Claim Missing Document
Check
Articles

SENYAWA HASIL ISOLASI DARI TUMBUHAN KI ENCOK (Plumbago Zeylanica) YANG BERAKTIVITAS ANTIBAKTERI PENYAKIT MULUT DAN GIGI Euis Julaeha; Tati Herlina; Tri Mayanti; Aditya Seiza Wibisono; Riza Yulisar; Ajeng Diantini
Chimica et Natura Acta Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.711 KB) | DOI: 10.24198/cna.v2.n2.9158

Abstract

Plumbago zeylanica (Ki Encok) merupakan salah satu tumbuhan obat multifungsi yang banyak ditemukan di Indonesia. Daun dan akarnya berkhasiat sebagai obat pada berbagai penyakit termasuk anti jamur dan anti bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui senyawa bioaktif antibakteri yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit gigi dan mulut. Dari hasil pemisahan dan pemurnann fraksi aktif, tiga senyawa telah berhasil diisolasi dari ekstrak n-heksana dan etilasetat daun Ki Encok (Plumbago zeylamica), yaitu 3β-galaktosasitosterol (1), epi-isoshinanolon (2), dan metil 2,4-dihidroksibenzoat (3). Ketiga senyawa tersebut telah diuji aktivitasnya terhadap bakteri untuk penyakit mulut dan gigi yaitu Streptococcus mutan dan Streptococcus sanguinis. Hasilnya, diameter zona hambat dari senyawa 1, 2, dan 3 terhadap bakteri S. Sanguinis berturut-turut sebesar 12,0; 10,3; dan 12,0 mm, sedangkan terhadap bakteri S. Mutans berturut-turut sebesar 13,3; 11,7; dan 13,5 mm.
Senyawa-Senyawa Aromatik dari Ekstrak Daun dan Kulit Batang Dysoxylum parasiticum Serta Toksisitasnya Terhadap Artemia salina Tri Mayanti; Aneu Wahyuni; Indri Indriyani; Darwati Darwati; Tati Herlina; Unang Supratman
Chimica et Natura Acta Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.604 KB) | DOI: 10.24198/cna.v5.n1.12818

Abstract

Dysoxylum parasiticum (Meliaceae) merupakan salah satu spesies tumbuhan endemik Indonesia. Beberapa spesies dari genus yang sama telah diketahui kandungan senyawa dan keaktifannya sebagai antimalaria, antitumor, antimokroba, dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat, metanol dari daun dan kulit batang D. parasiticum terhadap larva Artemia salina, serta struktur kimia senyawa hasil isolasi. Satu senyawa turunan flavonoid, kuersetin (1), bersama-sama dengan senyawa fenolik skopoletin (2) telah diisolasi berturut-turut dari daun dan kulit batang D. parasiticum (Meliaceae). Struktur molekul senyawa-senyawa tersebut telah ditetapkan berdasarkan data spektroskopi UV, IR, MS, dan NMR serta perbandingan terhadap data yang telah dilaporkan sebelumnya. Uji toksisitas ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol dari daun D. parasiticum menunjukkan nilai LC50 berturut-turut 13,3, 37,2, dan 7 ppm. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan metanol dari kulit batang D. parasiticum menunjukkan nilai LC50 berturut-turut 127,9, 52,3, dan 25,2 ppm. Senyawa kuersetin (1) dan skopoletin (2) menunjukkan nilai LC50 berturut-turut sebesar 7,4 dan 18,2 ppm.
Optimasi Kondisi Pemisahan Senyawa Flavonoid dari Fraksi Polar Erythrina poeppigiana Menggunakan Alat Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Preparatif Rahmawati Rahmawati; Ida Nur Farida; Witriany Rayapratiwi; Nayla Haraswati; Tati Herlina; Unang Supratman
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.588 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n1.19600

Abstract

Teknik pemisahan sangat diperlukan dalam mengisolasi senyawa-senyawa yang mempunyai bioaktivitas untuk memperoleh senyawa murni dalam suatu riset pengembangan di bidang kimia organik bahan alam hayati. Senyawa yang diisolasi dari jaringan tumbuhan secara alamiah berada dalam keadaan tercampur dengan senyawa lainnya, oleh karena itu perlu dipilih teknik pemisahan dan pemurnian yang sesuai. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Preparatif merupakan salah satu instrumen pemisahan modern yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan campuran senyawa dengan daya pisah tinggi, cepat (throughput tinggi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kondisi optimum pemisahan senyawa flavonoid dari fraksi polar Erythrina poeppigiana menggunakan sistem KCKT preparatif. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan : Ekstraksi dan Fraksionasi, proses pemisahan dan pemurnian, analisis KCKT analitik fraksi polar E. poeppigiana, penentuan kondisi optimum KCKT preparatif dengan menggunakan kolom C18 meliputi; konsentrasi sampel yang diinjeksikan, pemilihan fasa gerak, dan laju alir pada panjang gelombang deteksi 254 nm dan 365 nm. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi pemisahan yang optimum dari fraksi polar E. poeppigiana yaitu pada konsentrasi sampel 3000 ppm dan fase gerak campuran metanol dan air (7:3,v/v) dengan kecepatan laju alir 5,28 mL/menit kromatogram hasil KCKT yang dihasilkan menunjukkan satu puncak. Kondisi optimum yang diperoleh tersebut selanjutnya digunakan oleh peneliti untuk memisahkan senyawa-senyawa dalam fraksi polar E.poeppigiana yang dikerjakan di laboratorium.
Antioxidant Potential of Black, Green and Oolong Tea Methanol Extracts Wahyu Widowati; Tati Herlina; Hana Ratnawati; Gabriella Constantia; I Dewa Gde Sathya Deva; Maesaroh Maesaroh
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.897 KB) | DOI: 10.14421/biomedich.2015.42.35-39

Abstract

Degenerative diseasesandchronicdiseasesare oftencausedbyoxidativestress. Oxidative stress caused by free radicals. Antixodant as inhibitor are needed to prevent it which is one of antioxidant sources is tea. Tea processinggenerally produce various kinds of teas such as black, green and oolong tea. Tea processing  affect thecontent ofphenolic compounds. The aim of the research is to evaluate phytochemical content, totalphenolic content of blacktea, green tea andoolongtea extracts using catechin, quercetin, kaempferol, myricetin as standard, and to evaluate the antioxidative potency of black tea, green tea and oolong tea extracts compared to catechin, quercetin, kaempferol, myricetin. Phytochemical assay using modified Farnsworth method, the antioxidant activity were measured by  by its 1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) scavenging activity. Green tea extract contained highest phenolic and flavonoid.  The highest antioxidant activity was green tea extract with IC50=0,487μg/mL. Green tea extract content phenol and flavonoid are higher compared to the other extracts,  green tea extract has the highest antioxidant activity.
Senyawa 5,3'-Dihidroksi-7,4'-Dimetoksiflavon dari Kulit Batang Tanaman Akway (Drimys beccariana Gibs) dan Aktivitas Antimalarianya Tarso Rudiana; Tati Herlina; Euis Julaeha
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI Volume 4, No. 2, November 2018
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.007 KB) | DOI: 10.15408/jkv.v4i2.7775

Abstract

Akway (Drimys beccariana Gibs) is an endemic plant of Papua. Ethnobotany is used as a medicinal plant, one of which is used as a malaria drug. This study aims to isolate, determine the chemical structure and evaluate the antimalarial activity of D. beccariana stem bark. Powder of D. beccariana bark is macerated with methanol and fractionated using n-hexane and ethyl acetate. Ethyl acetate extract was fractionated using gradient liquid chromatography (KCV) (n-hexane: ethyl acetate: methanol). The KCV fraction was separated by repeated gravity column chromatography and preparative thin layer chromatography (TLC-P) to obtain Isolate 1. Isolate 1 was determined by spectroscopic methods including UV-Vis, IR, 1D NMR, and 2D. Isolate 1 is determined by its compound structure which is 5,3'-dihydroxy-7,4'-dimethoxyflavone. 5,3'-dihydroxy-7,4'-dimethoxyflavone compounds evaluated antimalarial activity against Plasmodium falciparum in vitro with antimalarial activity better than artemisinin.
FLAVONOID DARI KULIT BATANG AKWAY (Drymis beccariana, Gibbs) DAN AKTIVITAS SITOTOKSIK TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D Tati Herlina; Apriani Sulu Parubak
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2019.37.2.59-66

Abstract

Senyawa flavonoid yang diperoleh dari bahan alam dapat menurunkan resiko kanker. Tanaman akway (Drimys beccariana, Gibbs) merupakan tanaman endemik di dataran tinggi Papua khususnya di Manokwari. D. beccariana telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional di Papua Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik flavonoid dari kulit batang D. beccariana terhadap sel kanker payudara T47D. Senyawa murni hasil isolasi dikarakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer UV dan IR, serta diuji aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D menggunakan metode Sulforodamin B. Kulit kayu D. beccariana (2,5 kg) diekstraksi dengan pelarut metanol yang selanjutnya dipartisi dengan pelarut n-heksana dan etil asetat. Fraksi etil asetat dipisahkan dan dimurnikan dengan metode kromatografi kolom, diperoleh senyawa murni (7,1 mg). Spektrum UV-Vis senyawa murni menunjukkan dua pita pada ????maks 287 (I) dan 205 nm (II), serta penambahan pereaksi penggeser AlCl3 dengan penambahan panjang gelombang 7 dan 5 nm, spesifik untuk gugus –OH dan C=O pada senyawa flavonoid. Spektrum inframerah senyawa murni (KBr) menunjukkan adanya serapan regang –OH (3422 cm-1), C=O (1659 cm-1), C=C aril (1463 cm-1), dan C-O (1060 cm-1) yang merupakan khas untuk flavonoid. Senyawa murni flavonoid yang diperoleh dari kulit kayu D. beccariana menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T47D dengan nilai IC50 sebesar 3,2 µg/mL. Atas dasar ini, D. beccariana merupakan sumber agen antikanker payudara yang menjanjikan.
Dyhydrokaempferol-3-O-Ramnoside from Ethyl Acetate Extract Ki Encok (Plumbago zeynalica L.) Leaves Nani Suryani; Euis Julaeha; Tati Herlina
EduChemia (Jurnal Kimia dan Pendidikan) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Chemical Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1475.385 KB) | DOI: 10.30870/educhemia.v6i1.9025

Abstract

Plumbago zeynalica L. plant belongs to the Plumbaginaceae family, which is spread as a weed in all tropical and sub-tropical countries, and its abundance is very high in Asia and Africa. P. zeynalica L. plants are ethnopharmacologically used as antitumor, antioxidant, antimicrobial, anticancer, wound healed, and anti-inflammatory. This study aims to isolate secondary metabolites from the fraction of P. zeynalica L. leaf extracts with work stages that included isolation and determination of chemical structures by spectroscopy. Based on the results of the separation and purification of the ethyl acetate fraction obtained isolates in the form of a yellow oil suspected as a flavonoid. The chemical structure of the isolates was identified based on UV-Vis spectroscopy data giving maximum absorption at λmax 339.60 nm and 278.80 nm, which are typical for dihydroflavonol. IR spectroscopy analysis of the isolates provided data information on the presence of aliphatic OH, C-H groups, carbonyl groups (C = O), C = C aromatic groups, and ether strain (C-O-C). NMR data showed that the isolate had the molecular formula of C21H22O10, and its molecular weight confirmed by MS spectrometer was obtained m/z 434. Isolates from this ethyl acetate fraction were suspected as dyhydrokaempferol-3-O-ramnoside or engeletin.
Styrofoam Biodegradation by Soil Bacteria Isolated from Landfill Site in Sarimukti Cipatat Bandung Tri Rahayu Hidayat; Ida Indrawati; Tati Herlina
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 13, No 2 (2020): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v13i2.14529

Abstract

AbstrakStyrofoam digunakan sebagai kemasan makanan atau minuman, dibentuk oleh stiren dan benzena. Migrasi benzena dari bahan kemasan ke makanan dapat menyebabkan berbagai penyakit. Cara untuk mengurangi limbah styrofoam adalah dengan mencari bakteri yang dapat mendegradasi styrofoam secara alami. Sumber potensial untuk menemukan bakteri tersebut adalah di Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti. Metode penelitian ini menggunakan metode eksplorasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Tahapan  penelitian terdiri atas uji biodegradasi dengan metode Winogradsky Column, perhitungan persentase penurunan berat kering Styrofoam, analisis fisik dengan Scanning Electron Microscope (SEM), dan analisis perubahan gugus fungsi dengan FT-IR.Hasil penelitian ini ditemukan 4 spesies bakteri pendegradasi polistiren yaitu Pseudomonas aeruginosa, Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus cereus, dan Bacillus firmus. Persentase penurunan berat kering polistiren menunjukkan pada minggu kedelapan mencapai 18,23% dan analisis fisik dengan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa proses degradasi oleh bakteri tanah menghasilkan pembentukan pori-pori di permukaan Styrofoam. Analisis gugus fungsi menunjukkan bahwa gugus fungsi menjadi lebih sederhana setelah degradasi dengan munculnya gugus fungsi C-O pada bilangan gelombang 1.030,02 cm-1. Bakteri pendegradasi polistiren dari tempat pembuangan akhir Sarimukti ini dapat direkomendasikan sebagai metode yang ramah lingkungan untuk mengurangi limbah styrofoam.Abstract Styrofoam is commonly used in food and beverage packaging. Styrofoam or polystyrene is made from styrene and benzene. The migration of benzene from packaging materials into foods can cause various diseases. One effort to reduce styrofoam waste is possible by searching for bacteria that can degrade styrofoam naturally. Potential source of place where the bacteria will be discovered is the landfill site in Sarimukti This research applied exploratory methods through descriptive qualitative analysis. The stages of the study consisted of biodegradation testing using the Winogradsky method, calculation of the percentage of dry weight loss of Styrofoam, physical analysis using Scanning Electron Microscope (SEM), and analysis of changes in functional groups using FTIR. This study discovered 4 species of polystyrene degrading bacteria, namely Pseudomonas aeruginosa, Bacillus amyloliquefaciens, Bacillus cereus and Bacillus firmus. The percentage of dry weight reduction of polystyrene was shown in the eighth week which reached 18.23% and physical analysis by Scanning Electron Microscope (SEM) indicated that the process of degradation by soil bacteria resulted in formation of pores on the surface of styrofoam. Functional group analysis produced a simpler functional groups after the degradation as marked by the appearance of C-O functional groups at wavenumber of 1,030.02 cm-1. The use of these polystyrene degrading bacteria from Sarimukti landfill can be recommended as an environmentally friendly method for reducing styrofoam waste.
In Vitro Anti-Cancer Alkaloid and Flavonoid Extracted from the Erythrina variegata (Leguminoseae) Plant Tati Herlina; Unang Supratman; Anas Subarnas; Supriyatna Sutardjo; Suseno Amien; Hideo Hayashi
Indonesian Journal of Cancer Chemoprevention Vol 2, No 3 (2011)
Publisher : Indonesian Society for Cancer Chemoprevention

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14499/indonesianjcanchemoprev2iss3pp286-290

Abstract

Erythrina plants, locally known as “dadap ayam”, are higher plant species and have been used as a folk medicine for treatment of cancer. To prove the effectiveness of the leaves and stem bark of E. variegata as an anti-cancer agent, the assay in this research was focused on in vitro test towards breast cancer cell T47D. In the course of our continuing search for novel anti-cancer agent from Erythrina plants, the methanol extract of the leaves and stem bark of E. variegata showed significant anti-cancer activity against breast cancer cell T47D in vitro using the Sulphorhodamine B (SRB) assay. By using the anti-cancer activity to follow the separations, the methanol extract was separated by combination of column chromatography. The chemical structure of an anti-cancer compounds were determined on the basis of spectroscopic evidence and comparison with the previously reported and identified as an erythrina alkaloid (1) and isoflavonoid (2). Compounds (1-2) showed anti-cancer activity against breast cancer cell T47D used with IC50 of  1.0 and 3.3 µg/mL, respectively. This results strongly suggested that E. variegata is promising sources for anti-cancer agents. Keywords: Anti-cancer, Erythrina variegata, Leguminoseae
Isolasi dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Styrofoam asal Tanah Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti Bandung Tri Rahayu Hidayat; Ida Indrawati; Tati Herlina
Quagga : Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v12i2.2353

Abstract

Styrofoam adalah jenis plastik yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama untuk tempat makanan atau minuman. Limbah kemasan Styrofoam dapat membebani alam karena sulit terurai dan dapat menyebabkan berbagai penyakit bagi manusia karena adanya migrasi benzena dari kemasan Styrofoam ke makanan. Metode pengolahan limbah Styrofoam yang bisa digunakan adalah dengan mencari bakteri yang secara alami dapat mendegradasi Styrofoam. Bakteri yang teradaptasi untuk mendegradasi polimer sintetik salah satunya adalah bakteri yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis bakteri pendegradasi Styrofoam secara alami. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif deskriptif yang terdiri atas tahapan uji biodegradasi dengan metode Kolom Winogradsky, isolasi dengan teknik pour plate dan identifikasi bakteri pendegradasi Styrofoam. Hasil yang didapat pada penelitian ini terdapatnya biofilm bakteri yang tumbuh di permukaan Styrofoam. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri didapatkan 4 spesies bakteri pendegradasi Styrofoam, yaitu B.amyloliquefaciens, B. cereus, B. firmus dan P. aeruginosa. Hasil dari penelitian ini dapat direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai metode untuk mengurangi limbah Styrofoam yang ramah lingkungan.
Co-Authors Ace Tatang Hidayat Achmad Rante Suparman, Achmad Rante Achmad Wahidy, Achmad Achmad Zainuddin Achmad Zainuddin Ade Akbar Abdilla Ade Kania Ningsih, Ade Kania Aditya Seiza Wibisono Adrian Nova, Gitta Destalya Ahmad Syahlani, Ahmad Ajeng Diantini, Ajeng Albayyinah, Dyandra Hera Alya Tsamrotul Amalia, Riezki Amir M. Suruwaky Anas Subarnas Aneu Wahyuni Anisa, Mutiara Apriani Sulu Parubak Apriani Sulu Parubak Apriani sulu parumbak Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arjo, Eka Pratiwi Azmi, Mohamad Nurul Binasthika, Tata Boima Ramses Situmeang Dadan Sumiarsa Dahlia Dahlia Darwati Darwati Darwati Darwati Darwati Darwati Darwati, Darwati Deden Deni Destiana . Dikdik Kurnia Elizabeth Fitriana Sari Ersanda Hafiz Euis Julaeha Euis Julaeha Faizal Hermanto Fajar Fauzi Abdullah Fajar Fauzi Abdullah Fitri Anita, Fitri Gabriella Constantia Gultom, Angga Wibowo Hafiz, Ersanda Hamdi Hamdi HANA RATNAWATI Harizon Harizon Hesti Lina Wiraswati Hideo Hayashi Hideo Hayashi I Dewa Gde Sathya Deva Ida Indrawati Ida Nur Farida Indri Indriyani Indriyani, Indri Jihan Kadarusman Kansy Haikal Khadijah Awang Khairunnisa, Shofiyah Kindi Farabi Latifah Latifah Letmi Dwiridal Lilis Siti Aisyah Lilis Siti Aisyah Lilis Siti Aisyah, Lilis Siti Ma'ruf, Ilma Fauziah Madihah Madihah Maesaroh Maesaroh Manto, Onieqie A. D. Mohamad Nurzaman Muhammad Hanafi Muhammad Yudha Nugraha Murtihapsari . Nani Suryani Natalia, Titi Syahnaz Nayla Haraswati Niken Ayu Noor Rain Abdullah Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nurlelasari Nurlelasari Perdinan, Fiter Rio Permadi, Nandang Putriani, Dyah Ayu Rabiulkhri, Mailani Radite Yogaswara Rahmawati Rahmawati RANI ANWAR, RANI Rian Prayudi Saputra Richa Mardianingrum Rima Melati Riza Apriani Riza Apriani Riza Apriani Riza Yulisar Rosmala Dewi Sari Purbaya Sari, Palupi Indah Satwika Nandiwardhana Shabarni Gaffar Shindi Zahra Shiono, Yoshihito Silfina Agustin Sinaga, Siska Elisahbet Supriatno Supriatno Supriyatna Sutardjo Supriyatna Sutardjo Suseno Amien Syafriani Syafriani, Syafriani Syafruddin Syafruddin Syarwani Ahmad Tambunan, Ghina Uli Felicia Tarso Rudiana, Tarso Tjomiadi, Cynthia Eka Fayuning Tri Mayanti Tri Rahayu Hidayat Tri Reksa Saputra Tri Reksa Saputra, Tri Reksa Tusri, Yudi Unang Supratman Vicki Nishinarizki Wahyu Widowati Wahyuni, Aneu Wibisono, Aditya Seiza Widayat, Agung Wiranawata, Hilmi Witriany Rayapratiwi Wulanda, Nourma Yasmiwar Susilawati Yenny Febriani Yun Yenny Febriani Yun, Yenny Febriani Yulisar, Riza Yunita Sari Zalinar Udin