Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Partisipasi Anggota terhadap Keberhasilan Koperasi Produsen Kopi Margamulya Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Adela, Aqila Shafa; Karyani, Tuti
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37752

Abstract

Koperasi sebagai salah satu pilar kunci dalam perekonomian Indonesia merupakan organisasi ekonomi dan sosial yang memiliki tujuan khusus untuk kesejahteraan anggota dan tujuan umum untuk kesejahteraan masyarakat. Anggota merupakan sumber daya koperasi memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan serta keberhasilan suatu koperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat partisipasi anggota, keberhasilan usaha koperasi di Koperasi Produsen Kopi Margamulya (KPKM). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keberhasilan koperasi sedangkan variabel independennya adalah partisipasi anggota. Sampel penelitian menggunakan teknik Random Sampling diperoleh sebanyak 60 anggota dari jumlah populasi 150 anggota. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian didapatkan analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa rata-rata partisipasi anggota berada dalam kriteria rendah. Indikator yang tinggi yaitu partisipasi anggota sebagai pengguna. Hasil dari rata-rata analisis deskriptif persentase mengenai keberhasilan koperasi berada dalam kriteria rendah. Hasil dari Uji T menunjukkan bahwa partisipasi anggota berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha Koperasi Produsen Kopi Margamulya. Implikasi dari penelitian memberikan informasi yang dibutuhkan dalam memprediksi variabel keberhasilan koperasi. Mengingat nilai koefisien determinasi yang kecil pada penelitian ini, yakni hanya 21,6%, limitasi dari penelitian ini kurang dijelaskan variabel seperti pembinaan pemerintah, permodalan, dan pelayanan yang menjadi pendukung dalam keberhasilan koperasi.
PERSEPSI PETANI CABAI TERHADAP PEMBIAYAAN BERBASIS TEKNOLOGI DI KECAMATAN KABANDUNGAN, KABUPATEN SUKABUMI Nida'a Khoirunnisa; Tuti Karyani
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.7682

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang berkontribusi dalam menyumbang PDB. Provinsi Jawa Barat termasuk salah satu daerah yang memproduksi cabai dan Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi merupakan daerah yang petaninya aktif melakukan usaha tani cabai. Dalam menjalankan usaha tani, permasalahan mendasar yang sering dihadapi petani adalah keterbatasan modal. Financial technology (fintech) sebagai produk dari keuangan dan layanan permodalan yang baru diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada petani dalam mengakses modal dan mendorong kemajuan teknologi di pembiayaan pertanian. Sebagai lembaga keuangan, fintech memiliki karakteristik produk dan layanan yang berbeda dengan lembaga keuangan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi petani cabai di Kecamatan Kabandungan terhadap pembiayaan berbasis teknologi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, skala likert, dan Cross Tabulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani setuju dengan pernyataan persepsi harapan kinerja, harapan usaha, pengaruh sosial, dan kondisi fasilitas pendukung.
Potensi Dan Strategi Pengembangan Kampung Flory Sebagai Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Achmad Septio; Tuti Karyani
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Flory merupakan salah satu kawasan agrowisata di Kabupaten Sleman. Konsep CBT (Community Based Tourism) menjadi acuan dalam pengelolaan dan pengembangan Kampung Flory. Potensi yang dimiliki cukup beragam mulai dari alam, outbound, hingga kuliner dengan nuansa khas pedesaan. Strategi pengembangan Kampung Flory perlu dilakukan untuk terus meningkatkan potensi yang dimiliki agar berdampak positif terhadap masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apa saja potensi yang menjadi daya tarik Kampung Flory dan strategi apa yang harus dilakukan dalam rangka pengembangan kawasan wisatanya. Penelitian ini termasuk ke dalam tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process). Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara. Penentuan informan dilakukan secara purposive, yang dibatasi waktu dan melibatkan 8 orang yang dianggap paling mengetahui tentang Kampung Flory. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kampung Flory belum optimal dalam memanfaatkan potensi dan mengembangkan kawasan. Penyebab utamanya adalah kurangnya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta belum memahami cara menyikapi faktor internal dan eksternal yang dimiliki. Alternatif strategi yang harus dilakukan adalah peningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan yang meliputi keterampilan berbahasa asing, pelatihan manajerial dan pengorganisasian pengelolaan wisata, serta penguasaan teknologi agar dapat mengembangkan dan memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PAKET WISATA GUNA MENDUKUNG AGROEDUWISATA KAMPUNG PASIR ANGLING Djuwendah, Endah; Karyani, Tuti; Saidah, Zumi; Hasbiansyah, O
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.45617

Abstract

PasirAngling merupakan perkampungan yang berada di kaki Gunung Bukit Tunggul, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Potensi sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sosial budaya mendukung  upaya pertumbuhan ekonomi  Kampung Pasir Angling  melalui integrasi aktivitas pertanian, peternakan, perkebunan dan pariwisata dengn  konsep agrowisata pendidikan. Pengembangan agrowisata kampung psir Angling belum berjalan secra optimal.  Tujuan pengabdian masyarakat ini   adalah untuk memberdayakan potensi wisata  kampung Pasir Angling Desa Suntenjaya berbasis agroeduwisata melalui pembuatan paket wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menggunakan  pendekatan  Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, FGD serta pendampingan yang berorientasi pada  pemberdayaan masyarakat. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat atas potensi wisata dan meningkatkan keterampilan  masyarakat dalam  membuat paket wisata  yang kreatif berdasarkan potensi yang dimiliki. Selanjutnya diperlukan pendampingan yang konsisten dari pemerintah daerah  dan  Dinas  Kebudayaan dan pariwisata agar dapat meningkatkan promosi  paket agroeduwisata tersebut secara gencar menggunakan  media sosial internet dan   kerjasama dengan biro perjalanan wisata.   
SOSIALISASI PEMBIAYAAN BERBASIS TEKNOLOGI (FINTECH) KEPADA PETANI SAYURAN DI DESA MARGAMULYA, KECAMATAN PANGALENGAN, KABUPATEN BANDUNG Karyani, Tuti
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.43152

Abstract

Jumlah pengguna internet di Indonesia semakin meningkat, tentunya hal ini mempengaruhi perilaku masyarakat dalam transaksi produk dan menggunakan layanan jasa keuangan. Penawaran jasa keuangan juga sudah merambah ke perdesaan yang sebagian besar merupakan petani. Kehadiran fintech positifnya memberikan peluang untuk mendapatkan sumber modal yang lebih mudah, namun dipihak lain juga perlu kehati-hatian karena banyaknya pinjaman online yang ilegal dan meresahkan masyarakat. Oleh karena itu perlu sosialisasi atau literasi  mengenai fintech agar petani memahami fintech dengan baik dan mengoptimalkan perannya terutama dalam usaha taninya agar lebih meningkat produksi dan pendapatannya. Pelaksanaan pemberdayaan berupa sosialisasi ini merupakan kegiatan integratif antara kegiatan KKNM dan PKM dosen yang dilakukan dengan metode penyuluhan. Selain mahasiswa ada pula nara sumber lain yang memberikan materi penyuluhan. Sasaran sosialisasi ialah petani sayuran, karena sebagian besar mata pencaharian penduduk Desa Margamulya ialah petani sayuran. Untuk mengevaluai hasil sosialissi dilakukan pre-test sebelum sosialisasi dan post tes setelah sosialisasi dilakukan. Hasilnya menunjukkan bahwa sosialisasi memberikan hasil positif, karena tingkat pengetahuan petani, sikap dan keterampilan (terutama dalam penggunaan HP) petani meningkat. Kata Kunci: Sosialisasi, Fintech, modal, sayuran
Desain Program Partisipatif Pembangunan Perdesaan: Studi Kasus Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang Yudha, Eka Purna; Setiawan, Iwan; Ernah, Ernah; Fatimah, Sri; Karyani, Tuti
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16066

Abstract

Program partisipatif merupakan suatu proses pendekatan yang melibatkan individu atau kelompok secara langsung. Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, termasuk dalam kategori dataran tinggi dengan ketinggian tempat 800-1200 mdpl. Letak yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah menjadikan Desa Genteng memiliki potensi dalam mengembangkan usaha pertanian, sehingga menjadi sektor yang penting dalam pembangunan perekonomian masyarakat Desa Genteng. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui wawancara dan focus group discussion. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu untuk mengetahui potensi permasalahan yang ada serta merancang program pengembangan dan ketercapaian Desa Genteng menggunakan metode SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound). Tahapan pelaksanaan dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan wawancara dan FGD, analisis data dan pembuatan laporan. Masalah yang terjadi di Dusun 4 Desa Genteng berkaitan dengan sektor pertanian, yaitu kurangnya pengoptimalan produk pertanian baik dari segi budidaya, pengolahan pasca panen, maupun pemasarannya. Program yang dapat diimplementasikan adalah penyuluhan terkait hama dan penyakit tanaman, serta workshop terkait pengolahan pasca panen produk hasil pertanian beserta dengan cara pemasarannya. Selama kegiatan berjalan, dilakukan monitoring dan evaluasi secara teratur untuk mengontrol dan menilai program tersebut.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN SITE PLAN AGROEDUWISATA SMP BINA HARAPAN JATIGEDE SUMEDANG Djuwendah, Endah; Yudha, Eka Purna; Karyani, Tuti; Wulandari, Eliana; Saidah, Zumi; Rasmikayati, Elly; Syamsiyah, Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.58994

Abstract

Mekarasih is one of the pioneering tourist villages in the Jatigede Reservoir Area of Sumedang Regency which has the potential to be managed as an agrotourism village because of its strategic location on the edge of the reservoir and the potential of its natural resources. The problem in this area is the conversion of rice fields into reservoir waters, thereby reducing agricultural activities as a source of livelihood for the population. Therefore, the solution offered is to develop agro-edutourism that combines agricultural and tourism activities. The Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) Community and the management of SMP Bina Harapan Jatigede are an important part of the development of agro-edutourism in Mekarasih village. This community service (PKM) aims to empower communities based on local resources. Community service is carried out through three stages of activity, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. Community service uses lecture methods, FGD, simulations and practice in making a site plan for an agro-edutourism garden located in the SMP Bina Harapan Jatigede area. The results of the activity show that the PKM target partners are able to understand the concept of agro-edutourism, can prepare agro-edutourism planning according to the characteristics of local resource potential and create agro-edutourism site plan designs. It is hoped that the site plan will be used as a basis for planning to build various tourism support facilities based on the concept of sustainable community-based agro-edutourism.Mekarasih merupakan salah satu desa wisata rintisan di Kawasan Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang yang potensial dikelola menjadi desa agrowisata karena letaknya yang strategis di pinggir waduk dan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Permasalahan yang ada di wilayah ini adalah terjadinya alih fungsi lahan sawah menjadi wilayah perairan waduk sehingga berkurangnya aktivitas pertanian sebagai sumber mata pencaharian penduduk. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah mengembangkan agroeduwisata yang memadukan aktivitas pertanian dan pariwisata. Komunitas Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) dan pengelola SMP Bina Harapan Jatigede merupakan bagian penting dalam pengembangan agroeduwisata di Desa Mekarasih. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pengabdian menggunakan metode ceramah, FGD, simulasi serta praktik membuat site plan  kebun  agroeduwisata yang berada di kawasan SMP Bina Harapan Jatigede. Hasil kegiatan menunjukkan mitra sasaran PKM mampu memahami konsep agroeduwisata, dapat menyusun perencanaan agroeduwisata sesuai dengan karakteristik potensi sumber daya lokal  dan membuat  rancangan  site plan agroeduwisata. Diharapkan nantinya site plan dijadikan sebagai dasar perencanaan membangun berbagai fasilitas penunjang wisata berdasarkan konsep agroeduwisata berbasis  masyarakat yang berkelanjutan.
HUBUNGAN PERCEIVED USEFULNESS DAN PERCEIVED EASE OF USE DENGAN MINAT PERILAKU PETANI SAYUR MENGGUNAKAN FINTECH DI DESA SINDULANG, KECAMATAN CIMANGGUNG, SUMEDANG Ryandana, Dendy; Karyani, Tuti
Jurnal Agristan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i2.11473

Abstract

Subsektor tanaman hortikultura memiliki peran penting dalam perekonomian di Indonesia melalui kegiatan ekspor dan pemenuhuan kebutuhan daerah. Pada tahun 2021 tanaman hortikultura berhasil menyumbang PDB sebesar 262 triliun rupiah. Sayuran menjadi salah satu produk hortikultura yang paling sering dikonsumsi. Jawa Barat merupakan provinsi penghasil sayuran terbesar di Indonesia dengan produksi tertinggi untuk cabai dan tomat pada tahun 2022. Produksi berbagai jenis sayuran tersebar di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat. Sumedang menjadi salah satu kabupaten yang memiliki potensi cukup besar pada sektor pertanian di Jawa Barat terutama pada tanaman sayuran dengan Kecamatan Cimanggung yang memiliki hasil produksi terbesar untuk cabai besar, tomat dan buncis. Desa Sindulang merupakan desa dengan potensi cukup besar dalam sektor pertanian yang berlokasi di Kecamatan Cimanggung. Permasalahan umum yang masih sering dialami oleh para petani adalah keterbatasan modal, hal ini juga dialami oleh beberapa petani yang terdapat di Desa Sindulang. Fintech khususnya Peer to Peer Lending (P2P) bisa menjadi solusi terhadap pembiayaan modern bagi para petani untuk mengatasi keterbatasan modal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor apa saja yang memiliki hubungan dengan minat perilaku petani sayur menggunakan fintech dengan menggunakan variabel dari teori Technology Acceptance Model (TAM) yaitu perceived usefulness dan perceived ease of use. Penelitian mengambil lokasi di Desa Sindulang dengan jumlah responden sebanyak 67 petani sayur. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, metode survei dan menggunakan analisis data uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan perceived usefulness dan perceived ease of use memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap behavioral intention petani sayur di Desa Sindulang dalam menggunakan fintech sebagai modal pembiayaan usahatani.
Pemodelan Pengaruh Kemiskinan dan Covid-19 Terhadap Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung dengan GWR (Geograpichally Weight Regression) Syakirotin, Muthiah; Karyani, Tuti; Noor, Trisna Insan
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.17264

Abstract

The Covid-19 pandemic has had an impact on changes in community economic activity, resulting in an impetus for increasing poverty rates (BPS, 2020). This happens because of the community's space for movement so that it has an impact on the community's ability to obtain safe and sufficient food. Based on the 2020 Food Security Index, most districts in West Java are in a very resilient status. The status of food security at the provincial or city/district scale does not always guarantee that every individual is food secure because each region has different characteristics. Therefore, it is necessary to study the model of the influence of the proportion of poverty and the proportion of the population infected with Covid-19 on food security in Bandung Regency to the village level. This study aims to model the effect of the proportion of poverty and the proportion of the population infected with Covid-19 on the resilience of Bandung Regency using Geographically Weight Regression (GWR), which is a geographically weighted regression. Based on the analysis of the model of the effect of the proportion of the population infected with Covid-19 and poverty on food security in Bandung Regency, there are 280 different GWR models. In the GWR model the effect of the proportion of the population infected with Covid-19 on food security, there are 40 villages in red (high influence) and 15 villages in green (low influence). The village that has the highest influence on the proportion of the population infected with Covid-19 is Nengkelan Village with a coefficient of 21.02323822 and Laksana Village has the lowest effect with a coefficient of -18.760392. While the GWR model of the effect of poverty on food security is found in 9 villages in red color and 4 villages in green color. The village with the highest influence is Cipelah Village with a coefficient of 0.661185245 while the village with the lowest influence is Sukaresmi Village with a coefficient of -2.667401414.
Analisis Komparatif Produktivitas Tanaman Aren di Kabupaten Lima Puluh Kota Calista, Mila Quinsy; Wulandari, Eliana; Karyani, Tuti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i1.16806

Abstract

Lima Puluh Kota Regency has a strong economic foundation in the agricultural sector, with sugar palm (Arenga pinnata) as its primary commodity. Sugar palm trees are widely distributed across 10 sub-districts, but the concentration of sugar production is centered in Lareh Sago Halaban, Mungka, Gunuang Omeh, Bukik Barisan, and Suliki sub-districts. This study aims to analyze the differences in sugar palm productivity among these five sub-districts. Data on productive land area and palm sap production from 2019 to 2023 were obtained from the Central Statistics Agency (BPS) of Lima Puluh Kota Regency as secondary data for this study. The hypothesis regarding a significant difference in productivity between sub-districts testes using a One-Way ANOVA analysis.. The results showed a significant difference in productivity between Mungka Sub-district and Gunuang Omeh Sub-district. However, no significant differences were found in other sub-districts. Nevertheless, the average production of palm sap varied among the five sub-districts.
Co-Authors Abdurofi, Ilmas Achmad Septio Achmad Septio Ade Irawan Adela, Aqila Shafa Adi Firmansyah Agriani H Sadeli Agriani Hermita Sadeli Agus Susanto Ahmad Choibar Tridakusumah Ahmad Thoriq Akbar, Ujang Amalia Putri, Amalia Anne Charina Ashfia Mulya Ulfah Ashfia Mulya Ulfah, Ashfia Mulya Astrini, Carmelita Auli, Wildan Azahra, Shabrina Puti Azzahra, Sheila Najwa Benyamin, Gamaliel Bobby Rachmat Saefudin Calista, Mila Quinsy Carmelita Astrini Cindy Pedekawati Cindy Pedekawati Deby Diana Dewijanti, Indra Irjani Dharmawan, Sarah Setiasih Dharmawan, Sarah Setiasih Dhyna Dellaura Pujakesuma Dian Rahmawati Dika Supyandi Dini Rochdiani Dwiartama, Angga E Supriadi R Eddy Renaldi Eka Purna Yudha Eliana Wulandari Elly Rasmikayati Elza Rosalia Endah Djuwendah Erna Rachmawati Ernah, Ernah Ery Supriyadi R. Eti Suminartika Farianto, Aris Fathoni, Ilham Dwi Fauzia Imani Fellingga Cahayu Garwa Widadari Budoyo Gema Wibawa Mukti Hendar Nuryaman Hepi Hapsari Hesty Nurul Utami Ignatia Rahmadani Putri Palupi Ima Marlina Iwan Setiawan Karin Nafia Pramesti Karl Andhika Mahaputra Kirana, Sesilia Kusno, Kuswarini Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Kuswarini Kusno Lestari, Auliya Nabilla Noor Lies Sulistyowati Lies Sulistyowati Lies Sulistyowati Sulistyowati Lucyana Trimo, Lucyana M., Nurul Risti Mar'atushsholihah, Shafyra Nuruzzakiyya Marlina, Ima Muhammad Fadli Nida'a Khoirunnisa Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nur Syamsiyah Nurhana Jafaruddin Nurjanah, Indah Kartika Nurul Risti M, Nurul Risti Nurul Risti Mutiarasari Nurul Risti Mutiarasari O Hasbiansyah Oktavia, Soverani Pandi Pardian Pedekawati, Cindy Pitania Naelil Zakiyah Pratama, Luthfie Alie Puspita, Gusti Reza Puteri, Yuni Indriyana Putri, Salsabilah Azzahra R, E Supriadi R. Az-Zahra S R.Sana Aulia Salsabila Rahma Az-Zahra Saroja Rahmah, Ulya Rahmawati, Fani Raini Hurul Misqi Ramadhina, Ratu Rizki Rani Andriani Budi Kusumo Resa Ana Dina Riantin Hikmah Widi Riantin Hikmah Widi Riky Rizkiansyah Rohayati Suci Indrianingsih Ronnie S. Natawidjaja Rustidja, Ery Supriyadi Ryandana, Dendy Sadeli, Agriani H Safitra, Diva Sara Ratna Qanti Sarah Setiasih Dharmawan Sartika, Sheila Ruth Septiadi, Dudi Septio, Achmad Sesilia Kirana Sheila Ruth Sartika Siahaan, Emil Morris Gumanti Soverani Oktavia Sri Fatimah Subhika, Ikha Sulistyodewi Nur Wiyono Sulistyodewi Sulistyodewi Sumarno Tedi Supriyadi, E Syakirotin, Muthiah Tedi Hartoyo Terence, Daniel Tina Sonia Trimo, Lucyana Trisna Insan Noor Ugih Sugiarto Ugih Sugiarto Ujang Akbar Umi Untari Untari, Umi Vega Chendra Mulyana Widi, Riantin Hikmah Yayat Sukayat Yuhasyra, Dzikra Yulia Sari Zainal Arifin Zainal Arifin Zaqiah Ramdani Zumi Saidah