Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara fear of missing out (FoMO) dengan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa. Penelitian dilakukan pada mahasiswa dengan jumlah partisipan sebanyak 315 mahasiswa. Alat pengumpul data berupa kuesioner dalam bentuk Google Form yang disebarkan melalui media sosial. Alat ukur kesejahteraan subjektif menggunakan SWLS milik Diener, dkk. (1985) dan PANAS milik Watson, dkk. (1988). Alat ukur fear of missing out (FoMO) menggunakan FoMOs milik Przybylski, dkk. (2013). Hasil analisis data penelitian diperoleh nilai korelasi antara FoMO dengan kesejahteraan subjektif sebesar -0,18 dengan p sebesar 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara FoMO dengan kesejahteraan subjektif dengan arah berlawanan yang berarti semakin tinggi FoMO yang dialami individu maka nilai kesejahteraan subjektif akan menurun.