Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi ice breaking untuk meningkatkan motivasi belajar pada matapelajaran IPAS kelas V SD Inpres Limua Kabupaten Pasangkayu: Implementasi Refryani Kurniawati; Andi Dewi Riang Tati; Latri Latri; Atika Sahriyanti
ETEDU : Elementary of Teacher Education Vol 2 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPAS) tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton, didominasi oleh metode ceramah, sehingga siswa kurang antusias, sulit berkonsentrasi, dan kurang aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar melalui implementasi teknik ice breaking. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) model Kemmis dan Mc Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiapsiklus terdiri dari 4 tahapan: Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Subjek penelitian adalah 16 siswa kelas V. data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar siswa, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan peningkatan motivasi belajar yang signifikan. Rata-rata skor motivasi belajar siswa meningkat dari 11,87% (Kategori Tidak Baik) pada pra-siklus menjadi 69,62% (Kategori Baik) pada siklus 1 dan meningkat menjadi 84,87% (Kategori Sangat Baik) pada siklus II. Siswa menjadi lebih antusias, lebih aktif berpartisipasi, dan lebih berani dalam menyampaikan pendapat. Implementasi ice breaking yang terencana dan variatif terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta secara signifikan meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPAS siswa kelas V.
Pengaruh Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Smart Book Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Di Kelas IV SDN 66 Mario Kabupaten Soppeng Ibulaeng Ibulaeng; Andi Dewi Riang Tati; A. Muh. Ali
ETEDU : Elementary of Teacher Education Vol 2 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran penggunaan media pembelajaran Smart Book; 2) gambaran kemampuan berpikir kritis IPAS; 3) pengaruh media pembelajaran Smart Book terhadap kemampuan berpikir kritis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis quasi-eksperimen menggunakan desain Nonequivalent Control Group. Penelitian ini menggunakan dua yaitu kelas eksperimen (IV A) kelas kontrol (IV B). Dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Gambaran penggunaan media pembelajaran Smart Book terhadap kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan lembar observasi pada setiap tahapan pembelajaran yang diamati pada setiap pertemuan. Proses pembelajaran meningkat melalui kegiatan siswa maupun guru. 2) Gambaran kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPAS dengan menggunakan media pembelajaran Smart Book menunjukkan bahwa hasil pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan pada perolehan hasil posttest, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol termasuk dalam kategori tinggi. 3) Berdasarkan hasil analisis inferensial menggunakan t-test sampel independen, nilai P = 0.007 (p < 0.05). Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Smart Book berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN 66 Mario Kabupaten Soppeng.
Dinamika Pendidikan di Indonesia Pada Masa Orde Lama Andi Dewi Riang Tati; Bahri Bahri; Muh. Akbar
Jambura History and Culture Journal Vol 8, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jhcj.v8i2.39137

Abstract

This study aims to map the evolution of national education policy, analyze the factors that influenced the dynamics of education during the Old Order, the relationship between the general education system and Islamic education in state policy. A qualitative approach with a descriptive-analytical literature review method is used. The results of the study indicate that the evolution of Old Order education policy took place in three pioneering phases that formed the institutional foundation and the first national curriculum: democracy that gave birth to fundamental education regulations but were weak in implementation, and politicization that made education an ideological instrument under Guided Democracy. Cabinet instability, ideological struggles between nationalist, Islamic, and communist groups, and the ambiguity of Pancasila interpretation were dominant factors that shaped and distorted the direction of education policy. The relationship between general education and Islamic education was hierarchical and asymmetrical, reflected in budget inequality and discrimination in the recognition of madrasah diplomas, although there was reconciliation through the recognition of religious education in public schools. That a comprehensive and critical historical understanding of the dynamics of Old Order education is a prerequisite in formulating a more just, inclusive, and sustainable education policy for contemporary Indonesia.
Strategi dan Media Pembelajaran Sejarah dalam Menghadapi Tantangan Abad ke-21 Muh. Akbar; Bahri; Andi Dewi Riang Tati
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19811

Abstract

21st century history education demands the development of the 4C skills (Critical thinking, Creativity, Communication, and Collaboration) however, classroom practice remains dominated by conventional methods with minimal use of technology. This study aims to reconstruct instructional strategies, the transformation of digital media visualization, and an integration framework for 21st-century history education. Employing a qualitative approach, the study utilizes a literature review method based on data from reputable scholarly sources. The findings indicate that Problem-Based Learning and Cooperative Learning effectively transform students into active, critical analysts. Visual transformation through immersive technologies such as Virtual Reality and Augmented Reality enables abstract concepts to be presented in concrete terms. Furthermore, the integration of 21st-century history education is achieved through the intersection of active instructional strategies acting as software and digital media acting as visual hardware this combination systematically fosters the 4C skills and shapes students' multicultural character. The success of history education hinges on a holistically integrated framework designed to equip the younger generation to counter disinformation in the digital era.
Penerapan Model Teams Games Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPA Wiwin Wiwin; Andi Dewi Riang Tati; Husni Husni
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i3.53064

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan hasil belajar IPA kelas IV SDN 313 Kaliba dengan menggunakan model pembelajatan Teams Games Tournamen. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan, setiap siklusnya terdiri dari 4 tahap kegiatan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah kelas IV SDN 313 Kaliba dengan jumlah siswa 24 orang terdiri dari 10 laki-laki dan 14 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi kegiatan siswa dalam menerapkan strategi pembelajaran cooperative learning tipe team games tournament. Sedangkan untuk hasil belajar siswa menggunakan lembar tes hasil belajar yaitu berupa tes tertulis dalam bentuk tes soal pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Pada siklus I hasil belajar siswa yaitu 62,5% dan pada siklus II menjadi 83,33%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran teams games tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA kelas IV di SDN 313 Kaliba.
effect The Effect Of Cloud Literacy Media Use On Students' Reading Comprehension Abilities Class IV Of SD Inpres Tetebatu Gowa Regency Nurhaedah; Andi Dewi Riang Tati; Nurfadila
Edutechno : Educational Technology Journal Vol. 1 No. 02 (2025): Volume 01 Nomor 02 (Desember 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edutechno.v1i02.468

Abstract

Membaca pemahaman penting bagi penguasaan ilmu di Sekolah Dasar, namun hasil asesmen nasional menunjukkan literasi siswa masih lemah. Adapun tujuan dari penelitian, Mengetahui penggunaan literacy cloud pada siswa SD Inpres Tetebatu Kabupaten Gowa, Mengetahui gambaran kemampuan membaca pemahaman siswa SD Inpres Tetetbatu Kabupten Gowa, mengetahui pengaruh literacy cloud dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dalam mengidentifikasi tokoh dan karakter dalam dongeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-eksperimen desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian siswa kelas IV SD Inpres Tetebatu Kabupaten Gowa sebanyak 53 siswa yang terbagi menjadi dua kelompok kelas eksperimen (menggunakan literacy cloud) dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi dan pre-test & post-test, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, homogenitas, serta uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan adanya (1) peningkatan signifikan pada kemampuan membaca pemahaman siswa setelah penerapan literacy cloud. hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran yang menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori "Baik" dengan persentase 65%, dan meningkat menjadi kategori "Sangat Baik" dengan persentase 90% pada pertemuan kedua kelas eksperimen, (2) nilai rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 88,00, jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan rata-rata 51,70. Proses pembelajaran berbasis literacy cloud juga dinilai sangat efektif dengan keterlaksanaan mencapai 90,6% pada pertemuan kedua. (3) Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan media digital berbasis literacy cloud dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman teks, serta membantu siswa mengidentifikasi tokoh dan karakter dalam dongeng secara lebih baik.
Penanaman Nilai Berkebinekaan Global untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di SMP Negeri 3 Salomekko Bahri Bahri; Andi Dewi Riang Tati; Asmunandar Asmunandar; Oschar Sumardin; Ririn Nurfaathirany Heri
Jurnal Lamellong: Pengabdian Kepada Masyarakat (JLPM) Volume 2, Nomor 1, April 2025
Publisher : ASHA Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/zevk2160

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi fenomena kemajemukan bangsa Indonesia yang masyarakatnya terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan budaya. Adanya keberagaman ini menjadikan jati diri unik dari bangsa Indonesia. Di sisi lain, keragaman tersebut juga mengandung potensi masalah. Jumlah suku yang besar sering kali menjadi perhatian karena dapat menimbulkan banyak masalah dan mudah terpecah karena perbedaan bahasa, politik dan ekonomi. Kita harus mencoba mendidik masyarakat tentang seperti apa negara ini dan terus mendukung toleransi dan keragaman sebagai bangsa multikultural dan menggunakan strategi untuk mempromosikan budaya. Upaya yang tepat untuk itu adalah mengajarkan nilai multikultural melalui mata pelajaran sejarah untuk membentuk karakter profil pelajar Pancasila. Berdasarkan hasil pengabdian, menunjukkan bahwa pembelajaran nilai multikultural dalam mata pelajaran sejarah dapat diajarkan oleh guru melalui 2 cara, yakni mengajar materi (mengintegrasikan nilai kebhinekaan global dalam pembelajaran) di dalam kelas, dan mengajarkan perilaku toleransi secara langsung kepada peserta didik.    
Pelestarian Nilai - Nilai Kearifan Lokal melalui Pembelajaran Sejarah berbasis Budaya Daerah Bahri; Asmunandar; Suriani Abbas; Andi Dewi Riang Tati; Fitra Widya Wati
Pijar Nusantara Vol 1 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Pijar Nusantara : Maret (2026)
Publisher : Arunika Media Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal melalui pembelajaran sejarah berbasis budaya daerah di SMAN 11 Takalar. Permasalahan yang dihadapi adalah rendahnya minat peserta didik terhadap budaya lokal dan pembelajaran sejarah yang masih didominasi metode ceramah serta penggunaan buku teks. Padahal, Kabupaten Takalar memiliki potensi budaya lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah yang kontekstual dan bermakna. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara sistematis dan partisipatif melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, pembelajaran interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan identifikasi nilai-nilai kearifan lokal di lingkungan peserta didik. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, pemahaman, dan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Peserta mampu mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, toleransi, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Pembelajaran sejarah berbasis budaya daerah juga terbukti mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual, menarik, dan bermakna bagi peserta didik.
Penerapan Nilai P5 Elemen Bernalar Kritis Melalui Model PBL di Sekolah Dasar Mustainah Yasin; Andi Dewi Riang Tati; Asri Novian Karina
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v6i3.62539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai pancasila siswa ditinjau dari berfikir kritis dapat direncanakan, dilaksanakan dan diperkuat menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Jenis penelitian yang digunakan adalahstudi kegiatan kelas yang dilaksanakan dalam dua sesi, dengan masing-masing sesi terdiri dari tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5B yang berjumlah 35 siswa. Soal obserasi dan soal yang digunakan sebagaai alat pengumpulan data atau penelitian. Hasil kegiatan sekolah meningkat ke segala arah, seperti pengerahan masalah, pengorganisasian siswa, diskusi dan analisis, serta penyejian hasil evaluasi. Peningatan tersebut tercermin dari rata-rata persentase ide penting siswa sebelum siklus sebesar 54%, pada siklus I 68% dan pada sikus II 77%. Oleh karena itu, uji kegiatan kelas siswa Pancasila yang bertujuan untuk penguatan nilai mengidentifikasi konsep-konsep kunci dengan metode Inquiry Based Learning dinyatakan berhasil mencapai taraf 77%.
Co-Authors A. Malik Fajar A. Muh. Ali Abd Rahman Ainun Fitri Alisa Alisa Amanda Hanifah Aminah M Rifai Amir Pada, Amir Andi Nurilmah Andi Wahdiati Annisa Nur Qomariyah Arismunandar Arismunandar Arwini Rahayu Asdil Ashar Ashari Ismail Asmawati Asmawati Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asri Novian Karina Asriani Arifuddin Asriani Arifuddin Astika Yanti Atika Sahriyanti Bahri Bahri Bahri Bahri bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri* Bahri, Bahri Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien Buana Misi Indah Pattawari Bustan Bustan Erma Suryani Sahabuddin Fadliana Fadliana Firman Umar Fitra Widya Wati Fitra Widyawati Freddi Sarman Hadi Nasbey Hamzah Pagarra Hardiyanti Hatibu HERI TAHIR Heri Tahir Heri Husni Husni Ibulaeng Ibulaeng Irwansyah Irwansyah Khudriah Husain Latri Latri Lutfi Lutfi Marsanda Maya Kasmita Maya Kasmita Maya Muh Akbar Muh. Faisal Muh. Rizah Putrawan Muhammad Irfan Muhammad Jihad Firman Muhammad Nurhidayat Musdalifah Musdalifah Musdalifah Mustainah Yasin Nabila Nurbaitil Maqdis Najamuddin Nining Angriani Nour Ariyanti Amir Nuraliyah Asma Nurfadila Nurhaeda Nurhaedah Nurhaedah Nurhaedah Nurhidayah Tahir Nurlela Nurlela Nurmuthia Arfah Nursyafika Ramadani Oschar Sumardin Purwoko, Agus Rahmat Rahmawati Patta Rahmawati Rahmawati Refryani Kurniawati Resti Ririn Nurfaathirany Heri Ririn Nurfaathirany Heri Ririn Rohana Rohana Romansyah Sahabuddin Rosdiah Salam Sarah Sulastri Sarinikmah Sarinikmah Sarinikmah Sarinikmah Sarinikmah Sarinikmah Sarinikmah Sarinikmah Sarinikmah,S.Pd Sarinikmah Sarinikmah Sarinimah Sarinikmah Sayidiman Sayidiman Setiamin, Asnah Setiamin Shasliani Sheimy Deschrisyanti Bungaranta Shopan Shopan Sinta Nurul Oktaviana Kasim Siti Raihan Sitti Rasdiana Rajab ST Jauhar St Junaeda St Junaeda St. Jauhar St. Junaeda Junaeda St. Rasdiana Rajab St. Sainab Saleh Suardi Suriani Abbas Syahrani Syahrani Syamsiah D. Syamsuryani Eka Putri Atjo Syawaluddin, Ahmad Ulul Azmi Mustari Wandi Wandi Widya Karmila Sari Achmad Wiwin Wiwin yulianti - -