Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Studi Intervensi Klaster Kawasan Tanpa Rokok pada Tingkat Rumah Tangga Najmah, Najmah; Etrawati, Fenny; Yeni, Yeni; Utama, Feranita
Kesmas Vol. 9, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok memberikan dampak negatif, baik bagi perokok aktif maupun pasif, ditinjau dari sudut pandang kesehatan maupun ekonomi. Regulasi mengenai Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang telah diterbitkan belum ada yang mengatur mengenai penerapan KTR di tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan perilaku melalui intervensi terpadu KTR pada tingkat rumah tangga. Penelitian dilakukan pada bulan Juli - September 2014 menggunakan desain cluster trial pada empat desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Selanjutnya, 200 sampel kepala keluarga dipilih melalui metode cluster random sampling. Intervensi yang dilakukan meliputi konseling terpadu, pemberian permen pengganti rokok, dan tabungan sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden yang merokok setiap hari dalam sebulan terakhir dan komitmen untuk tidak akan merokok di masa yang akan datang mencapai 71,6% dan 62% pada kelompok intervensi serta 91% dan 38% pada kelompok non-intervensi. Intervensi ini berpeluang 46% mengurangi perilaku merokok responden (RP = 0,46) setelah dikontrol oleh variabel pendidikan (RP = 0,152) dan sikap (RP = 0,216) dengan nilai p < 0,0001. Intervensi terpadu ini terbukti berhasil mengubah perilaku merokok pada kawasan rumah tangga sehingga diperlukan partisipasi masyarakat dan dinas kesehatan setempat untuk menindaklanjuti penerapan intervensi ini dalam jangka panjang. Smoking behavior has negative impacts, both for active and passive smokers, as reviewed from health and economic perspectives. Regulation concerning non-smoking area issued has not yet arranged implementation of non-smoking area at household level. This study aimed to identify any behavior change through integrated intervention of non-smoking area at household level. This study was conducted on July - September 2014 using cluster trial design in four villages at Ogan Ilir District, South Sumatra. Then 200 household head samples were selected through cluster random sampling method. The intervention included integrated counseling, distribution of candy as substitute for cigarette, and healthy saving. Results of study showed that proportion of respondents who smoked every day in a recent month and had a commitment not to smoke in the future reached 71.6% and 62% in the intervention group, then 91% and 38% in the non-intervention group respectively. This intervension had opportunity worth 46% reducing the smoking behavior of the respondents (RP= 0.46) after controlled by the variable of education (RP = 0.152) and attitude (RP = 0.216) with p value < 0.0001. This integrated intervention was profoundly successful changing smoking behavior at household level. So that, public participation and health agency need to follow up the implementation of this intervention in a long term.
Pembinaan dan Pemantauan Pesantren Sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman, Kabupaten Pesawaran, Lampung: Coaching and Monitoring for a Healthy Boarding School at Nurul Iman Islamic Boarding School, Pesawaran District, Lampung Nada NurSyifa; Fenny Etrawati; Muhammad Amin Arigo Saci
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i3.5050

Abstract

Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran Latar belakang: Provinsi Lampung memiliki 869 pondok pesantren dengan jumlah poskestren sebanyak 179. Poskestren bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga pesantren. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan poskestren yang terpadu melalui puskesmas dan stakeholders terkait pesantren sehat. Sehingga diharapkan elemen di lingkungan pesantren (pimpinan, pengelola dan santri) dapat menjadi motor penggerak, motivator dan inovator dalam pembangunan kesehatan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran pembinaan dan pemantauan pesantren sehat di Pondok Pesantren Nurul Iman yang merupakan sasaran pembinaan dari Subdinas Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan pegawai lapangan subdinas promosi kesehatan Provinsi Lampung pengurus, dan guru Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode dan triangulasi data. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik content analysis. Hasil: Pembinaan dan Pemantauan Poskestren di Pondok Pesantren Nurul Iman Kabupaten Pesawaran merupakan bentuk tindak lanjut dari kegiatan pesantren sehat yang diadakan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meliputi 3 kegiatan yakni persiapan, Musyawarah Masyarakat Pesantren (MMP) dan kunjungan ke poskestren Nurul Iman. Hasil kunjungan pembinaan dan pemantauan Poskestren menunjukkan bahwa pengelola dan kader Poskestren Nurul Iman telah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penerapan pesantren sehat. Namun, masih terdapat beberapa aspek dalam pesantren sehat yang masih perlu diperhatikan. Pesantren Nurul Iman belum mempunyai struktur organisasi poskestren, sarana tempat cuci tangan di dalam poskestren, media edukasi dan masih adanya pemberian obat antibiotik yang tidak disertai resep dokter. Kesimpulan: Poskestren Nurul Iman telah melaksanakan dan mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Namun, ditemukan beberapa aspek yang masih harus diperbaiki dan ditindak lanjuti. Sehingga, Poskestren Nurul Iman masih perlu pembinaan dan pemantauan rutin oleh Puskesmas Kalirejo dalam menjalankan fungsinya.
Identifikasi Pola Makan dan Skrining Status Gizi Anak Sekolah di SDN 129 Palembang Febry, Fatmalina; Misnaniarti, Misnaniarti; Ainy, Asmaripa; Etrawati, Fenny; Maulina Sari, Desri
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.13205

Abstract

Background: Primary school children need adequate nutrition to avoid deviations in growth and development. The imbalance between intake and nutritional adequacy will cause nutritional problems. This activity aims to determine elementary school children's diet, nutritional status, and knowledge about balanced nutrition. Methods: This service activity is integrated with the Food Consumption Assessment course of Nutrition Study Program students of the Faculty of Public Health Semester V. This activity participants were 5th-grade students of State Elementary School 129 Palembang, totaling 53 people. This activity was carried out in 3 stages: nutritional status screening, interviews related to food intake, and nutrition education. Results: Most of the students had underweight status 81.1% (weight-for-age) and normal nutritional status 69.8% (height-for-age) and 62.3% (BMI-for-age). Most students consumed incomplete meals (79.2%) and a deficit energy adequacy level (67.9%). There was an increase in knowledge at pretest (28.3%) and posttest (56.6%). Conclusion: There is an increase in student knowledge after being given education in the form of lectures and educational games with an additional average score of 8.49 points.
Improving the Knowledge of Health Cadres for Stunting Prevention through Emotional Demonstration Technique Etrawati, Fenny; Lionita, Widya; Amalia, Ella; Rahmawati, Fuji; Meilinda, Nurly; Rahmawaty, Annisa
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2023.010.02.3

Abstract

Stunting has become a dietary concern in Indonesia. Ogan Komering Ilir district of South Sumatra Province has a stunting prevalence exceeding 20%, highlighting a significant public health concern according to WHO. Addressing this challenge requires the active involvement of health cadres, who play a pivotal role in enhancing maternal and child health. This study aimed to enhance the knowledge of health cadres in stunting prevention through the application of the emotional demonstration method at the village level. A total of 23 active cadres from the healthcare system were purposefully selected to participate in this activity. The experiment group, consisting of 12 cadres, underwent training using the emotional demonstration method through interactive games, while the control group, totaling 11 cadres, followed conventional methods, such as lectures. The activity was held with separate sessions for each group. The participants’ knowledge was measured using questionnaires covering the understanding of stunting, exclusive breastfeeding, complementary foods, anemia, and sources of nutrients. Data were analyzed using a dependent t-test. Average pre-post knowledge gains were 1.15 scores higher for experiment groups compared to 0.19 scores higher for control groups. Statistically significant changes in knowledge scores were observed in the experiment group (p = 0.002), while the control group showed insignificant changes (p = 0.321). Education activities employing emotional demonstration through interactive games are effective in increasing knowledge of stunting prevention.
Hubungan Karakteristik Pejamu terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru di Klinik DOTS RSUD Dr Ibnu Sutowo Baturaja Fenny Etrawati; Asmaripa Ainy; Misnaniarti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis Paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang kemudian menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Secara Global, Indonesia menempati urutan ketiga terbesar untuk kasus TB Paru. Berdasarkan konsep segitiga epidemiologi, pejamu merupakan salah satu penyebab terjadinya penyakit termasuk TB Paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pejamu terhadap kejadian Tuberkulosis Paru.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didesain berdasarkan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 44 orang, sehingga sampel merupakan seluruh bagian dari populasi. Hasil analisis bivariate akan disajikan dalam bentuk tabel silang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (pvalue = 0,030; RP = 5,833), pendidikan formal (p-value = 0,041; RP = 4,5), pekerjaan (p-value = 0,034; RP = 6,9) dan status gizi (p-value = 0,016 ; RP = 5,9) terhadap kejadian TB Paru. Tidak ada hubungan antara umur (p-value = 1,000; RP = 1,2), status perkawinan (p-value = 0,360; RP = 0,5), penghasilan (p-value = 1,000; RP = 1,1) dan penyakit penyerta (p-value = 0,582; RP = 1,9) terhadap kejadian TB Paru.Kesimpulan: Disarankan bagi penderita untuk memperbaiki faktor risiko yang dapat dikendalikan seperti status gizi yakni dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk menjaga ketahanan tubuh.Kata kunci : karakteristik pejamu, tuberkulosis paru
Perilaku Merokok pada Remaja: Kajian Faktor Sosio Psikologis Fenny Etrawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Remaja adalah mereka yang berada pada rentang usia 10-24 tahun dan dikelompokkan menjadi remaja awal, tengah dan akhir. Dalam perkembangannya, terjadi berbagai proses perubahan biologis maupun psikologis yang mengacu pada proses pencarian jati diri pada remaja. Pada masa ini, remaja rentan terjerumus dalam perilaku merokok. Riset Kesehatan Dasar Indonesia (2008) mendeteksi 23,7% penduduk umur > 10 tahun merokok setiap hari. Oleh karena itu perlu dikaji berbagai faktor sosio psikologis yang mempengaruhi perilaku merokok remaja.Pembahasan: Telaah ini menemukan bahwa faktor psikososial (pengetahuan, sikap, pengaruh teman, pengaruh orang tua, media massa dan kebudayaan) memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan perilaku merokok pada remaja.Kesimpulan: Dalam rangka menanggulangi perilaku merokok pada remaja maka dalam proses perkembangannya, remaja perlu dibekali dengan informasi yang cukup mengenai dampak kesehatan akibat rokok terutama bisa diinisiasi di rumah ataupun di sekolah.Kata Kunci: remaja, perilaku merokok, faktor sosio psikologis
IDENTIFIKASI FAKTOR RESIKO STUNTING DAN UPAYA PENCEGAHAN DENGAN INTERVENSI SECARA KOLABORATIF DI KABUPATEN EMPAT LAWANG Febriansyah Febriansyah; Nely Murniati; Hamzah Hasyim; Fenny Etrawati; Widya Lionita; Rahmatillah Razak; Anggun Budiastuti; Indah Yuliana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1510-1511

Abstract

Stunting merupakan proses terlambatnya tumbuh kembang anak karena kekurangan gizi kronik, inveksi penyakit berulang dan stimulasi psikosial pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permasalahan Stunting merupakan masalah nasional sesuai dengan Perpres 42/2013 Tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi untuk mencapai generasi emas pada 2045. Berdasasrkan data dari SSGI 2021 angka stunting Indonesia masih cukup tinggi yaitu 24,4 % dan di targetkan 14% pada tahun 2024 dan pada kabupaten Empat Lawang masih sebesar 26% di tahun 2021 dengan jumlah lokasi utama penangan stunting 58 desa sekabupaten Empat lawang pada tahun2022 serta di targetkan sebesar 15% pada tahun 2024. Permasalahan yang muncul ialah kurangnya kesadaran masyrakat dan upaya kerjasama antar elemen di kabupaten Empat Lawang yang menyebabkan keadaan Stunting di Kabpupaten Empat lawang ini masih tinggi.. Metode yang dipakai dalam Pengabdian ini ialah metode penyuluhan dan di lanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) antar Elemen penggerak penanganan Stunting Empat Lawang. Hasil yang didapatkan melalui kegiatan ini ialah meningkatnya pemahaman tentang pentingnya penangnan stunting bagi elemen penggerak penanganan Stunting di tingkat Kabupaten Empat Lawang, meningkatnya fungsi kordinasi antar elemen.
Sexual Risk Behavior and its Impact on Unwanted Pregnancy Among Adolescents Fenny Etrawati; Yeni Yeni; Widya Lionita; Annisa Rahmawaty; Desy Nuri Fajarningtiyas
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2023.14.3.319-331

Abstract

Sexual activity among adolescents is increasingly alarming; the results of a national survey identified about 4.5% of teenage boys and 0.7% of teenage girls have had sexual intercourse that triggers unwanted pregnancies. This study analyzed the influence of risky sexual behavior factors in adolescents on the incidence of unwanted pregnancy. This research is a secondary data analysis sourced from Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) data in 2017 using a cross-sectional design. The study sampled 15-24-year-olds who had sexual intercourse with as many as 1532 people. Data were analyzed univariately while  bivariate analysis using Chi-Square test and multivariate analysis with logistic regression test of the risk factor model. The results showed unwanted pregnancy occurred in 8.6% of adolescents who had a history of having sexual intercourse. In addition, it will be 4.5 times greater risk of unwanted pregnancy occurred in adolescents who performed risky behaviors such as fingering and stimulating each other after being controlled by variable confounding age and age when first having sex (PR = 4.570). Therefore, equal access to reproductive health education is needed both in educational institutions and in the community as an effort to prevent unwanted pregnancy.
Pornographic Media, Parental Roles, and Adolescent Sexuality Imanah Rahmawati; Fenny Etrawati; Lisa Agustina
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2025.16.1.135-152

Abstract

Access to pornography among adolescents can inflict various threats such as pornography addiction, risky sexual behaviour, Sexually Transmitted Diseases (STDs), unplanned pregnancies, and illegal abortions. Thus, this study aimed to identify exposure to pornographic media and the role of parents in adolescent sexual behaviour. This study used a qualitative approach with a purposive sampling technique to select informants, including 12 adolescents as key informants, 12 parents and 4 teachers as expert key informants. Data were collected using 2 methods: in-depth interviews with expert key informants and Focus Group Discussions (FGD) with adolescents as key informants. The data were analyzed using thematic analysis technique. The data validity, were assessed using a triangulation method, mainly the source, method, and data itself. This study found that low self-control in adolescents drives them to engage in risky sexual behaviour, such as holding hands, kissing, and touching their partner's sensitive areas. Exposure to pornography encouraged them to imitate the acts in such videos, ranging from masturbation to sexual stimulation of a partner. Lack of reproductive health information and parental supervision often makes adolescents make sexual decisions without careful consideration. Providing comprehensive sex education accompanied by parental supervision can be a preventive effort against deviant sexual behaviour among adolescents.
Co-Authors Adisyah Fitria Rahmadini Afifah, Nadya Amalia Addini Anggun Budiastuti Angraini, Rima Anita Rahmiwati Annisa Rahmawaty Annisa Rahmawaty Annisa Rahmawaty Annisa Ramadhani Arigo Saci, Muhammad Amin Asmaripa Ainy Aurasyiddin, Jerry Khulafa Cahyani, Nova Apriza desi aryani Desy Nuri Fajarningtiyas Ella Amalia, Ella Evi Martha Fatmalina Febry Fatmalina Febry Febriansyah . Febriansyah Febriansyah Feranita Utama Fitriani, Novilia Dwi Hadirama, Sakinah Hamzah Hasyim Ikhwanul Nurimansyah Imanah Rahmawati Indah Purnama Sari Indah Purnamasari Indah Yuliana Inoy Trisnaini Ira Dewi Ramadhani Iwan Stia Budi Kasih, Shinta Dwi Laili Yosi AS Lionita, Widya Lisa Agustina Lisa Agustina, Lisa Lisa Mona Angelia Maretalinia, Maretalinia Masayu Gemala Rabiah Maulina Sari, Desri Meilinda, Nurly Misnaniarti Misnaniarti Mona, Lisa Muhammad Amin Arigo Saci Nada NurSyifa Nadia, Putri Najmah, Najmah Nely Murniati Nova Apriza Cahyani Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi NurSyifa, Nada Oktarini, Putri Dwi Pitaloka, Ananda Khoirunnisa Dewanti Prautami, Erike Septa Purnama Sari, Indah Putri Dwi Oktarini Putri Sabila, Virgina Putri, Cindi Amelia Putri, Dwi Ananda Putri, Nabila Eka Rabiah, Masayu Gemala Rahmatillah Razak Rahmawati, Fuji Rahmawati, Imanah Ramadhini, Salsabila Putri Rengga Dwija Prasetya Reza Ardiansyah Reza Ardiansyah Rico Januar Sitorus Rico Januar Sitorus Rini Anggraini, Rini Rini Mutahar Rita Damayanti Rita Damayanti Sabila, Virgina Putri Safira, Nadia Rahma Santri, Dwi Sari, Devy Kartika Shinta Dwi Kasih Titi Nurhaliza Widya Lionita Widya Lionita Widya Lionita Wulandari, Molas Maryunisa Salsabila Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni Yeni yeni Yeni Yeni Yentri Anggeraini Yuanita Windusari Yuliantari, Devy Yuliarti Yuliarti Yustini Ardillah