Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Student Engagement dengan Flow Akademik Siswa Khairanil Washiyyah; Zadrian Ardi; Frischa Meivilona Yendi; Ade Herdian Putra
Counseling and Humanities Review Vol 6, No 1 (2026): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001422chr2026

Abstract

Pendidikan bertujuan mendorong siswa mengembangkan diri secara aktif, termasuk kemampuan penalaran, kecerdasan intelektual, ketahanan mental, dan pengendalian diri, salah satunya dapat tercermin melalui kondisi flow akademik saat belajar. Kondisi ini diduga dipengaruhi sejauh mana siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat flow akademik, student engagement, dan menguji hubungan antara keduanya pada siswa kelas X dan XI di MAN 1 Padang Pariaman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi 512 siswa dan sampel 307 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan software SPSS dengan uji korelasi Spearman's rho. Hasil menunjukkan flow akademik dan student engagement berada pada kategori tinggi, serta terdapat hubungan positif yang signifikan antara keduanya (rs = 0,704; p < 0,001), yang menunjukkan kekuatan hubungan pada kategori kuat. Temuan ini mengindikasikan bahwa student engagement merupakan faktor yang berhubungan dengan flow akademik sehingga layak dipertimbangkan dalam perancangan strategi pembelajaran.
Self Disclosure Siswa Korban Kekerasan Rumah Tangga di SMAN 2 Bukittinggi Zahra Resma; Afdal Afdal; Dina Sukma; Frischa Meivilona Yendi
Current Issues in Counseling Vol 5, No 1 (2025): Current Issues in Counseling
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/01379cic

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) merupakan fenomena sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan psikologis remaja, termasuk kemampuan siswa dalam mengungkapkan diri (self-disclosure). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran self-disclosure pada siswa korban KDRT di SMA Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Responden berjumlah 155 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 2 Bukittinggi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner self-disclosure diukur dengan skala likert berdasarkan teori DeVito (2011), meliputi lima aspek yaitu amount, valence, accuracy/honesty, intention, dan intimacy. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-disclosure siswa korban KDRT secara umum berada pada kategori sedang (44,5%), dan seluruh aspek self-disclosure juga berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki keterbukaan diri yang bersifat selektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan layanan bimbingan dan konseling untuk menciptakan rasa aman dan meningkatkan keterbukaan diri siswa secara adaptif.
Rasch-Based DIF Analysis of Self-Harm Behaviors: Gender, Ethnicity, and Age Factors in an Indonesian Context Yuda Syahputra; Ifdil Ifdil; Caroline Lisa Setiawati; Frischa Meivilona Yendi; Yuliana Yuliana; Romi Fajar Tanjung; Susiati Susiati
Journal of Counseling and Educational Research Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Counseling and Educational Research
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan (AAP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/jcerch.v2i3.524

Abstract

This study was conducted because self-harm behavior in adolescents has become a serious problem that requires in-depth attention, especially in Indonesia, where this phenomenon continues to increase. Factors such as gender, ethnicity, and age are believed to play an important role in influencing self-harm behavior, but comprehensive empirical studies on the interaction of these three factors are still limited. The objectives of this study were to identify differences in self-harm behavior based on gender, ethnicity, age, and investigate the interaction between these three factors. The research method used a quantitative design with a survey approach. The sample consisted of 812 adolescents who were randomly selected from various regions in Indonesia, and data were collected through questionnaires measuring the level of self-harm behavior and demographic factors. Data were analyzed using ANOVA in the Rasch model. The results showed that females have higher rates of self-harm than males. Bugis (B) and Flores (F) cultures show higher self-harm scores compared to other age groups. In addition, the 15-17 age group shows higher self-harm scores compared to other age groups. The conclusion of this study is that there are significant differences in self-harm behavior in adolescents based on gender, ethnicity, and age
Pelatihan Mindfulness Based Cognitive Therapy bagi Guru Bimbingan dan Konseling untuk Mereduksi Kecanduan Judi Online dan Agresivitas Remaja Zadrian Ardi; Ilmiyati Rahmy Jasril; Anindra Guspa; Frischa Meivilona Yendi; Ade Herdian Putra
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001326chr2025

Abstract

Online counseling training based on Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) for guidance and counseling teachers was conducted in response to the increasing phenomenon of online gambling addiction and aggressive behavior among adolescents. This phenomenon has become a serious concern in Payakumbuh City because it affects students' academic, psychological, and social aspects. This Community Service Program aims to improve the capacity of guidance and counseling teachers in understanding, internalizing, and applying the MBCT approach in school counseling services. The training was held on August 9, 2025, at the Payakumbuh City Education Office Hall, involving guidance and counseling teachers from various schools. The implementation method consisted of two stages, namely an introduction to online counseling for online gambling addiction and aggressive behavior in adolescents, as well as training in MBCT techniques through practical simulations and group discussions. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to measure participants' understanding and skills. The training results showed an increase in understanding from 52 percent to 91 percent and in skills from 48 percent to 88 percent. Participants also developed plans to implement MBCT in their respective schools and built a collaborative network among guidance counselors. These findings indicate that participatory training combining theory and practice is effective in strengthening the professional competence of guidance counselors. The MBCT approach is considered relevant as a strategy for preventing and intervening in risky adolescent behavior, especially when combined with online counseling technology that expands access to services in schools.
Peer Attachment dan Kecemasan Sosial pada Siswa : Studi Korelasional Shania Andrisa Putri; Frischa Meivilona Yendi; Zadrian Ardi; Lisa Putriani
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001377chr2025

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah masih ditemukannya siswa kelas X dan XI yang mengalami kecemasan sosial dalam interaksi dengan teman sebaya di lingkungan sekolah. Peer attachment diyakini sebagai salah satu faktor psikososial yang berperan dalam kecemasan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peer attachment dengan kecemasan sosial pada siswa kelas X dan XI. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 249 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa skala peer attachment dan skala kecemasan sosial. Uji validitas dilakukan menggunakan teknik korelasi item total, sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha. Uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,273 dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan positif antara peer attachment dengan kecemasan sosial siswa. Artinya, kualitas keterikatan dengan teman sebaya memiliki peranan dalam tingkat kecemasan sosial yang dialami siswa.
Hubungan Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Membolos Wulan Sephia Marwinda; Zadrian Ardi; Frischa Meivilona Yendi; Rahmi Dwi Febriani
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001315chr2025

Abstract

Perilaku membolos merupakan bentuk pelanggaran tata tertib sekolah yang berdampak buruk pada proses belajar, hasil akademik, serta pembentukan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku membolos pada siswa SMPN 4 Lubuk Alung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 203 siswa kelas VII dan XI yang dipilih melalui teknik stratified ramdom sampling, serta data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku membolos pada kategori rendah (? = 0,369; p < 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat konformitas siswa terhadap teman sebaya, semakin besar kecenderungan mereka untuk membolos. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peran sekolah dan guru bimbingan konseling dalam mengarahkan pengaruh teman sebaya ke arah positif melalui kegiatan kelompok, pembinaan karakter, serta penguatan solidaritas yang sehat, guna membentuk konformitas teman sebaya positif yang dapat meminimalkan perilaku membolos.
Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Ditinjau dari Self-Compassion Anisa Dwi Putri; Frischa Meivilona Yendi; Herman Nirwana; Indah Sukmawati; Adnan Arafani
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001324chr2025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada mahasiswa rantau menghadapi beragam tantangan, mulai dari tekanan akademik, penyesuaian budaya, hingga kesepian akibat jauh dari keluarga, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis. Kondisi ini menuntut adanya kemampuan resiliensi agar mampu bangkit dari kesulitan, serta self-compassion sebagai faktor yang berperan dalam meningkatkan kemampuan resiliensi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan antara tingkat resiliensi berdasarkan self-compassion (tinggi, sedang, rendah) pada mahasiswa rantau. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang yang berjumlah 1.623 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 321 mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu angket Resiliensi dan angket Self-Compassion yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan analisis data menggunakan uji beda (One Way Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan (F= 64.204, p < 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara resiliensi ditinjau dari self-compassion. Temuan ini menegaskan bahwa self-compassion berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau, sehingga pengembangan sikap penuh kasih pada diri sendiri dapat dijadikan strategi dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun personal. 
Hubungan Persepsi Siswa tentang Pendidikan dengan Perilaku Membolos Nadiva Khumairah; Zadrian Ardi; Frischa Meivilona Yendi; Rahmi Dwi Febriani
Counseling and Humanities Review Vol 5, No 2 (2025): Counseling and Humanities Review
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0001323chr2025

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena membolos yang masih terjadi di kalangan siswa SMP. Salah satu faktor yang diduga berkaitan adalah persepsi siswa terhadap pendidikan. Penerlitian ini bertujuan menganalisis hubungan persepsi siswa tentang pendidikan dan perilaku membolos pada siswa SMP Negeri 4 Lubuk Alung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan uji Pearson. Sampel sebanyak 203 siswa SMP Negeri 4 Lubuk Alung dipilih secara stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner persepsi tentang pendidikan dan kuesioner perilaku membolos. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara persepsi siswa tentang pendidikan dengan perilaku membolos berada pada kategori sedang, dengan arah hubungan negatif yang signifikan (r=–0,786; p < 0,001).  Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi layanan bimbingan dan konseling di sekolah, terutama dalam pengembangan program psikoedukasi konseling preventif menumbuhkan persepsi positif siswa terhadap pendidikan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN RENDAHNYA KONTROL DIRI SISWA DALAM BELAJAR: STUDI KUANTITATIF PADA SISWA SMP Nabilla Chairunnisa Amanda; Frischa Meivilona Yendi; Lisa Putriani; Lia Mita Syahri
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 1 (2026): Al Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i1.29243

Abstract

Fenomena rendahnya kontrol diri siswa dalam belajar menjadi salah satu masalah umum yang muncul di sekolah. Kondisi ini ditunjukkan melalui perilaku siswa seperti kesulitan mengatur waktu belajar, menunda pengerjaan tugas, mudah terpengaruh ajakan teman, kurang mampu mengendalikan emosi, serta kurang mematuhi aturan belajar di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan  rendahnya kontrol diri siswa dalam belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis deskriptif. Responden berjumlah 131 siswa SMP Negeri 1 Padang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kontrol diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor internal; yang paling dominan meliputi personal 61,90%, sedangkan faktor eksternal paling dominan meliputi pengaruh sosial 48,85%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengaruh personal dan sosial menjadi faktor yang paling dominan menyebabkan rendahnya kontrol diri siswa dalam belajar, sehingga diperlukan upaya pembinan yang tepat untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan mengontrol dri dalam belajar
PERBEDAAN DIGITAL WELLBEING SISWA SMK DITINJAU DARI GENDER Nur atikah; Frischa Meivilona Yendi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18424

Abstract

Along with the increasing intensity of digital technology use among vocational high school (SMK) students, understanding of the quality of students' relationship with the technology they use every day becomes important, a condition known as digital wellbeing. This study was conducted to describe the picture of digital wellbeing of male and female students and to find out whether there is a difference in digital wellbeing between the two groups. This study used a quantitative approach with a comparative descriptive method. The subjects to active students of grade XI and XII at a public vocational high school. Data were collected using the Perceived Digital wellbeing in Adolescence Scale that had been adapted into Indonesian, then analyzed descriptively and tested using the Independent Sample T-Test. The results showed that the digital wellbeing of both male and female students was in the moderate category, both overall and on the social, cognitive, and emotional aspects, and there was no significant difference between the two groups. This finding shows that gender is not the main factor that differentiates the level of digital wellbeing of vocational high school students, so guidance and counseling services related to digital wellbeing can be given equally to all students regardless of gender.
Co-Authors Abdillah, Wahyu Abdul Rauf Ade Herdian Herdian Ade Herdian Putra Ade Herdian Putra Adlya, Soechi Izzati Adnan Arafani Afdal Afdal Afdhal Afrizal Sano Alfian, Dahlya Alizamar Alizamar Anisa Dwi Putri Ardi, Lailatul Afifah Astuti, Christin Mai Atika, Nur Azmatul Khairiah Sari Bramana Nanditya Putra Caroline Lisa Setiawati Danthy Meillya Sari Desma, Fina Putri DEVI LUSIRIA Dewi Aswira Putri Dian Rahma Yani Dina Sukma Dino Dimenggo Dwianda, Fajar Fadhlullah, Rizky Fadillatulrahmi, Engla Febri Wandha Putra Febriani, Rahmi Dwi Feby Najmah Khairiyah Fikri, Miftahul Fikriyah Mardhatillah Firman Antoni Firman Firman Firman Firman Gusinia, Azzahra Hardi Gusni Dian Suri Hafiz Hidayat Hayati, Khofifah Hayuni, Syelmi Herman Nirwana Humairah, Ulvy Witri Ifdil Ifdil Ikhwanul Hasan ILMIYATI RAHMY JASRIL Indah Permata Sari Indah Permata Sari Indah Permata Sari Indah Sukmawati Indrama, Leony Sarah ira damayanti Itsar Bolo Rangka Jasril Jasril Khairanil Washiyyah Khaswita, Layla Hadi Lathifa Khairah Lia Mita Syahri Mardianto Mardyani, Fauziah Meirizka Liyani Putri Mellyana, Mellyana Miftahul Fikri Muhammad Alfi Syahrin Muhammad Habibi Al Mukarram Zuliandra Muhammad Irpansah Nabila Permata Yuri Nabilla Chairunnisa Amanda Nadia, Hasnatul Nadiva Khumairah Nadiya Rahmatika Delfri Netrawati, Netrawati Neviyarni, Neviyarni Ngadiman, Dyah Ayu Sakinah Nilma Zola Nur Atikah Nurfarhanah Nurfarhanah Pratiwi, Noverta Puji Gusri Handayani Putra, Ade Herdian Putra, Febri Wandha Putri Rahmadani, Putri Putri, Fovi Putri, Shania Andrisa Putri, Ukti Julmi Putri, Viqri Novielza Putriani, Lisa Putriani, Lisa  Rafsyam, Yusri Rahmasari, Salmanisa Mutiara Rahmi Padilla Rahmi, Sari Jannatul Ramadhani, Khofifah Rima Pratiwi Fadli Rima Pratiwi Fadli Rizka Apriani Rohila Rufi'i Sahri, Nafisah Sari, Azmatul Khairiyah Shania Andrisa Putri Soeci Izzati Adlya Soeci Izzati Adlya Suci Ramadhani Sukmawati, Indah Sumayyah Syahidah Susiati Susiati Syafiyah, Aufizzahra Tanjung, Romi Fajar Taufik Taufik Taufik Tri Handani Triave Nuzila Zahri TRIAVE NUZILA ZAHRI Ukti Julmi Putri Ulviatul Humairah Wulan Sephia Marwinda Yan Guspriadi Yana, Riri Sri Yeni Karneli Yuca, Verlanda Yuda Syahputra Yuliana Yuliana Yunia Ritika Yusri Yusri Zadrian Ardi Zahra Resma Zahra, Fadhila Zahra Putri Zulmi, Avrilia Mutiara