Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Pengabdian Terpadu dalam Pembuatan Modul Digital Berbasis AI di Era Metaverse Irfan, Andi Muhammad; Romadin, Achmad; Anwar, Fahri; Latif, Nurlalela; Hasim, Muhammad
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (September 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i3.10496

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan era metaverse menuntut pendidik untuk mampu mengintegrasikan inovasi digital dalam proses pembelajaran. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar guru di SMKN 8 Pinrang masih memiliki keterbatasan dalam literasi digital, pemanfaatan aplikasi AI, serta kemampuan merancang modul pembelajaran berbasis teknologi. Program pengabdian terpadu ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui tiga rangkaian kegiatan, yaitu pelatihan berbasis AI, pembuatan modul digital, dan pengembangan flowchart alur modul digital. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, workshop, pendampingan, serta evaluasi melalui pretest–posttest dan penilaian produk. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru secara signifikan, dengan rata-rata peningkatan nilai posttest mencapai 42–65%. Produk modul digital berbasis AI yang dihasilkan mencapai kategori “Sangat Baik”, ditandai dengan integrasi teknologi AI yang optimal, desain visual yang interaktif, serta kesesuaian dengan kurikulum. Flowchart modul juga membantu guru memahami alur pembelajaran secara sistematis dan efisien. Secara keseluruhan, program ini berhasil membangun fondasi ekosistem pembelajaran cerdas (smart learning ecosystem) di SMKN 8 Pinrang dan memperkuat kesiapan guru dalam menghadapi transformasi pendidikan di era metaverse.
Simulasi Smart Injection Molding dalam Proses Manufaktur: Analisis Tren Penelitian di Era Industri 4.0 Irfan, Andi Muhammad; Romadin, Achmad; Husda, Baso Riadi
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 27, No 2 OKT (2025): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Injection molding sebagai salah satu proses manufaktur utama pada industri plastik dan komposit terus mengalami transformasi seiring berkembangnya teknologi di era Industri 4.0. Studi literatur ini menganalisis tiga aspek krusial yang memengaruhi kualitas produk dan efisiensi proses, yaitu integrasi teknologi simulasi, optimasi parameter termal, serta karakterisasi material. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi simulasi mampu memprediksi aliran, tekanan injeksi, distribusi temperatur, dan berbagai jenis cacat sehingga mengurangi kebutuhan trial-and-error. Pengendalian termal melalui metode seperti Rapid Heat Cycle Molding (RHCM), kanal pemanas konformal, dan pendekatan non-isothermal terbukti meningkatkan kualitas permukaan dan mempercepat waktu siklus. Selain itu, pemahaman sifat material melalui karakterisasi reologi, termal, dan mekanik menjadi dasar utama keberhasilan desain mold serta prediksi perilaku aliran. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa sinergi antara simulasi, strategi termal cerdas, dan pemilihan material yang tepat merupakan kunci dalam pengembangan proses injection molding modern yang lebih presisi, efisien, dan adaptif terhadap tuntutan manufaktur di era Industri 4.0
Bahasa Gaul vs Bahasa Teknis : Studi Literatur Tentang Penggunaan Bahasa Remaja Dalam Konteks Dalam Konteks Vokasi Irfan, Andi Muhammad; Afifah, Fadhilah
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 6, No 2 OKT (2025): Jurnal Profesi Kependidikan
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji dinamika penggunaan bahasa gaul dan bahasa teknis dalam konteks pendidikan vokasi melalui studi literatur terkini. Hasil telaah menunjukkan bahwa bahasa gaul telah menjadi bagian dari identitas sosial remaja vokasi dan digunakan secara luas dalam komunikasi informal, termasuk koordinasi kelas, diskusi praktikum, serta interaksi antar teman sebaya. Sementara itu, bahasa teknis memiliki fungsi penting dalam penyampaian informasi presisi, instruksi kerja, maupun laporan akademik. Perbedaan fungsi dan tujuan kedua ragam bahasa tersebut menimbulkan tantangan ketika mahasiswa harus berpindah dari komunikasi sosial ke komunikasi profesional. Literatur mengindikasikan bahwa penggunaan bahasa gaul secara proporsional dapat meningkatkan rasa aman psikologis dan keterlibatan belajar, namun penggunaan berlebihan dapat menghambat kemampuan memahami dan menerapkan terminologi teknis. Untuk mengatasi kesenjangan ini, berbagai strategi pendidikan vokasi direkomendasikan, seperti pengajaran alih-register, pembelajaran berbasis konteks, pembelajaran kolaboratif terstruktur, scaffolding bahasa, dan simulasi dunia kerja. Artikel ini menyimpulkan bahwa kemampuan beralih antara bahasa gaul dan bahasa teknis secara tepat situasi merupakan kompetensi penting bagi remaja vokasi dalam membangun profesionalisme komunikasi dan kesiapan kerja.
Mengidentifikasi Profil Peserta Didik SMK: Kajian Literatur Tentang Karakteristik Psikologis Dan Vokasional Irfan, Andi Muhammad; Husda, Baso Riadi
Jurnal Profesi Kependidikan Vol 6, No 2 OKT (2025): Jurnal Profesi Kependidikan
Publisher : Jurnal Profesi Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui kajian literatur yang berfokus pada karakteristik psikologis dan vokasional. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai sumber literatur nasional dan internasional yang relevan, mencakup aspek minat, motivasi belajar, kepribadian, kesiapan kerja, serta orientasi karier peserta didik SMK. Hasil kajian menunjukkan bahwa peserta didik SMK memiliki kecenderungan karakteristik vokasional yang kuat, ditandai dengan orientasi pada keterampilan praktis, efisiensi, dan kesiapan untuk terjun ke dunia kerja. Namun demikian, aspek psikologis seperti motivasi intrinsik, kepercayaan diri, dan regulasi diri masih menjadi tantangan dalam mendukung keberhasilan belajar dan penyesuaian karier. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan integrasi layanan bimbingan karier untuk mengoptimalkan potensi vokasional mereka. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pedagogis dan kebijakan pendidikan vokasi yang lebih responsif terhadap karakteristik peserta didik SMK.
Penerapan Budaya Kerja Industri pada Mata Pelajaran Permesinan Bubut di SMKN 6 Malang untuk Menciptakan Pembelajaran Mendalam Romadin, Achmad; Irfan, Andi Muhammad; Pramono, Ashar; Ramdhani, Irin; Anwar, Fahri
PTK: Jurnal Tindakan Kelas Vol. 6 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/ptk.v6i2.909

Abstract

Latar Belakang: Penelitian tindakan kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kualitas pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Permesinan Bubut di SMKN 6 Malang, yang ditunjukkan oleh rendahnya kedisiplinan kerja, ketidakteraturan penggunaan alat, serta belum optimalnya penerapan keselamatan kerja dan refleksi proses praktik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran mendalam melalui penerapan budaya kerja industri yang meliputi 5R/5S, kedisiplinan kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penggunaan SOP, kontrol kualitas benda kerja, dan refleksi praktik. Metode: Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dua siklus dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas XI Teknik Pemesinan. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian praktik, angket, jurnal refleksi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa meningkat dari 60,09 pada pra-siklus menjadi 74,78 pada siklus I dan 86,78 pada siklus II. Ketuntasan belajar meningkat dari 0,00% menjadi 59,38% dan mencapai 100,00% pada siklus II. Keterlaksanaan budaya kerja industri juga meningkat dari 59,20% menjadi 87,30%. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan budaya kerja industri efektif meningkatkan pembelajaran mendalam yang lebih bermakna, disiplin, dan berorientasi standar industri.
MULTIDISCIPLINARY APPROACH STRATEGIES IN ELECTROPNEUMATICS COURSE LEARNING IN THE METAVERSE ERA Romadin, Achmad; Muhammad Irfan, Andi; Anwar, Fahri Anwar; Hasim S, muhammad; Taufiq Arfah, muhammad
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A multidisciplinary approach has become an important strategy in vocational education to prepare graduates who are adaptable to the demands of 21st-century industry. This study offers a novel contribution by developing a multidisciplinary vocational learning model that integrates Project-Based Learning (PjBL) and Contextual Teaching and Learning (CTL) within a metaverse-oriented learning environment. The model connects real industrial automation problems, collaborative project activities, contextual learning experiences, and digital simulation to enhance students’ technical competence, critical thinking, collaboration, creativity, and professional character. This article examines the implementation and effectiveness of the multidisciplinary strategy in the Electropneumatics course. The research employed a qualitative case study approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the integration of PjBL and CTL provides meaningful learning experiences by linking theoretical concepts with real industrial applications and digital simulation environments relevant to the Metaverse era. This approach not only improves technical learning outcomes but also fosters responsibility, discipline, teamwork, adaptability, and problem-solving skills. However, its implementation faces several challenges, including human resource readiness, cross-disciplinary curriculum alignment, lecturer competence in digital learning design, and adequate access to digital infrastructure. Therefore, continuous evaluation and synergy among academia, industry, and government are needed to support sustainable implementation. Overall, this multidisciplinary learning model contributes to the development of innovative, contextual, and industry-relevant vocational education, particularly in preparing excellent workers in the field of industrial automation.  
Pilot Project Mesin Pembersih Kulit Kering Bawang Merah Sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi Pascapanen di Kabupaten Enrekang Andi Muhammad Irfan; Aminuddin Aminuddin; Badaruddin Anwar; Nurlaela Latief; Fahri Anwar
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 2 (May 2026)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/eh4jey10

Abstract

Peningkatan efisiensi penanganan pascapanen bawang merah menjadi kebutuhan penting bagi petani di Kabupaten Enrekang, mengingat proses pembersihan kulit kering yang masih dilakukan secara manual menyebabkan rendahnya produktivitas kerja, tingginya beban tenaga kerja, serta berpotensi menurunkan kualitas hasil panen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan alat pembersih kulit kering bawang merah tipe silinder sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi penanganan pascapanen. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pra uji coba, uji coba, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi alat, pelatihan penggunaan, dan pendampingan kepada masyarakat. Evaluasi menggunakan wawancara semi-terstruktur untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap fungsi, manfaat, pengoperasian, keselamatan kerja, dan kesiapan penggunaan alat. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif dari masyarakat terhadap teknologi yang diperkenalkan. Alat mampu beroperasi dengan kapasitas 25 kg per proses dan waktu kerja efektif sekitar 2 menit. Masyarakat juga menunjukkan pemahaman yang baik terhadap manfaat alat, terutama dalam mempercepat proses pembersihan, mengurangi beban kerja, dan meningkatkan efisiensi kegiatan pascapanen. Dengan demikian, alat pembersih kulit kering bawang merah tipe silinder berpotensi menjadi teknologi tepat guna yang mendukung peningkatan produktivitas petani bawang merah di Kabupaten Enrekang.
A Meta-Synthesis On Industrial Competency Needs And Vocational Higher Education Curriculum Transformation In The Metaverse Era Andi Muhammad Irfan; Achmad Romadin; Fiskia Rera Baharuddin; Badaruddin Anwar; Mohd Zulfakar Bin Mohd Nawi
Jurnal MEKOM (Media Komunikasi Pendidikan Kejuruan) Volume 13, Issue 2, May 2026
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/mekom.v13i2.12761

Abstract

Purpose – This study aims to examine the role of industrial competencies in strengthening vocational curricula in the metaverse era, particularly in response to the demands of Industry 4.0 and 5.0. The study argues that vocational education must move beyond conventional curriculum design by integrating technical, digital, and adaptive competencies aligned with specific industrial job positions.Methods – A qualitative multi-method design combined a multi-case study and qualitative meta-synthesis. Primary data were collected from industry partners and Universitas Negeri Makassar through interviews, observations, and document analysis. Secondary data came from relevant 2020–2025 studies on industrial competencies, vocational curriculum, immersive learning, and industry–education collaboration.Findings – The results show that production operators, technicians, CNC operators, and QC/QA officers require distinct competencies, including occupational safety, measurement, technical drawing, machining, CNC programming, product inspection, and quality improvement. Digital literacy, teamwork, critical thinking, adaptability, and problem-solving are also essential. Research implications – The study implies that vocational curriculum development should integrate immersive technology, personalized learning, and stronger link-and-match collaboration with industry through joint projects and hybrid classes. However, implementation may be limited by infrastructure, resources, and regulatory readiness.Originality – This study contributes a synthesized perspective on aligning industrial competencies, metaverse-based learning, and vocational curriculum transformation to prepare digitally adaptive and technically skilled graduates for high-tech industries.
Perkembangan Sistem Elektro-Pneumatik di Dunia Industri: Kajian Systematic Literature Review Andi Muhammad Irfan; Ashar Pramono
Teknik Mesin "TEKNOLOGI" Vol 28, No 1 APR (2026): Jurnal Teknik Mesin TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan elektro-pneumatik dalam otomasi industri menunjukkan pergeseran dari sistem pneumatik konvensional menuju sistem kendali otomatis yang lebih fleksibel, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan produksi modern. Elektro-pneumatik berkembang sebagai solusi aktuasi yang menggabungkan kecepatan dan kesederhanaan sistem pneumatik dengan kemampuan kendali elektrik melalui relay, timer, sensor, solenoid valve, PLC, dan HMI. Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan elektro-pneumatik di dunia industri melalui pendekatan Systematic Literature Review dengan fokus pada perkembangan konsep elektro-pneumatik, integrasi PLC dan HMI, pemanfaatan sensor dan sistem umpan balik, efisiensi energi, serta aplikasi elektro-pneumatik dalam proses industri. Hasil kajian menunjukkan bahwa elektro-pneumatik memiliki posisi strategis dalam otomasi industri karena mampu mendukung proses produksi yang cepat, berulang, bersih, dan adaptif, seperti conveyor, feeder, pick and place, sorting, clamping, pressing, drilling, packaging, bottle filling, sealing, dan material handling. Meskipun demikian, tantangan utama sistem ini masih berkaitan dengan efisiensi energi udara bertekanan, kebocoran, rugi tekanan, pemilihan aktuator, dan kebutuhan optimasi sistem kendali. Oleh karena itu, pengembangan elektro-pneumatik perlu diarahkan pada sistem yang tidak hanya produktif, tetapi juga hemat energi, mudah dipantau, dan sesuai dengan kebutuhan otomasi industri modern.
Pendampingan Penataan Layout Material Handling pada Vendor Proyek Konstruksi Gedung Berbasis Systematic Layout Planing Ashar Pramono; Andi Muhammad Irfan; Fahri Anwar; Achmad Romadin; Muhsin Z
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5071

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas pada area kerja pemasangan façade proyek konstruksi gedung melalui pendampingan penataan tata letak material berbasis Systematic Layout Planning (SLP). Permasalahan utama yang ditemukan di lapangan adalah penempatan material dan area kerja yang belum terorganisir sehingga menyebabkan aktivitas double handling, jarak perpindahan material yang panjang, dan inefisiensi waktu kerja. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif-partisipatif yang melibatkan pekerja lapangan dan mandor melalui observasi, pelatihan konsep tata letak fasilitas, praktik penataan ulang area kerja, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap prinsip tata letak fasilitas dengan kenaikan nilai rata-rata dari 56,5% menjadi 82,3%. Implementasi metode SLP melalui optimalisasi zoning area kerja dan Activity Relationship Chart (ARC) berhasil mengurangi jarak perpindahan material dari ±35 meter menjadi ±18 meter serta menurunkan waktu distribusi material dari 15 menit menjadi 7 menit. Perbaikan layout juga menciptakan aliran material yang lebih terstruktur dan meminimalkan pemborosan waktu transportasi. Program ini membuktikan bahwa penataan tata letak fasilitas secara sistematis mampu meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, serta mendukung keteraturan dan keselamatan kerja pada proyek konstruksi.