p-Index From 2021 - 2026
10.133
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Pendidikan Geografi (Berkala) Jurnal Pendidikan Karakter Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Jurnal Sosiologi Pendidikan Humanis Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Gulawentah:Jurnal Studi Sosial KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Diakronika Jurnal Edueco Jurnal Komunikasi Pendidikan Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik) Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Madaniya Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi JURNAL PENDIDIKAN IPS SOSEARCH : Social Science Educational Research Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Jurnal Media dan Teknologi Pendidikan Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-ilmu Sosial Jurnal Azimut Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP) Jurnal Andragogi Pedagogi dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Innovation and Teacher Professionalism Buletin Literasi Budaya Sekolah Humanities Horizon Journal Jurnal Pendidikan Progresif Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Makna simbolik budaya kirab bersih Desa Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar Mohamad Amirudin; I Nyoman Ruja; Khofifatu Rohmah Adi
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i4p377-383

Abstract

The Kirab Bersih Desa is a tradition in Gandusari. The objectives of this study include: 1) knowing the background of holding kirab bersih desa; 2) analyze the symbolic meaning of the implementation of the kirab bersih desa. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive approach. The results of the study found the background to holding kirab bersih desa to express community gratitude. First, the background to carrying out the kirab bersih desa is a form of gratitude for a large harvest and also for the gift of healthy livestock. The two symbolic meanings of carrying out the kirab bersih desa. The first is knick-knacks for the kirab bersih desa in the form of road-opening flowers, heirlooms in the form of percussion kentongan, three-colored flowers including red, white and ordinary roses along with incense, followed by ambeng, buceng jejeg, sekul suci ulam sari. The two days for the kirab bersih desa are held every month of Sura, to be precise on Selasa Wage in the month of Sura, which is adjusted to the anniversary of Gandusari village. Kirab bersih desa merupakan tradisi yang ada di Gandusari. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) mengetahui latar belakang diadakannya kirab bersih desa; 2) menganalisis makna simbolik dari pelaksanaan kirab bersih desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian menemukan latar belakang diadakannya kirab bersih desa untuk mengungkapkan rasa syukur masyarakat. Pertama, latar belakang pelaksanaan kirab bersih desa merupakan bentuk terima kasih atas hasil panen yang banyak dan juga atas diberikannya anugerah hewan ternak yang sehat. Kedua makna simbolik dari pelaksanaan kirab bersih desa. Pertama adalah pernak pernik kirab bersih desa yang berupa penabur bunga pembuka jalan, pusaka yang berbentuk tabuh kentongan, bunga tiga warna meliputi bunga mawar merah, putih dan mawar biasa beserta dupa, dilanjut ada ambeng, buceng jejeg, sekul suci ulam sari. Kedua pemilihan hari pelaksanaan kirab bersih desa diadakan setiap bulan Sura tepatnya hari Selasa Wage bulan Sura yang disesuaikan dengan hari jadi desa Gandusari.
Diversifikasi dan Strategi Pemasaran Produk Berbasis Online pada Industri Mendong Kecamatan Wajak Kabupaten Malang Nurul Ratnawati; I Nyoman Ruja; Neni Wahyuningtyas; Khofifatu Rohmah Adi; Ferdinan Bashofi
Madaniya Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.458

Abstract

Diversifikasi dan strategi pemasaran produk berbasis online menjadi salah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha kerajinan mendong di Desa Blayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Hal ini karena, strategi pemasaran konvensional tidak dapat menjangkau pasar secara luas dalam waktu singkat serta belum mampu meningkatkan omset penjualan secara cepat jika dibandingkan dengan strategi pemasaran produk berbasis online. Mitra kegiatan ini adalah mitra yang mengarah pada ekonomi produktif dengan potensi dan peluang usaha di bidang kerajinan mendong yang ada di Desa Blayu. Kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk membantu mitra mencari alternatif solusi dengan melakukan diversifikasi, meningkatkan kualitas, dan melakukan strategi pemasaran produk berbasis online. Tahap awal yang dilakukan yaitu: 1) melaksanakan analisis kondisi dan situasi, 2) melaksanakan FGD bersama mitra, 3) melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan, 4) dan melakukan monitoring dan evalusi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan alternatif solusi bagi para pelaku usaha kerajinan mendong dalam melakukan diversifikasi produknya, sehingga dapat menghasilkan produk yang beragam dengan berkualitas unggul. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan solusi terhadap pemanfaatan teknologi untuk melakukan promosi dan pemasaran produk berbasis online menggunakan berbagai platform atau apliakasi media sosial serta e-commerce, agar dapat memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan omset penjualan produk. Dampaknya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan bagi para pelaku usaha kerajinan mendong.
Peran dan Strategi BUMDES dalam Pengembangan Wisata Taman Cengkok Asri di Kabupaten Nganjuk Faizatul Mahmudah; Neni Wahyuningtyas; I Nyoman Ruja
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v9i1.56569

Abstract

Wisata Taman Cengkok Asri merupakan salah satu wisata di kawasan kabupaten Nganjuk. Pihak desa mempercayakan wisata Cengkok kepada BUMDES Cengkok Asri. Dengan pemanfaatan lahan desa dan dana dari BUMDES wisata ini memiliki perkembangan yang baik. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan penggunaan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwasannya BUMDES Cengkok memiliki peran dalam pengembangan wisata taman Cengkok, yaitu meliputi peran penyadaran, pengorganisasian masyarakat, dan juga peran penghantaran Sumber Daya Manusia. Kemudian, strategi yang digunakan oleh pihak BUMDES dalam melakukan pengembangan wisata dengan peningkatan keunggulan wisata, penetapan biaya, fokus peningkatan pengunjung.  Rekomendasi yang diberikan bagi peneliti selanjutnya yaitu dengan mengkaji mengenai pengembangan desa wisata setelah diterapkannya peran dan strategi yang digunakan oleh pihak BUMDES, agar lebih meningkatkan promosi lewat media sosial dengan kualitas gambar atau video yang lebih baik. Tujuan dari adanya penelitian ini agar mengetahui dampak setelah dilakukannya peran dan strategi BUMDES dalam pengelolaan taman Cengkok Asri.
EDUKASI PENGEMBANGAN ASESMEN LITERASI NUMERASI BERBASIS ARTICULATE STORYLINE BAGI GURU MGMP IPS MTS KABUPATEN MALANG DALAM MENDUKUNG MERDEKA BELAJAR Nurul Ratnawati; I Nyoman Ruja; Neni Wahyuningtyas; Ferdinan  Bashofi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.823-829

Abstract

Pelatihan pengembangan asesmen literasi numerasi bagi guru MGMP IPS MTs Kabupaten Malang dengan memanfaatkan platform Articulate storyline. Latar belakang studi ini melibatkan perubahan dari Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN) sebagai respons terhadap kekurangan UN dalam mengukur kompetensi berpikir tingkat tinggi dan kurangnya penerapan model pembelajaran efektif. Hasil PISA 2018 menunjukkan rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa di Indonesia. Penelitian ini mengusulkan solusi dengan memberikan pengetahuan dan wawasan kepada para guru tentang pengembangan soal AKM berbasis literasi numerasi dan mengenalkan penggunaan Articulate storyline untuk mengemas produk tersebut secara digital. Pelatihan dan pendampingan dilaksanakan selama 4 hari, melibatkan para guru IPS MTs Kabupaten Malang. Evaluasi keterlaksanaan kegiatan menunjukkan tingkat ketercapaian sebesar 90,0%, menunjukkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan pelatihan. Guru mengharapkan adanya kegiatan serupa dan dukungan berkesinambungan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan asesmen literasi numerasi di lapangan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendukung proses persiapan asesmen pembelajaran berkualitas dan meningkatkan literasi teknologi guru.
Slamatan Andhong De Berran resistensi kebudayaan masyarakat dalam pelestarian Sumber Mata Air Andhong di Desa Oro- Oro Ombo, Kecamatan Batu Kota Aida, Nadia Nur; Ruja, I Nyoman; Kurniawan, Bayu
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v3i12p1396-1412

Abstract

Culture is a wealth that Indonesia owns. One area in Indonesia has a tradition that is unique to other traditions, namely Java Island, this area is known for its Kejawen tradition. This form of the Javanese tradition is called slamatan. Communities in Java can survive the various water resource crises they face through Slamatan. The problem regarding the connection between Slamatan and sustainable management of water resources refers to the Andhong De Berran Slamatan Tradition. This tradition is a socio-cultural movement through the local wisdom tradition. This greeting tradition is relatively new, so it requires the role of an environmentally conscious group or (Andhong De Berran Movement) as an effort to preserve the Andhong De Berran tradition. This research uses a qualitative descriptive approach with a case study research design. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The research data were analyzed using Miles' interactive model. Huberman refers to the theory of symbolic interaction concerning the basis of the meaning of cultural symbols for the local wisdom tradition of Slamatan. The results of the research show that the Andhong De Berran Movement plays a very important role in preserving the Andhong Slamatan tradition by continuing to engage the community to maintain the cleanliness of Andhong springs. The involvement of the community is very important for the continuity of the Andhong De Berran tradition in preserving the clean culture of springs and Slamatan can be maintained as a form of spring and Slamatan can be maintained as a form of spring preservation. Kebudayaan merupakan kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia. Salah satu daerah di Indonesia memiliki tradisi yang khas dengan tradisi lainnya yaitu Pulau Jawa, daerah ini dikenal dengan tradisi kejawennya. Bentuk tradisi kejawen ini disebut dengan Slamatan. Masyarakat di Jawa dapat bertahan menghadapi berbagai krisis sumber daya air yang dihadapinya melalui Slamatan. Adapun permasalahannya mengenai kaitan Slamatan dengan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan mengacu pada tradisi Slamatan Andhong De Berran. Tradisi ini merupakan gerakan sosial-budaya melalui tradisi kearifan lokal setempat. Tradisi Slamatan ini tergolong baru, sehingga memerlukan peran kelompok sadar peduli lingkungan atau (Gerakan Andhong De Berran) sebagai upaya untuk melestarikan tradisi Slamatan Andhong De Berran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman mengacu pada teori interaksi simbolik mengenai dasar pemaknaan simbol-simbol kebudayaan terhadap tradisi kearifan lokal Slamatan. Perolehan hasil penelitian menunjukkan bahwa Gerakan Andhong De Berran sangat berperan dalam pelestarian tradisi Slamatan Andhong De Berran dengan terus merangkul masyarakat untuk menjaga kebersihan Sumber Mata Air Andhong. Keterlibatan masyarakat sangat penting bagi keberlangsungan tradisi Slamatan Andhong De Berran dalam melestarikan budaya bersih Mata Air dan Slamatan dapat dipertahankan sebagai salah satu bentuk pelestarian Mata Air.
Narkolema pada Media Hiburan Drama Korea Wulandari, Dita Risky Dwi; Ruja, I Nyoman; Ratnawati, Nurul
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v4i1p46-54

Abstract

In today's digital era, the threat of moral damage to teenagers is not only caused by drinking, narcotics, but also narkolema. Narkolema is defined as human addiction to watching or accessing pornography through the eyes. This study aims to: (1) analyze pornographic scenes in Korean dramas, (2) analyze the causes and effects of addiction to watching pornographic scenes in Korean romance dramas. This study uses a qualitative approach and a descriptive research type as a methodological basis. Data collection was carried out on college students from Malang who are students. This research was obtained from primary and secondary data. Research data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The results of this research show that there are scenes that are considered pornographic in the Korean romance drama entitled Fanta G Spot and Nevertheless, namely bed scenes that show uncovered breasts and buttocks, masturbation activities, and similar relationships. The causes of college students watching pornographic scenes in Korean romance dramas include storylines that are packaged attractively and dynamically played by beautiful characters, looking for entertainment to get rid of boredom from the routine they live in, getting references such as education on relationship behavior with the opposite sex, feeling happier after watching, as well as sexual education. As a result, the perception of adolescents with pornographic aspects found in Romance Drakor becomes two opinions or two points of view. The first opinion is positive that accepts the existence of pornographic aspects in Romance Drakor as part of the elements of entertainment, art and education and does not view these pornographic aspects as elements that can have a negative impact. The second opinion is a negative point of view that accepts the existence of pornographic aspects in Romance Drakor that are considered to be part of the elements of the storyline which are packaged beautifully and cinematically and can have a negative impact with a different percentage for each individual watching. Di era digital saat ini, ancaman kerusakan moral remaja tidak hanya disebabkan oleh minum-minuman keras, narkotika, namun juga narkolema. Narkolema diartikan sebagai kecanduan manusia menonton atau mengakses pornografi lewat mata. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis adegan pornografi dalam drama korea , (2) Menganalisis sebab dan akibat kecanduan menonton adegan pornografi drama korea romance. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan sebagai landasan metodologis. Pengambilan data dilakukan di kota malang pada mahasiswa. Penelitian ini didapat dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat adegan yang termasuk pornografi dalam drama korea romance dengan judul Fanta G Spot dan Nevertheless yaitu adegan ranjang yang memperlihatkan buah dada dan pantat tanpa penutup, kegiatan masturbasi, serta hubungan sejenis. Penyebab mahasiswa menonton adegan pornografi dalam drama korea romance diantaranya yaitu jalan cerita yang dikemas menarik dan tidak monoton ditambah lagi tokohnya yang rupawan, mencari hiburan untuk menghilangkan kejenuhan dari rutinitas yang mereka jalani, mendapatkan referensi ilmu seperti edukasi perilaku relationship dengan lawan jenis, merasa lebih happy setelah menonton, serta edukasi seksual. Akibat dari mahasiswa menonton drama korea romance terdapat aspek pornografi yang ada pada drakor romance. Terbagi menjadi dua pendapat atau dua sudut pandang yaitu yang pertama sudut pandang positif yaitu pornografi sebagai unsur hiburan, edukasi, dan seni yang dalam artian pendapat menerima keberadaan pornografi dalam drakor romance dan tidak memandang pornografi memberikan dampak negatif. Kedua adalah memandang bahwa pornografi memberikan dampak negatif dengan persentase yang berbeda tiap personal yang menonton. Pendapat menerima keberadaan pornografi dalam drakor romance dan menganggap pornografi bagian dari unsur alur cerita yang dikemas secara sistematik dan indah.
Pendidikan Moral: Upaya Pendidikan Remaja di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Malang Afifah, Fitri Nur; Ruja, I Nyoman; Wiradimadja, Agung
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um063v4i1p55-70

Abstract

Moral education is a very important effort to direct individuals to have appropriate behavior and be considered good by the surrounding community, so as to avoid immoral actions. Teenager is a period that requires assistance and supervisory control more specifically related to morals. This is necessary because basically teenagers are very vulnerable to becoming victims of the current decline in moral quality. The orphanage iso one of the social welfare institutions that aims to provide social services, including in terms of fostering the morale of the foster children. The purpose of this research is to describe the moral problems that occur in orphanages, to analyze the effort made by orphanages to solve moral problems, and to analyze the impact of the effort made by orphanages. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. This research is conducted at the Putri Aisyiyah Orphanage in Malang City. Data sources in this study are primary and secondary data sources. Data collection methods in this study are observation, interviews and documentation. Data analysis in this research uses Miles & Huberman’s interactive model analysis, which includes data collection, data reduction, data presentation, verification and drawing conclusions. The results of the research show that there are moral problems experienced, namely the behavior of foster children who are impolite, which includes rude and dirty words, lying, disobedience, and negative seniority. Then there are violations of rules which include fighting, dating and stealing as well as a lack of social sensitivity. Meanwhile, the efforts made to develop morals are through moral education, skills education, providing sanctions and implementing the chamber chairman system. These educational effort make foster children try to speak good words and not say harsh or dirty words, foster children are more careful in their behavior so that they are always better and polite, disciplined and comply with all the rules and activities of the orphanage, sensitive and caring about the surrounding environment, try to be more honest in all things, including with caregivers and fellow foster children, make foster children more obedient and no longer disobedient, and foster children limit themselves more so that they are not provoked by emotions, so that fights do not occur. The implications of the results of this research can be used to improve moral education efforts in dealing with immoral acts that occur among foster children in orphanages. Pendidikan moral merupakan upaya yang sangat penting dilakukan untuk mengarahkan individu agar memiliki perilaku yang sesuai dan dinilai baik oleh masyarakat sekitar, sehingga terhindar dari tindakan amoral. Remaja merupakan masa yang membutuhkan pendampingan serta kontrol pengawasan lebih khususnya terkait pada moral. Hal tersebut diperlukan karena pada dasarnya remaja sangat rentan menjadi korban dari kemerosotan kualitas moral yang terjadi saat ini. Panti asuhan menjadi salah satu lembaga kesejahteraan sosial yang bertujuan memberikan pelayanan sosial termasuk dalam hal membina moral anak asuhnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan permasalahan moral yang terjadi di Panti Asuhan, menganalisis upaya yang diterapkan panti asuhan dalam menyelesaikan permasalahan moral, serta menganalisis dampak dari upaya yang telah dilakukan panti asuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kota Malang. Sumber data pada penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis model interaktif Miles & Huberman yaitu meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat permasalahan moral yang dialami yaitu perilaku anak asuh yang kurang sopan yang meliputi berkata kasar dan kotor, berbohong, membangkang, serta senioritas yang negatif. Kemudian pelanggaran peraturan yang meliputi berkelahi, pacaran dan mencuri serta kurangnya kepekaan sosial. Sedangkan untuk upaya yang dilakukan dalam membina moral yaitu melalui pendidikan akhlak, pendidikan ketrampilan, pemberian sanksi serta penerapan sistem ketua kamar. Upaya pendidikan tersebut menjadikan anak asuh berusaha bertutur kata yang baik dan tidak berkata kasar ataupun kotor, anak asuh lebih berhati-hati dalam berperilaku sehingga senantiasa lebih baik dan sopan, disiplin dan mematuhi semua peraturan dan kegiatan panti asuhan, peka dan peduli pada lingkungan sekitarnya, lebih berusaha jujur dalam segala hal termasuk pada pengasuh maupun sesama anak asuh, menjadikan anak asuh lebih taat dan tidak membangkang lagi, serta anak asuh lebih membatasi diri agar tidak terpancing emosi, sehingga tidak terjadi perkelahian. Implikasi hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan upaya pendidikan moral dalam menangani tindakan amoral yang terjadi pada anak asuh di panti asuhan.
A REFLECTIVE STUDY OF GARDNER'S MULTIPLE INTELLIGENCE (MI) THEORY: RELEVANCE AND ITS IMPLICATIONS FOR SOCIAL SCIENCE LEARNING Romadhina, Lailatul; Ruja, I Nyoman
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendiskusikan teori kecerdasan majemuk yang digagas oleh Howard Gardner dan bagaimana sebetulnya teori tersebut cukup relevan dengan problem-problem kompleks dalam dunia pendidikan di Indonesia secara umum dan juga terhadap model, pendekatan, dan strategi dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial secara khusus. Penelitian ini menguraikan analisis mendalam dengan berbasis pada studi Pustaka (library research). Tiga persoalan yang didiskusikan dalam artikel ini meliputu: problem pendidikan dan pendekatan dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial; Kecerdasan majemuk dalam pandangan Gardner; dan Relevansi serta implikasinya terhadap pendekatan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks terutama terkait dengan paradigma pendidikan tradisional yang masih dominan dan kesenjangan sosial yang memengaruhi ketersampaian kurikulum. Paradigma top-down yang diadopsi oleh Kurikulum Merdeka tampaknya hanya mencapai kalangan elit, sementara wilayah akar rumput terabaikan karena berbagai faktor seperti sarana-prasarana, sumber daya manusia yang terbatas, dan watak pendidik itu sendiri. Dalam konteks ini, teori Kecerdasan Majemuk Gardner menawarkan pandangan baru bahwa setiap individu memiliki kecerdasan yang beragam, yang perlu dipahami oleh pendidik dalam merancang strategi pembelajaran, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dengan mempertimbangkan keberagaman kecerdasan, pendidik IPS dapat merancang pembelajaran yang inklusif dan responsif, menggunakan berbagai metode pengajaran dan alat bantu yang memungkinkan setiap siswa untuk mengeksplorasi materi melalui kecerdasan yang paling dominan bagi mereka. Ini memungkinkan siswa dengan kecerdasan logis-matematis untuk mendalami analisis data ekonomi atau konflik sejarah, sementara siswa dengan kecerdasan interpersonal dapat berkolaborasi dalam mengeksplorasi isu-isu sosial. Dengan demikian, pendekatan berbasis teori Kecerdasan Majemuk memungkinkan pendidik untuk merancang pembelajaran yang lebih bervariasi dan relevan dengan kebutuhan dan kecerdasan individual siswa dalam konteks pembelajaran Imu pengetahuan sosial
TELAAH TEORI KECERDASAN MAJEMUK HOWARD GARDNER: RELEVANSI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Romadhina, Lailatul; Ruja, I Nyoman
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis tiga persoalan meliputi, problem pendidikan dan pendekatan dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial; Kecerdasan majemuk dalam pandangan Gardner; dan Relevansi serta implikasinya terhadap pendekatan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks terutama terkait dengan paradigma pendidikan tradisional yang masih dominan dan kesenjangan sosial yang memengaruhi ketersampaian kurikulum. Paradigma top-down yang diadopsi oleh Kurikulum Merdeka tampaknya hanya mencapai kalangan elit, sementara wilayah akar rumput terabaikan karena berbagai faktor seperti sarana-prasarana, sumber daya manusia yang terbatas, dan watak pendidik itu sendiri. Dalam konteks ini, teori Kecerdasan Majemuk Gardner menawarkan pandangan baru bahwa setiap individu memiliki kecerdasan yang beragam, yang perlu dipahami oleh pendidik dalam merancang strategi pembelajaran, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dengan mempertimbangkan keberagaman kecerdasan, pendidik IPS dapat merancang pembelajaran yang inklusif dan responsif, menggunakan berbagai metode pengajaran dan alat bantu yang memungkinkan setiap siswa untuk mengeksplorasi materi melalui kecerdasan yang paling dominan bagi mereka. Ini memungkinkan siswa dengan kecerdasan logis-matematis untuk mendalami analisis data ekonomi atau konflik sejarah, sementara siswa dengan kecerdasan interpersonal dapat berkolaborasi dalam mengeksplorasi isu-isu sosial. Dengan demikian, pendekatan berbasis teori Kecerdasan Majemuk memungkinkan pendidik untuk merancang pembelajaran yang lebih bervariasi dan relevan dengan kebutuhan dan kecerdasan individual siswa dalam konteks pembelajaran Imu pengetahuan sosial
Eksistensi Pengendara Becak Tradisional di Kota Malang Warda, Athirotul; Ruja, I Nyoman; idris, .
JURNAL SOCIUS Vol 12. No. 2 (2023): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/js.v12i2.11337

Abstract

Transportasi merupakan salah satu sektor vital dalam kehidupan manusia yang akan terus berkembang seiring dengan tingginya pemenuhan kebutuhan mobilitas yang tidak terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi dan dinamika kehidupan sosial ekonomi pengendara becak tradisional di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilaksanakan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman dan Saldana dan mengacu pada teori pilihan rasional yang digunakan sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan eksistensi pengendara becak tradisional di Kota Malang yang signifikan disebabkan beberapa faktor diantaranya adanya peralihan becak tradisional ke becak motor (bentor) yang dilakukan sebagian besar pengendara becak. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan adanya penurunan eksistensi yakni kemunculan transportasi online yang membuat minat masyarakat semakin hilang terhadap becak tradisional. Penurunan eksistensi pengendara becak tradisional menyebabkan adanya perubahan pada kehidupan sosial ekonomi pengendara becak tradisional.  Perubahan tersebut mengarahkan pada kehidupan pengendara becak tradisional ke dalam belenggu kemiskinan. Hal tersebut dipicu keadaan yang saat ini terimbas pandemi covid-19. Untuk mengatasi permasalahan ini diperlukan perhatian dari Pemerintah Kota Malang serta peran masyarakat dalam menggunakan becak tradisional yang dapat dijadikan moda transportasi pilihan.
Co-Authors Abdi Maulana Rahman Ach Fatchan Ach Fatchan Ach Fatchan, Ach Ach. Fatchan Ach. Fatchan Ach. Fatchan, Ach. Achmad Fatchan Achmad Fathan, Achmad Adita Taufik Widianto Adita Taufik Widianto, Adita Taufik Afifah, Fitri Nur Agung Minto Wahyu Agung Wiradimadja Agus Purnomo Agus Purnomo Aida, Nadia Nur Aliyah, Elvira Zulfah Andri Estining Sejati Angga Puspita Annas Waladul Mufid, M. Khoirul Annisa Laila Dharmawan Arfiany Nur Amalia Asshidiqi, Rihlah Khoirunnisa' Atok Ahmad Rizqoni Avietha Reinanda Azzah Aini Fahmiya Bashofi, Ferdinan Bashofi, Ferdinan  Bayu Kurniawan Bintang Muhammad Sahara Efendi Budi Handoyo Budijanto David Golddra Pamungkas Bramantya Dedi Kuswandi Defita Dwi Anggi Desinta Dwi Rapita Devy Yuliana Putri Dewi Saraswati, Dewi Dina Rahma Ardhiana Dwi Pudi Lestari Dwiyono Hari Utomo Efendi, Bintang Muhammad Sahara Eka Khoirul Ana Eko Anang Hadi Santoso Endika Priambodo Susanto Faizatul Mahmudah Farina Amelia Febria Ayu Fitri Nur Fatmawati Ferdinan Bashofi Ferdinan  Bashofi Fuad Guntara Fuad Guntara, Fuad Gebi Angelina Zahra Habibah, Fatimatuzzahro Halimatus Sa’diyah Heldigard Anggreani Ina Malo Hendra Hendra Hendra Hendra Heri Setiawan Hidayat, Vian Noer Achmad I Dewa Putu Eskasasnanda, I Dewa Putu idris, . Iis Tri Septyawati Inggritia Zahrotunnisa Isa Wijiningtyas Junita, Astrid Junita Khofifatu Rohmah Adi khusnul khotimah Khusnul Khotimah Kiki Meylavinasari Kurniawan, Novian Candra Kurniawan, Novian Candra Kurniawan Laili Fitri Astutik Lailil Nadhifatul Muazaroh Latang, Latang Lilis Yuliana Lubaiba Nadiya Alkaffi Luhung Achmad Perguna, Luhung Achmad Lutfitasari Lutfitasari M. Iqbal Liayong Pratama Mafazah, Elsa Diah Majidah, Emillatul Martinus Hermenegild Mau Maulana, Bayu Mely Kurnia Meylavinasari, Kiki Mohamad Amirudin Mokhammad Ilham Fuady Muazaroh, Lailil Nadhifatul Muhammad Khoiro Muktiningsih Nurjayadi Nandiata Ayu Palanjuta Nelly Isroy Camelya Neni Wahyuningtyas, Neni Ni'matuzzuriyah, Ni'matuzzuriyah Nia Hariwiyanti Novian Candra Kurniawan Nurul Ratnawati, Nurul Pebrianto, Moh Pebrianto, Moh. Priambodo Susanto, Endika Putri, Zulfa Meutia Ramadhani, Novela Wahyu Ranu Eko Raharjo Ratih Pramesthi Retnaning, Ida Retno Wulandari Riawati, Enik Rista Anggraini Rista Anggraini Romadhina, Lailatul Ruhni, Zaedar salam, Aldi Dani Salsabila, Unik Hanifah Samudra Pangestu, Agung Saputri, Almira Rahma Sari, Ninik Yustina Sauca, Dhinar Mawanti Singgih Susilo Siti Malikhah Towaf Siti Mar'atus Sholihah Sovia Husni Rahmia Sri Ira Suharwati Sri Ira Suharwati, Sri Ira Sugeng Utaya Sujiono Sujiono Sukamto Sukamto Sukamto Sukamto Sularmi Sularmi Sumarmi Tutut Chusniyah Tyas Tamara Aldilla Ugik Endarto Valencia Tamara Wiediharto Wahyudi Wahyudi Warda, Athirotul Wulandari, Dita Risky Dwi Yosi Maurin