Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Pharmacon

PGV-0 AND PGV-1 INCREASED APOPTOSIS INDUCTION OF DOXORUBICIN ON MCF-7 BREAST CANCER CELLS Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.15 KB)

Abstract

As chemotherapeutic backbone for breast cancer therapy, doxorubicin showed various side effects and induced resistancy of breast cancer cells. Development of targeted therapy on breast cancer focused on combinatorial therapy of doxorubicin and molecular targeted agents. PGV-0 and PGV-1, a curcumin analogue showed potency as co-chemotherapeutic agent with doxorubicin. Our previous study of PGV-0 and PGV-1 showed cytotoxic activity in T47D cells. Therefore, the aim of this research is to examine the synergistic effect of PGV-0, PGV-1 on the cytotoxic activity of doxorubicin through cell cycle modulation and apoptotic induction on MCF-7 breast cancer cell lines. The cytotoxic assay of PGV-0, PGV-1, doxorubicin, and their combination were carried out by using MTT assay. Cell cycle distribution and apoptosis were determined by flowcytometer FACS-Calibur and the flowcytometry data was analyzed using Cell Quest program. Single treatment of PGV-0, PGV-1 and doxorubicin showed cytotoxic effect on MCF-7 with cell viability IC50 value 50 µM, 6 µM and 350 nM respectively. Single treatment of Doxorubicin 175 nM induced G2/M arrest. Single treatment of PGV-0 5 µM induced G2/M arrest while in higher dose 12.5  µM, PGV-0 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 5 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 12.5 µM also increased apoptosis induction. Single treatment of PGV-1 0.6 µM induced G1 arrest while in higher dose 1.5  µM, PGV-1 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-1 0.6 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 1.5 µM also increased apoptosis induction. PGV-0 and PGV-1 are potential to be delevoped as co-chemotherapeutic agent for breast cancer by inducing apoptosis and cell cycle modulation, but the molecular mechanism need to be explored detail.  Key words: PGV-0, PGV-1, doxorubicin, co-chemotherapy, breast cancer, cell cycle arrest, apoptosis
DOCKING KURKUMIN DAN SENYAWA ANALOGNYA PADA RESEPTOR PROGESTERON: STUDI INTERAKSINYA SEBAGAI Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Kurkumin merupakan suatu kandungan dari Curcuma longa L.,yang telah dibuktikan efek sitotoksiknya secara in vitro terhadap sel kanker payudara. Senyawa analog kurkumin: PGV-0, PGV-1, HGV-0, dan HGV-1, hasil modifikasi dari kurkumin, diperkirakan memiliki aksi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui afinitas dan interaksi dari kurkumin dan analognya sebagai Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) dalam mengadakan inhibisi kompetitif dengan hormon progesteron. Optimasi geometri struktur kurkumin dan analognya dilakukan dengan software Hyperchem 7.5. Konformasi optimum PGV-0 dan PGV-1 dihasilkan melalui metode AM1 sedangkan kurkumin, HGV-0, dan HGV-1 dengan metode PM3. Kemudian dilakukan proses docking senyawa uji dengan bindingsite hormon progesteron pada reseptor progesteron (IA28) menggunakan software Arguslab 4.01, dalam kondisi ada dan tanpa air. Proses ini dilakukan dengan metode GAdock. Dari proses docking diperoleh nilai (Gibbs free energy)DG terendah pada senyawa kurkumin bentuk keto baik dengan maupun tanpa air. Afinitas terbesar turunan kurkumin ditunjukkan oleh PGV-1 pada keadaan ada air dan  HGV-1 tanpa air pada reseptor progesteron. font-family: "Arial","sans-serif";mso-ansi-language:IN>Kata kunci: kurkumin dan analognya, SPRMs, docking, reseptor  progesteron IA28 -language:IN>Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr. 
POTENSI KEMOPREVENTIF EKSTRAK ETANOLIK KULIT JERUK KEPROK (Citrus reticulata) PADA KARSINOGENESIS SEL HEPAR TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI DMBA Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.275 KB)

Abstract

Salah satu titik tangkap strategi penemuan agen kemopreventif kanker khususnya kanker hepar adalah melalui penghambatan proliferasi dan penekanan ekspresi onkogen c-Myc. Tangeretin, nobiletin, dan hesperidin adalah beberapa senyawa aktif dari kulit jeruk keprok (Citrus reticulate) dilaporkan memiliki efek antiproliferatif pada berbagai sel kanker secara in vitro. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengetahui efek ekstrak etanolik kulit C. reticulata terhadap proliferasi dan penekanan ekspresi c-Myc pada sel hepar tikus betina galur Sprague Dawley berumur 40 hari terinduksi 7,12 Dimetilbenz[a]antrasen (DMBA). Tikus dikelompokan menjadi lima kelompok: (a) DMBA, tikus diinduksi DMBA secara peroral (p.o.), dengan dosis 20 mg/kgBB dalam minyak jagung, sebanyak 10 kali selama lima minggu(b) kontrol pelarut CMC-Na, (c) kontrol ekstrak dosis 1500 mg/KgBB, (d) DMBA+ekstrak 750 mg/kgBB,dan (e) DMBA+ekstrak              1500 mg/kgBB. Ekstrak dilarutkan dengan CMC-Na 0,5% dan diberikan setiap hari, dimulai minggu kelima setelah pemberian DMBA. Tikus dikorbankan saat awal minggu kesepuluh setelah pemberian DMBA. Organ hepar diisolasi dan diawetkan dengan buffer formalin untuk analisis proliferasi dan imunohistokimia c-Myc. Analisis antiproliferasi dilakukan dengan metode AgNOR dan hasil menunjukan bahwa ekstrak etanolik kulit C. reticulata dosis 750 mg/KgBB memiliki potensi tinggi dalam menghambat proliferasi dan menekan ekspresi onkogen c-Myc. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etnolik kulit Citrus reticulata dapat menghambat proliferasi pada sel hepar tikus akibat pemberian DMBA melalui efek antiproliferasi dan penekanan ekspresi c-Myc..Kata kunci: Citrus reticulata, antiproliferatif, DMBA, AgNOR, c-Myc.
PENINGKATAN EKSPRESI p53 OLEH EKSTRAK ETANOLIK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa) PADA SEL HEPAR TIKUS SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.372 KB)

Abstract

Asam ursolat dan asam oleanolat yang terdapat dalam Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) diduga dapat menghambat kanker dengan berbagai mekanisme. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanolik rumput mutiara sebagai agen pemacu apoptosis melalui uji in vivo menggunakan tikus galur Sprague Dawley terinduksi 7,12-dimetilbenz[a]antrasena (DMBA). Kelompok hewan uji yang digunakan terdiri dari kontrol ekstrak 1500mg/kgBB, kontrol pelarut CMC-Na, kontrol DMBA, perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak 1500mg/kgBB. Hasil percobaan selanjutnya dianalisis menggunakan metode TUNEL (TUNEL assay) dan Imunohistokimia terhadap ekspresi protein p53 untuk mengetahui tingkat pemacuan apoptosis dari sel kanker hepar hewan uji. Hasil analisa menggunakan metode TUNEL menunjukkan hasil bahwa hepar tikus mengalami apoptosis relatif tinggi pada kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Hasil pengamatan menggunakan metode Imunohistokimia diketahui bahwa sel kanker hepar mengalami pemacuan ekspresi protein p53 yang menunjukkan terjadinya apoptosis pada sel hepar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak rumput mutiara dapat memacu apoptosis dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan penyakit kanker. Kata Kunci: H.corymbosa, DMBA, apoptosis, p53, TUNEL
EKSTRAK ETANOLIK DAUN Gynura procumbens (Luor) Merr. MENGHAMBAT PROLIFERASI SEL KANKER PAYUDARA TIKUS PADA KARSINOGENESIS YANG DIINDUKSI DENGAN dimetilbenz(a)antrazena (DMBA) Meiyanto, Edy
Pharmacon Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Pharmacon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.746 KB)

Abstract

Penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat pertumbuhan tumor payudara tikus yang diinduksi DMBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik daun Sambung nyawa (Gynura procumbens (Luor) Merr) pada proliferasi sel kanker payudara tikus yang diinduksi dengan Dimetilbenz(a)antrazena (DMBA). Enam puluh ekor tikus betina galur SD umur 6 minggu dibagi menjadi 6 kelompok yaitu tanpa perlakuan, perlakuan DMBA saja dan empat kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Inisiasi DMBA dilakukan dengan dosis 20 mg/kgBB yang diberikan sebanyak 10 kali dengan frekuensi pemberian 2 kali setiap minggu. Mulai minggu ke-1 (post I) atau ke-6 (post II) kelompok perlakuan mendapat ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dalam CMC 0,5 % seminggu 3 kali melalui oral dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB. Pada minggu ke-16 tikus dikorbankan, jaringan payudara diambil untuk dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan silver (AgNOR). Mean AgNOR (mAgNOR) dihitung pada setiap preparat tiap kelompok. mAgNOR kelompok perlakuan dibandingkan dengan mAgNOR kelompok tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB yang diberikan mulai minggu kesatu maupun ke-6 setelah inisiasi DMBA terakhir dapat mengurangi proliferasi sel kanker payudara tikus. Rata-rata mAgNOR kelompok tanpa perlakuan dan perlakuan DMBA saja masing-masing 0,8 ± 0,34 dan 2,7 ± 0,41, mAgNOR post I kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,4 ± 0,39 dan 1,3 ± 0,09, sedangkan mAgNOR post II kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,6 ± 0,47 dan 1,5 ± 0,31. Pengamatan terhadap ekspresi COX-2 menunjukkan adanya penurunan pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 250 dan 750 mg/kgBB. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat proliferasi sel-sel tumor payudara yang kemungkinan berhubungan dengan penurunan ekspresi COX-2. Kata kunci: Gynura procumbens, anti-karsinogenesis, proliferasi, AgNOR
DOCKING KURKUMIN DAN SENYAWA ANALOGNYA PADA RESEPTOR PROGESTERON: STUDI INTERAKSINYA SEBAGAI Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.664 KB)

Abstract

Kurkumin merupakan suatu kandungan dari Curcuma longa L.,yang telah dibuktikan efek sitotoksiknya secara in vitro terhadap sel kanker payudara. Senyawa analog kurkumin: PGV-0, PGV-1, HGV-0, dan HGV-1, hasil modifikasi dari kurkumin, diperkirakan memiliki aksi yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui afinitas dan interaksi dari kurkumin dan analognya sebagai Selective Progesterone Receptor Modulators (SPRMs) dalam mengadakan inhibisi kompetitif dengan hormon progesteron. Optimasi geometri struktur kurkumin dan analognya dilakukan dengan software Hyperchem 7.5. Konformasi optimum PGV-0 dan PGV-1 dihasilkan melalui metode AM1 sedangkan kurkumin, HGV-0, dan HGV-1 dengan metode PM3. Kemudian dilakukan proses docking senyawa uji dengan bindingsite hormon progesteron pada reseptor progesteron (IA28) menggunakan software Arguslab 4.01, dalam kondisi ada dan tanpa air. Proses ini dilakukan dengan metode GAdock. Dari proses docking diperoleh nilai (Gibbs free energy)DG terendah pada senyawa kurkumin bentuk keto baik dengan maupun tanpa air. Afinitas terbesar turunan kurkumin ditunjukkan oleh PGV-1 pada keadaan ada air dan  HGV-1 tanpa air pada reseptor progesteron. font-family: "Arial","sans-serif";mso-ansi-language:IN>Kata kunci: kurkumin dan analognya, SPRMs, docking, reseptor  progesteron IA28 -language:IN>Antiradikal, DPPH, IC50, fenolik total, Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, Gynura procumbens Merr. 
PENINGKATAN EKSPRESI p53 OLEH EKSTRAK ETANOLIK RUMPUT MUTIARA (Hedyotis corymbosa) PADA SEL HEPAR TIKUS SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI 7,12-DIMETILBENZ[a]ANTRASENA Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 11, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v11i1.62

Abstract

Asam ursolat dan asam oleanolat yang terdapat dalam Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa) diduga dapat menghambat kanker dengan berbagai mekanisme. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui kemampuan ekstrak etanolik rumput mutiara sebagai agen pemacu apoptosis melalui uji in vivo menggunakan tikus galur Sprague Dawley terinduksi 7,12-dimetilbenz[a]antrasena (DMBA). Kelompok hewan uji yang digunakan terdiri dari kontrol ekstrak 1500mg/kgBB, kontrol pelarut CMC-Na, kontrol DMBA, perlakuan DMBA+ekstrak dosis 750mg/kgBB dan perlakuan DMBA+ekstrak 1500mg/kgBB. Hasil percobaan selanjutnya dianalisis menggunakan metode TUNEL (TUNEL assay) dan Imunohistokimia terhadap ekspresi protein p53 untuk mengetahui tingkat pemacuan apoptosis dari sel kanker hepar hewan uji. Hasil analisa menggunakan metode TUNEL menunjukkan hasil bahwa hepar tikus mengalami apoptosis relatif tinggi pada kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Hasil pengamatan menggunakan metode Imunohistokimia diketahui bahwa sel kanker hepar mengalami pemacuan ekspresi protein p53 yang menunjukkan terjadinya apoptosis pada sel hepar tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak rumput mutiara dapat memacu apoptosis dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengobatan penyakit kanker. Kata Kunci: H.corymbosa, DMBA, apoptosis, p53, TUNEL
EKSTRAK ETANOLIK DAUN Gynura procumbens (Luor) Merr. MENGHAMBAT PROLIFERASI SEL KANKER PAYUDARA TIKUS PADA KARSINOGENESIS YANG DIINDUKSI DENGAN dimetilbenz(a)antrazena (DMBA) Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v13i1.21

Abstract

Penelitian sebelumnya  menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat pertumbuhan tumor payudara tikus yang diinduksi DMBA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanolik daun Sambung nyawa (Gynura procumbens (Luor) Merr) pada proliferasi sel kanker payudara tikus yang diinduksi dengan Dimetilbenz(a)antrazena (DMBA). Enam puluh ekor tikus betina galur SD umur 6 minggu dibagi menjadi 6 kelompok yaitu tanpa perlakuan, perlakuan DMBA saja dan empat kelompok perlakuan DMBA+ekstrak. Inisiasi DMBA dilakukan dengan dosis 20 mg/kgBB yang diberikan sebanyak 10 kali dengan frekuensi pemberian 2 kali setiap minggu. Mulai minggu ke-1 (post I) atau ke-6 (post II) kelompok perlakuan mendapat ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dalam CMC 0,5 % seminggu 3 kali melalui oral dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB. Pada minggu ke-16 tikus dikorbankan, jaringan payudara diambil untuk dibuat preparat histologi dengan teknik pewarnaan silver (AgNOR). Mean AgNOR (mAgNOR) dihitung pada setiap preparat tiap kelompok. mAgNOR kelompok perlakuan dibandingkan dengan mAgNOR kelompok tanpa perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dengan dosis 250 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB yang diberikan mulai minggu kesatu maupun ke-6 setelah inisiasi DMBA terakhir dapat mengurangi proliferasi sel kanker payudara tikus. Rata-rata mAgNOR kelompok tanpa perlakuan dan perlakuan DMBA saja masing-masing 0,8 ± 0,34 dan 2,7 ± 0,41, mAgNOR post I kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,4 ± 0,39 dan 1,3 ± 0,09, sedangkan mAgNOR post II kelompok dosis 250 dan dosis 750 masing-masing 1,6 ± 0,47 dan 1,5 ± 0,31. Pengamatan terhadap ekspresi COX-2 menunjukkan adanya penurunan pada kelompok perlakuan ekstrak dosis 250 dan 750 mg/kgBB. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanolik daun Gynura procumbens dapat menghambat proliferasi sel-sel tumor payudara yang kemungkinan berhubungan dengan penurunan ekspresi COX-2. Kata kunci: Gynura procumbens, anti-karsinogenesis, proliferasi, AgNOR
PGV-0 AND PGV-1 INCREASED APOPTOSIS INDUCTION OF DOXORUBICIN ON MCF-7 BREAST CANCER CELLS Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i2.32

Abstract

As chemotherapeutic backbone for breast cancer therapy, doxorubicin showed various side effects and induced resistancy of breast cancer cells. Development of targeted therapy on breast cancer focused on combinatorial therapy of doxorubicin and molecular targeted agents. PGV-0 and PGV-1, a curcumin analogue showed potency as co-chemotherapeutic agent with doxorubicin. Our previous study of PGV-0 and PGV-1 showed cytotoxic activity in T47D cells. Therefore, the aim of this research is to examine the synergistic effect of PGV-0, PGV-1 on the cytotoxic activity of doxorubicin through cell cycle modulation and apoptotic induction on MCF-7 breast cancer cell lines. The cytotoxic assay of PGV-0, PGV-1, doxorubicin, and their combination were carried out by using MTT assay. Cell cycle distribution and apoptosis were determined by flowcytometer FACS-Calibur and the flowcytometry data was analyzed using Cell Quest program. Single treatment of PGV-0, PGV-1 and doxorubicin showed cytotoxic effect on MCF-7 with cell viability IC50 value 50 µM, 6 µM and 350 nM respectively. Single treatment of Doxorubicin 175 nM induced G2/M arrest. Single treatment of PGV-0 5 µM induced G2/M arrest while in higher dose 12.5  µM, PGV-0 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 5 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 12.5 µM also increased apoptosis induction. Single treatment of PGV-1 0.6 µM induced G1 arrest while in higher dose 1.5  µM, PGV-1 induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-1 0.6 µM induced apoptosis. Combination of doxorubicin 175 nM and PGV-0 1.5 µM also increased apoptosis induction. PGV-0 and PGV-1 are potential to be delevoped as co-chemotherapeutic agent for breast cancer by inducing apoptosis and cell cycle modulation, but the molecular mechanism need to be explored detail.  Key words: PGV-0, PGV-1, doxorubicin, co-chemotherapy, breast cancer, cell cycle arrest, apoptosis
POTENSI KEMOPREVENTIF EKSTRAK ETANOLIK KULIT JERUK KEPROK (Citrus reticulata) PADA KARSINOGENESIS SEL HEPAR TIKUS GALUR SPRAGUE DAWLEY TERINDUKSI DMBA Meiyanto, Edy
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 12, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v12i1.42

Abstract

Salah satu titik tangkap strategi penemuan agen kemopreventif kanker khususnya kanker hepar adalah melalui penghambatan proliferasi dan penekanan ekspresi onkogen c-Myc. Tangeretin, nobiletin, dan hesperidin adalah beberapa senyawa aktif dari kulit jeruk keprok (Citrus reticulate) dilaporkan memiliki efek antiproliferatif pada berbagai sel kanker secara in vitro. Hasil penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengetahui efek ekstrak etanolik kulit C. reticulata terhadap proliferasi dan penekanan ekspresi c-Myc pada sel hepar tikus betina galur Sprague Dawley berumur 40 hari terinduksi 7,12 Dimetilbenz[a]antrasen (DMBA). Tikus dikelompokan menjadi lima kelompok: (a) DMBA, tikus diinduksi DMBA secara peroral (p.o.), dengan dosis 20 mg/kgBB dalam minyak jagung, sebanyak 10 kali selama lima minggu(b) kontrol pelarut CMC-Na, (c) kontrol ekstrak dosis 1500 mg/KgBB, (d) DMBA+ekstrak 750 mg/kgBB,dan (e) DMBA+ekstrak              1500 mg/kgBB. Ekstrak dilarutkan dengan CMC-Na 0,5% dan diberikan setiap hari, dimulai minggu kelima setelah pemberian DMBA. Tikus dikorbankan saat awal minggu kesepuluh setelah pemberian DMBA. Organ hepar diisolasi dan diawetkan dengan buffer formalin untuk analisis proliferasi dan imunohistokimia c-Myc. Analisis antiproliferasi dilakukan dengan metode AgNOR dan hasil menunjukan bahwa ekstrak etanolik kulit C. reticulata dosis 750 mg/KgBB memiliki potensi tinggi dalam menghambat proliferasi dan menekan ekspresi onkogen c-Myc. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etnolik kulit Citrus reticulata dapat menghambat proliferasi pada sel hepar tikus akibat pemberian DMBA melalui efek antiproliferasi dan penekanan ekspresi c-Myc..Kata kunci: Citrus reticulata, antiproliferatif, DMBA, AgNOR, c-Myc.
Co-Authors . Anindyajati . Larasati . Sugiyanto Adam Hermawan Adam Hermawan Adisusilo, Midori Rahmadhany Putri Aditya Fitriasari Aditya Fitriasari Agung Endro Nugroho Agusta Fauzi, Ilham Agustina Setiawati Ainun Wulandari Alexxander, . Alexxander, . Ameilinda Monikawati Ameilinda Monikawati Andita Pra Darma Andita Pra Darma Andriyani, Rina Angelina, Marissa Angraini, Sonia Meta Anif Nur Artanti, Anif Nur Ardriyanto, Maria Indra Arief Nurrochmad Arief Rahman Hakim Asih Triastuti Astrid Ayu Maruti Aulia Katarina Aulia Rahman, Faaza Ayu Maruti, Astrid B. Sudarto Banun Kusumawardani Chio Oka, Chio D., Andita Pra D., Andita Pra Da'i, Muhammad Da’i, Muhammad Dewi Arum Sekti, Dewi Arum Dewi Pamungkas Putri, Dyaningtyas Dewi Pratiwi Dhania Novitasari Dini Maharani Djaswadi Dasuki Dwi Ana Nawangsari Dwi Ana Nawangsari, Dwi Ana Dwi Merry Christmarini Robin Dwi Nurahmanto Dyaningtyas D. P. Putri Dyaningtyas Dewi Putri Pamungkas Effendi, Fatiha Citra Endah Puji Septisetyani, Endah Puji Endah Puspitasari Endang Lukitaningsih Endang Purwaningsih Erlina Rivanti Erna Prawita Setyowati Esti, Yuni Fajar Fany Mutia Cahyani Farmasyanti, Cendrawasih Andusyana Feby Handoko, Fransiscus Fikri Amalia Fina Aryani Goenadi Fina Aryani Goenadi, Fina Aryani Fitria Rahmi Fiveri, Anis Fiveri, Anis Fortunella Tjondro Handayani, Sri Handayani, Sri Hanifa, Mila Hapsari, Novia Permata Hargiani, Fransisca Xaveria Harsan, Hayfa Salsabila Hastuti, Hanaan Emilia Adi Hendra Kurniawan Maury Hendri Wasito Heni Susilowati Herwandhani Putri Herwandhani Putri Ibrahim Arifin Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ika Nurzijah Ika Rahmawati Sutejo Ikawati, Muthi' Ilham Agusta Fauzi Ilham Agusta Fauzi Imono Argo Donatus, Imono Argo Indrasetiawan, Puguh Indri Kusharyanti Inna Armandani, Inna Inna Armandari Iwan Sahrial Hamid JAKA WIDADA Jauhari, Fahmi Ihsanuddin Jenie, Riris Istighfari Jenie, Riris Istighfari Juni Ekowati Kadarsih Soejono, Sri Kadarsih Soejono, Sri Kartika Dyah Palupi Kartika Dyah Palupi Kato, Jun-Ya Kawai, Taro Kholid Alfan Nur Kholid Alfan Nur Komang Alit Paramitasari Kuijpers-Jagtman, Anne Marie Kumara, Dennaya Laras Widawaty Putri Lestari, Dinda Luthfia Indriyani M, Kawaichi M, Kawaichi Mae Sri Hartati Wahyuningsih Maran, Gergorius Gena Marcellino Rudyanto Maria Dwi Supriyati Maria Dwi Supriyati, Maria Dwi Masashi Kawaichi Masashi Kawaichi, Masashi Muflikhasari, Haruma Anggraini Muhammad Da'i Muhammad Fithrul Mubarok, Muhammad Fithrul Muthi Ikawati N., Perdana Adhi N., Perdana Adhi Nabila, Klarissa Nanda Resa Pratama Niken Nur W, Niken Novi Hastuti, Novi Novianti, Metta Nugraheni, Nadzifa Nunuk Aries Nurulita Nunuk Purwanti Nurma Sabila Nurrachma, Marsya Yonna P.K.W., Diah Ayu P.K.W., Diah Ayu Perdana Adhi Nugroho Perdana Adhi Nugroho Prasetyaningrum, Pekik Wiji Pudjono Pudjono Putri, Amaliya Permata Putri, Herwandhani Putri, Nindya Budiana R A Susidarti Raditya Prima Istiaji Rahmah, Inggita Hasi Rahman, Faaza Aulia Rahmawati, Desty Restia Rahmi Khamsita Ramadani, Ratna Dwi Ratih Hardika Pratama Ratna Asmah Susidarti Ratna Asmah Susidarti Retno Ardhani Retno Murwanti Rifai, Fauziah Novita Putri Riris I Jenie Riris I Jenie, Riris I Riris Istighfari Jenie Riris Istighfari Jenie Riris Istighfari Jenie Risdian, Chandra Rita Riata Rohmad Yudi Utomo Rohmad Yudi Utomo Rosa Adelina Rosana Anna Ashari Rosana Anna Ashari, Rosana Anna Rosye H.R. Tanjung Rul Afiyah Syarif Rumiyati, Rumiyati Salsabila, Irfani Aura Santoso, Christopher Filando Sari Haryanti Sari Haryanti Sarmoko Sarmoko Sendy Junedi Sendy Junedy, Sendy Shigeru Sasaki Sismindari . Sitarina Widyarini Sofa Farida Sri . Handayani Sri Handayani Sri Kadarsih Soejono Sri Kasianningsih Sri Susilowati Sri Tasminatun Sugeng Riyanto Sugiyanto . Sugiyanto . Sukardiman Supardjan A. M. Supardjan A.M., Supardjan Supardjan AM Supardjan AM, Supardjan Susi Ari Kristina Tutuk Budiati Udin, Zalinar Umar A. Jenie Umar Anggara Jenie Umar Anggara Jenie Umar Anggara Jenie Widayanti, Wasita Rachma Yundari, Yundari Yurista Gilang Yurista Gilang Ikhtiarsyah Yuyun Farida Yuyun Farida, Yuyun Zufairo, Shofa Khamdanatuz Zulfin, Ummi Maryam