Claim Missing Document
Check
Articles

Case report Diagnosis dan Penanganan Feline Panleukopenia Nareswari, Anggitya; Indarjulianto, Soedarmanto; Yanuartono, Yanuartono; Purnamaningsih, Hary; Widiyono, Irkham
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.100434

Abstract

Feline panleukopenia (FPL) adalah penyakitinfeksi Feline panleukopenia virus yang menyebabkan mortalitas tinggi pada kucing. Penelitianini bertujuan melaporkan diagnosis dan penanganan kasus FPL. Studi kasus ini menggunakan seekor kucing persia mix, betina, berumur empat bulan yang diperiksa secara klinis, uji FPV-Ag dan hematologi. Hasil anamnesis dan pemeriksaan klinis didapatkan bahwa kucing lesu, tidak mau makan, muntah, dan mengalami diare berwarna coklat, suhu tubuh 40,3⁰C, dehidrasi, dan selaput lendir anemis. Hasil pemeriksaan hematologi menunjukkan kucing mengalami leukopenia, anemia dan FPV-Ag test positif, sehingga kucing didiagnosis menderita FPL. Kucing diberi terapi infus Ringer Lactate 30ml/kgBB/ hari IV, enrofloxacin 5 mg/ kgBB/hari SID SC dan Amoxicilin 10 mg/kgBB dua hari sekali IM, hematopoietin  0,1 ml/kgBB BID IV, vitamin-Asam amino 0.1 ml/ kgBB BID IM. Kucing dirawat secara intensif dan mati pada hari ketiga. Disimpulkan bahwa kucing pada kasus ini didiagnosis FPL berdasar gejala klinis, leukopenia dan reaksi positip tes FPV-Ag. Kucing penderita FPL tersebut telah diberi terapi cairan, antibiotik, dan vitamin, tetapi tidak berhasil disembuhkan.
Zinc deficiency in ruminants and its management: A brief review Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto; Paryuni, Alsi Dara
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 14 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v14i3.408

Abstract

Minerals are organic substances found in nature and living things. In ruminants, minerals are one of the crucial components of the body. One of the mineral elements that is very important for the body is Zinc (Zn). The prominent role of Zn in ruminants is the synthesis and degradation of carbohydrates, fats, proteins, and nucleic acids. Ruminants can experience Zn deficiency by showing clinical symptoms such as dermatitis, anorexia and parakeratosis, stunted growth, and nail damage. In contrast, ruminants can also experience Zn poisoning with various clinical symptoms such as general weakness, diarrhea, hemolytic anemia, and decreased body weight. Current Zn deficiency can be overcome by adding commercial supplement products containing Zn. This paper aims to add brief insights into the benefits and treatment of Zn deficiency in ruminants.
Subclinical anaplasmosis infection on Ettawa Goats from Kaligesing, Purworejo, Central Java, Indonesia Rosyadi, Imron; Nor Wijaya, Rendra; Ratna Nugraheni, Yudhi; Prastowo, Joko; Yanuartono; Argamjav, Bayanzul; Indarjulianto, Soedarmanto
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v8i1.5432

Abstract

Small ruminant anaplasmosis is a blood-parasitic disease that can cause reproductive and economic problems, especially in Ettawa crossbred. In Indonesia, especially in Central Java Province, the study of this pathogen is still limited. This study examines subclinical anaplasmosis in Ettawa crossbred goats from central Java, Indonesia. Twenty adult goats underwent comprehensive physical and laboratory examinations. The physical exams assessed factors like sex, body temperature, heart rate, respiration, and rumen function. Laboratory testing involved blood smears to detect Anaplasmaspecies and complete blood counts using a hematology analyzer. The results showed that 8 goats were positive for Anaplasma, with 2 samples resembling A. phagocytophilum and 6 resembling A. marginale. Females were more likely to be infected. Infected goats did not exhibit significant changes in vital signs compared to healthy goats. However, infected goats had lower red blood cell counts, hemoglobin, and hematocrit, as well as higher white blood cell counts, indicating subclinical anemia. This is the first study to demonstrate the impact of subclinical Anaplasma infection on Ettawa crossbred goats in this region, highlighting the potential for production losses from this overlooked disease.
Limbah Industri Perunggasan dan Manfaatnya sebagai Sumber Protein Ruminansia: Ulasan Singkat Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto; Paryuni, Alsi Dara
Jurnal Peternakan Vol 21, No 2 (2024): September 2024
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v21i2.26476

Abstract

ABSTRAK. Peningkatan produksi daging global selama beberapa tahun terakhir terutama didorong oleh produksi daging unggas yang lebih efisien karena usaha perunggasan terus berkembang lebih maju di banyak bagian dunia. Metode peningkatan pemanfaatan penggunaan pakan asal limbah industri perunggasan telah diusulkan sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah, mengurangi kompetisi pemanfaatan pangan maupun pakan dan meningkatkan system daur ulang yang efisien. Limbah industri perunggasan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein ruminansia antara lain adalah tepung bulu, limbah penetasan ayam, kaki ayam, tepung jeroan, tepung darah, tepung tulang, manure dan litter unggas. Limbah industri peternakan unggas tersebut dapat dimanfaatkan kembali ke dalam rantai makanan, setelah melalui berbagai macam perlakuan. Penggunaan limbah unggas sebagai sumber protein ternak ruminansia telah lama diteliti dan diterapkan di lapangan. Tulisan ini bertujuan memberikan ulasan singkat pemanfaatan limbah industry perunggasan sebagai sumber protein alternatif untuk ruminansia.Kata kunci: Unggas; limbah; protein; ruminansiaPoultry industry waste and its benefits as a source of protein for ruminants: a brief reviewABSTRACT. The increase in global meat production over recent years has been driven primarily by more efficient poultry meat production as poultry businesses continue to advance in many parts of the world. Methods for increasing the use of feed from poultry industry waste have been proposed to increase waste utilization efficiency, reduce competition for food and feed use, and improve an efficient recycling system. Poultry industry waste that can be used as a source of ruminant protein includes feather meal, chicken hatching waste, chicken feet, offal meal, blood meal, bone meal, manure, and poultry litter. After various treatments, poultry farming industrial waste can be reused into the food chain. The use of poultry waste as a ruminant protein source has long been researched and applied in the field. This paper will briefly review the use of poultry industry waste as an alternative protein source for ruminants.
Manfaat Feed Additives pada Ruminansia: Ulasan Singkat Yanuartono, Yanuartono; Soedarmanto, Indarjulianto; Paryuni, Alsi Dara
Jurnal Peternakan Vol 22, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i1.30061

Abstract

ABSTRAK. Seiring dengan meningkatnya permintaan produk hewani, maka kebutuhan pakan ruminansia juga semakin meningkat. Pemenuhan kebutuhan pakan bertujuan untuk menghasilkan produk hewan yang lebih baik, memanfaatkan sumber daya pakan yang tersedia secara efisien, dan memaksimalkan keuntungan peternak. Salah satu upaya untuk memaksimalkan produk hewani adalah dengan menambahkan feed additives pada pakan. Bahan tambahan pakan merupakan bahan pakan non-nutrisi yang ditambahkan ke dalam campuran pakan untuk tujuan tertentu dan saat ini mempunyai peranan penting dalam berbagai bidang produksi ternak ruminansia. Berbagai bahan tambahan pakan telah digunakan di bidang peternakan untuk meningkatkan produksi ternak, meningkatkan efisiensi sumber daya pakan yang tersedia, dan memaksimalkan kinerja ternak ruminansia. Artikel singkat ini mengulas manfaat feed additive bagi ternak ruminansia.Kata kunci: Feed additives, produksi ternak, non-nutrisi, ruminansiaBenefits of Feed Additives for Ruminants: A Brief ReviewABSTRACT. As demand for animal products increases, the need for ruminant feed also increases. Fulfilling feed needs aims at better animal production, efficiently utilizing available feed resources, and maximizing farmers' profits. One effort to maximize animal products is by adding feed additives to animal feed. Feed additives are non-nutrient feed ingredients added to feed mixtures for specific purposes and currently have an essential role in various fields of ruminant livestock production. Various feed additives have been used in the livestock sector to improve livestock production, increase the efficiency of available feed resources, and maximize the performance of ruminant livestock. This short article reviews the benefits of feed additives for ruminant livestock.
Karakterisasi Gejala Klinis pada Kucing dengan Gangguan Gastrointestinal yang Disertai Leukopenia Ramadhani, Mungky Ema; Yanuartono, Yanuartono -; Indarjulianto, Soedarmanto; Purnamaningsih, Hary; Widyarini, Sitarina; Airin, Claude Mona
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70783

Abstract

Abstract               Gastrointestinal is one of the digestive system disorders in cats that can be characterized by leucopenia. This study aimed to evaluate the clinical symptoms of cats with digestive disorders with leucopenia. This study used 30 cats of various breeds, ages, and genders that had symptoms of digestive disorders with leucopenia. All cats were physically and laboratory examined for hematology. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed 18/30 (60%) cats aged 1-6 months, 9/30 (30%) aged 7-12 months, and 3/30 cats (10%) aged >12 months, had gastrointestinal disorders with leucopenia. Leucopenia conditions were more common in male cats (53.3%) than female cats (46.7%). Cats with leucopenia, 10 (33.3%) with a leukocyte count <1,000 cells/mm3, 14 (46.7%) with a leukocyte count of 1,001-2,500 cells/mm3 and 6 (20%) with a leukocyte count of 2,501-<5,500 cells/mm3. Clinical symptoms found in this study included lethargy, anorexia, fever, dehydration, diarrhea, vomiting, halitosis, hypersalivation, anemia, lacrimation, epistaxis and jaundice. Concluded that gastrointestinal disorders with leucopenia were more common in young cats and male cats. Clinical symptoms of lethargy, anorexia, fever, dehydration, diarrhea and vomiting, can be used as a reference to determine the diagnosis of gastrointestinal disorders with leucopenia in cats. Key words:  cats; clinical sign; gastrointestinal; leucocytes
GAMBARAN VAKSINASI FELINE PANLEUKOPENIA PADA KUCING DI KLINIK DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM FKH -UGM DESCRIPTION OF FELINE PANLEUKOPENIA VACCINATION IN CAT AT THE CLINIC OF THE DEPARTMENT OF INTERNAL MEDICINE FKH UGM Purnamaningsih, Hary; Indarjulianto, Soedarmanto; Widiyono, Irkham; Hartati, Sri; Yanuartono, Yanuartono; Raharjo, Slamet; Nururrozi, Alfarisa
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70828

Abstract

Abstract              Feline Panleukopenia is a disease caused by a DNA type virus, family Parvoviridae with high morbidity and mortality in the Felidae family group (Kruse et al., 2010; Hartmann, 2017). The study also shows that the prevalence rate of the disease has increased for 3 years since 2015. The report of Kusumawardani et al (2015) shows that 97 cases of cats were diagnosed with FPV. The vaccination program has not been implemented optimally by the cat-keeping community. The incidence of the disease is still common and cases can increase in certain seasons. Several cases handled at the Clinic of the Department of Internal Medicine, FKH-UGM ended in death. There has been no report on the implementation of vaccination in animal health care places. It is necessary to study the vaccination program for cats carried out by the cat-keeping community as an effort to prevent Feline Panleukopenia disease so that it can provide information about FPV vaccination as a basis for optimizing the implementation of FPV vaccination in cats. The study used ambulatory card data from cat examinations as clinical patients of the Department of Internal Medicine, FKH UGM in 2019.  Recap data collected in the form of ambulances for cat patients who requested vaccination. Patient data provided with vaccination services are grouped based on cat identity, age, sex, cat breed/race and maintenance system. The data obtained were tabulated and analyzed descriptively. Based on the results of the recap of ambulatory data for cat patients in 2019 who were vaccinated against feline panleukopenia, 236 individuals were obtained. The age of vaccinated cats at the age of <6 months were 128 animals (54%) and 108 cats (46%). there were 108 cats (46%) male cats and 128 (54%) female cats vaccinated against Feline panleukopenia. Types/breeds of cats, which were vaccinated against feline panleukopenia in purebred cats (Persi, Angora and others) as many as 128 (54%), 35 domestic cats (15%) and 73 mixed-breed cats (31%) ). Based on the study of this research data, it can be concluded that the feline panleukopenia virus vaccination program in male domestic cats is still low compared to purebred cats Keywords : Feline Panleukopenia Virus, cat, vaccination
Perbandingan Protein Serum Sapi Potong Fertile dan Delayed Puberty Priyo, Topas Wicaksono; Setyawan, Erif Maha Nugraha; Nururrozi, Alfarisa; Indarjulianto, Soedarmanto
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70842

Abstract

Gangguan reproduksi delayed puberty sering ditemukan pada sapi potong, yang kemungkinan berkaitan dengan protein di dalam darah. Penelitian ini bertujuan membandingkan protein serum  pada sapi fertile dan delayed puberty. Materi penelitian ini berupa 10 ekor sapi betina, jenis Peranakan Ongole cross terdiri dari 5 ekor fertile dan 5 ekor mengalami delayed puberty. Semua sapi diperiksa secara fisik untuk ditentukan status kesehatan dan reproduksinya, diambil serum darah untuk pemeriksaan kadar total protein, albumin dan globulin. Data protein serum antar kelompok dianalisis menggunakan T-test. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar albumin sapi fertile 3, 26 ± 0,13 gr/dL dan sapi delayed puberty 3,38 ± 0,18 gr/dL. Kadar globulin sapi fertile 4,48 ± 0,06 gr/dL dan sapi delayed puberty 3,62 ± 0,94 gr/dL. Total protein serum sapi fertile 7,84 ± 0,21 gr/dL dan sapi delayed puberty 7,56 ± 0,70. Rasio kadar albumin/globulin sapi fertile 0,73 ± 0,02 dan sapi delayed puberty 1,05 ± 0,29.  Semua parameter protein yang diuji dari sapi fertile dan delayed puberty secara statistik tidak ada perbedaan nyata. Disimpulkan bahwa kadar total protein serum, albumin, globulin dan rasio A/G sapi fertile tidak berbeda nyata dengan sapi delayed puberty.
Sexing Burung Lovebird Fischer (Agapornis fischeri) Berdasarkan Perkembangan Berat Badan Fatona, Desnita Rizka; Permana, Rief Ghulam Satria; Akrom, Afif Muhammad; Yanuartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.96593

Abstract

Lovebird fischer (Agapornis fischeri) merupakan burung yang banyak diminati karena memiliki warna bulu yang cantik serta suara atau kicauan yang merdu dan lantang. Jenis kelamin burung lovebird biasanya baru dapat dilakukan ketika burung sudah dewasa, tetapi pada umur tersebut suara sulit untuk dibentuk. Perkembangan berat badan LB sampai umur 60 hari merupakan salah satu faktor yang dipakai untuk sexing. Penelitian ini bertujuan membandingkan pekembangan berat badan LB muda sebagai dasar sexing. Penelitian ini menggunakan 12 ekor burung lovebird umur 30 hari. Burung dipastikan jenis kelaminnya berdasarkan sexing secara genotip dengan metode polymerase chain reaction (PCR) untuk amplifikasi gen CHD1 menggunakan pasangan primer CHD1F/CHD1R dengan sampel bulu. Semua burung ditimbang berat badan pada hari ke-30, 45 dan 60. Hasil pengukuran berat badan antara jantan dan betina dibandingkan menggunakan uji t-Test. Hasil penelitian didapatkan bahwa berat badan LB betina umur 30, 45 dan 60 hari berturut-turut adalah 19,81±4,50 gram, 32,29±6,30 gram dan 42,72±3,29 gram, sedangkan LB jantan 19,11±4,72 gram, 31,32±5,82 gram dan 41,96±3,19 gram, namun demikian tidak ada perbedaan nyata antara betina dan jantan (p<0.05). Disimpulkan bahwa berat badan LB umur 30, 45 dan 60 hari tidak berbeda nyata, sehingga tidak dapat dipakai sebagai dasar sexing burung LB.
Gejala Klinis dan Gambaran Darah pada Anjing Konjungtivitis Harjono, Habib Prasetyo; Indarjulianto, Soedarmanto; Pramono, Agung Budi; Tjahajati, Ida
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.103749

Abstract

Konjungtivitis merupakan peradangan pada konjungtiva mata yang dapat disebabkan oleh agen infeksi, alergi atau faktor lingkungan. Gejala klinis konjungtivitis bervariasi dan dapat disertai perubahan gambaran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gejala klinis dan gambaran darah pasien anjing penderita konjungtivitis. Penelitian ini menggunakan 8 sampel anjing yang mengalami konjungtivitis. Semua anjing diperiksa secara klinis, terutama bagian mata, serta diambil sampel darah untuk diperiksa gambaran darahnya. Hasil pemeriksaan klinis anjing konjungitivitis, ditemukannya 8 (100%) pasien mengalami hiperemia, inflamasi, dan hiperlakrimasi, 6 (75%) pasien terdapat eksudat, dan 1 (12,5%) pasien mengalami kerusakan mata. Hasil pemeriksaan darah rutin menunjukkan 1 (12,5%) sampel mengalami penurunan nilai MCHC. Jumlah leukosit, limfosit, monosit, granulosit, dan trombosit dari 8 sampel berada pada kisaran normal. Disimpulkan bahwa anjing penderita konjungtivitis menunjukkan gejala klinis terutama adalah hiperemi, inflamasi, adanya eksudat, dan hipelakrimasi pada mata dengan gambaran darah yang normal.
Co-Authors Afif Muhammad Akhrom Afif Muhammad Akrom Afif Muhammad Akrom Agistanya Andimi Agung Budiyanto Agustina Dwi Wijayanti Ahmad Syahrul Fauzi Ahmadi, Maulidina Akrom, Afif Muhammad Albert Jackson Yang Alek Arisona Alfarisa - Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi Alfarisa Nururrozi, Alfarisa Alva Edy Tontowi Ambar Pertiwiningrum Andarini, Zahrah Prawita Andriani Dwi Hapsari Anggi Novita Sari Argamjav, Bayanzul Arisona, Alek Aurora, Clara Inneke Catur Sugiyanto Claude Mona Airin Dalimunthe, Naela Wanda Yusria Daniswari, Priyanka Primananda Datrianto, Dwi S. Dewandaru, Risang Aji Dhasia - Ramandani Dhasia Ramandani Dhasia Ramandani, Dhasia Dionisius M. . Dwi Priyowidodo Enikarmila Asni Erif Maha Nugraha Setyawan Fangidae, Petra Yudha Fatona, Desnita Rizka Fika Yuliza Purba Gerson Yohanes Imanuel Sakan Guntari Titik Mulayni Guntari Titik Mulyani H Wuryastuty, H Haribowo, Nurman Harjono, Habib Prasetyo Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih Hary Purnamaningsih, Hary Purnamaningsih Hastari Wuryastuti Hastari Wuryastuty Hastari Wuryastuty Hayati, Rusmi Hina, Carlo Yunior Ray Hizriah Alief Jainudin I Sakan, Gerson Yohanes Ida Tjahajati Imron Rosyadi Irkham Widiyono Jeffi Chandra Ajiguna Joko Prastowo Julita Dewitri Merthayasa Jully Handoko Jumaryoto Jumaryoto Kaswardjono, Yanuartono Kurniasih , Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih Laksono Trisnantoro Lily Gunawan Luh Putu Ratna Sundari Margaretha Arnita Wuri Margaretha Arnita Wuri Milla, Yunita Apriana Muhammad Ardiansyah Nurdin Muhammad Ihsan Andi Dagong Mulya Fitranda Nareswari, Anggitya Nor Wijaya, Rendra Novia Nur Aini Nugroho, Fatah Nur Alif Bahmid Nurcahyo, R Wisnu Nurman Haribowo Nurman Haribowo Nurman Haribowo Nurman Haribowo Nurrurozi, Alfarisa NURULIA HIDAYAH Okid Parama Astirin Paryuni, Alsi Dara Pengsakul, Theerakamol Permana, Rief Ghulam Satria Pertiwiningrum , Ambar PP Putro, PP Prabowo , Teguh Ari Prabowo Purwono Putro Prabowo, Teguh Ari Pramono, Agung Budi Priyo Sambodo Priyo, Topas Wicaksono Putu Devi Jayanti Puveanthan Nagappan Govendan R Wasito R. Wasito Ramadhani, Mungky Ema Ratna Nugraheni, Yudhi Refika Melina Putri Renny Fatmyah Utamy Retno Widyastuti, Retno Rian Maulana, Rian Rief Ghulam Satria Permana Rief Ghulam Satria Permana Rini Widayanti Rini Widayanti Risa Ummami Riza Priyatna Rusmi Hayati Rusmihayati, Rusmihayati Santika, Luh Putu Nadya Sarmin Sarmin Setiawan, Dwi Cahyo Budi Simanjuntak, Arya Marganda Sitarina Widyarini Siti Helmyati Sitompul, Yeremia Yobelanno Slamet Rahardjo Slamet Rahardjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Slamet Raharjo Soetiarso, Lilik Sri Hartati Sri Hartati Sriningsih, Agnes Pratamiutami Suandhika, Putu Subaedy Yusuf Sugiyono Sugiyono Sukma Maharani Suparni Setyowati Rahayu Susana, Yuli Susanti, Agatha Ria Suyanto Suyanto Teguh Ari Prabowo Teguh Ari Prabowo Teguh Ari Prabowo Tri Untari Trini Susmiati Wicaksana, Pamungkas Aji Winarsih, Sugi Wisnu Nurcahyo Wuri , Margaretha Arnita Wuri, Margaretha Arnita Yanuartono Yanuartono yanuartono - - yanuartono - yanuartono yanuartono - yanuartono Yanuartono . Yanuartono . Yanuartono Kaswardjono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono Yanuartono, Yanuartono yanuartono, yanuartono - Yunitasari, Maria Yuriadi Yuriadi, Yuriadi Zahrah Prawita Andarini