Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : MANUSKRIPTA

Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Minangkabau; Tela’ah Teks al-Manhal al-’Adhb li-Dhikr al-Qatb Hadi, Syofyan
Manuskripta Vol 1, No 2 (2011)
Publisher : Manuskripta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ms.v1i2.450

Abstract

Artikel ini memberikan bukti baru yang berbeda dengan kapan-kapan dan teori-teori para peneliti sebelumnya tentang proses masuk dan dinamika perkembangan ajaran tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Minangkabau. Dalam artikel ini dibuktikan bahwa tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah masuk dan berkembang di Minangkabau pada awai abad ke-19 M melalui kawasan pantai timur Sumatera Barat atas pengaruh dan jasa Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi. Artikel ini berupaya menempatkan Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dalam porsi yang sesusungguhnya dalam kapasitasnya sebagai tokoh sentral ajaran tarekat Naqshabandiyah di MinangkabauDi samping itu, artikel ini ini juga mengemukakan beberapa kenyataan dan dinamika perkembangan ajaran tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Nusantara,, yaitu; Pertama} dalam hal ajaran dan praktek ritual ibadah yang diterapkan bagi. pengikut ajaran tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Nusantara tidak jauh berbeda dengan apa yang dipraktekan para pengikut Naqshabandiyah Khalidiyah di kawasan dunia Islam lainnya termasuk Haramayn sebagai pusatnya. Hanya saja, pada beberapa bagian tertentu terdapat hal-hal yang merupakan modifikasi Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi sebagai upaya penyesuaian dengan situasi dan kondisi pengikutnya waktu itu.Kedua, dari jaringan intelektual, tarekat Naqshabandiyah dari Haramayn hingga Minangkabau terlihat bahwa Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi tidak pernah memiliki murid resmi dalam artian memberikan ijazah tarekat kepada shaykh-shaykh tarekat Naqshabandiyah Minangkabau Namun, dia lebih berperan sebagai “mediator" dan penghubung jaringan bagi. calon murid tarekat Naqshabandiyah dengan zawiyah Jabal Qubays yang dikelola oleh temannya Shaykh Sulayman al-Qirimi dan khalifahnya Shaykh Sulayman al-Zuhdi. Realitas bahwa semua ulama tarekat Naqshabandiyah asal Minangkabau mengambil ijazah tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah di Jabai Qubays, dan tidak satupun yang mengambil ijazah tarekat Naqshabandiyah Muzhariyah maupun tarekat Naqshabandiyah wa-Qadiriyah adalah bukti betapa kuatnya pengaruh dan kharismatik Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dalam memberikan tuntunan dan gamblengan kepada calon jamaah haji dan calon murid tarekat Naqshabandiyah asal Minangkabau yang akan menuju tanah suci.Ketiga, semenjak awal kedatangannya di Nusantara telah terjadi polemik dan pertikaian hebat antara Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dengan ulama-ulama Hadramaut seperti Salim bin Samir dan Sayyid Uthman al-Husayni. Pertikaian dan polemik juga terjadi antara Shaykh Ismail al-Khalidl al-Minangkabawi dengan tokoh-tokoh pengembang ajaran tarekat Naqshabandiyah cabang lainnya, yaitu dengan Shaykh Abd al-Azim Mandura dan Shaykh ‘Abd al-Ghani Sumbawa, Pertikaian dan polemik Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi dengan ulama-ulama Hadramaut disebabkan oleh dua hal; yaitu aspek dogmatis dan kecemburuan sosial. Secara dogmatis masing-masing menuduh dan mengklaim sesat pihak lainnya. Dan secara sosial muncul ketidaksenangan ulama Hadramaut atas keberhasilan Shaykh Ismail al-Khalidi al-Minangka bawi dalam menarik para penguasa lokal untuk menjadi pengikut tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah.
Co-Authors ', Monica Abdul Aziz Alfadilah, Alfadilah Ali Fahrudin, Ali Amelia, Mays Anang Pratama Widiarsa Anugrah, Narendra Putra Arie Mangesti, Yovita Asrina Asrina Asrina Bravestha, Rio Chairul Farid, Achmad Dahlan, Rudiyanto Dananjaya, Adhitya Arum Djinarto, Bambang Farisi, Salman Febriadi, Herry Febriyan, Muhammad Alvin Fikri alhamdi Fikri, Sultoni Firdaus, Salsabila Fitrah, Azizah Fouziah, Resti Frans Simangunsong Gilang Ramadhan Guntur, Sundaru Gustian, Nabil Hikam, Reza Maulana Hufron Hufron, Hufron Ilyas, Erizal Imron, Muhamad Khairunnisa, Annisa Krisnadi Nasution Lovitya Trisnanti, Ines Mahyudin Ritonga Mangesti, Yovita Arie Miarsa, Fajar Rachmad Dwi Mohammad Mohammad MUCHAMMAD FAIZIN Murtadlo, Aly Nandini, Nova Mawar Lailatul Adawiyah Nickalus, Juan Noviekayati, IGAA. Nurlaila Nurul Zuhriyah Partomuan Harahap Pohan, M. Riduan Pratiwi, Aulia Priyambodo, Bagus Adam Puji Utomo, Sutrisno Putra Samudra, Kaharudin Putra, Arifdo Qolyubby, Bayu Kurnia Nazarrudin Rahma, Suci Salsa Aulia Rahman, Habibur Rahmawati, Rahmawati Rahmi, Awliya Reflinaldi, Reflinaldi Rezi, Melisa Rimbawani Sushanty, Vera Riqiey, Baharuddin Ronny Ronny Rustambekov, Islambek Rusydi Rusydi S Endang Prasetyawati Saputri, Yosi Rani Sari, Yanofita Setyadji, Sri Shodikin, Miftakhul Shulga, Ievgenii Sibarani, Tagor Slamet Suhartono Soma, Nara Sukardi Sukardi Sutra, Heni Syahrizal, Fauzan Fitra Tafiati, Tafiati Tri Budiman, Nanang Triana, Hetti Waluati Walujo Tjahjono, Agus Wartiman, Wartiman Wati, Tan Hana Darma Mangruwa Wibowo, Agung Satryo Wibowo, Tulus Yudi Widodo Yufni Faisol, Yufni Yunita, Asti