Claim Missing Document
Check
Articles

Success of Social Sciences Learning in Fourth Grade Elementary School Students in Buay Madang Timur Sub-district: Is There a Connection Between Self-efficacy and Self-directed Learning? Baharudin; Nur Asiyah; Ida Fiteriani; Abu Dharin
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v9i2.4921

Abstract

This research aims to explore and understand the potential relationship between self-efficacy and students' self-directed learning at the Elementary School level. The research design employed is quantitative associative research with a correlational design. A total of 80 students from three elementary schools were selected as research subjects using cluster sampling without specific divisions. Unlike previous studies that tend to discuss self-efficacy and independent learning in general terms, this study offers a specific approach focusing on the subject of Social Studies (IPS). Social Studies was chosen due to its significant role in developing students' understanding of history, geography, and the social and cultural dynamics that shape their identity. The results of the analysis using T-tests and correlation tests indicate a significant correlation, providing evidence of a tangible relationship between the levels of self-efficacy and self-directed learning among students in the subject of Social Sciences (IPS). The implications of this research go beyond understanding this relationship, offering potential contributions to educational practices. The findings can serve as a reference for educators and educational practitioners to better understand how to enhance students' self-efficacy and self-directed learning. Furthermore, this research provides a foundation for taking further actions to address issues related to self-efficacy and self-directed learning in the elementary education environment. Therefore, it is hoped that this research will provide substantial benefits for educational development, especially in enhancing the effectiveness of student learning at the Elementary School level in the subject of Social Sciences (IPS).  
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DAN IMPLIKASINYA PADA PEMAHAMAN BELAJAR SAINS DI SD/MI (Studi PTK di Kelas III MIN 3 WatesLiwa Lampung Barat) Fiteriani, Ida; Arni, Su
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 2 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i2.1191

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI)merupakan model yang sangat efektif dalam rangka meningkatkan pemahamansiswadalambelajar IPA di SD/MI. Dengantipebelajarkooperatifini, siswadidoronguntukaktifbelajarmelaluikelompok-kelompokkecil. Siswa salingmembantudanmerasabertanggungjawabterhadapkeberhasilantemannyabahkankesuksesankelompokditentukandarikeseluruhananggotakelompokmampumenguasaimateri yang dipelajari.Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan jenis penelitian tindakan kolaboratif. Model tindakanmenggunakanTeoriKemmis dan Taggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi sekaligusevaluasi  tindakan. Subjekpenelitianadalahsiswadi kelasIII yang berjumlah 29 orangpada tahun pelajaran2015/2016dan waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil. Teknik pengumpulan datadengan observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Instrument penelitiansebelumdigunakandilakukanujivaliditas (validity) danreliabilitas (reliability) denganbantuansoftware statistik SPSS for windows. Data yang terkumpul, kemudian diolah, disajikan, diinterpretasikan, dan disimpulkan menggunakan pendekatan kualitatifdankuantitatif. Kriteria pemahaman siswa, dilihatdariketuntasanbelajar yang dicapai, yaknimemenuhi KKM ≥70 sebanyak 80%. Hasil penelitian: (1) Pada siklus Isebanyak 18 orang siswa (62,06%) mampumencapaiketuntasanbelajardan 11 orang siswa (37,93%) masihbelummampu. (2) Padasiklus II sebanyak 24 orang siswa (82,75%)mampumencapaiketuntasanbelajardan 5 orang siswa (17,24%) masihbelummampu. Melihatketercapaianpadasiklus II ini yang telahmemenuhi target nilai (KKM) ≥70sebanyak 80 %, makapenelitiantindakandianggapberhasil.Kesimpulanpenelitianiniadalah model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI)mampu meningkatkan pemahamansiswadalambelajar IPA di kelas III MIN 2 Lampung Baratpadapokokbahasan “Ciri-ciriMakhlukHidup (hewan).” Kata kunci: IPA, model pembelajaran kooperatif, pemahaman belajar, SD/MI,Team Assisted Individualization (TAI).
MEMBUDAYAKAN IKLIM SEMANGAT BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR FITERIANI, IDA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 2 No 1 (2015): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v2i1.1286

Abstract

Dalam membelajarkan anak didik di Sekolah Dasar, guru harus memiliki keyakinan mampu membudayakan iklim semangat belajar pada siswanya. Semangat dalam pengertian yang berkembang di masyarakat seringkali disamakan dengan motivasi. Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan antusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Penciptaan budaya yang mampu memberikan semangat belajar bagi siswa akan semakin memperkukuh karakter dan sifat “haus” siswa terhadap ilmu pengetahuan, yang mana muaranya bertujuan untuk mempersiapkan siswa SD menjadi seorang ilmuwan (cendikiawan) yang berwawasan luas dan berakhlaqul karimah sebagaimana amanah UU dan Pancasila
ANALISIS MODEL INTEGRASI ILMU DAN AGAMA DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM BANDAR LAMPUNG FITERIANI, IDA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 1 No 2 (2014): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v1i2.1314

Abstract

The educational objective of this study to determine implementation of the integration of science in education at Al-Azhar Elementary School 1 Bandar Lampung, SDIT Permata Bunda 3 Bandar Lampung, and Elementary School Muhammadiyah 1 Bandar Lampung, as well as knowledge integration model is implemented. research methods using qualitative methods with a descriptive approach. Purposively selected study site. The results showed (a) the integration model which is implemented in the implementation of science education at Al-Azhar Elementary School 1 Bandar Lampung Islamic modernization model, (b) integration model is implemented in the implementation of science education in SDIT Permata Bunda 3 Bandar Lampung purification using the model, and (c) integration model is implemented in the implementation of science education in Elementary School Muhammadiyah 1 Bandar Lampung using neo-modernism. 
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS V MI RADEN INTAN WONODADI KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2015/2016 FITERIANI, IDA; SOLEKHA, ISWATUN
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 3 No 1 (2016): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v3i1.1332

Abstract

Permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini yaitu minimnya aktivitas belajar peserta didik yang mendorong siswa memahami konsep dan melakukan uji coba-eksperimen IPA (sains) secara berkelompok sehingga berdampak signifikan terhadap ketidakmerataan hasil belajar yang dicapai siswa. Dalam pelaksanaan penelitian digunakan PTK dengan model spiral tindakan yang dikembangkan oleh Hopkins. Proses tindakan dimulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan sekaligus pengamatan, dan refleksi. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas V MI Raden Intan Wonodadi yang berjumlah 25 orang siswa yang terdiri dari 12 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi peran serta, tes tertulis berbentuk essay dan pilihan ganda, wawancara semi terstruktur, dan analisis terhadap dokumentasi sekolah. Analisis kualitatif dan kuantitatif digunakan untuk mengolah data hasil penelitian. Data hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dianalisis secara kualitatif, sedangkan data hasil tes dianalisis secara kuantitatif. Analisis tes ini bertujuan mengetahui ketuntasan secara individual dan ketuntasan secara klasikal dengan mengacu pada kriteria ketuntasan minimal ≥ 75 dan ketuntasan klasikal ≥ 85%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA sub materi “Daur Air” pada Siklus I rata-rata nilai (mean) siswa terjadi peningkatan sebesar 77,6 dibandingkan sebelumnya pada saat pra survey. Ketuntasan secara klasikal juga meningkat menjadi 18 orang siswa (72 %). Besaran persentase ini mengindikasikan bahwa terjadi penurunan jumlah siswa yang belum berhasil meraih nilai KKM yang ditetapkan yaitu hanya 7 orang (28 %). Begitu pula pada Siklus II grafik peningkatan semakin terlihat dimana rata-rata nilai (mean) siswa menjadi sebesar 81,48 dan ketuntasan secara klasikal mencapai 22 orang (88 %), sehingga persentase siswa yang masih belum berhasil mencapai nilai KKM ≥ 75 hanya tersisa 3 orang siswa (12 %). Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil efektif meningkatkan hasil belajar kognitif IPA pada siswa kelas V MI Raden Intan Wonodadi Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu
STUDI KOMPARASI PERBEDAAN PENGARUH PEMAHAMAN KONSEP DAN PENGUASAAN KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP KEMAMPUAN MENDESAIN EKSPERIMEN SAINS FITERIANI, IDA
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 1 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i1.1805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menguji hipotesis terkait studi komparasi pengaruh pemahaman konsep sains dan penguasaan keterampilan proses sains dasar terhadap kemampuan mendesain eksperimen sains sederhanaantara mahasiswa Program StudiPGRA dan PGMI di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Raden Intan Lampung. Metode penelitian menggunakan kuantitatif  dengan jenis penelitianex-post facto. Paradigma penelitian yang dipakai adalah paradigma ganda dengan dua variabel independen dan satu dependen.Penelitian ini dilakukan di Program Studi PGRA dan PGMI UIN Raden Intan Lampung pada semester ganjil tahun akademik 2015/2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PGRA (Kelas A, B, C, dan D) dan PGMI (Kelas A, B, C, dan D) yang mengambil mata kuliah pembelajaran sains pada semester ganjil tahun akademik2015/2016, sedangkan sampel penelitian adalahmahasiswa PGRA diwakili Kelas A dan mahasiswa PGMI diwakili Kelas B. Teknik pengumpulan data utama dengan mempelajari secara cermat foto-foto dan video rekaman kegiatan eksperimen sains mahasiswa PGRA maupun PGMI. Untuk penilaian, instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian video eksperimen mahasiswa.Selanjutnya, analisa data dilakukan secara kuantitatif melalui analisa statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebelum pengujian hipotesis, dilakukan uji persyaratan analisis regresi, yang lazim disebut uji asumsi klasik. Ada 5 (lima) uji, yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, uji  heteroskedastisitas, dan uji asumsi autokorelasi. Setelah terpenuhi persyaratan tersebut lalu dilakukan perhitungan dengan menghitung koefisien regresi, koefisien determinasi, dan koefisien part analysis.Hasil penelitian: 1) Pemahaman konsep sains dan penguasaan keterampilan proses sains dasar sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan mendesain eksperimen sains sederhana, baik pada mahasiswa Prodi PGRA maupun PGMIFakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung;  2)Pada mahasiwa PGRA, variabel pemahaman konsep sains (X1) lebih memiliki pengaruh  (efek) nyata terhadap Y, sedangkan, pada mahasiswa PGMI kedua variabel yaitu pemahaman konsep sains (X1) dan penguasaan keterampilan proses sains dasar (X2) sama-sama memiliki pengaruh (efek) yang nyata terhadap Y. Kata kunci:Pemahaman konsep, KPS, eksperimen sains.
ANALISIS PERBEDAAN HASIL BELAJAR KOGNITIF MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF YANG BERKOMBINASIPADA MATERI IPA DI MIN BANDAR LAMPUNG FITERIANI, IDA; BAHARUDIN, BAHARUDIN
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 4 No 2 (2017): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v4i2.2224

Abstract

Abstrak  Permasalahan penelitian ini beranjak dari data penelitian yang  menunjukkan proses pembelajaran IPA di SD/MI yang berlangsung kurang memfasilitasi peserta didik untuk memiliki pengetahuan sains (scientific knowledge), keterampilan proses ilmiah (scienific process skills), dan sikap ilmiah (scienific attitute) secara terpadu dan menyeluruh. Akibatnya mempengaruhi pencapaian hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini, kombinasi  pembelajaran kooperatif NHT dan STAD pada pembelajaran IPA materi proses terjadinya fotosintesis diyakini dapat memperkuat pemahaman konsep siswa, keterampilan mempraktekkannya dalam sebuah eksperimen (percobaan) dan sekaligus menumbuhkan karakter ilmiah siswa, karena desain pembelajaran yang disetting mendorong siswa untuk bisa belajar bersama dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi kemampuannya. Dengan demikian, akan terbentuk sinergitas yang positif dalam mengembangkan potensi diri untuk meraih prestasi dan kemajuan bersama-sama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental design). Desainnya Nonequivalent Control Group Design. Pada kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan kombinasi pembelajaran kooperatif NHT dan STAD, sedangkan kelas kontrol sebagaimana lazimnya metode yang digunakan, seperti ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi dengan berbantu media gambar. Tempat penelitian di MIN 11 Bandar Lampung dan waktu penelitian berlangsung pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas V yang berjumlah 64 orang dan sampel penelitian adalah kelas V A sebagai kelas eksperimen dan kelas V B sebagai kelas kontrol. Penetapan kelas sampel menggunakan teknik acak (random sampling). Untuk instrumen penelitian menggunakantes hasil belajar kognitif berbentuk pilihan ganda, dengan jumlah 25 soal. Tes dilakukan berulang yaitu sebelum (pretes) dan sesudah (posttes). Instrumen sebelum digunakan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Terakhir, dilakukan pengujian hipotesis, namun sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas dengan taraf signifikan 5%. Pengujian hipotesis dengan rumus t (t-test) dependent. Pengujian dibantu program SPSS 17.0. Kriteria penetapan, jika nilai Asymp.Sig≤ α, maka H0 ditolak dan sebaliknya jika nilai Asymp. Sig> α, maka H0  diterima. Hasil penelitian menunjukkan 1) Perhitungan data statistik deskriptif, pada kelas eksperimen nilai rata-rata 70,66, median 80, modus 80, nilai minimum 65 dan nilai maksimum 100. Sedangkan pada kelas kontrol; nilai rata-rata 53,73, median 75, modus 75, nilai minimum 60 dan nilai maksimum 80. Hasil membuktikan bahwa kelas eksperimen lebih unggul daripada kelas kontrol dalam pencapaian skor/nilai hasil belajar. 2) Pengujian hipotesis, diketahui nilai thitung sebesar  3.618 dan Sig sebesar 0,000, dengan dibandingkan dengan taraf signifikansi α = 0,05 (5 %), maka Sig sebesar 0,000<α = 0,05 (5 %), sehingga keputusannya ??ditolak dan ?1 diterima. Kesimpulannya terdapat perbedaan hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif yang berkombinasi antara NHT dan STAD dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional pada materi IPA Proses Fotosintesis di Kelas V MIN 11 Bandar Lampung. 3) Hasil analisa mengungkapkan penyebab perbedaan pencapaian hasil belajar yang diperoleh siswa terletak pada sistem pembelajaran yang dibangun dan penempatan kedudukan siswa dalam belajar.    Kata Kunci: Kombinasi pembelajaran kooperatif  NHT dan STAD, hasil belajar, dan pembelajaran IPA di SD/MI
PRAKTEK MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT BERBANTU ANIMASI MULTIMEDIA DAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Fiteriani, Ida; Asiah, Nur; Baharudin, Baharudin; Dewi, Shyintia Fitri
TERAMPIL: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 6 No 1 (2019): TERAMPIL
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/terampil.v6i1.3865

Abstract

Pendidikan merupakan faktor utama yang perlu ditingkatkan kualitasnya dan parameter sederhananya terlihat dari hasil belajar peserta didik. Berdasarkan pra penelitian menunjukan bahwa hasil belajar IPA peserta didik di MI masih rendah. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran sangat jarang mengkondisikan peserta didik untuk bisa belajar dengan memaksimalkan potensi kelompok. Peserta didik lebih diarahkan belajar secara individual dan menanamkan kompetisi yang tinggi, sehingga dengan pola ini kelebihan belajar kelompok dengan prinsip belajar kooperatif tidak terbentuk dalam belajar siswa. Aktifitas ini kemudian lebih diperparah, ketika proses peningkatan retensi dan motivasi belajar siswa tidak didukung dengan penggunaan media bantu pembelajaran yang sesuai karakteristik siswa, sementara fungsinya diketahui sangat besar dalam membantu pembentukan pemahaman konsep, membuat semangat dan gairah belajar, serta menjadikan kelas menjadi lebih hidup. Berdasarkan alasan logis itu, dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Berbantu Animasi Multimedia terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa di Kelas IV MIN 11 Bandar Lampung. Jenis penelitian menggunakan Quasi Exsperiment dengan teknik pengumpulan data berupa observasi intensif, wawancara mendalam, pengujian dengan tes, dan analisis terhadap dokumentasi sekolah. Analisis data berikutnya diuji menggunakan uji t, dengan sebelumnya asumsi uji normalitas dan uji homogenitas telah terpenuhi. Hasil perhitungan menunjukkan thitung = 5,621 lebih besar dari ttabel = 2,002, karenanya dapat ditarik kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang sangat signifikan penggunaan model pembelajaran koopertaif  tipe Numbered Head Together (NHT) berbantu animasi multimedia terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa di kelas IV MIN 11 Bandar Lampung.
Articulate storyline-based interactive learning media with character values on natural science learning for 10-11 years old students Rahmawati, Nur Indah; Fiteriani, Ida; Diani, Rahma
Online Learning In Educational Research (OLER) Vol 2, No 1 (2022): Online Learning in Educational Research
Publisher : CV FOUNDAE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/oler.v2i1.119

Abstract

This research was inspired by the underutilized use of character-laden media in science education. The goal of this research is to create character-based interactive learning media on the material properties and changes in the shape of objects using the Articulate Storyline. Also, to test the feasibility and responses of teachers and students toward the developed product. The research method used was development (Research and Development) adopted from Borg and Gall. This research was carried out in three different schools. Techniques for gathering data include interviews, surveys, and recordkeeping. The data analyses employed were qualitative and quantitative methods. The product validation results were quite suited for usage, with the percentages of feasibility values of 84.16 by linguists, 88.87 by material experts, and 94 by media experts. The response percentages by teachers and students were 85.2 and 91.1, respectively. The product developed was well-suited for use in the fifth-grade science learning process. It is hoped that additional research will be conducted using other materials to examine the efficiency of this media, particularly in improving character values.
Pengaruh Media Augmented Reality Terhadap Minat Belajar dan Pemahaman Konsep Pembelajaran IPAS Zulfa, Atikah; Afriyadi, Muhammad Muchsin; Baharudin, Baharudin; Fiteriani, Ida
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v4i3.1670

Abstract

Minimnya antusiasme belajar serta penguasaan konsep oleh peserta didik dalam pembelajaran IPAS tetap menjadi kendala, khususnya akibat metode konvensional yang kurang interaktif. Studi ini dimaksudkan untuk menganalisis dampak penggunaan media Augmented Reality (AR) pada siswa kelas IV di MIS Mathlaul Anwar. Penelitian ini mengadopsi Metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental yang mengadopsi model pretest-posttest kelompok kontrol. Sebanyak 60 siswa menjadi sampel penelitian, yang terbagi menjadi dua golongan, yakni Grup eksperimen yang mendapatkan perlakuan pembelajaran memakai media Augmented Reality (AR) dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Instrumen penelitian terdiri atas Kuisioner berbasis skala Likert yang dirancang untuk menilai tingkat ketertarikan dalam belajar dan tes tertulis untuk mengukur pemahaman konsep. Hasil analisis menunjukan AR secara signifikan meningkatkan minat belajar (p=0.016) dan pemahaman konsep (p=0.000) dibandingkan metode konvensional. Visualisasi 3D dan interaksi berbasis AR terbukti mampu memfasilitasi pemahaman konsep abstrak dan menumbuhkan motivasi belajar. Keseimpulanya bahwa integrasi media AR dalam pembelajaran dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kontribusi Studi ini menyajikan data empiris tentang efektivitas Augmented Reality (AR) dalam dunia pendidikan dan menawarkan saran praktis untuk para pendidik dalam mengoptimalkan teknologi interaktif.
Co-Authors Abda Abda Abdul Aziz Hunaifi Abi Fadila Abu Dharin Afifah, Aulya Agus Jatmiko Andri Setiawan Ani Cahyadi Anugrah Ramadhan Firdaus Anugrah Ramadhan Firdaus Anugrah Ramadhan Firdaus Arni, Su Arni, Su Asep Herry Hernawan Atep Sujana Ayu Reza Ningrum Babang Robandi Baharuddin Baharuddin Baharudin Baharudin Baharudin Baharudin BAHARUDIN BAHARUDIN Baharudin Baharudin Baharudin Baharudin BAITI, MASNUN Cahniyo Wijaya Kuswanto Chairul Amriyah Citra Wulan Sari Deri Firmansyah Devi Kurniawati Dewi, Shyintia Fitri Dian Andesta Bujuri Dinda Salshabila Fitri, Yalin Widia Habibi Habibi Hapsari, Mega Tunjung Ida Fiteriani, Ida Fiteriani Ika Rosmiati Irwandani Irwandani Istiyani Istiyani ISWATUN SOLEKHA ISWATUN SOLEKHA, ISWATUN Jajang Bayu Kelana Koderi Kriani, Rezi Kurnia Santi Linda Hania Fasha Linda Hania Fasha Linda Hania Fasha Mega Aria Monica Mispani Mochammad Imron Awalludin Muhammad Muchsin Afriyadi Mulyani, Laras dwi Munafiroh, Verawati Nadia Kurnia Ningsih Nisa, Fadilatun Nur Asiah Nur Asiyah Nur Asiyah Nur Asiyah Nurul Saadah Agustina Rahma Diani Rahma Diani, Rahma Rahma Yulianingsih Rahmawati, Nur Indah Renita Lestari Rifda El Fiah Romlah RR. Ella Evrita Hestiandari Samson, Nur-Aida Tahirulla Sari, Rizki Septi Permata Sa’idy, Sa’idy Shyintia Fitri Dewi Sri Sukasih, Sri Suarni Suarni Subandi Subandi Sugito Sugito Susilawati, Susilawati Syafrimen Syafril Syaiful Anwar Syofnidah Ifrianti Tri Pebriati Wahyu Sopandi Wahyu Sopandi Wahyudin Wahyudin Wansyah, Rio Yoyon Suryono Yuberti Yudesta Erfayliana Yusuf Maulana Yusup Maulana Yusup Maulana Zalik Nuryana Zulfa, Atikah