Claim Missing Document
Check
Articles

Refleksi Sosial dalam Puisi Seribu Masjid Satu Jumlahnya Karya Cak Nun (Kajian Sosiologi Sastra Swingewood) Noho, Destilawati; Herson Kadir; Nur Alin Benta; Indah Zain; Nurjuliati Salsabila Y. Rahman; Apriliani S. Mamu
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7130

Abstract

Penelitian ini membahas refleksi sosial dalam puisi “Seribu Masjid Satu Jumlahnya” karya Emha Ainun Nadjib dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra menurut Alan Swingewood. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana puisi ini merefleksikan dinamika sosial, konflik spiritualitas, materialisme, kritik sosial-politik, dan krisis kepemimpinan dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk-bentuk refleksi tersebut yang muncul dalam teks puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, di mana data berupa kutipan-kutipan puisi dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi makna sosial yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini tidak hanya menyoroti pentingnya persatuan dan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga mengkritik ketergantungan pada simbolisme fisik serta menekankan urgensi spiritualitas yang otentik. Konflik antara aspek spiritual dan material, serta kritik terhadap realitas sosial-politik dan kepemimpinan, terungkap melalui metafora masjid sebagai simbol keutuhan iman dan masyarakat. Dengan demikian, puisi ini mampu merefleksikan problematika sosial dan keagamaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, sekaligus menawarkan solusi berupa integrasi antara dimensi lahiriah dan batiniah dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat
Analisis Gaya Bahasa Figuratif Dalam Antologi Cerpen Eunoia 1 Karya Castarica : Tinjauan Stilistika Masyhur, Putri Syahra; Masie, Sitti Rachmi; Kadir, Herson
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8098

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa Figuratif Dalam Antologi Cerpen Eunoia 1 Karya Castarica : Tinjauan Stilistika” yang bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa figuratif yang digunakan dalam antologi cerpen Eunoia 1, ditinjau dari aspek retoris dan kiasan. Penelitian ini dilandasi oleh teori stilistika yang menekankan analisis bentuk dan fungsi bahasa dalam karya sastra. Sumber data berupa enam puluh tujuh cerpen dalam antologi tersebut yang ditulis oleh berbagai penulis dengan gaya penulisan beragam. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan stilistika untuk mengungkap peran gaya bahasa figuratif dalam membangun nilai estetika dan makna cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek retoris ditemukan 30 data, dengan gaya bahasa hiperbola dan erotesis (pertanyaan retoris) sebagai bentuk yang paling dominan. Pada aspek kiasan ditemukan 37 data, dengan gaya bahasa metafora dan personifikasi yang paling menonjol, di mana metafora menjadi bentuk yang paling banyak digunakan. Gaya bahasa kiasan, terutama metafora, dimanfaatkan untuk membentuk imaji dan menggambarkan suasana batin tokoh secara puitis, sedangkan gaya bahasa retoris memperkuat efek dramatik dan dinamika emosi dalam cerita. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gaya bahasa figuratif dalam antologi cerpen Eunoia 1 tidak hanya memperkaya nilai estetika, tetapi juga memperdalam penggambaran karakter, konflik, dan suasana dalam setiap cerita.
Makna Dalam Puisi “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Pertama Dan Episode Kedua” Karya Pulo Lasman Simanjuntak: Kajian Semiotik Michael Riffaterre Zahabi, Ayu; Kadir, Herson; Irawati, Wa Ode
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8189

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna puisi “Menulis Syair Untuk Presiden Episode Pertama dan Episode Kedua” karya Pulo Lasman Simanjuntak melalui analisis semiotik Michael Riffaterre, meliputi aspek heuristik, hermeneutik, matriks, model, varian, dan hipogram. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, pembacaan, dan pencatatan data, kemudian dianalisis berdasarkan teori Riffaterre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara heuristik kedua puisi menggunakan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami, sedangkan secara hermeneutik memuat kritik sosial-politik melalui simbolisme kepemimpinan dan keadilan. Analisis matriks, model, dan varian menegaskan kritik terhadap kepemimpinan yang korup dan gagal, dengan simbol presiden sebagai representasi harapan sekaligus kekecewaan rakyat. Aspek hipogram memperlihatkan respons penyair terhadap realitas sosial-politik Indonesia: hipogram potensial menyoroti ketimpangan, korupsi, dan pembangunan tidak merata, sedangkan hipogram aktual merujuk pada pidato presiden, kebijakan pemerintah, komentar publik di media, serta isu-isu aktual seperti kenaikan harga pangan, utang negara, proyek infrastruktur, dan pemindahan IKN. Kata kunci: Makna, Puisi, Semiotik, Heuristik, Hermeneutik.
Co-Authors Abas, Dwi Anggriani Abdullah, Ainun Adeliya Ibrahim Agustin, Puspita Dian Ali, Ayu Hidayanti Ali, Magvira Amelia Anastasya Lanti Amu, Aldiyanto Andi Hersya Nur Azizah Apriliani S. Mamu Ariyanti Daud, Olvi Dwi Ayu Hidayanti Ali Ayu Nahumpang Bambang, Sarmila Baruadi, Karmin Blongkod, Sri Winanda Chairunnisa Mantu D. Hulopi, Nursella Darliani Darliani Datau, Maryam Daud, Erik Daud, Rolan K. Destira Abd Rahman, Tria Deviana Rasyid Djeijun, Wanda Djua, Nurain Dunggio, Sri Juliana Mul’afaida Duslan, Nur Halizah Egam, Ahmad Syahdan Eka Sartika, Eka Eka Wahyuni Mohamad, Inayah Ellayana Hinta Ellyana Hinta Elya Nusantari Erina Putriani Paputungan Fatmah AR Umar Febriana, Cindy Fitri Lamusu Fitri Yanuar Misilu Guzali, Yurnaningsih H. Saledaa, Sri Mulyani Habibie, Nur Ainsyah Hadji, Delvina Halaa, Siti Salsadila Hanapi, Serliyani Harun, Alan Harun, Witrian Herman Didipu Hidayanti Ali, Ayu Hulantu, Nurain Humokor, Hikma Nurcahyani I. Sahur, Syamsurizal Indah Zain Jafar Lantowa Jannah, Firdha Fadhilatul Jein Palilati juni triantoko Justevani, Sri Kadir, Wahyuni Karsum K.Talib Kaune, Yulistiani Kirana Gaga, Diva Kuga, Mersiranda La Ode Gusman Nasiru Lalu, Sri Sulistiawati Liputo, Moh. Giat Lisnawati Palongo M. Mulusi, Mirna Maele, Helmin Masyhur, Putri Syahra Mawar H. T. Datunsolang Meiska Van Gobel Meriyanti Lakoro Moh. Karmin Baruadi Mohamad Karmin Baruadi Mohamad, Hawaria Mokodompit, Rahmawati Mokodompit, Sarapina Muhammad Arfan MUSLIMIN N. Djou, Dakia Neno, Kartika Amalia Nenta Mamonto Nihali, Sri Ririn Nikomang Mahatmadevisy Niranda Oki Noho, Destilawati Ntelu, Nurfirawati Nur Alin Benta Nur Fadila Kueno Nur'ain Lakoro Nuraini, Lian Nurdin, Nuryana Nurjuliati Salsabila Y. Rahman Nurlena Arsadi Nuruji, Arni Oky Octaviani Pakaya Paputungan, Erina Putriani Paputungan, Leoni Patrian Pakaya Pobela, Julianti Anamira Pobela, Siti Nurhalisa Pontoh, Sri Wahyuni Potabuga, Nur Atika Prasetia, Udin Rahman Apadu Rahmawati Mokodompit Rahmiyati Sumba Renaldi Harun, Alit Reynol Moha Ricky Daliuwa Rusdi, Safna S. Nani, Sandi Sadapu, Nurain Sahari, Sella Salam Sayama Malabar Setyanegara, Agus Shelvira Mokodongan Sitti Rachmi Masie Sri Vingki Binti Yudin Sudarno, Tri Wahyuni Suge, Firnawati Sukma Wati, Ni Gusti Ayu Suleman, Erlinda A. Suleman, Fatma Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Taumbung, Nuwafiqah S. Tayeb, Nuriyanci S. Udin Prasetia Umar, Asni Usman, Meylan Utina, Siti Nurgian Uyan Saipi Wa Ode Irawati Yulinda Otoluwa Zahabi, Ayu Zilfa Achmad Bagtayan Zulkifli Wolionelo Zulkipli Taliki Zulkipli Zulkipli