Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENEGUHAN DIAGNOSIS PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE LAPANG PADA AYAM BURAS DI BALI MENGGUNAKAN TEKNIK RT-PCR Gusti Ayu Yuniati Kencana; I Made Kardena; I Gusti Ngurah Kade Mahardika
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.907 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kasus newcastle disease (ND) lapangan pada ayam bukan ras yang bersifat akut melalui hasil pemeriksaan di Laboratorium Patologi dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2008-2009. Sebanyak sepuluh ekor sampel ayam buras telah diperiksa. Gejala klinis yang teramati meliputi: anoreksia, lesu, bersin, batuk, dan diare putih kehijauan dengan diagnosis sementara sebagai penyakit ND yang bersifat akut. Sampel diambil dari organ yang mengalami perubahan patognomonis seperti pada proventrikulus, ventrikulus, seka tonsil, paru-paru dan otak. Perbanyakan virus menggunakan telur ayam bertunas (TAB) umur 10 hari melalui ruang alantois dan diinkubasikan pada inkubator telur suhu 37° C selama 3 hari. Koleksi cairan alantois dilakukan pada hari ke-3, selanjutnya diidentifikasi dengan uji serologi hemaglutinasi (Haemaglutination-Inhibition Test/HA/HI) dengan teknik mikrotiter baku dan dikonfirmasi dengan uji reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer FNDIFP (5’-CCCCGTTGGAGGCATAC-3’) dan FNDIBP (5’-TGTTGGCAGCATTTTGATTG-3’). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kasus ayam bukan ras yang diperiksa positif terinfeksi oleh virus penyakit ND akut. Kajian ini mengindikasikan bahwa penyakit ND di Bali masih bersifat endemis.
NF-κB, neutrophil extracellular traps, and microglial in mice with Streptococcus suis serotype 2 meningitis infection Susilawathi, Ni Made; Adi Tarini, Ni Made; Arijana, I Gusti Kamasan Nyoman; Sriwidyani, Ni Putu; Pramitasuri, Tjokorda Istri; Sudewi, Anak Agung Raka; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade
Medical Journal of Indonesia Vol. 33 No. 3 (2024): September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.oa.247394

Abstract

BACKGROUND Streptococcus suis is the most frequent etiology of zoonotic bacterial meningitis, potentially initiating an outbreak. Acute bacterial meningitis caused by S. suis has various manifestations, often accompanied by sepsis with multiple organ involvement. This study aimed to evaluate the pattern of S. suis outgrowth in the brain, which is associated with nuclear factor-κappaB (NF-κB) activation, neutrophil extracellular traps (NETs) release (NETosis), and microglial activation as three crucial pathological mechanisms of bacterial meningitis. METHODS This study used 64 female BALB/c mice aged 6 weeks and weighed 18−20 g, grouped into infected and non-infected as the control group. Both groups were administered 1 ml of S. suis serotype 2 suspension (1 × 107 colony forming-unit/ml) and normal saline intraperitoneally. The bacterial colony count of S. suis was evaluated, along with NF-κB and NET levels in blood and brain, as well as meningeal inflammation and microglial activation in the brain at Days 1, 3, 5, and 7 post-infection. RESULTS The invasion of S. suis into the brain slightly induced NF-κB activation, leading to a burst of inflammatory responses, neutrophil infiltration with NET releases, and microglia activation that co-occurred, showing their peaks on Days 3 and 5 after onset. CONCLUSIONS The S. suis invasion into the mice’s brain increased NF-κB activation, NETosis, and microglia activation during S. suis meningitis infection.
Tuli Sensorineural Pasca Meningitis Streptococcus Suis: Sebuah Topik Kajian Strategis Bidang Ilmu Neuroinfeksi Sudewi, AA Raka; Pramitasuri, Tjokorda Istri; Susilawathi, Ni Made; Adi Tarini, Ni Made; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade; Sukrama, I Dewa Made
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 39 No 3 (2022): Vol 39 No 3 (2022)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v39i3.341

Abstract

Sensorineural deafness as a result of Streptococcus suis (S. suis) meningitis is a serious hazard to worldwide public health and one of the strategic study concerns in neuroscience. There is currently no treatment plan for sensorineural deafness brought on by S. suis meningitis that can significantly enhance quality of life. Controlling S. suis meningitis-related sensorineural deafness is therefore vital for the area of neurology. This review of the literature seeks to provide an overview of the scientific literature on the epidemiology, etiology, and features of deafness as they pertain to sensorineural hearing loss brought on by S. suis meningitis. Spiral Ganglion Neurons, hair cells in the cochlea, and brain-derived neurotrophic factor in the peripheral auditory system interact with one another in the etiology of sensorineural deafness, according to recent studies.
Coccidiosis In Broiler Chicken Aged 27 Days From A Farm In Tunjuk, Marga, Tabanan, Bali: A Case Study Amelia, Ni Kadek Shita; Suratma, Nyoman Adi; Berata, I Ketut; Besung, I Nengah Kerta; Mahardika, I Gusti Ngurah Kade
Jurnal Medika Veterinaria Vol 19, No 2 (2025): J.Med.Vet
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v19i2.48001

Abstract

Coccidiosis, also commonly referred to as bloody diarrhea, is caused by Eimeria spp. and primarily affects the digestive tract. The most pathogenic Eimeria species in chickens are Eimeria tenella and Eimeria necatrix. The subject of this case study was a 27-day-old female broiler chicken from a commercial farm located in Tunjuk Village, Marga Subdistrict, Tabanan Regency, Bali. The chicken had been reported to suffer from bloody diarrhea for five days, accompanied by clinical signs of weakness, anorexia, pale comb, ruffled feathers, and a tendency to huddle in the corner of the pen. This case study aimed to describe the anatomical pathology, histopathology, and laboratory findings to obtain a definitive diagnosis of the disease affecting this chicken. The results of the anatomical pathology examination showed hemorrhage in the cecum. Histopathological examination of the cecum revealed the presence of schizonts, hemorrhage, and inflammatory cell infiltration. Qualitative fecal examination confirmed the presence of Eimeria spp. oocysts, while quantitative fecal examination using the McMaster technique revealed 895,600 oocysts per gram of feces, indicating a severe infection. Based on clinical observations, epidemiological data, gross pathological changes, histopathological findings, and fecal examinations using native, sedimentation, flotation, and McMaster methods, it was concluded that the chicken was affected by coccidiosis.
PEMILIHAN ADJUVANT PADA VAKSIN AVIAN INFLUENZA Suartha, I Nyoman; Teguh Wibawan, I Wayan; Narendra Putra, I Gusti Ngurah; Krisna Dewi, Ni Made Ritha; Kade Mahardika, I Gusti Ngurah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 5, No 2 (2011): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v5i2.733

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan respon antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin AI dengan seed virus AI H5N1 Indonesia yang dicampur dengan adjuvant berbeda. Formula vaksin yang dicobakan pada penelitian ini adalah monovalen dan polivalen. Tiga isolat virus HPAI subtipe H5N1 yang digunakan adalah Chicken/Denpasar/Unud-01/2004, Chicken/Klungkung/Unud-12/2006, dan Chicken/Jembrana/Unud-17/2006. Adjuvant yang digunakan yaituFreund's complete dan incomplete adjuvant, aluminium hidroksida, dan immunostimulating complexs (Iscoms). Vaksin monovalen dibuat dengan cara masing-masing isolat virus AI yang telah diinaktivasi dicampur dengan masing-masing adjuvant. Vaksin campuran (polivalen) dibuat dengan mencampur ketiga isolat dengan masing-masing adjuvant. Vaksin disuntikkan secara subkutan pada ayam layer jenis Isa Brown umur 3 minggu dan diulang pada umur ayam 5 minggu masing-masing sebanyak 0,5 ml/ekor. Pengambilan serum untuk pengujian titer antibodi dilakukan setiap 1 minggu setelah vaksinasi. Pengujian antibodi poliklonal dilakukan dengan uji hambatan hemaglutinasi (HI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam percobaan yang divaksinasi dengan adjuvant aluminium hidroksida mempunyai GMT anti-H5 paling tinggi baik pada vaksin monvalen atau polivalen. Adjuvant aluminium hidroksida adalah adjuvant terbaik untuk pembentukan antibodi anti-AI subtipe H5N1 pada ayam.
PENEGUHAN DIAGNOSIS PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE LAPANG PADA AYAM BURAS DI BALI MENGGUNAKAN TEKNIK RT-PCR Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Kardena, I Made; Kade Mahardika, I Gusti Ngurah
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 1 (2012): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i1.349

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiagnosis kasus newcastle disease (ND) lapangan pada ayam bukan ras yang bersifat akut melalui hasil pemeriksaan di Laboratorium Patologi dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana tahun 2008-2009. Sebanyak sepuluh ekor sampel ayam buras telah diperiksa. Gejala klinis yang teramati meliputi: anoreksia, lesu, bersin, batuk, dan diare putih kehijauan dengan diagnosis sementara sebagai penyakit ND yang bersifat akut. Sampel diambil dari organ yang mengalami perubahan patognomonis seperti pada proventrikulus, ventrikulus, seka tonsil, paru-paru dan otak. Perbanyakan virus menggunakan telur ayam bertunas (TAB) umur 10 hari melalui ruang alantois dan diinkubasikan pada inkubator telur suhu 37 C selama 3 hari. Koleksi cairan alantois dilakukan pada hari ke-3, selanjutnya diidentifikasi dengan uji serologi hemaglutinasi (Haemaglutination-Inhibition Test/HA/HI) dengan teknik mikrotiter baku dan dikonfirmasi dengan uji reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) menggunakan primer FNDIFP (5-CCCCGTTGGAGGCATAC-3) dan FNDIBP (5-TGTTGGCAGCATTTTGATTG-3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel kasus ayam bukan ras yang diperiksa positif terinfeksi oleh virus penyakit ND akut. Kajian ini mengindikasikan bahwa penyakit ND di Bali masih bersifat endemis.
Co-Authors Agik Suprayogi Agus Eka Darwinata Amelia, Ni Kadek Shita Anak Agung Ayu Mirah Adi Anak Agung Gde Oka Dharmayudha Anak Agung Gde Putra ANAK AGUNG NGURAH GEDE DWINA WISESA ANAK AGUNG NGURAH OKA PUJAWAN Anak Agung Sagung Istri Pradnyantari Anak Agung Sagung Kendran Andi Bahtiar Batti Anita Dwi Handayani Bambang Sumiarto Bhaskara, Audrey Febiannya Putri Brigita Galilea Adu Charles Rangga Tabbu Daud Steven Triyomi Hariyanto Dewi, Putu Bulan Sasmita DWI SURYANTO Estry Gusnita Damanik F. S. Wignall Fakhrurrasi Fakhri Fedri Rell G.A.M.K. Dewi Ghina Monita Pramudhita Gusti Ayu Dianti Violentina Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yuniati Kencana Gusti Ngurah Narendra Putra Helen Scott-Orr Herawati Sudoyo Heru Susetya I Dewa Made Sukrama I GBA Purwanda I Gede Eka Chandrawan I Gusti Agung Ayu Suartini I Gusti Kamasan Nyoman Arijana I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Ketut Suarjana I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Badiwangsa Temaja I GUSTI NGURAH DIBYA PRASETYA I Gusti Ngurah Narendra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra I Gusti Ngurah Narendra Putra1, I K. Suata I KADEK SAKA WIRYANA I Ketut Berata I Made Bagus Arya Permana Ardiana Putra I Made Kardena I Made Sara Wijana I Made Sukada I MADE SUMA ANTARA I Made Suma Anthara I Nengah Kerta Besung I Nengah Kerta Besung i Nengah Wandia I NYOMAN ADI SURATMA I Nyoman Dibia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Putu Sudiarta I Wayan Bebas I Wayan Gorda I Wayan Masa Tenaya I wayan Teguh Wibawan I Wayan Wirata I-W.T Wibawan I. B. P. Dwija I. K. Suastika I.A.P. Apsari I.B. Oka Suyasa I.B.K. Suardana Ida Ayu Pasti Apsari Ida Ayu Sri Candra Dewi Ida Ayu Sri Chandra Dewi Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Oka Winaya Indrawati Sendow Inna Narayani K. Subrata K. Wirasandhi Kadek Karang Agustina Kadek Satria Adi Marhendra Ketut Tuti Parwati Merati Ketut Wella Mellisandy Lies Parede Luh Made Sudimartini Lusiana Lasmari Siahaan M.T Suhartono MADE PHARMAWATI MADE RATNA SARASWATI . Made Suma Anthara Maggy Thenawidjaja Suhartono Martien Herna Susanti Melkias Oagay Melkias Oagay Messy Saputri Boru Sembiring N. K. Susilarini N. Sri Budiyanti Nareswari, Ayu Widya Ni Ketut Dias Nursanty Ni Ketut Suwiti Ni Komang Eka Agustiani Ni Luh Made Ika Yulita Sari Hadiprata Ni Luh Putu Agustini Ni Luh Watiniasih Ni Luh Wayan Yulia Mirayanti Ni Made Adi Tarini Ni Made Krisna Dewi Ni Made Rita Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi Ni Made Ritha Krisna Dewi2 Ni Made Susilawathi Ni Nengah Dwi Fatmawati Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Dian Pertiwi Ni Putu Sriwidyani Nyoman Anandiya Ramaditya Oktryna Hodesi Sibarani Pieter Mbolo Maranata Pipit Dwi Pramesti Pramitasuri, Tjokorda Istri Putri Wiliantari Putu Mei Purnama Dewi R Susanti R.D Soejoedono Raka-Sudewi A. A. Rd Soejoedono Retno Damajanti Soejoedono S Murtini S.K. Widyastuti Safarina G. Malik Sayu Raka Padma Wulan Sari, Sayu Raka Padma Wulan Sri Kayati Widyastuti sri murtini . Sukma Oktavianthi Susilawathi, Ni Made Tania Ria Gunawan TJOK GEDE OKA PEMAYUN Tjokorda Sari Nindhia TRI KOMALA SARI Wibawan IWT Widya Asmara Yan Ramona Yosaphat L.S Kote