Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “D” Usia 26 Tahun di Puskesmas Kusuma Bangsa dengan Anemia Ringan Mei Wulansari; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one indicator to measure the level of health of a country. Early detection efforts to overcome morbidity and mortality for mothers, babies and toddlers can be carried out by implementing continuous care or Continuity of Care (CoC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, up to family planning. The aim of this research is to provide midwifery care to Mrs. D comprehensively starting from pregnancy, maternity, postpartum, neonates and family planning. The type of descriptive research used is a case study. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in SOAP form. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. This research was conducted in October 2024 – April 2025. From the results of providing pregnancy care, a problem was found, namely that the mother experienced discomfort in the third trimester of pregnancy, namely low back pain and was given prenatal yoga care and experienced anemia. During labor there were no problems, the mother was given care in accordance with the APN 60 steps. In postpartum care no problems were found. During the care of the newborn, everything was found to be within normal limits, and a SHK examination was carried out. Meanwhile, under KB care, Mrs. D decided to use the Mini Pill contraceptive method.             Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. D secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2024 –April 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri pinggang dan diberikan asuhan yoga prenatal dan mengalami anemia. Selama persalinan tidak ada masalah, ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah Pada asuhan nifas tidak ditemukan masalah. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. D memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi Mini Pil.
Pengaruh Senam Prental Yoga terhadap Penurunan Kecemasan Ibu Hamil Trimester III di PMB Fatmah Baradja Kumalasari, Kafita; Yeni Susanti; Angelina Chika Pury Putri; Lailatur Rohmah; Vistra Veftisia; Risma Aliviani Putri; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A woman's life includes an important phase: pregnancy, which requires special attention to both physical and mental health in order to positively impact the wellbeing of both the mother and the fetus. Psychological issues such as anxiety and stress are also commonly encountered among pregnant women in many countries. These discomforts not only affect the mother's well-being, but can also have an impact on fetal development and the childbirth process. Prenatal yoga has proven to be an effective approach to reducing physical and psychological symptoms during pregnancy.   Abstrak Kehidupan seorang wanita terdapat fase penting yaitu kehamilan yang memerlukan perhatian khusus terhadap kesehatan fisik dan mental sehingga dapat mempengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Keluhan psikologis seperti kecemasan dan stress juga sering ditemui pada ibu hamil, di berbagai negara. Ketidaknyamanan ini tidak hanya mempengaruhi kesejahteraan ibu, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan janin dan proses persalinan. Praktik prenatal yoga terbukti menjadi pendekatan efektif mengurangi gejala fisik dan psikologis selama kehamilan (Miller & Thompson, 2023). Tujuan : Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema prenatal yoga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan ketidaknyamanan fisik dan kecemasan psikologis pada ibu hamil. Pengabdian  ini dilakukan di TPMB Fatmah Baradja  pada hari Minggu tanggal 08 Juni 2025 pukul 08.00-10.00 sebanyak 8 ibu hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema prenatal yoga memberikan dampak positif terhadap pengurangan ketidaknyamanan fisik dan kecemasan psikologis pada ibu hamil. Dengan hasil yang menjanjikan, kegiatan ini dapat diintegrasikan sebagai salah satu alternatif intervensi untuk mendukung kesehatan ibu hamil. Dari kegiatan ini ibu hamil TM III dapat menerapkan prenatal yoga secara mandiri dirumah, sehingga ibu dapat mengontrol kecemasan dalam diri ibu.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan De Pengaruh Pendidikan Kesehatan dengan Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS): The Influence of Health Education on Adolescent Knowledge About Sexually Transmitted Infections (STI) Asti Puspita; Veftisia, Vistra
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.562 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v6i1.2196

Abstract

Adolescent Sexually Transmitted Infections in 2018 in Semarang City, namely 1,233 people, this high number is due to the lack of knowledge of adolescents about sexually transmitted infections. Efforts are made to increase this knowledge by providing health education to adolescents. Al Ashor Vocational School was chosen as the research location because it is one of the schools in Central Java Province that has never conducted counseling related to education and knowledge of sexually transmitted infections (STI). Knowing the effect of health education on Sexually Transmitted Infections at Al Ashor Vocational High School, Gunung Pati District, Semarang City. This type of research is a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The population of this study were grades 10 and 11 of 126 respondents and a sample of 20 respondents, the sampling technique was purposive random sampling, the data collection tool used a questionnaire, the analysis test used a paired t test. The results showed that there was an increase in the average pretest and posttest scores from 21.70 to 26.70 with a difference in the average value of 5.00 and indicated by a p-value of 0.000 <0.05, so Ho was rejected. There is the influence of health education on adolescent knowledge about sexually transmitted infections at Al Ashor Vocational High School, Gunung Pati District, Semarang City.   Abstrak Infeksi Menular Seksual remaja pada tahun 2018 di Kota Semarang yaitu 1.233 jiwa, tingginya angka tersebut karena kurangnya pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja. SMK Al Ashor dipilih sebagai tempat penelitian karena merupakan salah satu sekolah di Provinsi Jawa Tengah yang  belum pernah melaksanakan  pengadakan menyuluhan terkait dengan pendidikan dan pengetahuan infeksi menular seksual (IMS). Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang Infeksi Menular Seksual Di SMK Al Ashor Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Jenis penilitian ini adalah quasi eksperimental dengan desain one grup pretest-posttest. Populasi penelitian ini adalah kelas 10 dan 11 sebanyak 126 responden dan sampel sebanyak 20 responden, teknik pengambilan sampel dengan purposive random sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, uji analisis menggunakan paired t test. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata pretest dan posttest dari 21,70 menjadi 26,70 dengan selisih nilai rata-rata 5,00 dan ditunjukan dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang infeksi menular seksual di SMK Al Ashor Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang.
Studi Deskriptif Interaksi Ibu dalam Pengasuhan Balita : Descriptive Study of Maternal Interaction in Raising Toddlers Veftisia, Vistra; Yulia Nur Khayati; Moneca Diah Listiyani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 6 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijm.v6i2.2626

Abstract

The quality of a child's future is determined by optimal development and growth of the child, so that detection, stimulation and intervention for various causes of growth and development are carried out from an early age. Parents are expected to be able to prepare optimal child development as a whole so that children will have good adaptability in their environment, including the ability to overcome problems, self-regulate, organize their thoughts and behave well. The stimulation that parents provide must also refer to the child's development stage, of course by paying attention to individual differences and based on interactions in the environment around the child, the main principle of parenting in the child's development process that parents need to carry out, namely building good communication with the child. Parental knowledge will determine parental behavior in providing stimulation. This research aims to determine the description of maternal knowledge, interaction between mother and child and parenting behavior in child development. The method in this research is quantitative descriptive with a cross sectional design. The population in this study is mothers who have toddlers aged 0-36 months in Candirejo sub-district with a sample size of 40 respondents. The instrument used was the MABISC questionnaire. The results of this research are that the level of mother's knowledge about toddler development is good, mother and child interaction is good and parenting behavior is good. Abstrak Kualitas masa depan anak ditentukan oleh perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal, Sehingga deteksi, stimulasi dan intervensi berbagai penyimpanan pertumbuhan dan perkembangan dilakukan sejak dini. Orangtua diharapkan dapat mempersiapkan perkembangan anak yang optimal secara menyeluruh sehingga anak akan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di lingkungannya, diantaranya kemampuan dalam mengatasi masalah, regulasi diri, menata pikiran, dan berperilaku dengan baik. Stimulasi yang orangtua berikan juga harus mengacu pada tahap perkembangan anak, tentunya dengan memerhatikan perbedaan individu dan berbasis interaksi pada lingkungan sekitar anak, prinsip pokok pengasuhan dalam proses perkembangan anak yang perlu orangtua lakukan, yaitu membangun komunikasi yang baik dengan anak. Pengetahuan orang tua akan menentukan perilaku orang tua dalam memberikan stimulasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan ibu, interaksi ibu dan anak serta perilaku pengasuhan perkembangan anak. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitattif dengan desain cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 0-36 bulan di kelurahan Candirejo dengan jumlah sampel 40 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MABISC. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat Pengetahuan Ibu tentang perkembangan Balita baik, Interaksi Ibu Dan Anak baik dan Perilaku Pengasuhan Anak baik
Peran Keikutsertaan Ibu dalam Kelas Ibu Balita terhadap Pengetahuan dan Sikap Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA): The Role of Mothers' Participation in Mother and Toddler Classes on Knowledge and Attitudes of Infant and Child Feeding (PMBA) Zahrotussalamah; Veftisia, Vistra; Khayati, Yulia Nur
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.604

Abstract

Nutritional problems among children under five remain a global health concern. Data from (UNICEF dkk., 2023) show that 12.33% of under-five children worldwide are undernourished. In Indonesia, the 2023 Indonesia Health Survey reported a prevalence of 12.9%, with 5.42% in Central Java Province and 6.6% in Semarang Regency (Central Java Health Office & BPS Semarang, 2023). At the subdistrict level, 1.8% of children in Bergas were found to be undernourished (Bergas Public Health Center, 2024). One of the main contributing factors is suboptimal Infant and Young Child Feeding (IYCF), influenced by limited maternal knowledge and negative attitudes. To address this, the government launched the mother and toddler class program to improve mothers’ knowledge and attitudes toward IYCF. However, in Karangjati Village, participation in the program remains low, which correlates with poor knowledge and negative attitudes. Preliminary data from five mothers with children aged 6–24 months showed that two (40%) who actively participated in the class had good knowledge and positive attitudes, while three (60%) who were less active demonstrated the opposite. This study aimed to examine the relationship between maternal participation in the class and their knowledge and attitudes toward IYCF. Using a correlational analytic design with a cross-sectional approach, the study involved 78 mothers selected through the Slovin formula and purposive sampling, with 72 meeting the inclusion criteria of participating in the program between July and December 2024. Data were collected via questionnaires and analyzed using the chi-square test. Results showed that 73.6% of mothers were not active in the class, 48.6% had good knowledge, and 43.1% had neutral attitudes. There was a significant relationship between participation and both knowledge (p = 0.044) and attitudes (p = 0.005), indicating that higher participation contributes to improved maternal knowledge and attitudes in IYCF practices. ABSTRAK Masalah gizi pada balita masih menjadi perhatian global yang mendalam, berdasarkan data UNICEF dkk. (2023) yang mencatat 12,33 % balita di dunia mengalami gizi kurang. Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan prevalensi gizi kurang sebesar 12,9 % di Indonesia, dengan angka di Provinsi Jawa Tengah mencapai 5,42 % dan Kabupaten Semarang 6,6 % (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah & Badan Pusat Statistik Kabupaten Semarang 2023). Pada tingkat kecamatan, 1,8 % balita di Kecamatan Bergas dilaporkan mengalami gizi kurang (Puskesmas Bergas, 2024). Hal tersebut dipengaruhi oleh masalah Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal dikarenakan kurangnya pengetahuan dan sikap ibu yang negative menjadi salah satu penyebab utama. Upaya pemerintah untuk memperbaiki kondisi tersebut diwujudkan melalui program kelas ibu balita yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam PMBA, tetapi pelaksanaannya di Desa Karangjati masih menunjukkan partisipasi ibu yang rendah, sehingga pengetahuan ibu tetap kurang dan sikap cenderung negatif. Dari lima ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan, terdapat dua orang (40 %) aktif mengikuti kelas, menunjukkan pengetahuan baik serta sikap positif dalam PMBA, sedangkan tiga orang (60 %) yang tidak aktif memiliki pengetahuan kurang dan sikap negative dalam PMBA. Kondisi ini mendorong penelitian mengenai hubungan keikutsertaan ibu pada kelas ibu balita dengan pengetahuan dan sikap ibu dalam PMBA. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu ibu yang memilik balita usia 6-24 bulan sejumlah 356 ibu dan sampel 78 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin, kemudian dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi, yaitu ibu yang menjadi sasaran kelas pada Juli-Desember 2024, sehingga terkumpul 72 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji chi‑square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden tidak aktif mengikuti kelas ibu balita (73,6%), sebanyak 48,6% memiliki pengetahuan yang baik, dan 43,1% menunjukkan sikap netral dalam PMBA. Uji statistik membuktikan keikutsertaan ibu berkorelasi signifikan dengan pengetahuan (p = 0,044) maupun sikap (p = 0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa keikutsertaan aktif pada kelas ibu balita berkontribusi terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak.
Studi Kasus: Efektivitas Posisi Knee-Chest (Sujud) dalam Upaya Koreksi Malpresentasi Bokong pada Kehamilan Nurhayati; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breech malpresentation is associated with a high rate of fetal morbidity and mortality. One of the efforts to manage breech malpresentation is the knee-chest position. This study employed a descriptive case study method involving a single subject, Mrs. H, G1P0A0, with breech malpresentation. The study was conducted on June 15, 2025, at Ngadirejo Public Health Center. The results showed a correction of the fetal position to cephalic presentation after 3 sessions per day of applying the knee-chest position. In conclusion, the knee-chest position intervention was proven to be effective in correcting breech malpresentation in Mrs. H, G1P0A0, thereby providing optimal pregnancy outcomes and successfully preventing complications during labor.   Abstrak Kejadian malpresentasi bokong mempunyai angka morbiditas dan mortalitas janin yang tinggi. Upaya untuk mengatasi malpresentasi bokong antara lain dengan Knee Chest. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif (case study) pada satu subjek yaitu Ny. H, G1P0A0 dengan malpresentasi bokong. Studi ini dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2025 di Puskesmas Ngadirejo. Hasil menunjukkan terjadinya koreksi posisi janin menjadi presentasi sefalik setelah 3 kali sesi/hari penerapan Posisi Knee-Chest. Kesimpulan menunjukkan bahwa intervensi Posisi Knee-Chest terbukti efektif dalam mengoreksi malpresentasi bokong pada Ny.H G1P0A0, sehingga  memberikan luaran kehamilan yang optimal dan berhasil mencegah komplikasi saat persalinan.
Peran Pijat Oksitosin dalam Optimalisasi Produksi ASI: Laporan Asuhan Kebidanan Nifas Komprehensif di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan Thisna Damayanty; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwifery care is a crucial part of maternal and child health care, especially for mothers who have just given birth. The postpartum period extends from a few hours after the placenta is delivered to 6 weeks or 42 days. Insufficient breast milk production can lead to insufficient supply to the baby. Decreased breast milk production in the first few days after delivery can be caused by insufficient stimulation of the hormones prolactin and oxytocin. Therefore, midwifery care for postpartum mothers, including oxytocin massage, is essential. The method used is descriptive. The report is a case study, involving a postpartum mother at Dr. H. Jusuf SK Tarakan Regional Hospital. Results obtained during comprehensive care revealed the patient complained of insufficient breast milk production. Midwives provide implementation of midwifery care by administering oxytocin massage. The conclusion is that comprehensive midwifery care has been provided starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, newborns so that mothers avoid complications and are able to provide smooth breastfeeding to their babies after being given oxytocin massage.   Abstrak Masalah utama yang dihadapi ibu nifas adalah penurunan/ketidakcukupan produksi ASI akibat kurangnya stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis, seperti Pijat Oksitosin. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis efektivitas penerapan Pijat Oksitosin dalam upaya peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu nifas di RSUD Dr. H Jusuf SK Tarakan. Intervensi Pijat Oksitosin diberikan selama tiga hari dua kali sehari dengan durasi 15 menit.  Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi Pijat Oksitosin, terjadi peningkatan signifikan pada produksi ASI ibu. Kesimpulan: Pijat Oksitosin terbukti efektif.
Optimalisasi Peran Edukasi dalam Menurunkan Risiko Anemia pada Remaja di SMK N 1 Tengaran Afriyani, Luvi Dian; Vistra Veftisia; Heni Setyowati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4726

Abstract

Nutritional problems among adolescents are issues that require serious attention because they significantly affect adolescents’ growth and productivity as students. Through education on anemia prevention, it is expected that adolescents can avoid anemia, thereby improving their immunity and productivity. In relation to this problem, the community service program conducted at SMK N 1 Tengaran provides a solution by implementing educational activities on anemia prevention among adolescents. The aim of this activity is to increase students’ knowledge regarding anemia prevention. This community service activity was carried out using a health education approach, targeting 88 female students of class XI. The education was delivered using an active learning method with presentation slide media. Evaluation of students’ knowledge was conducted using a questionnaire. The results of this community service activity showed an increase in students’ knowledge, where the percentage of students with good knowledge rose from 78.41% before the education to 95.45% after the education. Education effectively improves adolescents’ knowledge so that anemia risk factors can be prevented   ABSTRAK Masalah gizi pada remaja menjadi salah satu masalah yang membutuhkan perhatian karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas remaja sebagai pelajar. Melalui edukasi tentang pencegahan anemia diharapkan remaja dapat terhindar dari anemia sehingga dapat meningkatkan imunitas dan produktivitas. Berkaitan dengan masalah tersebut, program pengabdian kepada masyarakat khususnya di  SMK N 1 Tengaran   memberikan  solusi dengan melakukan kegiatan edukasi tentang pencegahan anemia pada remaja . Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukasi kesehatan dengan sasaran adalah siswa putri kelas X1 sejumlah 88 siswi. Edukasi dilakukan dengan metode active learning dengan menggunakan media slide presentasi. Evaluasi terhadap pengetahuan siswa dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan meningkatnya pengetahuan siswa dimana sebelum dilakukan edukasi pengetahuan  siswa dengan kategori baik sejumlah 77,27% meningkat menjadi 95,45 % setelah dilakukan edukasi. Edukasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja sehingga faktor resiko anemia dapat dicegah.
Asuhan Kebidanan Komprehensif : Penatalaksanan Emesis Gravidarum dengan Akupresur Titik P6 dan St 36 pada Ny. U Umur 21 Tahun di Puskesmas Krapyak Kidul Sholikha; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum is a condition of nausea that is sometimes accompanied by vomiting, although the frequency of vomiting does not exceed 5 times a day (Lestari, 2019). Nausea and vomiting (emesis gravidarum) are symptoms that often occur in 60-80% of primigravidas and 40-60% of multigravidas. Nausea usually occurs in the morning but can also appear at any time during the night. The feeling of nausea typically begins in the first weeks of pregnancy and ends in the fourth month. However, around 12% of pregnant women still experience it until 9 months (Farida, 2020). The purpose of this study is to provide midwifery care for Mrs. U, a 23-week pregnant woman with emesis gravidarum. The research instrument uses a descriptive approach method and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature studies. This research was conducted from May 2025 to October 2025. From the results of providing pregnancy care at 23 weeks of gestation, the mother experienced emesis gravidarum. Education was given to the mother regarding diet management for pregnant women with nausea and vomiting, which involves eating small amounts frequently and increasing water intake to keep the mother hydrated, in accordance with (Zuraidah et al., 2022). During the second visit at 28 weeks of gestation, the mother still complained of morning nausea or when exposed to strong odors, so she was taught acupressure massage techniques on points P6 and St36, in line with Sukanta (2008). At the third visit, at 32 weeks of gestation, the mother reported yellow fluid leaking from her breasts and mentioned that her baby was active. The care provided, according to Marmi (2015), explained normal physical changes in the breasts of a pregnant woman in the third trimester (starting from 28 weeks onward), including the secretion of colostrum which is liquid, clear, and thick, with a cream or yellowish-white color. During the telemedicine session on August 23, the mother complained of ear pain and stated that there were no signs of labor yet. The care provided included advising the mother to visit the health center directly for an examination regarding her ear pain and suggesting that she engage in light physical activity such as walking to help the baby move down to the pelvic area and stimulate contractions. Based on the results of the comprehensive midwifery care report for Mrs. U, a 21-year-old G1P0A0 at Krapyak Kidul Health Center, the researcher concluded the following: regarding pregnancy care, the mother complained of morning nausea, had an HB of 12 g/dL, and a MUAC of 22 cm. Comprehensive care was provided, recommending the mother eat small amounts frequently and use acupressure massage techniques on points P6 and St36. It is hoped that the client can apply the midwifery care that has been provided.   Abstrak Emesis gravidarum merupakan suatu kondisi mual yang kadang disertai muntah, tetapi frekuensi muntah tidak lebih dari 5 kali dalam sehari (Lestari, 2019). Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang sering terjadi pada 60-80% Primigravida dan 40-60% Multigravida. Mual biasanya terjadi pada pagi hari tetapi dapat pula timbul setiap saat pada malam hari. Rasa mual biasanya dimulai pada minggu-minggu pertama kehamilan dan berakhir pada bulan keempat. Namun sekitar 12% ibu hamil masih mengalaminya hingga 9 bulan (Farida, 2020). Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny.U hamil 23 minggu dengan Emesis Gravidarum. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan pada usia kehamilan 23 minggu ibu mengalami emesis Gravidarum,  diberikan edukasi kepada ibu tentang diet Pengaturan pola makan untuk ibu hamil dengan mual muntah adalah dengan cara makan sedikit demi sedikit namun sering, serta perbanyak minum air putih agar ibu tetap terhidrasi sejalan dengan (Zuraidah et al., 2022). Kunjungan kedua pada usai kehamilan 28 minggu keluhan masih merasa mual di pagi hari atau ketika mencium bau menyengat sehingga mengajarkan ibu tehnik pijat akupresur pada titik P6 dan St36 sejalan dengan Sukanta (2008). Pada kunjungan ketiga usia kehamilan 32 minggu ibu mengatakan keluar air kuning mruntus dari payudara , Ibu mengatakan gerakan bayinya aktif, asuhan yang diberikan Sejalan dengan Marmi (2015) memberitahu perubahan fisik normal pada payudara ibu hamil trimester III(mulai dari 28 minggu ke atas) keluar prakolostrum yang cair, jernih dan kental berwarna krem atau putih kekuningan. Pada telemedicine tanggal 23 Agustus ibu mengeluh telinga sakit dan mengatakan belum ada tanda persalinan, asuhan yang diberikan Menganjurkan ibu untuk datang langsung ke puskesmas agar diperiksa berkaitan keluhan telinga sakit, Menyarankan ibu untuk melakukan aktivitas olahraga ringan seperti jalan kaki untuk membantu posisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.U umur 21 tahun G1P0A0 di Puskesmas Krapyak Kidul, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut asuhan kehamilan, ibu mengeluh mual pada pagi hari, HB 12 gr/dL, LILA 22 cm, diberikan asuhan komperhensif menyarankan ibu untuk makan sedikit sedikit tapi sering dan teknik pijat akupresur titik P6 dan St36. Diharapkan klien dapat mengaplikasikan asuhan kebidanan yang telah diberikan.
Penatalaksanaan Nyeri Persalinan dan Fasilitasi Penurunan Kepala Janin melalui Counterpressure dan Birthing Ball: Laporan Asuhan Kebidanan Persalinan Komprehensif pada Ny. S Umur 26 Tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya Lisjarwati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process often accompanied by significant pain, which, if not properly managed, can increase maternal stress and the risk of medical interventions. Non-pharmacological techniques, such as counterpressure and the use of a birthing ball, are complementary interventions aimed at stimulating endorphin release and utilizing gravity to accelerate fetal head descent. This study aims to provide comprehensive midwifery care for Mrs. S, focusing on labor pain management and facilitating fetal head descent through counterpressure and birthing ball methods. The research instrument utilized a descriptive approach, documented in the SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning) format. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, diagnostic tests, documentation, and literature reviews. The study was conducted from June 2025 to October 2025. Results showed that during the active phase of the first stage of labor, Mrs. S reported significant lower back pain. Following the intervention of counterpressure during contractions and vertical pelvic movements using a birthing ball, the patient felt more relaxed and comfortable. The total duration of the first stage of labor from 3 cm dilation to complete dilation was 5 hours. The infant was delivered spontaneously and healthy, without perineal lacerations; the fetal position descended effectively into the pelvic area and stimulated productive contractions. Based on the comprehensive midwifery care report for Mrs. S, a 26-year-old (G2P1A0) at the Tri Karya Clinic, the researcher concluded that the combination of counterpressure and birthing ball techniques is effective in reducing labor pain intensity (back labor) and accelerating the duration of the first stage of labor by optimizing pelvic diameter and utilizing gravity. Midwives are expected to implement these methods as a standard of "mother-friendly care" to enhance maternal comfort during the birthing process.   Abstrak Persalinan merupakan proses fisiologis yang sering disertai nyeri signifikan, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan stres pada ibu dan risiko intervensi medis. Teknik non-farmakologis seperti counterpressure dan penggunaan birthing ball merupakan intervensi komplementer yang bertujuan merangsang hormon endorfin dan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S dengan fokus pada penatalaksanaan nyeri persalinan dan fasilitasi penurunan kepala janin melalui metode counterpressure dan birthing ball. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pada fase aktif kala I, Ny. S melaporkan nyeri punggung bawah yang signifikan. Setelah diberikan intervensi counterpressure selama kontraksi dan penggunaan birthing ball dengan gerakan panggul vertikal, ibu merasa lebih rileks dan nyaman. Total durasi persalinan kala I dari pembukaan 3 cm hingga lengkap berlangsung selama 5 jam. Bayi lahir spontan, sehat, tanpa adanya robekan perineumposisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.S umur 26 tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut penerapan kombinasi teknik counterpressure dan birthing ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan (back labor) serta mempercepat durasi kala I melalui optimalisasi diameter panggul dan gravitasi. Bidan diharapkan dapat menerapkan metode ini sebagai standar asuhan sayang ibu untuk meningkatkan kenyamanan selama proses persalinan.
Co-Authors Abda Abda Afriyani, Luvi Dian Ali Djamhuri Ana Oktavia Ana Zully Astuti Andi Fawiloy Andini Putri Angelina Chika Pury Putri Anggraeni Indri Hapsari Aprilia, Nia Ari Andayani Ari Widayaningsih Ari Widyaningsih Asti Puspita Azelia Dewianti Bunga Asmara Clarisa Martila Cantika Dewi Nuraini Suci Dewianti, Azelia Dian A, Luvi Dian Ayu Dian Cahya Putri Dian Cahya Putri Didik Tamtomo, Didik Dina Fitrianingtyas Eka Sularsih elviatun nisa, risha nur Eny Ruth Sinaga Erna Rahayu Eti Salafas Evitasari Evy Yuliastuti Fatresia Fhitriani, Insiyah Nur Fiktina Vifri Ismiriyam Fitria Prabandari Ginaya Dinda Putri Haerani Hanik Ekowati Hanis Permayanti Hapsari Windayanti Haryati Hasmawati Heldina Hutahaean Heni Setyowati Hidayanti, Nur Hidayati, Anis Inayatul Hidayah Indriani Kasih Sabwan Isfaizah Izzah, Lu’luul Fitrotul Kai Buti, Yovita Kumalasari, Kafita Kurniawati Tri Utami Lailatur Rohmah Lidia Arjulia Sari Linda, Prisma Lisjarwati Listyaningsih, Moneca Diah Lutfiyah, Elly Luvi Dian A Lu’luul Fitrotul Izzah Mafudiah, Lalita Mardhiyana, Dyna Margita Widi Esti Martinha Pinto Martiningsih Masruroh Masruroh . Maya Kurnia Dewi Maya Kurnia Dewi, Maya Kurnia Mei Wulansari Meisya Tiara Herlina MIFTAHUL JANNAH Moneca Diah Listiyani Moneca Diah Listiyaningsih Muhammad Mustain Mulyani Mulyani Muskhofah Oviyanti Nafi’ah Nelly Anggriyani Nia Aprilia Ninik Christiani Nova Harianti Nur Fadilah Nur Hidayanti Nurdiana Nurhayati Nurul Fadilah Priskila, Antika Purnamasari , Ita Putri Ayuni Sari Putri, Risma Aliviani Reni Mustikaningrum Renny Anjelina Retno Ginanjar Rifqi Roshifah Rinawati Rinawati Rinawati Rinawati Rinda Murtiningsih Rini Susanti Rizki, Milya Rizky Febria Suseno Rositasari, Ina Ruliana Isna Rosida Ryan Nabela Maharani Sabwan, Indriani Kasih Salma, Siti Samsi Rohmini Sari, Lidia Arjulia Sari, Putri Ayuni Shinta Lutfiani Shintya Putriningrum Sholikha Siswati Siswati Siti Hardi Yanti Cahyati Sofiyanti, Ida Sri Sutarti Sry Wahyuni Sulistiyani Syahrianti Tandean, Delvianti Thisna Damayanty Tina, Agus Titik Nor Hidayah Tyas Pujiana, Ratna Uci Nurmala Umi Sholehah Wahyu Hastuti Utami Wahyu Kristiningrum Wening Dwijayanti Widyaningsih, Ari Wijayanti Wulandari, Retna Yeni Susanti Yulia Nur Khayati Yulianti Yulinda Yasa Putri Zahrotussalamah Zone Asia Alva Berty