Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Buletin Al-Turas

Kontroversi Doktrin Tarekat dalam Puisi Sufistik Karya Syaikh Isma‘il al-Minangkabawi Hadi, Syofyan
Buletin Al-Turas Vol 21, No 1 (2015): Buletin Al-Turas
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.658 KB) | DOI: 10.15408/bat.v21i1.3831

Abstract

AbstrakTarekat adalah gerakan dan aktifitas sufistik yang terwujud dalam bentuk lembaga dan organisasi. Sebagai sebuah organisasi keagamaan yang lebih berorientasi pada aktifitas menempuh perjalanan ruhaniyah dan spiritual, maka diperlukan adanya pemimpin, pembimbing ataupun penuntun yang akan mengantarkan para pengikut pada tujuan spiritual yang hendak dicapai. Dalam konteks inilah setiap ajaran tarekat berupaya merumuskan metode dan tata cara menempuh jalan yang hendak dilalui para salik termasuk kriteria para mursyid sebagai pemimpin dan penunjuk jalan tersebut. Hal ini jugalah yang coba dirumuskan Syaikh Isma’il al-Minangkabawi dalam konsep-konsep tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang diajarkan dan dikembangkannya di Nusantara pada awal abad 19 M. Dalam konteks ajaran tarekatnya, Syaikh Isma’il al-Minangkabawi berupaya merumuskan beberapa aturan bagi para penempuh jalan ruhani menuju Tuhan (murid/salik) dan juga merumuskan kriteria pada pemandu jalan (syaikh/mursyid) yang berhak menjadi penuntun bagi para salik. ---AbstractTarekat is movement and activity sufistik embodied in institutions and organizations. As a religious organization that is more oriented to activities ruhaniyah and spiritual journey, it is necessary to have a leader, mentor, or a guide who will lead the followers of the spiritual goal to be achieved. In this context every teaching institute seeks to establish the method and procedure for the path to be traversed the salik including the criteria mursyid as leaders and guides them. It is also likely to try to formulate Shaykh Isma'il al-Minangkabawi in concepts congregation Naqsyabandiyah Khalidiyah taught and developed in the archipelago in the early 19th century AD In the context of the doctrine congregation, Shaykh Isma'il al-Minangkabawi attempt to formulate some rules for facer spiritual path to God (pupil / salik) and also set the criteria on a guide (shaykh / mursyid) eligible to be a guide for the salik.
Co-Authors ', Monica Abdul Aziz Alfadilah, Alfadilah Ali Fahrudin, Ali Amelia, Mays Anang Pratama Widiarsa Anugrah, Narendra Putra Arie Mangesti, Yovita Asrina Asrina Asrina Bravestha, Rio Chairul Farid, Achmad Dahlan, Rudiyanto Dananjaya, Adhitya Arum Djinarto, Bambang Farisi, Salman Febriadi, Herry Febriyan, Muhammad Alvin Fikri alhamdi Fikri, Sultoni Firdaus, Salsabila Fitrah, Azizah Fouziah, Resti Frans Simangunsong Gilang Ramadhan Guntur, Sundaru Gustian, Nabil Hikam, Reza Maulana Hufron Hufron, Hufron Ilyas, Erizal Imron, Muhamad Khairunnisa, Annisa Krisnadi Nasution Lovitya Trisnanti, Ines Mahyudin Ritonga Mangesti, Yovita Arie Miarsa, Fajar Rachmad Dwi Mohammad Mohammad MUCHAMMAD FAIZIN Murtadlo, Aly Nandini, Nova Mawar Lailatul Adawiyah Nickalus, Juan Noviekayati, IGAA. Nurlaila Nurul Zuhriyah Partomuan Harahap Pohan, M. Riduan Pratiwi, Aulia Priyambodo, Bagus Adam Puji Utomo, Sutrisno Putra Samudra, Kaharudin Putra, Arifdo Qolyubby, Bayu Kurnia Nazarrudin Rahma, Suci Salsa Aulia Rahman, Habibur Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Awliya Reflinaldi, Reflinaldi Rezi, Melisa Rimbawani Sushanty, Vera Riqiey, Baharuddin Ronny Ronny Rustambekov, Islambek Rusydi Rusydi S Endang Prasetyawati Saputri, Yosi Rani Sari, Yanofita Setyadji, Sri Shodikin, Miftakhul Shulga, Ievgenii Sibarani, Tagor Slamet Suhartono Soma, Nara Sukardi Sukardi Sutra, Heni Syahrizal, Fauzan Fitra Tafiati, Tafiati Tri Budiman, Nanang Triana, Hetti Waluati Walujo Tjahjono, Agus Wartiman, Wartiman Wati, Tan Hana Darma Mangruwa Wibowo, Agung Satryo Wibowo, Tulus Yudi Widodo Yufni Faisol, Yufni Yunita, Asti