Claim Missing Document
Check
Articles

Radec Model : Improving Elementary Students’ Environmental Care And Science Literacy Through Energy Source Materials Herawati, Netty; Novita, Lina; Jaenudin, Dadang
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda) Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Guru Sekolah Dasar (JPPGuseda)
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55215/jppguseda.v7i3.10127

Abstract

This study investigates the impact of the RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) learning model on scientific literacy skills and environmental care character among 4th-grade elementary students in Indonesia. Using a quasi-experimental design with pretest-posttest control group, the research focused on energy source materials. The experimental group received RADEC instruction, while the control group used Problem-Based Learning. Results showed significant improvements in scientific literacy across all indicators (explaining phenomena scientifically, evaluating and designing scientific investigations, and interpreting data and scientific evidence) for the RADEC group. Similarly, students' environmental care character enhanced in various aspects, including school and classroom environment management, waste and energy management, and planning clean environment programs. The RADEC model's structured approach, emphasizing independent exploration and critical thinking, proved more effective than traditional methods in fostering scientific literacy and environmental awareness. The study concludes that RADEC offers a promising framework for enhancing science education and environmental consciousness in elementary schools, with implications for curriculum development and teaching practices in the context of 21st-century skills and digital literacy.
Perbandingan Penentuan Formula Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Telapak Tangan Antara Suku Batak Toba Dengan Suku Sunda Zansen, Jakaria; Ingrid Marbun, Doaris; Lubis, Adriansyah; Herawati, Netty; Simatupang, Panusunan
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2636

Abstract

Tinggi badan sebagai hasil pengukuran maksimum dari panjang tulang-tulang tubuh yang membentuk poros tubuh (the body axis), diukur dari puncak kepala (vertex) ke titik terendah tubuh dari tulang kalkaneus (tuberositas calcanei) yang disebut tumit (heel).Tinggi badan merupakan salah satu parameter dari pertumbuhan dan kesehatan manusia. Antropometri merupakan pengukuran terhadap manusia. Pada umumnya pengukuran tinggi badan korban pada proses identifikasi forensik adalah hal yang mudah, jika kondisi tubuhnya utuh, ataupun potongan-potongan tubuhnya lengkap, sehingga dapat disusun dan dilakukan pengukuran tinggi badan. Metode dalam antropologi forensik yaitu dapat digunakan untuk identifikasi ialah antropometri yaitu dengan cara mengukur bagian-bagian tubuh. Pengukuran antropometri berdasarkan tinggi badan, panjang dan lebar kepala, sidik jari, bentuk hidung, telinga, dagu, warna kulit, warna rambut, tanda pada tubuh, serta DNA.Penelitian ini adalah penelitian deskritif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Menggunakan sampel dua suku di indonesia yaitu suku sunda dan batak toba yang telah memenuhi kriteria inklusi. Total sampel adalah 94 sampel, dimana yang diambil pada sampel adalah tinggi badan dan panjang telapak tangan.Formula untuk merumuskan tinggi badan berdasarkan panjang telapak tangan adalah : Suku Sunda dengan jenis kelamin Laki-laki : Tb (laki-laki)= 60.427 + 6.017 (panjang telapak tangan kanan), Tb (laki-laki)= 56.151 + 6.253 (panjang telapak tangan kiri). Jenis kelamin perempuan : Tb (perempuan)= 104.409 + 3.131 (panjang telapak tangan kanan), Tb (perempuan)= 107.486 + 2.937 (panjang telapak tangan kiri), Suku Batak Toba dengan jenis kelamin laki-laki Tb (laki-laki)= 67.558 + 5.604 (panjang telapak tangan kanan), Tb (laki-laki)= 66.824 + 5.645 (panjang telapak tangan kiri). Jenis kelamin perempuan :Tb (perempuan)= 95.287 + 3.686 (panjang telapak tangan kanan) Tb (perempuan)= 99.139 + 3.441 (panjang telapak tangan kiri).
Perbedaan Pola Sidik Bibir Pada Suku Batak Dan Suku Jawa Di Kecamatan Medan Selayang Kota Medan Nicomama Hutabarat, Bartimeus; Lubis, Adriansyah; Arviandi, Rizki; Gafar Parinduri, Abdul; Herawati, Netty
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2830

Abstract

Angka kejadian bencana massal di Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik yang disebabkan oleh alam maupun faktor kelalaian manusia. Pentingnya peran identifikasi telah diatur dalam peraturan Undang-Undang No. 36 tahun 2009 pasal 118 ayat pertama, bahwa setiap dokter harus bersedia membantu proses identifikasi korban jika diminta oleh penyidik. Sidik bibir merupakan suatu pola berupa celah atau fisur yang terdapat pada permukaan mukosa bibir. Sidik bibir merupakan suatu pola berupa celah atau fisur yang terdapat pada permukaan mukosa bibir. Ilmu yang mempelajari tentang pola sidik bibir disebut Cheiloscopy. Sidik bibir digunakan untuk identifikasi individu karena memiliki sifat unik dan stabil. Dalam suatu kasus kriminal, sidik bibir dapat tertinggal, pada gelas kaca, jendela kaca, sedotan limun, dan beberapa objek lain yang terdapat pada TKP. Sidik bibir yang terdapat pada permukaan objek tersebut dapat dibandingkan dengan sidik bibir dari tersangka ataupun korban, sehingga hasil analis dari sidik bibir tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu alat bukti untuk kepentingan identifikasi
Environmental Communication of the Kapuas River Clean Action by the Pontianak Young Generation Herawati, Netty; Sunyata, Lina; Lukitowati, Suci; Magdalena Wuysang, Julia
ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2024): (Juni, 2024) Ethos: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Sains
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v12i2.3501

Abstract

This article aims to increase the perception, experience, and communication of the young generation of Pontianak City in maintaining the cleanliness of the Kapuas River. The most considerable pollution of the river comes from household waste. River hygiene socialization often involves the people of riverside areas, as if they are the ones responsible for river cleanliness. The river cleanup action so far is also considered just ceremonial. This P.K.M. (community service) focuses on two activities: the digital campaign and the collective movement #AksiBersihSungaiKapuas. The digital campaign is carried out ten days ahead of World Environment Day. It contains education and recordings of the actual actions of Pontianak’s Young Generation. 134 digital campaigns are using the hashtag #AksiNyataBersihSungaiKapuas. Meanwhile, the Collective Movement is held on World Environment Day every June 5. A total of 2 tons of garbage was collected in the Kapuas River clean-up action. Plastic waste, water hyacinth, and household waste are the most common. The young generation of Pontianak City is not only a spectator but a subject in education and disseminating the habit of maintaining the cleanliness of the Kapuas River environment.
FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA LANGSA Bakry, Askia Ul Haq; Arizqia, Putri Ghina; Dahily, Thifany Rizky Putri; Hasna, Raini; Yanti, Risma; Herawati, Netty
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43286

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan merupakan kasus yang perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang sangat serius dari berbagai pihak, karena kasus kekerasan seksual hingga saat ini masih menjadi fenomena gunung es yang hanya tampak puncaknya saja. Provinsi Aceh yang dikenal sebagai “Serambi Mekkah” karena kuatnya identitas keislaman, menghadapi ironi berupa tingginya angka kekerasan seksual, termasuk yang terjadi di lembaga pendidikan seperti pesantren. Kasus kekerasan seksual yang terjadi di pesantren menjadi ramai sorotan publik dan semakin banyak terungkap. Menurut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA), kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Penelitian ini merupakan jenis laporan kasus di bagian Forensik dan Medikolegal RSUD Langsa pada bulan Oktober 2023. Subjek kasus mencakup dua orang pasien berusia 21 dan 17 tahun dengan kekerasan seksual oleh pemuka agama di sebuah pesantren di kota Langsa. Laporan kasus ini memberikan rincian kasus seperti deskripsi pasien, skenario klinis, hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan anogenital dan kaitannya dengan medikolegal. Pada kedua korban ditemukan adanya luka robek pada selaput dara dan terkesan luka lama. Berdasarkan kasus kekerasan seksual ini kedua korban hanya adanya robekan selaput dara. Meskipun robekan selaput dara tampak luka lama namun dapat dijadikan sebagai bukti kasus sebagai bukti kasus pelecehan seksual. Pernyataan kedua korban juga dapat memperkuat bukti adanya kejadian pelecehan seksual. Sesuai Aspek Medikolegal yang berlaku di Aceh, pelaku dapat terkena pidana pelecehan seksual yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dan Qanun Jinayat yang diatur pada Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014.
Increasing Individual Resilience to Prevent Bullying in Adolescents Herawati, Netty; Rohmah, Nailur; Sabiq, Zamzami
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Volume 6, Nomor 2 Desember Tahun 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i2.16399

Abstract

The bullying do not only take place in schools, but also in the pesantren where Islamic education is better. This condition emphasizes that to this day the bullying are still a threat, especially to the victims. There is a need for individual resilience in the face of psychological trauma as the impact of it becomes a shared responsibility, not only the pesantren but also the parents and society. Therefore, the purpose of dedication to this community is to increase the individual resilience of the victim to remove psychological trauma and prevent repetitive negotiations. The method of activities is carried out in the form of some psycho-educational activities, group discussions and counselling. The participants were followed by 49 the student pesantren, who were previously screened to distinguish between the perpetrator and the victim. Group discussions are given to both groups, the perpetrator and the victim, to identify the motives and the impact felt. Counseling is only given to the victim who is in great need to remove negative emotions and find enlightenment to rise from the negotiating trauma state. Implementation of community devotion activities from 19 August 2023 until 3 November 2023 supported by the research and community dedication institute Trunojoyo Madura University in cooperation with pesantren in Madura. The results showed an improvement in individual resilience based on pre-test and post-test scores of participants, with an effective contribution of 59.6%. It can be concluded that psycho-educational activities, group discussions and counselling can improve individual resistance in helping relieve psychological trauma and prevent repetitive bullying.Perundungan tidak hanya terjadi di sekolah, namun juga di pondok pesantren yang notabene pendidikan agama Islamnya lebih baik. Kondisi ini mempertegas bahwa sampai saat ini perundungan masih menjadi ancaman, khususnya terhadap korban. Perlunya ketahanan individu dalam menghadapi trauma psikis sebagai dampak yang ditimbulkan menjadi tanggungjawab bersama, bukan hanya lembaga pesantren namun juga orang tua dan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan ketahanan individu korban untuk menghapus trauma psikis dan mencegah perundungan berulang. Metode kegiatan dilaksanakan dalam bentuk beberapa kegiatan psikoedukasi, diskusi kelompok dan konseling. Partisipan diikuti oleh 49 santri pondok pesantren, yang diskrining sebelumnya untuk memilah antara pelaku dan korban. Diskusi kelompok diberikan kepada kedua kelompok yaitu pelaku dan korban untuk mengidentifikasi motif dan dampak yang dirasakan. Konseling hanya diberikan pada korban yang sangat membutuhkan untuk melepas emosi negative dan menemukan pencerahan untuk bangkit kembali dari kondisi trauma perundungan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat mulai 19 Agustus 2023sampai dengan 3 November 2023 yang didukung oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Trunojoyo Madura bekerjasama dengan pondok pesantren X. Hasil menunjukkan peningkatan ketahanan individu berdasarkan nilai pre-tes dan pos-tes partisipan, dengan sumbangan efektif sebesar 59,6 %. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan psikoedukasi, diskusi kelompok dan konseling dapat meningkatkan ketahanan individu dalam membantu melepaskan trauma psikologis dan mencegah terjadinya perundungan berulang. Monitoring dan evaluasi dilakukan berkelanjutan melalui pembentukan konselor peer group yang diikuti santri untuk mendampingi guru BK sebagai agen perubahan.
Regulasi Emosi Suami yang Melakukan Perkawinan Poligami di Desa Tlogosadang Herawati, Netty; Rohmah, Nailur; Mahmudiyah, Nur
Jurnal Psikologi Terapan Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jpt.v5i1.8215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi emosi suami yang melakukan perkawinan poligami di desa Tlogosadang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Empat orang Subjek dalam penelitian ini adalah suami yang melakukan perkawinan poligami di desa Tlogosadang. Metode pengambilan data dengan observasi dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emosi yang dirasakan subjek speerti marah, sedih, merasa lelah, tidak semuanya ditunjukkan kepada istri dan anak-anak mereka, dan apa yang dilakukan setiap subjek adalah pergi keluar sejenak untuk minum kopi di toko, mencari udara segar, pergi ke ladang, merokok, berkumpul dengan teman-teman, dan mendekatkan diri kepada Allah, seperti berpuasa, beribadah dan melakukan salah satu hobinya, yaitu memasak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua subjek tidak ingin melampiaskan emosinya pada istri dan anak-anaknya, sehingga setiap subjek lebih memilih untuk menjauh agar tidak mengeluarkannya pada istri dan anak-anaknya. Adapun cara Subjek menyembunyikan emosi adalah dengan lebih suka diam, lalu pergi keluar dan kembali ketika emosi mereka lebih tenang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa startegi regulasi emosi yang dilakukan subjek dapat menjadikan subjek  lebih baik. Perubahan karakter subjek terlihat pada suka berbicara, dengan mengatur emosi agar lebih tenang. Karakter marah, ketika mengatur emosi menjadi lebih sabar. Karakter sering berkelahi dengan istrinya, ketika mengatur emosi menjadi lebih tenang dan suka membantu pekerjaan istrinya.
Profil Kasus Kekerasan Seksual di RSUD Langsa Pada Tahun 2022-2024 Zakia, Fitri; Sifa, Galih Ramadhan; Ananda, Cut Noriza; Fitri, Sulviani; Siregar, Zakfar Sidik; Sunita, Ayu; Herawati, Netty
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.562

Abstract

Kekerasan seksual merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang sangat serius dan berdampak luas terhadap korban, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai karakteristik kasus kekerasan seksual yang tercatat di RSUD Langsa selama periode 2022 hingga 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif komparatif terhadap data sekunder medis forensik. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 98 kasus kekerasan seksual dalam tiga tahun, dengan puncaknya terjadi pada tahun 2023 sebanyak 50 kasus. Mayoritas korban adalah perempuan (94,9%) dan kelompok usia remaja 12–16 tahun (45,9%). Pendidikan terbanyak korban berada pada tingkat dasar (52%), dan sebagian besar pelaku adalah orang yang dikenal korban (93,9%). Seluruh kasus melibatkan trauma benda tumpul, dengan luka robek menjadi jenis luka paling dominan (86,7%) yang umumnya ditemukan di area genetalia (80,6%). Luka ringan merupakan klasifikasi luka terbanyak (88,8%), sedangkan hanya 5 kasus (5,1%) yang berisiko menyebabkan kehamilan. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya penanganan multidisiplin, termasuk visum psikiatri untuk menilai dampak mental, serta perlunya pendidikan seksual yang tepat pada usia dini untuk mencegah kekerasan seksual. Diperlukan kerja sama antara sektor kesehatan, pendidikan, dan keluarga dalam membangun kesadaran serta perlindungan terhadap anak dan perempuan sebagai kelompok paling rentan.
Barium Removal from Produced Water Using RCC-Based Ceramic Adsorbent: Fixed-Bed Column Adsorption Herawati, Netty; Nasir, Subriyer; Roni, Kiagus Ahmad; Karim, Muhammad Arif
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2399

Abstract

This study focuses on the removal of barium ions (Ba²⁺) from produced water, a common challenge in industrial wastewater treatment due to barium’s toxicity and scaling potential. To address this, the research introduces a novel ceramic composite adsorbent formulated from natural clay and residue catalytic cracking (RCC) spent catalyst, combining low cost, sustainability, and enhanced adsorption performance. The main objective is to evaluate the adsorption efficiency of this composite in a fixed-bed column system under varying operational conditions, while also modeling its dynamic behavior. Produced water with an initial barium concentration of 0.58 mg/L (pH 8.8) was fed in up-flow mode at flow rates of 6, 7, and 8 mL/min using a peristaltic pump. Effluent samples collected over 180 minutes were analyzed by UV- Vis. spectrophotometry. Results showed that lower flow rates increased contact time and improved adsorption efficiency, with breakthrough delayed to ~210 minutes at 6 mL/min compared to 160 minutes at 8 mL/min. Breakthrough modeling indicated that the Thomas model best represented the data (R² ≥ 0.95), while the Yoon–Nelson model reliably predicted 50% breakthrough time. This work demonstrates that clay–RCC ceramic composites are effective, low-cost, and sustainable adsorbents.
Makna Etos Kerja Pada Perempuan Madura Lutfianah, Mita; Herawati, Netty
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i2.6477

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna etos kerja pada perempuan Madura. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan pada penelitian kali ini adalah perempuan sudah menikah (istri) yang bekerja membantu perekonomian keluarga di Madura sebanyak 7 orang, pekerjaan yang diteliti antara lain petani, nelayan pencari kerang, pedagang, guru madrasah, dan karyawan. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan para perempuan bekerja dengan tujuan membantu suami untuk mencari nafkah untuk perekonomian keluarga yang meliputi biaya hidup dan biaya pendidikan anak, para perempuan tersebut melakukan pekerjaannya secara bertanggung jawab. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa pada setiap informan memiliki makan etos kerja menurutnya masing-masing, dan dari semua makna etos kerja terdapat tanggung jawab terhadap pekerjaanya, sehingga dapat disimpulan bahwa bahwa etos kerja pada perempuan Madura adalah kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaanya secara bertanggung jawab. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga ciri-ciri etos kerja pada perempuan Madura yang dominan yaitu (a) disiplin waktu, (b) pekerja keras, (c) menjaga semangat kerja/ giat bekerja. Dan ciri-ciri pendukung yaitu (a) patang menyerah/ tidak mudah putus asa, (b) jujur/ setulus hati dalam bekerja, (c) siap akan resiko, (d) patuh pada peraturan, (e) tekun/ulet.Kata Kunci: Etos Kerja, Perempuan Bekerja, MaduraAbstract: This study aims to determine how the description of the work ethic of Madurese women. This researcher uses a quatitative approach with the phenomenological method. The informants in this study were married women (wives) who worked to help the family economy in Madura as Many as 7 people, the occupations studied included farmers, fishermen, traders madrasa teachers and employees. The instrument in this study was an interview. The analysis used in this study is data reduction, data presentation, data verification and data validity. The results of this study indicate that women work with the aim of helping their husbands to earn a living for the family economy which includes living expenses and children’s education costs, these women do their work responsibly. The results also show that each informant has a work ethic according to him, and from all meanings of work ethic there is responsibility for his work, so it can be concluded that the work ethic of Madurese women is a person’s ability to carry out his work responsibly. The results of this study indicate that the characteristics of the Madurese women's work ethic are different for each informant, the difference is caused by the informant's work factor. So from the differences in these characteristics, three dominant characteristics of the work ethic of Madurese women can be found, namely (a) time discipline, (b) hard worker, (c) maintaining work spirit/hard work. And the supporting characteristics are (a) never give up/don't give up easily, (b) honest/sincere in work, (c) ready to take risks, (d) obey the rules, (e) diligent/ tenacious. Keywords: Work Ethic, Working Women, Madura.
Co-Authors ', Rahmayuni Ananda, Cut Noriza Ani Melani Ardivan, Marcel Arizqia, Putri Ghina Arviandi, Rizki Atika, Mery Bakry, Askia Ul Haq Bugiono, Bugiono Bulut, Sefa Dadang Jaenudin Dahily, Thifany Rizky Putri Dubron, Faisal Eko Ariyanto Fitri, Sulviani Gafar Parinduri, Abdul Hanim, Lailatul M Harianja, Dessy Hasna, Raini Hazira, Hazira Hera Wahyuni Hutagalung, Fonny D. Ingrid Marbun, Doaris Ismed Ismed Juniar, Heni Juniar, Heni Karim, Muhammad Arif Kharismadewi, Dian Kiagus Ahmad Roni Komalasari, Centia Kurniawan, A.Fajri Lina Novita, Lina Lubis, Adriansyah Lukitowati, Suci Lutfianah, Mita Magdalena Wuysang, Julia Mahmudiyah, Nur Marbun, Doaris Ingrid Mauludi, Hasan Maya, Sofya Meri Handayani, Meri Merilla Erizon, Dessy Nasri, Farida Ni Putu Rizky Arnani Nicomama Hutabarat, Bartimeus Nur Istiqomah Nuraida Nuraida Pudjianto, S.Y. Purba, Eben Ezer Debora Aladin Mezbah Putri, Armelia Rabbi, Athaya Rahman, Arman Aulia Rahman, Arman Aulia Rahmaniah, Ema Rezkiyah Rosyidah Rifdah, Rifdah Rini, Hapsari Puspita Robiah, Robiah Rohmah, Nailur Safira, Safira Salsabila, Anisa Sembiring*, Nur Pelita Setiana, Rizky Wahyu Setyaningsih Setyaningsih, Setyaningsih Sifa, Galih Ramadhan Simatupang, Panusunan Siregar, Zakfar Sidik Siti Nurhasanah Sitorus, Mega Sari Subriyer Nasir Sunita, Ayu Sunyata, Lina Sunyata, Lina Sunyata, Lina surkiya, surkiya Syuryadi, Novfitri Tahrir Aulawi Tri Murni Tri Murti, Armanda Trimurti, Armanda WD, Kurniati Maya Sari Yanti, Risma Yudho Bawono Zainal Abidin Zakia, Fitri Zamzami Sabiq Zansen, Jakaria