Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid di RT 009 Sungai Parit Sry Wahyuni; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problems experienced by adolescents related to menstruation are dysmenorrhea and premenstrual syndrome (PMS). Dysmenorrhea is the most common gynecological complaint among adult women and adolescents. This needs to be considered; if not, taking appropriate action will cause discomfort in daily physical activities. Ways to reduce dysmenorrhea can be done in 2 ways, namely pharmacological and non-pharmacological. Non-pharmacological therapy is known as a safer therapy than pharmacological therapy, which tends to have side effects that are later dangerous. Non-pharmacologically, it can be done with acupressure techniques. Therefore, health education is needed to increase knowledge about acupressure in adolescent girls. Community service activities were carried out on October 14-21, 2024, in Sungai Parit Village, Penajam District, Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan Province, which was attended by 15 adolescent girls. From the results of this community service activity, there was an increase in the knowledge of young women about how to reduce menstrual pain non-pharmacologically or without using drugs or herbal medicine but by doing massage or acupressure at certain points; this is very effective and gives good results, namely it can reduce menstrual pain in young women and can overcome menstrual pain when they experience menstrual pain in the future. It is hoped that young women can practice acupressure massage when experiencing menstrual pain independently at home.   Abstrak Masalah yang dirasakan remaja berkaitan dengan menstruasi adalah dismenore dan sindrom premenstruasi (PMS). Dismenore adalah keluhan ginekologis yang paling umum diantara wanita dewasa dan remaja. Hal ini perlu diperhatikan, apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Cara mengurangi disminore dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi dikenal sebagai terapi yang lebih aman dari pada terapi faramakologi yang cenderung memiliki efek samping yang nantinya membahayakan. Secara non farmakologi yang dapat dilakukan dengan teknik akupresur. Oleh karena itu diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang akupresure pada remaja putri. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 14-21 Oktober 2024 di Kelurahan Sungai Parit Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur yang dihadiri oleh 15 remaja putri. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan remaja putri tentang cara mengurangi nyeri haid secara non farmakologi atau tanpa menggunakan obat atau jamu tetapi dengan melakukan pemijatan atau akupresure pada titik-titik tertentu, hal ini sangat efektif dan memberikan hasil yang baik yaitu dapat mengurangi nyeri haid pada remaja putri dan dapat menanggulangi nyeri mestruasi ketika dikemudian hari mengalami nyeri menstruasi. Diharapkan remaja putri dapat mempraktikkan pijat akupresure saat mengalami nyeri haid secara mandiri di rumah., seorang ibu berusia 30 tahun. Pelaksanaan asuhan meliputi kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan pendekatan secara varney dan SOAP. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan kebidanan pada Ny. S sesuai dengan teori tanpa ditemukan kesenjangan. Kunjungan ANC dilakukan sebanyak 8 kali sesuai standar. Persalinan berjalan normal, dengan bayi lahir sehat dan penatalaksanaan sesuai 60 langkah APN. Masa nifas dan kunjungan bayi baru lahir berjalan lancar tanpa komplikasi. Pasien merencanakan penggunaan kontrasepsi minipil setelah berdiskusi dengan pasangan. Continuity of Care pada Ny. S telah diterapkan secara optimal. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif sesuai teori berkontribusi pada pencegahan komplikasi dan mendukung kesehatan ibu serta bayi. 
Penyuluhan MPASI Balita sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita Tentang MP ASI Fitria Prabandari; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first 1000 days of life are very important because growth and development at this age are very rapid, starting from conception in the mother's womb until the child is 2 years old. At this time, there is very rapid development both in terms of the child's physical and brain. The very rapid brain development at the age of under 2 years is called the critical period of development, and is the right time to recover, if there are developmental disorders. Growth and development screening for infants is recommended every month, children aged 12-24 months are recommended every 3 months, and children aged 24-72 months are recommended every 6 months. The needs of children over 6 months are no longer met by breast milk, so children must be given complementary foods. Complementary foods is additional food that can be given to babies after reaching the age of six months to the age of 24 months. The complementary foods given must meet the child's protein and micronutrient needs. Based on the provision of Complementary Foods for Breast Milk published by IDAI in 2018, IDAI recommends 4 requirements that must be met in providing complementary foods. This activity uses a counseling method for mothers who have babies and toddlers at Posyandu RT.3 RW. 8 Kebondowo Village, Banyubiru District, Semarang Regency on November 6, 2024. Attended by 15 mothers who have babies/toddlers, 2 pregnant women, as well as cadres, and local midwives. Counseling uses flipchart media, this activity uses pretests and posttests to measure the increase in knowledge of mothers of toddlers. The results of the post-test showed an increase in knowledge of mothers of toddlers after being given health education about complementary foods. The conclusion of this activity is an increase in knowledge of mothers of toddlers about providing complementary foods.   Abstrak Pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting karena pertumbuhan dan perkembangan pada usia ini sangat pesat, yaitu mulai dari pembuahan di dalam rahim ibu sampai anak berusia 2 tahun. Pada waktu ini terjadi perkebangan  yang  sangat  pesat  baik  dari  segi  fisik  maupun  otak  anak. Perkembangan  otak yang sangat  pesat  pada usia di bawah 2 tahun ini disebut periode kritis perkembangan, dan merupakan waktu yang tepat    untuk melakukan pemulihan, bila ada gangguan perkembangan. Skrining tumbuh kembang untuk bayi dianjurkan tiap bulan, anak usia 12-24 bulan dianjurkan tiap 3 bulan, dan anak usia 24-72 bulan dianjurkan tiap 6 bulan. Kebutuhan anak diatas 6 bulan sudah tidak tercukupi lagi dari ASI, sehingga anak harus diberikan  makanan  pendamping ASI (MPASI). MPASI  merupakan  makanan  tambahan  yang dapat diberikan kepada bayi setelah menginjak usia enam bulan hingga usia 24 bulan. MPASI yang diberikan harus memenuhi kebutuhan protein serta mikronutrien anak. Berdasarkan pemberian Makanan Pendaping ASI yang diterbitkan oleh IDAI tahun 2018, IDAI merekomendasikan 4 syarat yang harus dipenuhi dalam pemberian MPASI. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan kepada ibu yang memiliki bayi dan balita di  Posyandu  RT.3 RW. 8 Desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang  pada 6 November  2024. Dihadiri  oleh 15 orang  ibu  yang memiliki  bayi/balita, 2 orang ibu hamil, serta kader, dan bidan wilayah setempat. Penyuluhan menggunakan media lembar balik, kegiatan ini menggunakan pretest dan post test untuk mengukur adanya peningkatan pengetahuan ibu balita. Hasil post test menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu balita setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang MP ASI. Kesimpulan    dari    kegiatan    ini    adalah    meningkatnya pengetahuan ibu balita tentang pemberian MPASI.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “R” Usia 19 Tahun dengan Anemia Ringan Heldina Hutahaean; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality of mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. R starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in June-October 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found, namely at the first visit at 25 weeks 1 day of pregnancy, the mother said she often had headaches, was easily tired and lethargic, HB 10.3 g/dL, the care given was Fe tablets 1x1 and education on nutritional patterns. The third visit at 37 weeks 6 days of pregnancy, the mother complained of back pain, the care given was acupressure BL 23. During the labor process, the mother experienced uterine inertia, was referred to Asih Hospital, labor induction was performed and Mrs. T gave birth spontaneously pervaginally. At the second postpartum visit, Mrs. T complained of low breast milk production and was given oxytocin massage care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, Mrs. T was given HbO immunization, vitamin K, eye ointment and SHK. While in family planning care, Mrs. R used a 3-month injection. It is hoped that health workers will provide comprehensive care to pregnant women to improve the welfare of the mother and fetus.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. R secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu pada kunjungan pertama usia kehamilan 25 minggu 1 hari ibu mengatakan sering pusing, mudah Lelah dan lesu, HB 10,3 g/dL, asuhan yang diberikan tablet Fe 1x1 dan edukasi pola nutrisi. Kunjungan ketiga usia kehamilan 37 minggu 6 hari, ibu mengeluh nyeri punggung, asuhan yang dibeikan akupresure BL 23. Pada proses persalinan ibu mengalami inersia uteri dilakukan rujukan ke Rumash Sakit Asih, diilkukan induksi persalinan dan Ny. T melahirkan secara spontan pervaginam. Pada kunjungan nifas kedua, Ny. T mengeluh produksi asi sedikit dan diberikan asuhan pijat oksitosin. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny T diberikan imunisasi HbO, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. R menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan asuhan kepada ibu hamil secara komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “R” Usia 39 Tahun di Puskesmas Sepaku I dengan Anemia Ringan Fhitriani, Insiyah Nur; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, babies and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. The aim of this research is to provide midwifery care to Mrs. R comprehensively starting from pregnancy, maternity, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in August – November 2024. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely low back pain and was given prenatal yoga care and experienced anemia. During labor there were no problems, the mother was given care in accordance with the APN 60 steps. In postpartum care no problems were found. During the care of the newborn, everything was found to be within normal limits, and a SHK examination was carried out. Meanwhile, under KB care, Mrs. R decided to use a long-term contraceptive method, namely the IUD. Care has been provided comprehensively. There is no gap between theory and case in Comprehensive Midwifery Care for Mrs. R and By Mrs. R at Sepaku I Health Center.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. R secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-November 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri pinggang dan diberikan asuhan yoga prenatal dan mengalami anemia. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. R memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang yaitu IUD. Asuhan telah diberikan secara komprehensif. Tidak terdapat kesenjagan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny. R dan By. Ny. R di Puskesmas Sepaku I.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny”N.F” Umur 23 Tahun di UPTD Puskesmas Duren Lutfiyah, Elly; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CHD) is a condition in which the nutrients needed by the body are not fulfilled. So that pregnant women who suffer from SEZ have a risk due to an imbalance in nutritional intake between energy and protein, sudden maternal death in the perinatal period or the risk of giving birth to babies with low birth weight (LBW). Based on the data obtained at Puskesmas Duren in 2023, there were 41 cases of pregnant women with SEVERITY, so if not handled properly it will cause problems for pregnant women. So the author conducted midwifery care entitled ‘Midwifery Care in Continuity of Care (CoC) on Mrs. N.F aged 23 years G1P0A0 at UPTD Puskesmas Duren’. The method used is descriptive research method with case study. The research was conducted in Banyukuning Village, Bandungan District, Semarang Regency. The subjects in this study were pregnant women Mrs N.F Age 23 Years G1P0A0. The instrument used was the SOAP method. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation. The results of midwifery care are in pregnancy midwifery care in Mrs N.F subjective data at the first and second visits there were no complaints. On the third visit there were complaints of frequent urination. The problem that arises in the case of Mrs N.F during pregnancy is at visit 3, namely frequent urination so that the needs that arise are IEC on the causes of frequent urination in pregnant women TM 3 and moral support. Potential diagnoses and identification of immediate treatment are not found. The management given to Mrs S's pregnancy care is appropriate. Midwifery care for delivery in Mrs. N.F aged 23 years was carried out by SC at Bina Kasih Ambarawa Hospital. The baby was born at 13.00 WIB with male gender. Postpartum midwifery care in Mrs N.F has not met the standard, which has only been carried out 3 times. The first visit was on 3 August 2024, the second visit was on 21 March 2024 via VIA WA and the third visit was on 25 August 2024. During the visit there were no complications found in Mrs N.F. In midwifery care By. Mrs N.F is given by assessing the focus data, namely subjective data and objective data, determining assessment, carrying out management including planning, implementation and evaluation. So that there is no gap between theory and practice. During the newborn period, visits were not carried out according to the standard, namely only 3 visits. It is hoped that the results of this case study can be used as a reference to add insight and knowledge about midwifery care in pregnant women, maternity, puerperium, newborns and neonates which are carried out continuously.   Abstrak Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan kondisi yang disebabkan sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Sehingga ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, kematian ibu mendadak pada masaperinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat bayi lahir rendah (BBLR). Berdasarkan data yang di dapatkan di Puskesmas Duren tahun 2023 yaitu terdapat kasus ibu hamil dengan KEK sejumlah 41 orang sehingga apabila jika tidak dilakukan penanganan dengan baik maka akan menyebabkan masalah bagi ibu hamil. Sehingga penulis melakukan asuhan kebidanan yang berjudul “Asuhan Kebidanan Secara Continuity Of Care (CoC) Pada Ny. N.F umur 23 tahun G1P0A0 di UPTD Puskesmas Duren”. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif dengan studi penelaahan kasus (Case Study). Tempat penelitian dilakukan di Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kab.Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu hamil Pada Ny. N.F Umur 23 Tahun G1P0A0. Instrumen yang digunakan adalah metode SOAP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil  asuhan kebidanan adalah pada asuhan kebidanan kehamilan pada Ny. N.F data subjektif pada kunjungan pertama dan kedua tidak ada keluhan. Pada kunjungan ketiga terdapat keluhan sering kencing. Pada data objektif didapatkan Hasil  Hb 11. Masalah yang muncul pada kasus Ny. N.F saat hamil terdapat pada kunjungan 3 yaitu sering kencing sehingga kebutuhan yang muncul adalah KIE penyebab sering kencing pada ibu hamil TM 3 dan dukungan moril. Diagnosa potensial dan identifikasi penanganan segera tidak ditemukan. Penatalaksanaan yang diberikan pada asuhan kehamilan Ny.S sudah sesuai. Asuhan kebidanan persalinan pada Ny. N.F umur 23 tahun dilakukan dengan SC di RS Bina Kasih Ambarawa. Bayi lahir pukul 13.00 WIB dengan jenis kelamin laki laki. Asuhan kebidanan nifas pada Ny. N.F belum memenuhi dengan standar yaitu baru dilakukan sebanyak 3 kali. Kunjungan pertama pada tanggal 3 Agustus 2024, kunjungan kedua pada tanggal 21 maret 2024 melalui VIA WA dan kunjungan ketiga pada tanggal 25 Agustus 2024 . Selama kunjungan dilakukan tidak ditemukan komplikasi – komplikasi yang ada pada Ny. N.F. Pada asuhan kebidanan By. Ny. N.F diberikan dengan melakukan pengkajian data fokus yaitu data subjektif dan data objektif, menentukan assesment, melakukan penatalaksanaan meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sehingga tidak didapatkan kesenjangan antara teori dan praktik. Selama masa bayi baru lahir dilakukan kunjungan belum sesuai standar yaitu kunjungan hanya 3 kali. Diharapkan hasil  studi kasus ini dapat digunakan sebagai referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan neonatus yang dilakukan secara berkesinambungan.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. N Usia 22 Tahun G1P0A0 di Desa Jatirunggo Pringapus Dewianti, Azelia; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiologic condition that can threaten the safety of the life of the mother and baby and can even cause death. One effort that can be made is to implement a comprehensive midwifery care mode to optimize the detection of high risk maternal neonates. The aim of Comprehensive Midwifery Care (CoC) for Mrs N is to provide midwifery care for pregnant women, giving birth, postpartum, BBL and family planning for Mrs N G1P0A0 The method used in this comprehensive care case study research for pregnant, maternity, newborn and postpartum women is a descriptive method. The type of descriptive research used was case study. The sample in this study was a pregnant woman in the second trimester, 27 weeks gestation, G1P0A0. Research time 20 June 2024 - 25 October 2024 in the Jatirunggu Village area RT 04/RW03. The research instrument uses the SOAP documentation method. Collection of subjective data on Mrs. Assessment of Mrs. So that no gaps were found. Management of comprehensive midwifery care was carried out in accordance with Mrs. N's needs so that no gaps were found between theory and cases. Documentation of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with SOAP managementThe still high maternal and infant mortality rate means that Continuity of Care (COC)-based midwifery care is needed, starting from pregnant women, giving birth, postpartum, neonates and family planning. Midwifery services should be provided from preconception, early pregnancy, during all trimesters, labor and delivery through the first six weeks postpartum Research methods. The methods used in continuous care for Mrs.  N starting from pregnancy care, maternity, postpartum, newborn care and family planning is a descriptive method. The type of final assignment report used is a case study. Within June – September 2024. Collection technique using interviews and observation. Research result Collection of subjective data on Mrs. The assessment of Mrs. N's objective data starting from pregnancy, childbirth, newborns, neonates and the postpartum period has been carried out, there is no gap between theory and cases. Analysis of the data obtained is in accordance with the care provided so that it can be used as a diagnostic enforcer. So no gaps were found. Management of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with Mrs. N's needs so that there are no gaps between theory and cases. Documentation of comprehensive midwifery care has been carried out in accordance with SOAP management   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisioligis yang dapat mengancam keselamatan jiwa ibu dan bayi bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakuan dengan menerapkan mode asuha kebidanan komprehensif untuk mengoptimalkan deteksi resiko tinggi maternal neonatal. Tujuan Asuhan Kebidanan Komperhensif (CoC) pada Ny N untuk melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil,bersalin,nifas,BBL dan KB pada Ny N G1P0A0 Metode yang digunakan pada penelitian studi kasus asuhan komperhensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitian diskiptif yang digunakan adalah penelaah kasus (Case Study) sampel pada penelitian ini yaitu seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 27 minggu, G1P0A0. Waktu penelitian 20  Juni 2024 - 25 Oktober 2024 di wilayah Desa Jatirunggu  RT 04/RW03. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentassi SOAP. Pengumpulan data subjektif Ny.N mulai dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas telah dilaksanakan dan tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus. Pengkajian data objektif Ny.N mulai dari hamil, bersalin, bayi baru lahir, neonatus dan masa nifas telah dilaksanakan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus.Analisa data yang didapatkan sesuai dengan asuhan yang diberikan sehingga bisa dijadikan sebagai penegak diagnosa. Sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan.Penatalaksanaan asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan Ny.N sehingga tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus. Pendokumentasian asuhan kebidanan komprehensif telah dilaksanakan sesuai dengan manajemen SOAP
Prenatal Yoga untuk Mengurangi Ketidaknyamanan Nyeri Punggung Ibu pada Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Haryati; Hanik Ekowati; Sri Sutarti; Dina Fitrianingtyas; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

by pregnant women in the second and third trimesters. The main causes are changes in posture, weight gain, and hormonal shifts. Prenatal yoga is recognized as an effective method to alleviate back pain while improving the physical and mental health of pregnant women. This article describes a community service program conducted in Nyemoh Village, Bringin District, Semarang Regency, aimed at enhancing pregnant women's knowledge about the benefits of prenatal yoga and their skills in practicing yoga to reduce back pain. The program involved 18 pregnant women and included counseling, yoga practice, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Results showed an increase in the average knowledge score from 9.8 to 17.08. The program is recommended to be continued with improved collaboration and accessibility to educational media. Abstrak Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester II dan III. Penyebab utamanya adalah perubahan postur tubuh, peningkatan berat badan, dan perubahan hormonal. Prenatal yoga dikenal sebagai salah satu metode efektif untuk mengurangi nyeri punggung sekaligus meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat prenatal yoga dan keterampilan praktik yoga untuk mengurangi nyeri punggung. Kegiatan melibatkan 18 ibu hamil, dilakukan melalui penyuluhan, praktik yoga, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 9,8 menjadi 17,08. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan peningkatan kolaborasi dan aksesibilitas media edukasi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “S” Usia 34 Tahun dengan Ketuban Pecah Dini Hidayati, Anis; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure the health status of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, infants and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study is to provide comprehensive and continuous midwifery care to Mrs. S starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collects data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This study was conducted in July-October 2024. From the results of the provision of pregnancy care, problems were found at the third visit at 38 weeks 5 days of pregnancy, the mother complained of back pain, the care provided was pregnancy exercise with the gymball method. During the labor process, the mother experienced premature rupture of membranes, was referred to Panglima Sebaya Hospital, labor induction was performed and Mrs. S gave birth spontaneously pervaginam. During the second postpartum visit, Mrs. S complained of irregular breast milk production and was given Hypnobreastfeeding care. In newborn care, everything was found to be within normal limits, Mrs. S was given HB0 immunization, vitamin K, eye ointment and SHK. While in family planning care, Mrs. S used a 3-month injection. It is hoped that health workers will provide comprehensive care to pregnant women to improve the welfare of the mother and fetus.   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. S secara komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2024. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah pada kunjungan ketiga pada usia kehamilan 38 minggu 5 hari, ibu mengeluh nyeri punggung, asuhan yang diberikan yaitu senam hamil dengan metode gymball. Pada proses persalinan ibu mengalami ketuban pecah dini dilakukan rujukan ke Rumah Sakit Panglima Sebaya, dilakukan induksi persalinan dan Ny. S melahirkan secara spontan pervaginam. Pada kunjungan nifas kedua, Ny. S mengeluh produksi asi tidak lancar dan diberikan asuhan Hypnobreastfeeding. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, By Ny S diberikan imunisasi HB0, vitamin K, salep mata dan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. S menggunakan KB suntik 3 bulan. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan asuhan kepada ibu hamil secara komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “W” Usia 25 Tahun dengan Anemia Ringan Siti Hardi Yanti Cahyati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care is the provision of midwifery care starting from pregnancy, delivery, postpartum, neonate to deciding to use birth control. This aims as an effort to assist, monitor, and detect the possibility of complications accompanying the mother and baby from pregnancy until the mother uses birth control. Midwifery care methods at Sebakung Jaya Health Center through home visits by providing counseling according to the mother's needs. Midwifery care given to Mrs. W lasted from the period of pregnancy, delivery of the puerperium, neonates, to family planning with the frequency of pregnant visits 3 times, childbirth 1 time, puerperium 4 times, neonates 3 times and family planning 1 time. In Mrs.W, the pregnancy process experienced mild anemia due to disturbances in nutritional patterns and complaints of back pain. The management given during pregnancy is to provide counseling about anemia, danger signs of anemia in TM III pregnancy, nutrition IEC, IEC on how to take Fe tablets, increase Fe doses and re-support examinations and IEC on how to overcome back pain by reducing heavy lifting and reducing activity. The labor process was normal and management was carried out according to 60 APN steps. On the 3rd day postpartum midwifery care, the mother complained of low milk output so the breeder provided oxytocin massage care to the mother. In providing obstetric care for birth control, the mother has been given counseling and has decided to use prosgestin pills at 30 days postpartum. Continuity of care that has been carried out on Mrs. W during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn and family planning. It is expected that the midwifery profession in providing continuous midwifery care (Continuity Of Care) will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care in accordance with midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) yaitu pemberian asuhan kebidanan mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu, memantau, dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai dengan ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di Puskesmas Sebakung Jaya melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai dengan kebutuhan ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. W berlangsung dari masa kehamilan, bersalin nifas, neonatus, sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 3 kali serta KB sebanyak 1 kali. Pada Ny.W proses kehamilan mengalami anemia ringan diakibatkan karena ganggu pola nutrisi dan keluhan sakit pinggang. Penatalaksanaan yang diberikan pada masa kehamilan yaitu memberikan konseling tentang anemia, tanda bahaya anemia di kehamilan TM III, KIE nutrisi, KIE cara mengkonsumsi tablet Fe, menaikkan dosis Fe dan pemeriksaan penunjang ulang serta KIE cara mengatasi sakit pinggang yaitu dengan mengurangi angkat berat dan mengurangi aktifitas. Pada proses persalinan berjalan normal dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke-3 ibu mengeluhkan pengeluaran ASI sedikit sehingga penulia memberikan asuhan pijat oksitosin pada ibu. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan telah memutuskan untuk menggunakan KB pil prosgestin pada 30 hari postpartum. Asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) yang telah dilakukan pada Ny. W saat hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (Continuity Of Care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuhan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan.
Persepsi Ibu Hamil Tentang Kelas Ibu Hamil Di Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta Evitasari; Veftisia, Vistra
Midwifery Science Care Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Midwifery Science Care Journal
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63520/mscj.v1i1.246

Abstract

Latar belakang : Kelas Ibu Hamil bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kelahiran. Namun pada masa Pandemi Covid-19 pelaksanaan kelas ibu hamil mengalami penurunan Salah satu penyebab penurunan pelaksanaan kelas ibu hami adalah karena persepsi ibu hamil. Pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Jetis II, Bantul Yogyakarta dilakukan secara offline dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi ibu hamil terhadap kelas ibu hamil di Puskesmas Jetis II, Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Metode : Jenis penelitian Deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah populasi sebanyak 60 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental sampling dengan instrument penelitian kuesioner. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian :Persepsi ibu hamil terhadap kelas ibu hamil kategori perceived suscebtibilty sebagian besar yaitu persepsi positif sebanyak 44 reponden (73.3%) , kategori perceived severity sebagian besar persepsi positif sebanyak 45 responden (75%), kategori perceived benefit sebagian besar persepsi positif sebanyak 44 responden ( 73.3%), perceived barrier sebagian besar persepsi positif sebanyak 35 responden ( 53.3%), kategori cues to action sebagian besar persepsi positif sebanyak 39 responden ( 65%) dan persepsi ibu hamil terhadap kelas ibu hamil sebesar secara umum sebagian besar persepsi positif sebanyak 34 responden (56.7%). Kesimpulan : Persepsi ibu hamil terhadap kelas ibu hamil di masa pandemic covid-19 di Puskesmas Jetis II yaitu sebagian besar persepsi positif sebanyak 34 responden (56.7%).
Co-Authors Abda Abda Afriyani, Luvi Dian Ali Djamhuri Ana Oktavia Ana Zully Astuti Andi Fawiloy Andini Putri Angelina Chika Pury Putri Anggraeni Indri Hapsari Aprilia, Nia Ari Andayani Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Asti Puspita Azelia Dewianti Bunga Asmara Clarisa Martila Cantika Dewi Nuraini Suci Dewianti, Azelia Dian A, Luvi Dian Ayu Dian Cahya Putri Dian Cahya Putri Didik Tamtomo, Didik Dina Fitrianingtyas Eka Sularsih elviatun nisa, risha nur Eny Ruth Sinaga Erna Rahayu Eti Salafas Evitasari Evy Yuliastuti Fatresia Fhitriani, Insiyah Nur Fiktina Vifri Ismiriyam Fitria Prabandari Ginaya Dinda Putri Haerani Hanik Ekowati Hanis Permayanti Hapsari Windayanti Haryati Hasmawati Heldina Hutahaean Heni Setyowati Hidayanti, Nur Hidayati, Anis Inayatul Hidayah Indriani Kasih Sabwan Isfaizah Izzah, Lu’luul Fitrotul Kai Buti, Yovita Kumalasari, Kafita Kurniawati Tri Utami Lailatur Rohmah Lidia Arjulia Sari Linda, Prisma Lisjarwati Listyaningsih, Moneca Diah Lutfiyah, Elly Luvi Dian A Lu’luul Fitrotul Izzah Mafudiah, Lalita Mardhiyana, Dyna Margita Widi Esti Martinha Pinto Martiningsih Masruroh Masruroh . Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mei Wulansari Meisya Tiara Herlina MIFTAHUL JANNAH Moneca Diah Listiyani Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Mustain Mulyani Mulyani Muskhofah Oviyanti Nafi’ah Nelly Anggriyani Nia Aprilia Ninik Christiani Nova Harianti Nur Fadilah Nur Hidayanti Nurdiana Nurhayati Nurul Fadilah Priskila, Antika Purnamasari , Ita Putri Ayuni Sari Putri, Risma Aliviani Reni Mustikaningrum Renny Anjelina Retno Ginanjar Rifqi Roshifah Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinda Murtiningsih Rini Susanti Rizki, Milya Rizky Febria Suseno Rositasari, Ina Ruliana Isna Rosida Ryan Nabela Maharani Sabwan, Indriani Kasih Salma, Siti Samsi Rohmini Sari, Lidia Arjulia Sari, Putri Ayuni Shinta Lutfiani Shintya Putriningrum Sholikha Siswati Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Sofiyanti, Ida Sri Sutarti Sry Wahyuni Sulistiyani Syahrianti Tandean, Delvianti Thisna Damayanty Tina, Agus Titik Nor Hidayah Tyas Pujiana, Ratna Uci Nurmala Umi Sholehah Wahyu Hastuti Utami Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widyaningsih, Ari Wijayanti Wulandari, Retna Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yulianti Yulinda Yasa Putri Zahrotussalamah Zone Asia Alva Berty