur Fiktina Vifri Ismiriyam Fitria Prabandari Ginaya Dinda Putri Haerani Hanik Ekowati Hanis Permayanti Hapsari Windayanti Haryati Hasmawati Heldina Hutahaean Heni Setyowati Hidayanti, Nur Hidayati, Anis Inayatul Hidayah Indriani Kasih Sabwan Isfaizah Izzah, Lu’luul Fitrotul Kai Buti, Yovita Kumalasari, Kafita Kurniawati Tri Utami Lailatur Rohmah Lidia Arjulia Sari Linda, Prisma Lisjarwati Listyaningsih, Moneca Diah Lutfiyah, Elly Luvi Dian A Lu’luul Fitrotul Izzah Mafudiah, Lalita Mardhiyana, Dyna Margita Widi Esti Martinha Pinto Martiningsih Masruroh Masruroh . Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mei Wulansari Meisya Tiara Herlina MIFTAHUL JANNAH Moneca Diah Listiyani Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Mustain Mulyani Mulyani Muskhofah Oviyanti Nafi’ah Nelly Anggriyani Nia Aprilia Ninik Christiani Nova Harianti Nur Fadilah Nur Hidayanti Nurdiana Nurhayati Nurul Fadilah Priskila, Antika Purnamasari , Ita Putri Ayuni Sari Putri, Risma Aliviani Reni Mustikaningrum Renny Anjelina Retno Ginanjar Rifqi Roshifah Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinda Murtiningsih Rini Susanti Rizki, Milya Rizky Febria Suseno Rositasari, Ina Ruliana Isna Rosida Ryan Nabela Maharani Sabwan, Indriani Kasih Salma, Siti Samsi Rohmini Sari, Lidia Arjulia Sari, Putri Ayuni Shinta Lutfiani Shintya Putriningrum Sholikha Siswati Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Sofiyanti, Ida Sri Sutarti Sry Wahyuni Sulistiyani Syahrianti Tandean, Delvianti Thisna Damayanty Tina, Agus Titik Nor Hidayah Tyas Pujiana, Ratna Uci Nurmala Umi Sholehah Wahyu Hastuti Utami Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widyaningsih, Ari Wijayanti Wulandari, Retna Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yulianti Yulinda Yasa Putri Zahrotussalamah Zone Asia Alva Berty