Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Gaya Bahasa Figuratif Dalam Antologi Cerpen Eunoia 1 Karya Castarica : Tinjauan Stilistika Masyhur, Putri Syahra; Masie, Sitti Rachmi; Kadir, Herson
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8098

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa Figuratif Dalam Antologi Cerpen Eunoia 1 Karya Castarica : Tinjauan Stilistika” yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa figuratif yang digunakan dalam antologi cerpen Eunoia 1, ditinjau dari aspek retoris dan kiasan. Penelitian ini dilandasi oleh teori stilistika yang menekankan analisis bentuk dan fungsi bahasa dalam karya sastra. Sumber data berupa enam puluh tujuh cerpen dalam antologi tersebut yang ditulis oleh berbagai penulis dengan gaya penulisan beragam. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan stilistika untuk mengungkap peran gaya bahasa figuratif dalam membangun nilai estetika dan makna cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek retoris ditemukan 30 data, dengan gaya bahasa hiperbola dan erotesis (pertanyaan retoris) sebagai bentuk yang paling dominan. Pada aspek kiasan ditemukan 37 data, dengan gaya bahasa metafora dan personifikasi yang paling menonjol, di mana metafora menjadi bentuk yang paling banyak digunakan. Gaya bahasa kiasan, terutama metafora, dimanfaatkan untuk membentuk imaji dan menggambarkan suasana batin tokoh secara puitis, sedangkan gaya bahasa retoris memperkuat efek dramatik dan dinamika emosi dalam cerita. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa figuratif dalam antologi cerpen Eunoia 1 tidak hanya memperkaya nilai estetika, tetapi juga memperdalam penggambaran karakter, konflik, dan suasana dalam setiap cerita.
Makna Dalam Puisi “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Pertama Dan Episode Kedua” Karya Pulo Lasman Simanjuntak: Kajian Semiotik Michael Riffaterre Zahabi, Ayu; Kadir, Herson; Irawati, Wa Ode
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8189

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna puisi “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Pertama dan Episode Kedua” karya Pulo Lasman Simanjuntak melalui analisis semiotik Michael Riffaterre, meliputi aspek heuristik, hermeneutik, matriks, model, varian, dan hipogram. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, pembacaan, dan pencatatan data, kemudian dianalisis berdasarkan teori Riffaterre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara heuristik kedua puisi menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami, sedangkan secara hermeneutik memuat kritik sosial-politik melalui simbolisme kepemimpinan dan keadilan. Analisis matriks, model, dan varian menegaskan kritik terhadap kepemimpinan yang korup dan gagal, dengan simbol presiden sebagai representasi harapan sekaligus kekecewaan rakyat. Aspek hipogram memperlihatkan respons penyair terhadap realitas sosial-politik Indonesia: hipogram potensial menyoroti ketimpangan, korupsi, dan pembangunan tidak merata, sedangkan hipogram aktual merujuk pada pidato presiden, kebijakan pemerintah, komentar publik di media, serta isu-isu aktual seperti kenaikan harga pangan, utang negara, proyek infrastruktur, dan pemindahan IKN. Kata kunci: Makna, Puisi, Semiotik, Heuristik, Hermeneutik.
Representasi Realitas Sosial dalam Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Karya Brian Khrisna: Kajian Sosiologi Sastra Alan Swingewood: Penelitian Kadir, Herson; Achmad Bagtayan, Zilfa; Mangilo, Nurhalima; S. Daud, Yuniarti; Mongilong, Melani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3860

Abstract

This study aims to reveal the representation of social reality in Brian Khrisna's novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (Chicken Noodles Before Dying) using Alan Swingewood's sociological approach to literature. Through qualitative descriptive analysis, this study examines how the social conditions of modern society are reflected through experiences in the novel. The results of the analysis show that this novel presents three main forms of social reality, namely poverty, social injustice, and crime. Poverty is depicted through people's lives full of economic limitations and life pressures that make them trapped in a cycle of decisions. Injustice in families often arises when rules are not applied consistently. Meanwhile, crime arises as a consequence of deep-rooted economic and social pressures, showing how violence and criminal acts are part of the dynamics of harsh urban society. Based on Swingewood's theory, this novel functions as a reflection of social reality as well as a critique of inhumane social conditions. Thus, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati not only presents the personal stories of its characters, but also presents a portrait of complex social life in contemporary society.
Campur Kode Dalam Kolom Komentar Instagram Mata Najwa: Netanyahu Akui Serangan ke Rafah Kesalahan Tragis Nurfirawati Ntelu; Dakia N. Djou; Herson Kadir
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3853

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis, wujud, dan fungsi campur kode dalam kolom komentar Instagram Mata Najwa pada unggahan bertajuk "Netanyahu Akui Serangan ke Rafah Kesalahan Tragis." Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan teknik baca. Data yang dianalisis berupa kata, frasa, klausa, imbuhan yang mengandung campur kode dari bahasa daerah dan asing. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis campur kode, yaitu campur kode ke dalam (32,26%), campur kode ke luar (32,26%), dan campur kode campuran (35,48%). Wujud campur kode yang paling dominan adalah dalam bentuk kata (31,58%). Fungsi campur kode yang ditemukan meliputi: sebagai penyisipan kalimat, kutipan, spesifikasi lawan tutur, dan untuk mengkualifikasi isi pesan. Penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena campur kode dalam media sosial mencerminkan dinamika kebahasaan pengguna yang kompleks dan kontekstual.
TRANSFORMASI DIGITAL WARISAN BUDAYA LOKAL: PEMERTAHANAN DAN PELESTARAIAN NILAI KEARIFAN LOKAL DI KAWASAN TELUK TOMINI Nonny Basalama; Zulkifli Tanipu; Salam Tolaki; Herson Kadir; Ikha Hardiyanti Puspita Mahading
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 1 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i1.5255

Abstract

Tomini Bay is rich in local cultural heritage, Including traditional arts and local wisdom passed down from generation to generation. However, amidst the waves of globalization and modernization, this cultural heritage faces significant threats. The lack of documentation and limited technological infrastructure in remote areas have made efforts to preserve the culture increasingly challenging. Recognizing this situation, our community service initiative was launched with the hope of assisting the people of Teluk Tomini in preserving and sustaining their cultural heritage. We began with a straightforward outreach, introducing technology to the community so they could document their local culture, including traditional dances, music, folklore, and other valuable artifacts. With the help of the community, we successfully captured this cultural wealth in digital formats such as video, audio, and photographs. Additionally, we developed a digital platform that allows this cultural heritage to be accessed not only by the local community but also globally. The impact of this initiative has been significant. The younger generation has become more aware of the importance of preserving their cultural heritage. However, technological barriers, such as limited internet access, remain a major challenge. We recognize that ongoing efforts are needed to overcome these obstacles, so the people of Teluk Tomini can continue to play an active role in safeguarding their cultural legacy. Through regular evaluation and monitoring, we continuously assess the success of the platform’s implementation. Our hope is that technology can serve as a bridge connecting the past and the future, ensuring that Teluk Tomini's cultural heritage remains vibrant in the face of modern advancements.
Representasi Makna dalam Fotografi Jurnalistik pada Media Berita Antara Foto Lifka Ismail; Herson Kadir; Ayu Hidayanti Ali
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v7i2.7506

Abstract

Fotografi jurnalistik tidak hanya merekam fakta, tetapi menyingkap makna sosial dan budaya di balik peristiwa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna dalam fotografi jurnalistik pada media berita ANTARA FOTO, khususnya melalui karya jurnalis foto Adiwinata Solihin yang menampilkan berbagai realitas sosial dan peristiwa penting. Fokus penelitian ini mencakup tiga aspek, yaitu (1) representasi makna berdasarkan ikon, (2) representasi berdasarkan indeks, dan (3) representasi makna berdasarkan simbol. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi foto, studi pustaka, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan pencatatan data visual, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) representasi makna berdasarkan ikon tampak pada objek visual yang memperlihatkan realitas secara langsung, seperti ekspresi manusia, aktivitas sosial, dan kondisi lingkungan; (2) representasi makna berdasarkan indeks hadir melalui hubungan kausal antara peristiwa dan tanda visual, misalnya gesture tubuh dan ekspresi emosional yang mencerminkan situasi faktual; dan (3) representasi makna berdasarkan simbol terlihat pada penggunaan elemen visual yang merefleksikan nilai budaya, sosial, dan kontekstual yang memberi pesna mendalam kepada pembaca. Fotografi jurnalistik berperan penting sebagai sarana komunikasi visual yang mendidik, menginspirasi, dan menjadi dokumentasi sejarah.
Makna Perlawanan dalam Puisi Sajak Matahari Karya W.S. Rendra : Penelitian Herson Kadir; Fatmawati Mobiliu; Rahmatia Arjoyo; Ayu Ismail; Miranda I. Zain; Iskar Abas
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4190

Abstract

Penelitian ini bertujuan menelaah makna perlawanan dalam puisi Sajak Matahari karya W.S. Rendra melalui pendekatan semiotika. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis tanda, simbol, dan citra puitik yang membentuk pesan ideologis penyair. Data dianalisis dengan mengidentifikasi sistem penanda yang terkait dengan figur rakyat kecil, perempuan miskin, matahari, elemen alam, serta elemen budaya dan historis, kemudian menafsirkan hubungan antara tanda dan petandanya dalam konteks sosial-politik yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol tersebut merepresentasikan perlawanan terhadap ketidakadilan struktural, mengekspresikan kritik sosial, dan menyoroti kesadaran politik penyair. Puisi ini tidak hanya menampilkan keindahan bahasa dan estetika puitik, tetapi juga mengandung refleksi sosial, nilai kemanusiaan, serta dorongan untuk perubahan moral dan kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa puisi dapat menjadi medium efektif dalam menyampaikan pesan ideologis dan perlawanan sosial secara simbolik, di mana pengalaman konkret masyarakat tertindas dipadukan dengan simbol yang sarat makna. Penelitian ini sekaligus menunjukkan bahwa analisis semiotik mampu mengungkap lapisan makna tersembunyi yang memperkaya pemahaman pembaca tentang kritik sosial yang dibawa Rendra melalui puisinya.
Pandangan Dunia Pengarang Novel Bandung Menjelang Pagi Kajian Strukturalisme Genetik Lucien Goldmann: Penelitian Herson Kadir; Zilfa Achmad Bagtayan; Ratna Hanapi; Cindriawati Pomolango; Zaqia Debila P. Deu; Oktafiyani Mooduto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4193

Abstract

This study analyzes the author's worldview in Brian Khrisna's novel Bandung Nearing Morning using Lucien Goldmann's genetic structuralism approach. This study aims to reveal the relationship between the novel's narrative structure and the social structure of urban society as represented through themes, conflicts, characters, and settings. The research method used is descriptive qualitative with textual analysis of intrinsic elements containing expressions of collective ideas and values. The research findings show that this novel presents the dynamics of urban life characterized by identity crises, the pressures of modernity, the disintegration of social relations, and the existential struggles of its characters. The city of Bandung functions as a social space that mediates the characters' psychological conflicts and reflects the conditions of contemporary society. The author's worldview is reflected through criticism of the fast-paced urban lifestyle as well as messages about the importance of self-reflection, emotional health, and the restoration of human relations. This novel, therefore, functions as a social representation that integrates personal experiences and historical contexts in its narrative structure.
Makna Cinta Yang Hakiki Dalam Puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” Karya Abdul Hadi W.M. (Kajian Semiotika Riffatere) : Penelitian Herson Kadir; Nur Awalia Karim; Frediyanto Monarfa; Fairuzia; Sri Susanti A. Kunuti; Wardatul Magfirah Dehiyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4291

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna cinta yang mendalam dalam puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat” Karya Abdul Hadi W.M secara semiotika menurut teori Michael Riffaterre. Pendekatan semiotika memungkinkan makna puisi diungkap secara lebih objektif melalui tanda-tanda bahasa yang muncul di dalamnya. Proses ini dilakukan dengan membaca puisi melalui tahap heuristik dan hermeneutik, kemudian dilanjutkan dengan penentuan matriks, model, serta varian sehingga struktur dan makna puisi dapat dipahami secara lebih mendalam. Puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat menuliskan kalimat Tuhan kita begitu dekat berulang-ulang dibagi dalam tiga bait dan bait keempat hanya kita begitu dekat tanpa ada kata Tuhan lagi. Metode deskriptif diterapkan untuk menguraikan puisi agar mudah dipahami oleh pembaca sebagai karya sastra yang mengandung nilai estetik serta pesan yang bermakna. Sumber data penelitian ini dibagi menjadi data primer dan sekunder, data primer adalah puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat, semua data utama diperoleh dari objek kajian penelitian, dimana objek kajian dan makna yang dimunculkan berasal dari puisi tidak terkait dengan hal di luar puisi tersebut. Data kedua adalah data sekunder sebagai pendukung kajian, data ini diambil dari jurnal dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan data primer penelitian ini termasuk dalam kajian kepustakaan. Hasil penelitian adalah makna cinta yang mendalam puisi “Tuhan, Kita Begitu Dekat mengenai eksistensi Tuhan dalam setiap hal yang dilakukan hamba. Makna cinta yang ditemukan dalam puisi bukan sekadar hubungan antar individu, melainkan mencerminkan kedekatan spiritual dan rasa keterhubungan yang menyatu antara subjek lirik dengan objek yang dicintai.
Konflik Sosial dalam Puisi “Mata Luka Sengkon Karta” Karya Peri Sandi Huizche: Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt: Penelitian Herson Kadir; Israhayu Djafar; Yunima I. Hasan; Putri Salsabilah Murad; Ikbal Mulyadi Syafi’i; Annisa Rumpabulu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk konflik sosial yang terdapat dalam puisi “Mata Luka Sengkon Karta” karya Peri Sandi Huizche dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra Ian Watt. Puisi tersebut merepresentasikan realitas ketidakadilan dan penindasan terhadap rakyat kecil pada masa Orde Baru, yang digambarkan melalui sosok Sengkon sebagai simbol penderitaan masyarakat marjinal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pembacaan dan pencatatan terhadap teks puisi sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan menggunakan dua pendekatan yang dikemukakan Ian Watt, yaitu sastra sebagai cerminan masyarakat serta sosiologi pembaca dan pengaruh sosial karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini mencerminkan kondisi sosial yang penuh kekerasan struktural, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan hukum. Berbagai bait dalam puisi tersebut menghadirkan simbol dan metafora yang menggambarkan kekejaman sosial, jeritan batin rakyat kecil, serta kritik terhadap sistem hukum yang tidak berpihak kepada keadilan. Melalui pembacaan sosiologis, puisi ini berfungsi sebagai media kritik sosial yang menggugah kesadaran pembaca mengenai pentingnya keadilan dan nilai kemanusiaan.
Co-Authors Abas, Dwi Anggriani Abdulharis Kune Abdullah, Ainun Achmad Bagtayan, Zilfa Adeliya Ibrahim Agustin, Puspita Dian Ahmad Badu Ali, Ayu Hidayanti Ali, Magvira Amelia Anastasya Lanti Amelia Anastasya Lanti Amu, Aldiyanto Andi Hersya Nur Azizah Andi Hersya Nur Azizah Annisa Rumpabulu Apriliani Mamu Apriliani S. Mamu Ariyanti Daud, Olvi Dwi Ayu Hidayanti Ali Ayu Ismail Ayu Nahumpang Bambang, Sarmila Blongkod, Sri Winanda Chairunnisa Mantu Chairunnisa Mantu Cindra Datau Cindriawati Pomolango D. Hulopi, Nursella Dakia N. Djou Darliani Darliani Datau, Maryam Daud, Erik Daud, Rolan K. Destilawati Noho Destira Abd Rahman, Tria Deviana Rasyid Dian Vidiawati Ibrahim Djeijun, Wanda Djua, Nurain Dunggio, Sri Juliana Mul’afaida Duslan, Nur Halizah Egam, Ahmad Syahdan Eka Sartika, Eka Eka Wahyuni Mohamad, Inayah Ellayana Hinta Ellyana Hinta Elya Nusantari Erina Putriani Paputungan Erina Putriani Paputungan Fairuzia Faisal Puluhuluwa Fani Septiani Rauf Fatmah AR Umar Fatmawati Mobiliu Febriana, Cindy Fendra Amelia Abdullah Fitri Lamusu Fitri Yanuar Misilu Frediyanto Monarfa Guzali, Yurnaningsih H. Saledaa, Sri Mulyani Habibie, Nur Ainsyah Hadji, Delvina Halaa, Siti Salsadila Hanapi, Serliyani Harun, Alan Harun, Witrian Herman Didipu Hidayanti Ali, Ayu Hulantu, Nurain Humokor, Hikma Nurcahyani I. Sahur, Syamsurizal Ikbal Mulyadi Syafi’i Ikha Hardiyanti Puspita Mahading Inayah Nuraulia Mokodongan Indah Zain Indah Zain Iskar Abas Ismit Badaru Israhayu Djafar Jafar Lantowa Jannah, Firdha Fadhilatul Jein Palilati Jein Palilati juni triantoko Justevani, Sri Kadir, Wahyuni Karmila Hino Karsum K. Talib Karsum K.Talib Kartika Dwi Yanti Kaune, Yulistiani Kirana Gaga, Diva Kuga, Mersiranda La Ode Gusman Nasiru Lalu, Sri Sulistiawati Lifka Ismail Liputo, Moh. Giat Lisnawati Palongo M. Mulusi, Mirna Maele, Helmin Mangilo, Nurhalima Masyhur, Putri Syahra Mawar H. T. Datunsolang Meiska Van Gobel Meiska Van Gobel Meriyanti Lakoro Miranda I. Zain Moh. Karmin Baruadi Moh. Yusuf H. Ibrahim Mohamad, Hawaria Mokodompit, Rahmawati Mokodompit, Sarapina Mongilong, Melani Muhammad Arfan MUSLIMIN Mutmainnah Huntala N. Djou, Dakia Natasya Cut Fadilah Salfa Djua Neno, Kartika Amalia Nenta Mamonto Nihali, Sri Ririn Nikomang Mahatmadevisy Niranda Oki Niranda Oki Noho, Destilawati Nonny Basalama Nur Alin Benta Nur Alin Benta Nur Anisa Maku Nur Awalia Karim Nur Fadila Kueno Nur Fadila Kueno Nur'ain Lakoro Nuraini, Lian Nurdin, Nuryana Nurfirawati Ntelu Nurjuliati Salsabila Y. Rahman Nurjuliati Salsabila Y. Rahman Nurlena Arsadi Nuruji, Arni Nur’ain Lakoro Oktafiyani Mooduto Oky Octaviani Pakaya Paputungan, Erina Putriani Paputungan, Leoni Patrian Pakaya Pobela, Julianti Anamira Pobela, Siti Nurhalisa Pontoh, Sri Wahyuni Potabuga, Nur Atika Prasetia, Udin Putri Salsabilah Murad Rahman Apadu Rahman Apadu Rahman D. Daad Rahmatia Arjoyo Rahmawati Mokodompit Rahmawati Mokodompit Rahmiyati Subula Rahmiyati Sumba Ratna Hanapi Renaldi Harun, Alit Reynol Moha Ricky Daliuwa Rusdi, Safna S. Daud, Yuniarti S. Nani, Sandi Sadapu, Nurain Sahari, Sella Salam Salam Tolaki Sartika Djelema Sayama Malabar Setyanegara, Agus Shelvira Mokodongan Shelvira Mokodongan Sitti Rachmi Masie Sri Abelia Noho Sri Regina Gaib Sri Susanti A. Kunuti Sri Vingki Binti Yudin Sri Wahyuni K. Rahim Sudarno, Tri Wahyuni Suge, Firnawati Sukma Wati, Ni Gusti Ayu Suleman, Erlinda A. Suleman, Fatma Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Taumbung, Nuwafiqah S. Tayeb, Nuriyanci S. Udin Prasetia Umar, Asni Usman, Meylan Utina, Siti Nurgian Uyan Saipi Wa Ode Irawati Wardatul Magfirah Dehiyo Widyawati Bagoe Yulianti Pongoliu Yulinda Otoluwa Yulinda Otoluwa Yunima I. Hasan Yunita Iklima Kasim Yusrin Djalilu Zahabi, Ayu Zaqia Debila P. Deu Zilfa Achmad Bagtayan Zulkifli Tanipu Zulkifli Wolionelo Zulkipli Taliki Zulkipli Zulkipli