Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Kemampuan Membuat Bros Dari Kaitan Renda Melalui Teknik Modelling Bagi Anak Tunagrahita Ringan Femi Noviza Putri; Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.219 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi teknik yang digunakan guru selama ini dalam pembelajaran keterampilan belum mencapai hasil yang optimal. Anak tunagrahita ringan kelas VII/C SLB Bakti Padang dalam keterampilan merenda tidak mampu bros dari kaitan renda yang menyebabkan kesulitan bagi guru menentukan teknik yang tepat dan sesuai dengan kemampuan anak.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengetahui peningkatan kemampuan anak tunagrahita dalam membuat bros dari kaitan renda dengan menggunakan teknik modelling. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan dalam bentuk kolaborasi dengan guru kelas. Subjek penelitian yaitu dua orang anak tunagrahita ringan kelas VII/C SLB Bakti Padang.Data dapat diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes, kemudian dianalisis secara teknik kualitatif dan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Siklus I dilaksanakan sebanyak tujuh kali pertemuan. Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh anak diakhir siklus, anak P memperoleh nilai akhir 42,5%, sedangkan anak F memperoleh nilai akhir 30%. Pada siklus II dilaksanakan sebanyak tujuh kali pertemuan. Pada siklus II anak mengalami peningkatan dimana pada akhir pertemuan anak P mendapatkan nilai akhir 65%, sedangkan anak F mendapatkan nilai akhir 55%. Dari hasil penyajian dan analisis data dapat dibuktikan bahwa teknik modelling  dapat meningkatkan kemampuan membuat bros dari kaitan renda. Dengan demikian, dapat disarankan kepada guru dan peneliti selanjutnya untuk dapat menggunakan teknik modelling dalam meningkatkan kemampuan pengembangan diri bagi anak yang mengalami kemampuan dibawah rata-rata.
Meningkatkan Keterampilan Membuat Kacang Kulit Asin Melalui Metode Explicit Instruction Bagi Anak Tunagrahita Ringan Kelas X di SLB Al-Azhar Bukittinggi Dyah Laras Sarira; Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1115560.64

Abstract

In this study, discussing the problems found in SLB Al-Azhar Bukittinggi, the researchers found that there were two class X mild mentally retarded students who had the ability to make salted shell nuts. However, during the lesson, the teacher only used the lecture method when making salted peanut shells. Efforts that can be done for this is to teach to make salted peanut shells using an explicit instruction method. The aim of this study was to see the improvement process in making salted shell nuts. The type of research used is classroom action research. Making salted peanut shells using an explicit instruction method provides more opportunities for children to more easily remind each of the manufacturing processes. By doing it step by step, making it easier to understand. The explicit instruction method can improve the skills of making salted skin peanuts for mild mentally retarded children in class X at SLB Al-Azhar Bukittinggi
Model Explicit Intruction Dalam Meningkatkan Keterampilan Vokasional Membuat Tempat Permen Dari Pita Kawat Bagi Anak Tunarungu Wulan Sari Ningsih; Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keterampilan vokasional membuat tempat permen dari pita kawat bagi anak tunarungu. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen. Tujuannya adalah untuk membuktikan model explicit intruction efektif digunakan dalam meningkatkan keterampilan vokasional membuat tempat permen dari pita kawat bagi anak tunarungu. Penelitian ini terdiri atas preteest, treatmen, serta postest. Kemudian digarap dan dibedakan memakai ujii Wilcoxon Rank Tast. Dari hasil penelitian data diperoleh rata-rata pada saat pretest yaitu 47,80 sedangkan untuk posttest terdapat peningkatan yakni menjadi 76,80. Data diolah lebih ilmiah menggunakan uji wilcoxon diperolah nilai rank tast antara pretest dan posttest 2,060 dengan Asymp. Sig (2-tailed) 0,039. Probabilitas yang telah ditetapkan α = 0,05. Hipotesis alternatif diterima karena probabilitas < dari probabilitas yang telah ditetapkan yakni 0,039< 0,05. Jadi terbukti bahwa penggunaan model explicit intruction dalam meningkatkan keterampilan vokasional membuat tempat permen dari pita kawat bagi anak hambatan pendengaran menjadi meningkat.
Upaya Guru dalam Pengembangan Bakat Olahraga Catur pada Anak Tunanetra di SLB Cendana Rumbai Laras Ayuningtiyas; Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/juppekhu1111420.64

Abstract

The study aims to describe the teacher's efforts in developing the talent for the sport become an achievement for the blind child focused on the teacher's efforts, the obstacle faced, the way the teacher tackles the challenges faced in the development of a chess talent. To better describe the teacher's efforts, researchers use a qualitative descriptive approach. Data collection techniques using observation, interviews, and documentary studies. The results of the study revealed that teachers' efforts in developing chess talent by viewing opportunities and potential as a way of identifying children. Teachers, in turn, practice extracurricular activities by the talent development team and supplement the infrastructure system of blind chess boards. Teachers provide motivation, attention, reward, cooperation with a professional trainer, build good communication with parents and assist with child training and compete so that the blind child maximize the talents in chess that are in a national level.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS III DI SLB SABILUNA PARIAMAN Desni Humaira; Fatmawati Fatmawati; Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.212 KB) | DOI: 10.24036/jupe7660.64

Abstract

This research is motivated by the problems that researchers found in a field that in class III C SLB Sabiluna Pariaman. The researchers looked at in the process of Indonesian learning the teacher to experience difficulty in presenting matter to students mental retardation because student situation that different in one class. Based on these then the problems that are examined in research is: (1) How is the implementation of the Indonesian learning for students mental retardation in SLB Sabiluna Pariaman? (2) What are the obstacles encountered, (3) How do teacher for overcome the obstacles. The method used is the qualitative descriptive. The research subject is teacher class and mental retardation class III.
Effectivity of Snakes and Ladders Media to Upgrade to the Summation in Children Learning Difficulties Mutia Julaiha; Zulmiyetri Zulmiyetri
EDUTEC : Journal of Education And Technology Vol 2 No 2 (2019): March 2019
Publisher : STAI Miftahul Ula Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study discusses the problems found at SD N 04 Pasar Ambacang Kota Padang namely in a child who has difficulty in learning who is 13 years old who has difficulty besides skills. The purpose of this study is to reveal whether effective ladder snake media as a medium that can improve the summing ability of children with learning difficulties. The method used by researchers in this study is single-subject research (SSR) with A-B-A design. Measure and collect data on the first baseline condition (A1) continuously for 5 five observations. Intervening using snake ladder media (B) was carried out for 8 observations. Give a second baseline condition (A2) for 4 observations. Data collection techniques 0f research data is to provide tests and study documentation. Based on the results of data analysis under conditions that show an increase in the ability to add positive secera. Overlap of data at baseline (A1) intervention (B) is 40% and overlap of data at baseline (A2) and intervention is 12.5%. Based on the results of the analysis of these data shows that the snake ladder media can improve the summing ability of children with learning difficulties.
Metoda Maternal Reflektif (MMR) untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Lisan Anak Tunarungu Zulmiyetri Zulmiyetri
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 5, No 2 (2017): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.029 KB) | DOI: 10.29210/117500

Abstract

Kemampuan berbahasa lisan anak tunarungu sering mengalami gangguan dalam kelas IV yang berjumlah 4 orang. Hasil penelitian pada siklus pertama dengan pengucapan dan berkomunikasi, sehingga anak lebih suka berbahasa isyarat daripada berbahasa secara verbal. Hal ini disebabkan kosakata yang dimiliki anak tunarungu sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang peningkatan kemampuan berbahasa lisan anak tuna rungu dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif (MMR).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas, dengan berkolaborasi antara peneliti dan guru kelas. Penelitian ini dirancang melalui 1) perencanaan. 2) tindakan 3) Observasi dan 4) refleksi. Subjek peneltian ini terdiri dari siswa tunarungu menggunakan Metode Maternal Reflektif terhadap keempat anak tunarungu belum sepenuhnya berhasil dengan baik, hal ini disebabkan anak masih mengalami hambatan dalam berbahasa lisan. Sedangkan pada siklus kedua kemapuan  lisan pada anak tunarungu telah meningkat dengan baik. Karena pada siklus ini diberikan perlakuan secara individual, dengan menggunakan media yang menarik sehingga keempat anak tunarungu pada penelitian ini telah dapat berbahasa lisan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif secara individual dan penggunaan media yang menarik maka kemampuan berbahsa lisan anak tunarungu mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa lisan anak tunarungu dapat ditingkatkan dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif. Disarankan kepada guru-guru di SLB agar sering melatih anak berbahasa lisan dengan menggunakan Metode Maternal Reflektif untuk yang mengalami gangguan berbahasa lisan.
The Effect of Mingle Model to Improve Reading Skills for Students with Dyslexia in Primary School Irdamurni Irdamurni; Kasiyati Kasiyati; Zulmiyetri Zulmiyetri; Johandri Taufan
Journal of ICSAR Vol 2, No 2 (2018): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.197 KB) | DOI: 10.17977/um005v2i22018p167

Abstract

Dyslexia is a cognitive process failure in acquiring information when reading. Children normally have been able to read at the age of 6 or 7 while children with dyslexia might still struggle with reading even when they reach 12. This research was conducted by mingle model in order to improve reading skills for dyslexic students in primary grades. The subjects selected were 23 students with dyslexia in primary grades. The research used purposive sampling and the data collected by conducting the reading test to the students. Descriptive analysis was performed as the method and intervention technique employed was mingle model. The research was carried out continually in seven days. The assessment presented in pre-intervention and post-intervention (47% and 71% respectively) showed improvement in the average value in reading skills. Findings showed that mingle model had significantly improved dyslexic students’ reading skills in primary grades.
Guidelines For The Individual Education Plan In Special Schools and Inclusive Elementary Schools Megaiswari Megaiswari; Nurhastuti Nurhastuti; Zulmiyetri Zulmiyetri; Kasiyati Kasiyati
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 19, No 2 (2019): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.226 KB) | DOI: 10.24036/sb.0120

Abstract

Guru-guru Sekolah Luar Biasa dan  Sekolah Dasar penyelenggara pendidikan inklusi di Bukitinggi perlu memahami cara melakukan asesmen dan mengusun program pembelajaran individual bagi peserta didik berkebutuhan khusus sesuai dengan hasil asesmen. Sedangkan guru-guru tersebut dituntut untuk mampu dan terampil dalam menyusun program pembelajaran individual berdasarkan hasil asesmen agar perkembangan akademik maupun non akademik peserta didik berkebutuhan khusus berkembang dengan baik. Program PembeIajaran Individual merupakan uraian kegiatan-kegiatan dalam bidang pendidikan dalam rangka memenuhi kebutuhan khusus individu peserta didik dan menguraikan bentuk pelayanan pendidikan yang dirancang secara rinci untuk menemukan kebutuhan khusus dalam bidang pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, jadi disini terlihat ada upaya yang sengaja  dirancang untuk menutupi kelemahan yang dihadapi  peserta didik dalam proses pendidikan di sekolah. Hasil pantauan dan evaluasi yang dilakukan oleh tim pengabdian dapat di paparkan bahwa kegiatan pembelajaran indivdual telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan program pembelajaran invividual yang telah di latihkan. Sehingga semua guru sangat merasa puas dan senang dengan materi yang diperolehnya serta berterima kasih pada Tim pengabdian telah memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat untuk memberikan pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak dalam melaksanakan kegiatan proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Pada akhirnya guru telah mampu dan mahir dalam melakukan identifikasi, asesmen dan menyusun program pembelajaran berdasarkan hasil asesmen pada anak berkebutuhan khusus agar sesuai  program yang sudah dirancang sesuai dengan kemampuan anak berdasarkan asesmen .
Improving Reading Fluency Through Videoscribe For Student with Learning Disability Zulmiyetri Zulmiyetri; Kasiyati Kasiyati; Grahita Kusumastuti
International Journal of Research in Counseling and Education Vol 3, No 2 (2019): International Journal of Research in Counseling and Education
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.214 KB) | DOI: 10.24036/0056za0002

Abstract

This study aims to determine the effect of videoscribe for improving reading fluently ability for student with learning disability. This research uses single subject research (SSR) experiment, A-B-A design and data analysis technique using visual graph analysis. The subject of this research is student with learning disability. Target behavior in this study is the speed of reading fluently in short discourse text. Observations were conducted in three sessions. First is baseline session (A1), second, interventions through media videoscribe (B) and last session baseline (A2). Based on the results of research, we knew that the ability of children in reading fluently can be increased through videoscribe. At the baseline condition (A1), the reading fluently ability of the student increases from the duration of four point five minutes to four minutes. In intervention condition (B), the duration becomes shorter in one minute. At the baseline condition (A2) the duration becomes shorter, even without any intervention. Based on data analysis, it can be explained that direction tendency, stability tendency, data trending trend, and level change increase positively, and overlape percentage on inter-condition analysis is 0%. It can be concluded that the media videoscribe can improve reading fluently ability for student with learning disability.
Co-Authors Afnika, Selvia Afrianti, Nining Agusta, Rini Ahmad Efendi Aiyouti, Cahaya Sha'adah Ajeng, Rara Akila, Novia Ardana Almayeni, Meza Amani, Risca Ananda, Rizmalia Puja Andhayani Aprilliyanti Bestari Aprilla, Fani Mutiara Ardisal Ardisal Arisulmahdi, Arisulmahdi Armaini, Armaini Arnes, Gaby Asep Ahmad Sopandi Asep Ahmad Sopandi Asnah, Megaiswari Biran Astaningsih, Dwi Aulia, Intan Bakti, Indra Biran Asnah, Mega Iswari Budi, Setia Caniago, Masitoh Chandra Chandra Chania, Adilla Damri Damri Daulay, Ahmad Helmi Yuzairi Davi, Najwa Rahmi Dea, Ari Deska Dwi Rahma Anggraini Desma Dahliawaty Desni Humaira Dwi Astaningsih Dyah Laras Sarira Elisa Cristina Silitonga Elita, Riza Elsa Efrina Endang Sri Handayani Erzul, Wulandari Pertiwi Fadillah, Atika Suri Farli, Selvia Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatmawati, Fatmawati Febrianty, Deliza Femi Noviza Putri Fepiana, Indrika Firnianti Putri, Dinda Fitra, Ringgi Rahmat Fitri, Novika Aulia Gaby Arnez Grahita Kusumastuti, Grahita Hadayani, Endang Sri Hamida, Nazilatul Handalusia, Rurri Hanum, Taskiya Harahap, Tri Mayzu Lestari Hayusni, Resna Iga Setia Utami Iis Susanti, Iis Imelda Srihayaty HP Indri Ansih Ira Werni Irdamurni Irma Lusiyanti Johandri Taufan Jon Efendi Jonni Lastua Sitorus Kasiyati Kasiati Kasiyati Kasiyati Kharisma, Annisa Khomsa, Diva Kiki Frizka Amelia Kuntum Khoiroh Ummah Kurniati Kurniati Kurniati Kurniati Laras Ayuningtiyas Ligustiana, Gita M, Arisul Mahdi, Arisul Mardiah, Ina Yatul Marlina Marlina Marlina Marlina Marsela, Tia Masitoh Caniago Masyuni, Riana Mawita, Siska Mega Iswari Mona Yulita Mustika, Humaira Mutawa Fika Rusli Putri Mutia Julaiha Naraeis, Yolanda Verica Nugroho, Krisna Tri Nurhastuti Nurhastuti Nurhastuti, Nurhastuti Nurti Fani Nurwijayanti Nur’aini, Nur’aini Oktariza, Adrea Pratama, Manda Pratiwi, Rara Ajeng Puspa, Dara Putri Diana Putri Humaira, Rahmadia Putri Nur Azizah, Putri Nur Putri, Berlina Anisa Putri, Enjeli Dwi Putri, Refa Julianti Qalby, Suci Raudatul Rahma Anggraini, Deska Dwi Rahma Wulan Sari Rahmadhani, Indri Rahmadia Putri Humaira Rahmah, Inas Zahra Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia Rahmatrisilvia, Rahmatrisilvia Rahmatun Nisa, Rahmatun Rahmi, Zahra Retno Triswandari Revina, Rahma Novianti Ridwan, Muhammad Adek Rila Muspita Rima Siti Rahmah Riza Elita Rudi Setiawan Rudi Setiawan Ruliana, Julita Rumapea, Monica Sabri, Aidha Safaruddin Safaruddin Safarudin Safarudin, Safarudin Saffarudin, Saffarudin Salamah, Jihan Nur'alif Salma, Azzahra Firdausi Saputri, Atipa Sari, Dinda Purnama Sari, Septia Nela Seftia Sulfanita Septiana Ginting Setia Budi Simanjuntak, Riris Sonia, Puja Dwi Sugeng Santoso Suharyati Suharyati Sukma, Yoga Hadia Susandi, Maharani Eka Putri Suci Syari Yuliana, Syari Syukriani, Viola Tanjung, Hilda Tasya, Tasya Tiara, Tiara Octarifka Triswandari, Retno Triwijayanti, Vinna Tsaputra, Antoni Vinna Triwijayanti Vivi Wahyuni Wahyu, Sri Mulia Wahyuni, Elsia Sri Wati, Putri Kurnia Widya Lestari Wilda Niati Wiliati, Wenni Wisbahanum, Wisbahanum Wulan Sari Ningsih Wulandari Pertiwi Erzul Yarmis Hasan Yesi Anita Yola Yuresty Pratama Yosa Yulia Nasri Yulia Fitri Yulia Wirna Yulita, Mona Zainal Abidin Zalda, Nanda Zhafirah, Rifdah Zulfarahmi, Vivi Zulpiani, Mardhatillah