Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Komprehensif : Penatalaksanan Emesis Gravidarum dengan Akupresur Titik P6 dan St 36 pada Ny. U Umur 21 Tahun di Puskesmas Krapyak Kidul Sholikha; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum is a condition of nausea that is sometimes accompanied by vomiting, although the frequency of vomiting does not exceed 5 times a day (Lestari, 2019). Nausea and vomiting (emesis gravidarum) are symptoms that often occur in 60-80% of primigravidas and 40-60% of multigravidas. Nausea usually occurs in the morning but can also appear at any time during the night. The feeling of nausea typically begins in the first weeks of pregnancy and ends in the fourth month. However, around 12% of pregnant women still experience it until 9 months (Farida, 2020). The purpose of this study is to provide midwifery care for Mrs. U, a 23-week pregnant woman with emesis gravidarum. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature studies. This research was conducted from May 2025 to October 2025. From the results of providing pregnancy care at 23 weeks of gestation, the mother experienced emesis gravidarum. Education was given to the mother regarding diet management for pregnant women with nausea and vomiting, which involves eating small amounts frequently and increasing water intake to keep the mother hydrated, in accordance with (Zuraidah et al., 2022). During the second visit at 28 weeks of gestation, the mother still complained of morning nausea or when exposed to strong odors, so she was taught acupressure massage techniques on points P6 and St36, in line with Sukanta (2008). At the third visit, at 32 weeks of gestation, the mother reported yellow fluid leaking from her breasts and mentioned that her baby was active. The care provided, according to Marmi (2015), explained normal physical changes in the breasts of a pregnant woman in the third trimester (starting from 28 weeks onward), including the secretion of colostrum which is liquid, clear, and thick, with a cream or yellowish-white color. During the telemedicine session on August 23, the mother complained of ear pain and stated that there were no signs of labor yet. The care provided included advising the mother to visit the health center directly for an examination regarding her ear pain and suggesting that she engage in light physical activity such as walking to help the baby move down to the pelvic area and stimulate contractions. Based on the results of the comprehensive midwifery care report for Mrs. U, a 21-year-old G1P0A0 at Krapyak Kidul Health Center, the researcher concluded the following: regarding pregnancy care, the mother complained of morning nausea, had an HB of 12 g/dL, and a MUAC of 22 cm. Comprehensive care was provided, recommending the mother eat small amounts frequently and use acupressure massage techniques on points P6 and St36. It is hoped that the client can apply the midwifery care that has been provided.   Abstrak Emesis gravidarum merupakan suatu kondisi mual yang kadang disertai muntah, tetapi frekuensi muntah tidak lebih dari 5 kali dalam sehari (Lestari, 2019). Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang sering terjadi pada 60-80% Primigravida dan 40-60% Multigravida. Mual biasanya terjadi pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat pada malam hari. Rasa mual biasanya dimulai pada minggu-minggu pertama kehamilan dan berakhir pada bulan keempat. Namun sekitar 12% ibu hamil masih mengalaminya hingga 9 bulan (Farida, 2020). Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny.U hamil 23 minggu dengan Emesis Gravidarum. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan pada usia kehamilan 23 minggu ibu mengalami emesis Gravidarum,  diberikan edukasi kepada ibu tentang diet Pengaturan pola makan untuk ibu hamil dengan mual muntah adalah dengan cara makan sedikit demi sedikit namun sering, serta perbanyak minum air putih agar ibu tetap terhidrasi sejalan dengan (Zuraidah et al., 2022). Kunjungan kedua pada usai kehamilan 28 minggu keluhan masih merasa mual di pagi hari atau ketika mencium bau menyengat sehingga mengajarkan ibu tehnik pijat akupresur pada titik P6 dan St36 sejalan dengan Sukanta (2008). Pada kunjungan ketiga usia kehamilan 32 minggu ibu mengatakan keluar air kuning mruntus dari payudara , Ibu mengatakan gerakan bayinya aktif, asuhan yang diberikan Sejalan dengan Marmi (2015) memberitahu perubahan fisik normal pada payudara ibu hamil trimester III(mulai dari 28 minggu ke atas) keluar prakolostrum yang cair, jernih dan kental berwarna krem atau putih kekuningan. Pada telemedicine tanggal 23 Agustus ibu mengeluh telinga sakit dan mengatakan belum ada tanda persalinan, asuhan yang diberikan Menganjurkan ibu untuk datang langsung ke puskesmas agar diperiksa berkaitan keluhan telinga sakit, Menyarankan ibu untuk melakukan aktivitas olahraga ringan seperti jalan kaki untuk membantu posisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.U umur 21 tahun G1P0A0 di Puskesmas Krapyak Kidul, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut asuhan kehamilan, ibu mengeluh mual pada pagi hari, HB 12 gr/dL, LILA 22 cm, diberikan asuhan komperhensif menyarankan ibu untuk makan sedikit sedikit tapi sering dan teknik pijat akupresur titik P6 dan St36. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan.
Penatalaksanaan Nyeri Persalinan dan Fasilitasi Penurunan Kepala Janin melalui Counterpressure dan Birthing Ball: Laporan Asuhan Kebidanan Persalinan Komprehensif pada Ny. S Umur 26 Tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya Lisjarwati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process often accompanied by significant pain, which, if not properly managed, can increase maternal stress and the risk of medical interventions. Non-pharmacological techniques, such as counterpressure and the use of a birthing ball, are complementary interventions aimed at stimulating endorphin release and utilizing gravity to accelerate fetal head descent. This study aims to provide comprehensive midwifery care for Mrs. S, focusing on labor pain management and facilitating fetal head descent through counterpressure and birthing ball methods. The research instrument utilized a descriptive approach, documented in the SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning) format. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, diagnostic tests, documentation, and literature reviews. The study was conducted from June 2025 to October 2025. Results showed that during the active phase of the first stage of labor, Mrs. S reported significant lower back pain. Following the intervention of counterpressure during contractions and vertical pelvic movements using a birthing ball, the patient felt more relaxed and comfortable. The total duration of the first stage of labor from 3 cm dilation to complete dilation was 5 hours. The infant was delivered spontaneously and healthy, without perineal lacerations; the fetal position descended effectively into the pelvic area and stimulated productive contractions. Based on the comprehensive midwifery care report for Mrs. S, a 26-year-old (G2P1A0) at the Tri Karya Clinic, the researcher concluded that the combination of counterpressure and birthing ball techniques is effective in reducing labor pain intensity (back labor) and accelerating the duration of the first stage of labor by optimizing pelvic diameter and utilizing gravity. Midwives are expected to implement these methods as a standard of "mother-friendly care" to enhance maternal comfort during the birthing process.   Abstrak Persalinan merupakan proses fisiologis yang sering disertai nyeri signifikan, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan stres pada ibu dan risiko intervensi medis. Teknik non-farmakologis seperti counterpressure dan penggunaan birthing ball merupakan intervensi komplementer yang bertujuan merangsang hormon endorfin dan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S dengan fokus pada penatalaksanaan nyeri persalinan dan fasilitasi penurunan kepala janin melalui metode counterpressure dan birthing ball. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pada fase aktif kala I, Ny. S melaporkan nyeri punggung bawah yang signifikan. Setelah diberikan intervensi counterpressure selama kontraksi dan penggunaan birthing ball dengan gerakan panggul vertikal, ibu merasa lebih rileks dan nyaman. Total durasi persalinan kala I dari pembukaan 3 cm hingga lengkap berlangsung selama 5 jam. Bayi lahir spontan, sehat, tanpa adanya robekan perineumposisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.S umur 26 tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut penerapan kombinasi teknik counterpressure dan birthing ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan (back labor) serta mempercepat durasi kala I melalui optimalisasi diameter panggul dan gravitasi. Bidan diharapkan dapat menerapkan metode ini sebagai standar asuhan sayang ibu untuk meningkatkan kenyamanan selama proses persalinan.
Penatalaksaan Hiperbillirubin pada Bayi Ny. S dengan Ibu HBSAG Positif di Puskesmas Tuntang Martiningsih; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Icterus or jaundice is a clinical symptom often found in neonates and infants. The condition might arise from physiological or pathological causes. Jaundice is a clinical manifestation signifying an elevated blood level of bilirubin (hyperbilirubinemia). Excessive increase in bilirubin is potentially toxic and might even lead to death. A good and directed clinical approach is very important to evaluate the need for further medical intervention. The purpose of this care is to provide midwifery care to Mrs. S with a positive HbSag mother, with a focus on the management of neonatal jaundice. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliographic studies. This research was conducted in July 2025 – October 2025. From the results of the Neonatal visit carried out, the results of the examination from the mother's subjective data said that the baby was born by C-section because the mother was resti, had been given Hb0 immunization and Hyperheb Immunization at the Hospital, currently the baby is lazy to drink, sucking is not strong, from the physical examination it was found that the skin color of the face, neck, chest, and extremities was yellow, from the results of the care given, namely education about danger signs in babies, support the mother to always only give breast milk to her baby, advise the mother to immediately check if there are danger signs that arise. On Telemedecine on September 15, 2025 with the doctor Pediatrician at A Hospital, Mrs. S was advised to be hospitalized for further treatment of jaundice (phototherapy).Based on the results of the comprehensive care report for Mrs. S at the Tuntang Community Health Center, the researcher concluded that jaundice can be prevented by providing breast milk as often as possible and by performing phototherapy, jaundice is reduced, the baby becomes active, and suckles more strongly.     Abstrak Ikterus atau jaundice sering dijumpai pada neonatus dan bayi. Ikterus dapat bersifat fisiologis atau patologis. Pada dasarnya, ikterus merupakan manifestasi klinis peningkatan kadar bilirubin dalam darah atau hiperbilirubinemia. Peningkatan bilirubin yang berlebihan berpotensi toksik dan dapat menyebabkan kematian. Pendekatan klinis yang baik dan terarah sangat penting untuk menentukan secara cepat dan tepat perlunya evaluasi dan intervensi medis lanjutan, Tujuan Asuhan ini untuk memberikan asuhan kebidanan pada By Ny S dengan ibu HbSag positif, dengan fokus pada penatalaksanaan Ikterik neonaturum, Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2025 – Oktober 2025. Dari hasil kunjungan Neonatal yang di lakukan ,di dapat hasil pemeriksaan dari data Subyektif ibu mengatakan bayi lahir secara SC karena ibu resti  ,sudah di berikan imunisasi Hb0 dan Imunisasi Hiperheb di Rs, saat ini bayi malas minum, menghisap kurang kuat, dari pemeriksaan fisik di dapatkan warna kulit muka,leher,dada,dan ektremitas kuning, dari hasil pemberian asuhan yang di berikan yaitu edukasi tentang tanda bahaya pada bayi, suport ibu untuk selalu memberikan Asi saja kepada bayinya, anjurkan ibu untuk segera kontrol bila ada tanda bahaya yang timbul. Pada Telemedecine tanngal 15 September 2025 dengan dokter spesialis Anak Rs A , Bayi ny S di sarankan rawat inap untuk tindakan lanjutan penangganan Ikterik (Fototherapi). Berdasarkan hasil laporan Asuhan Komprehensif pada By ny S di puskesmas Tuntang peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut ikterik dapat di cegah dengan di berikan Asi sesring mungkin dan di lakukan fototherapi ikterik berkurang ,bayi menjadi aktif,menetek lebih kuat.
Yoga untuk Mengurangi Dismenore Primer Muskhofah Oviyanti; Dyna Mardhiyana; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a dynamic developmental phase in a person's life. One biological sign of adolescence is the onset of menstruation, which begins between the ages of 10 and 16. Menstruation is a physiological process that occurs in all women. However, many women experience menstrual problems, including menstrual pain/dysmenorrhea. Menstrual pain/dysmenorrhea is a gynecological complaint caused by an imbalance of the hormone progesterone in the blood, resulting in pain. The purpose of this community service is to provide counseling and practice of youth yoga for adolescent girls to reduce the pain of dysmenorrhea. The activity, held on December 14, 2025, in Randumuktiwaren Village, Pekalongan Regency, involved 10 adolescent girls. This community service activity will be divided into three stages: planning, counseling and practical work, and evaluation. From the results of univariate analysis before being given counseling to 10 respondents, there were 8 respondents who had knowledge in the poor category, after counseling, the results of 10 respondents were 9 respondents who had knowledge in the good category and 1 respondent who had knowledge in the poor category, the results of the paired t test showed a significant increase in participant knowledge with a significance value of <0.000 and young women can apply yoga therapy movements to overcome primary dysmenorrhea. From the results obtained after counseling, there was an increase in respondents' knowledge of the material provided.   Abstrak Masa remaja adalah suatu fase perkembangan yang dinamis dalam kehidupan seseorang. Salah satu tanda keremajaan secara biologi yaitu mulainya remaja mengalami menstruasi yang dimulai antara usia 10 sampai 16 tahun. Menstruasi merupakan hal yang bersifat fisiologis yang terjadi pada setiap perempuan. Namun pada kenyataannya banyak perempuan yang mengalami masalah menstruasi, diantaranya nyeri haid/dismenore. Nyeri haid / dismenore adalah keluhan ginekologis akibat ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah sehingga mengakibatkan timbul rasa nyeri. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan dan praktik yoga remaja pada remaja putri  untuk mengurangi nyeri dismenorea. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Desember 2025 di Desa Randumuktiwaren Kabupaten Pekalongan, melibatkan 10 remaja perempuan Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dibagi menjadi 3 tahap kegiatan yang pertama perencanaan, kedua penyuluhan dan praktikum yang ketiga evaluasi. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan dan praktik yoga terhadap 10 responden terdapat 8 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari 10 responden sebanyak 9 responden memiliki pengetahuan kategori baik dan 1 responden memiliki pengetahuan kategori kurang, hasil paired t test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta dengan nilai signifikansi < 0,000 dan remaja putri dapat mengaplikasikan gerakan-gerakan terapi yoga untuk mengatasi dismenore primer. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan responden terhadap materi yang diberikan.
Empowering Mothers: Relatianship of Toddler Mother Class Participation on Maternal Knowledge of Toddler Nutrition in Karangjati Village Nadia Oktaviana; Vistra Veftisia; Yulia Nur Khayati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 9 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v9i1.4989

Abstract

The issue of toddler nutrition requires special attention based on the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the prevalence of malnutrition in toddlers in Indonesia increased to 17.1%. Meanwhile, the Semarang Regency Health Office in 2023 the number of toddlers with cases of malnutrition increased to 3,878 toddlers (6.6%). At the Bergas Community Health Center, there were 81 toddlers experiencing malnutrition. From the results of a preliminary study of 5 respondents, 3 mothers who actively participated in the class for mothers of toddlers, 2 mothers were able to explain all indicators of nutritional status. Where 1 other mother who also attended the class did not fully understand the indicators of nutritional status. the aim of the research is to find out  Meanwhile, the two mothers who did not attend the class showed varying results, where one of them only knew weight as an indicator and the other actually knew about nutritional status and how to monitor nutritional status. research purposes ti findRelationship Of Toddler Mother Class Participation On Maternal Knowledge Of Toddler Nutrition This study used a correlational analytical design. The population in this study was 582 respondents. The sample in this study was 85 respondents, determined using the Slovin formula approach with a 10% error rate. This determination was carried out to obtain a representative sample of the population. The sampling technique used was accidental sampling, and a questionnaire was used as the data collection tool. The analysis test used the chi-square test. Most respondents were not actively participating in the mother and toddler class, amounting to 43 respondents (50.6%). Most respondents had good knowledge, amounting to 54 respondents (63.5%). The results of the chi-square test with a degree of error of α = 0.05 obtained a p-value of 0.000 <α = 0.05. Conclusion: There is a relationship between mothers' participation in toddler mother classes and knowledge about toddler nutrition
Co-Authors Abda Abda Afriyani, Luvi Dian Afrokhiyah Ana Oktavia Ana Zully Astuti Andi Fawiloy Andini Putri Angelina Chika Pury Putri Anggraeni Indri Hapsari Anita Situmorang Aprilia, Nia Ari Andayani Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Asti Puspita Azelia Dewianti Bunga Asmara Clarisa Martila Cantika Desi Rinda Sari Dewi Nuraini Suci Dewianti, Azelia Dian A, Luvi Dian Ayu Dian Cahya Putri Dian Cahya Putri Dina Fitrianingtyas Dinawati Obed Dini Laxmiary Dwi Puspa Indah Dyna Mardhiyana Eka Sularsih elviatun nisa, risha nur Eny Ruth Sinaga Erna Rahayu Eti Salafas Evitasari Evy Yuliastuti Fatresia Fhitriani, Insiyah Nur Fiktina Vifri Ismiriyam Fitria Prabandari Ginaya Dinda Putri Haerani Hanik Ekowati Hanis Permayanti Hapsari Windayanti Haryati Hasmawati Heldina Hutahaean Heni Setyowati Hidayanti, Nur Hidayati, Anis Inayatul Hidayah Indriani Kasih Sabwan Isfaizah Izzah, Lu’luul Fitrotul Kai Buti, Yovita Kumalasari, Kafita Kurniawati Tri Utami Lailatur Rohmah Lidia Arjulia Sari Lisjarwati Listyaningsih, Moneca Diah Lutfiyah, Elly Luvi Dian A Lu’luul Fitrotul Izzah Mafudiah, Lalita Margita Widi Esti Martinha Pinto Martiningsih Masruroh Masruroh . Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mei Wulansari Meisya Tiara Herlina MIFTAHUL JANNAH Moneca Diah Listiyani Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Mustain Mulyani Mulyani Muskhofah Oviyanti Nadia Oktaviana Nafi’ah Nazdia Nelly Anggriyani Nia Aprilia Ninik Christiani Nova Harianti Nur Fadilah Nur Hidayanti Nurdiana Nurhayati Nurul Fadilah Priskila, Antika Prisma Linda Purnamasari , Ita Putri Ayuni Sari Putri, Risma Aliviani Reni Mustikaningrum Renny Anjelina Retno Ginanjar Rifqi Roshifah Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinda Murtiningsih Rini Susanti Rizki, Milya Rizky Febria Suseno Rositasari, Ina Ruliana Isna Rosida Rusdiya Handayani Sarah Ryan Nabela Maharani Sabwan, Indriani Kasih Salma, Siti Samsi Rohmini Sari, Lidia Arjulia Sari, Putri Ayuni Shinta Lutfiani Shintya Putriningrum Sholikha Siswati Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Sofiyanti, Ida Sri Sutarti Sry Wahyuni Sulistiyani Sus Meinar Ratrina Syahrianti Tandean, Delvianti Thisna Damayanty Tina, Agus Titik Nor Hidayah Tyas Pujiana, Ratna Uci Nurmala Umi Sholehah Wahyu Hastuti Utami Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widyaningsih, Ari Wijayanti Wulandari, Retna Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yulianti Yulinda Yasa Putri Zahrotussalamah Zone Asia Alva Berty