Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

IDENTIFIKASI FAKTOR RESIKO STUNTING DAN UPAYA PENCEGAHAN DENGAN INTERVENSI SECARA KOLABORATIF DI KABUPATEN EMPAT LAWANG Febriansyah Febriansyah; Nely Murniati; Hamzah Hasyim; Fenny Etrawati; Widya Lionita; Rahmatillah Razak; Anggun Budiastuti; Indah Yuliana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1510-1511

Abstract

Stunting merupakan proses terlambatnya tumbuh kembang anak karena kekurangan gizi kronik, inveksi penyakit berulang dan stimulasi psikosial pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permasalahan Stunting merupakan masalah nasional sesuai dengan Perpres 42/2013 Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi untuk mencapai generasi emas pada 2045. Berdasasrkan data dari SSGI 2021 angka stunting Indonesia masih cukup tinggi yaitu 24,4 % dan di targetkan 14% pada tahun 2024 dan pada kabupaten Empat Lawang masih sebesar 26% di tahun 2021 dengan jumlah lokasi utama penangan stunting 58 desa sekabupaten Empat lawang pada tahun2022 serta di targetkan sebesar 15% pada tahun 2024. Permasalahan yang muncul ialah kurangnya kesadaran masyrakat dan upaya kerjasama antar elemen di kabupaten Empat Lawang yang menyebabkan keadaan Stunting di Kabpupaten Empat lawang ini masih tinggi.. Metode yang dipakai dalam Pengabdian ini ialah metode penyuluhan dan di lanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) antar Elemen penggerak penanganan Stunting Empat Lawang. Hasil yang didapatkan melalui kegiatan ini ialah meningkatnya pemahaman tentang pentingnya penangnan stunting bagi elemen penggerak penanganan Stunting di tingkat Kabupaten Empat Lawang, meningkatnya fungsi kordinasi antar elemen.
MEDIA TEATER BONEKA TANGAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU STOP BUANG SAMPAH SEMBARANGAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR Inoy Trisnaini; Fenny Etrawati
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2023): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i4.21461

Abstract

One of the diseases caused by poor implementation of PHBS is diarrheal disease. The World Health Organization notes that 100,000 Indonesian children die yearly from diarrhoea. Children at school age are a golden age to instill the values of clean and healthy living behavior (PHBS) so that they have the potential as agents of change to promote PHBS both in the school environment and their family and community. This community service activity aims to increase children’s knowledge and awareness of littering behavior. This community service activity uses the demonstration method in a hand puppet theatre with five characters. The results of the intervention measured using pre-test and post-test questionnaires showed a difference in this case, namely the increase in knowledge (p-value = 0.001) and attitudes (p-value = 0.004) of students who became respondents related to the behavior of stopping littering. The impact of this community service activity is an increase in the knowledge of elementary school children about the importance of stopping littering.  --- Salah satu penyakit yang diakibatkan oleh penerapan PHBS yang buruk ialah penyakit diare. World Health Organization mencatat bahwa setiap tahunnya tahun 100.000 anak Indonesia meninggal akibat diare. Anak-anak pada usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga berpotensi sebagai agen perubahan untuk mempromosikan PHBS, baik di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan dan membangun kesadaran anak-anak dalam perilaku Stop Membuang Sampah Sembarangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode peragaan dalam teater boneka tangan dengan 5 tokoh di dalamnya. Hasil dari intervensi yang diukur menggunakan kuesioner pre test dan post test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam hal ini ialah peningkatan pengetahuan (p value=0,001) dan sikap (p value=0,004) siswa yang menjadi responden berkaitan dengan perilaku stop buang sampah sembarangan. Dampak dari kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah adanya peningkatan pengetahuan anak-anak sekolah dasar mengenai pentingnya perilaku Stop Buang Sampah Sembarangan.   
Cegah Stunting: Peran OPD Kebupaten OKU dan Perguruan Tinggi Yentri Anggeraini; Nur Alam Fajar; Fenny Etrawati; Widya Lionita; Annisa Rahmawaty; Rahmatillah Razak; Anggun Budiastuti; Yeni Yeni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.2979

Abstract

ABSTRACTStunting is often discussed, many people think that only the health sector has a role related to stunting. Therefore, this article discusses the role of cross-sectors in accelerating the prevention of stunting as stipulated in PP No. 72 year 2021, especially the role of the government of Ogan Komering Ulu Regency and Higher Education. This method of implementing community service is through presentations by the district PIC Team, Dinas Kesehatan,  DPPKB and BAPELITBANGDA with the aim of exploring the opinions of policy holders on the issue of stunting and the contribution of each agency to prevent  stunting; equalize perceptions and also garner support from the local government and across sectors in the implementation of the stunting prevention program in OKU district. It can be concluded that efforts to prevent stunting in Ogan Komering Ulu Regency in 2022 have been carried out by the relevant OPD and at the tertiary level, namely University of Baturaja  by involving 20 students in Mahasiswa Penting Program (mahasiswa peduli stunting) which is a reflection of the activities carried out by Sriwijaya University.  Keywords: Stunting, OKU, cross-sectors, South Sumatera, higher education ABSTRAKStunting sering diperbincangkan, banyak yang menganggap hanya sektor kesehatan saja yang memiliki peran terkait stunting. Maka dari itu, artikel ini membahas peran lintas sector dalam percepatan pencegahan stunting yang tertuang pada PP no 72 tahun 2021 khususnya penran pemerintah Kabupatem Ogan Komering Ulu dan Perguruan Tinggi.  Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini melalui pemaparan oleh narasumber yaitu Tim PIC kabupaten, Perwakilan Dinas Kesehatan DPPKB, dan BAPELITBANGDA dengan bertujuan untuk menggali pendapat para pemegang kebijakan tentang isu stunting dan kontribusi dari tiap instansi terhadap penanggulangan stunting; menyamakan persepsi dan juga menggalang dukungan dari pemerintah daerah serta lintas sektor dalam pelaksanaan program pencecahan stunting di kabupaten OKU.  Dapat disimpulkan bahwa upaya pencegahan stunting di Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2022 telah dilaksanakan oleh OPD terkait dan pada tingkat perguruan tinggi yaitu Universitas Baturaja dengan melibatkan 20 mahasiswa dalam Program Mahasiswa Penting (mahasiswa peduli stunting) yang merupakan reflikasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Universitas sriwijaya   Kata Kunci: Stunting, OKU, lintas sector, Sumatera Selatan, perguruan tinggi
ASPECTS OF ECONOMIC, CULTURAL, AND SOCIAL ROLES RELATED TO EARLY MARRIAGE IN SERDANG VILLAGE, SOUTH BANGKA Amalia Addini; Fenny Etrawati; Ikhwanul Nurimansyah
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 3 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i3.2485

Abstract

Bangka Belitung Province ranks first among 34 provinces with a percentage 18.76%. Serdang Village is a village in Toboali District, South Bangka Regency with a high percentage of early marriage, which is 29%. This study aims to examine more deeply about the economic, cultural, and resource aspects and social support related to adolescent decisions to get married at an early age in Serdang Village. This study uses a qualitative and sample approach selected by purposive sampling by involving 22 informants. Key informant consists of 8 teenagers of early marriage perpetrators and 8 parents or teenage relatives. While the expert key informant is the Head of DKPPKB, Head of Population Control, Customary Leaders, Religious Leaders, Community Leaders, and Youth Leaders. Researchers use triangulation techniques to obtain data validity. The results of this study show that the majority of teenagers want to get married factor is the limited cost of daily needs and education, as well as the divorce of parents which has impact on the economic resilience of children. In addition, the existence of a culture of mass marriage also attracts the incidence of early marriage and the lack of the role of parents and relatives in preventing early marriage.
PERCEIVED SOCIAL NORM DAN FEAR OF STIGMA PADA REMAJA DENGAN HIV DI KOTA PALEMBANG Ramadhani, Annisa; Etrawati, Fenny; Santri, Dwi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i01.P13

Abstract

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan penyakit yang terus berkembang dan menjadi masalah kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh perceived social norm terhadap fear of stigma pada remaja dengan HIV di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. 6 informan kunci yang telah terinfeksi HIV sebanyak 4 remaja LSL dan 2 WPS dengan rentang usia 15-24 tahun di kota Palembang. Selain itu, peneliti juga menggali informasi melalui informan kunci ahli antara lain dari Dinas Kesehatan Kota Palembang, pelaksana program HIV/AIDS di fasilitas layanan kesehatan, dan Yayasan Sriwijaya Plus. Penelitian ini menggunakan metode lalu data dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan masyarakat terhadap penderita HIV masih cukup buruk. Masyarakat memandang penderita HIV sebagai seorang yang menjijikkan dan berdosa, menjadi aib, memiliki penyakit mematikan, dan dianggap terinfeksi karena karma. Pandangan tersebut memunculkan stigma yang akhirnya menimbulkan kesalahpahaman, penolakan, hingga diskriminasi. Akibatnya penderita takut status mereka sebagai pasien HIV diketahui keluarga, orang terdekat, dan masyarakat. Sehingga diperlukan dukungan sosial terutama dari keluarga dan orang terdekat guna menunjang kelangsungan hidup penderita HIV. Selain itu, peran petugas kesehatan diperlukan dalam mengedukasi masyarakat terkait HIV untuk menghilangkan persepsi dan perilaku buruk masyarakat kepada penderita HIV.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA DI DESA PIPA PUTIH KABUPATEN OGAN ILIR Arigo Saci, Muhammad Amin; Etrawati, Fenny; Rahmawaty, Annisa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P08

Abstract

This research aims to improve the understanding and behavior of teenagers regarding the implementation of Clean and Healthy Living Practices (PHBS) by using the snakes and ladders game as a supporting tool. The area, especially in Ogan Ilir Regency, especially Pipa Putih Village, has been chosen as a focus for reducing the stunting rate, which in 2022 will reach 24.9%. One of the factors that has been identified as a cause of stunting is an unclean environment, this is in line with previous research which emphasizes the importance of PHBS. The research method used was a quasi-experiment with one group as the research subject. The snakes and ladders game was chosen as an intervention tool to increase teenagers' understanding and attitudes towards PHBS. The study results showed a significant increase in adolescents' understanding after the intervention, although not statistically significant in attitudes. The snakes and ladders game is recognized as an effective tool in increasing teenagers' knowledge about PHBS, in line with the efforts of the government and related institutions to improve public health. The use of games as a medium in health education promises to make learning more enjoyable and increase learning motivation. It is hoped that this research can become a basis for developing a wider intervention program to improve PHBS in society, especially in groups of teenagers who have the potential to be agents of change. Keywords: PHBS., Stunting., Snakes and ladders game
Peran peer educator dalam upaya peningkatan imunitas tubuh remajadi masa pandemi COVID melalui penyuluhan gizi seimbang Fatmalina Febry; Ainy, Asmaripa; Etrawati, Fenny
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/Hummed.V5l2.157

Abstract

Implementation of Balanced Nutrition is critical to dealing with the COVID-19 pandemic. It is hoped that adolescents can apply balanced nutrition in the current situation so that the body remains healthy and increases body immunity. The purpose of this activity is to increase adolescent knowledge about the Application of Balanced Nutrition to support immunity during the Covid 19 pandemic through peer educator empowerment. The target of this activity is the youth of SMPIT Bina Ilmi Palembang which consists of 5 peer educators and 38 adolescent participants. This activity consists of two stages, namely peer educator training and nutrition counseling to adolescents by peer educators. Peer educators were selected by the school and then given training on balanced nutrition and its relationship to body immunity through Zoom meetings. Then peer educators provide counseling using the lecture method with PowerPoint tools to adolescents simultaneously through the breakout room at the Zoom meeting and conduct pretest and postest using Google form through WhatsApp group. The result of this activity is an increase in knowledge of both nutrition ambassadors and adolescents after receiving training. It is necessary to carry out regular training on balanced nutrition and body immunity so that adolescent knowledge is getting better so that it can improve the adolescent's immune system.
Affecting Factors Smoking Cessation Intention among Adolescent E-Cigarette Smokers Pitaloka, Ananda Khoirunnisa Dewanti; Etrawati, Fenny; Hadirama, Sakinah
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 3 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i3.4099

Abstract

The prevalence of e-cigarette smoking in Palembang City reached 3.2% in 2018. Adolescent e-cigarette smokers in Palembang City have a reasonably firm intention to quit smoking e-cigarettes. Quitting e-cigarette smoking is a stage that starts with forming self-intention so that one can maintain new habits. This study aims to determine the factors influencing the intention to quit smoking e-cigarettes in Palembang City adolescents. This study used a quantitative approach with a cross-sectional research design. The research sample was calculated using the two proportions difference hypothesis test formula, totaling 134 adolescents aged 10-24 years. The analysis used was univariate, bivariate analysis using a chi-square test, and multivariate analysis with multiple logistic regression test prediction model. The results showed a relationship between the age of first e-cigarette smoking (p=0.002), knowledge (p
Self-efficacy to stop using drugs in adolescent boys at child development institute (LPKA) Palembang city Safira, Nadia Rahma; Etrawati, Fenny; Putri, Nabila Eka
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2023): December 2023
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v14i2.32939

Abstract

Adolescent drug misuse self-efficacy pertains to an individual's ideas regarding their capacity and potential to conquer drug addiction and prevent relapse. The objective of the study was to examine the self-efficacy of male adolescent convicts at Child Development Institute (LPKA) Palembang City in their ability to cease drug use. This study employed a quantitative methodology utilizing a cross-sectional research design. The sample comprised 111 adolescents aged 15-24 who engaged in drug addiction at (LPKA) Palembang City. The independent variables include age, education, knowledge, emotional state, and social modeling, whereas the dependent variable is self-efficacy. The analysis employed univariate, bivariate, and multivariate methods. The findings indicate that 45.9% of the respondents had high self-efficacy, while 54.1% had low self-efficacy. Additionally, there is a significant correlation between the age of the respondents (p=0.004, PR=3.360, 95% CI (1.523-7.413)), their knowledge (p=0.000, PR=8.017, 95%CI (2.976-21.597)), emotional state (p=0.004, PR=3.334, 95%CI (1.515-7.339)), and social modeling (p=0.011, PR =3.333, 95% CI (1.377-8.070)) with their self-efficacy. However, the education level variable (p=0.700, PR=0.790) showed no correlation with self-efficacy. Knowledge emerged as the primary factor influencing self-efficacy (p=0.000, PR=7.153, 95% CI (2.375-21.549)) after accounting for age, social modelling and emotional state. The formation of self-efficacy to cease drug abuse is influenced by a deep understanding of the perils associated with drugs Intensive education from health workers together with LPKA administrators is needed to improve the self-efficacy of adolescent boys who abuse drugs so that they can stop using drugs.
ANALISIS PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PERILAKU PEMERIKSAAN HIV DI KECAMATAN GELUMBANG Nadia, Putri; Rahmawaty, Annisa; Lionita, Widya; Etrawati, Fenny
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38011

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan penyakit menular yang dapat mengancam kesehatan dan keselamatan, terutama pada ibu hamil yang terinfeksi karena dapat menularkan kepada bayi yang dikandungnya. Jumlah kasus HIV di Asia Tenggara menyumbang 10% dari total beban HIV di dunia, angka penularan HIV dari ibu ke anak dapat ditekan dengan melakukan pemeriksaan HIV pada saat kehamilan agar penularan penyakit ini dapat dicegah sedini mungkin. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap perilaku pemeriksaan HIV di Kecamatan Gelumbang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sample secara purposive random sampling yaitu sebanyak 231 orang ibu hamil dengan instrumen pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis data bivariat dengan uji korelasi. Hasil penelitian dibuktikan tidak terdapat hubungan pengetahuan terhadap perilaku ibu hamil dalam pemeriksaan HIV namun memiliki korelasi yang lemah bernilai positif (p = 0.739., r = 0,22) artinya semakin baik pengetahuan ibu hamil terkait pemerikaan HIV pada masa kehamilan maka akan cenderung melakukan pemeriksaan HIV. Sedangkan sikap memiliki hubungan terhadap perilaku ibu hamil dalam pemeriksaan HIV dengan kekuatan korelasi lemah bernilai positif (p = 0,009., r = 0,173) artinya semakin positif sikap ibu hamil terkait HIV maka akan cenderung melakukan pemeriksaan HIV pada saat hamil. Diharapkan ibu hamil dapat meningkatkan pemahaman yang baik dan benar terkait HIV dengan mencari informasi terpercaya dari tenaga kesehatan dan orang terdekat yang berpengalaman serta meningkatkan sikap terhadap pemeriksaan HIV untuk dapat mencegah penularan penyakit yang mengancam keselamatan ibu dan bayi
Co-Authors Adisyah Fitria Rahmadini Afifah, Nadya Amalia Addini Amalia, Risa Nur Anggun Budiastuti Anggun Budiastuti Angraini, Rima Anita Rahmiwati Annisa Rahmawaty Annisa Rahmawaty Annisa Rahmawaty Annisa Ramadhani Arigo Saci, Muhammad Amin Asmaripa Ainy Aurasyiddin, Jerry Khulafa Cahyani, Nova Apriza desi aryani Desy Nuri Fajarningtiyas Ella Amalia, Ella Evi Martha Fatmalina Febry Fatmalina Febry Febriansyah . Febriansyah Febriansyah Feranita Utama Fitriani, Novilia Dwi Hadirama, Sakinah Hamzah Hasyim Ikhwanul Nurimansyah Indah Purnama Sari Indah Purnamasari Indah Yuliana Indah Yuliana Inoy Trisnaini Ira Dewi Ramadhani Iwan Stia Budi Kasih, Shinta Dwi Laili Yosi AS Lionita, Widya Lisa Agustina, Lisa Lisa Mona Angelia Maretalinia, Maretalinia Masayu Gemala Rabiah Maulina Sari, Desri Meilinda, Nurly Misnaniarti Misnaniarti Mona, Lisa Muhammad Amin Arigo Saci Murniati, Nely Nada NurSyifa Nadia, Putri Najmah, Najmah Nely Murniati Nova Apriza Cahyani Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi NurSyifa, Nada Oktarini, Putri Dwi Pitaloka, Ananda Khoirunnisa Dewanti Prautami, Erike Septa Purnama Sari, Indah Putri Dwi Oktarini Putri Sabila, Virgina Putri, Cindi Amelia Putri, Dwi Ananda Putri, Nabila Eka Rabiah, Masayu Gemala Rahmatillah Razak Rahmatillah Razak, Rahmatillah Rahmawati, Fuji Rahmawati, Imanah Ramadhini, Salsabila Putri Rengga Dwija Prasetya Reza Ardiansyah Reza Ardiansyah Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Anggraini, Rini Rini Mutahar Rita Damayanti Rita Damayanti Sabila, Virgina Putri Safira, Nadia Rahma Santri, Dwi Sari, Devy Kartika Shinta Dwi Kasih Titi Nurhaliza Widya Lionita Widya Lionita Widya Lionita Wulandari, Molas Maryunisa Salsabila Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yentri Anggeraini Yuanita Windusari Yuliantari, Devy Yuliarti Yuliarti Yustini Ardillah