Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN STANDAR PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAHAN DESA SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GOOD VILLAGE GOVERNANCE Muhammad Mujtaba Habibi; Didik Sukriono; Desinta Dwi Rapita; Sudirman Sudirman
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.699 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p19-27

Abstract

Kegiatan pendampingan dala artikel ini bertujuan untuk membantu dalam pembentukan standar pelayanan publik pemerintahan desa di kecamatan sumberpucung kabupaten Malang. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan dengan beberapa tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Terdapat permasalahan yang dihadapi oleh Pemerintah Desa Kecamatan Sumberpucung antara lain Belum tersusun dan terbentuknya standar pelayanan publik publik di Pemerintahan; Desa-desa di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang  dan masyarakat belum memahami mekanisme penyusunan dan pembentukan standar pelayanan publik; Rendahnya kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di Pemerintahan Desa Kecamatan Sumbepucung Kabupaten Malang. Dari permasalahan yang ada maka ditindaklanjuti dengan pelaksanaan workshop pembuatan standar pelayanan publik dan pendampingan pelaksanaan pelayanan publik di setiap desa di Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Hasil dari pelaksanaan tersebut menjadikan Peserta workshop dapat membuat peraturan Standar Pelayanan Publik yang sesuai dengan kaidahnya dan mulai mempraktekkan di Pemerintahan Desa masing-masing.
Pelatihan Pembuatan Produk Hukum Desa Di Pemerintahan Desa Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang Didik Sukriono; Desinta Dwi Rapita
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 1, No. 1, April 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.146 KB) | DOI: 10.17977/um032v0i0p10-20

Abstract

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa mengakomodasi banyak hal yang muaranya untuk melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi lebih kuat, maju, madiri dan demokratis. Dengan demikian, Desa diberikan kepercayaan, amanah dan tanggung jawab untuk mengelola wilayahnya. Salah satu wujud kewenangan desa untuk mengatur kepentingan masyarakatnya adalah melalui pembentukan produk hukum desa untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan desa, mengatur pelaksanaan pembangunan, pembinaan  masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan pelayanan umum.Hanya sayangnya belum semua desa menyusun peraturan desa, dan jika sudah membuat peraturan desa belum semua peraturan desanya sesuai dengan kaidah legalislative drafting. Hal ini terjadi hampir diseluruh desa di wilayah Kabupaten Malang, termasuk salah satunya yang berada di wilayah Kecamatan Sumberpucung. Metode palaksanaan kegiatan pengabdian adalah dengan analisis situasi, identifikasi masalah, pelaksanaan pelatihan sebagai pemecahan masalah serta refleksi dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa banyak desa yang belum mampu membuat produk hukum desa. Awalnya mereka tidak tahu konsep pembuatan produk hukum desa yang sesuai dengan legislative drafting, tapi akhirnya mereka paham dan dapat membuat produk hukum desa bagi desanya masing-masing.
Menumbuhkan nasionalisme di kalangan remaja kelompok seni musik Patrol Perkusi Bendho Agung di Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang Dini Dwi Dista Ramadina; Rosyid Al Atok; Didik Sukriono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.768 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i2p182-193

Abstract

This study aims to describe how to grow an attitude of nationalism, the appearance of nationalism, obstacles in developing nationalism, and those efforts are made to overcome obstacles to developing nationalism among youths Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group. This study uses a qualitative approach with descriptive research type. Data collection was carried out by means of observation, interviews, and documentation study. Data analysis using interactive analysis. Checking the validity of the data using triangulation techniques. how to grow an attitude of nationalism among adolescents with doing various activities includes of dancing traditional dances and playing traditional percussion patrol instruments such as kenong, saron, tambourine, drums, plastic drum, iron drum, gong and all members should to memorize the national song and folk songs. The appearance of nationalism is that the members t-shirts have nuances or patterns of batik and it doesn’t have feeling inferior or inferiority when playing traditional musical instruments and dancing traditional dances. The develeoping nationalism among youths is also inseparable from the obstacles when realizing nationalism among youths Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group, these obstacles are the include the time clashes between school time and the time of the event and the lack of dance costumes of Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group. In overcoming these obstacles the Bendho Agung Percussion Patrol Music Art Group makes efforts to overcome them by giving permission to schools and borrow or rent dance costumes in an art studio Turen. Kajian ini bertujuan mendiskripsikan cara menumbuhkan nasionalisme, bentuk perwujudan nasionalisme, kendala yang dihadapi dalam menerapkan nasionalisme, dan solusi dalam menghadapi kendala penerapan nasionalisme di kalangan remaja Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis interaktif. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Cara menumbuhkan sikap nasionalisme di kalangan remaja diantaranya melalui kegiatan menari tari tradisional, bermain alat musik tradisional patrol perkusi seperti kenong, dig dug, saron, rebana, kendang, drum plastik, drum besi, gong dan mewajibkan seluruh anggota untuk hafal lagu nasional dan lagu-lagu daerah. Bentuk perwujudan nasionalisme diantaranya kaos anggota ada nuansa atau corak batik dan tidak ada rasa minder atau rendah diri ketika bermain alat musik tradisional dan menari tarian tradisional. Dalam menumbuhkan nasionalisme di kalangan remaja tidak lepas dari kendala-kendala yang muncul saat mewujudkan nasionalme di kalangan renaja Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung, kendala tersebut yaitu waktu yang bentrok antara waktu sekolah dengan waktu event dan kurangnya kostum tari yang dimiliki Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung. Dalam mengatasi kendala-kendala tersebut, Kelompok Seni Musik Patrol Perkusi Bendho Agung melakukan upaya-upaya dalam mengatasinya dengan cara memberian surat izin ke sekolah dan meminjam atau menyewa kostum tari di sanggar seni Turen.
Karakteristik dan interaksi sosial Yamaha-Vixion Club Indonesia Chapter Jombang guna mempererat solidaritas Ruci Rahmanda; Siti Awaliyah; Didik Sukriono
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.216 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p446-458

Abstract

Artikel ini berupaya untuk mengeksplorasi karakteristik dan interaksi sosial yang terjadi pada komunitas motor yamaha vixion club Indonesia chapter Jombang. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode penelitian. Sumber data menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan penggabungan ketiganya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik dan interaksi sosial yang terjadi pada yamaha vixion club Indonesia chapter Jombang terjalin dengan baik antar anggotanya hal ini ditunjang oleh beberapa kegiatan-kegiatan yang dapat membuat kedekatan antar anggotanya dapat terbentuk. Namun tetap diingat bahwa segala sesuatu pasti ada sisi positif dan juga sisi negatifnya. Bahkan tak jarang muncul hambatan-hambatan yang dapat memicu terjadinya konflik dan kesenjangan antar anggota. Tetapi selalu ada solusi untuk membuat keputusan yang terbaik sehingga tiap-tiap anggota dapat menjaga rasa solidaritasnya.
Penerapan Prinsip Good Governance Dalam Pelayanan Publik Di Desa Tempursari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang Muhammad Mujtaba Habibi; Ika Nurul Iza; Didik Sukriono
Jurnal Civic Hukum Vol. 7 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jch.v7i1.21371

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pelayanan publik, penerapan prinsip- prinsip good governance, hambatan dalam menerapkan prinsip good governance dan upaya yang diterapkan untuk meningkatkan penerapan prinsip good governance di Desa Tempursari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian ini yaitu Kepala Desa, perangkat Desa dan masyarakat. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Pemerintah desa Tempursari memberikan kualitas pelayanan publik yang baik kepada masyarakat agar melancarkan dan memudahkan pekerjaan masyarakat desa Tempursari (2) Prinsip good governance Transparansi, Keadilan, Partisipasi, Responsivitas, Efisiensi dan Efektivitas diterapkan dengan baik walaupun masih kekurangan pada prinsip Transparansi, dan Efektivitas di desa Tempursari. Masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan (3) Hambatan yang dijumpai dalam penerapan prinsip good governance di desa Tempursari disebabkan kurangnya penguasaan teknologi oleh perangkat desa sebagai penyelenggara pelayanan publik. (4) Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan penerapan prinsip- prinsip good governance di desa Tempursari yaitu menerapkan jam operasional pegawai, memberdayakan perangkat desa untuk selalu meningkatkan prestasi kerjanya guna meningkatkan sumber daya manusia profesional, meningkatkan pengetahuan perangkat desa terhadap perkembangan teknologi, serta melakukan kegiatan evaluasi kerja setiap bulan.
Enhancing Civics Learning Outcomes Through Android Application-Based Media in Class VII C At SMP Shalahuddin Malang Moh. Nurron Kholifatul Ardhi; Wahyu Rochmadi, Nur; Sukriono, Didik
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 16 No 1 (2024): Advancing Education through Innovation and Technology
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jip.v16i1.2074

Abstract

This research departs from the problem of learning outcomes of students in class VII C SMP Shalahuddin Malang in Civics subjects that have not been completed classically 85%. To improve learning outcomes, use media in the teaching and learning process. The purpose of this study was to improve student learning outcomes by using android application-based media during learning. This research uses Classroom Action Research (CAR) which refers to the Kemmis and Mc Taggart model through several stages, namely: 1) planning stage, 2) action, 3) observation, and 4) reflection. The research location is at SMP Salahuddin Malang with the subject of class VII C which amounted to 22 students. Data collection techniques using observation, tests and documentation. The analysis used was qualitative analysis and simple quantitative analysis. The results showed that learning by using media based on android applications can improve the learning outcomes of students in class VII C SMP Shalahuddin Malang. The implications of these findings suggest that Implementing technology in education can be an effective solution to address the issue of low learning outcomes.
Penguatan Ideologi Pancasila di Pondok Pesantren Najib, Ivan Nove Ainun; Untari, Sri; Sukriono, Didik
Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan Vol 18, No 1 (2024): Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38075/tp.v18i1.503

Abstract

The purpose of this study is to outline initiatives taken at Darul Ulum Islamic Boarding School in the Sandai Subdistrict of Ketapang Regency, West Kalimantan, to enhance students' comprehension of the Pancasila doctrine. The study uses a descriptive research design and a qualitative methodology. Interviews are used as part of data gathering methods, and Pattern Matching is used to analyze the data. The study's findings show that the pupils have received formal education, which is taught to them at their individual school levels, in an effort to improve their comprehension of Pancasila doctrine. In order to develop people with a solid grasp of religious knowledge, non-formal education also plays a significant role. It focuses on areas that are prioritized for students throughout their time at the boarding school. Hadith doctrines, theology, jurisprudence, ethics, and Qur'anic interpretation are a few examples. These courses are taught with the goal of making sure that students acquire strong moral, social, and personal standards as well as information, particularly in the area of religious studies. Therefore, both formal and informal education are used in an effort to increase students' comprehension of the Pancasila concept. Keywords: Pancasila Ideology; Islamic Boarding School; Nationalism.
Pengembangan Model Pembelajaran Controversial Public Issues untuk Meningkatkan Kemampuan Critical Democracy Mahasiswa Ningrum, Ayu Jelita; Wiyono, Suko; Sukriono, Didik
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v9i1p%p

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan dan keefektifan model pembelajaran controversial public issues untuk meningkatkan kemampuan critical democracy mahasiswa. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan model analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Produk yang dihasilkan dalam kajian pengembangan ini yaitu berupa model pembelajaran controversial public issues yang layak dan efektif untuk meningkatkan kemampuan critical democracy mahasiswa. Uji kelayakan produk didasarkan pada hasil validasi ahli model pembelajaran sebesar 97 persen, validasi ahli materi sebesar 83 persen, dan validasi ahli perangkat pembelajaran sebesar 95 persen. Uji keefektifan produk didasarkan pada hasil pretest dan post test serta hasil observasi untuk mengamati perkembangan kemampuan critical democracy mahasiswa. Hasil uji Normalized Gain diperoleh rata-rata nilai sebesar 0,5769 yang termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran controversial public issues efektif untuk meningkatkan kemampuan critical democracy mahasiswa.
Pengembangan Buku Ajar Berbasis Quantum Teaching Berbantuan Augmented Reality Materi Keberagaman sebagai Identitas Nasional Bangsa Indonesia Sekarsari, Peni; Sukriono, Didik; Dayati, Umi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um019v8i1p71-81

Abstract

This study aimed to develop and test the feasibility, attractiveness, and effectiveness of textbooks based on quantum teaching with the help of augmented reality material on Diversity as the National Identity of the Indonesian Nation. The procedure used was research and development based on the steps proposed by Borg and Gall. The product produced in this development study is a quantum teaching-based textbook assisted by augmented reality on Diversity as the National Identity of the Indonesian Nation, which is appropriate, attractive, and effective. The product feasibility test is based on the validation results of material experts by 83.7 percent, media expert validation by 92.9 percent, and learning expert validation by 89.4 percent. The product attractiveness test was based on the results of the small group trial of 85.9 percent and the results of the large group trial of 87.1 percent. The product effectiveness test was based on the results of the large group trials: the average pretest value of 64.9 and the post-test of 84.1. It shows an increase in the average value obtained by students, equal to 19.2.
Implementasi Ketentuan Pasal 12 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 51 Tahun 2007 sebagai Dasar Pembentukan Kawasan Pertanian Terpadu Sukriono, Didik
Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.449 KB) | DOI: 10.17977/um019v7i2p335-341

Abstract

This study aimed to describe the determination of inter-village integrated growth centers based on Article 12 of the Minister of Home Affairs Regulation Number 51 of 2007 and analyze the formation of integrated agricultural areas based on the analysis of rural areas in the determination of inter-village integrated growth centers. This study used an empirical juridical method with a statutory and conceptual approach. The data in this study were obtained through observation, documentation, interviews, focus group discussions and conventional and electronic literature studies, which were analyzed using juridical qualitative methods. Determination of integrated growth centers between villages based on Article 12 of the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 51 of 2007 was carried out by analyzing rural areas, both in terms of topography, natural resources, human resources, and facilities and infrastructure owned. The establishment of integrated agricultural areas based on the analysis of rural areas in determining the integrated growth centers between villages was carried out through four stages, namely the proposal of development plans, formulation of strategies and policies, planning of supporting programs, and legalization of integrated agricultural areas.
Co-Authors A. Rosyid Al Atok, A. Rosyid Al Adinda Dwi Larasati Agung Kurniawan Ahmad Depri Kurniawan Ajeng Setyo Rini Alfan Bramantya Amelia Reza Artanti Andhika Joelystiar Anisa Amalia Maisaroh Ardiyansyah, Hidayat Arini, Arlinda Dewi Asyarifah, Runing Fikriyah Ayu Maulina Sari Azhar Ahmad Smaragdina Baihaqi, Muhammad Iqbal Berlian, Muhamad Fiqri Cindy Ayu Dwi Amiarti Desinta Dwi Rapita Dewi Fortuna Sari Dini Dwi Dista Ramadina Dwi Rapita, Desinta Edi Suhartono Eka Israni, Mayang Ekaliya Priti Anggraeni Elvada, Erisa Fitriyah, Arikah Nur Galang Putra Nusantara, Galang Putra Habibah Pidi Rohmatu Hadi, Nuruddin Hafidah Putri Pangestu Hano, Alvin Javier Hasanah, Aurellya Azizatul Icha Dwi Listari Ida Tri Wahyuni Ihsan, Muhammad Aidi Noor Ika Nurul Iza Israni, Mayang Eka Kholifatunauroh Kholifatunauroh Kurniawan, Ahmad Depri Levia Tantianji, Trisna Nindi M. Alifudin Ikhsan Mardhatillah, Mardhatillah Maulana Reza Pahlevi Maulana Yusuf, Alfariz Mawarti, Rista Ayu Meidi Saputra Meritasari, Dini Putri Ratna Moh. Nurron Kholifatul Ardhi Moh. Thohir Muhamad Sayuti Hassan Muhammad Irwawan Siswantoro Muhammad Mujtaba Habibi Mujtaba’ Habibi, Muhammad Nabella Serly Margareta Najib, Ivan Nove Ainun Neola Hestu Prayogo Ningrum, Ayu Jelita Nur Wahyu Rochmadi Nuruddin Hady Nurul Ratnawati, Nurul Purwanto Purwanto Rania Balqis Salsabilla Reza Hudiyanto Rike Widya Lestari Riska Pristiani Riza Nur Rahmat Rizkyanto, Muhammad Yusuf Ruci Rahmanda Rusdianto Umar Saputra, Ridwan Agus Sekarsari, Peni Shirly Rizki Kusumaningrum Sholikhah Wati, Ratu Suci Siti Awaliyah Solikah, Alik Ulfatus Sri Untari Sri Untari Sri Untari Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Suhartono, Edy Sukma Ulandari Suparlan Al Hakim SUPRIYONO Supriyono Supriyono Surya Desismansyah Eka Putra Thohir, Moh. Umi Dayati Valeria, Aurel Hamida Wahyu Nur Rochmadi Wiyono, Suko Yulia Nur Widiana Yuni Pratiwi Yusuf Suharto Yusuf, Alfariz Maulana