p-Index From 2021 - 2026
4.459
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Speed - Indonesian Journal on Computer Science Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Fibusi (Jurnal Online Fisika) Seruni - Seminar Riset Unggulan Nasional Inoformatika dan Komputer Speed - Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi Jurnal Biologi Tropis EKSAKTA : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SENTRALISASI Batoboh : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE Jurnal Teknik dan Informatika Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Inovasi Teknik Informatika Jurnal Nasional Ilmu Komputer Jurnal Pengembangan Sistem Informasi dan Informatika Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Indonesian Journal of Networking and Security - IJNS Journal Of Human And Education (JAHE) Jurnal Nasional Teknologi Komputer Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Riset Perbankan, Manajemen dan Akuntansi Jurnal Ilmu Multidisplin Science of Management and Students Research Journal (SMS) Asia Information System Journal Ezra Science Bulletin VCode Jurnal Suluah Komunitas Indonesian Journal of Economics and Strategic Management Score International Journal of Science and Mathematics Education International Journal of Mathematics and Science Education Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara JURNAL SATYA MANDIRI MANAJEMEN DAN BISNIS Proceedings of The International Conference on Computer Science, Engineering, Social Sciences, and Multidisciplinary Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

RAGAM BENTUK DAN ESTETIKA MOTIF ULOS GODANG ADAT MANDAILING Sakinah, Nur; Irawan, Indra; Nasution, Ratna Sari
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 2 (2025): July-December 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i2.477

Abstract

Suku Mandailing merupakan salah satu daerah yang berada di Sumatera Utara, suku yang dikenal dengan adat istiadat dan warisan budaya yang kental. Salah satu warisan budaya yang terdapat itu adalah Ulos. Ulos merupakan warisan budaya yang memiliki nilai filosofi tinggi dan estetika dalam kehidupan masyarakat. Jenis ulos sangat banyak ragamnya di Mandailing salah satunya Ulos Godang. Ulos Godang ini sendiri simbol dari kehormatan dan kebesaran bagi masyarakat Mandailing. Ulos Godang di pakai pada saat acara besar seperti pernikahan, kelahiran, dan acara seperti penyambutan tamu besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam bentuk motif dan makna warna yang terkandung dalam Ulos Mandailing. dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan ednografis, yaitu observasi langsung, wawancara dengan tokoh adat Mandailing, dan literatur yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulos Godang tersebut memiliki ragam bentuk motif seperti boraspati ni tano, gorga sitompi, rante, pinar halindang, dan harungguan. yang masing-masing memiliki ragam bentuk yang berbeda dan memiliki makna yang mendalam. Dapat dilihat dari segi estetikanya, Ulos Godang memiliki stuktur komposisi warna merah, hitam, dan putih dengan harmoni dan pola geometris dan sintesis. yang dapat menggambarkan keseimbangan antara kerohanian/kejiwaan, keberanian, dan kesucian. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa Ulos Godang Mandailing tidak hanya bernilai sebagai karya tekstil saja, akan tetapi sebagai media ekspresi budaya yang mencerminkan kearifan lokal dan identitas masyarakat Mandailing.
Batik Gambir di UMKM Batik Gambir Tigo Sarumpun Adinda Salsabila; Indra Irawan
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 11 (2025): Menulis - November
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i11.726

Abstract

Penelitian ini berjudul “Batik Gambir Pada UMKM Batik Gambir Tigo Sarumpun”, bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi batik gambir, warna yang dihasilkan dari ekstrak gambir, bentuk motif gambir. Masalah dalam penelitian ini batik gambir menggunakan pewarna alami yang diekstrak dari tanaman gambir sementara batik konvensional menggunakan pewarna sistesis dan di batik gambir cenderung menghasilkan warna cokelat muda dan cokelat tua tergantung pada proses ekstraksi gambir dan berapa kali proses pencelupan kain terhadap larutan ekstrak gambir. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus yang bersifat deskriptif. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan beberapa Teknik, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini yaitu proses produksi batik gambir memiliki sembilan tahap. Tahapan ini menunjukkan perbedaan signifikan dari proses produksi batik konvensional, khususnya pada tahap pewarnaan. Pewarnaan batik gambir menggunakan ekstrak gambir menghasilkan warna dari cokelat muda hingga cokelat tua. Intesitas warna yang dihasilkan tergantung frekuensi pencelupan kain pada larutan ekstrak gambir, semakin sering dilakukan, semakin gelap warna yang dihasilkan. Karakter bentuk motif gambir terdapat dua bentuk utama: 1). Motif Tanaman Gambir: Reprentasi visual dari tanaman gambir itu sendiri, 2). Motif Rantai Berirama: Bentuk pola tersusun yang membentuk komposisi segitiga simetris.
Sustainable Coffee Agroforestry Development in Rural Indonesia: Impacts on Community Income, Ecosystem Services, and Food Security in Buluh Mario Village, Sipirok District Warsito, Kabul; Asmaq, Nur; Irawan, Indra; Hutabarat, Diki Wahyudi; Saputra, Dony; Manullang, Tawanli
Proceedings of The International Conference on Computer Science, Engineering, Social Science, and Multi-Disciplinary Studies Vol. 1 (2025)
Publisher : CV Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/cessmuds.v1.67

Abstract

This community service program implements an Arabica coffee agroforestry system in Buluh Mario Village through two main phases: (1) Participatory Rural Appraisal (PRA) survey to identify local potential and challenges, and (2) socialization and training based on Participatory Agricultural Extension Methodology (PAEM) covering Good Agricultural Practices (GAP), shade tree management, land conservation, and specialty coffee marketing. Results demonstrate high biophysical potential of Buluh Mario Village and very positive community response. Conclusion: the synergy between land suitability and community readiness establishes a strong foundation for sustainable coffee agroforestry development that improves farmer livelihoods while preserving ecosystem integrity.
Makna motif sirih pada tradisi Melayu di Sumatra Utara Siregar, Nayla Salsabila Br; Irawan, Indra; Insani , Husnil
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v4i4.5633

Abstract

The betel leaf motif is an important symbol in Malay culture, particularly in North Sumatra. Betel leaf is not only known as a plant used in everyday life, but also holds profound philosophical significance in social and cultural contexts. This article examines the symbolic meaning of the betel leaf motif in North Sumatran Malay tradition and its relationship to the aesthetic, ethical, and spiritual values of the Malay community. Through cultural analysis, it is discovered that the betel leaf motif reflects politeness, honor, and harmony, which are fundamental to Malay life.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI RIAU Indra Irawan
JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE Vol. 1 No. 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Open Source, December 2018
Publisher : Universitas Islam Kuantan Singingi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/jtos.v1i2.21

Abstract

Kemudahan, keakuratan dan tepat waktu merupakan alasan kenapa teknologi informasi dibutuhkan saat ini walau hal ini membutuhkan biaya yang besar dari sisi pengadaannya. Hal ini juga yang menjadi alasan kenapa Universitas Pahlawan memanfaatkannya untuk memberikan pelayanan kepada para mahasiswa dan memberikan kemudahan bagi karyawannya dalam bidang administrasi akademik. sebagai satu-satunya universitas di Kabupaten Kampar dan letaknya yang begitu dekat dengan ibukota Propinsi Riau yang merupakan pusat pendidikan di kawasan ini, sudah menjadi keharusan bagi pihak kampus untuk meningkatkan pelayanannya dalam upaya meningkatkan daya saing dengan institusi pendidikan lainnya. Salah satunya ialah dengan menerapkan Pengembangan Sistem Informasi Akademik berbasis Teknologi Informasi. Dengan segenap kemudahan dan keunggulan yang ditawarkannya diharapkan dapat memberikan kontribusi dan nilai tambah bagi Universitas Pahlawan untuk turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa kita ini.
MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA KELAS X SMA NEGERI 2 GUNUNG TALANG Jenny Verza Putri; Indra Irawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54251

Abstract

This study aims to describe the factors influencing the low learning motivation of tenth-grade students and identify the obstacles faced by teachers in Cultural Arts learning at SMA Negeri 2 Gunung Talang. The theory used focuses on the concept of learning motivation (internal and external factors) and the effectiveness of fine arts learning. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, classification, and narrative presentation. The results showed that students' learning motivation was unevenly distributed; 40% of students had low motivation during theory sessions and 60% showed good motivation during practice sessions. This low motivation is influenced by internal factors, namely minimal initial interest and a lack of self-confidence. Meanwhile, external factors include afternoon class schedules, peer influence, monotonous theoretical methods, and facility constraints, such as a shortage of practical tools and the absence of an art studio. Teachers have attempted to implement learning-by-doing and joyful learning methods, but the results remain suboptimal due to the lack of collaboration with Guidance and Counseling (BK) teachers to address student discipline issues.