p-Index From 2021 - 2026
9.693
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Asas: Jurnal Sastra Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KEMBARA Jurnal Pendidikan Usia Dini Jurnal Terapan Abdimas Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan ETNOLINGUAL Efektor Linguistik Indonesia Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Matematika Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia MURHUM : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Media Informatika Journal of Educational Study Journal of Educational Management and Instruction (JEMIn) Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Kode : Jurnal Bahasa JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi ALLURE JOURNAL DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Sejahtera: Jurnal Inspirasi Mengabdi Untuk Negeri International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Research Journal on Education Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Aktual : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Interling : International Journal of English Language Teaching, Literature and Linguistics Jurnal Inovasi Global Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Horizon: Indonesian Journal of Multidisciplinary Pratama Widya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Jurnal Tradisi Lisan Nusantara Jurnal Kawistara TRANSFORMATIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Alamtana Asa Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Dimar : Jurnal Pengabdian Masyarakat Language Circle : Journal of Language and Literature Studies in English Language and Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Sosial dalam Naskah  Drama "Mereka yang Selalu Mengikutimu" Karya Teater Adab" Intan Wardani; Nur Lailiyah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10113

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai sosial yang terkandung dalam naskah drama “Mereka Yang Selalu Mengikutimu” karya Teater Adab yang relevan dengan permasalahan perilaku beberapa siswa di Indonesia. Meskipun pendidikan di Indonesia memiliki kualitas yang cukup baik, permasalahan perilaku siswa seperti kenakalan remaja dan kekerasan antar pelajar menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Naskah drama dipilih sebagai objek penelitian karena dialog antar tokoh dalam naskah drama dapat merefleksikan interaksi sosial yang bervariatif, serta mengandung nilai-nilai sosial yang penting untuk kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis dokumen untuk menggali nilai-nilai sosial seperti kerja sama, kekeluargaan, tolong menolong, dan persabataan dalam naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial tergambar melalui interaksi antar tokoh dalam dialog naskah drama yang mencerminkan sikap peduli, dukungan, dan empati yang mendalam. Kesimpulannya, naskah drama ini tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga berpotensi digunakan sebagai media pembelajaran karakter di sekolah, terutama mempelajari nilai sosial.
Fenomena Bahasa Gaul dalam Komentar Video Trending TikTok: Kajian Sosiolinguistik Putri Ayu Amelia; Nur Lailiyah; Andri Pitoyo
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 15 No. 2 (2026): Kode: Edisi Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/dzs5b945

Abstract

Perkembangan TikTok sebagai platform komunikasi digital yang masif mendorong munculnya beragam bentuk bahasa gaul yang berpotensi memengaruhi penggunaan kaidah bahasa Indonesia di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk bentuk bahasa gaul dan variasi bahasa dalam komentar video trending TikTok serta menganalisis implikasinya terhadap kebebasan berekspresi dan lunturnya kaidah bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan tertulis dari kolom komentar video trending TikTok kategori For Your Page (FYP) yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi teori pembentukan kata Muslich (2008), teori variasi bahasa Chaer dan Agustina (2010), serta EYD Edisi V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul yang ditemukan meliputi pemendekan kata, akronim, pembentukan kreatif, dan istilah viral, sedangkan variasi bahasa meliputi ragam tidak baku, campur kode, dan pengaruh bahasa asing. Penggunaan bahasa gaul berfungsi sebagai penanda identitas kelompok, sarana solidaritas sosial, dan wadah kreativitas linguistik. Namun di sisi lain, dominasi ragam tidak baku dan campur kode berpotensi melunturkan kaidah bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi bahasa digital bagi generasi muda agar mampu menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan pemertahanan kaidah bahasa Indonesia. Kata Kunci: Bahasa gaul, variasi bahasa, sosiolinguistik, kebebasan ekspresi, kaidah bahasa Indonesia 
Tinjauan Psikologi Sastra dalam Film Home Sweet Loan Sutradara Sabrina Rochelle Kalangie: Teori Gordon Allport: A Literary Psychology Review of the Film Home Sweet Loan Directed by Sabrina Rochelle Kalangie: Gordon Allport’s Theory Faizah Marta Sari; Nur Lailiyah; Sujarwoko
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2806

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aspek struktural dalam film Home Sweet Loan, meliputi tema, penokohan, perwatakan, dan konflik, serta menjelaskan kepribadian tokoh utama berdasarkan teori Gordon Allport. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah film Home Sweet Loan (2024) produksi Visinema Pictures yang diadaptasi dari novel Almira Bastari. Data berupa dialog, tindakan tokoh, dan adegan visual yang merepresentasikan unsur struktural serta aspek kepribadian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui simak, catat, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur struktural membangun konflik utama Kaluna sebagai generasi sandwich yang menghadapi tekanan ekonomi dan tanggung jawab keluarga. Kepribadian Kaluna tampak melalui sifat pokok, sifat sentral, dan sifat sekunder, serta perkembangan diri yang menunjukkan kematangan psikologis tokoh. Temuan ini memperlihatkan hubungan antara narasi film, kebutuhan pribadi, dan tuntutan keluarga yang saling memengaruhi perkembangan psikologis tokoh.
Mitigation devices in written complaints: A contrastive analysis of native and non-native English speakers Nur Lailiyah; Monika Widyastuti Surtikanti; Arif Nugroho
Studies in English Language and Education Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v13i2.1110

Abstract

Effective communication in written complaints requires the use of appropriate mitigation devices to express dissatisfaction while maintaining politeness. This study aims to examine (1) the differences in the use of mitigation devices in written complaints between native and non-native English speakers, and (2) the factors influencing the choice of these devices. The study employed a qualitative content analysis design, using 100 complaint texts collected from Twitter and TripAdvisor, consisting of 50 texts from native speakers and 50 from non-native speakers. Data were analyzed using a coding framework covering hedging, indirect language, politeness markers, and expressions of empathy or acknowledgment, supported by a contextual analysis of the influencing factors. The findings reveal that native speakers employ a wider range and combination of mitigation devices, whereas non-native speakers tend to use more direct and less varied expressions of dissatisfaction. In addition, the study identifies pragmatic competence, cultural background, and communication platform as key factors influencing mitigation choice. Native speakers consistently demonstrate more varied and combined use of mitigation strategies across contexts, while non-native speakers show more limited use, particularly in informal platforms, such as social media. These findings suggest the importance of explicit instruction in pragmatic competence to improve non-native speakers’ ability to use mitigation devices effectively. The study also provides practical implications for language teaching and cross-cultural communication, particularly in enhancing written complaint strategies in digital contexts.
Representasi Ketimpangan Gender dalam Film Gadis Kretek Sutradara Kamila Andini: Representasi Ketimpangan Gender dalam Film Gadis Kretek yang Disutradarai oleh Kamila Andini Nita Ardiana; Nur Lailiyah; Andri Pitoyo
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2814

Abstract

Penelitian ini membahas representasi ketimpangan gender dalam film Gadis Kretek sutradara Kamila Andini dengan pendekatan feminisme. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kuatnya budaya patriarki yang membatasi ruang gerak, hak, kesempatan, dan pengakuan terhadap perempuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketimpangan gender yang meliputi marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban kerja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data berupa dialog, adegan, dan tindakan tokoh dalam film yang dikumpulkan melalui teknik simak, transkripsi, catat, dokumentasi, pengelompokan, dan tabulasi data. Hasil penelitian menemukan 65 data ketimpangan gender, terdiri atas beban kerja 27 data, marginalisasi perempuan 12 data, kekerasan 11 data, stereotip 8 data, dan subordinasi 7 data. Temuan menunjukkan bahwa perempuan mengalami beban ganda, pembatasan akses, pelabelan negatif, dan perlakuan merendahkan. Implikasinya, film dapat menjadi media kritik sosial yang menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender dalam keluarga, pekerjaan, budaya, dan masyarakat luas. Penelitian ini juga memperkuat kajian feminisme dalam analisis film Indonesia.
IMPLIKATUR DAN PELANGGARAN MAKSIM PADA KASUS PELECEHAN ANAK DIMEDIA SOSIAL: KAJIAN PRAGMATIK TUTURAN DALAM VIDEO TIKTOK VENA., S.H Sefi Diah Arianti; Dwi Wahyu Puspita; Dyah Ayu Fauzyah; Laura Mirpana Rohmah; Nur Lailiyah
Jurnal PENEROKA Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/peneroka.v6i2.5300

Abstract

This study aims to describe the implicatures and politeness maxim violations found in the comment section of TikTok videos uploaded by the account Vena N., S.H., which discuss an alleged case of child sexual abuse. The study is motivated by the free and expressive use of language on social media, which allows users to convey criticism and judgment toward the parties involved in a case. This research uses a descriptive qualitative method with data consisting of utterances containing implicatures and violations of Grice's cooperative principle and Leech's politeness principle. Data were collected through observation and note-taking techniques, then analyzed through reduction, transcription, classification, interpretation, and data presentation. The findings show 20 instances of politeness maxim violations covering the maxims of approbation, sympathy, tact, agreement, and modesty, with the most frequent violations found in the maxims of approbation and modesty. The comments also contain implicatures used to convey criticism, disappointment, and distrust toward law enforcement performance. The most dominant illocutionary function is expressive, followed by representative and directive functions. These findings indicate that although social media provides space for public criticism of legal issues, such criticism is largely expressed through politeness maxim violations and implicatures, suggesting that digital communication tends to prioritize emotional expression over linguistic politeness.
PELANGGARAN MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR TIKTOK TVONE NEWS TENTANG PEMBATASAN AKUN ANAK DI BAWAH 16 TAHUN Wenny Nur Hamidah; Charisya Eka Anindya Shaputri Shaputri; Tika Yunia Saputri; Diah Lailatul Nikmah; Nur Lailiyah
Jurnal PENEROKA Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/peneroka.v6i2.5315

Abstract

This study aims to analyze the forms and impacts of violations of politeness maxims based on Leech's Principle of Politeness theory in the comments section of the TikTok account @tvonenews regarding the social media account accounting policy for children under 16 years of age. The study used a non-geographic descriptive qualitative approach. The research data consisted of netizens' comments collected through listening, note-taking, and documentation techniques, then explained based on Leech's six politeness maxims. The results showed 29 violations spread across six types of maxims. The most violations occurred in the Humility Maxim, the Approval Maxim, and the Sympathy Maxim, with six data each, which indicated a tendency for netizens to convey criticism arrogantly, reject opinions confrontationally, and ignore empathy in responding to public policies. In contrast, only one violation of the Generosity Maxim was found because the communication context in the TikTok comment section rarely requires self-sacrifice. These findings indicate that violations of politeness principles have the potential to reduce the quality of public communication, increase trust in government policies, and strengthen opinion polarization in the digital space.
Cyberpragmatics Lintas Budaya: Perbandingan Strategi Kesantunan dalam Komunikasi Digital Indonesia dan Barat pada Media Sosial Nur Lailiyah; Teguh Setiawan; Madiawati Mamat@ Mustaffa
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21625

Abstract

This study aims to examine the comparison of politeness strategies in digital communication between Indonesian and Western societies through a cross-cultural cyberpragmatic approach. The study focuses on how users from both cultures practice linguistic politeness in digital platforms such as social media and instant messaging applications. The method used is a qualitative study employing pragmatic discourse analysis techniques. Data consists of 90 utterances from conversations on Instagram (30 utterances), WhatsApp (30 utterances), and Twitter (30 utterances) from both cultural groups. The findings indicate that Indonesian society tends to use negative politeness strategies more explicitly, such as honorifics, apologies, and euphemisms, while Western society more frequently employs positive politeness emphasizing familiarity, recognition of individual identity, and the use of humor. These differences reflect underlying cultural values such as collectivism versus individualism. This study contributes to 1) understanding the dynamics of cross-cultural digital communication and its implications for the development of global communication ethics in the digital age, and 2) providing a crucial foundation for developing more effective cross-cultural digital communication guidelines, whether in business, diplomacy, or education contexts.
Ketidaksantunan Berbahasa dalam Komunikasi Digital: Studi Komentar Youtube pada akun Mr. SARIFIN tentang Program Makan Bergizi Gratis Nursuci Wulandari; Mutiara Nur Ardlilila; Fadia Triana; Ria Putri Anjar Sari; Nur Lailiyah
Asas: Jurnal Sastra Vol. 15 No. 2 (2026): Asas: Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/7hxfyd28

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai sarana komunikasi digital memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara bebas, tetapi juga memunculkan berbagai bentuk ketidaksantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa dalam kolom komentar YouTube akun Mr. SARIFIN mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan teori prinsip kesantunan Geoffrey Leech. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa komentar warganet yang mengandung unsur ketidaksantunan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan komentar sesuai dengan enam maksim kesantunan Leech, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kesepakatan, dan kesimpatian. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 30 data pelanggaran prinsip kesantunan yang terdiri atas 5 pelanggaran maksim kebijaksanaan, 2 maksim kedermawanan, 8 maksim penghargaan, 3 maksim kesederhanaan, 9 maksim kesepakatan, dan 3 maksim kesimpatian. Pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada maksim kesepakatan dan maksim penghargaan, yang ditandai dengan penggunaan kritik langsung, sindiran, ejekan, pertanyaan retoris, serta penilaian negatif terhadap program MBG. Temuan ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan penerapan prinsip kesantunan berbahasa. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran pengguna media sosial agar kritik dan pendapat dapat disampaikan secara etis, santun, dan konstruktif.
Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa Netizen pada Platform TikTok: Studi Kasus Akun “Tongseng Kambing Bu Soleh” Silvia Dwi -Maharani; Eka Damayanti; Bagus Rizkyawan Abimanyu; Marcelinda Tinggi Nalu; Nur Lailiyah
Asas: Jurnal Sastra Vol. 15 No. 2 (2026): Asas: Jurnal Sastra
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/x4h37g09

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telahmenciptakan ruang komunikasi digital yang memungkinkanpengguna menyampaikan pendapat secara bebas. Namun, kebebasan tersebut juga memunculkan fenomenaketidaksantunan berbahasa dalam kolom komentar. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk ketidaksantunanberbahasa netizen pada kolom komentar akun TikTok TongsengKambing Bu Soleh berdasarkan Prinsip Kesantunan Geoffrey Leech serta menjelaskan pengaruh konteks ekstralinguistikdalam perspektif Cyberpragmatics terhadap pemaknaanketidaksantunan tersebut. Penelitian ini menggunakan metodepragmatik dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 30 komentar netizen yang mengandungpelanggaran maksim kesantunan, dikumpulkan melalui tekniksimak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajiandata, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa ditemukan pelanggaran terhadap enam maksimkesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan sebanyak 5 data, maksim kedermawanan 1 data, maksim penghargaan 16 data, maksim kerendahan hati 1 data, maksim kesepakatan 4 data, dan maksim simpati 3 data. Pelanggaran maksim penghargaanmerupakan bentuk yang paling dominan, ditandai denganbanyaknya komentar berupa celaan, ejekan, sindiran, penghinaan, dan penilaian negatif terhadap makanan maupunpenjual. Selain itu, konteks ekstralinguistik dalam perspektifCyberpragmatics menunjukkan bahwa karakteristik media TikTok yang terbuka, interaktif, cepat, dan memungkinkananonimitas pengguna mendorong munculnya ketidaksantunanberbahasa. Penggunaan unsur digital seperti emoji, hurufkapital, pengulangan huruf, ironi, hiperbola, dan sarkasmeturut memperkuat makna ketidaksantunan dalam komunikasidigital. Dengan demikian, ketidaksantunan berbahasa di media sosial dipengaruhi tidak hanya oleh bentuk linguistik, tetapijuga oleh konteks komunikasi digital yang melatarbelakanginya.
Co-Authors Abdillah, Nanang Abdul Mutolib Adawiyah, Robi'Atul Adillah Noor, Muhimmatul Ahmad Ahmad Ridwan Ahsana Nadia, Naila Airani, Kharisma Tri Andri Pitoyo Andri Pitoyo Andyastuti, Etty Anik Lestariningrum Anisa, Salma Kurnia Apriliani, Nuriya Lutfi Ardi Sanjaya Arif Nugroho Avrillya Ainisya Avrillya Ainisya Bagus Rizkyawan Abimanyu Binti Uswatun Yulaikah Brenada Anggelika Refita Lasytiara Charisya Eka Anindya Shaputri Shaputri Chelya Ilham R. P. Chelya Ilham Ramdani Putra Cita Wieke Mebrila Deanovan Anggraeni Dema Yulianto Dewi Masyithoh, Kharisma Dewi Sholihatur Rohmah Diah Lailatul Nikmah Dina Kartika Maharani Dina Maharani Dinso, Junio Boy Smara Dwi Wahyu Puspita Dwi Yogi Karisma Dwi Yogi Karisma Dwi Yogi Karisma Dyah Ayu Fauzyah Eka Damayanti Encil Puspitoningrum, Encil Endang Waryanti Esa Aulia Maharani Octaviana Etikasari, Mutiara Etty Andyastuti Etty Andyastuti Fadhila, Kayla Naulia Fadia Triana faid nailul murod, Muhammad Faizah Marta Sari Faizah, Filla Aulia Nur Farida Indri Wijayanti Farida Indri Wijayanti Febiyanti, Eka Endah Firmansyah, Achmad Fathoni Friskila Eby Suryani Imanuel Galuh Kirana Dwi Areni Galuh Kirana Dwi Areni Ghupti Nadia, Ingghar Gigik, Yolanda Rensia Hanggara Budi Utomo Indri W, Farida Insania Nastiti intan kusuma wardani INTAN PRASTIHASTARI WIJAYA Intan Prastihastari Wijaya Intan Wardani Isfauzi Hadi Nugroho Iswatiningtyas, Veny Karisma, Dwi Yogi Kheiza Reva Maharafni Kinami, Atina Nafi’a Kuntjojo, Kuntjojo Kurniawan, David Rindu Kusmiaji, Ingghar Ghupti Nadia Kusumaningsih, Luki Ayu Laila El Rahma Ramadhani, Nisful Laily Agustin, Intan Laras Dwi Jayanti Laura Mirpana Rohmah Linda Dwiyanti Madiawati Mamat@ Mustaffa Marcelinda Tinggi Nalu Marista Dwi Rahmayantis Marselina Ngindang Merdian Yozima Sugeng Abrianto Meyta Lusiana Moch. Muarifin Moch. Muarifin Monika Widyastuti Surtikanti Monika Widyastuti Surtikanti Monika Widyastuti Surtikanti Mutiara Etikasari Mutiara Nur Ardlilila Nafi’ah, Muhtarotun Ni'mah, Ainun Niken Aldila Safina Putri Niken Meliani Nita Ardiana Nugroho, Tegar Wahyu Nur Rohmah, Zunita Anggreni Nuriya Lutfi Apriliani Nursuci Wulandari Octarina, Nadya Oki Erina Mutiara Bintang Pana Pramulia Pitaloka, Riska Eka Widya Pradana, Dimas Sandi Prastihastari W, Intan Putra, Chelya Ilham Ramadani Putra, Chelya Ilham Ramdani Putri Ayu Amelia Putri, Fadila Ardinaning Putri, Farelly Dhia Ayuning Ramadani Putra, Chelya Ilham Ramadani, Novita Indah Ria Putri Anjar Sari Risdhayanti, Devita Rosa Imani Khan Sagista Cahayanti Salma Kurnia Anisa Sardjono Sardjono Sardjono Sardjono Sasongko, Sempu Dwi Sefi Diah Arianti Sempu Dwi Sasongko Septiani, Devi Rahma Setyo Prasiyanto Cahyono Sidharta, Valencio Rafferty Silvia Dwi -Maharani Subardi Agan Sujarwoko Sujarwoko, Sujarwoko Sumarlam, Sumarlam Sunu Catur Budiyono Supriyadi, Stevanus Gatot Surtikanti, Monika Widyastuti Tegar Wahyu Nugroho Teguh Setiawan Tika Yunia Saputri Tri Indrayanti Trisnaning Wahyuni Vega, Amelia Veny Iswantiningtyas Wahyu Nugraha, Bima WAHYU SUKARTININGSIH Warohmah, Siti Waryanti, Endang Wenny Nur Hamidah Widi Wulansari, Widi Widodo, Moh. Andi Wika Nadya Belvana Yatmin Yatmin Yatmin yatmin, yatmin Yeni Puspitasari Yolanda Rensia Gigik Zulfaida, Ana Shofia